Transcription
Hai, eh King. The Shining live biro. Kuduslah yang memampukan kita untuk mematikan perbuatan daging. Namun demikian, Kitalah yang harus melangkah. Kitalah yang harus memutuskan. Kuasa Roh Kudus itu akan bekerjasama dengan tanggung jawab pribadi kita untuk melangkah dalam pertobatan dan ketaatan.
Saudara, pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan sesuatu yang sebetulnya ini adalah dasar dari kehidupan kekristenan kita. Saya akan berbicara mengenai Roh Kudus. Saya memberikan judul firman Tuhan hari ini, “Roh Kudus dihidupku”. Hai saudara.
Kalau anda baca dalam Keluaran 32, disitu ada sebuah kisah dimana Musa naik ke atas Gunung Sinai, lalu turun membawa pemberian berupa hukum Allah. Dan apa yang terjadi? Ternyata orang Israel berbuat dosa dengan membuat patung dan menyembah patung lembu emas. Dan sebagai akibatnya, saudara, Musa memecahkan atau membanting dua loh batu itu. Dan sebagai konsekuensi atas dosa mereka, 3000 orang mati. Lalu, cerita yang hampir mirip ini diulangi dalam kisah Rasul pasal pertama dan pasal yang kedua. Saudara, kita melihat Yesus naik ke sorga, lalu Ia memberikan pemberian yaitu Roh Kudus. Dan ketika Roh Kudus itu berhadapan dengan manusia berdosa, sebagai akibatnya 3000 orang diselamatkan. Tak lihat kesamaan yang saudara? Yang satu: Musa naik ke atas gunung, memberikan pemberian berupa hukum Allah. Dan ketika hukum Allah berjumpa dengan kegagalan manusia, hasilnya adalah kematian; 3000 orang mati.
Hai, nah, di dalam kisah Para Rasul, Yesus naik ke sorga, memberikan pemberian berupa Roh Kudus yang dicurahkan. Dan ketika Roh Kudus itu berjumpa dengan manusia berdosa, hasilnya 3000 orang diselamatkan. Saudara, ini apa maksudnya? Saya percaya ini bukan kebetulan, tapi ini adalah sebuah pengumuman, saudara, bahwa manusia, ketika berjumpa dengan hukum Allah, gagal untuk melakukan hukum Allah. Manusia itu enggak bisa, manusia itu enggak mampu untuk menggenapi atau melakukan yang namanya hukum Allah. Tetapi ketika Roh Kudus dicurahkan, ketika Roh Kudus itu diutus dan datang ke dunia ini, saudara, diutus kepada kita, ada anugerah yang mekar. Saudara, hari ini kita bisa menerima kehidupan Allah dalam kehidupan kita. Saudara, ini adalah sebuah… Tuhan tahu bahwa ketika manusia itu menerima hukum Allah, ternyata manusia itu gagal. Itu sebabnya Dia mengutus Roh-Nya kepada kita, memberikan kehidupan-Nya sendiri supaya kita ini bisa hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Ada anugerah.
Itulah sebabnya, Bapak, Ibu, Saudara, kalau hari-hari ini kita lihat dalam kehidupan orang Kristen muncul sebuah pertanyaan yang besar: Kenapa Tuhan itu berkuasa? Kenapa orang Kristen itu memiliki Tuhan yang penuh dengan kuasa, tapi kalau lihat dalam kehidupan mereka? Kenapa hidup banyak orang Kristen itu tidak penuh dengan kuasa? Kalau memang Tuhan itu berkuasa, kenapa orang Kristen hidup tanpa kuasa? Ayo, kita melihat ada banyak orang tidak berkemenangan di dalam kehidupan mereka. Mereka berada di bayang-bayang kegagalan, dibawa di bawah bayang-bayang—mereka ini gagal, mereka kalah di dalam kehidupan ini, di bawah bayang-bayang kekalahan. Mereka enggak bisa yang namanya mengalami kehidupan berkemenangan. Mereka gagal di dalam dosa, mereka kalah di dalam mengatasi daging, mereka kalah di dalam mengatasi dosa dalam hidupnya. Apa penyebabnya? Ternyata penyebabnya adalah kalau kita ini mau hidup berkemenangan, kita ini harus memiliki hubungan yang benar dengan Roh Kudus. Saudara, untuk kita ini diselamatkan, untuk kita ini bisa lahir baru, kita perlu memiliki hubungan yang benar dengan Kristus, melalui apa, saudara? Melalui pertobatan, kita mengakui Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Tapi kalau kita ini mau memiliki hidup yang berkemenangan, kita menang terhadap dosa, menang terhadap pencobaan, menang terhadap situasi, kita perlu memiliki hubungan yang benar dengan Roh Kudus, kita perlu punya hubungan yang benar dengan Allah Roh Kudus. Kenapa, saudara? Karena kita ini diciptakan, saudara, kita ini didesain oleh Tuhan, kita ini enggak bisa berjalan sendiri.
Hai, sama seperti begini, saudara. Kalau anda itu beli kulkas, katakanlah saudara, kulkas itu canggih, harganya sangat mahal. Begitu canggihnya, semuanya serba otomatis. Saudara, nggak perlu tuangkan air, saudara, kulkas itu bisa secara otomatis… saudara, apa ya? Kulkas saya di rumah itu enak, saudara, nggak perlu pakai apa namanya, isi-isi air untuk mencetak es batu. Saudara, ternyata di situ ada lobang, tinggal diisi aja lobangnya itu ya, otomatis udara itu akan memproduksi sendiri es batu. Ya, sudah, sudah pokoknya ketika itu… drummernya itu ditarik, itu sudah ada es batunya. Saudara, jadi nggak perlu pakai alat pencetak dan sebagainya. Saudara, saya tahu ada beberapa kulkas itu begitu canggih, sampai-sampai orang itu datang, ya, nggak perlu buka kulkasnya gitu ya, tinggal… tinggal apa namanya, melambaikan tangan begini, lalu air dingin itu bisa langsung tersedia. Secanggih apapun kulkasnya, saudara, untuk dia itu bisa berfungsi, dia harus tercolok kepada yang namanya listrik.
Hai, begitu pula dengan laptop. Secanggih apapun laptop itu, saudara, laptop itu enggak akan berguna kalau laptop itu tidak tercolok kepada sumber listrik. Begitu pula dengan hidup kita, saudara. Ketika kita ini lahir baru, kita ini punya nature yang baru, saudara, kita ini punya sifat yang baru, punya benih Ilahi di dalam diri kita, saudara. Tapi kenapa kita… orang-orang lahir baru kok masih kalah sama dosa? Ternyata kita ini perlu tersambung dengan sumber kuasa, sama seperti kulkas tadi. Secanggih apapun kulkas itu dibuat oleh pabrik, kulkas itu tidak didesain untuk berfungsi atau berjalan sendiri. Kulkas itu perlu tercolok kepada sumber kuasa, kepada listrik. Kita juga sama, saudara. Setelah kita lahir baru, kita ini punya nature yang baru, tapi… luar biasa… kita ini mengalami keheranan baru. Kita ini didesain, kita ini diciptakan oleh Tuhan, tidak untuk berfungsi dan berjalan sendiri. Kita ini didesain untuk bergantung kepada Roh Kudus.
Itulah sebabnya, satu kali, saudara, Paulus ngomong di 1 Korintus 2 ayat 4-5, Paulus ngomong begini: “Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, keyakinan akan kuasa Roh Kudus, supaya iman kamu jangan bergantung kepada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan atau kuasa Allah.” Cerita… ternyata kita ini didesain untuk bergantung kepada Roh Kudus, kita ini harus punya keyakinan akan kuasa Roh Kudus, iman… supaya iman kita enggak bergantung kepada hikmat manusia, tapi iman kita ini didesain supaya bergantung kepada kuasa Allah. Jadi kita ini didesain untuk bergantung kepada sumber kuasa. Itulah sebabnya, kalau kita nggak mengerti kebenaran ini, saudara, inilah menjadi penyebab kenapa banyak orang Kristen, sekalipun sudah lahir baru, tapi mereka nggak bisa menang terhadap dosa, mereka gak bisa menang terhadap pencobaan, mereka hidup-hidup di bawah bayang-bayang kekalahan. Kita perlu memiliki hubungan yang benar dengan Allah Roh Kudus, kalau kita ini mau punya hidup yang berkemenangan, saudara.
Nah, hari ini saya akan bagikan ada tiga dimensi hidup di dalam Roh Kudus, ada tiga dimensi hidup dengan Roh Kudus yang perlu kita alami di dalam hidup ini, saudara. Yang pertama, catat baik-baik, dimensi yang pertama adalah: Hai, anda harus mengenal dan mengalami Roh Kudus. Katakan sama-sama, “mengenal dan mengalami Roh Kudus”. Saudara, satu kali ada suami istri, mereka itu menikah baru enam bulan, ternyata hubungan mereka memburuk dan mereka mulai membicarakan perceraian. Singkat cerita, suami istri ini sudah sebetulnya sudah give up, tapi mereka akhirnya memutuskan untuk datang kepada seorang konselor. Dan ketika mereka itu bercerita panjang lebar, saudara, lalu… lalu sang konselor ini menemukan akar permasalahannya, saudara. Sang konselor itu lebih konsen kepada sang suami. Oh ya, setelah mendengar semua ceritamu, konselor itu berkata, “Problemnya itu terletak kepadamu.” Hai suami. Ternyata sang suami ini… punya problem. 1: Ternyata di dalam pernikahannya, sang suami ini hanya melihat istrinya sebagai objek untuk memenuhi kebutuhannya. [Musik] Hai jaan. Sang suami itu enggak bisa melihat istrinya sebagai seorang pribadi untuk dicintai. Jadi itu problemnya, ternyata sumber konflik dari pernikahannya yang walaupun cuma enam bulan, saudara, dan pernikahannya memburuk, itu ternyata sang suami itu melihat istrinya hanya sebagai… hai… objek yang dipergunakan untuk memenuhi semua kebutuhannya sendiri. Hai, dan bukan seorang pribadi untuk dicintai.
