📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

Tarikh Umar bin Khattab-1: Keutamaan Umar Bin Khattab - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A

Firanda Andirja48:27

Transcription

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, Abu Bakar As Siddiq radhiyallahu Anhu, sekarang kita masuk dalam Khilafah Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu.

Jumadil Akhiroh 13 Hijriyah sampai Zulhijjah 23 Hijriyah, yaitu beliau 10 tahun sebagai khalifah.

Bagaimana Umar diangkat menjadi khalifah? Ketika Abu Bakar merasa sakit parah dan merasa dia akan meninggal dunia, maka dia ingin memilih penggantinya.

Ya, dengan menunjuk siapa yang menjadi penggantinya, yaitu istiqlab. Maka beliau pun radhiyallahu Anhu bermusyawarah dengan sebagian sahabat-sahabat senior dari Ahlul halli yang ahli dalam hal ini, baik dari kalangan Muhajirin maupun kaum Anshar.

Di antara yang diajak diskusi untuk memilih siapa yang menjadi pengganti beliau adalah Abdurrahman bin Auf radhiyallahu Anhu, di antaranya juga Utsman bin Affan, Said bin Zaid, yang ketiga ini adalah di zaman masuk surga oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, kemudian juga Usaid bin Hudhair dari kalangan Anshar, dan yang lainnya.

Maka setelah Abu Bakar dalam kondisi sakit berdiskusi dengan mereka, akhirnya pilihan jatuh kepada Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala Anhu.

Sebagian sahabat yang diajak diskusi agak berat menjadikan Umar sebagai khalifah, bukan karena keimanannya, bukan karena ilmunya, tapi karena Umar agak keras, ya, orangnya agak tegas dan keras.

Namun akhirnya, setelah diskusi, mereka berlapang dada untuk menerima Umar sebagai khalifah tatkala semua sepakat dengan ide Abu Bakar.

Jadi, Abu Bakar yang kasih ide bahwasanya sebaiknya Umar, dan lainnya sepakat. Maka orang-orang pun berkumpul di masjid.

Lantas Abu Bakar radhiyallahu Anhu, beliau dalam kondisi sakit, kemudian yang terbuka juga jendelanya menuju masjid, maka beliau berbicara dari kamar beliau.

Ya, ayuhadas alaikum, wahai manusia sekalian, apakah kalian rida dengan aku yang pilihkan untuk penggantiku menjadi pemimpin kalian?

Maka Abu Bakar berkata, "Ya, wahai manusia sekalian, apa kalian rida dengan pilihanku untuk menjadi pemimpin penggantiku atas kalian? Demi Allah, aku telah berusaha berpikir keras untuk memilih siapa yang menjadi penggantiku, dan aku tidak mengangkat kerabatku yang menjadi penggantiku.

Sesungguhnya aku telah memilih Umar Bin Khattab, maka dengarlah dan taat kepadanya."

Kata mereka, "Kami dengar dan kami taat."

Ketika itu berdoa, "Allahumma, Ya Allah, sesungguhnya aku tidak menginginkan hal ini, memilih Umar menjadi pengganti itu kecuali demi kebaikan kaum muslimin, dan aku khawatir fitnah menimpa mereka.

Kami untuk melakukan perkara yang tentu Kau lebih tahu, ya Allah, dan aku bersungguh-sungguh dalam berpikir akan hal ini. Allah itu Alaihi yang paling terbaik bagi mereka dan paling kuat, paling semangat untuk beri petunjuk kepada mereka."

Abu Bakar radhiyallahu Anhu tentunya tidak sembarangan dari Umar, dia kenal dekat dengan Umar.

Bahkan dalam berbagai keputusan-keputusan dalam strategi peperangan di zaman Abu Bakar sebagai khalifah, seringkali Abu Bakar berdiskusi sama Umar.

Bahkan terkadang Umar mengatakan, "Jangan jadikan ini sebagai pemimpin." Abu Bakar pun nurut kepada Umar.

Artinya, Abu Bakar tahu Umar juga punya ilmu dalam strategi peperangan, ketakwaannya, ya, dan dia adalah orang terdekat kepada Nabi setelah Abu Bakar radhiyallahu ta'ala Anhu.

Maka inilah usaha Abu Bakar radhiyallahu Anhu dalam memilih khalifah penggantinya, maka dia menunjuk Umar Bin Khattab sebagai pengganti beliau.

Maka setelah Abu Bakar radhiyallahu ta'ala Anhu meninggal, beliau pun dikuburkan di sisi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, itu di hujrah Aisyah radhiyallahu ta'ala anha.

Maka orang-orang pun datang menuju masjid untuk membaiat Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala Anhu.

