Transcription
[musik] [musik] [musik]
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya izin pakai topi supaya gak kelihatan terlalu tua. Jadi saya pakai topi Hermawan Karta Jaya 78 karena baru merayakan ulang tahun ke-78 18 November yang baru lalu. 78 masih bisa berdiri begini kan lumayan ya walaupun ya ndak terlalu sehat. Sebetulnya ada diabetes 37 tahun dan kidney sudah mulai affected. Tapi saya justru terus menerus berusaha untuk produktif.
Ibu Bapak sekalian ini mengikuti tradisinya Pak Prabowo harus menyapa tamu-tamu penting. I toh satu persatu. Saya sapa dulu Pak Ali yang mewakili Menko. Silakan berdiri Pak. Nah, kalau gayanya Pak Prabowo mesti gini Pak. ini deputi urusan ekonomi dan digital, Pak. Ya. Dan Pak Erlanggaroto itu teman saya sudah lama dan memang niat datang. Dari pertama sudah oke oke oke oke terus sampai terakhir dapat perintah dari presiden. Sampai sekarang masih di luar negeri, Pak. Ya, saya yakin kalau beliau ada di Indonesia pasti pasti akan datang. Kita baru terima berita itu kemarin dulu, tapi nanti sore jangan pulang.
Ada Pak Hasyim ya. Jadi Pak Asim sampai sekarang masih confirm lewat asisten-asistennya. Beliau akan datang untuk menghadiri acara planary seperti ini sore hari. Jadi acara ini dibuka dengan planary nanti dibagi tujuh kan ada 1A, 1B, 1C. Ini dua. Ini dua. Ini tetap yang paling gede. Terus ada 3A, 3B, 3C. Jadi ada tujuh. Tujuh sebelum makan siang dan tujuh sesudah makan siang. Tapi nanti kita jadiin satu lagi dan disebut kalau pagi ini Indonesia Marketing Outlook, kalau nanti sore industry Marketing Outlook. Karena ada pendapat dari gabungan industri makanan minuman 2026 akan bagaimana? Gaikindo, bagaimana mengenai mobil tahun 2026 dan sebagainya dan sebagainya. Dan terakhir nanti kita akan mendengar dari Pak Asim sebetulnya sebagai utusan presiden untuk urusan energi dan climate change ini terus gimana sebaiknya industri-industri ini cari cuan tapi jangan merusak kan gitu ya kira-kira ya.
Ya. Dan saya mesti menyapa ini orang yang paling terhormat di sini Pak Jenderal Muldoko. Silakan berdiri Pak. Nah, Pak Jenderal Modoko ini sudah orang free sekarang. Jadi bisa ke China sampai 8 hari barusan ini, Pak. Ya, katanya kalau ke China selalu dapat red carpet karena beliau sekarang pengusaha. Dari dulu sudah pengusaha sebetulnya. sekarang pengusaha untuk ketua periklindo juga toh. Jadi banyak hubungan ke China karena Pak Jenderal Muldoko ini memang ketua persatuan apa-apa yang hubungan sama mobil listrik ya pokoke bikin baterai dan sebagainya ya macam-macam. Pak Muldoko. Dan pada hari ini membawa lima lima ya Pak ya. lima tamu dari China yang datang ke Indonesia untuk urusan standarisasi.
Saya bilang sama Pak Moldoko tadi, saya juga punya jagoan ini ya. Tiger Ch please stand up. Nah, ini ini wakilnya Philip Kler kalau di China ini CTER Marketing Group. Jadi quoter marketing Group itu adalah punya family Philip Cotler. Nah, beliau ini MB-nya karena ada zaman dulu mana ada. Chingua Business School belum terkenal. Jadi sekolahnya di di Kanada, tetapi beliau sekarang banyak di Singapura. Jadi China itu sudah ke mana-mana, Pak. Dan beliau membawa 12 ee tamu-tamu dari China. Mulai tanggal 8 sudah di Jakarta. Jadi, MAPL ini menjadi partnernya CTER Marketing Group untuk Southeast Asia. Dan kita kenalin dengan orang-orang di Indonesia yang mau berhubungan dengan China. You cannot avoid China. China now is super power.
Dan makannya tahun 2026 ini kita jadikan fokus ya. Agile and agile. Kalau tahun 2026 Anda tidak lean dan agile, Anda mati. Jadi harus lincah. Tapi fokusnya ke mana? AI sama China. Kalau gak pakai AI mati, kalau pakai AI kebanteran ya mati. Podo ae gak boleh. China juga begitu kan. Ada positifnya, ada negatifnya juga yang nanti saya akan bahas sedikit. Thank you Tiger ya.
Jadi kemudian ini yang lainnya ada Pak Jenderal Nanan Soekarna lah. Ini kalau ini my brother selalu pakai topi gini. Kalau dia masih muda, Pak. Memang ini Waka Polri zaman dulu. Wakolri yang paling ngerti marketing ya dia ya. Dan ini Pak Yunardi tolong berdiri ini nanti sore bagian ketemu Pak Hasim karena UN Global Compact. Nah, ini ada Pak Arif Yahya yang selalu mengumumkan siapa juara umumnya tahun ini untuk marketing. Dan ini Pak Darmawan sebagai juara umum tahun lalu eh 2 tahun lalu ini mantan di Rut Mandiri yang juga jadi juri. Pokoknya kalau marketing of deer itu sekali menang ya jadi juri seumur hidup gitu ya. Sayang saja Pak Dalan Isk juga gak bisa datang. Mestinya mau datang tapi karena istrinya ee masuk rumah sakit jadi gak bisa datang.