Nah, seringkali kita ini juga sama, saudara, terhadap Roh Kudus. Kalau kita ini mau punya hubungan, kalau kita ini mau mengalami Roh Kudus atau mengenal Roh Kudus, saudara, kita ini harus sampai di sebuah titik dimana kita menerima pewahyuan: Roh Kudus itu bukan sekadar objek untuk dipergunakan, tapi Roh Kudus ini adalah seorang pribadi untuk dicintai. Kita harus melihat Roh Kudus itu bukan cuma sekedar kuasa untuk dipergunakan, Roh Kudus itu bukan cuma sekedar pengaruh untuk dipergunakan, tapi Roh Kudus adalah seorang pribadi untuk kita cintai. Banyak orang Kristen, saudara, kalau… kalau saya tanya kepada mereka, hai, mereka pasti setuju dan mereka pasti tahu bahwa Roh Kudus adalah seorang pribadi. Kita ini bisa tahu Roh Kudus itu seorang pribadi hanya diotak, saudara. Banyak orang, ketika saya ngomong gini, “Roh Kudus itu pribadi loh,” ya sudah tahu, Pak Pdt. Saya sudah tahu, firman Tuhan mengatakan bahwa Roh Kudus itu pribadi. Tapi mengetahui bahwa Roh Kudus itu seorang pribadi dengan betul-betul menyadari Roh Kudus itu adalah seorang pribadi dan memperlakukan Dia sebagai seorang pribadi, itu adalah sesuatu yang berbeda. Banyak orang tahu bahwa Roh Kudus itu pribadi, tapi dalam kehidupan sehari-hari mereka enggak pernah memperlakukan Roh Kudus sebagai seorang pribadi. Mereka cuma melihat Roh Kudus itu sebagai tenaga atau kuasa yang dipergunakan, sesuatu yang mereka bisa gunakan, bukan seorang pribadi yang dicintai. Kita ini enggak bener-bener memperlakukan Roh Kudus sebagai seorang pribadi. Dan our problem… sampai kita ini mengalami pewahyuan: Roh Kudus itu pribadi dalam hidup kita. Dan kita mulai memperlakukan dan memandang Dia sebagai seorang pribadi, barulah setelah itu kita bisa mengalami terobosan dalam kekristenan kita. Saudara, pertanyaan penting ini perlu kita tanyakan: Apa arti Roh Kudus bagimu? Satu kali ada seorang muda, lulusan Sekolah Alkitab, ditanya sama seorang dosen, dosen pembimbingnya, ditanya begini: “Apa arti Roh Kudus bagimu?” Lalu dia jawab, “Roh Kudus adalah seorang pribadi.” Dia gak… dia jawab dengan semua pengetahuannya: Roh Kudus itu pribadi ketiga dari… dari Allah, ya, Roh Kudus itu seorang pribadi, Roh Kudus itu bisa… bisa sedih, Roh Kudus bisa begini. Lalu dosen itu ngomong, “Sop… sop… saya nggak tanya… hai… apa itu Roh Kudus, tapi saya nggak tanya siapa Roh Kudus, tapi yang saya tanyakan itu adalah siapa Roh Kudus bagimu? Apa arti Roh Kudus bagimu?” Ternyata anak muda ini gelagapan, dia nggak bisa ceritakan satupun tentang Roh Kudus, karena dia nggak punya pengalaman pribadi bersama Roh Kudus. Dia cuma tahu tentang Roh Kudus, dia cuma menerima doktrin tentang Roh Kudus, tapi ternyata dia itu enggak punya pengalaman pribadi bersama Roh Kudus, jadi tidak bisa jawab apa arti Roh Kudus baginya secara pribadi. Dia nggak bisa jawab siapa Roh Kudus baginya, karena dia nggak punya pengalaman dan enggak pernah punya hubungan dengan Roh Kudus. Kita ini bisa loh, saudara, kita ini tahu tentang Roh Kudus, tapi belum tentu kenal Roh Kudus. Saya mau kasih contoh, saudara ya. Saya contoh seperti ini, saudara tahu Kobe Bryant ya? Kobe Bryant ini adalah seorang pemain basket melegenda. Tapi sayangnya, tahun yang lalu Kobe Bryant meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan helikopter, saudara. Nah, anda itu bisa baca biografinya, anda bisa baca waktu dia lahir sampai dia ini menjadi pemain basket internasional, menjadi legend di dalam basketball. Saudara bisa tahu membaca sejarah kehidupannya, bahkan saudara bisa tahu kesukaannya apa, dia punya istri siapa namanya, punya anak berapa ya, saudara. Dia itu main basketnya bagaimana, sejarah kehidupannya, anda bisa baca. Bahkan anda bisa datang ke makamnya Kobe Bryant. Hai, anda bisa tahu semua tentang dia, anda bisa… bisa datang ke makamnya, tapi saudara enggak bisa kenal dia. Kenapa, saudara? Cara untuk mengenal Kobe Bryant itu butuh interaksi, untuk mengenal Kobe Bryant itu butuh yang namanya hubungan dua arah, timbal balik. Saudara bisa saja membaca biografi tentang Kobe Bryant, tapi saudara enggak bisa mengenal dia tanpa ada interaksi dua arah.
Hai, begitu pula dengan Allah Roh Kudus, saudara. Kita ini bisa tahu tentang Roh Kudus, tapi kita belum tentu kenal Roh Kudus. Pertanyaan penting dalam hidup kita: Apa arti Roh Kudus bagi hidupmu secara pribadi? Siapa Roh Kudus bagimu? Hai, nah, anda nggak bisa jawab ini kalau pertama-tama anda enggak pernah paham: Dia ini bukan cuma sekedar kuasa yang dipergunakan, tenaga… bukan cuma sekedar doktrin yang dipelajari, Dia juga bukan sekedar apa ya, stimulus didalam tubuh yang orang bisa merasa… oh, sensasi… Dia lebih dari itu, Dia adalah seorang pribadi untuk kita bisa kenali. [Musik] Ayo, kita ini bisa mengenal Dia. Katakan, “Amin.” Coba kita lihat satu firman Allah ya, kita lihat di Yohanes 14 ayat 16-17. Perhatikan firman Tuhan ini: “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain.” Katakan, “seorang Penolong.” Berarti kata “seorang” itu pribadi. “Seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.” Seringkali kita ini lebih sadar setan daripada Roh Kudus. Kita baca ayat ini, kita cuma lalu begitu aja, tapi ini ayat powerful. Dikatakan, “Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain untuk menyertaimu selama-lamanya.” Berarti ada pribadi, ada sosok pribadi yang… hai… yang menyertai kita selamanya. Ayo, kita ini lebih sadar setan daripada Roh Kudus. Ya, coba kalau ada orang itu pernah bilang kepada anda, “Eh, ada setannya ngikutin kamu.” Wow, kita itu ketakutan, kita nih… waduh, takut ada setan yang ngikutin kita. Kita itu merasa… itu real, saudara. Roh Kudus, pribadi-Nya jauh lebih real daripada setan. Dikatakan, “Seorang Penolong yang lain…” huruf besar ini adalah Allah Roh Kudus, ternyata itu diberikan dalam hidup kita untuk menyertai kita. Ini seorang pribadi yang nyata, kemanapun kita pergi, Dia ada bersama dengan kita. Ini sudah… Dia bukan sekedar kuasa atau tenaga yang ada dalam diri kita, tapi ini adalah pribadi yang nyata. Lalu dikatakan begini: “… yaitu Roh kebenaran. Itu dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia…” Kita anak-anak Tuhan mengenal Dia. Sebab kenapa kita ini bisa kenal Dia? “Sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” Hai, jadi kalau kita ini sudah lahir baru, sudah percaya kepada Yesus, Roh Kudus itu ada di dalam kita dan Dia itu menyertai kita selama-lamanya. Hai, John… itulah yang membuat kita ini bisa mengenal Dia.
