📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

Realistiskah Keinginan Prabowo Jadi Juru Damai Perang Iran-Israel | Bocor Alus Politik

Tempodotco53:46

Transcription

Bagaimana eh Presiden eh ingin menjadi mediator atau negosiator dalam konflik ini? Realistis enggak sih ide ini? Begitu yang minta siapa? Nah, betul betul betul. Emang ada yang minta? Kok kita bilang siap? Oke. Loh, kalau enggak ada yang minta kita siap, lu siapa?

Setelah meninggalnya Hameni kan itu kan presiden lama sekali mengucapkan bela sungkawa gitu ya. Nah, ini bisa enggak sih, Pak? Itu dibaca bahwa Indonesia juga memandang sebelah mata Iran, Pak. Ya udah jawabannya itu dalam kondisi seperti ini aja dia mampu bikin senjata-senjata yang hebat itu apalagi enggak di embargo. Wah kalau Iran maju lewat tuh Pak ya negara-negara teluk itu ya bukan hanya lewat bukan hanya lewat Indonesia enggak dianggap. Bapak melihat enggak sih Pak Prabo ini ingin seperti Pak Soeharto waktu ke Bosnia, Jokowi waktu ke Afghanistan gitu ya Pak. Apa yang saya sampaikan kepada Pak Prabowo? Prabowo enggak usah mikir itu deh.

Halo, jumpa lagi dengan Bacor Alus Politik bareng gue Remondusrikang. Gua Husein Abri Dongoran. Bagi teman-teman yang ingin mendukung jurnalisme yang berkualitas, jangan lupa berlangganan Tempo Plus. Bagi penonton yang ingin membaca laporan majalah Tempo, silakan klik link yang ada di deskripsi. Dan juga kami ingin berterima kasih kepada pembaca setia Tempo yang terus berlangganan dan membaca konten-konten berkualitas dari Tempo selama 55 tahun pada tahun ini. Mantap.

Oke, kita main apa nih, Senin? kita main yang menjadi mediator keraan. Lagi ini juga ya lagi di banyak diomongin banyak orang ya. Betul. Soal perang Iran melawan Amerika dan Israel. Israel. Betul. Dan ee agresi pertama itu 28 dini hari. Dini hari ya. 28 Februari 2026 dini hari gitu kan. Tepat bergantinya ketua dewan PBB itu ya PKPB. Iya. Dan sekarang kita kedatangan tamu spesial ada Pak Dian Wireng Jurit. Pak Dian ini adalah Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran 2012-2016 ya, Pak ya. 4 tahun bertugas di Teheran gitu. Pasti banyak cerita, pengalaman dan tentu saja bisa memberikan perspektif nih. Katanya ee banyak sekali narasi-narasi yang beredar soal Iran itu seperti apa, Teheran itu seperti apa yang ya konteksnya kalau saya menyimpulkan Pak Dian itu sudah mengarah pada misinasi dan disinformasi Pak. Sangat. Iya kan? Karena katanya begini begitu tertinggal dan lain sebagainya. Nah, nanti Pak Dian bisa ee cerita soal itu Sin ya.

Dan sebelum kita membahas soal bagaimana sih perspektif yang lebih utuh, nah kita mau bocorin nih bagaimana sih istana nih ee Pak Prabowo dan juga timnya di kabinet berusaha untuk menjadi mediator dan atau negosiator dalam konflik ee Iran ee melawan Israel dan juga Amerika Serikat ini gitu. Dan pernyataan pertama yang sudah dirilis itu adalah dari Kementerian Luar Negeri ya. Ee bagaimana ee Pak Prabowo itu justru menyatakan siap untuk berangkat ke Teheran i kan untuk menjadi ee mediator dalam ee konflik ini gitu. dan ee gua sudah bertemu dengan diplomat ee karir gitu yang masih aktif dan sejumlah pejabat yang mengetahui ee dinamika pembahasan ini mereka mengatakan bahwa ya pejambon dalam hani Kementerian Luar Negeri sama sekali tidak mengetahui itu substansi atau redaksional dari pernyataan ee Kementerian Luar Negeri. Bahkan di situ mengatakan kalau kita baca-baca redaksionalnya ini justru tidak mencerminkan sikap politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif sih.

Nah, mungkin lu punya ee narasumber lain yang lu tanya juga nih. Iya, selama sepekan ini gua juga ketemu beberapa narasumber ya, tentunya pejabat pemerintah maupun ee yang mengetahuilah peristiwa soal peran di Iran ini. Yang pertama seperti yang lu bilang, Kang. Jadi di Pejambon atau di Kementerian Luar Nagara ini kaget itu. Itu rilis kok begitu isinya. Mereka melisiklah segala macam. Intinya adalah bahwa itu kemauan presiden yang diterjemahkan oleh Kementerian Luar Negeri. Yang lucunya adalah kalau membaca dalam rilisnya itu kan tidak ada atribusi siapa yang berbicara di dalam rilis pertama itu ya. Entah itu juru bicara atau entah itu wakil menteri atau menterinya send atau mentya langsung. Nah, itu kasak kusuk mereka nih dan segala macam. Dan pun nanya juga ke pejabat-pejabat di sana ya. Intinya mereka tuh sudah hands up. Karena kan polugrinya di eranya Prabu itu kan terserah istana semua. Jadi mereka cuman hanya pelaksana saja, bahkan memberikan masukan pun tidak didengar lagi. Begitu dan kita ngomong juga dengan beberapa orang-orang di apa namanya ahli hubungan internasional ya dan ucapan atau misalkan rilis itu juga diketawain sama ee apa namanya? Kalangan internasional. Kenapa? Karena kan jauh sekali nih hubungannya Prabowo atau Indonesia dengan Iran begitu ya. Dan apalagi tadi seperti lu bilang bahwa ini kok terkesan Indonesia tuh ca-caw dalam perang ini begitu ya. bahkan lebih terkesan proya pro Israel maupun Amerika begitu. Nah, itulah rilis itu menimbulkan kegaduhan.