Ini terjadi pada tanggal 23 Jumadil Akhir tahun 13 Hijriyah, ya, dan akhirnya umat bersepakat untuk menjadikan Umar Sayyidina Umar sebagai khalifah pengganti Abu Bakar As Siddiq.

Kita akan menjelaskan tentang keutamaan Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala.

Di sana ada suatu kaum yang sangat benci kepada Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu.

Saya sempat kumpulkan perkataan-perkataan mereka tentang Umar Bin Khattab dalam buku yang saya tulis, "33 Banjolan Akidah Syiah."

Mereka menganggap bahwasanya Umar seperti Firaun atau lebih parah daripada Firaun.

Ya, mereka menuduh Umar dengan tuduhan yang mengerikan, ya, macam-macam tuduhan terhadap Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala Anhu.

Ya, seperti Umar menzalimi Fatimah, mendorong Fatimah sampai anaknya keguguran. Ini dusta yang mereka sampaikan.

Teman-teman Khattab bahkan mereka mengatakan Umar suka, ya, radhiyallahu, suka disodomi, ya, dia punya penyakit, jadi duburnya yang tidak sembuh kecuali dengan mandi lelaki.

Beliau turun-turunan yang buruk kepada Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala Anhu.

Ya, bahkan mereka memuja-muja sang pembunuh Umar, yaitu Abul Al-Majusi.

Mereka puja-puja dan mereka dalam doa mereka ketika mengunjungi kuburan Abul Abusi, "Ya Allah, kata mereka, kumpulkan aku di akhirat kelak bersama Abul Lu, sang pembunuh Umar," karena mereka bahagia Umar terbunuh.

Bahkan mereka merayakan hari kematian Umar. Semua nukilannya ada, bukan dari perkataan saya, saya nukil dalam buku saya "33 Banjolan Akidah Syiah," perkataan-perkataan mereka yang keji terhadap Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu.

Karena di zaman Umar, kemudian Persia jatuh secara total. Di zaman Umar, Persia jatuh secara total, dan orang Syiah kebanyakan dari Persia, ya, tapi mereka dendam kepada Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala Anhu.

Maka pada kesempatan kali ini kita akan membicarakan tentang keutamaan Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala Anhu.

Yang uniknya, Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala Anhu menikah dengan putri Ali Bin Abi Thalib dan Fatimah.

Ali dan Fatimah radhiyallahu ta'ala anha menikah, memiliki beberapa anak, di antaranya Hasan dan Husein.

Kemudian ada anak perempuan namanya, dinikahi oleh Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala anhu dan punya anak namanya Zaid bin Umar.

Kalau seandainya Ali Bin Abi Thalib benci kepada Umar sebagaimana kebencian Syiah terhadap Umar, mana mungkin dia menyerahkan putrinya yang sangat dia cintai, yang merupakan putri dia dan Fatimah kepada siapa? Kepada Umar.

Sampai orang-orang Syiah bingung menghadapi fenomena ini.

Saya tuliskan perkataan mereka tentang fenomena ini, karena dalam buku-buku geografi Ahlussunnah dan dalam buku biografi, dalam buku-buku literatur Syiah juga disebutkan bahwa Umar menikah dengan siapa? Putrinya Ali dan Fatimah, yang punya anak namanya.

Mereka berusaha mentakwil kejadian ini dengan dua takwilan.

Yang pertama, mereka mengatakan Ali terpaksa melakukan hal tersebut, takut sama Umar. Umar ancam, sampai akhirnya dia rela melepaskan putrinya untuk dinikahi oleh Umar, yang lebih parah daripada Firaun.

Ini tidak masuk akal. Ali radhiyallahu Anhu bukanlah penakut. Dialah sang jagoan, sang pemberani yang hebat dalam pertempuran, yang mau tidur di ranjang Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ketika Nabi berhijrah, siap di pengganti Nabi.

Mungkin orang datang masuk rumah Nabi SAW yang dibunuh. Sang pemberani Ali Bin Abi Thalib dialah yang ketika berdua yang mengatakan, "Akulah yang ibuku menamakan aku dengan singa, seperti singa-singa hutan yang mengerikan penampakannya."

Sang pemberani dan terlalu banyak kisah hebatnya Ali Bin Abi Thalib.

Peperangan, tidak mungkin dia takut dengan Umar atau dia menganggap Umar kafir atau Umar lebih parah daripada Firaun atau mengganggu Umar setan, kemudian dia menyerahkan putrinya kepada Umar.

Enggak masuk akal, harusnya dia lawan. Kalau memang Umar penjahat, Ali pasti akan melawan.

Ini tafsiran pertama. Takwil pertama mereka bingung menghadapi kenyataan bahwasanya Umar menikah dengan putrinya Ali.