Nah, ini yang baru datang ini Pak Sumarno. Jasmin berdiri juga, Pak. Ini ketua Indonesia Marketing Association 3 periode yang juga menjadi juri karena kita merangkul Indonesia Marketing Association. Siapagi ini bisa keliru ini kalau ndak ndak ndak disebut ini ya toh aturannya. Ah, ini pemenang-pemenang ya. Pemenang-pemenang di sini ya. Pemenang-pemenang ya. Ini pemenang-pemenang semua ini kategori-kategori. Nah, ini ada juara umumnya di sini. Kita ndak model Oscar disembunyikan gitu ndak malah ditaruh di cover. Gak sponsor loh. Anda lihat ada gak Warda di sini? Gak ada kan? Ya, tapi saya mesti terima kasih pada Pak Abong ini. Astra Financial ini sponsor terbesar tapi ndak mau boot. Tidak mau boot dan tidak mau bicara. Luar biasa ini. Tepuk tangan untuk Astra. Kalau bisa semua sponsor gini enak ini ya toh. Jadi gak repot-repot. penyumbang paling besar terhadap acara ini, tapi tidak mau boot dan tidak mau mungkin asal itu sudah gak perlu promosi lagi sudah ya sudah terkenal ya. Nah, itu Pak Abong, ketua IMA dan beliau dulu adalah pemimpin daripada astra finansial yang terkenal itu banyak sekali ee apa perusahaan-perusahaan di bawah dia ada Pak Didi. Wah, ini di rout kereta api yang juga pernah menang dan ini juga salah satu juri.
And you are representing UAE embassy. Please stand up. I'm sorry. What is your name again? Miral Azizi. Mira ya. Mira. Ibu Mira. Ibu Mira. Terima kasih. Saya ini konsul jenderal kehormatan Republik Ceko. Tapi Dubesnya lagi pulang jadi ndak nak datang sini. Ini teman-teman saya semua. Oh, ada Pak Soni Subrata ini ya. Ini Pak Soni Subrata dulu komisaris utama Semen Indonesia Grup selama 10 tahun. Sakti ini Pak Sony Subata ini siapa lagi ini yang ndak ndak ndak ndak tahu saya. Teman-teman saya banyak yang datang dari luar negeri. Ini yang 10 tahun ini 10 years you are with me David. Nah ini dari Korea selalu datang 10 tahun ya. Ya. Ya. E anyang Haseo ini. Anjang Haseo ya. Ini ini Munkiibong teman saya dari Korea juga datang. Ah, Profesor Jo. Profesor Ju ini mantan menteri kemarin keynote speed juga. Kemarin waktu ASEAN Marketing Summit, hari pertamanya kan ASEAN ya. Hari ini naik Indonesia.
Kemarin deputi prime minister Timor Leste datang. Senangnya bukan main. Sebagai anggota baru dari ASEAN bawa 38 dancer and singer dari Timor Leste didatangkan ke sini. Waduh, kaget juga saya ya. 38 dancer and singer. Wayu-ayu ternyata keliru. Kita mikir sing ayu cuma datang di Jakarta semua ya. Katanya yang ayu-ayu dari daerah-daerah kan sudah pindah Jakarta semua. Kalau Timor Leste gak ya? Ternyata diambil dari Timor Leste langsung ayu-ayu semua ya. Itu pilihan semua. Pak Kemal ketawa dia. Pak Kemal. Pak Kemal Neli pintar kalau lihat-lihat ini ya. Ini dari Vietnam juga. Ah ini Profesor Tui ini. Ini cantik semua ini. Ayo tolong berdiri. Ah, ini ya. Please stand up. Ini lihat ini. Saya tanya kalau cewek Vietnam ini harus hati-hati. Ayu si ayu langsing semua karena makannya kan sayur ya. Saya dulu dibilangnya orang KBRI, "Pak, kalau di sini hati-hati kalau kelihatan sudah ibu-ibu mulai gemuk." Ah, itu mesti orang Indonesia itu katanya. Enggak usah ibu-ibu gemuk. Kalau Vietnam itu sampai tua masih langsing terus karena makannya sehat mulai dari kecil. Cuma kan Vietnam itu negara yang tidak pernah menyerah pada siapapun. Amerika diusir kok. Iya toh. China juga zaman dulu diusir juga. Tetapi saya bilang ayu-ayu memang. Wah. Tapi nek dikawini repot ya toh. Ini bangsa yang tidak pernah menyerah ya toh. Bisa kita ditendak g misal. Iya toh ndak ndak gitu katanya. Ya sudah nanti dicoba saja.
And then I would like to call. Oh, ini ada tamu istimewa. Masamici Yasaki. Where are you? Ah, ini Masamaki Yasaki. Ini aneh ini orang Jepang. Orang Jepang tapi mewakili Genus World of Record. Ah, ini penting untuk marketing ini. Jadi, kalau Anda punya record-record yang belum diakui, DA, Global Authority ya, Global Authority, wilayah di sini ini termasuk Jepang. Jadi, mereka datang dari ee dari Tokyo khusus masa ini. Lihat ini. Kemudian siapa lagi ini? Ya, Pak Kemal sudah disapa. Kemudian Pak Nanan sudah, Pak Ali sudah, Pak Arif Yahya sudah, Pak Yonan belum datang, Pak Daraniska ndak datang, Pak Darmawan sudah, Pak Didik sudah, Pak Yunardi sudah.
