📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

Pria ini Mencoba Mie Pedas Level 50 #alurceritafilm #shorts

Ahmad Film1:47

Transcription

Mangkuk mie ini disebut ramen neraka pelepas arwah. Tingkat kepedasannya dihitung berdasarkan levelnya. Orang biasa hanya bisa mencoba hingga level 3. Bahkan mereka yang terbiasa dengan makanan pedas hanya di level 4.

Hari itu adalah pertama kalinya Kenta datang. Jadi ia memilih level pedas menengah. Tapi yang tidak dia ketahui adalah level kepedasan ramen neraka berkisar dari level 1 hingga level 100.

Pemilik warung sangat terkesan dan dengan keras mengumumkan, "Kami punya pelanggan yang memesan tingkat kepedasan 50." Para pelanggan sangat terkejut. Tingkat kepedasan 50 berarti menambahkan 50 sendok cabai ke dalam mie. Dari tampilannya saja itu sudah menakutkan. Makan ramen itu terasa seperti api yang membakar semua mulut dan ususnya.

Kenta menatap ramen merah cerah itu dan terdiam kaget. Semua pelanggan diam-diam mengamatinya menanti reaksinya. Kenta dengan hati-hati mengambil satu suap dan benar-benar merasakan neraka. Mulutnya terasa seperti kebakaran. Pedasnya membuat Kenta menangis dan dia terus minum air. Pelanggan yang sebelumnya memandangnya dengan kagum kini merasa kecewa. Beberapa bahkan diam-diam mengejeknya.

Untuk membuktikan dirinya, Kenta menggulung lengan bajunya dan memaksa diri untuk makan ramen tersebut. Dia tidak peduli lagi dengan rasanya dan makan dengan suapan besar. Rasa pedas membuat wajahnya memerah. Dia berkeringat deras, bibirnya panas dan merah. Pelayan membawa nasi dan lauk pauk. Dia menggunakan nasi untuk meredakan rasa terbakar di mulutnya. Potongan daging yang dipadukan dengan ramen neraka membuat rasanya semakin nikmat.

Melihatnya makan dengan lahap, para pelanggan segera mengubah rasa jijik mereka menjadi kagum. Dalam 3 menit, Kenta menghabiskan seluruh mangkuk ramen pedas. Bahkan tidak menyisakan sedikit pun kuahnya.

Setelah selesai makan ramen, pikiran Kenta menjadi kosong. Dia berkata, "Mengapa seseorang mau makan makanan sepedas ini?" Pemilik restoran mendengarnya dan berkata, "Kamu akan mengerti begitu keluar."

Saat membuka pintu, angin sepoi-sepoi menerpa dan Kenta yang berkeringat merasa sangat nyaman. Ada energi panas yang membara dalam dirinya. Dia akhirnya mengerti mengapa orang-orang menyukai makanan pedas. Yeah.