Berarti ada kasih sayang, berarti Umar mantunya siapa? Ali. Ali mertuanya siapa? Umar radhiyallahu anhumain.

Tak bilang kedua, kata mereka, sungguh yang dinikahi oleh Umar bukanlah putri Ali, tapi dia adalah jin.

Yang lebih gila lagi, entah hari ketemu siapa, terus bawa jin, suruh nikah sama perempuan.

Laki-laki menikah dengan jin perempuan, kemudian keluar anak.

Pernah nggak dengar kisah seperti itu? Tidak pernah.

Kalau ada, mungkin banyak anak-anak bapaknya manusia, ibunya apa? Si Manis Jembatan Ancol.

Jadi, mereka menolak sejarah yang bahkan tertulis dalam literatur mereka.

Ini semua sudah saya bahas dalam buku saya "33." Suatu saat saya akan cetak lagi kembali buku tersebut.

Adapun keutamaan Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu sangat banyak, baik dalam Alquran maupun dalam Shahihain maupun hadis-hadis yang lainnya.

Kita bacakan di antaranya, beliau di antara orang yang dijamin masuk surga oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Pernah menyebutkan tentang 10 orang yang dikenal dengan surga. Nomor dua yang disebutkan dialah yang diinginkan keislamannya oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu ketika masih kafir terkenal keras terhadap kaum muslimin, tetapi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, "Allahumma Islam, Ya Allah, jayakanlah Islam, muliakan Islam dengan orang yang paling Kau cintai di antara dua orang ini, Abu Jahal atau Umar."

Maka yang paling dicintai oleh Allah siapa? Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala.

Maka beliau pun masuk Islam dengan doa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu lahir 13 tahun setelah tahun gajah.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lahir tahun gajah, kan peristiwa tahun gajah, ya, amal fil.

Umar 13 tahun lahir setelah itu, jadi umur 13 tahun lebih muda daripada siapa? Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.

Disebutkan beliau masuk Islam tahun 6 kenabian, tahun 6 kenabian, bukan tahun 6 Hijriyah, tapi tahun apa? Karena tahun kelima atau tahun keenam.

Adapun sifat-sifat beliau secara fisik, saya bacakan perkataan Ibnu Abdul Bar dalam kitabnya.

Beliau berkata, karena Umar secara warna kulit dia gelap. Dia bukan hitam, tapi matangnya banget.

Jadi sebagian orang-orang Yaman kita bukan hitam, tapi agak gelap, ya, itu seperti kira-kira seperti itu.

Jadi saya ada kulit, ya, putih, tapi yang lebih banyak disebutkan beliau seperti itu.

Kemudian beliau sangat tinggi, sangat tinggi, sangat lebat, kemudian botak.

Tengah begini, enggak ada di depan, itu namanya aslak dalam bahasa Arab.

Dan banyak orang-orang mulia yang asla. Jadi zaman dulu sampai zaman sekarang, di antara para sahabat disebutkan yang kepalanya asla itu botak, di antaranya Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu.

Kemudian di antaranya anaknya Ibnu Umar radhiyallahu ta'ala Anhu, kemudian di antaranya Utsman bin Affan, kalau bin Abi Thalib juga asla, di antaranya Ammar bin Yasir, juga di antaranya Muhammad bin Maslamah, juga dan banyak sahabat yang kepala mereka sifat fisiknya demikian.

Juga banyak tabiin yang juga sifatnya, di antaranya para imam, para imam mazhab seperti Imam Malik bin Anas, disebutkan biografi beliau kepalanya botak bagian depan.

Adapun hadis dhaif yang disebutkan, maknanya Allah menghapuskan suatu dosa-dosa dari suatu kaum.

Allah menghapuskan dosa-dosa setelah kaum karena botaknya kepala mereka, termasuk yang botak ini hadis palsu ini, ya, ini tidak ada keutamaan tertentu.

Namun bukanlah aib, maksud saya, karena dimiliki oleh banyak orang-orang mulia.

Ya, sampai saya pernah lihat ada satu ceramah seorang Syekh, dia botak.

Intinya dia ceramah, dia sambil buka songkok, dia bilang, "Jangan sedih, wahai botak."

Kemudian dia sebutkan dalil-dalil tentang siapa-siapa yang botak.

Maka dia sebutkan di Amerika ada majalah Time, satu majalah apa menyebutkan bahwasanya orang yang botak itu cepat mengambil keputusan.

Apa namanya demikian dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Bukanlah satu ayat, dan orang Arab memang banyak yang rambutnya cepat rontok bagian depan.

Saya ketemu beberapa orang yang depan rata-rata pintar, rata-rata pintar.

Antum ada yang begitu? Jangan sedih.

Jadi Umar kemudian bahkan disebutkan sangat botak dari depan.

