Transcription
Saya datang ke rumahnya, saya bilang, "Gus, kalau sampean betul-betul korupsi sesuai tuduhan KPK, mohon maaf saya harus mendoakan sampean kena azab oleh Allah sampai ke keturunannya."
Memang Gus Yakut itu akan menjadi tabungan kriminalisasi. Kalau ada orang yang tidak disukai dianggap sebagai kerikil dalam sepatu dalam pergerakan politik saya, udah tersangkakan aja jadi korupsi. Selesai. Nadim, Tom Lembong semua mengalami hal yang sama.
Gakut datang ke Presiden Jokowi, dia tanya, "Pak, apakah saya akan datang ke Pansus itu di DPR itu?" Saya sudah tanya ke Gus Yahya bunyinya, "Ya, kalau ingin adikmu selamat, ya kamu harus segera mundur." Orang-orang PKB yang anti kepada Gus Yahya juga ikut serta mempersekusi Gus Yakud di sini. Ini manusia-manusia apa sih?
So we know who were playing in this game.
[musik] [musik] [musik]
Saya mendapatkan kiriman buku ini dan kemudian saya tulis di lini masa saya di X ini. Kenapa buku ini menjadi istimewa bagi saya? Sebab di dalam negeri di rana ee publik kita di bangsa ini sedang hebohnya tentang pentersangkaan mantan Menteri Agama Mas Yakud Kholil Komas oleh KPK pada kasus disebut sebagai korupsi kuota haji. ee ada banyak data di dalamnya dan kemudian lagi-lagi saya tidak ngerti memang nasib saya mungkin harus selalu bertemu dengan sahabat saya ini. Lagi-lagi orang yang ternyata sangat paham kasus ini. Setelah beberapa episode yang lalu itu kita bicara tentang keributan di NU. Sekarang ternyata realitasnya saya mendapatkan catatan bahwa orang yang paling paham tentang ini adalah orang yang sama. Cak Isla Bahrawi. Cak kita [tertawa] ketemu. Saya juga heran kenapa saya gitu eh why me gitu ya. Saya enggak ngerti ya mungkin pendaraan pergaulan kita ya. Hingga kemudian di ujung-ujungnya itu saya selalu dapat orangnya. Dan untuk dua kasus ini itu Anda, Cah. Iya. Kenapa bisa begitu? Ya kebetulan memang kita sama mungkin puang. kita punya banyak teman di mana-mana sehingga sehingga ruang sosial kita itu seolah-olah kita selalu menjadi center of gravity dari banyak persoalan. Saya kadang-kadang dituding ini orangnya si A, ini orangnya si B, ini orangnya si C gitu. Kita mungkin pernah mengalami hal yang sama. Padahal kita tidak pernah melihat orang. Kita hanya melihat satu pergaulan yang luas sebenarnya. Itu menguntungkan atau merugikan kita? Ya kadang menguntungkan, kadang merugikan. [tertawa] Tapi kita akhirnya memang menjadi sasaran ketidaksukaan atau kesukaan dari banyak orang. Biarkan sejarah mencatat kalau biarlah itu. D tapi dalam kasus ini saya mohon maaf sebelum kita ngomong banyak hal pemirsa saya sejujurnya agak deg-degan dengan diskusi kali ini. Ee sebab beberapa informasi sebelumnya yang kami bicarakan sungguh-sungguh ini sangat menghentak saya. Pertanyaanku pada bagian ini, Cak. Bagaimana bisa Anda tahu semua soal ini? Nah, ini yang penting kok. Kenapa saya lagi? Saya lagi.
Saya sebenarnya begini, puang. Di keluarga besar saya itu ada dua anggota keluarga besar saya yang belum naik haji. Satu kakak kandung saya. Heeh. Yang kedua adalah paman saya. He. Nah, dia sudah mendaftar dari tahun 2014. Enggak kunjung berangkat. Daftar tunggunya lama sekali. Nah, mumpung saya punya teman Menteri Agama dan saya mendengar ada kabar bahwa Jokowi mendapatkan tambahan dari Muhammad bin Salman 20.000 tambahan kuota haji. Sehingga saya buru-buru datang ke kantor Kementerian Agama waktu itu. Datang saya menemui Gus Yakut. Hm. Sebagai teman juga sebagai teman. Saya mau minta tolonglah ini paling enggak paman saya dong gitu. Setelah kesel setelah kemudian Lirboyo ini dalam rangka ini juga kedekatan soal ini juga. [tertawa] Iya. Pokoknya ini ya ini pesantren Liboro supaya mengingatkan orang-orang bahwa ini islah itu tercipta di sini. [tertawa] Oke lanjut. Nah, saya kemudian datang ke Gus Y ini mumpung ada tambahan 20.000 ibu kota ini ya bisa enggak sih paman dan kakak saya ini diselipkanlah sedikit h dan jawabannya ternyata memang tidak mengenakkan buat saya karena Gus Yakud ketika itu bilang, "Cak, ini sistem meskipun kamu itu teman saya, saya enggak bisa intervensi ke dalam sistem haji itu. Kalau ruang tunggu kakakmu itu sekian tahun, ya sudah harus mengikuti sistem itu." Ya, kecewa saya sebagai teman. Tapi saya kemudian berpikir, kan ini ada tambahan Rp20.000, Ibu bisa enggak sih dipercepat kita masuk ke situ? Sebab pada dasarnya ee cerita ini juga ee kita rasakan oleh banyak orang. Salah satunya saya, Bapak saya yang sayang sekali sudah pergi itu masa tunggunya 8 tahun. Iya. Bapak saya almarhum gitu.