Keesokan harinya itu Prabowo ada pertemuan. Betul. Betul. Yang dibungkus dengan tajuk buka puasa bersama. Iya. Setelah isya pertemuannya. Dan sebelum itu juga Pak JK kan sudah mengkritik ya soal Indonesia kok mau menjadi negosiator di perang Iran maupun di perang Iran ini begitu ya. Nah, di dalam pertemuan yang di istana ini sejumlah narasumber yang gua temuin itu biasalah Prabowo preambul gitu kan. preambul menjelaskan soal kenapa dia bergabung ke bop, lalu juga kenapa dia apa namanya e mau menjadi mediator gitu. Lalu juga dia bilang bahwa kalau misalkan tidak sesuai dengan apa sih namanya ee pembukaan Pancasila atau Undang-Undang Dasar itu ya kita bisa mengevaluasi apakah atau bahkan keluar cabut dari atau bahkan keluar dari BOP itu begitu. Lalu setelah itu disambutlah oleh para hadirin yang hadir di sana. Yang pertama kali berbicara adalah Pak JK. He. Di situ Pak JK bercerita soal kedatangan Dubes Iran untuk Indonesia ke rumahnya yang intinya kedatangannya Dubes itu meminta dukungan ormas Islam maupun masyarakat Indonesia untuk mendukung Iran. Lalu juga bertanyalah soal bop ini dan segala macam. Dan akhirnya pertemuan itu juga mengalir ya. Jadi selama 2 seteng jam itu mengalir tidak hanya apa namanya presiden saja yang berbicara tapi para tetamunya itu berbicara juga dan menyampaikan pendapatnya ke Prabowo termasuk Pak SBY. Dalam dalam pertemuan itu SBY bercerita tuh bahwa perang Iran ini akan berlangsung lama. He artinya secara ekonomi kita mesti siap. Betul. Betul. Betul. Dan itu tentunya akan berdampak terhadap Indonesia. Apa dampaknya? Khususnya adalah ekonomi. Yang paling mudah adalah mengenai BBM. BBM kemungkinan akan naik dan nanti pemerintah itu sedang menghitung apakah menaikkan BBM atau menambah subsidi. Nah, caranya seperti apa? Pasti nanti ujung-ujungnya akan menambah hutang lagi begitu.

Nah, oke sin kita ke Pak Dian nih. Eh, Pak tadi kan kita sudah sedikit membongkar ya, Pak ya. Bagaimana ee wawancara kami dengan diplomat-diplomat dan narasumber soal dinamika yang terjadi setelah di Indonesia, terutama setelah ee Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran, Teheran dan e sekitarnya. Begitu ya. Nah, pertanyaan saya pertama-tama begini. Ketika Kementerian Luar Negeri nih Pak, mengeluarkan sebuah pernyataan yang artinya itu pernyataan resmi dong. ee mewakili ee pemerintah dalam konteks hubungan politik luar negeri itu duta besar selalu dimintai pendapat atau memang ee Kementerian Luar Negeri plus kepresidenan itu punya otoritas ya sudah ini mau gue narasi gue begini atau bagaimana tuh Pak begini terima kasih diundang di bocor alus mudah-mudahan enggak bocor. Harus bocor Pak. Justru masih puasa, Pak. Harus bocor ya semua ada aturan mainnya. Iya. Duta Besar itu diangkat oleh presiden. Privil memilih duta besar pun ada di presiden. Heeh. Mestinya orang-orang yang dipilih ada orang-orang yang dipercaya. Iya. Artinya apa? Kalau ada masalah di negara akreditasi tempat duta besar itu berkembang, he. Ya, pasti harus dikonsult presidennya. Presiden pasti akan minta apa yang terjadi, apa yang harus saya lakukan. Hm. Itu basic itu dalam tata kerama hubungan luar negeri atau penanganan hubungan luar negeri, Presiden berkonsultasi dengan duta besarnya. Kalau ada apa-apa, bahkan kalau situasi darurat di sana kalau perlu katakan ada pelecehan atau penghinaan terhadap negara tempat duta besar itu, duta besarnya jadi tarik. Iya. Itu keputusan presiden. Jadi memang presiden punya privileg memutuskan. He. Nah, tapi kalau dikatakan terus sekarang duta besar tidak tahu atau tidak dikonsultasi, nah itu baru aneh. Oke. Karena buat saya yang terjadi sekarang ini misalnya ya jelas jelas banyak kejanggalannya, keanehannya. Misalnya apa itu, Pak? Keanehan dan kejanggalan itu kan katanya semua keputusan langsung diambil oleh nomor satu yang bawah tidak tahu. Baik. Kalau mau jujur di Kemlu juga katanya tidak tahu mau apa. Karena semua draf apa namanya konsep-konsep pemikiran atau kebijakan yang diajukan enggak pernah ada jawaban dari atas. Tah-tahunya keputusan masuk bop siap untuk enggak ada yang tahu tuh. Lautina Selatan juga dulu itu ya selatan. Sekarang kita mau ngomong Timur Tengah. Wakil menteri urusan Timur Tengahnya enggak dikonsak. Hm. Buat saya kalau dari struktur kan pembantu presiden ya jelas menteri jelas apa namanya wakil menteri baru dijen. Nah kita kan di bawah menteri dan wakil menteri. Iya lah. Apalagi kita yang di sana yang tahu enggak dikasih tahu kok gimana. Iya. H ya jadilah seperti ini. Iya. I berantakan semua ya Pak ya. Saya enggak bilang berantakan Pak. Tapi salah satu gagasannya itu adalah atau ide Pak ya. ide dan gagasan yang berkembang itu adalah bagaimana ee Presiden ee ingin menjadi mediator atau negosiator dalam konflik ini dengan ee pengalaman Pak Dian ee berdiplomasi, politik luar negeri dan lain sebagainya. Kira-kira realistis enggak sih ide ini? Begitu dan jika iya apa modal yang bisa kita punya? Apa sih yang dikatakan Presiden? Hm. Siap terbang ke teheran gitu kan. Oke. Siap terbang ke teheran. Hm. Kalau sudah berkomunikasi dengan Amerika, Husein. Mas Husein siap enggak di percaya jadi mediator? Siap enggak? Dengan situasi seperti ini? Iya. Melihat perkembangan ya? Enggaklah. Iya. Siap enggak? Enggak. Itu gimana, Pak? Kalau saya siap. Kalau pertanyaan siap enggak? Kakek saya juga siap. Oh, gitu. Kalau cuman ngomong siap, ya. Oh, kita kepancing ini. Pertanyaan berikutnya yang minta siapa? Nah, betul, betul, betul. Emang ada yang minta kok kita bilang siap? Oke loh, kalau enggak ada yang minta kita siap, lu siapa? H main bilang siap. Emang gua emang gue tahu apa kemampuan lu atau apa? Iya, iya iya iya. Teman-teman, konflik di manapun minimal dua pihak dong. Yes. Ya, kita kan di tengah. Heeh. Ya kan kita harus balance. He A sama B. Enggak bisa kita mau nyengahin konflik. Gagal. Gua mau nih gua selesaiin. Tapi PCS-nya sama Mas Rikang. Rik. Heeh. Ya. Dia marah dong. Hm. Nah. Menjadi mediator harus persetujuan dua pihak. Iya. Enggak ada. Enggak ada. Satu pihak setuju terus kita. Mau cerita lebih lanjut enggak? Hm. Gimana coba pengalaman? H Indonesia gua duta besar di sana dapat instruksi. Oh bukan ini mundur sedikit ya ceritanya di Jenewa. Dia ditempatin di Jenwa. Iya. Dupus bilang saya diinstruksikan oleh Presiden untuk ee apa namanya? mengupayakan Indonesia jadi mediator. Ini bukan barang baru. Iya. Kita ingin jadi mediator bukan baru. Oke. Saya harus lakukan apa? Bapak enggak tahu kenapa saya yang dipanggil. Bapak harus ketemu dibus Israel. H terus oke ketemulah udah liku-likunya panjang sampai ketemu airnya ketemulah. Sampaikan Indonesia berminat jadi mediator. Oh serius? He. Besok saya umumin di media Iran. Eh media Israel. Israel. Iya. Indonesia kita tunjuk menjadi mediator. Mediator. Tapi ada syaratnya. Syaratnya apa? Akui Israel. Hm. Loh, bagaimana kita mengakui Palestina enggak mau ke Israel tapi mau jadi penengah? Yes. Wah, jawabannya sudah selesai. Oh, kalau gitu itu harus dibawa ke pimpinan yang lebih tinggi. Iya. Saya tugaskan M lu harus ketemu ML lu saya upayakan. Jadi ketemu nih NU Indonesia, MU Israel sama disampaikan gagah kita amanat konstitusi segala macam moderat segala macam ingin menjadi mediator. Very good minister. He. Kami senang Indonesia berminat. He. Kami siap umumkan anytime. Besok juga bisa. Pasti heboh media kami pasti. Iya. Tapi mau mau aki Israel enggak? Hm. Wah mulai gelagapan. Terus yang keluar jawabannya begini, "Kak, ya untuk mengkaki Israel belum bisa saat ini. Karena walaupun kami moderat Islamnya, kami anggota ini, itu bla bla bla bla, tapi kami konstituen kami belum bisa menerima." Yes. H. Jawabnya Menteri Islam simpel, kalau Anda punya konstituen, saya juga konstituen. Punya konstituen. Bagaimana saya mempertanggungjawabkan ke konstituen itu bahwa saya memutuskan menunjuk Indonesia padahal dia enggak ngakui. Heeh. Selesaikan pertemuan. H. Jadi kalau ngomong siap, nenek-nenek juga bisa.

