Transcription
Shalom, salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Puji Tuhan kita dapat berjumpa kembali dalam program pendalaman Alkitab melalui pelajaran sekolah sabat bersama dengan kami Cornelius Media. Kita sudah tiba di pelajaran yang ketujuh dengan tema doa praktis. Kami tetap mengingatkan mari kita belajar sekolah sabat di tempat kita masing-masing. Saya Pendeta Edward Taliwongso bersama dengan Pendeta Felix Gosal dan Pendeta Widodo Purwanto kembali lagi akan menolong dalam pendalaman Alkitab kita pada kesempatan ini.
Sebelum kita belajar firman Tuhan, mari kita tunduk kepala dan kita berdoa. Bapa Tuhan kami, Allah yang maha baik, kami bersyukur, berterima kasih oleh kerana Engkau hanya sejauh doa. Kembali lagi kami mahu belajar tentang doa. Bukalah hati dan fikiran kami. Di dalam nama Yesus kami sudah berdoa. Amin.
Ada empat bahagian dalam program ini. Yang pertama kita melihat dasar Alkitabiah. Yang kedua, kita menggali makna dari ayat hafalan. Yang ketiga, pokok fikiran yang muncul dari pelajaran hari per hari. Dan di bahagian akhir kita tiba kepada aplikasi.
Mari kita lihat dasar Alkitabiah. 1 Raja-raja 19 ayat 1 hingga 18. Elia mengalami ketakutan dan keputusasaan setelah ancaman Izebel. Tetapi Allah menguatkan dan memulihkannya. Tuhan menyatakan diri-Nya bukan dalam kekuatan besar, melainkan melalui suara lembut dan memberi Elia tugas yang baru.
Matius 6 ayat 5 hingga 8. Yesus Kristus mengajarkan agar doa itu dilakukan dengan tulus bukan untuk pamer di hadapan orang. Allah mengetahui keperluan umat-Nya sebelum mereka meminta kepada-Nya.
Lukas 11 ayat 2 hingga 4. Yesus memberikan contoh doa yang menekankan penghormatan kepada Allah, permohonan keperluan sehari-hari, pengampunan, dan perlindungan daripada pencobaan.
Matius 6 ayat 5 hingga 15. Yesus menegaskan pentingnya doa yang sederhana, tulus, dan berfokus pada kehendak Allah, bukan pengulangan-pengulangan yang kosong.
Daniel 9 ayat 4 hingga 19. Daniel mengakui dosa bangsanya dan memohon belas kasihan Allah dengan kerendahan hati. Doa-Nya menunjukkan pertobatan, pengakuan dosa, dan kepercayaan pada kasih setia Tuhan.
Roma 8 ayat 26-27. Roh Kudus menolong kelemahan orang percaya dalam berdoa dan menjadi pengantara sesuai kehendak Allah. Bahkan ketika manusia tidak tahu apa yang harus didoakan, Roh Kudus memahami isi hati mereka.
Sekarang kita melihat pengertian judul doa praktis. Apa yang dimaksud doa praktis menurut pelajaran pekan ini? Doa praktis adalah doa yang nyata, jujur, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan sekadar kata-kata ritual atau formalitas agama.
Nah, dalam pelajaran sepanjang pekan ini, doa praktis itu dilihat oleh tokoh-tokoh Alkitab atau dipraktikkan oleh tokoh-tokoh Alkitab seperti Hana, Elia, dan Daniel. Mereka ini membawa pergumulan, ketakutan, keperluan, pengakuan dosa, harapan mereka, juga ucapan syukur mereka langsung kepada Allah.
Apa keuntungan orang Kristian berdoa yang praktikal? Orang Kristian perlu berdoa secara praktis kerana doa itu menghubungkan hidup sehari-hari dengan kuasa dan kehendak Allah. Melalui doa, orang percaya memperoleh kekuatan rohani, penghiburan, hikmat, damai sejahtera, arah hidup, dan juga ketekunan dalam iman. Doa juga membuat hati itu lebih peka terhadap kehendak Tuhan dan menjaga hubungan yang erat dengan-Nya seperti ranting yang terus melekat pada pokok anggur.
Pertanyaan yang paling penting, bisakah doa saya mengubah keputusan Tuhan? Nah, dalam beberapa peristiwa Alkitab, doa memang mempengaruhi tindakan Allah terhadap manusia. Ada beberapa contoh. Contohnya Musa berdoa bagi Israel setelah mereka berdosa dengan anak lembu emas dan Tuhan menahan hukuman yang hendak dijatuhkan. Keluaran 32 ayat 31 hingga 32.
Yang berikut. Elia berdoa dan Tuhan menurunkan api dari langit serta hujan setelah masa kekeringan. Satu Raja-raja pasal 18. Kemudian ada juga Hana berdoa dengan sungguh-sungguh dan Tuhan mengaruniakan Samuel. 1 Samuel 1. Lalu kemudian ada juga Daniel berdoa memohon belas kasihan bagi bangsanya dan Tuhan menjawab melalui nubuat tentang pemulihan dan Mesias. Itu ada di Daniel 9.
Namun ini bukan bermakna doa mengubah karakter atau rencana kekal Allah. Tidak. Yang berubah adalah cara Allah menjalankan kehendak-Nya di dalam respons-Nya terhadap iman dan permohonan doa manusia. Mengapa? Kerana Allah sudah mengetahui keperluan manusia sebelum mereka berdoa. Matius 6 ayat 8. Tetapi doa diberikan agar manusia membangun hubungan, membangun kebergantungan, dan kerjasama dengan Allah.
Bagaimana berdoa secara praktis? Berdoa secara praktis bermakna berdoa dengan jujur dan terbuka. Mencurahkan isi hati kepada Allah. Berdoa secara teratur dan disiplin seperti Daniel. Doa secara praktis bermakna kita menyertakan pujian, syukur, pengakuan dosa, dan permohonan. Berdoa dengan kerendahan hati bukan untuk pamer secara rohani. Berdoa sesuai dengan kehendak Allah dan menyerahkan hasilnya kepada kedaulatan Allah. Lalu yang berikut, berdoa secara praktis bermakna terus berdoa walaupun jawapan belum kelihatan.
Ellen White dalam buku That I May Know Him halaman 272 menyatakan, "Betapa berharganya doa dalam senyap, jiwa yang bercakap-cakap dengan Allah. Doa dalam senyap hanya didengar oleh Allah yang mendengarkan doa. Tiada telinga yang ingin tahu yang dapat mendengar isi permohonan itu. Dengan tenang namun penuh semangat, jiwa harus merentangkan tangannya kepada Allah dan pengaruh yang manis serta abadi akan terpancar dari Dia yang melihat dalam senyap yang telinga-Nya terbuka terhadap doa yang timbul dari hati. Dia yang dengan iman yang sederhana menjalin persekutuan dengan Allah akan mengumpulkan sinar-sinar cahaya ilahi untuk menguatkan dan menopang-Nya dalam pertempuran melawan syaitan."
Kita datang pada ayat hafalan Mazmur 62 ayat 9. "Percayalah kepada-Nya setiap waktu. Hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya. Allah ialah tempat perlindungan kita." Nah, mari kita lihat apa konteks dan latar belakang ayat ini.
Yang pertama, Mazmur 62 ini ditulis oleh Raja Daud. Dan judul Mazmur ini menyebut bahawa ini adalah Mazmur Daud yang dinyanyikan di bawah pimpinan Yedutun, seorang pemimpin pujian di Bait Suci. Nah, konteks sejarahnya di sini kemungkinan besar adalah saat Daud sedang dalam pelarian dari anaknya Absalom yang memberontak saat itu. Itu tercatat di dalam 2 Samuel pasal 15 hingga 18. Dan saat itu Daud dikhianati oleh orang yang terdekat, difitnah dan nyawanya terancam. Dan ayat ini lahir bukan dari ruang takhta yang nyaman, tetapi dari medan perang, kehidupan di mana Daud merasa tidak ada manusia yang dapat diandalkan sepenuhnya.