Oke, Cak Isla. Saya ingin Anda merunut ceritanya. Kenapa sampai kemudian ada kasus ini kemudian berproses dihukum, kemudian berproses di politik dalam bentuk pansus di DPR dan seterusnya dan seterusnya. Hingga kemudian hari ini di Lala yang tersangka hanya dua orang. Iya. Mantan Menteri Agama dan seorang staf khususnya. Iya. Sementara ada banyak nama yang sudah tercekal dan informasi yang saya dapatkan baik yang ada di dalam buku ini maupun pada catatan yang terpisah-pisah itu mengatakan peran mereka itu tidak kecil. Saya serahkan mic-nya untuk Anda jelaskan sedetail mungkin. Waduh. [tertawa] Ini ini. Tapi begini kembali lagi ke cerita tadi. Saya mulai dari sana. Saya kemudian meminta Gus Yakut Gus bisa enggak sih ditolong kakak saya itu? udah kelamaan udah ketutup COVID. Habis itu dia tahu enggak tadinya di kakak saya itu harusnya berangkat tahun 2024 tapi ternyata akhirnya Tampias dia ke 2029 karena kepotong COVID dan sebagainya. Kata Gus Yakud begini ketika itu sampean kan baca berita, saya juga baca berita bahwa Indonesia mendapatkan kuota tambahan R.000 dari Muhammad bin Salman. Hm. Tapi sampai saat ini saya tidak dilibatkan dalam proses itu. Hm. Itu Gus Yakud langsung, "Loh, saya bilang Gus Yakud, sampean Menteri Agama kenapa kok nah ini beritanya." "Sampean ini Menteri Agama kenapa kok tidak diberi kesempatan untuk mengelola tambahan kuota ini?" Saya enggak tahu. Katanya presiden itu yang diajak adalah Dito. Dito mantan Menpora. Oh, Dito Ario Tejo. Ario Tejo. Oh, iya. Waktu itu sebagai Menteri Pemuda dan Olah dan Olahraga. Oke. Itu yang diajak oleh Jokowi ketemu Muhammad bin Salman dan di situlah dia mendapatkan kuota tambahan itu. Ee supaya detail C. Iya. Selain Dito, siapa lagi yang ikut rombongan beliau? Ada Erik Tohir, ada Erik Tohir, ada Pratikno. Itu berdasarkan Gus Yakut ketika itu. Dan Gus Yakut saya sampai saat ini enggak tahu soal kuota tambahan itu karena saya tidak dilibatkan. Sehingga saya bertanya ke Gus Yakud, "Sampean ini Menteri Agama apa bukan?" Saya bilang, "H [tertawa] ya saya enggak tahu Presiden belum memerintahkan saya." Sehingga akhirnya ketika satu kesempatan ini pada akhirnya saya terlibat di situ dengan cerita-cerita yang kronologis seperti ini. Oke. Sehingga akhirnya saya saya kan bertemanlah dengan Gus Yakud itu. Saya salah satu buku saya itu Gus Yakud ikut ikut membuat pengantar dan kemudian saya tanya gimana yang 20.000 itu beneran enggak sih atau cuma bluffing aja? Oke. Dan akhirnya Gus Yakut iya saya sudah tanya ke presiden. Suruh tunggu aja katanya. Nanti dari pihak Kementerian Haji Saudi akan menghubungi dan setelah itu kemudian dihubungi oleh Kementerian Haji bahwa memang betul 20.000 itu akan diserahkan ke Indonesia dan nanti pengelolanya itu adalah Kementerian Haji, Kementerian Agama. Sehingga kemudian menjadi persoalan baru kata Gus Yakut ketika itu h 20.000 ini angka yang besar. Oke. Untuk tambahan. Sementara tahun 2023 saja ada tambahan kuota 8.600 dengan cuaca yang sangat panas dan tingkat hunian yang tidak berubah dari Muzdalifah dan Mina. Sejak zaman Rasulullah sampai hari ini itu kan tidak bisa dimekarkan karena itu adalah wilayah-wilayah ibadah yang harus dijalani dalam ritual haji. Dia Muzdalifah ya. Iya. Dan enggak berubah kan, enggak bisa di apa-apakan ya. Wilayahnya segitu aja dari dulu. Oke. Sehingga apa? Ketika kita mendapatkan tambahan kuota 8.600 tahun 2023, angka kematiannya hampir 800. Apa hubungan antara tambahan kota dengan kematian? Tingkat huji, tingkat hunian. Hm. Dari luasnya Muzdalifah dan Mina menuju ke Jamarot itu yang memang segitu-segitu aja. Saya supaya kan tidak semua orang mengerti secara teknis. Saya detailkan bahwa ternyata tahun 2023 itu sudah ada tambahan kuota reguler 8.600. Sayangnya lokasi untuk jemaah haji di Muzdalifah itu tidak pernah ditambah atas berbagai pertimbangan. Maka ketika ada tambahan 8.600 menjadi semakin sumuk dan berisiko. Iya. Realitasnya memang ternyata ada kematian 700 jemaah haji. Seperti itu kan? Betul. Karena waktu itu di 2023 banyak jemaah yang tidak kebagian tenda. Wow. Di cuaca yang sangat panas sehingga mengalami dehidrasi terutama orang-orang tua. He. Ini kemudian menjadi pelik kata Gus Yakun. sampean pamanmu usiane piro? Kata Gus Yakut ketika itu. Kalau kakak saya masih muda, belum 60 saya bilang. Tapi kalau paman saya itu sudah tua hampir 70. H. Nah, ini adalah salah satu contoh kompleksitas persoalan ketika itu. 8.600 saja sudah seperti itu. Karena memang batas-batas Muzdalifah dan Mina ini sudah diatur oleh ajaran agama. H. Kan kita tahu puang kalau kita melakukan haji itu mungkin para pemirsa AFU semua tahu bahwa batas-batas Mina itu sudah diatur kan. Oke. Nah, itu kenapa kemudian ini menjadi persoalan tersendiri ketika ada 20.000 tambahan sehingga akhirnya apa? Dibuatlah simulasi-simulasi di mana regulasi yang baku itu kan seharusnya 92 dan 8%. 92% reguler 8% itu adalah ONH plus. NH+ ya. OH+ okelah dikelola oleh swasta. Tapi kalau 92% dari 20.000 dimasukkan ke reguler, bisa dibayangkan berapa banyak lagi orang yang tidak kebagian tenda dengan tingkat hunian yang 0,40 cm/ manusia. He. Otomatis orang berdiri saja itu harus di dibelah manusia itu sebelahnya tidak boleh masuk Mina. itu baru bisa mencukupi jumlah itu. Sehingga dibuatlah simulasi 5050, 60 40, 70 dan seterusnya. Akhirnya ditemukan komposisi yang paling pas ketika itu dari kuota 20.000 ini ditentukan 5050. Oke. Artinya entar saya penjelas artinya untuk ee urusan kota atau keputusan kuota 5050 itu tetap keputusannya Menteri Agama dengan berbagai pertimbangan tadi dengan pertimbangan regulasi juga dan undang-undang. Ada undang-undang ada undang-undang haji yang memberikan delegasi dan atribusi kepada Kementerian Agama karena berdasarkan faktor teknis dan kemanusiaan dia bisa membuat komposisi baru tidak harus mengacu kepada 92 dan 8%. Oke. Sehingga dibuatlah atribusi itu dijalankan