Hai, nah, banyak orang Kristen nggak ngerti kebenaran ini. Banyak orang Kristen itu berpikir untuk mengalami Roh Kudus ya… ayo, kita ini harus bergantung kepada hamba-hamba Tuhan tertentu. Kita ini seringkali berpikir bahwa, oh, untuk bisa mengalami Roh Kudus itu hanya untuk orang-orang tertentu yang special. Oh, itu mungkin hamba-hamba Tuhan tertentu yang spesialnya bisa punya pengalaman yang… bisa punya pengalaman bersama dengan Roh Kudus. Bahkan ada orang-orang Kristen bergantung untuk mengalami Roh Kudus itu bergantung kepada Roh Kudus yang ada di dalam diri orang lain. Hai, ada orang-orang Kristen tertentu itu untuk bisa mengalami Roh Kudus itu bergantung sama Roh Kudus dalam diri hamba Tuhan tertentu. Itu enggak salah, Tuhan bisa pakai hamba Tuhan, hai, tapi siapapun hamba Tuhan yang diurapi untuk melayani… dan kalau anda bisa mengalami Tuhan… goal akhir dari pelayanan kita hamba-hamba Tuhan bukan supaya anda semua bergantung kepada Roh Kudus yang ada dalam diri kita. Kalau semuanya bergantung kepada kita hamba-hamba Tuhan dan jemaat kejar-kejar hamba Tuhan, maka pelayanan kami ini… hai, justru kalau anda itu mengalami Tuhan lewat pola pelayanan seorang hamba Tuhan, itu hanyalah apa ya, tester ini loh. Roh Kudus itu hanyalah… perkenalkan, “Inilah Roh Kudus.” Goal akhir pelayanan kami hamba Tuhan adalah supaya anda itu… goal akhirnya anda itu bisa mengenal Roh Kudus yang memang Tuhan sudah taruh dalam diri anda, yang menyertai anda selamanya, dan anda mengenal pribadi itu secara pribadi. Cuma Tuhan ada Roh Kudus dalam diri anda, saudara. Untuk mengalami Roh Kudus, hai, anda bisa… kenapa, saudara? Karena Roh Kudus ada didalam diri anda. Roh Kudus itu diam didalam diri anda. Dunia memang gak bisa mengenal, dunia itu mencoba mengenal Tuhan dengan panca indera ini. Dikatakan, dunia bisa kenal Dia karena dunia enggak melihat Dia, tapi kita dapat… hai… karena Roh Kudus itu bisa kita kenali secara rohani. Walaupun Roh Kudus bisa datang, saudara, dan kita ini bisa merasakan kehadiran-Nya dalam tanda-tanda fisik, tapi kita ini bisa mengenal Dia… hai… secara rohani. Kita punya modal, Roh Kudus sudah diletakkan Tuhan didalam diri kita, saudara. Nah, banyak orang berpikir hanya orang-orang tertentu yang bisa mengalami Roh Kudus. Enggak, semua orang percaya bisa mengalami… kenapa? Semua orang percaya ada Roh Kudus di dalam dirinya. Banyak orang berpikir untuk mengalami Roh Kudus, kita ini harus bergantung hamba-hamba Tuhan tertentu yang diurapi. Yes, memang benar, beberapa orang itu bisa jadi saluran untuk anda mengalami Roh Kudus, tapi kita nggak boleh berhenti disitu, saudara. Ternyata itu cuma tester, itu cuma perkenalkan. Selanjutnya, begitu pulang dalam kehidupan anda sehari-hari, Roh Kudus itu menyertai anda selamanya. Anda bisa mengalami pengalaman yang serupa karena Roh Kudus itu diam didalam diri anda. Hai, jemaat harus beranjak dewasa. Anda enggak boleh bergantung pada Roh Kudus dalam diri orang lain. Hai, karena apa, saudara? Karena Roh Kudus yang sama itu juga ada dalam diri anda. Ada. Amin, saudara. Nah, hai… bagaimana anda bisa mengalami Roh Kudus? Hai, perhatikan saya. Banyak orang berpikir begini, oke, Pak Pdt., saya… hai… tangkap kebenaran ini, kamu… banyak orang berpikir begini: “Saya ingin kenal Roh Kudus, saya ini mengalami Roh Kudus, tapi saya membutuhkan lebih banyak Roh Kudus dalam diriku.” Padahal kebenarannya, saudara, kebenarannya adalah bukan seberapa banyak Roh Kudus yang anda butuhkan, sebaliknya, saudara, kebenarannya adalah seberapa banyak dari diri anda yang Roh Kudus miliki. Hai, saya ulangi. Banyak orang berpikir untuk bisa mengalami Roh Kudus lebih lagi dan mengenal Roh Kudus, “Aku butuh Roh Kudus lebih banyak.” Hai, padahal Roh Kudus itu dalam diri anda, bukan size. Roh Kudus itu pribadi utuh, saudara. Itu pribadi, Dia bukan size. Anda itu menerima Roh Kudus itu utuh, Dia pribadi penuh, sudah jadi… pertanyaannya bukan lebih banyak Roh Kudus yang anda bisa dapatkan, tapi lebih kepada seberapa banyak dari diri anda yang Roh Kudus miliki. Hai, saudara, seberapa banyak anda membuka diri untuk dikuasai, dikendalikan, dan dipimpin oleh Roh Kudus. Hai, karena seberapa banyak anda membuka diri untuk Roh Kudus, maka anda akan menerima Roh Kudus lebih banyak dalam kehidupan anda, saudara. Jadi kalau Roh Kudus itu bisa mendapatkan prioritas anda, Roh Kudus bisa mendapatkan lebih banyak ruang di dalam hidup anda. Kalau anda itu bisa melibatkan Roh Kudus dalam semua aspek kehidupan anda, maka anda akan mengalami pengalaman-pengalaman lebih banyak lagi bersama dengan Roh Kudus. Nah, banyak orang itu mengkotakkan Roh Kudus hanya… hanya dalam sebuah ruangan yang sempit. Oke, “Roh Kudus, Roh Kudus, Engkau hanya aku libatkan kalau aku pelayanan saja. Tapi kalau dalam rumah tangga, dalam hubungan suami-istri, dalam pernikahan, dalam pekerjaan,” saudara, enggak pernah libatkan Dia dalam… yo yo… jadinya anda hanya akan mengalami Roh Kudus itu cuma sedikit di aspek pelayanan saja. Padahal anda itu bisa membuka ruang seluas-luasnya. Hai, banyak orang, “Kenapa ya, dalam hidupku aku ini kok minim sekali pengalaman dan pengenalan bersama dengan Roh Kudus?” Ya, karena anda nggak pernah buka hati kepada Roh Kudus. Anda enggak pernah mengijinkan Roh Kudus mengisi kehidupan anda. Anda mengkotakkan dan membatasi Roh Kudus. Anda gak pernah mengijinkan Dia mengendalikan dan menguasai hidup anda. Mulai hari ini, saudara, ganti pola pikir kita. Bukan lebih banyak Roh Kudus yang kita butuhkan, karena Roh Kudus sudah diberikan, itu utuh, tapi seberapa banyak dari diri kita yang Roh Kudus itu miliki. Hai, semakin anda membuka diri, semakin Roh Kudus mendapatkan waktu anda, prioritas anda, semakin banyak Roh Kudus itu dilibatkan di dalam banyak ruangan dan aspek kehidupan anda, sebanyak itulah Roh Kudus akan bekerja, sebanyak itulah anda akan mengalami Roh Kudus. Katakan, “Amin,” saudara. Nah, ada orang-orang tertentu itu menganggap mengalami Roh Kudus itu hanya di KKR, tapi dalam kehidupan sehari-hari, “Kok aku ini minim pengalaman bersama dengan Roh Kudus?” Padahal prinsipnya sama. Kenapa anda bisa alami Roh Kudus dekat di dalam KKR, saudara? Karena anda membuka diri, anda terbuka kepada lawatan Allah, anda haus, makanya di dalam KKR anda mengalami Tuhan. Nah, prinsip yang sama sebetulnya anda bisa alami dalam kehidupan sehari-hari. Prinsipnya, kalau anda terbuka dan haus… hai… anda bisa mengalami Roh Kudus juga di dalam kehidupan anda sehari-hari, di rumah, di dalam pekerjaan, dalam apapun, dalam berbagai aspek kehidupan anda, anda juga bisa alami Roh Kudus. Ada. Amiin, saudara. Yang… hai… prinsip yang sama, saudara, kita harus buka diri.
Nah, sekarang, saudara, untuk anda bisa mengenal Dia, untuk anda itu bisa… bukan cuma tahu dan kenal Dia, saudara, butuh yang namanya inisiatif untuk anda berinteraksi dengan Dia. Hai, saudara. Kenapa ada banyak orang Kristen nggak kenal Roh Kudus? Karena dia gak pernah punya inisiatif untuk berinteraksi dengan Roh Kudus. Ingat, membangun hubungan itu memerlukan interaksi dua arah. Jadi kalau anda ini mau mengenal Roh Kudus dan mengalami Roh Kudus, diperlukan inisiatif dari kita untuk berinteraksi dengan-Nya. Makanya Roh Kudus itu perlu diajak bercakap-cakap, Roh Kudus itu perlu dikasih ucapan thank you, ucapan syukur, Roh Kudus itu perlu disembah, Roh Kudus itu perlu dilibatkan, perlu dipercayai, Roh Kudus itu perlu untuk… saudara… untuk kita ini yang… hai… bisa bergantung kepada-Nya. Dia itu perlu dirindukan, maksudnya Dia perlu di-welcome di dalam kehidupan kita, cara Dia pribadi. Nah, untuk mengucap syukur, berterima kasih, bercakap-cakap, mempercayai Dia, ya, welcome Dia, melibatkan Dia, itu butuh inisiatif dari kita untuk berinteraksi dengan Roh Kudus. Itu enggak boleh menunggu. Hai, perlu inisiatif dan kesengajaan dari… dari pihak kita.
Nah, saudara, dalam perjalanan saya mengenal Roh Kudus, ada satu interaksi yang anda bisa… bisa jadikan apa ya, permulaan untuk anda bisa mengenal Roh Kudus. Ada satu interaksi yang di situ tuh kaya… kai… ada satu… satu hal yang perlu anda lakukan sehingga anda bisa mengenal Dia sebagai seorang pribadi, saudara. Atau maksudnya… jadikan Dia itu sebagai seorang sahabat yang bisa mengajar anda. Hai, sahabat atau guru privat anda. Saya mengenal Roh Kudus… momen-momen pengenalan saya bersama dengan Roh Kudus itu banyak di area ini. Jadikan Dia itu sebagai sahabat dan guru privat kita. Katakan, “guru privat”. Hai, apa maksudnya guru privat? Saudara, bedanya guru privat dengan guru yang mengajar… mengajar di kelas besar itu bedanya disini: Kalau guru privat, dia itu akan mengajar sesuai dengan tingkat pengertian kita. Tapi kalau guru di kelas, dia mau nggak mau dia harus sesuai kurikulum, dia harus mengajar sesuai dengan kurikulum, berharap semua… berharap semua orang itu mengerti. Nah, padahal semua orang itu punya tingkat pengertian beda-beda. Sama seperti khotbah-khotbah di kebaktian luas seperti ini, khotbah seperti ini, saudara, saya berharap anda bisa menangkapnya, padahal para pendengar itu pasti punya tingkat pengertian yang berbeda-beda. Nah, berbeda. Kalau anda ketemu dengan saya secara pribadi, kita ngobrol, saya akan mengajari anda sesuai dengan tingkat pengertian anda. Nah, itu bedanya, saudara. Nah, makanya kita ini enggak boleh hanya mengandalkan kebaktian hari Minggu, kita nggak boleh mengandalkan khotbah hari Minggu untuk pertumbuhan kitab. Ayo, kita perlu yang namanya membuka diri untuk kita ini bisa menjadikan Roh Kudus itu sebagai guru privat kita. Lu mana ayatnya, Pak Pdt? Coba kita lihat, saudara. Yohanes 16 ayat 12 sampai 13. Yohanes 16:12-13. Perhatikan ini, Yesus ngomong sama murid-murid-Nya: “Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.” Hai, jadi Yesus itu mau ngomong banyak hal yang penting kepada murid-murid-Nya, tapi mereka itu belum nyampe tingkat pengertiannya. Kalau Yesus teruskan, percuma. Mereka belum nyampe tingkat pengertiannya, belum sampai kesana. Padahal Yesus masih pengen ngomong banyak hal yang penting. Lalu apa solusinya? Ini solusinya: “… tetapi apabila…”
Ia, yaitu Roh Kudus, datang dan Ia, yaitu Roh kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran. Dan Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarnya, itulah yang akan dikatakannya. Dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
Perhatikan, Yesus itu ngomong sama murid-murid-Nya, “Aku ini masih ingin ngomong banyak hal yang penting kepadamu, ingin mengajarkan banyak hal. Tapi engkau belum, belum bisa menanggungnya. Hai, tingkat pengertianmu belum sampai ke...” Lalu Yesus memberikan solusinya, “Tapi jangan kuatir, kalau Roh Kudus datang, Dia adalah Roh kebenaran, Dia akan memimpin, memimpinmu kepada seluruh kebenaran. Dan Dia akan meneruskan apa yang Aku katakan kepadamu; apa yang Aku katakan, Dia akan katakan; apa yang Dia dengar dari pada-Ku, Dia akan mengatakannya kepadamu; bahkan hal-hal yang akan datang, Dia pun akan katakan.” Jadi ternyata solusinya adalah, Hai, Tuhan atau Yesus memberikan Roh Kudus, dan Roh Kudus itu yang akan sanggup memimpin kita; Dia akan mengajari kita sesuai dengan tingkat pengertian kita. Filipi 3:16. Perhatikan, “Hai, baiklah, Hai, tingkat pengertian yang telah kita capai, kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.” Jadi ternyata kita semua ini punya tingkat pengertian berbeda-beda, saudara ya.