Selain tinggi, disebut jasiman beliau tubuhnya besar, tubuhnya besar.

Adapun keutamaan beliau, Rasulullah Wasallam pernah bersabda dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad.

Ya, kata Rasulullah, di antara keutamaan Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu, saya bacakan dari Abu Hurairah radhiyallahu ta'ala Anhu.

"Baina nahnu Indah rosulillahi Shallallahu Alaihi Wasallam ketika kami sedang bersama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, tiba-tiba Nabi berkata, 'Baina anak-anak imun roaitu ini Fildan.'

Nah, ketika aku sedang tidur, aku lihat dalam mimpiku aku berada di surga.

Tiba-tiba aku melihat ada sebuah istana, di sampingnya ada seorang wanita bidadari sedang berwudhu.

Aku bertanya kepada orang-orang itu, 'Siapa itu? Liman hadzal qasar ini, istana milik siapa di surga?'

Ada bidadari yang sedang berwudu di samping istana. Mereka berkata, 'Ini istana milik Umar.'"

Ingin menjelaskan tentang istana yang Allah siapkan untuk Umar.

Rasulullah ingin menjelaskan tentang sifat istana Umar, tapi Nabi ingat Umar adalah orang yang pencemburu.

Itu ada bidadari di luar negeri milik Umar, sehingga kata-kata Rasulullah, "Pada kartu gairah tahu fawali itu mudran."

Ya, aku pun mengingat tentang apa namanya, ingat kecemburuan Umar.

Pencemburu, maka aku pun tidak jadi masuk.

Apakah Umar ketika mendengar itu, Umar pun menangis.

Berarti Umar pasti mau surga. Enggak, pasti Rasulullah bilang ada istananya lagi, sampingnya bidadari berwudhu, bukan bibi pembantu.

Apakah aku cemburu kepadamu, ya Rasulullah? Kata Umar, "Enggak ada masalah, masuk aja."

Rasulullah Umar dengan begitu adabnya menangis dan mengatakan, "Tidak perlu ragu, ya Rasulullah."

Artinya apa? Yang untukku juga untukmu, silahkan masuk aja dalam istana tersebut.

Jadi menunjukkan bahwasanya Umar adalah seorang yang pencemburu, dan sifat pencemburu adalah sifat yang baik, sifat yang mulia.

Ya, seorang cemburu, dan istrinya ketika dia cemburu terhadap wanita kekasihnya, maka dia akan benar-benar menjaga kekasihnya.

Tidak membiarkan istrinya telepon sana, telepon sini sama laki-laki lain, tidak memberikan istrinya bertawa-ketiwi sama lelaki lain, tidak memberikan istrinya keluar begitu saja sambil mungkin tersingkap sebagian auratnya.

Tidak ingin, misalnya, intinya dia cemburuan, tidak ingin keindahan istrinya dilihat oleh orang lain.

Ya, sifat mulia yang dimiliki oleh Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala anhu.

Hadits berikutnya dari Abdullah bin Umar Bin Khattab radhiyallahu anhuma.

Rasulullah Shallallahu ketika aku sedang tidur dalam kondisi tidur, aku bermimpi bahwasanya aku melihat ada secangkir susu dihadirkan kepadaku.

Pun minum susu tersebut, minum-minum sampai aku melihat rasa kenyang dari air susu tersebut.

Sampai kenyang tersebut, aku lihat di kuku-kuku, artinya benar-benar Rasulullah seakan-akan mengalir seluruh tubuhnya sampai ke kuku beliau.

Apa itu Fadli Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu?

Kemudian masih ada sisanya, aku berikan kepada Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala.

Jadi Rasulullah minum sisanya siapa? Umar.

Qolu, maka orang-orang bertanya setelah Rasulullah menceritakan mimpinya sama awal.

Katalika, "Ya Rasulullah, apa takwil tafsir mimpi tersebut?"

Ya Rasulullah, susu itu maksudnya apa? Kata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, "Al Ilmu."

Susu tersebut maksudnya adalah apa? Ilmu.

Hadis riwayat Bukhari dan Muslim, yang tadi juga yang tentang istana juga hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

Ini menunjukkan bahwasanya Umar mulia karena disebutkan dia memiliki ilmu yang banyak, dan ilmu tersebut bersumber dari siapa? Rasulullah.

Karena diambil dari cangkir yang sama, doakan bekasnya siapa? Sisanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Menunjukkan bahwasanya apa yang dilakukan oleh Umar adalah sesuai dengan ilmu siapa? Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Oleh karenanya, Umar radhiyallahu ta'ala Anhu mewafah sering diberi taufik oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Bahkan ketika kita sebutkan beliau berapa kali punya ide disetujui oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Enam perkara ada yang menyebutkan, dia akan kita sebutkan di antaranya.

