Transcription
[Musik] Saudara, launching AI Center of Excellence atau AICOE dari Telkom Group ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam, tentunya, mendukung mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dengan memanfaatkan kecerdasan got alias artificial intelligence atau AI.
Nah, tapi untuk mengetahui lebih lanjut soal inovasi terbaru dari PT Telkom Indonesia ini, sudah bergabung dengan kami yakni Pak Faisal Rumadi, Direktur IT Digital PT Telkom Indonesia. Pak Faisal, selamat pagi.
>> Selamat pagi, Ma.
>> Pak Faisal, menarik nih. Baru saja kan PT Telkom Indonesia itu meluncurkan inovasi terbaru itu tadi ya, Pak ya, AICIOI. Nah, gimana perhelatan Batik ini jadi momen untuk peluncuran dari inovasi tersebut?
>> Betul. Jadi sebetulnya hari ini semua ee technology provider atau service provider itu bicara tentang AI. Jadi semua solusi hari ini, apakah itu infrastructure service, platform service, maupun software service, semua bicara diperkaya dengan AI. Nah, kebetulan Batik ini kan international event gitu ya, yang dihadiri lebih dari 1.700 e global partner gitu ya dari seluruh dunia dan dari berbagai industri. Saya sebut tadi ada yang technology provider, ada yang service provider, ada infrastructure provider dan seterusnya. Nah, ini sehingga inilah kesempatan kami Telkom untuk ee declare gitu ya, bahwa eh bahwa Telkom sudah siap untuk men-deliver AI ya untuk tadi untuk eh untuk any solution, baik itu infrastructure as a service, platform as a service, maupun software as a service. Nah, ini momen yang sangat tepat karena event ini karena dihadiri oleh ee apa perusahaan dari seluruh dunia. Jadi ya, ini kesempatan kita yang baik.
>> Oke, ini kesempatan dan AI juga semakin berkembang ya, Pak, di Indonesia. Nah, tapi dari alasan-alasan tersebut, apa sih, Pak, sebetulnya tujuan utamanya dari Telkom itu meluncurkan AI Center of Excellence itu, dan bisa dijelaskan enggak, Pak, soal empat pilarnya AI CO itu?
>> Betul. Jadi, gini, ee AI itu tidak hanya soal solusi teknologi, ya, tapi ini juga terkait dengan edukasi. Jadi tidak banyak perusahaan itu sebenarnya paham tentang AI. Apa sih AI itu? Ya memang sekarang AI jadi *busword* gitu ya. Dan orang kenalnya AI itu ya ChatGPT, Depsi gitu kan, lama dan seterusnya gitu. Tapi sebetulnya AI itu *much more than that*. Itu hanya potongan kecil dari AI. Makanya kenapa kita harus melakukan edukasi, edukasi kepada masyarakat. Makanya terus akhirnya kita berpikir, oke, kita harus bikin ee e center of excellence di mana masyarakat, terutama pengusaha ya, perusahaan-perusahaan belajar tentang AI. Nah, jadi kita punya dua *approach* nih. Kita sebut *vigital*, ya, physical and digital centers gitu. Jadi, ee membuat pusat-pusat ee pembelajaran edukasi, baik itu secara fisik yang nanti ya tersebar di sembilan kota, sembilan kota besar dulu ya, karena ini ee target marketnya kan perusahaan dulu nih yang kita edukasi ya, supaya perusahaan besar, perusahaan menengah, maupun UMKM bisa belajar tentang solusi yang bisa meningkatkan produktivitas mereka. Ah, gitu. Yang pertama. Nah, yang satu nanti kita punya digital experience untuk eh solusi AI itu sendiri. Jadi, kira-kira seperti itu. Makanya terus kita sebut the center of excellence. Karena kata center itu kan berkonotasi dengan physical ya, dengan lokasi gitu. Jadi kita punya tadi digital, physical location, and digital collaboration. Itulah yang kita sebut dengan AI center of excellence.
>> Oke. Nah, empat pilarnya itu apa sih, Pak, sebut, ya?
