Transcription
Badut ini meletakkan sebuah botol di atas tembok. Lalu ia menggunakan tangannya seakan-akan ia memegang pistol dan menembaknya. Seketika botol itu hancur, semua penuntun bertepuk tangan dan badut itu menyodorkan tangannya. Lalu keluar sebuah apel.
Setelah itu, ia dengan tatapan tajam menoleh kedua pria. Kedua pria itu berbisik-bisik hingga badut itu berjalan, mendekati mereka dan meletakkan apel di atas salah satu pria tersebut. Pria itu langsung panik dan ketakutan.
Lalu badut itu mengangkat tangannya perlahan dan bersiap menembak dengan tangannya yang seolah menggunakan pistol. Lalu ia berpura-pura menarik pelatuknya sambil menutupi mata. Dan seketika apel itu berlubang, semua orang bertepuk tangan. Namun pria itu masih merasa ketakutan dan menurunkan apel di kepalanya.
Semua orang langsung memberi saweran ke dalam kaleng badut itu dan salah satu dari pria tersebut juga mengeluarkan uang. Alih-alih mau menaruhnya, pria itu malah menarik uangnya kembali sambil mengejeknya dan pergi.
Di saat badan pria itu berbalik, tiba-tiba badut itu melemparkan tangannya seperti menggunakan pancing. Lalu ia menarik uang itu dari saku si pria dan uang itu berjalan sendiri ke hadapan badut itu. Ia mengambilnya dan memasukkannya ke toplesnya.
Namun, pria itu tidak rida dengan uang miliknya. Ia mengambil kembali uang itu. Seketika badut itu menembaknya dengan ilusi dan pria itu terjatuh seperti orang tertembak sungguhan. Salah satu temannya pun dibuat panik.
Setelah si badut mengangkat tangannya, ia berlari dengan cepat. Namun si badut segera membidik selayaknya menggunakan sniper.