Kemudian nampaklah ilmu Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu.

Kata-kata Ibnu Hubairah, saya bacakan ketika Rasulullah menafsirkan bahwasanya susu yang dia minum dari cangkir yang sama diminum juga oleh Umar.

Bahkan dari sisa yang kena bibir Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam diberikan kepada Umar Bin Khattab.

Menunjukkan bahwasanya seluruh perbuatan Umar diberi taufik, pas diberi petunjuk oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Dan ini adalah karunia Allah Subhanahu Wa Ta'ala, karena dia minum bekas dari minum Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Nampak ketika beliau berkuasa, nampak kecerdasan beliau, nampak ketakwaan beliau, nampak zuhud beliau, semuanya nampak dalam masa pemerintahan siapa? Umar.

Persia ditaklukan secara total, Syam ditaklukan, direbut dari Romawi.

Ya, maka itu di zaman Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala Anhu.

Hadis berikutnya tentang keutamaan Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu yang juga dalam Shahih Bukhari Muslim.

Kata dari Abu Said al-Khudi radhiyallahu Anhu, Rasulullah ketika aku sedang tidur, aku bermimpi melihat orang-orang dipaparkan di hadapanku dan mereka memakai jubah.

Di antara mereka ada yang gamisnya sampai ke cuma sampai di dada mereka, sampai di Sudi.

Ini laki-laki, di antaranya ada yang lagi lebih di bawah, gamisnya Umar Bin Khattab.

Tiba-tiba tidak hadapanku ada Umar Bin Khattab.

Ruhu, ternyata Umar Bin Khattab gamisnya panjang sampai menggeret di tanah, ya, isbal.

Sampai menggairah di mana? Di tanah.

Sampai ketika Umar berjalan tergeret-geret di tanah.

Pada saat bertanya, Rasulullah, apa takwilnya? Wahai Rasulullah tentang doa misteri.

Kata Nabi, maksudnya gamis itu adalah lambang daripada agama.

Artinya agama Umar luar biasa, karena panjang sampai asharnya ada jejaknya.

Kata ahli tafsir al-Konis dalam mimpi, maknanya adalah agama wajar dulu dan sikap Umar yang berjalan sambil menggeret gamisnya di tanah menunjukkan bahwasanya asarnya yang indah.

Dampak-dampak dari peninggalan-peninggalan Umar yang Umar Bin Khattab yang indah dari pemerintahannya, dari ilmunya yang tersebar di kaum muslimin setelah wafat beliau agar bisa ditiru oleh kaum-kaum muslimin.

Banyak risalah tentang kepemimpinan Umar, tentang risalah tentang apa? Politik Umar, tentang ini menjadi pelajaran bagi kaum muslimin.

Hadis berikutnya juga riwayat Imam Bukhari, Imam Muslim.

Ketuk pintu, minta izin untuk masuk ke rumah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam.

Ketika itu ada para wanita dari Quraisy, maksudnya istri Nabi, lagi ngomong sama Nabi, kemudian minta tambahan.

Ada apa? Mungkin tanaman atau banyak ngomong di hadapan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam.

Alihatan suatu benda, suara mereka agak tinggi.

Sisi Nabi suaranya agak tinggi di hadapan siapa? Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam.

Alasati mengalahkan suara Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Umar Bin Khattab ketika Umar bin Assalamualaikum.

Kenapa ketawa? Intinya, kenapa? Kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, Nabi jelaskan kenapa dia ketawa.

Wajib itu perempuan-perempuan yang tadi disisiku langsung, mereka sembunyi, langsung masuk ke hijab.

Ya, takut langsung gelisah kalau Umar jadi.

Mereka segan sama Umar.

Kata Umar, "Ya Rasulullah, engkau yang lebih berhak untuk mereka segan kepada engkau daripada aku."

Kemudian berkata kepada istri Nabi, "Apakah kalian segan kepadaku dan kalian tidak segan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam?"

Mereka jawab, "Naam, iya, Sallam, engkau lebih kasar, lebih keras suaramu daripada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam."

Itu Rasulullah begitu.

Assalamualaikum Umar.

Mereka kabur.

Vokal Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berkata setelah itu, "Tidaklah setan melihat engkau melewati suatu jalan, kecuali setan akan cari jalan yang lain."

Subhanallah, luar biasa Umar khatam.

Ini setan tidak ada yang berani gua ada siapa? Umar.

Karena kalau Umar jalan, setan pada kabur.

Beda kalau sebagian kita jalan, setan malah mendekati, malah mencoba pertemanan dengan kita.

Setan bikin pertemanan, terus kita terima pertemanan tersebut.