Ada enggak sih, Pak dampak? Kan ini juga setelah meninggalnya Hameni kan itu kan presiden lama sekali mengucapkan bela sungkawa gitu ya. Nah, ini bisa enggak sih, Pak itu dibaca bahwa Indonesia juga memandang sebelah mata Iran, Pak? Ya udah jawabannya itu buat gini loh. Gimana Pak membaca diplomatik itu ada tata tata diplomatik artinya bahasa pun ada, gesture kita pun ada apa gerak kita itu bisa dibaca komfortable atau tidak dengan satu. Nah kalau dibilang tadi apa namanya masalah mengucapkan bela suka mengucapkan bela sangka. Eh di sini ada kedutaan besarnya. Yes. Yes. Dan kita diutan besar di sana. He. Sekarang bagaimana kita tempatin diri kita dulu deh. Yes. Kalau kepimpinan kita meninggal di sana terus pemerintahnya enggak ada ucapan selamat kita. Kira rasanya gimana? Tersinggung pasti ya. Ya. Ya enggak tahu kalau yang sekarang itu ya tersinggunglah. H wajar dong saya ditunjuk kok ini tuan rumah enggak menyatakan simpatiah menima. Buat saya itu sudah kesalahan diplomatik fatal. Hm. H. Buat saya apapun yang terjadi itu enggak bagus untuk dunia diplomasi. Iya. Kenapa? Katanya kita bersahabat, katanya kita sama-sama negara Islam, katanya kita anggota OKI, kita anggota nonblok, kita apa namanya? Sahabat. He. Kok enggak ngaku? Enggak mau bersimpati. Sahabat kita menderita, mengalami musibah, kesedihan. Buat saya mulai di diplomatik sangat tidak patut tuh yang begitu. Apalagi kemudian saya enggak lihat karena saya kan orang luar. Iya. Iya. Ee katanya cuman surat ya. Iya. I itu pun berapa hari setelahnya ya. Betul. Betul. Coba bayangkan apa yang dirasakan sama buat saya itu. Aduh udah udah pernyataan bahwa memang kita tidak komfortable sama hmm Mas Kira. Betapapun ee negara tertentu tidak sepakat katakanlah dengan sistem politik ya Pak ya. dengan apa yang terjadi di dalam negeri mereka. Tapi bahwa gestur mengucapkan bela sungkawa terhadap pemimpin atau kepala negara dan kepala pemerintahan itu ya itu wajib ya, Pak ya, sebagai bagian dari gestur wajib wajib. Apalagi kita tidak ada persoalan dalam konteks hubungan diplomasi. Iya kan? Bahkan begini loh, kalau misalnya negara itu tidak punya kedutaan di sini, He. Tapi kepala negaranya meninggal atau kepala pemerintahnya meninggal, He. Kita punya duan diplomatik, cuman mereka belum membuka. Kita punya di sana. He, kita wajib tetap mengirimkan pernyataan itu. Mengirimkan karena tidak ada fisik. Loh, di sini kok dikirimkan orangnya ada kok. Ngapain pakai dikirim? Ya serahkan dengan gentleman gitu loh, dengan elegan gitu loh. Kenapa sih takut sama Amerika? H ya. Kalau urusannya begitu ya enggak usah, enggak usah saya bersedia.