diskresi dari kementerian ini dibuat 5050. Inilah kemudian yang oleh KPK dianggap sebagai mensrea tadi h yang dianggap bahwa ada banyak orang yang kemudian kehilangan kesempatan untuk melakukan haji yang dirampas oleh seorang Menteri Agama pada masanya. Nah, ini yang tidak pernah menjadi pertimbangan. Sementara tuduhan ploting saja kepada Gus Yakud ini saya bukan juru bicaranya Gus Yakud. Gus Yakun itu punya juru bicara dan pengacara sendiri. Tapi saya betul-betul berada dalam situasi di mana saya sendiri tidak bisa ditolong oleh sahabat saya yang bernama Yaakutulil Kumas ini. He. Dia enggak mau nolong saya karena ini sistem katanya. Kamu mau bapak ee pamanmu misalnya berangkat tapi dengan kapasitas yang overload seperti ini tapi kemudian harus berjemur di Muzdalifah dan berangkat ke Jamarot dengan jarak 7 kilo ke posisi jumroh. Kamu mau? Oke. Sehingga akhirnya saya oke kalau memang itu tidak bisa mengutak-atik sistem dan ini juga bagian dari perilaku yang tidak bagus juga perkawanan kita jadi cacat karena saya menitipkan paman dan kakak saya. Akhirnya saya oh ya maksud masuk akal juga gitu. Oke. Kalau saya aja bisa menerima dengan konsekuensi teknis seperti tadi dan faktor kemanusiaan tadi masok KBK enggak ya. Oke. Setelah itu kemudian kita maju nih. Iya. gerak diputuskan 5050 berdasarkan pada sebuah mekanisme aturan internal. Iya. Dan MOU dengan pemerintah Arab Saudi. Jangan salah, Bang. Oh, ya. Keputusan 5050 itu juga dibuat MOU-nya dengan pemerintah Saudi. Kenapa begitu? Ini saya tahu persis nih. Pada saat itu 2024, pemerintah Saudi mengurangi wilayah Muzdalifah dan Mina 2 hektar untuk renovasi sehingga dibuat sistem zonasi oleh pemerintah Arab Saudi. Hm. Dibagi lima zona dengan mengukur ke tingkat paling kenyamanan ke lokasi jumroh. Hm. Ke jamarat itu paling dekat paling makin mahal. Paling dekat makin mahal tendanya. Jadi dibagi menjadi zona 1 du yang paling dekat dengan Jamarot, 3 dan AT yang agak jauh sedikit dan lima yang paling jauh. Keputusan itu yang kemudian membuat kesepakatan-kesepakatan baru dengan MOU, dengan pihak Kementerian Haji Saudi yang disepakati 5050 tadi. Artinya, Anda ingin mengatakan bahwa sebenarnya 5050 itu juga sebenarnya bukan keputusan murni Menteri Agama Indonesia. Sebab harus dikoordinasikan dengan Kementerian Agama Saud dan itu disepakati karena begini, kalau jemaah Indonesia ini ditaruh di zona satu dan du maka negara harus mensubsidi lebih besar karena harganya mahal. I sehingga disepakati oke kita taruh di tiga dan empat yang subsidi negara Indonesia ini tidak terlalu tinggi. Oke. Karena tanpa ada di zona ber di situ pun sebenarnya subsidi kepada jemaah haji dari Indonesia kan sudah tinggi juga.
Lantas apa masalahnya? Hingga kemudian beliau jadi tersangka. Nah, ini yang menjadi pertanyaan kita semua dan juga para pemirsa AFU. Hari ini Gus Yakud ini kan sahabat saya ini Hm. Itu kan betul-betul dibully secara digital luar biasa. Karena begini, kita semua juga gerah dengan korupsi-korupsi yang membajak jubah-jubah agama. Saya juga gerah. Maka yang paling gelisah, paling awal itu adalah seorang teman Islah Bahrawi dari Yakud Kholil Kumas. Ini ketika kasus ini digulirkan oleh KPK yang paling gelisah pertama, saya datang ke rumahnya. Saya bilang, "Gus, kalau sampean betul-betul korupsi sesuai tuduhan KPK, mohon maaf saya harus mendoakan sampean kena azab oleh Allah sampai ke keturunannya." Saya bilang begitu. Hm. Saya itu dari dulu paling kritis kepada tokoh-tokoh agama, tapi sebenarnya dia penjahat dan maling. Saya bilang dan kemudian informasi yang Anda dapatkan itu membuat Anda ragu bahwa dia bertanggung jawab pada semua ini. Dan kemudian saya menjadi ragu setelah Gus Yakut menerangkan semua itu apa yang dan beberapa informasi tambahan dari luar yang berusaha dapatkan itu yang kemudian saya membuat saya menjadi bertanya-tanya ada apa di balik semua ini dan datanglah analisis-analisis saya secara pribadi ditambah dengan informasi-informasi yang saya dapatkan dari Gus Yakut dan dari beberapa orang termasuk juga kenapa Fuad tidak ditersangkakan sih padahal dia juga dicekal kenapa Apa dirjennya Hilman itu belum juga tersangka. Oke, mungkin ini persoalan waktu. Dan pejabat eslon 3 di Kementerian Agama yang sudah disita uangnya puluhan miliar, ada rumah, ada mobil sampai sekarang belum tersangka. Kenapa? Adakah kaitannya antara Hilman, pegawai eselon 3 Kementerian Agama dan Fuad ini yang sama-sama sudah disita asetnya, sudah diperiksa dan sebagainya, kok satu kluster ini tidak ditersangkakan juga? Kenapa menurut Cais itu eh Pak Fuat ini saya kenal beliau ini iya pemilik Mturi ya. Kenapa mertuanya Dit? Mertuanya Dito kenapa ee Cak Isla beranggapan bahwa harusnya nasibnya sama dengan ee Gus Yakut juga sebagai tersangka? Saya berharap Fuad ini juga bisa menerangkan di pengadilan nanti. Karena yang saya tahu aliran uang dan kickback terhadap Gus Yakut sampai hari ini belum bisa dibuktikan oleh KPK. Dan ketika KPK datang ke rumahnya Gus Yakut tidak ada satuun barang yang disita kecuali paspor. Ini tolong ini juga KPK juga enggak benar juga ini. Kadang-kadang KPK ini membangun konstruksi itu lewat pencitraan dan artifisial di media ini jahat juga gitu. Seolah-olah rumah dan uang puluhan miliar yang disita dari terduga-terduga ini semuanya itu seolah-olah dari Gus Yakut. Padahal Gus Yakut itu ketika diperiksa rumahnya tidak ada satuun yang disita karena memang tidak ada kickback yang mengalir ke Gus Yakut. Sehingga yang diita apa? Paspor aja untuk keperluan pencekalan. Nah, dari mereka yang kemudian disita tidak ada yang jadi tersangka di situ. Ada apa dengan Fuad? Padahal Fuad itulah yang seharusnya bisa bersaksi bahwa tidak ada koneksitas aliran uang atau ada resiliensi kepentingan termasuk political order, kebijakan-kebijakan antara Gus Yakut dan Fuad yang heng-pengki dan sebagainya. Ini kan harus dicross check dua-duanya.