Tapi kalau Umar Bin Khattab jalan, setan kabur.

Setan kabur, bukan cuma sembunyi, kabur dari jalan yang ditempuh oleh Umar.

Seharusnya menunjukkan setan tidak bisa menggoda Umar.

Seharusnya demikian, tapi ini tidak melazimkan Umar maksud.

Ya, karena kesalahan bisa jadi dari bisikan setan, dari bisa juga dari kesalahan sebagai sifat manusia yang melakukan kesalahan.

Tapi intinya Umar tidak digoda oleh setan, karena setan kabur kalau melihat siapa? Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala.

Di luar biasa.

Kemudian di antara keutamaan Umar, diriwayatkan Imam Bukhari dari Abu Hurairah.

Pada orang-orang sebelum kalian dari kalangan Bani Israil, ada sekelompok orang yang Allah berbicara dengan mereka, diberi ilham oleh Allah, tapi mereka bukan nabi.

Kalau ada seorang dari umatku yang seperti mereka, maka dialah Umar.

Dalam riwayat yang lain, pada umat-umat sebelum kalian ada sekelompok orang yang diberi ilham oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala di kalangan umatku, maka dia adalah Umar.

Itu diberi ilham oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, namun bukan seorang nabi.

Maksudnya apa? Diberi ilham, ya, seorang yang persangkaannya tepat, bahwa dia seperti seorang yang di hatinya dibisikan sesuatu oleh para malaikat.

Ya, maka seakan-akan ada yang mengajak dia berbicara.

Ini pendapat sebagian ulama, makna dari muhaddatun, itu diajak bicara oleh malaikat atau diberi ilham melalui perantara malaikat, namun mereka bukan nabi.

Ini Umar, seperti saya katakan tadi, berapa kali punya ide kemudian disetujui oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, Umar berkata, "Wafaktullah, aku menyepakati Allah dalam tiga perkara."

Atau Allah menyepakatiku dalam tiga perkara.

Di antaranya, kata Umar, "Ya Rasulullah, bagaimana kalau kau jadikan makam Ibrahim sebagai tempat salat?"

Maka Allah turunkan firman-Nya, "Ibrahim mushola, dan jadikanlah dari makam Ibrahim sebagai tempat salat."

Ini idenya Umar kepada Nabi, ternyata Allah turunkan ayat.

Kemudian juga di antaranya yang kedua, "Kultu, ya Rasulullah, ada hijab."

Dulu orang masih tidak pakai jilbab.

Kata Umar, "Ya Rasulullah, Umar kan pencemburu.

Dia bilang, 'Rasulullah, rumahmu nanti ada yang masuk, orang yang baik, orang yang buruk.

Seandainya pakai hijab, maka turunlah ayat tentang apa? Hijab."

Idenya Umar disepakati oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Kemudian yang ketiga, sampai kabar kepadaku Nabi menegur sebagian istri-istrinya.

Maka akupun menemui istri-istri Nabi tersebut yang ditegur oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dari berbuat kesalahan kepada Nabi.

Kalau tidak, Allah akan gantikan istri yang lebih baik daripada kalian.

Sampai salah seorang istri Nabi datang berkata, "Ya Umar, maaf ya Rasulullah, kenapa ikut campur urusan keluarga kami?

Nabi cukup memberi nasihat sama kami. Kenapa tidak cukup nasihat Nabi kepada kami sampai kau ikut-ikut nasehatin kami?"

Tau-tau turun firman Allah sesuai dengan perkataan Umar Bin Khattab.

Kasar, seandainya Rob, seandainya Rasulullah menceraikan kalian, bisa jadi Allah gantikan kalian dengan istri yang lebih baik daripada kalian, yang muslimat, yang wanita yang taat, dan seterusnya.

Perkataan Umar, "Aku menyepakati Allah dalam tiga perkara," atau Allah menyepakatikulum tiga perkara.

Ini ternyata bisa jadi Umar ketika menyampaikan tersebut kepada Anas bin Malik, ternyata ada kesempatan yang lain lagi.

Ya, seperti dalam masalah salat terhadap orang munafik.

Ya, ketika Abdullah bin Ubay bin Salul meninggal dunia, maka datanglah putranya, putranya muslim.

Saya minta bajumu untuk kain kafan ayahku.

Maka Rasulullah gamisnya, karena Abdullah dia munafik, tapi ktp-nya Islam, kembangannya dia seorang apa? Muslim.

Jadi Rasulullah berharap dia bisa dimuamalahi mayatnya seperti mayat seorang muslim.

Maka Rasulullah SAW pun salat jenazah.

Allahu Akbar, padahal Umar sudah.

Akhirnya turun ayat, turunkan ayat membela Umar.