Pak tadi bilang bahwa kita dekat, kita bersahabat dengan Iran. Untuk teman-teman di sini yang menonton bocor alus, seberapa dekat itu, Pak? Kita sudah 75 tahun tu ya sekitar 75 tahun ya, Pak. Hubungan ee persahabatan kita Indonesia dengan Iran begitu. Seberapa dekat itu? Dalam konteks negara kedekatan bisa dilihat antara lain dari faktor ekonomi. Kalau sistem politik okelah dia teokrasi kita bukan, tapi kan kita Pancasila merangkul semuanya ya mestinya ya dekat. Iya. Tapi kalau dalam ekonomi lebih gamblang lagi. Mestinya saling membutuhkan. Hm. Kedekatan itu kan karena saling membutuhkan. Iya. Saling percaya. H. Saling membutuhkan sama Iran. Apa? Iran punya minyak gas bumi, punya baja, punya segala macam itu. He. Kita punya apa? Kertas, punya kelapa sawit, punya karet. Heeh. Hasil bumi, Pak. Ya. Ya. Kita butuh apa? apa namanya? Sumber daya yang tadi dimiliki itu sumber daya mineral. Iran membutuhkan sumber daya kita tadi tuh perkebunan macam. He artinya ke yang kita punya tuh enggak akan bentrok gitu loh. Kalau kita sama-sama punya bisa bentrok karena harus bersaing nyari pasar. Iya. Artinya ini komplementer, Pak. Ya, komplementer. Oke. Tidak ada cerita. Makanya Islam kenapa saya bilang selalu saya bilang sebenarnya potensi besar dan kita dekat itu H dan Iran sangat sangat aduh ya sangat menghormati kita. He. Kalau ketemu tuh H Iran pertama kali aja dengan pejabat Iran ya di sana karena kita kan harus promosi macam-macam. Pertanyaan dari mereka gini, Indonesia butuhnya apa? Eh bukan, bukan maunya apa? Hm. Sori. Indonesia maunya apa? Kita siap. H beneran siap nih. H bukan siap-siapa Indonesia maunya apa? Iya. I loh. Tapi kalau Iran ke negara lain, pertanyaannya lu punya apa? Hm. Oh oke. Oke. Beda kan? Iya. I nuansanya itulah bahasa diplomatik. Iya. Kita harus tenang. Enggak sama tuh. Iya. Iya. Kita maunya apa? H apa? Beda saking dekatnya itu ya hubungan kita saking dekatnya. Tapi kita enggak bisa menjawab tuh pertanyaan itu. Lu maunya apa? Tahu. Gimana kalau terus enggak ada jawaban seperti itu? Terus menjabarkan apa yang kita mau aja enggak berani gitu. Enggak enggak bisa. Gua mau el dukung gua. Gua mau jadi Sekjen PB. Heeh. Karuan. Heeh. Gua mau lu bantu gua nih ngadapin Amerika. H. Ya kan? Heeh. K kan tinggal bilang bahwa dalam hal itu kita mendingan kita jangan masalah politik, kita galakin aja masalah ekonomiinya. Iya. I kalau politik mungkin kita harus masing-masing kembali kepada parlemen lah apa ya kan. Karena itu kan harus diputuskan di sana. Tapi kalau cuman bilang punya apa? Punya kertas. Oh gua perlu tuh kertas gitu kan. Iya. He. Oke oke oke. Maunya apa Indonesia? Kita maunya dikasih harga minyak murah. He he kan. Iya iya. itu enggak pernah terjawab. Makanya sampai sekarang perdagangan Iran sama Indonesia juga enggak maju-maju. Oke. Bukan karena sanksi ya. Malaysia itu dengan kanda keadaan sanksi mereka tumbuh apa? Naik terus kok perdagangannya. Vietnam naik terus kok. Thailand naik terus buat saya, buat gua yang dari gua datang itu mulai 4 miliar turun. Hm. Tapi begitu sanksi karena enggak boleh macam-macam itu tinggal 400 dolar. 400 juta dolar dolar. Oke. Sekarang itu makin turun lagi. Iya. Iya. I padahal kalau mau Malaysia bisa, Cina bisa, India bisa, kok kita enggak mau belajar mereka gitu bahwa harus bisa fleksibel. Fleksibelnya gimana sih? Enggak bisa bayar pakai dolar barter. Kalau barter ini urusan urusannya panjang nih. Heeh. Mereka nawarin ini kita apa namanya minyak kita tugur sama kertas ya sama kertas sama apa namanya tadi itu ee kebun macam departemen pertahan ee pertanian di sini suruh ngubungin ini enggak mau sini ngubungin sini enggak mau lagi ya birokrasi lagi sana bilang oh sana aja langsung ke PTPN sini enggak bilang oh enggak bisa PTPN langsung iya enggak ada jawaban lag iya iya iya iya oke ok terus yang saya mau bilang Dengan kondisi seperti itu, bagaimana kita mau manuver? Padahal saya tugasnya mempromosikan itu jalan beli minyak. Tanya Pertamina, kita sudah pernah dapat Pertamina ee LPG harga murah artinya dari pasar internasional R.000 apalah satuannya tuh MBCTU atau apa gitu kira-kira. Jadi trans ee pengirimannya 10 * Rp50.000 dua kali jalan dengan harga murah tuh. Hm. Kalau ketemu mantan dirennya namanya ya nantiah kita ngomong dia pasti bilang tuh ini sebenarnya bagus deh Pak Dubes sudah ngusahain dapat bagus harganya dan kita untung untung banyak ini cup cukup gede Pak ya gede. H tapi dua kali pengiriman ditegur Amerika berhenti. Hm hm. Oke. Itu tadi bayarnya dolar. Kita masih pakai dolar, Pak. Dian loh. Sama Iran kita bisa ngomong maunya apa bayarnya. He. Redmin B. Mereka sudah bisa dengan Redmin B gitu. Muterin dikit ke Cina. Cina kan enggak ada takut ya Amerika. Iya. I kita ya apa namanya bayar ap pun bisa asal punya accoun di Hongkong gitu kan. Iya. I iya iya. Takut kita yang begitu. Takut Amerika mengaitkannya dengan komoditas yang lain gitu loh. Iya. I iya iya.

Pak, tadi Bapak menyebut bahwa Iran itu menghadapi sanksi ekonomi yang luar biasa sehingga mereka mesti survive. Nah, ini juga berkaitan dengan narasi-narasi yang berkembang di media sosial, di YouTube juga, Pak ya. Bahwa oh karena mereka mendapat negara yang mendapatkan sanksi, mereka ini negara yang tertinggal. seolah-olah ee menjadi negara atau apa ya teknologi dan macam-macamnya itu baru ya menginjak di tahun -an awal lah kira-kira itu jalan-jalan masih anu gimana itu Pak? Benar enggak sih? Gini loh, kita itu hidup dengan katanya. Yes. Kita hidup dengan stigma. Iya. Kalau udah di stigma, "Wah, negara itu payah, iya, negara itu apa namanya? Kena sanksi, sudah pasti yang negatif kumpul semua di sana." I. Heeh. Heeh. Padahal ada ini nih gadget. Hm. Oke. Tinggal buka kok ya. Ya. Heeh. Saya di sana, e, gua di sana, gua ngalamin. Heeh. Misalnya begini loh, tahu enggak Iran adalah salah satu kota besar di dunia yang arsitekturnya itu termasuk paling bagus. Teheran ini maksudnya, Pak? Teheran. Teheran. Heh, Teheran. Sor, Teh. Seperti