Satu ayat lagi, Yohanes 14 ayat 26: “Hai, tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus yang diutus Bapa dalam Nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu.” Perhatikan, “Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu.” Jadi Dia itu guru kita, guru pribadi kita, guru privat kita, saudara. Dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Ku katakan kepadamu.
Satu ayat lagi ya, Lukas 8 ayat 9-11. Lukas 8 ayat 9-11: “Murid-murid-Nya bertanya kepadanya, ‘Apa maksud perumpamaan itu?’ Jadi Yesus itu, Ia mengajarkan perumpamaan penabur kepada orang banyak, termasuk murid-murid-Nya. Hai, tapi murid-murid-Nya nggak ngerti. Setelah sendirian, murid-murid tanya kepada Dia, kepada Yesus, ‘Apa arti perumpamaan itu?’ Lalu Ia menjawab, ‘Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah; Hai, tetapi kepada orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang mereka tidak melihat, dan sekalipun mendengar mereka tidak mengerti.’” Lalu ayat 11: “Inilah arti perumpamaan itu...” blablablabla... Yesus menjelaskan artinya kepada murid-murid-Nya. Saya mau tanya, kapan murid-murid-Nya itu mengerti arti perumpamaan itu? Waktu murid-murid-Nya itu secara personal mendekati Yesus dan bertanya, “Yesus, apa artinya?” Hai.
Nah, kalau Anda ingin mengenal Roh Kudus, satu interaksi yang Anda harus, harus lakukan adalah Anda harus membiasakan diri Anda, bukan sekedar membaca Alkitab, tapi merenungkan dan bertanya kepada Roh Kudus. Kenapa? Dengan merenungkan dan Anda bertanya, itu bukti bahwa hatimu haus untuk diajar. Nah, banyak orang Kristen cuma andalkan khotbah Minggu, tapi enggak pernah baca Alkitab secara pribadi. Dan kalaupun baca, cuma sekedar baca. Enggak pernah merenungkan dan enggak pernah tanya Roh Kudus. Nah, momen-momen pertama-tama, second, Roh Kudus itu kayak... Ketika saya itu banyak merenungkan Firman dan banyak tanya sama Roh Kudus... Dan perhatikan saudara, Roh Kudus itu akan mengajar kita sesuai tingkat pengertian kita. Itu ajaibnya. Hai. Makanya ketika saya baca Alkitab, lalu selesai, lalu saya ulangi, saya membaca perikop yang sama, bisa dapat pengertian yang berbeda dari Roh Kudus. Kenapa, saudara? Bukan Alkitabnya yang berubah, tapi tingkat pengertian kita ini yang berubah. Dulu saya pasti inget dulu loh, saya baca Alkitab ini, kok saya ngertinya ini, tapi setelah saya ulangi satu kali, dua kali, saya bisa dapat pengertian yang lebih dalam, yang lebih luas daripada sebelumnya. Hai, dan Roh Kudus bisa ngajar saya sesuai dengan tingkat pengertian itu, saudara. Ternyata yang berubah adalah tingkat pengertian kita, dan ajaibnya Roh Kudus akan menyesuaikan tingkat pengertian kita. Nah, itu ajaibnya Roh Kudus. Namun murid Yesus itu enggak ngerti perumpamaan Yesus, karena Yesus mengajar pakai perumpamaan. Untuk bisa mengerti, murid-murid Yesus harus datang secara pribadi ke Yesus dan bertanya apa artinya. [Musik]
Hai. Kalau Anda ingin punya interaksi, mengenal Roh Kudus, Roh Kudus itu kaya sekali berinteraksi dengan kita ketika kita rajin merenungkan dan tanya Roh Kudus. Coba praktekkan saudara ya, jangan sekadar mengandalkan khotbah hari Minggu, tapi buka Alkitab Anda, coret-coret Alkitab Anda, catet ya, renungkan dan catat setiap penjelasan dari... Khusus Anda, tiba-tiba dapat pengertian... Orang yang sering bertanya kepada Roh Kudus, sering merenungkan Firman, orang ini akan mendapat banyak pewahyuan dan banyak rematik... Jadi bukan hanya logos yang Anda terima, tapi pewahyuan dan rematik... J&T di situ saya kaya seringkali ya, Saudara, Roh Kudus itu bisa bicara ke atas situasi Anda lewat satu perikop, satu ayat. Roh Kudus ngasih pengertian untuk situasi Anda, bisa jadi hidup. Lalu Anda bisa dikasih hikmat, pengertian begitu rupa, dan Anda bisa menyadari... Koi chorus bisa nyambung ya, kepada persoalan hidupku, kepada apa yang aku hadapi. Itu Roh Kudus yang ngomong, dan begitu Anda sadar, Anda bisa sadar bahwa Roh Kudus itu pribadi yang nyata yang mengajari Anda. Nah, lama-kelamaan Anda akan kenal Roh Kudus, dan Anda akan kaya pengalaman pribadi dengan Roh Kudus. Hai, ada Amin, saudara.
Jadi yang pertama, saya rindu jemaat gereja Mawar Sharon Anda mengalami dimensi yang pertama, yaitu Anda mengenal dan mengalami Roh Kudus. Anda nggak lagi untuk mengalami Roh Kudus, tidak lagi bergantung kepada Roh Kudus yang ada dalam diri orang lain, tapi Anda mulai punya pengalaman-pengalaman secara pribadi bersama dengan Roh Kudus. Diperlukan inisiatif untuk Anda berinteraksi dengan-Nya. mejaqq.men. Yang kedua, saudara, dimensi yang kedua adalah, saya rindu semua jemaat gereja Mawar Sharon itu mengijinkan Roh Kudus mengubah Anda dari dalam keluar; mengizinkan Roh Kudus bekerja mengubah Anda dari dalam keluar, saudara. Roh Kudus itu pribadi berkuasa, Dia itu bukan pribadi yang lemah, enggak lemah Saudara. Roh Kudus itu terlibat dalam penciptaan alam semesta. Roh Kudus itu yang memberi kehidupan; segumpal tanah bisa menjadi makhluk hidup yang namanya manusia, itu Roh Kudus yang terlibat di dalamnya. Bahkan Roh Kudus itu membuat Maria yang masih perawan itu bisa hamil dan mengandung. Hai. Roh Kudus itu bisa memampukan Yesus menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, membangkitkan orang mati, meredakan badai, bahkan waktu Yesus mati, pribadi Roh Kuduslah yang menyebabkan Yesus bisa bangkit dari kematian. Jadi pribadi Roh Kudus itu bukan pribadi lemah dan luar biasa. Biasanya kita ini bait Roh Kudus. Roh Kudus itu diutus Tuhan untuk diam di dalam kita selama-lamanya, diam di dalam kita, menyertai kita selama-lamanya. Jadi pribadi yang dinamis dan penuh kuasa itu ada di dalam kita. Sudah seharusnya... Hai, kalau Roh Kudus itu diam dalam Kita, harusnya hidup kita itu berbeda. Seharusnya Roh Kudus itu bisa membuat perbedaan sebelum dan sesudah; sebelum kita punya Roh Kudus dan sesudah kita punya Roh Kudus, harus ada perbedaan mencolok, saudara. Tapi sayangnya begini, kenapa kenyataannya... Hai, ada banyak orang Kristen sudah lahir baru, sudah diselamatkan, sudah lahir baru, tapi kenapa hidupnya itu enggak menunjukkan perbedaan? Karena kebenarannya begini, saudara, tidak semua anak Tuhan, tidak semua orang Kristen itu hidup di taraf yang sama, saudara. Kita mulia pada orang-orang Kristen yang hidup penuh dengan sukacita, sementara kita lihat ada orang-orang Kristen yang hidup di dalam beban dan tekanan. Ada orang-orang Kristen yang mukanya berseri-seri, memancarkan apa ya, kehidupan, sementara kita melihat ada orang-orang Kristen yang hidupnya loyo, itu ya, berbeban berat. Ayo kita mulai pada orang-orang Kristen yang penuh dengan kemenangan, ada kemuliaan, kemenangan, sementara kita melihat ada orang-orang Kristen yang hidup di bawah bayang-bayang kekalahan; ya, nggak bisa kalahkan dosa, nggak bisa kalahkan daging, nggak bisa kalahkan pencobaan. Hidup dibawa kekalahan terus, terus menerus. Jatuh bangun dalam dosa. Kita melihat ada orang-orang Kristen tertentu itu mengalami pertumbuhan yang pesat, sementara kita melihat tidak sedikit orang Kristen yang sudah lahir baru loh, itu stagnasi dan mandek rohaninya. Kita melihat ada orang-orang Kristen tertentu hidupnya itu murah hati ya, dan bahkan bisa mensuport dan bahkan berkorban untuk pekerjaan Tuhan di... Hai, cuman taruh di sisi lain, kita meledak orang-orang Kristen yang dibelenggu sama egoisme. Hai juga mereka itu berat untuk memberi. Hai, mereka menjadi orang-orang Kristen yang egois, enggak pernah pikirkan pekerjaan Tuhan. Jadi dari sini kita bisa melihat bahwa ternyata ada orang-orang Kristen yang hidup di taraf yang berbeda, saudara.