Kemudian yang kedua, kita dapat lihat bahawa dalam konteks Yahudi, Mazmur 62 ini digolongkan sebagai Mazmur kepercayaan atau 'Psalm of Trust'. Mazmur seperti ini sering dinyanyikan dalam ibadah bait suci baik secara peribadi mahupun komunal. Dan umat Israel akan menyanyikannya untuk mengingatkan satu sama lain bahawa di tengah ketidakpastian politik, ancaman musuh atau krisis peribadi, Tuhan tetap menjadi sandaran yang tidak goyah. Frasa selah yang muncul beberapa kali dalam Mazmur ini adalah tanda muzik untuk jeda sejenak. Ini adalah tanda di mana mereka akan merenung dan juga mengundang jemaah untuk meresapi kebenaran yang baru sahaja dinyanyikan sebelum lagu ini kemudian dilanjutkan.
Kemudian yang ketiga, latar belakang teologis yang dapat kita lihat di sini menunjukkan adanya kontras yang tajam antara percaya kepada manusia dan percaya kepada Allah. Di ayat 10, Daud memperingatkan, "Jangan percaya kepada pemerasan. Apabila harta bertambah, janganlah kamu mengikatkan hati." Dalam budaya kuno yang mengagungkan kuasa tentera, kekayaan, dan koneksi politik, Daud justru menyatakan bahawa semuanya itu sia-sia. Mazmur ini adalah penyataan iman yang radikal bahawa hanya Allah yang memiliki kuasa dan kasih setia.
Seventh-day Adventist Bible Commentary jilid 3 halaman 777 mengatakan, "Mazmur ini menasihati manusia dalam cobaan apa pun yang mereka hadapi untuk sepenuhnya percaya kepada Allah. Kerana tidak ada manusia yang dapat memberikan pertolongan yang bermakna."
Mari kita lihat pengertian frasa di dalam ayat ini. Apa pengertian percaya setiap waktu? Kemudian apa? Apa pengertian curahkanlah isi hati? Dan apa pengertian Allah sebagai tempat perlindungan?
Nah, yang pertama frasa percayalah kepada-Nya setiap waktu ini bermakna kepercayaan yang konsisten. Bukan percaya pada situasi tertentu sahaja. Kata Ibrani yang muncul pada kata ini bermakna segala waktu atau setiap saat. Ini bukan sekadar ajakan untuk percaya pada hari Sabat atau pada saat ke gereja atau pada saat doa pagi, doa petang. Tetapi kepercayaan di sini adalah kepercayaan yang terus-menerus. Secara teologis ini mencerminkan sifat Allah yang tidak berubah. Kerana Allah sama semalam, hari ini dan selamanya. Maka kepercayaan kita seharusnya juga stabil sama seperti Allah yang tidak berubah, tidak naik turun seperti emosi atau keadaan. Setiap waktu di sini mencakup saat senang atau saat susah. Saat doa dijawab dan saat doa dijawab tidak.
Kemudian yang kedua, frasa curahkanlah isi hatimu ini di dalam kata Ibrani, kata mencurahkan ini sering digunakan untuk menuangkan cecair. Dapat sahaja itu air, dapat sahaja itu darah korban atau dapat sahaja mencurahkan roh. Dan ini menggambarkan tindakan melepaskan beban secara total. Tiada yang ditahan. Isi hati atau 'left' di dalam budaya Ibrani ini adalah pusat fikiran. Ini adalah emosi dan juga kehendak. Jadi mencurahkan hati di sini bermakna bahawa seluruh masalah hidup kita, seluruh keraguan, ketakutan, kemarahan, kebingungan, ataupun apa yang kita hadapi, kita serahkan itu kepada Tuhan. Dan ini berbeza dengan doa yang formal dan kaku. Tuhan tidak meminta kita tampil rapi, tetapi Dia mengundang kita untuk mencurahkan segalanya di hadapan Tuhan.
Yang ketiga, frasa tempat perlindungan di sini juga dapat diterjemahkan benteng atau tempat bersembunyi. Tetapi ini bukan tempat sekadar persembunyian yang pasif. Ini adalah benteng yang aktif melindungi daripada serangan. Secara teologis ini berbicara tentang Allah sebagai benteng dan tempat perlindungan. Allah adalah tempat perlindungan dan ini memberikan jaminan bahawa di tengah badai kehidupan ada satu tempat di mana jiwa kita aman, tidak digoyahkan oleh ancaman luaran mahupun dalaman.
Di dalam buku Prayer halaman 10 di sana Ellen White mengatakan, "Semoga kita tetap dekat dengan Tuhan sehingga dalam setiap cobaan yang tidak terduga, fikiran kita akan tertuju kepada-Nya secara semula jadi seperti bunga yang tertuju pada matahari." Buku Steps to Christ halaman 12 mengatakan, "Anda dapat berlindung ke tempat rahsia yang maha tinggi. Lengan-Nya yang kekal akan selalu melindungi Anda."
Sekarang kita masuk pada pokok pembahasan Elia berdoa di tengah krisis. Menurut konteks pelajaran hari Minggu, siapa Elia dan apa krisis yang dihadapinya?
Elia menurut satu Raja-raja 17 adalah seorang yang berasal dari Tisbe di Gilead yang dipanggil Allah menjadi nabi-Nya untuk memanggil bangsa Israel kembali kepada penyembahan yang benar di tengah kemurtadan dan penyembahan berhala pada zaman Raja Ahab dan juga Ratu Izebel. Erti nama-Nya sendiri ialah Yahwe adalah Allahku dan Elia merupakan salah satu nabi terbesar dalam Alkitab. Dua Raja-raja pasal 2 ayat 1 hingga 11 memberikan gambaran bagaimana Tuhan mengangkat Elia hidup-hidup ke syurga. Maleakhi 4 ayat 5 juga menubuatkan bahawa Allah akan mengutus Nabi Elia menjelang hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu. Kemudian pada peristiwa Yesus dimuliakan di atas gunung, Matius 17 ayat 3 memberikan informasi bahawa Musa dan Elia tampak berbicara dengan Yesus.
Nah, mengenai krisis yang terjadi, Alfa Omega jilid 3 halaman 88 katakan bahawa sejak kematian Yerobeam hingga munculnya Elia di hadapan Ahab, orang-orang Israel menderita kemerosotan yang terus-menerus. Halaman 93 katakan, "Pengaruh yang merosakkan dalam pemerintahan Ahab membawa Israel jauh tersesat daripada Allah dan bayangan gelap kemurtadan menudungi seluruh negeri itu." Praktik penyembahan berhala ada di mana-mana. Halaman 94 katakan, "Begitulah kemuliaan Israel lenyap. Belum pernah umat pilihan Allah jatuh sedemikian hinanya dalam kemurtadan." Kemudian Seventh-day Adventist Bible Commentary jilid 2 halaman 811 hingga 813 katakan bahawa Elia muncul sebagai seorang yang membawa pekabaran mendesak daripada Allah. Saat itu adalah masa krisis. Dosa telah merajalela di negeri itu dan jika tidak dihentikan akan segera menyeret semua orang dalam kehancuran yang tragis. Inilah gambaran krisis yang dihadapi oleh Elia pada waktu itu.