yang gua tahu karena gua sekolah di sana yang namanya Kanbera. Heeh. Oke. Itu Kanbera tata kotanya luar biasa bagus. He. Di Iran naiklah ke menara milanya yang satu dari tujuh tertinggi di dunia. He kelihatan tuh kalau kelihatan ke bawah tuh jalan-jalannya mana perkantoran mereka bukan bukan tanah subur seperti kita ya artinya taman-taman tetap ada. Tolong dicatat lagi. Iya negara dengan taman terbanyak antara lain ya. Terak taman-taman. Iya. Di taman itu jangan mikir kayak taman-taman kita yang ada jualan ini, jualan itu. Semua bisa menikmati. Mau duduk-duduk, mau letakan di rumput, di rumput, di bawah, mau minum jalan sedikit ada e apa namanya? Tempat minum gitu loh. Artinya semua nyaman di tempat itu. Kita kan apa namanya? Selalu membayangkan tadi tuh yang seperti itu terbelakang. Hm. Kalau saya mau bilang pendeknya begini, dengan segala potensinya, Iya. Iran itu kalau enggak kena sanksi, Arab Teluk lewat. Iya. Negara-negara Iya. Arab yang kaya raya itu, Pak. Yang kaya raya, Dubai segala macam yang gedungnya tinggi-tinggi itu lewat dijamin lebih berjaya Iran ya. Iya. Ya, minyaknya sama itu gasnya nomor dua dan 3 di dunia cadangannya. Buktinya apa? dalam keadaan embargo yang berat seperti sekarang ini. He. Ketik mulainya gini deh, saya enggak anti Amerika ya. Saya enggak anti apa namanya yang begitu-begitu. Saya cuman keberatan dengan pemimpinnya aja yang sakit jiwa. Hm. Pemimpin Amerika yang sebelumnya kan bisa damai tuh. Tercapai perjanjian damai sama Iran. He. 2015 setelah 13 tahun tuh dirundingin. He. Dibongkar sama yang namanya Trump ini kan. He. Ketika tercapai perjanjian itu 2015, Iran ini hebatnya mereka sudah membayangkan presid ee bahwa proses negosiasi ini pasti berhasil dan satu ketika beberapa tahun lagi pasti sukses. Mereka sudah bikin blueprint pengembangan kota Teheran. Oh. Jadi dan mulai membangun H. Apa namanya? yang perlu dibangun. Singkatnya ketika 2015 sebagian siap hotel-hotel baru segala macam itu apa namanya pusat-pusat bisnis baru. He. Tapi pembangunan itu namanya proses berhenti gara-gara Trump. 2016nya jadi e jadi tapi belum semua. yang sebagian besar jadi. Tapi yang ada pro proyek yang buat gua gue luar biasa dibongkarkan sama si Trum ini. Gue ke sana nih sebelum perang nih bulan Juni sebulan gue keluyuran di sana. Dikenalkan ee Pak Dian udah pernah teman gua orang Iran sudah pernah lihat mall Iran yang baru. Oh. Di mana daerah sini? Bagus. Nanti lihat sendiri. Hm. Ini terbesar di dunia. Oh. Siapa yang percaya? Iya. I terbesar di dunia. H. Oke. Memang di pinggir kota makanya bisa bikin yang besar. Gue de 90% udah jadi. He sudah mulai beroperasi tapi isinya kan barang Iran. Karena yang tapi di dalamnya itu toko-toko sudah ada tuh Kristi Dior, Erme apalagilah segala macam Ublo segala macam sudah ada tapi tutup karena tidak jadi dibuka karena diputusin. Heeh. perjanjiannya sama Trump ini. Iya. Iya. Mereka sudah siapkan. Wah, itu kalau lewat gede deh. Gede banget. Pintu masuknya 10 dan parkirnya sudahlah enggak usah diceritain semuanya sudah disiapkan. H buat gue dalam kondisi seperti ini aja dia mampu apalagi kalau enggak di embargo. Dalam kondisi seperti ini aja dia mampu bikin senjata-senjata yang hebat itu apalagi enggak di embargu. H. Wah, kalau Iran maju lewat tuh, Pak, ya, negara-negara teluk itu ya. Bukan hanya lewat, bukan hanya lewat Indonesia enggak dianggap. Kita cuman ngelihatnya Dubai lagi, Dubai lagi, segam. Iya. I, Pak, tadi Bapak sudah menyinggung soal teknologi ya, Pak, ya? Pengalaman Bapak di sana ya, Pak dan berapa kali ke Iran juga memang semaju apa, Pak, teknologi di Iran itu, Pak? Pak, karena ini saya nyambungin ya, Pak. kan sekarang kan era perangnya kan kemudian membuktikan bahwa sekarang tuh perangnya sudah nir awak semua drone semua gitu dan banyak sekali ee yang muncul kemudian di beberapa situs-situs pemberitaan soal pertahanan dan macam-macam adalah bagaimana negara-negara ee Amerika dan ee aliansinya itu justru meniru engko pyet ee desain drone yang kemudian di buat oleh ee Iran. Dan saya baca betul bahwa Iran itu sangat satu, tidak hanya modern maju tapi sangat efektif dan efisien dalam mengembangkan teknologi. Salah satunya drone itu sangat ee salah satu podcast itu Profesor Jiang gitu ya ee membahas bahwa ini tidak hanya soal apa ee unjuk kekuatan, tapi soal hitung-hitungan matematika. Betul. Berapa ee drone atau penangkal drone yang diproduksi oleh Amerika semahal apa gitu kan. Sementara Iran bisa punya ribuan yang sangat costnya sangat efektif gitu, Pak. Terima kasih cerita mundur sedikit. Ketika saya pertama kali datang H februari 2012 Heeh. Berapa bulan kemudian drone-nya Iran eh drone-nya Amerika tuh diturunin bukan ditembak jatol artinya dibajak diturunin. Berarti kemampuan cybernya dia kan kayak Geger. Iya. Diturunin geger dunia. H. Terus saya di sana drone itu di pameran utuh yang jatuh itu, Pak. Yang jatuh itu di pameran utuh di lapangan terbuka untuk dipertunjukkan ke masyarakat kita mampu menjatuhkan drone yang katanya teknologinya canggih waktu itu. Iya. Saya jadi pengin lihat kan. Wah orang yang ngelihat nonton tiap hari banyak karena dipasang sebulan depan 2 bulan dipamerin tuh Pak di lapangan itu. Oh diamer saya datang. Ih, ini yang drone yang katanya waktu itu kan baru awal-awal mulai pengembangan drone pengembangan. Oke. Saya cuma mikir nih, dia bisa menurunkan ini ya pasti bisa membuat ciplakannya dong. Hm. Secara lebih bagus lagi. Artinya disempurnakan lagi. Saya yakin dalam waktu dekat Iran pasti punya. He. Pernah enggak lihat drone-nya Iran di atas kapal induk tuh? He. Yang semua kelihatan gitu kan? Jarak dekat loh. Hm. Paling 100 m, 200 m. H kelihatan artinya apa? Loh, kalau sekarang teknologinya bisa kirim drum dan enggak terdeteksi oleh kapal induk. He. Artinya apa sih? Nah, berarti kan bisa jebol tuh pertahanan kalau perang gitu loh. Hm. Nah, padahal kapal induk kan itu pertahanannya satu kapal