Nah, saudara Paulus itu menggambarkan ada tiga kriteria manusia, saudara. Ada titik, ada tiga taraf kehidupan. Yang pertama, saudara, namanya manusia berdosa atau natural man. Coba kita baca ayat yang dengan cepat, 1 Korintus 2 ayat 14: “Hai, tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah.” Lingkari kata “manusia duniawi,” karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; ia tidak dapat memahaminya, sebab itu hanya ada... sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. Kata “manusia duniawi” dalam terjemahan New King James dikatakan sebagai “the natural man.” Hai, versi Amplified dikatakan “unspiritual man.” Versi NKJV diterjemahkan sebagai “unspiritual man.” Versi NIV dikatakan sebagai “the person without the Spirit.” Jadi manusia duniawi yang di dalam terjemahan bahasa Indonesia itu ternyata diterjemahkan sebagai natural man ya, atau people without The Holy Spirit, atau unspiritual man. Jadi siapa ini? Hai, natural man, manusia duniawi ini adalah natural man atau manusia berdosa. Kategori yang pertama, inilah orang-orang yang belum lahir baru, orang-orang yang belum menerima keselamatan. Mereka-mereka yang belum memperoleh Roh Kudus, belum ada Roh Kudus dalam hidup mereka, karena mereka belum percaya, belum diselamatkan, dan belum lahir baru. Ciri-cirinya apa ya? Ciri-cirinya orang-orang seperti ini tidak punya minat kepada hal-hal rohani. Bahkan mereka ini, sekalipun mereka pandai, mereka itu idenya cemerlang, tapi mereka nggak bisa menilai atau nggak bisa memahami perkara-perkara rohani. Mereka enggak punya minat sama perkara-perkara rohani, saudara, dan hal-hal dari Roh Kudus itu dianggap sebagai kebodohan, kata Firman Tuhan. Ini adalah natural man; mereka berada di bawah kuasa dosa, blom lahir baru.
Maka tegur yang kedua itu namanya... Hai, ini saudara, carnal man atau manusia kedagingan. Kalau yang pertama manusia berdosa, yang kedua manusia kedagingan atau carnal man. 1 Korintus 3 ayat 1-4: “Perhatikan, dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani atau spiritual man. Ini kategori yang ketiga, sudah. Tetapi hanya dengan manusia duniawi.” Nah, di dalam terjemahan bahasa Indonesia, manusia duniawi ini sama seperti kategori yang pertama, pertama yang kita baca, saudara. Manusia duniawi yang belum dewasa dalam Kristus; susu lain kuberikan kepadamu, bukan makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Sekarangpun belum dapat menerimanya, alias bayi. Kamu masih duniawi, kamu masih manusia duniawi; sebab juga di antara kamu ada iri hati, perselisihan. Bukankah hal itu menunjukkan bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara... Ciawi karo. Jika yang seorang berkata, ‘Aku dari golongan Paulus,’ yang lain berkata, ‘Dari golongan Apolos,’ bukankah hal itu menunjukkan bahwa kamu masih manusia duniawi dan bukan manusia rohani. Nah, kategori yang kedua adalah carnal man. Jadi manusia duniawi di dalam ayat bahasa Indonesia tadi yang kita baca di terjemahan New King James itu diterjemahkan sebagai carnal people. Versi New American Standard Bible dikatakan sebagai fleshly people atau kedagingan. Orang-orang kedagingan. Versi yang lain dicat, diterjemahkan, versi CBRP dikatakan sebagai people of the flesh; manusia-manusia daging, unity3d, hands people who are still worldly, atau orang-orang yang masih duniawi. Jadi apa maksudnya manusia keduniawian di sini? Itu artinya manusia kedagingan, hai saudara. Siapakah kategori yang kedua ini? Adalah orang-orang Kristen, orang-orang yang sudah lahir baru, karena Paulus itu ngomong, menyebutnya, “Dan aku, saudara-saudara...” Menyebut mereka saudara-saudara, berarti mereka ini orang Kristen. Sedang mereka sudah lahir baru, mereka adalah orang-orang yang sudah lahir baru, tapi mereka masih di bawah kendali daging. Mereka tidak hidup menurut Roh Kudus, tapi mereka hidup menuruti kedagingan. Mereka ciri-cirinya apa? Mereka ini mengalami kemandekan rohani. Dikatakan mereka itu masih minum susu, dengan kata lain mereka itu terus-menerus jadi bayi, dan mereka itu sifatnya kedagingan; cara-cara berpikirnya itu kedagingan, dibuktikan ada iri hati, perselisihan dan sebagainya, saudara. Jadi itu ciri-cirinya. Jadi mereka itu sudah terima Yesus, sudah lahir baru, tapi mereka itu hidupnya untuk diri sendiri, tidak hidup untuk Allah. Mereka hidup dikuasai daging dan menuruti keinginan-keinginan daging. Jadi kategori kedua adalah manusia kedagingan, orang yang sudah lahir baru tapi hidup secara daging.
Nah, kategori yang ketiga itu adalah spiritual man atau manusia rohani. Seperti itu... Ning kita baca tadi ada kata manusia rohani. Ini adalah orang-orang yang sudah lahir baru dan hidup untuk menyenangkan hati Tuhan, bukan hidup untuk diri sendiri ya. Ciri-cirinya manusia rohani itu adalah semua kebalikannya dengan manusia kedagingan. Kalau manusia kedagingan itu mandek rohani, manusia rohani itu pertumbuhannya stabil dan konstan, pesat. Hai, kamu... in 1 hidup bagi dirinya sendiri, yang satu itu hidup untuk Allah, untuk menyenangkan Allah. Kalau yang satu itu, saudara, terus-menerus kekanak-kanakan dan jadi bayi rohani, yang satu itu mengalami kedewasaan, saudara, bertumbuh semakin dewasa. Kalau yang satu hidup dikuasai daging, yang satu itu hidup menurut Roh. Yang satu itu hidup menuruti keinginan daging, yang satu itu hidup dikendalikan dan dipimpin oleh Roh Kudus. Itulah spiritual man. Pertanyaannya, Saudara, Anda di taraf yang mana? Kalau Anda ditaruh manusia berdosa, sekalipun Anda beragama Kristen, Anda perlu menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan mengalami kelahiran baru. Kalau enggak, aneh, enggak bisa memahami perkara rohani, bahkan pekerjaan itu akan Anda anggap sebagai kebodohan. Hai, Anda hidup di bawah kuasa dosa, Anda perlu diselamatkan, sekalipun Anda beragama. Halo, apakah ada di taraf manusia kedagingan? Anda sudah lahir baru sih, Anda sudah terima Yesus, tapi Anda masih hidup bagi diri sendiri. Anda enggak bertumbuh secara rohani, dan karena apa, Saudara? Anda tidak, Anda tidak mengizinkan Roh Kudus mengendalikan hidup Anda. Anda hidup menuruti kedagingan. Anda ini manusia kedagingan atau Anda manusia rohani? Di taraf mana, saudara? Nah, pertanyaannya, kenapa ada orang-orang sudah lahir baru tapi kita enggak melihat ada kemenangan dalam kehidupan mereka? Mereka masih dikuasai dosa. Kenapa hidup mereka itu bantet, ndak bertumbuh seperti bonsai? Hai, kenapa hidup mereka mandek secara rohani? Kenapa enggak ada sukacita dalam hidup mereka? Mereka... Mengapa mereka enggak bisa menang terhadap pencobaan? Karena apa, saudara? Setelah lagi pertanyaannya bukan lebih banyak Roh Kudus yang mereka butuhkan, tapi seberapa banyak dari diri mereka itu dimiliki oleh Roh Kudus; seberapa banyak dari diri mereka itu mengizinkan Roh Kudus bekerja, memimpin, mengendalikan hidupnya. Hai, Roh Kudus itu luar biasa. Roh Kudus akan berkarya dalam kehidupan kita, mengubahkan kita, kalau kita ini heels atau berserah kepada-Nya, membuka diri untuk Dia bekerja dalam diri kita. Ada Amin, saudara.