Kita sedikit detailkan, Cak. Tadi kan itu yang kita bahas itu adalah ee di kita bangun dari tudingan dan tuduhan KPK bahwa ada banyak orang yang tidak berangkat ya kan. Iya. Yang ee apa namanya itu gara-gara kebijakan ini. Padahal sebenarnya kan ada 92% dan 8% 8%. Oke. Itu pada sisi regulernya. I. Nah, di sebelahnya ini justru yang paling banyak menarik perhatian orang karena ada uang di situ. Iya. Apa yang saya maksud adalah 8% itu diserahkan kepada emm yang memberangkatkan orang ee haji plus itu ya travel biro, travel travel biro, travel umrah yang kabarnya itu diserahkan kepada ee Pak Fuat. I dan entah siapa gitu ya. Kalau saya tidak salah ada angka di situ 400 travel. 400an travel biro yang i kemudian menyerap 10% eh 50%. Iya. Pertanyaan pertama pada bagian ini adalah apakah yang nonreguler tadi itu diserahkan memang kepada orang-orang yang Anda sebutkan tadi? Ya memang seharusnya ke sana karena yang bisa menjaring konsumen ONA plus itu kan travel biro. Kalau reguler kan dikelola oleh pemerintah dengan pembiayaan dari pengelolaan dana haji. Betul. Betul. Terus di mana salahnya kalau begitu? Ya tidak ada salahnya. Oke. Dan harus diketahui juga oleh pemirsa bahwa haji ini tidak ada APBN-nya sama sekali. Oke. Tidak ada APBN. Kalau dikatakan ini kerugian negara, kerugian negara yang bersifat nominal itu dari mana? Kalau dianggap kerugian negara seharusnya ada haji reguler yang seharusnya berangkat 8.000 sekian kemudian tertahan karena 50%-nya diserahkan ke UNH plus. Ini kan bukan pertimbangan persoalan itu. Apakah mau kita memberangkatkan ribuan orang tapi ketika di sana dia terlunta-lunta itu. Dan tolong dicatat para pemirsa dan juga puang harus ketahui kematian di tahun 2024 itu bisa ditekan sampai 60% dari tahun sebelumnya. Tingkat kematiannya hanya Rp300.000. He he. Bukan hanya ya ini kematian, tapi paling tidak angka dari sebelumnya yang R780.000 itu kemudian turun menjadi 321.000. Iya. Nah, ini kan artinya ada faktor kemanusiaan yang kemudian menjadi pertimbangan. Kenapa 5050? Loh, pertanyaannya kenapa diserahkan ke ONH+? Karena ONH+ dikelola oleh swasta yang dia juga punya fasilitas tenda sendiri dengan biaya berlebih. Pertanyaannya, biaya berlebih ini yang menikmati siapa? Travel Biro. Karena dia mengatur akomodasi itu antara B to B. Iya. bisnis itu bisnis. Iya. Dan itu pertimbangannya bisnis kan gitu ya. Nah, makanya tadi saya bertanya loh terus masalahnya apa? Kenapa kemudian ee siapa namanya Pak Fuat Makur ini harus juga ee ditanya banyak dan kemudian ada ee apa si namanya? Penyitaan puluhan miliar dari travel-travel ee yang 400 itu tadi. Apa hubungannya, Cak? Enggak ada. Itu keuntungan dari travel-travel ketika memberangkatkan itu karena KPK meminta karena ketakutan ya diserahkan. He. Padahal itu bukan uang negara, itu kan keuntungannya masing-masing. Travel. Yang menjadi pertanyaan besar bagi saya, Puang, adalah kenapa Fuad itu sampai sekarang enggak ditersangkakan? Ada apa dengan situasi ini? Ini yang kemudian menjadi pertanyaan besar buat saya. Dan kenapa yang lain ini yang sudah disita aset-asetnya dan uangnya ini kenapa tidak tersangkakan juga? Kenapa hanya Gus Yakut dan Alex? Saya punya anggapan lain bahwa bahwa Gus Yagud ini adalah jembatan untuk menyasar abangnya. Wow. Ke sana lagi. Ke sana lagi. Dan puang harus tahu. Saya pernah protes ke Gus Yakut. Saya datang ke rumahnya karena rumahnya kebetulan dekat sama saya. Hm. Saya datang karena saya sudah tahu konstruksi cerita ini ketika muncul Pansus di DPR dan di berita saya lihat kok Gus Yakud berat banget datang ke Pansus itu. Saya datang ke Gus Yakut. Gus, kenapa sampean enggak ceritakan aja semua ini di Pansus DPR itu? Kan itu adalah media sampean, kesempatan sampean untuk menceritakan semua ini. Iya, pemirsa. yang dimaksud tadi itu adalah ketika ee Yakut Kholil Komas masih sebagai Menteri Agama ee 2024 DPR membuat pansus haji dan heboh dan waktu itu Menteri Agama tidak pernah datang dipanggil berkali-kali oleh DPR hingga dia dimaki seluruh Indonesia. Ini yang diceritakan tadi kenapa dia tidak datang. Sekarang saya tanya sama Gus eh Chisla kenapa Gus Yakub tidak mau datang pada saat itu? Itu ada cerita lagi, puang yang pemirsa juga harus tahu. Pada saat yang bersamaan itu, itu ada konferensi perdamaian dunia di Prancis yang dibuka oleh Presiden Macron. Jokowi diundang. Tapi Jokowi kemudian memberikan posisi delegasi dari Indonesia itu kepada Kementerian Pertahanan karena ini berbicara tentang perdamaian dunia. Oh, artinya Pak Prabowo. Oh, oke. Tahu enggak yang terjadi? Hm. Usiaku datang ke Presiden Jokowi, dia tanya, "Pak, apakah saya akan datang ke Pansus itu di DPR itu? Tapi saya akan bercerita apapun sepanjang yang saya alami dan sejujur-jujurnya akan saya ceritakan di DPR itu sesuai dengan apa yang saya ketahui. Lalu kemudian Jokowi membuat surat reposisi dari Prabowo dipindah kepada Gus Yakut selaku Menteri Agama untuk mengikuti konferensi perdamaian dunia itu dengan Macron di Prancis. Kenapa seperti itu? Ya supaya Gus Yaku tidak datang ke Pansus. Itu perintah Jokowi. Kenapa dia di dilarang ke sana? Nobody knows. Kusaku juga enggak tahu apa alasannya. Entar dulu. [tertawa] Ini nafas saya harus saya bangun ini. Ini serius ya? Serius. Bisa dikonfirmasi juga ke Gus Yakud tuh. Karena Gus Yakud bercerita ke saya dan saya tanya, "Kalau saya, Gus, saya memilih datang untuk menceritakan kepada parlemen karena saya tahu inisiasi dari Pansus itu salah satunya datang dari Muhaimin Iskandar." Ya, kita tahulah konfigurasi politik antara Muhaimin di PKB dan Gus Yakud yang kemudian tidak menjadi PKB ini kan juga bukan sesuatu yang sederhana. Sehingga kalau saya jadi Gus Yakut, saya bilang kalau saya jadi sampean, saya datang dong ke Pansus, saya hadapi, saya ceritakan. Itu kesempatan