Oke, sekarang saya masuk ke materi saya tidak banyak cuma sedikit saja. Nah, kalau saya nyebutnya marketing itu kan marketing ya. Artinya apa? Bahwa market itu berubah terus. Jadi kita mesti doing yang namanya present continuous. Marketing itu bukan noun. Marketing itu is not noun. Tapi itu verb, kata kerja. So you must be active in doing marketing. Marketing is not a noun to market. Mark marketing karena the market is keep on changing especially now ya. Oke. Now kita lihat 2026 Indonesia gimana. Coba lihat. Oke kita lihat opening-nya. dari 1P menjadi 2P. Nah, kalau tahun lalu kita ngomong mengenai apa? Prabowoonomiks. Sekarang Prabowoonomik dan Purbayanomik. Nah, ada P gede, ada P kecil. Nah, ini luar biasa dari 1P menjadi 2P sekarang, Pak. Ah, ini yang harus diperhatikan. Gebrakan-gebrakan Pak Purbaya ini apa? Tadi malam saya nyetel TV. Wah, tahu-tahu ekspor emas. Ekspor batubara dipajekin, Pak. Dan seluruh hasil ekspor harus ditaruh di bank-bank Himbara. Hati-hati ini yang ekspor jangan ditaruh di Singapura lagi, tapi harus ditaruh di Bank Indonesia tapi Himbara lagi. Jadi ini menteri yang luar biasa ini ya. Karena dia bilang kalau lulusan ITB itu orang paling pintar sedunia katanya. Iya toh. Memang kalau orang ITB itu selalu bilang gitu. Saya pikir dulu sekolah di sama istri saya di sekolah sekolah S3. Kalau gak S3 aku dipecat gak mau nikah. Tak pikir sekolah opo sing paling gampang? Ekonomi. Ternyata angele gak karuan ekonomi kapok kono. Ekonomi itu pakai matematik-matematik kok. Iya toh. Jadi ini Pak Purbaya memang unik dan nanti orang akan melihat 2026 paling hasilnya gimana. Tetapi paling gak di penghujung 2025 kita optimis Ustaz ada ubah purba ini ya. Jadi apapun yang terjadi dari 1P sekarang ada 2P ya. P kecil ini bisa spot P gede. Ini Pak Prabowo pasti terbantu sekali dengan adanya Pak Purbaya. Ya, saya gak tahu apa yang terjadi di 2026 tapi optimis ya.
Kedua, ingat bahwa semua bayi yang lahir 1 Januari 2026 itu generasi beta loh. Generasi alfa finish 31 Desember. Jadi kalau mau punya anak generasi alfa sekarang cepetan dan harus lahir sebelum 31 Desember anakmu masih generasi alfa. Dan generasi beta ini nanti totally different karena generasi beta itu menjadi AI native. pribumi AI. Kalau Alfa ini kan cuma internet aja, sosmet native mungkin ya. Kalau seperti saya, Baby Boomer ini lahir tahun 47 gak karu-karuan. Sudah baby boomer, X Y Z alfa. Ampunlah. Apa sudah waktunya ini meninggalkan dunia ini sudah terlalu panjang ini baby boomer terus beta. Jadi ingat bahwa generasi alfa itu sudah 15 tahun karena tiap tahun biasanya ganti. Jadi kalau sudah 15 16 saya diceritai sama anaknya Pak Dalan Iisan sopo iku namanya Kasrul. Pak, jangan keliru loh. Kalau aku ngadakan liga basket itu penjualan merchandise-nya yang paling ramai itu siapa? Pelajar, bukan yang mahasiswa. Mahasiswa gak punya duit. Kalau pelajar dia lebih gampang keluar duit karena buang duit bukan duitnya sendiri toh Pak Muloko. Duit orang tuanya, duit neneknya, semua cinta sama cucunya. Jadi dia buang duitnya lebih gampang. Jadi saya senang katanya. Nah, ini sesuatu yang Anda tidak terduga. Dikira generation alpha itu belum punya duit. Ya memang masih umur 15 tapi tahun depan umur 16. Justru ini kakeknya senang, neneknya senang dikasih duit. Jadi dia kalau kita bisa bikin sesuatu yang merangsang dia itu laku. Ya, ini pembukaannya kita teruskan.