Nah, satu kali Paulus itu frustasi. Sudah di Roma 7, dia itu ngomong begini, “A bukan apa yang aku kehendaki yang aku lakukan, yaitu hal-hal baik; Hai, tapi apa yang aku enggak kehendaki, yaitu yang jahat yang aku lakukan.” Jadi dia frustasi. Dia pengen buat baik, Dia pengen melakukan yang baik; Hai, tapi nggak, dia nggak melakukannya. Bukan apa yang baik yang aku lakukan, bukan apa yang aku kehendaki yang aku lakukan, justru yang aku benci, justru yang jahat justru yang aku lakukan. Berapa banyak kita frustasi? Kita pengen hidup kudus, tapi malah kita hidup dalam... malah jatuh dalam dosa. Kita kepengen untuk hidup benar, tapi kita mendapati diri kita ini melakukan hal-hal nggak berkenan. Kita pengin menyenangkan Tuhan, tapi kita gagal, kita justru melakukan hal-hal mendukakan Tuhan. Kalau Anda frustasi, Paulus pun pernah frustasi. Terus apa solusi yang di Roma 8 ayat pertama? Dia ngomong begini: “...air yang kedua... Roh Kudus yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.” Jadi ternyata, saudara, Paulus itu ngomong, “Di dalam diriku ini ada-ada hukum dosa, itu yang membuatku terus melakukan hal-hal yang jahat. Hai, aku ingin buat baik, tapi hal-hal jahat yang kulakukan.” Hai, tapi di Roma 8, Paulus menjelaskan ini solusinya: “Roh Kudus yang memberi hidup itu... Roh Kudus itu yang memerdekakan kita, membebaskan kita dari hukum dosa, dari kedagingan kita yang terus menyeret kita untuk melakukan hal-hal yang berkenaan.” Jadi ternyata kuncinya adalah Roh Kudus, saudara. Itu seperti inilah pesawat terbang, hai saudara. Apapun yang kita lempar di atas pasti jatuh ke bawah. Kita semua, siapapun kita, tua-muda, kaya-miskin, kita semua hidup di bawah hukum, namanya hukum gravitasi. Kita nggak bisa meniadakan hukum gravitasi. Kalau Anda loncat pasti jatuhnya ke bawah. Tapi beda dengan pesawat terbang. Hai, pesawat terbang itu bisa terbang. Kenapa, saudara? Karena ada hukum lain yang lebih tinggi yang mengatasi hukum gravitasi, namanya hukum aerodinamika. Jadi pesawat terbang itu tidak meniadakan hukum gravitasi, tapi pesawat terbang itu mengatasi hukum gravitasi dengan hukum yang lebih tinggi, yaitu hukum aerodinamika. Begitu pula dengan kita, saudara. [Musik]
Hai, jangan menyangka kalau kita ini jadi anak Tuhan, maka kita ini pasti nggak bakal punya keinginan daging. Jangan harapan itu! Selama Anda masih hidup di dalam darah daging, kedagingan, keinginan daging itu nyata ada, sama seperti hukum gravitasi. Kita nggak bisa menghapuskan, kita nggak bisa meniadakan yang namanya hukum gravitasi. Kita kedinginan daging itu akan ada, tapi kita ini bisa mengatasi kedagingan kita dengan hukum yang lebih tinggi, yaitu Roh Kudus dalam hidup kita. Katakan Amin! Hai, asal kita mengizinkan Roh Kudus dalam diri kita, Ayo kita akan mengatasi kedagingan kita, saudara. Yeskiel 36. [Musik]
Hai, “Roh-Ku akan Kuberikan di diam di dalam batinmu, dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku, dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku, dan melakukannya.” Aku akan membuat kamu... Versi NIV dikatakan move you. YouTube followmie The Crush movie, menggerakkan mu. New King James dikatakan, “encompass you to work in mysterious...” Menyebabkan kamu untuk, untuk melakukan segala perintah-Ku. Hai, versi ISB dikatakan, “I’ll press my spirit within you, empowering you to live according to my regulations.” [Musik] Empowering you, memampukan mu. Jadi Roh Kudus yang di dalam diri kita itu seperti hukum aerodinamika itu, saudara, yang menggerakkan kita, yang menyebabkan kita, dan yang memampukan kita untuk melakukan perintah-perintah-Nya, dan saudara... Nah, makanya, saudara, Roh Kudus yang di dalam kita itu bisa memampukan kita hidup benar. Nah, tapi sekali lagi, gimana caranya? Ada orang-orang sudah punya Roh Kudus, tapi kok mereka kok nggak mampu untuk, untuk bebas dari dosa? Kok nggak mampu mengalahkan pencobaan? Hai, skala di... Kita harus mengizinkan Roh Kudus itu menguasai kita, memimpin dan mengendalikan kita. Pertanyaannya bagaimana sekarang? Hai, Roh Kudus itu bisa menguasai dan mengendalikan kita, bagaimana caranya, saudara? Ada tiga perumpamaan, saya coba jelaskan dengan tiga penjelasan berikut ini, saudara. Coba yang pertama, saudara. Kita bukan sama-sama Efesus 5 ayat 18. Efesus 5:18: “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu; tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh Kudus.” Jadi bagaimana cara Anda mengizinkan Roh Kudus menguasai Anda? Yang pertama, terus-menerus dipenuhi Roh Kudus. Nah, Alkitab mau begini, Efesus ngomong begini, “Jangan kamu mabuk anggur.” Kata mabuk anggur itu disandingkan dengan penuh dengan Roh Kudus. Jadi prinsipnya sama, saudara. Kita ini harus mabuk Roh Kudus. Maksudnya... Hai, kalau mabuk anggur, mabuk alkohol artinya apa? Kita itu di bawah pengaruh alkohol sehingga Anda dikuasai hawa nafsu. Nah, kalau Anda penuh dengan Roh Kudus, itu artinya Anda mabuk oleh Roh Kudus. Anda di bawah pengaruh Roh Kudus, under the influence of The Holy Spirit. I, hai saudara. Dan apa yang terjadi ketika Anda mabuk oleh Roh Kudus? Anda bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya enggak bisa lakukan. Contoh nih, kalau Anda mabuk oleh anggur, mabuk alkohol, Anda mulai melakukan hal-hal yang sebelumnya enggak lakukan. Kata-kata Anda nglantur gitu ya, Anda mulai sempoyongan. Karena apa? Anda dikuasai atau di bawah pengaruh alkohol. Nah, sekarang bedanya, kalau Anda di bawah pengaruh Roh Kudus, Anda akan melakukan hal-hal yang Anda dulunya enggak lakukan, hai saudara. Anda mulai bisa memperhatikan, padahal dulunya Anda cuek. Anda, Anda mulai bisa mengasihi, padahal dulunya Anda benci. Kenapa? Anda di bawah pengaruh Roh Kudus. Anda itu pelit dulunya, tapi sekarang kok bisa murah hati. Hai, Saudara, Anda itu genggam dulunya, tapi sekarang bisa apa? Saudara, Anda bisa mengampuni orang-orang. Hai, saudara, itulah yang Anda bisa, Anda itu dulu itunya kalau keras kepala, nggak bisa dikasih tahu. Sekarang Anda bisa jadi lembut, gampang dituturi, gampang dikasih tahu. Itu karena... You are under the influence of The Holy Spirit. Nah, pertanyaannya, gimana caranya Anda bisa under the influence of The Holy Spirit? Gimana caranya bisa mabuk oleh Roh Kudus? Ini lo, Anda kalau, kalau lihat ada minuman keras, gimana caranya mabuk? Anda enggak bisa mabuk hanya dengan memandangi minuman keras. Anda bisa mabuk hanya dengan mengharapkan atau memandangi atau memikirkan minuman keras, gak bisa. Anda harus buka botolnya, minum sebanyak-banyaknya sampai mabuk, sampai Anda di bawah pengaruh alkohol. Begitu pula dengan Roh Kudus, anak bisa mabuk oleh Roh Kudus hanya dengan mengharapkan... Oh ya, berpikir tentang Roh Kudus, tidak. Anda harus buka mulut dan minum. Nah, apa minumannya? Itu apa? Tidak lain tidak bukan, saudara, itu adalah Firman. Hai, minum Firman sebanyak-banyaknya! Hai, minum sebanyak-banyaknya! Konsumsi sebanyak mungkin Firman. Ketika Anda konsumsi sebanyak mungkin Firman, Anda mulai dikuasai oleh Firman, saudara. Ijinkan dirimu makan Firman, minum Firman sebanyak-banyaknya, dan Anda akan lihat, saudara, ketika Anda mulai mabuk, Anda mulai bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya enggak bisa lakukan. Jadi bagaimana cara mengizinkan Roh Kudus mengendalikan diri kita? Kita harus minum sebanyak-banyaknya, saudara. Kalau enggak pernah baca Firman, renungkan Firman, mengkonsumsi Firman. Bagaimana Anda bisa under the influence of The Holy Spirit? Makanya hidup Anda, sekalipun sudah lahir baru, tapi kok kalah terus sama kedagingan? Tak bisa...
Yang kedua, saudara-saudara, kalau yang pertama terus-menerus dipenuhi, dipenuhi Roh Kudus, yang kedua Anda harus terus-menerus dipimpin atau berjalan dengan Roh Kudus. Apa maksudnya? Coba kita bukan sama-sama Galatia 5 ayat 25: “Hai, perhatikan, jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.” Pengennya ternyata... Kapan dipimpin oleh Roh? Itu artinya ini, dalam MB diterjemahkan sebagai, “Since we live by the Spirit, let us keep in step with the Spirit.” Keep instep, tetap selangkah dengan Roh Kudus, atau satu langkah dengan Roh Kudus. New King James dikatakan sebagai, “Let us also walk in the Spirit.” Berjalan di dalam Roh Kudus atau bersama Roh Kudus. Jadi kata dipimpin oleh Roh Kudus... Hai, terjemahan versi bahasa Indonesia yang ini, Alkitab yang terbuka itu dikatakan, “Lebih baiklah kita berjalan sesuai dengan Roh.” Jadi dipimpin Roh Kudus itu artinya apa? Keep in steps, satu langkah dengan Roh Kudus, atau berjalan sesuai dengan Roh Kudus, walk in the Spirit, atau berjalan di dalam Roh Kudus. Jadi orang berjalan itu berkesinambungan, bergerak terus. Orang berjalan itu, berjalan itu selangkah demi selangkah, berjalan, bergerak terus, berkesinambungan, selangkah demi selangkah. Itu namanya dipimpin oleh Roh Kudus. Jadi kita ini berjalan selangkah demi selangkah bergantung dengan Roh Kudus di dalam setiap Aya, di dalam setiap detail kehidupan kita, dalam kehidupan kita sehari-hari. Apapun yang kita hadapi, kita itu bergantung dengan Roh Kudus. Oh ya, selangkah demi selangkah. Hai, makanya hidup kita harus penuh dengan doa. Kalau kita mau hidup, berjalan bersama dengan Roh Kudus di dalam segala situasi kita, dalam apapun kita harus bawa dalam doa. Penuh dengan doa, itu namanya apa, Saudara? Anda itu aktif bergantung dengan Roh Kudus untuk dipimpin, berjalan step by step, satu langkah bersama dengan Roh Kudus. Ini gimana ya? Ini gimana yah? Roh Kudus... Jadi di dalam apapun, dalam rumah tangga, di dalam pekerjaan, dalam perjalanan kehidupan Anda, Anda penuh dengan doa, melibatkan Roh Kudus senantiasa. Itu namanya Anda dipimpin oleh Roh Kudus, dan Anda... kamu lihat ketika Anda menjalani hidup ini... Hai, kau Anda bisa punya power ya untuk menang. Itu sama seperti Anda itu pernah enggak, saudara? Terburu-buru, terlambat untuk, untuk apa namanya naik pesawat? Anda terburu-buru, Anda sudah lari...