Bagaimana kehidupan spiritual Elia? Mengapa Elia berdoa? Dan apa isi doa-Nya di saat krisis? Alfa Omega jilid 3 halaman 97 memberikan gambaran tentang kehidupan spiritual Elia. Ia adalah seorang yang setia dan selalu berdoa. Tinggal jauh sekali daripada kota yang ramai serta tidak menjawat suatu kedudukan yang tinggi dalam hidupnya. Elia mendedikasikan diri-Nya untuk menjalankan maksud Allah. Perkataan oleh iman yang berkuasa ada pada bibir-Nya dan seluruh hidup-Nya telah dibaktikan kepada pekerjaan pembaharuan. Pekabaran-Nya laksana minyak Gilead bagi jiwa-jiwa yang sakit dosa daripada semua orang yang ingin disembuhkan.
Mengapa dia berdoa di tengah krisis? Alfa Omega jilid 3 halaman 97 hingga 98. Elia berdoa kerana jiwa-Nya tertekan melihat Israel semakin tenggelam ke dalam penyembahan berhala. Dan dikatakan ia memandang kemurtadan ini dengan sedih dan duka. Dengan menderita tekanan batin ia memohon kepada Allah untuk menghukum bangsa itu di jalan mereka yang jahat agar mereka dapat dituntun untuk melihat di dalam terang yang benar perpisahan mereka daripada syurga. Ia rindu melihat mereka dibawa kepada pertobatan sebelum mereka melangkah lebih jauh dalam perbuatan jahat.
Nah, salah satu doa Elia dalam krisis rohani dan kemurtadan yang merajalela ialah memohon Allah untuk tidak menurunkan hujan. Alasan-Nya menurut Alfa Omega jilid 3 halaman 98 adalah kerana para penyembah Baal percaya bahawa embun dan hujan bukanlah berasal daripada Tuhan melainkan berasal daripada tenaga-tenaga alam. Itulah sebabnya kepada suku-suku Israel yang murtad termasuk Raja Ahab harus ditunjukkan hasil kebodohan bersandar pada kuasa Baal demi berkat-berkat yang tidak pasti. Dan dikatakan bahawa hingga pada saat mereka kembali pada Allah dengan pertobatan dan mengenal-Nya sebagai sumber segala berkat, maka tidak akan turun hujan atau embun ke atas negeri itu. Yakobus 5 ayat 17 hingga 18 katakan, "Elia adalah manusia biasa sama seperti kita. Dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa supaya hujan jangan turun dan hujan pun tidak turun di bumi selama 3 tahun dan 6 bulan." Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.
Sekarang apa yang terjadi di Gunung Karmel dan mengapa Gunung Karmel? Pusat pertunjukan kuasa Allah sehubungan dengan doa Elia terjadi di Gunung Karmel di mana di hadapan Ahab Elia meminta agar semua orang Israel beserta nabi-nabi Baal dan Asytoret berkumpul di sana. Mengapa harus Gunung Karmel? Kerana Gunung Karmel dulunya adalah simbol keindahan di mana di salah satu puncak tertingginya terdapat mezbah Tuhan yang telah hancur. Di sana kini berdiri mezbah penyembahan kepada Baal dan Asyera.
Nah, Alfa Omega jilid 3 halaman 119 katakan bahawa Gunung Karmel dapat dilihat dari jauh di negeri itu dan tingginya dapat terlihat dari pelosok-pelosok kerajaan Israel. Di kaki gunung itu, orang dapat melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi di atas. Allah benar-benar dihina oleh penyembahan berhala di lereng gunung itu yang ditutupi oleh hutan. Itulah sebabnya Elia memilih tempat ketinggian yang mencolok mata ini untuk menunjukkan kuasa Allah dan untuk mempertahankan kebesaran nama-Nya. Jadi Elia berdiri sebagai satu-satunya orang yang muncul untuk mempertahankan kebesaran Tuhan berhadap-hadapan dengan Raja Ahab dan nabi-nabi palsu serta dikelilingi oleh wakil-wakil Israel. Namun malaikat-malaikat syurga berpasukan mengelilingi Dia dan menjaga-Nya. Elia tidak gentar dan takut berdiri dengan penuh kesedaran untuk menjalankan tugas yang diperintahkan Allah.
Ia kemudian menantang para nabi Baal untuk mempersembahkan korban dan memanggil Allah mereka. Satu Raja-raja 18 ayat 26 katakan bahawa mereka mengambil lembu yang diberikan kepada mereka, mengolahnya dan memanggil nama Baal dari pagi hingga tengah hari. Kata mereka, "Ya Baal, jawablah kami." Tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab. Mereka terus melakukannya. Namun ayat 29b katakan, "Tidak ada yang menjawab, tidak ada perhatian." Kemudian tibalah giliran Elia berdoa. Elia berkata dalam satu Raja-raja 18 ayat 37, "Jawablah aku ya Tuhan, jawablah aku supaya bangsa ini mengetahui bahawa Engkaulah Allah, ya Tuhan dan Engkaulah yang membuat hati mereka taubat kembali."
Nah, bagaimana sikap Elia dalam berdoa dan adakah doa Elia di tengah krisis itu dijawab serta apa dampaknya? Alfa Omega jilid 3 halaman 123 gambarkan bahawa sikap Elia dalam berdoa yang pertama ialah dia memperbaiki dulu mezbah Tuhan yang sudah hancur di Gunung Karmel itu. Dikatakan bagi-Nya tumpukan reruntuhan ini lebih berharga daripada semua mezbah kafir yang teramat mulia itu. Ia kemudian mendirikan batu-batu menjadi mezbah demi nama Tuhan. Dan yang kedua, Elia dengan tenang mempersiapkan korban bakaran, persembahan bagi Tuhan di atas mezbah itu. Elia kemudian mengajak orang-orang Israel untuk mendekat, iaitu merendahkan hati serta berbalik kepada Allah. Yang ketiga, sikap doa Elia adalah sederhana, namun dengan iman dan penuh keyakinan. Dikatakan di halaman 124 Alfa Omega jilid 3. Elia berdoa dengan sederhana dan sungguh-sungguh memohon kepada Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya atas Baal supaya orang Israel dapat dipimpin berbalik kepada-Nya.
Nah, doa-Nya dijawab oleh Tuhan. Sebab dikatakan tidak berapa lama setelah doa Elia, Tuhan menjawab doa-doa-Nya. Satu Raja-raja 18 ayat 38. Lalu turunlah api Tuhan menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu, dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilat-Nya.
Sekarang apa dampaknya? Orang-orang menjadi takut dan tidak berdaya di hadapan hadirat Allah yang tidak kelihatan itu. Mereka takut jangan-jangan api daripada Tuhan akan membakar mereka juga. Dan akhirnya satu Raja-raja 18 ayat 39 katakan bahawa ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata, "Tuhan dialah Allah. Tuhan dialah Allah." Mereka sedar akan betapa besarnya pendurhakaan mereka kepada Allah dalam penyembahan kepada Baal. Dan Alfa Omega jilid 3 halaman 125 kembali katakan, "Mereka mengetahui keadilan dan kemurahan Allah dalam menahan hujan dan embun sehingga mereka dibawa untuk mengakui nama-Nya." Kini mereka siap menerima bahawa Allah Elia adalah di atas setiap berhala.
Bagaimana kehidupan spiritual Elia sesudah doa-Nya dijawab? Mengapa ia kemudian menjadi takut serta kecewa? Dan apa respons atau reaksi Allah terhadap ketakutan dan kekecewaan Elia? 1 Raja-raja 19 ayat 1 hingga 3 merupakan titik balik yang menceritakan kelemahan manusiawi Elia. Setelah apa yang terjadi di Gunung Karmel, Izebel menyuruh seorang suruhan untuk menyampaikan ancaman akan membunuh Elia. Dan ayat 3 bahagian A katakan, "Maka takutlah ia Elia lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawa-Nya." Ia sesaat kehilangan pegangan iman melupakan semua yang Tuhan telah nyatakan. Ayat 4 katakan bahawa ia takut dan kecewa lantas memohon agar ia mati sahaja.