Nah, part one itu saya selalu mengatakan ada lima drivers of change. Teknologi di atas, political legal di kiri, ekonomi di tengah, social culture di kanan, market di bawah. Nah, jadi kalau kita mau lihat 2026, kita mesti lihat teknologinya apa kira-kira 2026. Coba kita lihat. Ayo. Ada dua kata kunci, adoption dan sovereinity. Indonesia mau ikut-ikut bikin AI memangnya susah. Sudahlah daripada membuang waktu untuk membuat AI, biarlah itu urusannya Nvidia, urusannya Amazon, urusannya macam-macam itu sudah biarin aja dipsik dan sebagainya kita pakai saja namanya adoption itu. Jadi nanti pertandingannya adalah Anda atau kompetitor Anda yang cepat-cepatan pakai CGBT6nya yang pakai apa grok berapa gak tahu. Nanti kan versinya tambah-tambah terus. Tapi saya yakin bahwa 202 ya masih AI yang seperti sekarang ini cuma versinya naik terus. Tapi sovereinity saya senang ini. Ini ada Pak Sony Subrata PTEA Indonesia yang jadi partner kita ini. Ya toh. Kita sadar bahwa kita tidak punya kemampuan AI ini. Saya tetangga saya lantai 8, beliau lantai 32. Pak Sony Subata PTI Indonesia. Ayo kolaborasi aja supaya cepat. Beliau ndak punya konten marketing, saya ndak punya konten AI. Ayo kerja sama. untuk melayani UKM. Tos UKM itu kita nak jualan ke UKM. Kalau kita jualan ke UKM ya kasihan, Pak UKM-nya. Kalau diterima ya kasihan kita costnya gak nututi lebih baik kita subscrib-kan nanti. Jadi kita subscribek kan nanti cukup subscription murah nanti sudah bisa dapat kontennya. Mak mau tanya apa? Aku punya UKM begini-begini. Nah, itu nanti kerja sama sama Pak Soni Subrata. Tapi yang penting Indonesia itu sudah menuju ke kedaulatan ya, Pak ya. Mulai bikin data center. Kalau menurut Elen Mas kan ada ee menurut Jensenang kan ada lima lapis itu. Pertama energi dulu, kemudian kedua cip, ketiga infrastruktur. Paling gak infrastruktur itu sudah dipegang. Sebab kalau data centernya ada di Singapura, ada di mana-mana, waduh berat ya. Jadi ini teknologi kalau political legal stability and balance ya. Coba lihat aja Pak Prabowo tahu-tahu di Rusia kaget aku kemarin ribut semalam seharian tadi malam loh sudah ada di Putin sudah ngomong-ngomong Putin gimana ini Pak Prabowo ini entrepreneurial marketer menurut saya mengambil risiko loh mengambil risiko keliling ke mana-mana ya namanya negara demokratis ya ada yang setuju ada yang gak setuju tapi beliau gak pedul jalan terus entrepreneur kan gak terlalu peduli kan orang mau ngomong apa kalau Saya mau melakukan apa ya asal saya yakin ya saya jalan. Tahu-tahu ada di Rusia, tahu-tahu ada di Pakistan, tahu-tahu ketemu Trump. Tapi ingat loh, China didatangi dua kali. Ya. Terus kemudian and balance, optimistic and cautious. Ini yang saya bilang 2026. Menurut saya orang yang tadinya takut, takut takut ada purba ya sekarang. Wah, ini nanti selamat ini 200 triliun dimasukkan dibaran. Gak tahu nanti ke mana uangnya, apakah betul-betul menggerakkan ekonomi. Tapi paling gak berani duluan ya. Jadi ini koboinya ini membuat kita optimis tapi harus tetap kos kalau kita tanya pengusaha gimana sekarang ya optimis Pak tapi kosus. Hati-hati yang namanya pengusaha ya mesti kersus terus dan kalau social cultur-nya ya tetap youth woman netizen yang kuasa. Siapa yang bisa memegang youth, siapa yang bisa megang woman, siapa megang netizen akan menang. Politik ya gitu, Pak. Kalau politik Anda partai politik atau mau masuk DPR, masuk DPD, kalau sudah ndak disukai anak muda, ndak disenangi perempuan, gak disenengi netizen, habislah sudah. Pokoknya pegang aja anak muda, pegang aja jangan yang tua-tua, pegang aja wanitanya jangan yang laki. Ya yang laki ini kan semua di sini sok kuasa. Kalau di rumah kan takut. gitu. Iya toh. Nah, kemudian juga netizen. Netizen lebih berkuasa dari citizen. Begitu netizen ngomong apa ndak tahu salah benar ya itu sing bener wis ya netizen. Nah, kalau market tergantung Anda berada di mana. Kalau Pak Harman ini ada di apa Warda ini ya otomatis kosmetik ya mesti customernya berubah terus gak kompetitornya siapa kan gitu aja. itu sesinya nanti sore. Makanya datang di MLOS Conference ini lengkap mulai dari pagi beli tiket sampai sore nanti dengerin asosiasi-asosiasi. Ada Pak Asim lagi ya toh. Malamnya nanti ada konser konsernya jusi kenapa kok jusulusi? Karena banyak yang galau katanya. Tapi anak muda yang galau ini bukan kita. Kalau kita kan sudah lewat itu semua galau-galauan itu ya.
Oke. Jadi kalau disimpulkan nanti akhirnya kan kayak gini. Sekarang ini kan ANI artificial narrow intelligent katanya yang optimis bilang katanya AGI itu akan datang 2029 ya toh Recordwell atau siapa itu 2029 sebelum 2030 pasti AJI. Kalau sudah AJI itu kemampuan AI itu sudah kayak manusia. Kalau sekarang ini kan masih dikasih tugas apa ya sudah sekarang EAI itu apa? Aplikasi itu aplikasi khusus tentang apa? Tentang apa? Tentang apa? Tentang apa? Sekarang dokter aja tanya CGBT kok, Pak. Saya masukkan hasil check up saya tiap 3 bulan tak masukin situ. Jawabnya hebat sekali. Dokter pun tanya sekarang tanya. Jadi ini bisa repot ini yang sekolah S1, S1 ini bisa tutup ini nanti. Saya advisornya Universitas Erlangga, Pak. Dulu kan dewan pendidikan tinggi, sekarang sudah nak. Saya datang ke situ ngomong sama dekan-dekan, "Hati-hati loh, S1 ini bisa hilang loh, ganti teknologi semua ini. Itu baru ENI, ENI hukum bisa mengganti S1 hukum. Nanti eni teknologi bisa ganti teknologi engineering dan sebagainya. Tetapi nanti kalau sudah ESI sudah ESI artificial super intelligent waduh ini repot katanya robotnya bisa bunuh manusia katanya. Gak ngerti aku ya.
