Transcription
Seorang bos mafia menculik wanita. Lalu dia mengurungnya dalam sebuah kurungan besi. Pria itu memaksanya untuk menangis dengan menggunakan sebuah rokok.
Ketika gadis itu menangis karena rasa sakit, air matanya yang keluar berubah menjadi sebuah kristal. Pria itu sengaja menyakitinya untuk mendapatkan kristal itu yang dapat membuat dirinya kaya raya. Pria itu menyuruhnya untuk mengeluarkan air mata lagi. Namun, matanya sudah terlalu kering. Sebelum pergi, pria ini menendang sangkar itu dan mengancamnya agar besok gadis itu harus mengeluarkan kristal lagi.
Ketika mereka telah pergi, ada seorang penjaga baik hati yang memperhatikan gadis itu. Penjaga ini diam-diam mengobati luka gadis itu. Dia tidak tega melihatnya karena dia juga punya seorang adik perempuan. Gadis ini akhirnya bisa tersenyum dan merasa senang karena masih ada sosok manusia yang peduli dengannya. Pria ini berjanji akan mencari cara untuk menyelamatkannya.
Di sisi lain, pria ini menggores dahinya dengan pedang kegelapan. Setelah itu, dia membangkitkan mata ketiganya. Lalu mata itu dia gunakan untuk mencari keberadaan adiknya. Tidak perlu waktu lama, pria ini menemukan keberadaan kristal air mata milik adiknya yang akan dijual oleh bos mafia. Dengan sangat cepat, pria ini menghadang pengemudi itu lalu menggunakan pedang tajam untuk memotongnya. Setelah mobilnya terbelah jadi dua, pengemudi ini menyerahkan kristal itu.
Mendengar kabar kristalnya hilang, bos mafia ini mendadak menjadi pria miskin.