Tapi kayaknya bakal shalat. Tiba-tiba Anda melihat di situ. Itu ada travelled, travelator, travelator, travel writer. Dia saudara yang itu loh. Sebab-sebab bukan eskalator yang apa, horizontal yang mendatangi tutus. G bisa jalan. Dan kalau Anda naik di situ, Anda tetap jalan, tapi ada jalan lebih cepat dari orang lain. Anda berjalan dengan kekuatan travelator itu. Hai, Anda bisa berjalan lebih cepat. Hai, karena apa? Ada tenaga lain yang memampukan Anda. Jadi kalau Anda itu hidup penuh dengan doa di dalam segala situasi atau persimpangan hidup Anda, Anda akan mendapati bahwa diri Anda itu bisa mampu mengatasi ini, mengatasi itu, ya, tantangan ini, tantangan itu. Anda temukan jalan keluar di persimpangan, mau belok mana dan sebagainya. Jadi hidup Anda itu enteng. Karena Anda berjalan satu langkah dengan Roh Kudus. Katakan Amin. Jadi itu cara Anda itu mengizinkan diri Anda dipimpin, dikendalikan, dan dikuasai Roh Kudus. Yang ketiga, saudara. Hai, putuskan untuk melangkah di dalam pertobatan dan ketaatan. Hai, coba lihat satu ayat ini, saudara. Galatia 5 ayat 16-17. Maksudnya ialah, maksudku ialah, hiduplah oleh roh, hidup oleh roh, hidup dengan kuasa Roh Kudus. Maksudnya, hidup melalui sarana pribadi Roh Kudus. Maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Ciri-ciri jadi orang Kristen itu enggak bakal, Anda itu enggak bakal punya keinginan daging. Selama kita hidup di tubuh jasmani ini, kita masih punya keinginan, perasaan, dan kehendak kita ini. Masih kena mana yang namanya keinginan daging. Hai, tapi aku, kita berjanji begini, kalau hidup dengan Roh Kudus, dengan kuasa Roh Kudus. Hai, ya, Roh Kudus menjalani hidup ini. Hai, keinginan daging itu ada. Tapi engkau tidak akan menuruti keinginan daging itu. Engkau bisa mengatasinya, engkau bisa menang. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Rocky naro, berlawanan dengan keinginan daging, karena keduanya bertentangan. Sehingga kamu setiap kali dia melakukan apa yang kamu kehendaki. Coba lihat, kita ini ingin hidup kudus, tiba-tiba kedagingan kita itu menentang kita, menghadang kita. Kita ingin bertumbuh, kedagingan kita itu menentang kita, menghambat kita kepada pertumbuhan atau kemajuan rohani kita. Kenapa, saudara? Kedagingan kita itu selalu menentang kita, selalu menentang keinginan Roh Kudus. Terjadi konflik dan pertentangan dalam diri kita. Maka yang seringkali kita itu gagal. Kita pengen hidup kudus, malah kita hidup dalam dosa. Kita pengen hidup menyenangkan hati Tuhan, tapi gagal. Kita pengen lebih dekat sama Tuhan, tapi gagal. Karena ada keinginan daging itu. Hai, ada dalam gini. A apa ya, ada dalam hidup kita atau hati kita, menentang kita. Makanya seringkali kita enggak melakukan apa yang kita inginkan, saudara. Nah, solusinya apa? Ini janji Tuhan. Kalau engkau hidup oleh Roh Kudus, keinginan daging itu bisa ada, tapi engkau tidak akan menurutinya. Hai, dengan kata lain, kita ini punya kekuatan penuh untuk berkata tidak kepada daging. Bukan daging yang memerintah kita. Kalau Roh Kudus ada dalam diri kita, kita ini punya kekuatan penuh untuk memerintahkan daging menurut kita. Hai, bukan kita yang menurut daging. Jadi kita ini punya kuasa penuh. Namun demikian, kitalah yang harus melakukannya dan memutuskannya untuk melangkah dalam ketaatan dan pertobatan. Ayo, kita yang harus memutuskan, saudara. Coba lihat satu ayat ya, Roma 8 ayat 13. Sebab jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati. Tetapi jika oleh Roh Kudus, maksudnya apa? Oleh kuasa Roh Kudus, melalui kuasa Roh Kudus, melalui sarana kuasa Roh Kudus, kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Jadi Roh Kuduslah yang memampukan kita untuk mematikan perbuatan daging. Hai, sekalipun Roh Kudus yang memampukan kita, tapi kitalah yang harus melangkah. Kitalah yang harus memutuskan. Katakan Amin. Saudara pernah tahu Iron Man, Tony Stark? Iron Man itu punya diakov proyektor di dalam dadanya, sini. Itu adalah sumber tenaganya, ya, yang menyebabkan pakaian besinya, baju besinya itu punya tenaga. Nah, kalau ini rektornya nyala, lalu tubuh, apa pakaian besinya itu lengkap, maka dia itu bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya dengan baik bisa lakukan. Dia bisa lari lebih cepat, ini dia bisa terbang, dia bisa angkat benda-benda yang lebih berat daripada sebelumnya. Yang sebelumnya dianggap bisa angkat sebagai manusia Tony Stark gitu ya. Dia juga bisa memukul musuh-musuh yang lebih kuat dari dirinya, kalau dia pakai baju zirah dan itunya nyala. Walaupun dia punya kekuatan penuh, hai, tapi untuk berlari, dia harus Tony Stark hal yang harus berlari, memutuskan berlari, ya, untuk mengalahkan musuh yang lebih kuat. Walaupun dia punya baju zirah lengkap, kalau dia enggak memukul, yang enggak terjadi apa-apa sih. Hai, kalau dia enggak angkat beban itu, enggak terjadi apa-apa. Saudara, kita ini bisa mematikan hai, perbuatan daging, hai saudara, dengan sarana kuasa pribadi yang lain itu, Roh Kudus. Tapi walaupun begitu, kitalah yang harus melakukannya. Jadi kuasa Roh Kudus itu akan bekerjasama dengan tanggung jawab pribadi kita untuk melangkah dalam pertobatan dan ketaatan. Ada Amin. Nah, di sinilah seringkali banyak orang Kristen gagal, saudara. Hai. Jadi kenapa kita gagal? Karena kita tidak mengijinkan. Nah, semakin Anda taat, Anda terus-menerus dipenuhi oleh Roh Kudus, mabuk oleh Firman, Anda terus-menerus penuh dengan doa, bergantung dalam setiap persimpangan hidup Anda, Anda keep in step with Holy Spirit. Terus Anda memutuskan untuk melangkah dalam ketaatan. Hai, lihat, semakin lama hidupmu akan semakin diubah dari dalam keluar. Semakin Anda taat, semakin Anda diubah. Saya menceritakan pengalaman saya, saudara. Hai, satu kali, hai, saya pernah jemput seorang pembicara itu ya, jemput di hotel. Lalu antar ke bandara. Ternyata di dalam perjalanan, hai, pembicara ini berkata bahwa pasar Puji eh apa ini, belum saya check-out, karena di dalamnya itu masih ada buah-buahan dan sebagainya itu, saya belum sentuh. Jadi pasar Puji nanti bisa kembali ke hotel, bisa ambil itu makanan-makanan. Sayang kalau dibuang itu, ya. Oh begitu ya, Pak. Oke, singkat cerita, saya kembali ke hotel setelah saya mengantarkan ke bandara. Saya kembali ke hotel, saya masuk di parkiran. Lalu ada satu tempat terbuka, saya masuk, saya parkir di situ. Lalu saya naik lift, saya ambil barang-barang, ya, ya. Begitu saya kembali ke parkiran, saudara, saya keluar dari parkiran, terlihat ada seorang security atau Satpamnya itu malah menutup, menutup pintu keluarnya loh. Saya jadi heran, saya mau keluar, malah pintunya malah ditutup. Hai, lalu Satpam ini tiba-tiba langsung pergi ke. Hai, saya coba bell, saya kasih sunblock, ditutup, saya enggak dihiraukan. The Bangladeshi mundur. Saya muter ke sisi satunya untuk keluar, karena di situ ada pintu yang terbuka. Waktu saya mau, saya pindah jalur ke jalur satunya, saudara, Satpam yang sama ini menutup lagi pintu keluarnya, saudara. Loh, saya terkejut loh, saya ini mau keluar kok malah ditutup. Apa maksudnya? Lalu dia dengan wajah kurang menyenangkan, dia tiba-tiba langsung aja mau balik. Hai, saudara, singkat cerita, saudara, saya bell, saya klakson kenceng untuk, lalu saya memberikan pada, tolong dibuka. Hai, dan akhirnya dia dengan wajah yang kurang menyenangkan, saudara, dia akhirnya buka, lalu saya keluar. Saya sempat buka kaca lalu saya tegor, Bapak ini sudah saya tegor, saya komplain, saudara. Lalu setelah itu saya tutupkan Chanyeol, saya pergi ke. Oh gitu ya. Lalu istri saya itu di dalam perjalanan ngomong, kok tadi itu yang salah kita, lu, apa yang salah? Orang kita yang mau keluar kok malah ditutup, kita nggak salah. Terus istri saya itu ngomong, go, itu tadi tempat itu, itu adalah tempat khusus untuk Valley. Waktu saya dikasih tahu, saya terkejut. Itu tempat Vale, tapi saya masih membela