Sekarang bagaimana reaksi Allah terhadap goncangan iman Elia? Allah tidak marah dan meninggalkan Elia saat itu. Justru ayat 5 dan 6 memberikan gambaran menarik tentang kasih kurnia Allah dan panjang sabar-Nya bahawa Allah justru menyiapkan makanan untuk Elia yang cukup bagi-Nya untuk 40 hari dan 40 malam. Alfa Omega jilid 3 halaman 137 katakan, "Nabi yang lelah dan putus asa itu tidak dibiarkan bergumul sendiri dengan kuasa-kuasa kegelapan yang sedang menindas-Nya." Allah mendatangi hamba-Nya yang terkena cobaan itu dan melalui percakapan dengan Allah, Elia pada akhirnya dikuatkan untuk memahami dan menjalankan seluruh kehendak Allah. Terima kasih, Pendeta.
Selanjutnya kita melihat tema ketika doa terasa tidak dijawab. Bagaimana Alkitab menggambarkan pengalaman daripada seorang yang nama-Nya Hana dalam menghadapi doa yang tampaknya belum dijawab dan bagaimana hasil akhirnya? Sekarang mari kita lihat dulu keadaan Hana. Hana sangat sedih kerana dia mandul. 1 Samuel 1 ayat 6 hingga 7. Lalu kemudian dia datang kepada Tuhan dengan tangisan dan doa yang sungguh-sungguh. 1 Samuel 1 ayat 10. Isi daripada doa Hana adalah dia memohon seorang anak lelaki lalu dia bernazar menyerahkan-Nya kepada Tuhan. Nah, respons awal untuk waktu yang lama tampaknya Allah berdiam diri dan tidak menjawab, tetapi Hana tetap datang kepada Allah dengan iman dan dengan ketekunan. Akhirnya hari itu tiba. Allah akhirnya memberikan Samuel pada waktu-Nya Tuhan sendiri. 1 Samuel 1 ayat 19 hingga 20. Jadi pelajaran-Nya adalah Allah mendengar doa umat-Nya meskipun jawapan-Nya tidak selalu segera.
Bagaimana kita memahami janji doa dalam Alkitab ketika doa tampaknya tidak dijawab sesuai dengan harapan kita. Mari kita lihat janji doa. Dalam Matius 7 ayat 7 dikatakan, "Mintalah maka akan diberikan kepada kamu." 1 Yohanes 5 ayat 14-15 dikatakan doa itu harus sesuai dengan kehendak Allah. Nah, ada prinsip teologis bahawa Allah itu bukan mesin pengabul permintaan, tetapi Dia adalah Bapa yang bijaksana. Ia melihat 'the big picture', gambaran besar yang tidak selalu dapat difahami oleh kita manusia. Roma 8 ayat 28.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi doa. Faktor yang pertama adalah kehendak Allah. Kehendak Allah itu lebih tinggi daripada kehendak kita manusia. Yang kedua adalah motivasi hati. Mengapa doa yang egois tidak berkenan di hadapan Allah? Yakobus 4 ayat 3. Yang ketiga, ada dosa yang terus dipertahankan. Dosa ini menghambat relasi dengan Allah. Mazmur 66 ayat 18. Lalu yang keempat adalah faktor iman dan ketekunan. Allah menghendaki kebergantungan yang terus-menerus. Dan yang kelima adalah faktor sikap hati. Kerendahan hati membuka jalan bagi kasih kurnia. Yakobus 4 ayat 6.
Ada contoh di dalam Alkitab iaitu Rasul Paulus. Kita tahu bahawa Allah tidak mengangkat duri dalam daging-Nya, tetapi Allah memberi jawapan yang lebih dalam. Cukuplah kasih kurnia-Ku bagi kamu. 2 Korintus 12 ayat 9. Jadi sebenarnya ini menjawab keberatan bahawa kalau Allah baik mengapa doa tidak selalu dikabulkan? Jawapan-Nya adalah kerana kasih Allah bukan sekadar memberi apa yang kita mahu tetapi apa yang benar-benar terbaik di dalam hidup kita. Jadi pelajaran ini menjawab tuduhan bahawa doa kita itu sia-sia. Tidak. Alkitab menunjukkan bahawa doa itu membentuk karakter dan memperdalam hubungan kita dengan Allah. Respons kita terhadap doa yang tertunda sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita memandang Allah. Kalau kita melihat Allah penuh kasih, kalau kita melihat Allah penuh bijaksana, maka kita akan tetap percaya walaupun kita harus menunggu.
Pertanyaan selanjutnya, apa yang dapat kita lakukan secara praktis ketika kita merasa doa kita belum dijawab oleh Allah? Yang pertama tetap datang kepada Allah. Curahkan isi hati kita kepada-Nya. Mazmur 62 ayat 9. Jangan berhenti berdoa. 1 Tesalonika 5 ayat 17. Lalu periksa hati kita, evaluasi motivasi dan sikap diri kita. Lalu bertaubat kalau sekiranya ada dosa yang belum diserahkan. Berpegang terus pada firman Tuhan. Tinggal di dalam Kristus dan firman-Nya. Yohanes 15 ayat 7. Lalu ingat janji dan kesetiaan Allah di masa lalu. Belajar percaya di dalam masa penantian. Menunggu bukan bermakna kita sudah ditolak. Penantian ini dapat memperdalam iman dan kebergantungan kita kepada Tuhan. Lalu yang berikut, mungkin kita perlu mengampuni orang lain oleh kerana ada hati yang belum bersih sehingga doa belum dijawab. Lalu fokus pada karakter Allah. Kemudian praktik nyata, mari kita mencuba menulis jurnal doa untuk melihat bagaimana Allah bekerja dari waktu ke waktu. Lalu kemudian bersyukur. Bahkan sebelum jawapan doa itu terlihat, kita tetap harus selalu bersyukur kepada Allah.
Ellen White dalam Conflict and Courage halaman 228 mengatakan, "Rencana kita tidak selalu sama dengan rencana Tuhan. Dalam kasih dan perhatian-Nya yang penuh kasih kepada kita, sering kali Dia lebih memahami kita daripada kita memahami diri kita sendiri." Menolak untuk membiarkan kita secara egois mengejar pemenuhan ambisi kita sendiri. Banyak hal yang Dia minta kita serahkan kepada-Nya. Tetapi dengan melakukan hal ini, kita hanyalah melepaskan apa yang menghalangi kita dalam perjalanan menuju syurga. Di kehidupan yang akan datang, misteri-misteri yang di sini telah mengganggu dan mengecewakan kita akan dijelaskan. Kita akan melihat bahawa doa-doa kita yang tampaknya tidak terjawab dengan harapan-harapan yang pupus itu sebenarnya termasuk di antara berkat-berkat yang terbesar kita.
Kita tiba pada pokok diskusi mengenai Yesus mengajarkan kita bagaimana berdoa. Nah, mungkin kita bertanya, apa perbezaan doa yang sederhana dengan doa yang panjang? Nah, doa mana yang berharga di telinga Tuhan?
Yang pertama, doa yang panjang belum tentu lebih berharga jika motivasi-Nya adalah untuk pamer kesalehan di hadapan orang lain. Ini juga seperti yang dikritik Yesus di dalam Matius pasal 6 ayat 5. Doa semacam ini fokus pada penampilan dan kata-kata yang indah. Sebaliknya, doa yang sederhana berharga kerana lahir dari kejujuran hati yang tulus. Dan Tuhan tidak menilai doa berdasarkan durasi ataupun kosa kata yang rumit, tetapi berdasarkan kebenaran di dalam batin. Mazmur pasal 51 ayat 8.