Terus China ini bukan west itu hilang nak. West itu tetap keren. Gak bisa ganti west dengan gampang itu gak bisa ya. Jadi China itu rising, tetapi bagaimanapun juga West itu tetap dominan. Cuma kita ndak boleh terlalu fanatik kepada West ya. Kita harus balance antara China sama West. Karena buktinya China ini di dalam waktu 25 tahun cepat sekali karena sistemnya, karena wah macam-macam sudah orangnya kerja liuk liuk liuk katanya. Liuk liuk liuk itu artinya keren katanya. Jam 8.00 pagi sampai jam 6.00 sore 6 hari seminggu. Ah, di sini kan kerja 4,5 hari seminggu. Iya toh. Nyari orang kan susah kalau sudah Sabtu gitu diajak ketemu. Wah, golf apa-apa di sana gak ada golf ini. Ini sama Tiger ini gak pernah capek-capek ini. Tadi malam sesudah acara ASEAN Marketing Summit aku bilang ada undangan dari Lenovo Pak Muldoko. CEO-nya Lenovo datang dari Cina datang ke Jakarta bikin siangrila. Saya punya undangan. Mau gak? Mau kenal kok saya katanya kenal tenan iki chairman CEO China. Jadi memang ASEAN Indonesia itu lagi diserbu sama China karena tidak ada jalan lain. ASEAN itu dekat sama sama China kan dan relatif damai ya. Relatif damai ya. Ya, ada perang-perang kecil tapi gak kita sebut perang ketidak salah pahaman gitu. Kamboja sama Thailand. Terus Myanmar apa dianggap kesalahpahaman gitu aja ndak gak digede-gedein lah sak jane yo perang tenan sak jane ya toh tapi ya tapi ya dianggap enteng gitu ya jadi memang makanya fokusnya kali ini adalah AI dan China bukan berarti West itu gak penting bukan berarti Jepang itu dominan di Asia Tenggara karena datang duluan kita rata-rata pernah dijajah Jepang tetapi Jepang itu dicintai Jepang dicintai orang ASEAN kalau ngelihat Jepang itu simboli. Korea datang. Wah Korea ini ternyata kayak Jepang ini. Sekarang China datang. Wah rusak semua ini. Sudah bagus murah. Wis loro kabeh iki ya. Jadi Jepang Korea, China. Jadi sekarang Indonesia mesti siap ini. Siap gak welcoming China ini? Kalau welcoming Jepang sudah biasa. Welcoming Korea termasuk K-popnya. Nanti ada K-pop di sini ya supaya kita seimbang bukan cuma China tok. Ya, wakilnya barat itu kalau di Asia yang kuat-kuat ya sori ya, Jepang sama Korea ya. Wakilnya Barat, wakilnya barat, wakilnya barat. Dan China ini berani memang berani padahal ya ekonominya ndak lagi baik-baik juga tetapi berani menunjukkan sikap. Ya, jadi Indonesia gimana ini sekarang menghadapi A dan China datang ini hati-hati loh. China memang diperlukan investmentnya tapi you have to work like Chinese. Bisa gak kerja jam 8.00 pagi sampai jam 6.00 sore 6 hari seminggu bisa gak secepat mereka kerjanya bangun gedung berapa hari selesai bangun apa yang impossible jadi possible. Kalau ndak bisa gitu ya nanti tinggal marah-marah tok. Wah, kenapa kok UKM kalah dan sebagainya? Tanya Pak Mudoko, gimana caranya kerja sama sama orang Chinese ini? Iya toh, Pak Modoko kalau datang ke China katanya selalu disiapkan red carpet. Ini baru pulang lagi nih dari China sampai ngajak teman di sini. Jadi, it's not easy ya. It's not easy dengan social culture kita. Walaupun Nabi Muhammad mengatakan belajarlah sama negara Cina ya, tapi tidak segampang itu. Karena memang kalau gak UKM kita bisa setengah mati semua. Ini datang tetapi ada persaingan yang bagus dan dengan persaingan itu lebih bagus lagi kita maksudnya supaya kita lebih bagus ya.