diri, enggak, tapi srd, enggak seharusnya begitu. Lebar sayap membela diri, tapi sepanjang perjalanan pulang itu, saudara, hati saya ini enggak damai sejahtera. Roh Kudus itu menyatakan bahwa saya salah. Hai, saya pulang itu kayak cacing kepanasan surat. Hai, saya pulang dan akhirnya saya tahu bahwa saya harus kembali dan minta maaf. Saya tahu dan tahu sudah saya harus kembali dan minta maaf. Singkat cerita, saudara, saya hai, akhirnya mengambil di lemari. Saya cari, saudara, saya cari apa, baju kaos warna merah pemberian Jemaat. Dia pernah pergi ke, ke satu tempat, lalu dia kasih oleh-oleh saya. Saya bungkus yang rapi, saya bungkus pakai kado gitu ya. Lalu saya, saya ngomong sama istri saya, saya mau pergi ke toko buku. Saya malu untuk terbuka gitu ya, tapi saya nggak bohong. Sampai di mal itu, saya ke toko buku dulu, lalu saya pergi ke hotel itu untuk mencari Satpam yang tadi, saudara. Ketika saya sampai di depan, hadapan Satpam itu, terkejut lihat saya, biak, kagak kaget dan ketakutan, mungkin saya masih tak terima begitu ya. Tapi saya langsung, ini Pak, saya yang tadi Pak, saya minta maaf, itu tadi saya yang salah. [Musik] Hai, ini Pak, sebagai bentuk permintaan maaf, saya terima lah kado ini. Waduh, dia, dia Unpam, aku perlu, nggak perlu, nggak papa. Terimalah, keempat, gak perlu. Jadi saya imbal-imbalan begitu, saya nggak enak dilihat orang karena itu di depan umum, saudara. Masa ada dua orang pria kasih-kasihan kado begitu, cantik nih, bisa disalah mengerti sudah. Tapi intinya, setelah saya kasih, hati saya lega, saya plong. Saya tahu bahwa saya salah, tapi Roh Kudus itu mendorong saya untuk minta maaf. Dan ketika saya turut itu, itu saudara, Roh Kudus itu mengerjakan yang namanya kerendahan hati dan kesabaran. Nah, kalau kita ini taat terus, kita akan diubah dari dalam keluar. Itulah cara bagaimana kita mengizinkan Roh Kudus bekerja. Yang terakhir, saudara, poin yang ketiga, dimensi yang ketiga, dengan cepat, saudara, dengan cepat bermitra dengan Roh Kudus. Hai, bermitra dengan Roh Kudus, ada dua pekerjaan Roh Kudus. Yang satu adalah pekerjaan Roh Kudus di dalam kita, yaitu untuk mengubah karakter kita dan mendewasakan kita. Tapi ada pekerjaan Roh Kudus yang di atas kita, ini adalah pekerjaan Roh Kudus yang memperlengkapi kita dan memberdayakan kita dengan kemampuan atau kuasa untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Roh Kudus itu mau bermitra dalam hidup kita. Katakan Amin. Saudara, saya rindu di dalam Ibu, di hari kenaikan Yesus Kristus ini, kita ini dipakai oleh Roh Kudus. Tetapi Paulus itu pernah address kepada dua jenis gereja, yang pertama Korintus, kedua Tesalonika. Nah, gereja Korintus itu adalah gereja yang jemaatnya itu, hai, penuh dengan karunia-karunia roh, penuh dengan pekerjaan-pekerjaan Roh Kudus di atas mereka. Tapi sebagian dari mereka itu menolak pekerjaan Roh Kudus yang ada di dalam. Jadi mereka itu beroperasi dalam karunia Roh Kudus, tapi secara karakter mereka tuh banyak perselisihan, iri hati, ya, kenajisan dan sebagainya. Makanya Paulus itu banyak ngomong soal karakter kepada Jemaat Korintus. Paulus itu punya nasehat sama Korintus begini, saudara. 1 Korintus 14:1, kejarlah kasih itu, hai, dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia roh, terutama karunia untuk bernubuat. Memperhatikan nasehatnya Paulus, ternyata tidak memadamkan mereka, hai, untuk beroperasi dalam karunia roh. Tapi Paulus ngomong, kejarlah kasih, hai, kejarlah karakter. Tapi usahakan dirimu, kata usahakan dirimu itu adalah inginkan atau rindukan, dan terjemahan bahasa Inggrisnya itu earnestly desire, inginkan dengan sungguh-sungguh, punya kerinduan untuk memperoleh karunia-karunia Roh Kudus, terutama perlu buat. Jadi nasehatnya Paulus sama Jemaat Korintus itu adalah kejarlah karakter ya, tapi jangan matikan kerinduanmu untuk memperoleh karunia Roh Kudus. Tapi sama cuma Tesalonika lain. Cuma Tesalonika itu adalah tipe jemaat, mereka itu terbuka sama pekerjaan Roh Kudus yang ada di dalam, yang mendewasakan dan dan mengubah karakter mereka. Tapi mereka itu sangat, sangat, sangat tidak mengenal sama yang namanya kuasa Allah. Makanya nasehatnya Paulus sama Tesalonika itu begini, 1 Tesalonika 5:19-21, jangan padamkan roh, hai, jangan anggap rendah nubuat-nubuat, dan ujilah segala sesuatu, pegang yang baik. Nasihatnya ini, jangan padamkan roh dan jangan, jangan anggap rendah karunia Roh Kudus. Jangan anggap rendah nubuat-nubuat. Maksudnya apa? Anggap rendah itu, jangan tertutup sama karunia Roh Kudus. Jangan meremehkan karunia Roh Kudus, jangan padamkan roh, hai. Jadi apa yang Tuhan mau? Yang Tuhan mau itu adalah dua-duanya. Tuhan mau Anda menerima karya Allah yang bekerja di dalam diri Anda untuk mendewasakan karakter Anda. Tapi Tuhan juga mau Anda beroperasi di dalam karunia dan kuasa Allah. Katakan Amin. Kenapa, saudara? Karena kita ini punya tugas untuk memenangkan dunia. Tuhan memberikan tugas amat Agung untuk menangkan dunia. Di luar sana ada banyak jiwa-jiwa yang terikat oleh kuasa, kuasa si jahat. Banyak orang butuh dibebaskan, dilepaskan. Banyak orang butuh pernyataan dan kuasa Allah. Kita nggak bisa hanya, oh, yang penting karakter. Tapi kita ini memenangkan dunia dengan kekuatan kita sendiri, nggak bisa. Kita juga enggak boleh, oh, yang penting karunia, kita abaikan pekerjaan Roh Kudus yang mendewasakan kita, enggak bisa. Orang banyak jadi tersandung. Tuhan mau dua-duanya. Tuhan mau pakai kita tuh, coba karakter kita. Tuhan juga mau mengurapi kita, memberdayakan kita untuk bergerak dengan kuasa. Kuncinya apa, saudara? Kuncinya gimana, saudara? Ingat, karunia itu pemberian. Roh Kudus itu dibuktikan, takan Roh Kudus itu akan memberikan karunia Roh Kudus itu kepada siapapun yang dikehendaki. Jadi karunia itu kita nggak bisa bekerja untuk memperoleh karunia, kita nggak bisa and the Gift, tapi kita itu cuma bisa terima pemberian karunia itu. Jadi kalau kita Tuhan itu memberikan, berarti kita itu bisa minta. Kuncinya adalah kerinduan, dan kita minta. Katakan Amin. Terus yang kedua, kuncinya adalah fokus sama tugas. Banyak orang kelirunya di sini, berusaha mencari karuniaku apa ya, karunia Roh Kudusku apa ya, karuniaku apa ya? Anda enggak bisa beroperasi di dalam karunia dengan mencari-cari karuniaku apa? Karena karunia Roh Kudus itu berkaitan erat sama yang namanya tugas dan pekerjaan Tuhan di. Hai, jangan fokus mencari karunia. Banyak orang Kristen pasif, hai, dan fokus mencari karunia, sedangkan yang Tuhan mau itu adalah fokus lab mengerjakan tugas pelayanan. Hapuslah, rindukan Anda menerima karunia ya, ketika lihat ada orang membutuhkan, ketika ada orang-orang diutus Tuhan kepadamu, layani, hai, kerjakan tugas Anda. Ketika Anda kerjakan tugas Anda, Roh Kudus itu akan bekerja memperlengkapi Anda, memampukan Anda dengan kuasa supranatural. Katakan Amin. Mulai hari ini, jemaat Tuhan enggak boleh pasif, saudara. Di ibadah kenaikan ini, semua jemaat harus beroperasi. Anda enggak boleh menutup diri sama pekerjaan Roh Kudus, karunia Roh Kudus. Rindukan Anda bergerak di dalamnya dan melangkah di dalam iman, di dalam tugas. Ada Amin. Demikian firman Tuhan. Tiga dimensi ini, yang pertama mengenal dan mengalami Roh Kudus. Yang kedua, saudara, mengizinkan Roh Kudus mengubah kita dari dalam ke luar. Dan yang ketiga, bermitra dengan Roh Kudus. Hai, terima kasih sudah bergabung bersama kami, Gereja Mawar Sharon Jabodetabek. Sebagai Gereja Tuhan, adalah kerinduan bagi kami untuk melihat Anda terus bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan dan mengalami perubahan hidup. Maka dari itu, bergabunglah bersama komunitas kecil kami, kode grup. Dapatkan informasi lebih lanjut pada kolom deskripsi kami. Lesmana wisdom, forget to subscribe dan bagikan video ini kepada orang yang Anda kasihi. Segi for joining us, then see you next time. [Musik]