induk kan minimal didampingi oleh tiga fre guardard gitu yang lengkap sembilan armada apa kapal. I ini untuk nangkal ini untuk nangkal ranjau. Ini untuk nangkal perang komunikasi. He segala macam. Iya. Itu bisa ke atas dari saya bilang canggih nih ya. Kenyataannya dia punya kemampuan bikin canggih dan Rusia kan makai sekarang di Ukraina itu kan yang namanya Kamik KJ. Mereka kasih nama Kamik KJ. Bua saya enggak heran dalam arti ini Pak punya. Makanya ketika saya lihat itu boleh lanjutnya ceritanya saya tawarin ke ya ke pemerintah kita lah. Saya datang ke Kemhan. Iya. saya ketemu menteri pas saya datang menteri katanya dipanggil presiden atau acara dengan presiden. Jadi ketemulah sama Sekjen, H Pak Sekjen begini Iran doornya bagus. Iran menawarkan. Nah tadi kan kita enggak bisa apa ya lu maunya apa ini gua punya ini mau enggak kira-kira gitu kan mau ee menawarkan drone-nya. Waduh Pak Dian ini yang kita tunggu. Kita pasti butuh nih drone. H sudah saya tindak lanjuti. Oh oke. Nanti saya kabari. H sebulan, 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 5 bulan gua balik lagi ke sini ada dinas. H gua datangin lagi ke Kemhan. Kebetulan menterinya eh menterinya juga pas enggak ada kalau itu. Heeh. Seken yang dulu sudah ganti e atau pindah jabat atau apalah. H yang ditemukan Dirjen Strat h strategi pertahanan bilang, "Pak, saya datang mau nanya ee katanya waktu itu mau difollow up apa, Pak? Bayangin dalam satu departemen enggak tahu apa yang dilakukan ini, apa yang dilakukan itu. Iya. I follow apa Pak Dubes? Loh, saya waktu itu datang ke sini menawarkan drone Iran kan eh Iran menawarkan drone untuk dikerjaamakan dengan wah itu bagus Pak. Tapi Pak Debus ketemu siapa? Waktu itu saya enggak ketemu menteri tapi ketemu Pak Sekjen. Jawabannya ya Pak Dian ketemunya Sekjen sih. Dia kan enggak ngerti apa-apa. Saya yang nangani. Ya udah, Pak. saya follow up. Nah, ya janji kan follow up ya. Alhamdulillah sampai sekarang enggak ada apa-apa. Enggak ada apa-apa. Keren kan sebegitunya Pak ya republik kita ya. Itu di Konoha sakit cerita Konoha Konoha ya. Iya. Soalnya ada juga jokes e apa namanya kalau Iran itu kan bisa langsung tepat sasaran ya. Bahkan kalau di Indonesia juga bagi bans saja enggak tepat sasaran. yang ngomong dia j medsos medsos bisa dibuka di banyak berkeluaran gitu ya Pak tadi kan kita pada akhirnya ee terbuka ya perspektif ee baru terhadap bagaimana sih memandang Iran tapi ini sayangnya Pak ya kalau kita mengikuti narasi-narasi sekali lagi di media sosial ee konstruksi terhadap ee Iran terutama dalam hal hubungan ee Indonesia dengan Iran itu justru dipisahkan oleh debat soal Sunisia Sunisiah. Oke. Itu yang menurut saya enggak produktif sekali gitu kan yang pada akhirnya membelokkan bagaimana sebenarnya kita mesti stand terhadap e situasi seperti konfeksi. Kalau dibilang kalau dibilang enggak produktif iya ya salahlah. Karena apa tuh Pak? Ngawur. Boleh kembali sebelumnya enggak? Boleh. Sebelum senisi A ya. Iya. Masalah Iran negara miskin. Iya. Apa yang membuat seorang warga negara, apa yang diharapkan seorang warga negara dari pemerintahnya? Hm. Apa? Sejahtera, semua murah. Iya. Sama pendidikan sukses. Artinya rakyat akan merasa layak kalau kebutuhan dasarnya terpenuhi. I apa? Sandang, pangan, pakan, pendidikan kesehatan. Sekarang tambah IT atau hiburan. lima sampai kini kuncinya lima. Sebut sandang di sana ada yang compang-camping. Mungkin kita enggak ada lagi yang compang-camping. Walaupun di Papua banyak gitu ya kira-kira. Iya. Di Riau banyak gitu ya. Tapi pakaian bekas saja diimpor gitu kan. Iya. Iya. Katanya banyak gitu kan. Kalau dibilang pangan, sandang pangan di Iran, padang pasir sama-sama timur tengah lainnya. Eh, ada satu kawasan dan saya jalan. Kalau saya belum pernah ke Nevadanya, tapi Amerika lumayan tahu. Tapi maksudnya gini, Nevada itu kan jalan jauh kiri kanan perontang padang pasir, enggak ada apa-apanya. He. Di Iran ada, tapi tidak sejauh itu. Tapi padang pasir sekarang hijau. Heeh. Karena menghasilkan buah, sayur di sepanjang ini. Heeh. He. Di padang pasir itu ngomong apa? Teknologi. He. Iya. Artinya sand pangan mereka tercukupilah ya. Iran sepertiga itu di utara ini padang pasir 2/3 naik gunung turun sana utara laut Kaspian. Heeh. Subur, hijau kayak kita. Heeh. Artinya pangan enggak ada masalah di sana. Roti makan sehari-hari itu namanya sanggek antara lain lebar satu roti bisa sekeluarga empat orang 400 per. He. Pakai sele, pakai apa segala macam itu 400. He. Kita terigu beras enggak jelas naik terus. Belum tentu belum tentu juga bagus. He he. Dan impor pula ya kan. Oke. Wangan papan mana ada rumah di sana kumuh. Tidak ada daerah kumuh. Enggak ada itu Pak. Enggak ada rumah di pinggir di bawah kolong jembatan tol. Di kolong jembatan pinggir kali enggak ada. He. Dan rumah di kampung sampai ujung gunung karena gua tukang keluyuran dari kota sampai ujung gunung semua fasilitas sama. Ada h fasilitas dasar apa? air, gas, listrik dan tersambung sama jaringan nasional. Bukan ngebor sumur, bukan nyantel dari sana tambahin ke sini, tarik-tarik. Enggak ada enggak ada. Nah, kesehatan gua ke sana kemarin itu nengok teman-teman juga di kampung-kampung dan tidur sama tempat mereka seperti dulu. He, ada yang sudah meninggal, gua kunjungin. He. Tapi yang gua mau cerita salah satu waktu gua di sana itu waktu itu saja dia sakit gula. He. Terus kamu gimana? Tiap kali ada enggak? Oh, saya diobatin. Ada. Saya sekarang punya ini kartu. Setiap bulan obatnya habis tinggal ke apotek dan dapat dengan kartu itu, Pak. Ya, dengan kartu itu. Nanti setiap 6 bulan dicek. He lah kita sudah ada bagus sih BPJS ya. Tapi kan juga harus perlu apa namanya rujukan dulu nanti di sini antri lagi. Begitu diperiksa on minggu depan bawa lagi pengantarnya segala macam. Gua pasien soalnya. H apa gitu yang kita harapkan dengan cara seperti ini? Pendidikan masih ada anak gelantungan tuh menyeberang ini kali untuk sekolah. Ada yang