Next. Ini yang pertama ya, kreativity. Anda mesti kreatif. Ini saya waktu ulang tahun ngajak teman-teman ini ke China ya. Ini ada Bobi, ada siapa lagi nih, Pak Richard mana? Itu 32 orang ke Cina. Kita mengunjungi Alibaba teknologi. Waduh, Alibaba Clot itu punya kantor di Beijing, Pak. Kantor lamanya di Hangcong. Ini di Beijing. Bapak mesti masuk sana, Pak. Ah, ini ada Aming. Ini juga sana. Waduh, Pak. Kami masih nomor empat. Nomor satu Amazon Cloud. Nomor dua Google ya. Nomor tig Azur ya toh. Tapi kita nomor empat tapi kita nomor satu di Asia Pasifik. Jadi perusahaan Indonesia itu banyakan pakai Alibaba. Bagus murah ya bolak-balik hebat memang bagus murah dan mereka bertekad menjadi nomor satu di dunia. Ah ini Kristo ini memandang saya kok gak disebut-sebut katanya. Padahal deek melok ke China. Dek de kaget ya ke China. Oh iya ini adik Bobi ini melok ke China juga 32 orang ikut rombongan saya ke China. Kita kaget barusan lihat di situ ada kalau aku lihat qati loh C O TTI Kofi. Eh ternyata made in China mati. Wis banyak yang gak ngerti kalau itu made in China. Ah, kalau Pak Harman ini pasti tahu bahwa ada kosmetik sekarang namanya Skin TV itu made in China. Bapak tahu? Tetapi banyak orang-orang gak tahu itu kalau bin China, Pak. Skin namanya skinfic made in China. GRE itu made in China. Jadi diam-diam masuk semua karena mereka bisa kasih barang yang bagus, harga murah, jaminan servis lebih panjang. untuk membuktikan bahwa saya bagus loh ya. Apalagi kita pergi ke KBRI coba lihat itu Pak Johari Pangun nyanyi bareng sama opera singer dari Chinese. Saya baru tahu ternyata sejak tahun 2020 Pak ASEAN itu is the biggest trading partner of China. Bukan US, bukan Europe loh, Pak. Dan kenapa Indonesia itu kok disenangi? karena 40% dari R00 juta. Ah, tapi supaya kita gak jadi konsumen tok, harus kerja kayak mereka, kolaborasi dengan mereka, kerja sama dengan mereka. Jadi kalau yang mau kerja sama hubungi saya nanti. Saya lewat ini lewat Pak Tiger ini ya namanya Cho Hu ini Tiger Chao. Hu itu macan, Pak. Ya. Terus kita pergi ke Chingua. Nah, Cingua ini School of finance. Aku bilang sama Cingua terang-terangan. Kalau finance ya memang finance itu kan duit ya, cuan cuan cuan cuan ya. Di Indonesia cuan itu kan sangat jin jin jitnya. Pokoknya orang Cina itu pokoknya duit nomor satu sampai mati pun bakar duit. Nah, tapi kalau marketing nanti dulu masih harus belajar dari kter marketing grup. Saya selalu ngomong sama orang Chinese, kalau marketing itu masih suatu yang baru. BYD menjadi terkenal karena produknya bagus dan murah. Tetapi jangan main-main labubu. Nah, enggak lihat produknya tapi orang beli. 3 bulan yang lalu saya lihat di Amerika, di New York City anak kecil bule belilah bubu, Pak. Gak lihat produknya. Biasanya lihat produknya bagus, murah. Yo wis makane BWD terus jadi terkenal tetapi LBU bagaimana? Jadi China itu memang luar biasa mulai dari produk bagus, harga murah nanti lama-lama naik naik naik kayak Jepang zaman dulu. Jepang zaman dulu kan gitu. Lexus masuk Amerika pertama dia bilang ini lebih bagus dari Mercy, tetapi servisnya lebih panjang dan sebagainya dan sebagainya. harganya separuh tapi lama-lama naik dan lebih mahal dari Mercy akhirnya. Saya pikir ini yang akan terjadi di Mid in China. Terus apalagi yang kita kunjungi? Ah, TCL. TCL. Saya nyoba gelas yang pakai itu saya jadi yut. 78 tapi jadi yut. Karena pakai kacamata itu Pak. Translate bisa Pak langsung translate bisa langsung. Wah, bisa lihat keluar-keluar di sini. Cina jangan main-main. Jadi membuat produk yang disenangi sama anak muda, bukan disenangi orang tua. Aku ini orang tua yang gak rela jadi tua. Ya toh. Makanya nyoba yang muda terus. Nyoba yang muda ya opo sih? Keliru ini. Nah, ini reality ini sudah sampai Indonesia sebetulnya ini. Ini 3D printing, Pak. Tapi bisa bikin sepeda, bisa bikin rumah loh, Pak. Hati-hati nanti rumah-rumah sederhana itu bisa dibikin pakai 3D printing. Jadi di China itu apapun bisa. Makanya Pak Daradiskan selalu bilang kalau Cina sudah bisa bikin sudah kita gak usah bikin sudah pasti kalah. Katanya bikinlah sesuatu yang mereka gak bisa. Apa kelapa gitu ya, durian gitu ya. Tapi sekarang kabarnya China juga sudah mau bikin kelapa juga. Iya toh? Kalau mik kopi late itu kan bukan susu mereka pakai kelapa supaya rasanya gurih ya itu terus jadi dengan contoh-contoh ini kita lihat bahwa kita mesti kreatif ya menghadapi 2026 kreatif punya ide yang bagaimana lagi kedua nah terus masukkan di dalam change study 5 itu siapa kompetitor Anda, siapa customer Anda, company Anda, siapa? Ingat itu 5 abad sebelum Masehi ya dia sudah ngomong know your terrain. Terrain itu ya yang Anda mau rebut siapa customer kan. And know your enemy competitor but know yourself. Kekuatan anda kalau bisa kan katanya suncu how to win the war without