untuk memberikan gambaran secara detail kenapa sampean memilih 5050. Karena ini berita di luaran sudah berkembang liar nih, dimanfaatkan, digoreng oleh basar-basar dan seterusnya ketika itu. Sehingga Husak bilang ke saya, saya sudah tanya ke teman-teman DPR, katanya, "Kalau saya tidak datang ke Pansus, lawan saya dua, Pansus dan Presiden. Kalau saya datang, maka saya akan bermusuhan dengan Presiden." Akhirnya saya memilih daripada saya bermusuhan dengan presiden, saya memilih untuk mengikuti aran presiden berangkat ke Prancis. Presiden Jokowi maksudnya Jokowi. Dan selama 24 hari itulah dia di Eropa seperti layangan putus. Entar dulu ini saya penjelasini. Saya ini ngos-ngosan dengarnya ni. [tertawa] Jadi ee Pak Jokowi sebagai Presiden melarang Yakut Menteri Agama untuk datang ke Pansus. Ke Pansus untuk menjelaskan yang sedang dibahas di Pansus. Iya. Caranya melarang itu adalah memindahkan tugas yang harusnya kepada Pak Prabowo sebagai Menteri Pertahanan untuk sebuah agenda di Prancis. Perancis diserahkan kepada Menteri Agama yang notabnya sebenarnya itu bukan tupoksinya. Bukan tupoksinya. Perintahnya adalah wakili saya. Iya. Acara di Prancis itu berapa lama? Kurang lebih 3 hari kata Gus ya. 3 hari. Ternyata dia di sana berapa hari? 24 hari. 24 hari. Kenapa dia begitu lama? Karena dia menunggu suasananya redah. Sesuai dengan arahan Pak Jokowi Kusakut. Buing time aja. Presiden mengatakan itu. Yes. Itu yang saya dengar dari Gus Yakud. Udah buying time aja. Sehingga Gus Yakut seperti layangan putus di sana. Putar-putar di Eropa. Putar-putar di Eropa karena dia belum dapat sinyal untuk segera kembali. Karena kalau dia kembali dia tetap akan dipanggil Psus. Dia berada dalam rentang waktu pemanggilan pansus. Dan ketika dia dipanggil pulang, bunyinya adalah pansu sudah selesai. Sudah selesai. So we know who were playing in this game. Saya tidak mau menuduh siapa-siapa, tapi saya tetap beranggapan ada dua hal buang. Satu, kriminalisasi ini sasaran tembaknya adalah Gusya. buat saya clean and clear di situ. Tunggu dulu. Ini lagi-lagi saya katakan ke Gus Yahya lagi kemarin pada kasus tambang itu kan juga Gus Yahya juga kan gitu ya. I sekarang masuk pada putaran kedua kayaknya ini. Iya. Apa memang yang terjadi sih sebenarnya sampai kemudian Anda menyimpulkan bahwa sudah dua skenario ditempakkan kepada Gus Yahya dan sekarang ini lewat adiknya ya? Karena Gus Yahya tidak bisa dikendalikan oleh gengnya Jokowi di PBNU sehingga dia harus dirontokkan dan terbukti kemarin dirontokkan enggak berhasil karena keputusan para masyaikh, para ulama di Lirboyo mengatakan harus islah dan akan ada muktamar 6 bulan kemudian. Saya dengar ada ancaman kepada Gus Yahya ya. Ya, ada ancaman itu. Tapi saya tidak bisa sebutkan inisialnya, mohon maaf, enggak apa-apa. Tapi ancaman itu ada ke Gus Yahya. Saya sudah tanya ke Gus ya bunyinya ya. Kalau ingin adikmu selamat ya kamu harus segera mundur. Artinya kan itu adalah ada ada tekanan ada bargain juga di situ. Kalau kamu kamu merelakan itu ya ayo kita fight. Kurang lebih kan begitu. Dan itu saya dengar langsung dari Gus Yahya. Artinya ini bukan persoalan yang sangat sederhana dan kita tahu sebenar eh bukan kita tahu, saya tahu berkali-kali kan KPK dijadikan sebagai palu godam politik. Artinya praktik-praktik seperti ini sudah lazim dilakukan oleh KPK sehingga KPK buat saya mau dibilang independen ya enggak independen apalagi undang-undang KPK sudah dirubah oleh Jokowi. Selesai. sebelum Jokowi lengser, formatur, komisioner, dan semuanya sudah ditetapkan oleh Jokowi. Sesederhana itu saya melihat persoalan ini puang. Tapi hari ini secara digital termasuk teman-teman yang selama ini saya anggap punya kredibilitas dalam melihat persoalan di KPK, di Kejaksaan dan seterusnya juga ikut terpancing oleh suara publik. Seolah-olah Gus Yakud ini seorang yang korup, dia penjahat. dia menghilangkan hak ribuan orang untuk naik haji. Padahal tidak sesederhana itu. Ini persoalan hifzun nafs. Ini persoalan kemanusiaan yang harus betul-betul dijaga secara teknisnya. Pada saat yang bersamaan memang caislah bahwa saya enggak ngerti ya betapa menderitanya kementerian ini. Sudah tiga menterinya yang tersangka, dua sudah ditahan bahkan sudah meninggal semuanya. Iya. Sayid Agil Husin Almunawar dan eh siapa lagi namanya? Pak Suryarma. Pak Suryadarma Ali. ee kasus yang menyangkut dengan ee Gus Yakut yang sedang kita bicarakan ini sedang bergulir. Kita kembali pada bagian itu. Tentu saja apa yang Anda sampaikan tadi itu publik memiliki pandangan masing-masing. Ya, kembali ke kasus haji ini ada sudah ada banyak yang Anda sampaikan di sini menyangkut dengan itu. Nampaknya Anda ingin menyimpulkan dan itu atas persetujuan dari Gus Yakut bahwa semua ini atas pengetahuan Pak Jokowi ya. Yang mana ini kasus yang haji ini. Oh iya kalau itunya ini tanpa ada pemberitahuan dari Gus Yakut sama sekali tapi saya mengambil konklusi dari semua cerita yang disampaikan oleh Gosi Yakut kepada saya ya. Artinya Jokowi sudah tahu dari awal. Artinya Jokowi juga tidak bisa lepas tangan dengan persoalan ini. Kalau kemudian hari ini Jokowi seolah-olah tidak tahu apa-apa, ya saya kira ya memang Pak Jokowi kan selalu ngomong kosong aja. Dia memang selalu apa yang diucapkan itu kadang-kadang tipuannya itu kelas tinggi gitu. Tapi saya menganggap bahwa Jokowi juga tidak bisa menutup mata dari semua kerangka persoalan kuota haji ini dari awal dia dealing dengan MBS sampai kemudian Gus Yaku ditersangkakan ini. Seharusnya Jokowi bersuara dong. Apalagi KPK tidak menemukan kickback-nya, tidak menemukan aliran uangnya dan keputusan BPK pun juga belum ada. Keputusan BPK tentang kerugian negara. Makanya ada orang ditersangkakan kerugian negaranya masih dihitung. Itu kan aneh saja konstruksi hukumnya. Iya. Lagi