Kemudian yang kedua, Yesus memperingatkan agar kita tidak bertele-tele seperti orang yang tidak mengenal Allah. Seolah-olah Dia mendengar kerana kita banyak berbicara. Matius pasal 6 ayat 7. Doa panjang sering kali terjebak dalam pengulangan kata-kata yang hampa. Sementara doa yang sederhana seperti doa pemungut cukai, dia berdoa, "Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa." Lukas 18 ayat 13. Ini adalah doa yang langsung pada inti permasalahan. Ya, ada pengakuan dosa, ada permohonan kasih kurnia di sana. Jadi, secara teologis Allah sudah tahu apa yang kita perlukan sebelum kita minta. Matius 6 ayat 8. Jadi nilai doa bukan pada bagaimana cara kita memberikan informasi kepada Tuhan, tetapi bagaimana kita menyatakan kebergantungan kita kepada Tuhan.
Kemudian yang ketiga perlu dicatat bahawa Yesus sendiri kadang berdoa semalaman suntuk. Doa yang sangat panjang. Lukas pasal 6 ayat 12. Jadi doa panjang bukanlah masalah jika lahir dari kerinduan intim untuk bersekutu dengan Bapa. Masalahnya di sini adalah ketika panjangnya doa itu digunakan untuk memanipulasi rohani. Doa yang berharga di telinga Tuhan adalah doa yang bersifat hubungan. Baik itu singkat di tengah kesibukan ataupun panjang di tengah malam pada saat kita sendiri. Selama doa tersebut menghubungkan hati kita dengan hati Allah maka doa itu berharga di telinga Tuhan.
Di dalam buku Prayer halaman 60, Ellen White mengatakan, "Doa yang paling indah sekalipun hanyalah kata-kata kosong jika tidak mengungkapkan perasaan hati yang sebenarnya. Tetapi doa yang berasal dari hati yang tulus ketika keperluan sederhana jiwa diungkapkan, inilah doa iman." Tuhan tidak menginginkan pujian seremonial kita, tetapi seruan hati yang tidak terucap yang hancur dan tertunduk kerana kesedaran akan dosa dan kelemahan yang mendalam. Menemukan jalan-Nya kepada Bapa segala belas kasihan.
Nah, mari kita lihat pertanyaan selanjutnya. Mengapa kita harus memanggil Allah sebagai Bapa di dalam doa kita?
Yang pertama, memanggil Allah sebagai Bapa adalah hak istimewa yang diberikan kepada mereka yang telah diadopsi menjadi anak-anak Allah melalui iman kepada Kristus. Galatia pasal 4 ayat 6. Jadi, ini bukan sekadar gelaran hormat, tetapi ini adalah sebuah pernyataan hubungan darah secara rohani.
Kemudian yang kedua, di dalam budaya kuno, mendekati raja yang agung itu sangat menakutkan dan penuh dengan protokol yang ketat. Tetapi dengan menyebut Tuhan sebagai Bapa, Yesus meruntuhkan tembok ketakutan itu. Kita dapat datang dengan segala kelemahan, kegagalan, dan keperluan kita tanpa takut ditolak. Kerana seorang bapa yang baik tidak menolak anak-Nya yang datang meminta roti. Matius 7 ayat 9 hingga 11. Kita diterima kerana kita adalah anak-anak Allah, bukan kerana seberapa hebat kita di dalam prestasi pelayanan kita.
Kemudian yang ketiga, memanggil Allah sebagai Bapa ini juga bermakna kita mengakui otoriti Allah sebagai kepala keluarga ilahi. Seorang anak yang baik menghormati bapa-Nya dan ingin meniru karakter-Nya. Jadi doa Bapa kami mengandung komitmen untuk hidup selaras dengan nilai-nilai kerajaan atau keluarga kerajaan syurga. Kita meminta kekuatan untuk menjadi serupa dengan Bapa di dalam karakter Allah.
Di dalam Prayer halaman 290, Ellen White mengatakan, "Yesus mengajarkan kita untuk menyebut Bapa-Nya sebagai Bapa kita." Ia tidak malu menyebut kita saudara. Ibrani 2 ayat 11. begitu siap dan begitu bersemangatnya hati Juru Selamat untuk menyambut kita sebagai anggota keluarga Allah. Sehingga dalam kata-kata pertama yang harus kita gunakan ketika mendekati Allah, Ia menempatkan jaminan hubungan ilahi kita, Bapa Kami.
Nah, mungkin kita bertanya, apa erti doa yang mengatakan jangan membawa kami dalam pencobaan? Adakah Tuhan membawa kita ke dalam pencobaan? Nah, mari kita lihat.
Yang pertama, kata Yunani perasmos dapat bermakna ujian atau godaan. Nah, di dalam konteks doa ini kita tidak meminta agar terhindar daripada segala kesulitan hidup, tetapi kita berdoa agar tidak dibawa ke dalam situasi pencobaan atau situasi di mana kita mungkin tergoda untuk jatuh dalam dosa dan murtad.
Kemudian yang kedua, Alkitab dengan tegas berkata dalam Yakobus pasal 1 ayat 13, "Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata, "Pencobaan ini datang daripada Allah, sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat dan Ia sendiri tidak mencobai sesiapa pun."" Jadi jelas doa ini bukan menyatakan jika Allah yang memberikan cobaan atau permintaan agar Tuhan mengubah sifat-Nya. Melainkan ayat ini atau doa ini adalah pengakuan manusia akan kelemahan dirinya sendiri. Dan dia mengaku bahawa dia mudah untuk jatuh di dalam dosa jika tanpa Tuhan.
Kemudian yang ketiga, frasa tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. Di sini menjelaskan maksud sebelumnya. Kita meminta Tuhan untuk menjadi penjaga kehidupan kita. Kita sedar bahawa iblis sementara berkeliling seperti singa yang mengaung-ngaung. 1 Petrus 5 ayat 8. Mencari siapa yang dapat ditelannya. Dan doa ini adalah proklamasi kebergantungan kepada Allah.
Di dalam Prayer halaman 300 dikatakan godaan adalah bujukan untuk berbuat dosa. Dan ini bukan berasal daripada Allah melainkan daripada syaitan dan daripada kejahatan hati kita sendiri. Terima kasih, Pendeta.
Kita tiba pada pokok pembahasan pujian, pengakuan, permohonan, ucapan syukur. Apa latar belakang format doa pujian, pengakuan, permohonan, dan ucapan syukur? Ini adalah pola atau struktur doa yang sebenarnya diajarkan oleh Yesus untuk kita ikuti.
Pertama-tama dalam Matius 6 ayat 5, Yesus menekankan untuk jangan berdoa seperti orang-orang munafik, iaitu hanya untuk dilihat orang. Yesus katakan dalam Matius 6 ayat 6, "Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamar kamu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapa kamu yang ada di tempat tersembunyi, maka Bapa kamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepada kamu." Doa harus menjadi pengalaman peribadi terhubung dengan Allah.
Kemudian yang kedua, Yesus tekankan di ayat yang ketujuh jangan berdoa seperti orang yang tidak mengenal Allah dengan cara bertele-tele dalam doa-Nya dan terlalu banyak kata-kata. Sebab ayat 8 katakan bahawa Allah tahu apa sahaja yang kita perlukan. Seventh-day Adventist Bible Commentary jilid 5 halaman 345. Doa bukanlah memberikan informasi kepada Allah mengenai hal-hal yang tidak Dia ketahui dan juga tidak dimaksudkan sebagai cara untuk membujuk-Nya melakukan sesuatu yang tidak ingin Dia lakukan. Doa menghubungkan kita dengan yang maha tahu dan menata kehendak kita agar secara efektif dapat selaras dengan kehendak-Nya.