making a war. Jadi marketing itu bukan menang-menangan sakjane yo opo carane kayak Suncu bisa memenangkan pertarungan dengan strategi. Ini sampai dipelajari di Pentagon sana. Amerika juga belajar kayak ginian cuma gak ngaku kan mereka ya toh gak ngaku tapi sebetulnya ini makanya Nabi Muhammad itu belajar sampai dengar Cina itu benar ya dari dulu sudah ngerti 4C ini sebetulnya tak pikir-pikir loh iki modelku ikuncu ini belajar dari saya gayane iki Pak tapi kan kita lihat kalau gitu Cina itu sudah dari dulu kalau dimasukkan ke bisnis itu ya sudah harus tahu C yang pertama perubahan C kedua adalah customer. C ketiga adalah kompetitor. C keempat diri sendiri. Bikin strategi. Strateginya gimana? Ayo innovation ya. Nah, entrepreneurship positioning. Kalau saya kan selalu gini, Pak. You don't need to be better. You don't need to be the best. You just need to be different. Saya kalau ditanya marketing itu apa, ya bolak-balik ya. Ini aja sudah percuma. Memang kita mau ngomong bahwa kita terbaik gak bisa. Gak ada yang percaya. Iya toh. Kita harus ngomong we are unque. Keunikan mak plus ini apa? Sejak 35 tahun lalu saya dirikan, saya cuma pakai model saya sendiri. Saya nerbitkan buku sudah 13 buku sama Profesor Philip Cotler ada yang 28 bahasa, ada yang 26. That is our uniqueness. We simplify the complex thing. So many professor complicate the simple thing. Saya memang bukan profesor kok. Jadi saya tidak pernah mengatakan saya paling pintar. Gak mau sama kita ya gak apa-apa. Ada yang mau kok. Jadi you don't need to be better. You don't need to be the best. Ya, China ndak pernah mengatakan dirinya paling bagus. Tahu-tahu keluar BYD, tahu-tahu keluar skin tahu-tahu keluar gre, tahu-tahu keluar apa, pokoknya differ aja. Ah, cuma kediferannya berat terus bagus dan murah. Repot ya. Walaupun gak ngomong tapi kenyataannya gitu. Tapi kalau lah bubu ya opo? Eah popmat ini kita gak tahu produknya tapi kita beli magic box kan? Magic box. Nah dibuka gak tahu apa. Ah ini ini brand yang luar biasa dari China. Jadi sudah mulai loh bikin brand. Kalau yang lain mesti belajar dari ini Tiger Chu ya. Semua perusahaan Cina harus belajar dari dia PDB. Dan yang terakhir 9 element of marketing PDB itu P-nya customer management, D-nya produk management dan brand management. Ya, jadi ini 9 el STP, DMS, dan BSP. Nah, saya cuma mau membahas satu saja dari pemenang-pemenang ini. Juara umumnya adalah Paragon. Paragon yang mulai dari Wardah. Dari Wardah. Jangan main-main. Ibunya beliau itu orang sangat humble. Saya dulu ketemu baru mulai. Ibu kok hebat berani bikin Wardah. Wardah itu dulu brand sekarang 14 brand. Brand yang untuk halal. Mulai dari halal. Biasanya kalau mau gede gak berani masuk halal. Tapi ini dari halal akhirnya tetap mempertahankan kehalalan tapi diterima oleh semua segmen ya toh. Sampai segmen-segmen yang non halal pun suka bahwa halal itu bagus gitu ya. Halal itu bagus, halal itu sehat, halal itu bagus dan sebagainya. Ini luar biasa. Pak Arman Subakat nanti akan menerima marketing of year atas pilihan pemenang-pemenang yang lalu ya. Kontennya halal beauty tetap sampai sekarang all ya 14 brand semua halal beauty toh Pak? Tetap tapi konteksnya Pak. Jadi diferensiasi itu ada tiga konten diferensiasi berani unik di dalam kehalalan. Gak semua berani gini biasanya berani tapi kecil. Ini berani tapi terus jadi gede. Susah ini kalau ndak konteksnya dibikin universal gak bisa gede ya. Tapi yang hebat infrastrukturnya yang membuat mereka tetap different adalah research and innovation center. Ya, ini yang jarang dipunyai oleh apa? Perusahaan-perusahaan kosmetik di Indonesia. Dan sekarang jangan takut semua senang ayu-ayuan, Pak. Iya toh. Asal kecantikannya jangan dibikin-bikin. Bujuk ora kelihatan ayu-ayu mari ngono ketemu kok ngene. Ya toh. Nah, itu ndak boleh. Itu tidak cocok dengan marketing 3.0. Marketing 3.0 marketing dengan human spirit. Marketing dengan jujur jujujuran ya. Oke. Terus sedikit ee closing operation excellent. Ah, ini China itu bisa membuat quality bagus, cost murah. QC ya, BYD itu contoh. Walaupun sekarang kalau harganya diturunkan terus ya pusing customernya pusing. Wis enggak beli wis mari ngene keluar lagi yang lebih bagus lagi, lebih murah. Nah, ini Pak Haradi ini termasuk yang jualan BWID takut juga. Tetapi Heidilaw itu tidak bagus di dalam QC, bagus dalam DS. Delivery-nya cepat. Deliverynya cepat. China itu sembarang-sembarang cepat wi. Pokoke bangun gedung cepat, bangun apa cepat. Ndak ada yang model lambat karena kerjanya ya itu tadi dari pagi sampai malam tanpa disuruh dan sebagainya dan sebagainya. Dan servisnya aneh ya. Kalau orang antri untuk Heidilaw hotpot itu di Grand Indonesia ada ditawari manikure pedicure. Mana ada restoran nawari manikure pedicure. Nah dicoba aja sambil antre dikasih manikure