viral itu. Nah, itu jadi saya tidak bertujuan untuk mempengaruhi KPK. KPK sudah punya misinya sendiri atas nama pemberantasan korupsi tapi sebenarnya itu adalah palu godam politik. Saya ingin mengatakan ini. Mari kita mengajarkan kepada publik kita di Indonesia. Saya bukan sedang membela saya, tapi kita harus melihat sebuah konstruksi perkara di mana kriminalisasi tentang korupsi itu betul-betul menjadi senjata pembunuhan karakter paling utama hari ini di Indonesia. Kalau ada orang yang tidak disukai, dianggap sebagai kerikil dalam sepatu dalam pergerakan politik, saya udah tersangkakan aja jadi korupsi. Selesai. Nadim, Tom Lembong semua mengalami hal yang sama. Eh, ya. ee saya mencoba untuk fokus karena saya betul-betul agak gunjang mendengarkan nama-nama ini tadi. Kalau mengikuti logika sebuah proses kasus biasanya semua nama yang ada kaitannya itu dipanggil semuanya. Saya pernah di Komisi 3 lama sekali saya 2 tahunan saya di Komisi 3. Begitulah mekanismenya. ada nama pasti diperiksa dan itu kadang-kadang dipampang dengan gagah berani. Oh, dipanggil gitu kan gitu. Ada nama yang Anda banyak sebutkan tadi dalam pengetahuan Anda itu sudah diperiksa semua? Sudah asetnya disita dicekal juga dicekal. Tapi ada beberapa nama tadi orang-orang besar itu yang seharusnya tahu gitu ya. Contoh misalnya orang-orang yang menemani Pak Jokowi, mendampingi Pak Jokowi ke Arab Saudi ya kan ada Dito di situ, ada praktik, ada praktik, ada Erik segala macam. Sepengetahuan Anda itu mereka belum dipanggil semuanya menyangkut dengan kasus ini. Mungkin saja tidak dipanggil karena dianggap tidak punya kaitan dengan persoalan kuota haji ini. Mereka datang ketika Jokowi dilink dengan MBS saja. Bisa jadi kan kita enggak tahu apakah kemudian setelah MBS memberikan kuota haji Rp2.000 itu kemudian Dito nelepon ke mertuanya, "Abah ini kita dapat dari sini nih." Misalnya kan bisa aja kita berandai-andai seperti itu. Itu dia. Dan biasanya kan lembaga hukum itu adalah lembaga apa? Pemasti informasi ya. Makanya saya tanya biasanya kan begitu tuh aparat penegak hukum siapa yang mengetahui soal ini? Meskipun sebenarnya kaitannya jauh itu tapi dipanggil semuanya. gagah banget kalau memanggil pejabat itu datang diperiksa itu dalam pengetahuan Anda itu belum dilakukan seperti belum dilakukan untuk mengkonfirmasi apakah betul ketika pansus itu Gus Yakud betul betul-betul diperintahkan untuk berangkat ke Eropa ya seharusnya KPK kalau cerdas jangan nanya ke saya atau nanya ke Gus Yakut nanya ke Jokowi dong panggil Jokowi apakah betul Bapak memberikan reposisi memberangkatkan Gus Yakut ikut ke konferensi perdamaian dunia di Prancis ketika dia dipanggil oleh Pansus. Kalau misalnya ternyata itu dilakukan dan di di apa namanya itu dipanggil dan kemudian ditanya dan ternyata Pak Jokowi mengatakan itu tidak ada itu apakah Gus Yakut memiliki bukti untuk ya seharusnya ada suratnya yakin ya ada dong reposisi berangkat ke luar negeri seorang menteri dari presiden kan harusnya dan diterima oleh presiden yang di sana dan di sana kan Macron juga harus menerima reposisi itu karena itu delegasi negara kayaknya jelas barang ini. Ya. Iya. Ya, marilah kita membuat kesimpulan masing-masing [tertawa] ini. Ya, mohon maaf saya sudah seringki mengatakan seperti ini. Hal-hal yang seperti ini publik jangan kemudian terpengaruh oleh bazer-bzer yang hari ini membanjiri dunia digital yang kemudian mempersekusi Gus Yakut secara luar biasa. Karena memang gini, kita punya kemuakan yang sama ketika jubah agama dipakai untuk tindakan-tindakan koruptif. Kita memang paling anti dengan itu. Makanya ketika kasus ini bergulir awal-awal, saya datang ke Gus Yakut. Saya selalu vokal untuk protes kepada orang yang memakai jubah-jubah agama, tapi sebenarnya dia penjahat dan bajingan. Saya berharap sampean bukan bagian dari itu. Kusakut langsung meradang juga. Dia menceritakan semuanya. Saya datang berkali-kali, diceritakan secara konstruktif, secara konstruktif dan akhirnya menjadi sebuah buku ini. Buku ini isinya sudah disampaikan ke saya semua kecuali informasi-informasi yang tadi saya ceritakan itu ke Prancis dan sebagainya tidak ada di buku ini. Buku ini hanya memberikan gambaran normatif tentang penguatan atribusi seorang menteri memutuskan 5050 dan pertimbangan-pertimbangan kemanusiaan dan teknis terkait dengan MOU dengan pemerintahan kerajaan Saudi. Ya, Isla saya harus menyatakan sesuatu. Jika kemudian apa yang Anda sampaikan tadi itu betul adanya terkhusus pada ee bagian bagaimana Presiden pada saat itu, Presiden Jokowi memerintahkan Menteri Agama untuk menghindari rakyat yang sedang bersidang mencari tahu sebuah skandal, memerintahkannya ke sebuah negara untuk sesuatu yang bukan tupoksinya. Sebenarnya seandainya dia masih presiden dan saya masih anggota DPR itu sudah cukup untuk mengusung sebuah pansus seperti angkat Senturi dulu. I karena itu pengkhianatan. Iya. Makanya saya bertanya betul pada bagian itu. Hati-hati saya bertanyanya karena itu sama dengan menghindari rakyat. Saya ingin memakai majasnya Panji. He. Menurut pandangan saya dari kronologi kejadian itu ada mensrea sudah. Kalau saya akan mencecar itu, buat apa Gusak dibuang ke luar negeri untuk menghindar dari pertanyaan rakyat? Kurang lebih seperti itu. Saya juga bertanya-tanya itu yang kemudian dan yang paling membuat saya betul-betul terpukul puang. Hm. Saya berteman dengan Gus Yakut ini ketika dia masih menjadi ketua Ansor. Kami bergerak bersama-sama untuk melawan kelompok radikal dan kelompok-kelompok yang ingin menjadikan negara ini negara khilafah dan kelompok yang mengharamkan Pancasila. Kami bergerak bersama-sama bersama Mabes Polri, bersama Densus. Ketika itu kami keliling ke berbagai daerah hanya untuk kampaign seperti itu yang kita sebut dengan