Jangan kau salatkan jenazah orang-orang munafik.

Di sini Umar lebih tepat, Allah setuju dengan Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu.

Ya, Umar menjadi si Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Ini yang keempat.

Yang kelima, seperti dalam kisah usara badrin ketika di Perang Badar, maka banyak tawanan orang-orang musyrikin ditawan oleh kaum muslimin.

Maka diskusi, apa yang kita lakukan dengan tawanan-tawanan ini?

Umar mengatakan, "Kita bunuh mereka. Kita bunuh mereka.

Mereka ini apa namanya, bersama Abu Jahal tadinya.

Intinya kita bunuh mereka aja, biar saya datang ke kerabat saya yang terdekat dari tahun tersebut, saya penggal."

Abu Bakar pergi ke kerabat terdekat, penggal seperti itu.

Ali pergi ke kerabat terdekat, Nabi dan Abu Bakar memilih, "Enggak, kita terima fidyah."

Tidak, apa namanya, akhirnya itu yang dijalankan.

Kemudian turun ayat, menunggu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Ayatnya tidak pantas bagi Nabi punya tawanan kecuali sampai banyak kemenangan.

Ya, jadi kemudian Nabi Abu Bakar pun menangis.

Umar pun datang, mengatakan, "Ya Rasulullah, dan Abu Bakar, kenapa kalian menangis?

Kabarkan kepada kalian, menangis.

Kalau tidak, aku ingin ikut menangis bersama kalian berdua."

Ternyata Allah menurunkan ayat membela siapa? Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu.

Hatinya Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu luar biasa, mulham, muhaddas, sehingga banyak ide-ide dia disepakati oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Di antara keutamaan Umar Bin Khattab, jadi Abdullah bin Abbas radhiyallahu Anhu diletakkan di atas tempat tidurnya ketika dia ditikam oleh Katakanlah memenuhi, sudah meninggal di atas sebelum diangkat untuk dibawa ke kuburan.

Orang-orang datang mendoakannya, memuji Umar.

Di antara orang yang hadir di jenazah Umar Bin Khattab, "Salam ya rukni illa birojulin."

Tiba-tiba aku dikagetkan dengan seorang yang memegang pundakku.

Fakta fatwa Ibnu Abbas bin Abdul Muthalib, paman Nabi, punya anak namanya Ibnu Abbas.

Dan sampai sekarang keturunan mereka masih ada, Ahlul Bait dari Bani Abbas.

Saya punya teman, tapi dari jalur Bani Abbas, bukan dari Suriah Nabi, bukan dari jalur Abdullah bin Abbas.

Kemudian aku dikagetkan dengan seorang yang memegang pundakku, melirik kepadanya, ternyata dia adalah Ali bin Abi Thalib, mantu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Meninggalkan seorang pun yang aku berharap meninggal punya amal seperti dia, kecuali engkau, ya Umar.

Artinya, Ali berharap kalau meninggal punya amal seperti siapa? Umar.

Berarti hebat dong Umar.

Ali saja ingin seperti punya amal seperti apa? Umar.

Aku menyangka Allah akan menjadikan engkau bersama kedua sahabatmu.

Siapa maksudnya? Rasulullah dan Abu Bakar.

Makanya Umar dikuburkan di samping siapa? Abu Bakar As Siddiq.

Kita Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berkata, "Jitu anak Abu Bakar Umar.

Aku datang bersama Abu Bakar dan Umar."

Padahal Umar, aku masuk suatu kampung bersama Abu Bakar, Umar.

Rasulullah sering ngomong begitu.

Cerita, "Aku datang bersama Allah ke rumah.

Aku masuk suatu kampung bersama, aku keluar bersama Abu Bakar dan Umar."

Sering Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyebut hal tersebut.

Ya, hanya berharap Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjadikanmu bersama mereka berdua.

Ini hadis riwayat Bukhari dan Muslim, hadis shahih.

Maka ini bantahan talak kepada orang Syiah yang menganggap Ali membenci siapa? Umar.

Ini yang menceritakan ahli, yang menceritakan perkataan Ali Ibnu Abbas, semuanya Ahlul Bait.

Sebenarnya Al Bait berarti mereka sering mencintai.

Buktinya, Ali adalah apa? Mertuanya siapa? Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala anhu.

Kemudian di antara keutamaan Umar Bin Khattab radhiyallahu anhu, anugerahkanlah aku mati syahid dan matinya di negeri nabimu, yaitu di Madinah.

Umar ingin mati syahid, tapi di Madinah, dan itu sulit.

Ketika itu Islam lagi jaya-jayanya.

Namanya kalau mati syahid, ya harus keluar di kota Madinah, perang, baru mati di luar kota.

Tapi Umar doanya, "Saya ingin mati syahid, tapi di mana? Madinah."