>> Jadi gini, empat pilar AI ini saat kita dalam mendeliver solusi AI, kita tidak bisa sendirian, Pak. Betul ya. Kita harus berkolaborasi dengan semua pihak. Karena biasanya customer kalau sudah paham tentang solusi, dia maunya cepat di-*deploy*, implementasinya mau cepat. Hari ini minta kemarin harusnya jadi gitu kan, jadi saking cepatnya. Maka untuk memberi solusi yang cepat, kita harus berkolaborasi dengan semua pihak yang bisa melengkapi solusi-nya Telkom. Kampus itu penting ya. Itu jadi ee pihak kampus ini penting kita ajak ya. Ee kemudian kita harus ee pihak-pihak swasta gitu ya. Jadi, e private sector yang punya kompetensi di bidang AI. Apakah itu tadi technology provider, apakah itu eh sistem integrator, atau itu implementor AI, atau pemilik platform AI. Nah, ini ini the second apa? The second pihak yang paling penting. Kalau kampus tadi kenapa? Karena setiap kampus pada, apalagi teknologi kampus itu selalu punya innovation research center, innovation center, product center. Itu semua kampus seperti itu. Jadi, nah gini, riset-riset AI banyak di kampus yang masih jadi riset, belum jadi produk. Nah, ini yang kita ajak kerja sama nanti kita jadikan produk. Yang kedua tadi pihak swasta, pihak teknologi provider. Kemudian yang ketiga kita harus punya *player* ya. Ee bagaimana eh *startup-startup* yang tertarik di bidang AI, dia bisa membuat solusi-solusi AI yang spesifik, unik. Maka harus ada infrastruktur AI kita siapkan ya, GPU service ya. Jadi nanti kita beri kesempatan mereka memanfaatkan infrastruktur Telkom, GPU Telkom untuk melakukan inovasi-inovasi baru, terutama *startup-startup* anak-anak muda yang cinta gitu ya. Nah, yang terakhir AI connect. Nah, inilah yang disebut dengan AI connect tadi yang *hub* tadi ya. Jadi kita akan bikin ee kayak AI *hub* di sembilan kota tadi untuk tadi untuk apa? Mengedukasi masyarakat, mengedukasi pengusaha, kemudian ee ee *connect* dengan tadi *startup* yang ingin belajar juga *connect* dengan teknologi provider, *connect* dengan kampus. Karena kan kampus tersebar di seluruh Indonesia. Jadi empat itulah yang akan kita apa ee kita kolaborasikan bersama Telkom.
>> Artinya memang ada terbangun ekosistem yang kolaboratif di situ ya, Pak ya?
>> Itu sangat bagus, kolaboratif ekosistem.
>> Ah, keren itu memang gitu. Oke, Pak. Nah, itu kan tadi secara umum lah ya, Pak ya. Nah, kalau AI COE ini mendukung digitalisasi pemerintahan dan transformasi industri di Indonesia, ini perannya seberapa, Pak?
>> Betul. Jadi, gini, seperti saya bilang tadi ya, jadi target utama kita adalah korporasi. Apakah itu swasta, apakah itu BUMN, ya, *state-owned enterprise*, itu korporasi. Kemudian itu yang besar. Kemudian UMKM ya, ini karena sekarang juga UMKM kita harus lebih produktif dengan AI. Itu segmen kedua. Segmen ketiga, government. Ini penting sekali ya, karena eh government yang tidak memanfaatkan AI, maka tentu ee tidak akan nanti kalah produktif dengan apa dengan pemerintahan yang lainnya di negara lain gitu ya. Di government ini sangat unik ya, terutama administrasi dan birokrasi. Bagaimana administrasi dan birokrasi pemerintahan itu kita lengkapi dengan AI sehingga membuat keputusannya lebih cepat ya, tapi juga komprehensif ya dengan apa? Jadi kan kalau pemerintah itu bukan hanya soal cepat, cepat, tepat, dan komprehensif ya, sehingga tidak ada yang *miss* ketika melihat peraturan-peraturan itu harus harus ini harus komprehensif ya, enggak bisa melihat satu. Jadi itulah tiga segmen besar yang ingin kita bantu dengan ee memanfaatkan AI. Kira-kira gini, Pak.
>> Efektif lah ya, Pak ya.
>> Iya, betul.
>> Oke. Nah, Pak, ini soal AI Big Box. Nah, sejauh ini capaian dari AI Big Box itu sendiri sebagai produk unggulan seperti apa, Pak?