kampanye kebangsaan yang kemudian dijadikan oleh Gus Yakud sebagai gerakan moderasi beragama ketika dia menjadi Menteri Agama. Apa yang terjadi hari ini puang dengan kejadian ini? Pak Jokowi harus nonton ini, KPK harus nonton ini, Pak Prabowo juga harus nonton ini. Hari ini mengatakan tuh yang paling cinta Pancasila, tuh yang anti radikal, tuh yang anti HTI, tuh yang anti FPI. ternyata korupsi. Siapa yang mau tanggung jawab dengan ini? Bangkitnya kelompok kanan yang kemudian seolah-olah kami yang membela Pancasila dan membela NKRI ini yang anti radikal ini ternyata penjahat semua. Siapa yang mau tanggung jawab? Jokowi mau tanggung jawab. Saya terpukul puang. Saya bahkan siap untuk menangis nih sebenarnya. Saya sangat terpukul dengan tudingan publik. seolah-olah seorang Pancasilais, anti radikal yang betul-betul kami ini ingin menjaga kemajemukan di negara ini. Ternyata seorang koruptor. Hari ini narasi itu yang dikembangkan oleh ba-baser yang entah digerakkan oleh siapa. I ini mohon maaf saya tambahkan orang-orang yang ikut berpesta dengan pentersangkaan Gus Yakud ini kalau kita mau tahu adalah orang-orang yang selama ini oleh negara berusaha dilawan habis-habisan. adalah kelompok-kelompok ekstrem kanan hari ini juga ikut menyemarakkan di media sosial dan menggelembungkan isu ini. Yang kedua adalah penumpang-penumpang gelap di NU juga ikut serta orang-orang yang ingin menjadikan NU sebagai kendaraan politik di 2029 itu juga ikut serta di situ. Kalau kita profiling semua orang-orang PKB yang anti kepada Gus Yahya juga ikut serta mempersekusi Gus Yakut di sini. ini manusia-manusia apa sih? Ya, oke, Gus Islam. Emm, saya harus hati-hati untuk merunut semua peristiwa ini. Saya merasakan kemarahan Anda. Tentu saja kalau teman saya dituding dan menurut saya tidak layak untuk dituding, boleh dong saya marah. Saya bisa merasakan itu normal namanya itu. Saya ingin kembali pada bagian pengkhianat terhadap rakyat itu. Jelek-jelek begini saya pernah jadi anggota DPR 10 tahun dan saya 10 tahun itu mencoba untuk menunjukkan pada orang bahwa saya duduk di sini karena saya bersama dengan rakyat. Maka terjadi peristiwa yang tadi. Kita sudah membahas tadi bagaimana kebijakan 20.000 ibu kota tambahan itu dari pemerintah Arab Saudi. Ee Menteri Agama tidak dilibatkan tetapi dia harus mengambil kebijakan karena itu menyangkutinya dan seterusnya. Kemudian jadi tersangka dia yang tersangka orang-orang yang tidak yang sebenarnya terlibat tapi tidak jadi tersangka meskipun sudah dicekal tapi kemudian ada peristiwa di DPR dulu. Anda tadi menyebutkan kata mensrea. Menurut Anda ketika Presiden Jokowi pada masa itu memerintahkan Yakut untuk menghindari rakyat melalui pansus itu, apakah menurut Anda pada saat itu Pak Jokowi melindungi anak buahnya dalam hal ini Menteri Agama atau melindungi dirinya pada saat itu? Satu, kalau bagi saya gambaran saya memang Gus Yakut itu akan menjadi tabungan kriminalisasi. Ini kan menjelang ketika dia mau lengser. Apakah ini mungkin analisis saya yang terlalu banyak melakukan analisa-analisa berbagai trik-trik politik di banyak negara? Tapi banyak kejadian seperti ini yang kemudian memang ada orang yang seolah-olah berusaha melindungi tapi sebenarnya itu hanya ingin dijadikan Sandra di masa depan untuk kemudian berusaha bisa dikriminalisasi. Kalau Gus Yakut hadir ketika itu ke hadapan Pansus, barang ini sudah clear di situ. Dan pada akhirnya kan kalau istilah anak sekarang kan kentang, kencang tanggung kan barang ini dan belum terklarifikasi di hadapan rakyat. Sehingga apa? Klarifikasi itu akhirnya diwujudkan dalam bentuk kriminalisasi seperti ini. Dan proses sandra menyandra seperti ini untuk dijadikan tabungan kriminalisasi kepada seseorang, kepada menteri, atas kebijakan-kebijakan ini kan banyak terjadi belakangan ini. Iya. Dan kalau setiap kebijakan menteri itu dijadikan sebagai bahan dan tudingan mensrea tindakan koruptif, semua menteri seharusnya kena semua. Jangankan menteri, presiden pun kena seharusnya. Pasal 2 atau 3 dalam Undang-Undang Tipikor itu juga bisa dikenakan kepada menteri yang memberikan izin penebangan hutan di Sumatera Utara, di Aceh, dan Sumbar. bisa MBG perintah Presiden ini juga bisa dijadikan sebagai alat untuk mentersangkakan orang dengan tuduhan pasal 2 atau 3. Kebijakan bisa menguntungkan untuk diri sendiri dan orang lain dan mengganggu perekonomian rakyat. ini semua memenuhi unsur. Maka semua menteri-menteri yang pernah menjabat itu bisa dikriminalisasi semua hari ini kalau soal kebijakan itu dijadikan sebagai bahan dasar dengan tudingan mensrea koruptif itu. Sehingga apa? Tom Lembong, Nadim, Gus Yakut, dan mungkin ada menteri-menteri lain yang bisa juga dikriminalisasi selanjutnya dengan alasan kebijakan yang menguntungkan orang orang lain. Ini adalah konstruksi perkara yang sangat plastis dan kemudian bisa menjerat semua orang. Dan puang saya yakin ketika itu Jokowi bukan menyelamatkan dirinya atau juga menyelamatkan Gus Yakut untuk tidak hadir ke situ supaya barang ini tidak terjadi klarifikasi di hadapan rakyat di parlemen. Ketika itu kita harus tahu wacana pembagian tambang kepada NU, Muhammadiyah dan ormas-ormas keagamaan lain itu sudah ada masa itu. masa itu wacana itu sudah ada. Artinya apa? Pak Jokowi ini liciknya setengah mati. dia prepare semua, dia well develop semua berbagai trajektori politik masa depan yang akan dia hadapi. Saya bukan karena enggak suka Jokowi hari ini, bukan karena saya sudah tidak suka kepada berhala saya ini. Tapi kalau kita lihat semua konstruksi perkara yang dikenakan kepada orang-orang pada masanya itu adalah orang-orang yang sebenarnya didesain untuk kemudian bisa melempangkan karpet merah kepada dia atau keluarganya. Termasuk juga tambang di NU hari ini. Ini adalah fakta.