Nah, setelah menekankan dua hal ini, Yesus berkata di ayat yang ke-9 bahagian A, "Kerana itu berdoalah demikian." Iaitu doa yang kita kenal dengan doa Bapa Kami di ayat 9 hingga 13. "Bapa kami yang di syurga, dikuduskanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di syurga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Dan jangan membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. Kerana Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin." Seventh-day Adventist Bible Commentary jilid 5 halaman 345 hingga 346 menyatakan bahawa doa ini tidak harus diikuti secara persis kata per kata-Nya, namun Yesus memberikan teladan atau suatu pola atau struktur dalam doa yang berisi pujian, pengakuan, permohonan, dan ucapan syukur. atau dengan kata lain adalah model yang di dalamnya ada 'adoration', 'confession', 'supplication', dan juga 'thanksgiving'. Nah, pola doa seperti ini juga tergambar jelas dalam kitab Mazmur di mana ada kerinduan untuk memuji dan memuliakan Allah, mengakui dan memohon ampun dosa, mengutarakan segala permohonan, lalu ditutup dengan ucapan syukur.
Sekarang bagaimana dengan format yang ada di dalam doa Daniel? Dalam Daniel 9 ayat 4 hingga 19, kita dapat menemukan pola yang serupa. Di ayat 4, Daniel berkata dalam doa-Nya, "Ah, Tuhan Allah yang maha besar dan dahsyat yang memegang perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu." Daniel melanjutkan doa-Nya dengan pengakuan akan dosa peribadi, keluarga, dan juga bangsanya memohon Tuhan menunjukkan kemurahan untuk mengampuni dosa-dosa mereka. Di dalam doa-Nya ada permohonan dan ucapan syukur. Ayat 18 dan 19. "Ya Allahku, arahkanlah telinga-Mu dan dengarlah. Bukalah mata-Mu dan lihatlah kebinasaan kami dan kota yang disebut dengan nama-Mu. Sebab kami menyampaikan doa permohonan kami ke hadapan-Mu bukan berdasarkan jasa-jasa kami, tetapi berdasarkan kasih sayang-Mu yang berlimpah-limpah. Ya Tuhan, dengarlah. Ya Tuhan ampunilah. Ya Tuhan perhatikanlah. Dan bertindaklah dengan tidak bertangguh oleh kerana Engkau sendiri Allahku, sebab kota-Mu dan umat-Mu disebut dengan nama-Mu."
Nah, bagaimana aturan dalam format doa ini? Yang pertama, pujian dan penyembahan. Pujian dalam doa adalah tindakan memuliakan Allah kerana siapa Dia? Kudus, penuh kasih, berkuasa, setia, dan benar. Pujian tidak berfokus pada keperluan manusia, tetapi pada kebesaran Allah sendiri. mengagungkan nama Tuhan dan mengakui Dialah yang berkuasa atas segala sesuatu. Menyebutkan sifat-sifat Allah, kasih, kuasa-Nya, kesetiaan, serta kemurahan-Nya. Memuji Allah dengan kata-kata mazmur ataupun nyanyian rohani.
Yang kedua, pengakuan. Pengakuan dosa adalah keterbukaan hati di hadapan Allah dengan mengakui kesalahan, dosa, dan kelemahan serta memohon pengampunan-Nya. datang dengan kerendahan hati dan kejujuran, menyebutkan dosa secara peribadi dan spesifik kepada Allah, memohonkan kemurahan-Nya untuk pengampunan dan mengklaim janji firman-Nya untuk pengampunan dosa. Seperti dalam 1 Yohanes 1 ayat 9 atau Mazmur 51 ayat 1 hingga 4. Dan juga disertai dengan komitmen untuk bertaubat serta memohon kuasa untuk berubah dan tidak melakukannya lagi. Yakobus 5 ayat 16. "Kerana itu hendaklah kamu saling mengaku dosa kamu dan saling mendoakan supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar. Bila dengan yakin didoakan sangat besar kuasa-Nya."
Yang ketiga, permohonan. Permohonan adalah menyampaikan keperluan, kerinduan dan harapan kepada Allah serta memohon pertolongan-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Bagaimana melakukannya? Meminta dengan iman dan kerendahan hati. Memohon sesuai dengan kehendak Tuhan. Bukan sekadar keinginan peribadi dan percaya bahawa Allah mendengar serta menjawab doa. Juga kita dapat klaim janji-janji firman-Nya bahawa Ia mendengar dan menjawab doa seperti yang tercatat di dalam Matius 7 ayat yang ke-7.
Dan yang terakhir yang keempat ucapan syukur. Ucapan syukur adalah ungkapan terima kasih kepada Allah atas kasih pemeliharaan pengampunan, dan berkat-berkat-Nya juga kepastian akan jawapan doa-Nya. Mazmur 107 ayat 1, "Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik." Mazmur 95 ayat 2, "Dengan nyanyian syukur masuklah ke hadapan-Nya." Filipi 4 ayat 6, "Janganlah hendaknya kamu khuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginan kamu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."
Sekarang apa dampak nyata format doa ini? Yang pertama, saudara-ku, kita dituntun pada pemahaman bahawa doa bukanlah hanya berisi permintaan, tetapi juga pujian, pengakuan, dan ucapan syukur. Yang berikutnya kita dibawa pada kualiti doa yang intim dengan Allah. Bercakap-cakap dengan-Nya seperti kepada seorang sahabat, mencurahkan isi hati kita kepada Allah. Kebahagiaan Sejati halaman 87. "Doa adalah membuka hati kepada Allah seperti kepada seorang sahabat. Doa itu perlu bukan kerana supaya Allah mengetahui apa kita sebenarnya, melainkan untuk menyanggupkan kita menerima Dia. Doa bukanlah membawa Allah turun kepada kita, melainkan membawa kita kepada-Nya."
Selanjutnya kita melihat pertanyaan-pertanyaan lain mengenai doa. Menurut pelajaran dan ayat-ayat Alkitab di pelajaran hari Khamis, apa sahaja alasan mengapa orang percaya tetap perlu berdoa meskipun Allah sudah mengetahui segala sesuatu? Nah, mari kita lihat. Allah memang maha mengetahui. Allah mengetahui keperluan dan isi hati manusia. Menurut Mazmur 139 ayat 1 hingga 4. Tetapi doa tetap diperlukan minimal oleh kerana lima alasan. Yang pertama, doa membawa manusia mendekat kepada Allah. Yang kedua, doa menolong manusia mengakui bahawa kita itu betul-betul bergantung sepenuhnya kepada-Nya. Yang ketiga, doa membuka hati kita untuk menerima pengutusan dan pekerjaan Allah. Yang keempat, doa memberi ruang bagi Roh Kudus untuk menjadi pengantara kita. Roma 8 ayat 26 hingga 27. Dan yang terakhir, doa itu menjaga hubungan peribadi kita dengan Allah.
Ada beberapa jenis doa yang disebutkan. Contohnya doa peribadi Matius 6 ayat 6. Ada juga doa keluarga atau kelompok kecil. Matius 18 ayat 20, Kisah 12 ayat 12. Juga ada doa di tengah-tengah jemaah. Doa jemaah iaitu contohnya Yakobus 5 ayat 13 hingga 16. Di dalam pelajaran ini kita juga dihimbau untuk mendengarkan suara Allah. Pertanyaan-Nya, bagaimana cara kita mendengarkan suara Allah? Yang pertama melalui firman-Nya. terlebih adalah kita belajar Alkitab kerana Allah berbicara melalui firman-Nya. Lalu yang berikut dalam waktu teduh di mana kita mengkombinasikan antara doa dan baca Alkitab. Di waktu teduh inilah Allah berbicara kepada kita.