bunuh diri itu karena enggak bisa mampu pena sama buku. Iya. H padahal dana pendidikan katanya besar gitu katanya loh ya. Ini I tapi di lampiran APBN sekian persennya untuk MBG enggak ikut-ikut. Tapi kembali soal itu tadi Pak Iisunia itu karena gua tahu tantangan-tantangan seperti itu ketika mulai bertugas. Salah satu target gua, gua mau membuktikan mendekatkan nih apa sih nomor satu kesalahan yang selalu kengawuran yang selalu diumbar. oleh kalangan yang non anti Syiah. Quran kita beda. Yes. Kedua, Nabi kita beda. He. Wah, nabi kita beda. Kita nomor dua dulu ya. Dua aja dulu. He. Nabi disangka Ali itu diperlakukan sebagai nabi. Jadi, nabinya beda. Padahal Ali itu pengganti. Artinya penerus. Maulud Nabi Muhammad kelahiran di kita kalau mau ingat yang umuran gua zaman Soeharto itu hanya dirayakan di istana dengan korps diplomatik segala macam di istana. Rasanya di kampung gua juga enggak ada waktu itu. Iya. Di Iran dari kapan-kapan di kampung dirayain hikmat meriah gitu loh. Karena menghormati Nabi. Hm. Jadi kalau dibilang kalau dibilang nabinya lain, kita kumpul sini, Teman-teman. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Jadi gini gini gini gini sesuai ee apa namanya ee apa namanya sunah nabi kita. Baru selesai sunah nabi kita langsung mereket nyaut nih. Allahumma sholli ala Muhammad gitu. Wa ali Muhammad loh. Artinya apa? Yang diagungkan itu Muhammad. H pengakuan terhadap Muhammadnya kental bukan hanya dirayakan tapi diwujudkan dalam pertemuan aja tingkat R. Kita harus ingat eh di sana pemahaman agama itu merasuk loh ya. Jadi siapapun yang kalau ngomong gini kirang e rikang ngomong gini gini gini gini sesuai apa Allah. Oh serentak ini jawab nih. Oke. Oke. Oke. Iya. Wah. Wah. Dibilang nabinya lain. Enggak benar. Enggak benar ya, Pak. Qurannya berbeda. Untuk membeda membuktikan bahwa Qurannya enggak enggak beda. Waktu itu pas kebetulan tanya deh orang percetakan negara ngirim surat ke beberapa perwakilan minta proyek penciptakan buku-buku agama mereka gitu supaya dicetak di sini karena murahlah segala macam. Nanti dikirim lagi ke negara-negara itu, Pak. Ya, dikir terus gua punya ide. Kenapa enggak gua minta Quran sana dicetak di sini untuk disumbangkan? Heeh. Kayak kan di masjid-masjid kita kan ada sumbangan dari kedutaan gitu kan. Kita tahulah gue ngadep sama kepala ee apa namanya? Yayasannya Homeini. Bayangin Yayasan Homini. Kepalanya namanya Ayatullah Golpaigani. Senior temannya Komeni. Tua waktu gua ketemu aja udah aduh tapi sangat berwibawa. Iya. Sampaikan ini ambasador mau cetak berapa? H R.000 silakan kami danai. Oh. Oke. Saya bilang enggak usah kita mulai karena ini pertama kali R.000 R30.000 cukup. Oke. Terserah ambassador. Ada pernyataan dibuat bahwa gue ditunjuk mewakili yayasan itu untuk mencetak pencetak. Bawa ke sini Qurannya diperiksa. Sebulan kemudian keluar. Quran ini tidak ada bedanya dengan Quran yang hanya tanda-tanda minor. Ternyata gua tanya, "Ustaz, ya ada memang tanda tanda minor, tapi semua bacaan enggak?" Ternyata sama. Dan untuk membuktikan sama itu, dalam Iran setiap tahun masih ada musabaqat tilawatil Quran. Heeh. yang dipertandingkan dilombakan adalah lombakan bukan pertandingan yangakan suara ya hafalan hafiz dan juri kan harus menguasai semuanya ya enggak ada bedanya orang peserta tilawatil quran itu dari Amerika juga ada h ok loh arti apa ya terbukti Quran kita sama gitu loh tapi untuk menyebarkan ini di Indonesia setengah mati itu. Hm. He karena yang yang aneh-aneh yang diedarkan dan itu malah gampang terserbar, Pak. Ya, yang aneh-aneh itu. Mau mau contoh lagi? Tadi kita ngobrol-ngobrol gitu. Saya saya lagi nyetir teman mantan dubus lagi di Kalimantan ketemu Muspida. He. Polisi, tentara, pemuda sama ulama. Iya. Ngobrol katanya tukar pikiran demi pembangunan. Telepon Pak Dut. Pak Dut Besar saya lagi Kalimantan nih. Lagi ngomong. Iya. Enggak. Kenapa? E di ini lagi jadi topik nih di pembicaraan kami. Apa topiknya? Katanya di Iran enggak ada masjid ya. Mas keren banget kan itu namanya keren. Iya. Enggak pak banget di Iran. Gua sampai nyentir nih. Enggak salah Om. Enggak salah tuh pertanya. Iya loh. Kenapa enggak dijawab Om? Lihat aja Google gitu loh. Lah mereka kan punya Google gitu loh. Punya handphone. Tinggal ngecek Pak ya. Tinggal ngecek ya. Gua udah sampaiin gitu, tapi gua mau bukti. Makanya gua minta bos yang pernah di sana biar mereka percaya. Oke, bilangin aja. Lihat Google nih gue yang ngomong. Udah sambil jalan lain. Percaya atau enggak? Kakak kandung gue di Bekasi nelepon lagi pengajian sama ibu-ibu ada suami-suami ikut pertanyaan sama Yan. Ini gua pengajian nih si di sini lagi heboh nih. Karena dibahas Iran enggak punya masjid. Heeh. sama gue jawabnya seperti itu. Tapi lihat Google tapi poinnya apa? Bahwa isu mengenai masjid kali itu kelihatannya digarap untuk jadi topik hari itu untuk di hari yang sama ya untuk sebarkan ke Iya untuk disebarkan ke umat bahwa Syiah itu memang enggak benar gitu. Iya. I dan ini membentuk cara pandang terhadap Iran ya. Oh iya. Otomatis terhadap Iran. Iran itu kan tadi oh belum kita singgung Iran itu satu-satunya negara di Timur Tengah yang seharusnya mengalami eksis ee ancaman eksistensial bukan Israel ya. Israel boleh klaim tapi ancamannya bukan Iran. Iran itu bangsa Persia di tengah bangsa Arab. HP Syiah di tengah Suni. Iya. Pernah berantem enggak sama sesama mereka? Enggak ada. Yang ada Iran satu-satunya negara yang belum tunduk sama Amerika. Yang lain ini sudah dijadi antek. H makanya dia akan mati-matian mempertahankan status itu karena dia satu satunya pusat Syiah. Iya. Iya. Syiah itu kan kayak Katolik ya, punya hierarki. Iya. Punya Paus. Ini punya ayatlah besar. Di bawahnya Karina. Di bawahnya ini adalah ee ayatullah. Heeh. Di bawahnya lagi ini Pasur. Di bawahnya lagi ada Mulah. He. Ya. Akhirnya ini sampai kapan pun akan dipertahankan. Dipertahankan. Iya, Pak. Eh, ini terakhir dari saya, Pak, ya. Bahwa kemudian tadi