Kapan terakhir Caislah ketemu sama Gus Yakut? Saya sempat ketemu Gus Yakut kemarin. Kemarin? Iya. Pada saat kita ngambil gambar ini ya? Iya. Kemarinnya kan hari ini hari apa ini? Hari Senin. Kemarin lusa. Kemarin lusa. Iya. Terakhir C. Dari seluruh gerak tubuh, bahasa, dan raut wajahnya Gus Yakut. Apakah Anda menangkap dan mungkin dia mengatakannya bahwa dia sedang dikorbankan? Kalau buat saya, Buang, kesimpulan saya ya, saya jelek-jelek gini juga meskipun belum pernah jadi anggota Komisi 3 DPR, [tertawa] tapi sudah puluhan anggota teroris yang saya baca ketika saya melakukan interogasi. Gestur yang saya lihat dia tegar karena dia yakin bahwa dia tidak melakukan tindakan korupsi. Dia meyakini itu. Saya kemarin ketika mau pulang ketemu sama dia, saya ketemu di rumahnya. Saya katakan, "Gus, saya bukan ahli ibadah, saya bukan orang alim, saya bukan wali juga. Tapi saya doakan kalau sampean ini memang betul-betul tidak melakukan tindakan korupsi, saya doakan sampean itu bahagia beserta keluarga dan keturunannya fid dunia wal akhirah." Saya bilang ini di pintu, saya bilang, saya bilang begitu. Dan saya doakan semoga orang yang menjerumuskan sampean ini kena azab sampai tujuh keturunannya fid dunya wal akhirah juga. Saya bilang paling terakhir Gus Yakut akan fight pada kasus ini. Fight. Anda yakin semuanya akan dia buka di pengadilan? Ya, kalau yang dijanjikan oleh beliau ya semuanya sememuanya. Iya. Apa yang saya sampaikan dalam podcast ini hanya sebagian kecil. Masih banyak yang lain. Iya. termasuk dokumen penunjukan dia ke Paris itu. Seharusnya dokumen itu sudah ditunjukkan ketika diperiksa seharusnya. Dan Gus Yakut ketika di BAP juga pasti sudah bicara banyak karena itu adalah ruang dan pintu untuk menuju persidangan. Pasti akan dibuka semua. Dan apalagi misalnya Fuad tidak tersangka, Hilman tidak tersangka, pegawai eselon ketiga itu juga tidak tersangka, pasti akan penuh dengan pemberontakan dalam sidang pengadilan. Kenapa hanya dia? Kenapa hanya Alek? Dan dia Alex hanya stafsusnya. Artinya, sekali lagi saya ulangi, apa yang Anda sampaikan di forum ini yang membuat saya terenganga ini, itu hanya sebagian kecil. Kalau menurut saya sebagian kecil akan lebih banyak lagi yang akan dia buka nantinya. Karena gini, Kusiak akan melakukan praperadilan. Oke. Ada banyak hal yang kemungkinan yang tidak saya bicarakan di sini justru akan menjadi bahan dalam praperadilan nanti. Ya, makasih ya. Makasih banyak. Kenapa saya lagi? [tertawa] Ini ada lagi. Jangan-jangan kasus lain saya lagi ini. Jangan-jangan istilah ini tahu semuanya mati. Tapi satu hal yang pasti saya sangat berhati-hati hari ini. [tertawa] Saya sangat berhati-hati waktu puang telepon saya, "Cak, kamu gimana keselamatanmu?" Saya bilang, "Udahlah puang. Yang benar dan yang salah akan mati masing-masing pada waktunya." Saya bilang [tertawa] kapan lagi kita kalau enggak berani hari ini. Cisl terima kasih ya. Sekali lagi gini saya melihat Anda itu sebagai orang yang mencoba meyakinkan saya bahwa Mas Akbar Faisal saya akan mengatakan apapun yang saya pahami berdasarkan pada naluri kebenaran kebenaran saya. Iya. Dan itu yang saya hormati pada diri Anda. Tentu saja di ruang publik kita seperti hari ini itu adalah sebuah risiko. Ya sudah, saya doakan C Islam baik-baik saja ya. Amin. Insyaallah harus baik-baik saja. Pemirsa emm seperti yang saya sampaikan tadi, kementerian ini kementerian yang paling menderita di antara banyak juga kementerian yang lain. Pertanyaan yang paling mendasarnya adalah maukah kita meneruskan yang seperti ini? Maka jawabannya adalah mari menata negara dengan cara yang benar. Tidak berpura-pura menata tapi tidak menatanya. Ada banyak rekomendasi yang bisa kita lakukan terutama untuk urusan yang namanya agama ini. Apa namanya ini? Haji ini. Kan kita juga tidak mau kan orang mengatakan gini, "Coba lihat tuh atas nama kerohiman dan kesalehan maka banyak korban. Salah satunya adalah seorang menteri agama yang dijamin oleh sahabat saya Cak Isla ini adalah orang baik. Maka para sahabat, para penonton Akbar Faisal Ansensor, dari hari ini saja kita bisa melihat bahwa begitu banyak yang harus kita lakukan. Mari kita menata negara kita dengan baik. Salah satunya dimulai dengan cara bercakap-cakap seperti ini. Terima kasih telah menyaksikan percakapan ini.
[musik] [musik] [musik] [musik] [musik]