Apa hubungan antara doa iman dan kehendak Allah? Doa dan iman tidak dapat dipisahkan. Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Menurut Ibrani 11 ayat 6, doa harus disertai dengan keyakinan bahawa Allah itu kasih sesuai dengan karakter-Nya. Lalu bagaimana iman dalam doa? Percaya bahawa Allah itu mendengar dan Dia bekerja. Markus 11 ayat 24. Iman bukan memaksa Allah, tetapi percaya kepada kehendak-Nya. Kehendak Allah itu sebagai pusat doa. Doa harus sesuai dengan kehendak Allah. 1 Yohanes 5 ayat 14. Dan Yesus sendiri mengajarkan, jadilah kehendak-Mu. Matius 6 ayat 10. Tetapi harus berawas-awas dengan yang nama-Nya kesombongan rohani. Merasa bahawa kita sudah cukup menghalangi kehidupan berdoa kita. Manusia memerlukan Allah itu setiap saat. Yesaya 44 ayat 3.
Bagaimana hubungan antara doa dan Alkitab? Allah berbicara melalui Alkitab. Dan doa tanpa Alkitab, tanpa firman dapat menjadi hanya mengikuti fikiran kita sendiri. Jadi pertanyaan-Nya, kalau Allah tahu segalanya, mengapa harus berdoa? Jawapan-Nya adalah kerana doa bukan mengubah pengetahuan Allah, tetapi mengubah kita manusia. Doa itu menjawab kesalahfahaman tentang iman. Iman itu bukan kekuatan mental untuk memaksa Tuhan melakukan mukjizat, tetapi iman adalah percaya pada karakter dan kehendak Allah.
Pertanyaan praktis selanjutnya, bagaimana kita dapat mengembangkan kehidupan doa yang seimbang dan sihat secara praktis? Yang pertama membangun waktu doa peribadi, menyediakan waktu khusus. Yang kedua, gabungkan doa dengan pembacaan Alkitab. Yang ketiga, belajar mendengarkan suara Allah. Membaca firman dengan hati yang terbuka. Yang ketiga, berdoa dalam komuniti. Berdoa bersama dengan keluarga, berdoa bersama dengan kelompok kecil, berdoa bersama dengan jemaah. Lalu yang berikut, latih iman kita. Walaupun doa belum dijawab sesuai dengan yang kita mahu, tetapi tetap percaya. Lalu kemudian jaga kerendahan hati. Kalau kita rendah hati, maka kita akan terus-menerus datang kepada Allah.
Sehubungan dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak dijawab dalam doa kita, Ellen White mengatakan dalam buku Prayer halaman 110, "Ada janji-janji berharga dalam kitab suci bagi mereka yang menanti-nantikan Tuhan." Kita semua menginginkan jawapan seketika atas doa-doa kita dan tergoda untuk putus asa jika doa kita tidak segera dijawab. Namun pengalaman saya telah mengajarkan bahawa ini adalah kesalahan besar. Penantian itu justru untuk kebaikan kita sendiri. Kita diberi kesempatan untuk melihat adakah iman kita sejati dan tulus ataukah berubah-ubah seperti gelombang laut. Kita harus mengikat diri kita pada mezbah dengan tali iman dan kasih yang kuat dan membiarkan kesabaran melakukan pekerjaan-Nya dengan sempurna. Iman diperkuat melalui latihan yang terus-menerus. Penantian ini tidak bermakna bahawa kerana kita meminta Tuhan untuk menyembuhkan tidak ada yang perlu kita lakukan. Sebaliknya kita harus memanfaatkan sebaik-baiknya sarana yang telah disediakan Tuhan dalam kebaikan-Nya untuk memenuhi keperluan kita.
Kita tiba pada pendalaman. Mengapa kita harus fokus kepada Yesus? bukan pada diri sendiri saat berdoa. Yang pertama, Yesus adalah Yesus yang mengubah hidup. Sedangkan kekuatan diri kita tidak dapat mengubah apa-apa. Perubahan hidup tidak terjadi kerana kita berusaha lebih keras, tetapi itu terjadi kerana kita dekat dengan Yesus. Semakin kita memandang kepada kasih Yesus, pengorbanan Yesus, dan kehidupan Yesus, maka semakin Roh Kudus akan membentuk kita menjadi seperti Yesus. Fokus kepada diri sendiri hanya membuat kita lelah, tetapi fokus kepada Yesus memberi kuasa untuk berubah.
Yang kedua, fokus pada diri membuat kita jatuh. Fokus pada Yesus memberi harapan. Kadang-kadang saat kita melihat Yesus atau saat kita melihat Yesus, kita akan belajar rendah hati sekaligus kita akan belajar tentang pengharapan. Kita sedar kita berdosa, tetapi kita juga percaya bahawa ada kasih kurnia yang dapat memberikan kita kekuatan.
Nah, kemudian yang ketiga, Yesus membuka jalan supaya doa kita didengar. Kita dapat datang kepada Allah dengan berani bukan kerana kita baik, tetapi kerana Yesus menjadi pengantara kita. Berdoa dalam nama Yesus bermakna percaya bahawa kita diterima oleh Bapa kerana Kristus. Kerana itu kita tidak perlu takut ataupun ragu saat kita berdoa.
Di dalam Prayer halaman 219 dikatakan berdoa dalam nama Yesus lebih daripada sekadar menyebut nama itu di awal atau di akhir doa. Itu bermakna berdoa dalam fikiran dan Roh Yesus sambil kita percaya pada janji-janji, mengandalkan kasih kurnia-Nya dan mengerjakan pekerjaan-Nya.
Nah, kalau begitu apa pengertian datang kepada Tuhan sebagaimana adanya kita? Dan bagaimana membezakan iman yang rendah hati dan sikap pasrah tanpa usaha? Nah, saudara-saudara-ku yang terkasih, kata atau frasa sebagaimana adanya kita ini mencerminkan doktrin anugerah atau 'sola gratia'. Secara teologis kita datang sebagaimana adanya kita kerana kita tidak mampu membersihkan diri kita. Roma pasal 5 ayat 8 mengatakan bahawa akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita oleh kerana Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa. Jika kita datang kepada Yesus, kita harus menjadi lebih baik atau kita harus bersih dulu baru kita datang kepada Yesus, maka tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada Yesus. Yesus justru memanggil orang-orang yang letih, lesu, dan berbeban berat. Bukan orang-orang yang sudah sempurna. Yesus memanggil mereka, memanggil kita semua untuk datang apa adanya kita. Sebagaimana adanya kita datang kepada Yesus sebagaimana adanya kita adalah pengakuan jujur bahawa keselamatan itu adalah anugerah bukan oleh kerana usaha manusia.
Kemudian yang kedua, ada perbezaan mendasar antara iman yang rendah hati dan sikap pasrah yang tanpa usaha. Iman yang rendah hati ini adalah sikap aktif dalam kebergantungan kepada Tuhan, sikap berserah kepada Tuhan, tetapi juga adalah sikap yang responsif terhadap pimpinan Tuhan. Bermakna di sini orang ini adalah orang yang beriman. Dia menyerahkan semuanya kepada Tuhan, tetapi dia siap taat dan dia berusaha dengan kekuatan untuk menjalankan perintah yang Tuhan berikan. Sedangkan sikap pasrah tanpa usaha ini adalah sikap pasif dan sering kali menghindar daripada tanggungjawab. Sikap ini menggunakan anugerah sebagai alasan untuk tidak bertaubat atau tidak berusaha.