>> Jadi gini, AI Big Box ini *brand* ya. Jadi the center of Excellence AI Telkom ini harus dikasih nama lah. Nah, namanya AI Big Box gitu ya. Eh, kenapa kita pilih AI Big Box? Sebetulnya ee AI research kita itu sudah mulai tahun 2018. Jadi, sejak 7 tahun yang lalu Telkom itu sudah melakukan research AI gitu dan menghasilkan lebih dari 52 *use case* yang digunakan lebih dari 100 perusahaan dan pemerintah gitu ya. Nah, ee waktu itu namanya bukan AI ya, ada data analitik, data prediktif, *machine learning*. Itu itu solusi-solusi yang *use case* saya sebut tadi. Nah, waktu itu namanya adalah Big Box Solutions. Nah, sekarang semua itu ternyata kalau kita pelajari AI itu adalah fundamentalnya menuju AI. Makanya sekarang Big Box kita transform menjadi AI Big Box. Jadi solusi tidak hanya data analitik, data prediktif, *position learning*, *agentic*. Nah, sekarang mau ngomong *agentic AI*. Nah, itu makanya kenapa kita transfer menjadi AI Big Box. Jadi, AI Big Box itu istilahnya *brand name* untuk AI solution-nya Telkom.
>> Ya, solusinya ada dalam satu *box* ya, Pak ya?
>> Yes, dalam satu *box*. You can find anything solution in one box. Gitu kira-kira seperti itu.
>> Oke. Nah, bagaimana eh Pak Faisal Telkom ini memastikan bahwa perkembangan AI-nya ini juga apa ya bisa membawa kapabilitas talenta lokal, Pak? Jadi yang jadi pemain utamanya dalam perkembangan AI. Bagaimana Telkom memposisikan diri dalam ekosistem di Indonesia itu tadi?
>> Itu tadi ya. Jadi kami Telkom memberikan solusi tidak mungkin sendirian karena AI ini membutuhkan jumlah talent yang sangat besar dengan ee berbagai spesifikasi ya. Jadi tiap tiap AI ini kan nama besar ya, tapi di dalamnya itu membutuhkan banyak sekali talent dengan berbagai jenis apa developer aja macam-macam ya. Developer apa ee teknologi A dengan B dengan C enggak sama. Kemudian kalau misalkan GPU, GPU merek A, merek B, merek C juga beda lagi kebutuhan talentnya. Sehingga Telkom merangkul ya, merangkul semua pihak untuk berkolaborasi tadi ya ee membentuk ekosistem AI yang menyediakan otomatis menyediakan talentnya sesuai dengan spesifikasi dari teknologinya gitu. Jadi kita terus terang aja nanti juga termasuk bagaimana tadi ya saya bilang untuk mengedukasi apa ee perusahaan atau pemerintah tentu perlu talent juga kan kan enggak bisa hanya harus paham benar gitu di tadi di sembilan lokasi tadi nanti kita juga siapkan talent-talent AI dari Telkom dan partner. Nah, ini untuk melakukan edukasi pada ee target-target segmen yang saya sebut. Nah, oleh sebab itu ini memang penting di acara ini sebetulnya kita nanti mengajak eh para partner AI untuk mengisi The Center of Excellence AI Telkom yang ada di sembilan lokasi itu. Jadi mereka bisa apa ya *display* produk AI-nya atau solusi AI yang sudah pernah dilakukan oleh para mitra kita tayangkan di sana. Nah, kita sediakan talentnya untuk melakukan edukasi sehingga di sana nanti akan orang datang jadi tercerahkan gitu ya, *enlightening* karena oh iya ternyata AI seperti ini. Kira-kira seperti itu.
>> Ada *trickle effect*-nya ya, Pak ya?
>> Oh iya otomatis ya. Talent AI hari ini milenial lah ya.
>> Mungkin satu gen gitu ya, Pak ya?
>> Exactly. Jadi hari ini 90% talent AI itu anak-anak muda ya. Anak-anak muda yang punya keinginan belajar, punya keinginan maju, itulah yang kita ajak bersama-sama untuk tadi eh memperkaya *engineering* AI Big Box tadi.
>> Oke, luar biasa. Semoga semakin berkembang ya, Pak ya, IOI-nya itu. Terima kasih, Pak Faisal Rahmadi, Direktur IT Digital PT Telkom Indonesia atas perbincangannya soal peluncuran inovasi terbarunya PT Telkom Indonesia nih, ESOI. Semoga bisa menjadi strategi juga ya, Pak ya, untuk bisa memimpin dalam industri telekomunikasi Indonesia dan semoga ECO ini tidak hanya bermanfaat buat pemerintah aja, tapi masyarakat ya, Pak. Ya, terima kasih Pak Faisal.
>> Makasih, Pak.
>> Ya.
>> Nah, itu kebincangan kami dengan Pak Faisal Rahmadi terkait dengan AICE. Nah, untuk informasi lebih lengkapnya mungkin bisa dicari juga ya, Pak ya. Gitu ya. Informasi lebih lengkap di Telkom dan Saudara Sucap kami melanjutkan. [Musik]