Bapak sudah nyinggung bahwa Iran itu di antara komunitas negara-negara Timur Tengah adalah yang ee belum takluk tunduk pada Amerika. Satu hal lain, Pak, yang saya cermati adalah ee ketakutan negara-negara yang tadi, Pak, ee negara-negara teluk itu adalah bagaimana ide republik Iran itu diimpor ke negara-negara yang sekarang masih berbentuk emir dan kerajaan. Itu salah satu ketakutan secara politik. Apakah itu memang jadi salah satu? Sekarang gini deh, logika. Pasikang sendirian kita semua beda aliran. Heeh. berani mengusulkan itu kepada kita. H orang minoritas mengusulkan sesuatu yang harus diterima yang mayoritas. Hm. Malah digebugin. Oke. Ya enggak lah Iran berani-beranin mengusulkan republik ya digebukin malah. Makanya dia rangkul. Makanya pernah enggak Iran invasi ke negara tetangga? Enggak pernah gitu loh. Artinya kebijakan mereka adalah karena status mereka orang yang terkucil, terpencil, yang menghadapi bangun tidur aja menghadapi ancaman. ia waspada, ia berusaha, jangan membuat salah gitu loh. Artinya mereka lebih inklusif, Pak, ya terhadap pergaulan dalam pergulan, lebih inklusif. Makanya mereka lebih toleran ya daripada ngusulin macam-macam itu ya buktinya enggak ada perang, enggak ada gontok-gontokan di antara mereka kok. Nah, yang banyak enggak diketahui juga Islam, Iran itu beragam. Yang namanya agama apapun ada di sana. Iya. Iya. Ada ya Hindu atau Buddha rasanya ada tapi gua enggak sempat karena terlalu jauh atau mungkin komunitasnya terlalu kecil Pak ya di sana Pak komunitasnya kali tapi kalau Kristen aja ada ortodoks segala macam ada yang gua mau cerita juga ee selain agama Yahudi pun ada h komunitas Yahudi ada dipelihara memang sebagian sudah memutuskan kembali tapi berapa puluh ribu itu masih ada tinggal di wilayah tertentu pakai tanda tanda-tanda ciri-ciri Yahudi itu kupluk segala macam dan aman-aman aja kok. H lah sekarang artinya apa sih kalau itu di kan jadi lucu ya orang yang katanya Yahudi malah nyerang Iran yang jelas mengaku padahal negara-negara lain itu kan enggak ada yang mengakui Yahudi Yahudi itu ya atau ini karena Iran memang mendukung Palestina ya Pak makanya digempur habis-habisan ya Palestina e itu oke itu satu hal lagi. Heh. Coba kita perhatikan lagi Palestina kita sesuai ayat undang-undang segala macamlah itu. Cuman itu aja enggak bisanya gitu loh. Tertulis aja bukan tertulis masih ada kerja ngomong doang. Kita negara beginibegitu Palestina harus jadi prioritas. H Gaza ada yang bantuin enggak tuh kita? Kita nyumbang Gaza ee 4 miliar. Wah diumumin tu. Hm. MUI kami telah menggalang dana dari masyarakat terkumpul 4 miliar kita akan serahkan dalam hati serahkan ke siapa? Iya perbankan enggak ada gitu kan pasti lewat kedutaan gitu ya. Yang yang ada-ada sih enggak nyampai gitu loh. Hm. Tapi empat besar 4 miliar itu di wah seakan-akan luar biasa tuh. Itu didolarin kan 250.000 dolar tuh. He. Sementara Eropa, negara Eropa enggak usah enggak usah bak bu kirim bantuan ratusan juta dolar gitu loh. Kita 4 miliar aja sampai ngemis-ngemis di traffic tuh kayaknya demi Palestina. Ngerti Palestina aja enggak? Pertanyaan lagi, Palestina yang di Gaza ada enggak tuh negara Arab bantuin? Iya. He gak ada. Hamas itu Suni loh. H he tahu ya. ditindas oleh oleh Israel. Loh, katanya kita mau menghapuskan pendinasan. Kalau cuman omong-ngomong lah, bantuan kemanusiaan yang ngalir itu lebih banyak dari Eropa karena mereka tahu jalur. H kita mau lewat mana gitu. Udah cuman dua kontainer aja ribetnya minta ampun. Difoto di mana-mana, Pak. Difoto di mana-mana yang ratusan kontainer, Pak. Biasa aja, Pak. Ini terakhir dari saya, Pak. dengan tadi penjelasan Bapak masukan apa yang akan Bapak sampaikan ke Pak Prabowo ya kalau menengahi apa namanya soal perang di Iran ini. Lalu yang kedua, Bapak melihat enggak sih Pak Prabo ini ingin seperti Pak Soeharto waktu ke Bosnia, Jokowi waktu ke Afghanistan gitu ya, Pak? Apa yang saya sampaikan kepada Pak Prabowo? Prabowo enggak usah mikir itu deh. Mikir apa dong, Pak? Jauh soalnya. H ini kita tuh enggak punya leverage, Mas. H daya ungkit diplomatik enggak punya. Tadi kan sudah disinggung. Sekarang mau gombal-gombalan apa ASEAN nyelesaiin masalah ee Kamboja, Kamboja sama ini aja kita enggak mampu kok sama Thailand. Menyelesaikan masalah antara apa namanya Myanmar aja enggak sanggup. Dulu zaman Soeharto malah kita sanggup loh. Mindanao Selatan selesai. Ingat enggak tenur Misawari segala macam karena saya ikut perindingannya. Jadi saya tahu saya ikut nganterin Nurari ke kampungnya tuh di Senal Sanros. Ee masalah apa yang kita bisa masa masalah si padan dikitan aja ASEAN enggak bisa mampu. Kita hilang si padan dikitan tim-timnya hilang. Heeh. Terus masalah apa lagi? India ee Iran sama Cina. Dua negara Islam moderat sahabat segala macam. Yang nyelesain siapa? Cina. Komunis. Loh, katanya kita artinya apa? Ya, kita enggak punya modal untuk bermain diplomasi. Untuk main diplomasi modalnya apa? Ingat ini saya selalu pakai ajaran politik nih. Politik adalah who gets, what, when, and how. Itulah transaksional. Suka atau tidak suka yang namanya diplomasi politik luar negeri i transaksional. Jujur lu punya apa? Cina kenapa bisa masuk? Kan saya sudah cerita tadi artinya mereka berikan kok investasi, mereka beli kok sama-sama happy semua lah. Kita mau mau teriak-teriak apa enggak ngakuin kok mau ngaku mau jadi media. Buat saya simpel aja deh. Udah lupain itu benahin dalam negeri kita selesai itu kalau kita dalam negeri bagus enggak usah di enggak usah teriak-teriak, enggak usah difoto-foto di mana-mana pasti dihormati negara lain. Negara lain akan datang ke kita untuk minta bantuan kita sebagai respek. sebagai respek itu jangan saya sedia walaupun enggak ada yang minta. Oke oke oke. Baik, saksikan terus Bocor Alus Politik di youtubeto.co dan kalian bisa dengerin juga di Spotify Bocor Alus Politik. Sampai jumpa. Sampai jumpa. Makasih ya. Ya. Oke. Thank you, Pak, ya. Makasih. Mantap