pedicure. Nah ini. Jadi kalau gak bisa QC ya paling gak di S. Tapi mereka belajar dari mana? Belajar dari empat negara. Dari Korea. Korea is number one in creative innovation. Cepat cepat cepat. Samsung selalu cepat keluar terus, keluar terus. Kalau Jepang alon-alon bukan asal kelakon. Alon-alon tapi pasti slow but sure. Ah, ini Jepang sama Korea ini mesti digabungkan. Ah, itu ada di David itu karena ada darah Jepangnya, ada darah Koreanya. So, you can combine between C and P. El entrepreneur leader itu India. Mamdani itu contohnya bagaimana keturunan India bisa menang di walikota nuyok. Lah angel lah sampeyan yang nunyong gak ono sing milih. Ono sing milih cara Inggris gak iso gak wani nantang Trump kan dia berani nantang Trump ini. Padahal dari kampung mana itu ndak tahu itu di New York. Kampung mana orang kampung itu Queen itu katanya rumahnya tapi berani nantang sehingga menang akhirnya. Tapi seminggu men ya salaman ambil trum ya toh. Ah jangan pernah berdebat sama orang India. Kalah pasti. Entrepreneur leader itu adalah India tetapi Singapura very good. Liuan pada waktu itu bilang pernah dipanggil tank shopping. Coba ajarilah kami China ini bagaimana supaya bisa maju kayak Singapura. Ni Kananyu bilang ya kita ini cuma jadi profesional. Kalau China mau maju, jadikan profesional semua. Kirim itu orang-orangnya ke Amerika, belajar bahasa Inggris. Ahah. Sampai sekarang mungkin jumlah orang Chinese yang bisa bahasa Inggris lebih banyak dari India loh. Jangan keliru. Di India yang di kampung-kampung itu banyak yang gak bisa bahasa Inggris itu. Tapi di China banyak sekali yang bisa bahasa Inggris. Jadi China itu ngambil dari empat-empat itu whether they like Korea or not. Whether they like Japan or not, whether they like India or not, whether they like Singapore or not, they don't care. They learn from the four countries sampai akhirnya QCDS-nya bagus, quality, cost, delivery. Kan akhirnya operation yang penting ini. Ya bukan marketingnya. Marketingnya cuma planning tok. Marketing is top line, finance is bottom line. Tapi kalau operation itu apa? Middleine ini yang paling penting ini. Makanya COO itu adalah orang keduanya CEO gak ada CMO itu C marketing officer jadi orang kedua rusak semua. CFO jadi orang kedua rusak semua dihemat-hemat uangnya gak bisa COO lu mau operation apa? Perlu marketing gimana? Perlu teknologi gimana? Nah teknologi di mana? Ada di operation. Operation itu bisa menggunakan human, bisa menggunakan teknologi. Please promote human becoming augmented human. Human harus pakai teknologi supaya operation-nya lebih bagus. Tetapi jangan sampai dikontrol sama teknologi ya. Terus berikutnya makanya saya sama Tiger barusan launch buku di Sencen ya. Ini Tiger mana? Ini kencing ini kelihatannya ini ya. Sama dia Pak. Bagaimana membranding perusahaan China ada ke South East Asia dan Middle East Asia. Jadi sekarang sasaran mereka itu South East Asia sama Middle East Asia. Middle East Asia itu ya Middle East, Pak. Yang sana bagian kelas atas, yang bagian kelas menengah itu ya di Southeast Asia ini. Dan buat China itu emerging country katanya. Kita ini emerging country, Pak. Padahal zaman dulu 98 pada waktu saya nulis buku pertama kali dengan Philip Cotler. Jepang nomor satu Flying Ge angsa yang terbang nomor satu Jepang. Tier du empat negara Hongkong, Korea, Taiwan, Singapura. Tier 3, Indonesia, Thailand, Malaysia dan mana lagi lupa. China itu gak karu-karuan di mana-mana. 98 itu. Sekarang China ada di depan, yang lain ada di belakang. Jadi demikian cepatnya karena berbagai-bagai sektor. Eah kalau kita ya susah niru plek gak iso. Karena kita mau berbeda pendapat ya boleh. Mau apa boleh. Kalau di sana gak boleh. WhatsApp. Ayo. Ya, ada yang pakai WhatsApp tapi kan kebanyakan sudah pakai sistem mereka sendiri. Iya toh. Tidak boleh. Ada Google ya? Boleh pakai Google tapi kan sedikit. Tapi akhirnya mereka berdaulat di dalam diri sendiri dan dilarang sini, dilarang sana sama Amerika tambah kuat, tambah kuat, tambah kuat. Jadi memang kita jangan iri sama China tapi marilah kita belajar. Kalau China belajar dari empat negara, kita belajar dari lima negara. Korea, Jepang, India, Singapura, dan China sendiri. Karena mereka datang dan cindo seperti kita ini keturunan ketujuh ini bisa jadi perantara karena kita tidak pernah merasa kita Chinese kita merasa kita ini Indonesia kita ini Indonesia jadi makanya kita jadi bisa jadi perantara yang membawa mereka datang tetapi sekaligus menurunkan ilmu-ilmu yang ada itu yang dilakukan Pak Poko pada saat ini. I toh karena itu standarisasi pabriknya Pak Moldoko untuk bikin baterai Pak ya. Nah, itu dari China juga ini ya. Oke, ini model kita waktu pergi ke China sudah lewat dan selesai ya. Apalagi ya? Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
[musik] [musik]