Kemudian yang ketiga di dalam Matius pasal 7 ayat 16, Yesus pernah berkata bahawa dari buah-Nya-lah kamu akan mengenal mereka. Iman yang rendah hati akan menghasilkan buah pertobatan. Ada perubahan sikap. Ada usaha untuk meninggalkan dosa dan ada kerinduan untuk menyenangkan hati Tuhan. Yakobus pasal 2 ayat 17 mengatakan bahawa iman tanpa perbuatan pada hakikatnya dalam hati. Sebaliknya, sikap pasrah tanpa usaha cenderung tidak ada pertumbuhan karakter, tidak ada perjuangan melawan dosa, dan sering kali disertai dengan pembenaran diri.
Di dalam Steps to Christ halaman 51 di sana dikatakan, "Demikian juga kamu adalah seorang berdosa. Kamu tidak dapat menebus dosa-dosa masa lalu kamu. Kamu tidak dapat mengubah hati kamu dan menjadikan diri kamu kudus. Tetapi Allah berjanji untuk melakukan semua ini bagi kamu melalui Kristus. Kamu percaya pada janji itu. Kamu mengakui dosa-dosa kamu dan menyerahkan diri kamu kepada Allah. Kamu ingin melayani Dia. Sama seperti Kristus memberi kekuatan kepada orang lumpuh untuk berjalan ketika orang itu percaya bahawa ia telah disembuhkan, begitulah adanya jika kamu mempercayai-Nya."
Saudara-ku, sebagai penutup dan aplikasi daripada apa yang kita pelajari dan diskusikan bersama, sekali lagi apa bermakna doa praktis? Doa praktis adalah doa yang nyata diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya sekadar teori atau kebiasaan formal. Doa praktis bermakna hidup dalam hubungan yang terus-menerus dengan Tuhan membawa setiap pergumulan, keputusan, pekerjaan, dan pelayanan kepada-Nya. 1 Tesalonika 5 ayat 17, "Tetaplah berdoa." Bermakna tetap terhubung dengan Tuhan. 1 Petrus 5 ayat 7, "Serahkanlah segala kekhuatiran kamu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu," menyerahkan hidup kita di dalam doa.
Nah, bagaimana mengimplementasikan doa praktis dengan berhasil? Berdoa secara teratur dan selalu hati terhubung dengan Allah dengan penuh kerendahan hati, iman, keyakinan dan dilakukan dengan penuh kesungguh-sungguhan. Itulah bagaimana kita dapat mengimplementasikan doa praktis dengan berhasil. Alfa Omega jilid 3 halaman 128 dan 129. Di sana dikatakan bahawa oleh sebab Elia adalah seorang yang besar iman-Nya, maka Allah dapat menggunakan-Nya dalam krisis yang membawa maut ini. Dalam sejarah bangsa Israel ketika ia berdoa, iman-Nya menjangkau dan mencapai janji-janji syurga. Dan dengan tabah ia berdoa sehingga permohonan-Nya terkabul. Ia tidak menunggu bukti yang penuh bahawa Allah telah mendengar-Nya.
Tetapi dengan berani ia mempertaruhkan segala-galanya dengan mengandalkan tanda yang paling kecil dari kemurahan Ilahi. Iman seperti inilah yang diperlukan dalam dunia pada masa kini. Iman yang akan berpaut pada firman Allah dan tidak akan berhenti sampai syurga mendengarnya. Iman seperti inilah yang menghubungkan kita dengan syurga seerat-eratnya dan mendatangkan kekuatan kepada kita untuk mengatasi kuasa kegelapan. Iman saudaraku adalah unsur penting dari doa yang termakbul.
1 Yohanes 5 ayat 14 dan 15. Dan inilah keberanian percaya kita kepadanya, iaitu bahawa Ia memakbulkan doa kita jikalau kita meminta sesuatu kepadanya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu bahawa Ia memakbulkan apa sahaja yang kita minta, maka kita juga tahu bahawa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepadanya.
Praktisnya dalam format doa praktikal. Harus ada pujian, pengakuan, permohonan, dan ucapan syukur. Conflict and courage halaman 212 menyatakan, "Elia merendahkan diri hingga ia berada dalam keadaan di mana ia tidak akan mengklaim kemuliaan bagi dirinya sendiri. Inilah syarat agar Tuhan mendengarkan doa. Sebab dengan demikian kita akan memuji-Nya."
Kebiasaan memuji manusia adalah hal yang berkesudahan pada kejahatan besar. Seseorang memuji orang lain dan dengan demikian manusia diarahkan untuk merasa bahawa kemuliaan dan kehormatan adalah milik mereka. Apabila anda meninggikan manusia, anda memasang jerat baginya dan melakukan persis seperti yang diinginkan syaitan. Hanya Allahlah yang layak dimuliakan.
Sekarang apa cabaran dan apa keuntungan dalam menghidupkan doa praktikal? Cabaran untuk menghidupkan kebiasaan berdoa praktikal ialah yang pertama kesibukan dan juga rasa malas. Pena inspirasi menyimpulkan bahawa salah satu keberhasilan terbesar iblis adalah membuat manusia terlalu sibuk dan malas untuk datang berdoa. Yang kedua, keraguan dan juga kurangnya kepercayaan. Dalam doa harus ada iman yang kuat. Percaya bahawa Allah mendengar dan juga menjawab doa-doa kita. Yang ketiga, dosa yang dipelihara.
Yesaya 59 ayat 1 dan 2. Sesungguhnya tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar. Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allah-Mu ialah segala kejahatanmu. Dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu sehingga Ia tidak mendengar ialah segala dosamu.
Nah, kebiasaan doa praktikal yang dihidupkan akan membuat kita memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, memberi kekuatan dalam menghadapi cubaan dan memberikan damai sejahtera serta menolong kita bertumbuh secara rohani. Orang Kristian yang bertumbuh adalah orang Kristian yang berdoa. The sanctified life halaman 93. Doa harian sama pentingnya bagi pertumbuhan dalam kasih kurnia. Bahkan bagi kehidupan rohani itu sendiri sebagaimana makanan jasmani bagi kesihatan fizikal.
Kita harus membiasakan diri untuk sering mengarahkan fikiran kepada Allah dalam doa. Dan jika fikiran melayang, kita harus mengembalikannya dengan usaha yang tekun. Kebiasaan itu pada akhirnya akan membuatnya menjadi mudah. Sebagai manusia kita banyak kekurangan dan kelemahan.
Saudaraku, mari kita minta kuasa dari Allah melalui Roh Kudus untuk menyanggupkan kita menghidupkan kebiasaan doa yang praktikal terhubung dengan Allah setiap waktu. Dan Roma 8 ayat 26 menyatakan, "Demikian juga roh membantu kita dalam kelemahan kita. Sebab kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa. Tetapi roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan."
Mari kita tunduk kepala dan berdoa. Terpujilah Engkau Tuhan Allah kami yang setia yang tidak pernah meninggalkan dan membiarkan kami. Engkau baik dulu, sekarang, sampai selama-lamanya. Kami bersyukur atas kesempatan kami boleh belajar bersama akan kebenaran firman-Mu. Kami manusia yang lemah dan terbatas. Kami mohon kiranya Engkau mengurapi kami dengan hikmat syurga dan menuntun kami dengan kuasa Roh Kudus supaya kami dapat dibawa kepada pemahaman yang benar akan kehendak-Mu dan diberi kuasa untuk mempraktikkan itu dalam kehidupan kami. Tolong kami di dalam kehidupan doa kami sehari-hari kepada-Mu. Kami boleh berkomunikasi selalu dengan Tuhan dalam doa praktikal yang kami praktikkan hari lepas hari. dan tolong kami juga menjadi juru doa bagi orang-orang di sekitar kami. Tuhan, berkatilah kami umat-umat untuk tetap setia dan terhubung dengan syurga di dalam doa-doa kami. Kami sudah berdoa memohon ampun dosa dalam nama Yesus. Amin.