Sampai ada salah seorang putri yang mengatakan, "Kok bagaimana caranya? Namanya melawan Persia, melawan Romawi di Kota Madinah, penakut Abdul Majusi tidak berani berduel dengan Umar."

Umar lagi salat, baru ditikam orang.

Siap mengatakan, "Sang pemberani, bukan Sang pemberani pengecut."

Kalau jagoan, habis salat baru.

Tapi Allah kabulkan doanya mati syahid.

Kemudian di antara dalil yang menunjukkan akan keutamaan Umar, beliau adalah orang yang paling dicintai oleh Nabi setelah Abu Bakar.

Ketika Ammar bin As radhiyallahu Anhu bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, "Ya Rasulullah," kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, kemudian menyebutkan beberapa lelaki.

Akhirnya saya berhenti bertanya.

Saya khawatir saya yang paling terakhir.

Begitu, karena dia lihat Nabi perhatian sekali sama dia.

Dia baru masuk Islam, dijadikan pemimpin perang, dipanggil dia Ammar.

Saya pengko jadi pemimpin perang supaya kau dapat gonimah.

Kata Ammar bin As, beberapa bulan masuk Islam, baru mualaf, berapa bulan sudah jadi dijadikan pemimpin perang.

Anak buahnya ada Abu Bakar, ada Umar, anak buahnya ada Muhajirin, kaum Anshar.

Dia baru masuk Islam berapa bulan.

Ya, Ammar sini, saya pingin kasih kau dapat.

Saya masuk Islam perang bukan untuk cari gonimah.

Kata Rasulullah, "Sesungguhnya harta yang terbaik adalah jika dimiliki oleh orang yang sholeh."

Yaitu kau punya harta, biar kau bersedekah.

Makanya Ammar merasa diperhatikan oleh Nabi, saking diperhatikan oleh Nabi, dia tanya, "Ya Rasulullah, siap pasti lelaki yang paling kau cintai?"

Maksudnya di Arab Nabi bilang, "Kamu."

Tapi ternyata tidak, Abu Bakar, Umar.

Terus kok tidak disebut-sebut?

Saya berhenti saja nanya.

Saya khawatir saya terakhir.

Yaitu akhlak Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, bahkan kepada orang yang bukan yang paling beliau cintai pun beliau perhatian.

Kalau bahasa kita, ya, itu menunjukkan akhlak Nabi yang luar biasa.

Dia jujur, dia cerita hadis tersebut.

Dan di antara keutamaan Umar Bin Khattab radhiyallahu anhu, eee ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam naik di atas gunung Uhud, tiba-tiba air tajava Uhud, tiba-tiba gunung Uhud bergetar.

Terus Wassalam mengatakan, "Uskunnya Uhud, fainnama Alaika nabiyun washiddikun wa syahidan."

Wahai gunung Uhud, diamlah engkau.

Sesungguhnya yang berada di atas semua adalah seorang nabi, yaitu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.

Masjid Dik, yaitu Abu Bakar As Siddiq, wa syahidan, yaitu Umar dan Utsman.

Dan benar, kedua-duanya mati syahid.

Adalah seorang yang sangat bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Banyak apa namanya, kreasinya dalam pemerintahannya, apa namanya, pemerintahan beliau.

Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu, beliau sangat takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Dan aku sedang keluar bersama dia, hatadah, aku mendengar dari luar, di dalam, tapi saya dengar Umar berbicara ketika dia sedang sendiri di tengah-tengah kebun.

Dia berkata, "Umar Bin Khattab, Amirul Mukminin, Umar, ambil mukminin, wallah ibunya anak kecilnya, wahai Umar, bertaqwa kepada Allah.

Allah akan mengazab dia."

Ngomong sendiri kayak Umar.

Jangan terpedaya dengan panggilan ambil apa? Mukminin.

Bertakwalah engkau kepada Allah, kalau tidak Allah akan benar-benar mengazabmu.

Dia ngomong sendiri.

Kemudian Umar juga pernah berkata, "Ahabun nasi ilaya uyubi."

Orang yang paling aku cintai, orang yang menyampaikan kepadaku aib-aibku untuk dirubah oleh Umar Bin Khattab radiallah makanya ketika Umar sebelum meninggal, orang-orang datang memujinya.

Sampai ada seorang muda memujinya, "Engkau begini."

Kata Umar, "Kafan semua pujian itu, saya berharap saya impas.

Saya bertemu dengan Allah dalam kondisi apa? Impas, tidak ada ujub dalam hati Umar radhiyallahu ta'ala anhu, meskipun betapa banyak kejayaan yang telah beliau capek dalam masa pemerintahan beliau.

Demikian, Subhanallah.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.