Transcription
Hai semuanya, selamat datang di mata kuliah Analisis Laporan Keuangan di minggu ke-3. Untuk hari ini, kita akan melanjutkan materi kita ya, dari minggu yang lalu, tanpa masih terkait selayang pandang analisis laporan keuangan.
Nah, selayang pandang analisis laporan keuangan part 1 kemarin kita sudah membahas apa itu analisis laporan keuangan, kemudian secara singkat apa itu laporan keuangan. Nah, untuk kali ini kita akan mempelajari jenis-jenis laporan keuangan, kemudian contoh laporan keuangan, sifat-sifat laporan keuangan, dan contoh kasus.
Ya, sedikit mengulang, laporan keuangan yang akan kita pelajari yang biasanya ada di perusahaan itu ada neraca, laporan laba rugi atau ada yang bilang income statement, kemudian laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.
Nah, kalau pengertiannya menggeledah ya, ini contoh dan minggu lalu kalian juga sudah mencoba untuk mendownload laporan keuangan, kemudian membaca secara singkatnya. Di sini contoh laporan keuangan yang saya ambil dari punya browser ini, kocak ya. Punya kedamaian, terus ini ada kocak, tapi sekarang sudah tidak ini ya, pulsanya nggak ada. Nah, ini contoh saja ini tahun 2001. Di sini ada aset atau aktiva yang sisi sebelah kanan ini pasiva. Namanya neraca, berarti kan harus balance antara total aset dan total pasiva atau total liabilitas dan ekuitasnya.
Kemudian apa income statement atau laporan laba rugi. Ini contoh yang tidak terlalu complicated ya, karena hanya beberapa akun yang kita coba buka. Contoh dari perusahaan Tbk yang ada di Indonesia.
Nah, ini contoh yang kalian lihat di sini. Asetnya masih lumayan ya, Rp13.000. Tapi di tahun 2000-2001 ini sudah mulai tergerus oleh zaman, perubahan zaman. Tarakan sudah banyak HP sepinya HP kamera. Jadi, kamera analog sudah tidak terlalu berkembang.
Juga terlihat di sini pendapatannya sudah rendah. Pendapatannya sudah rendah 76 dolar. Padahal kalau dilihat penjualannya juga lumayan dia tetap rezeki ini dia, karena memang kondisinya waktu itu sudah terguncang. Sebenarnya perusahaan ini karena adanya kamera digital dan inspirasinya.
Nah, untuk statement of cash flow ini atau laporan arus kas ini ya, seperti biasanya untuk laporan arus kas ini bisa dilihat terbagi juga, yaitu arus kas dari aktivitas operasi, kemudian aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan.
Nah, sebelum kita melihat dari masing-masing pernyataan dari laporan keuangan, saya ada contoh financial statement PT Gudang Garam Tbk. Nah, ini ada contoh. Laporan posisi keuangan lainnya. Kalau PT Gudang Garam, kebanyakan kalau perusahaan Tbk bentuknya seperti ini ya, sellernya 2 tahun terakhir, kemudian bentuknya ke bawah. Tadi kan sisi kanan dan kiri ya, ini asetnya di atas, kemudian liabilitasnya di bawah, ekuitasnya di bawah.
Kemudian ada statement of comprehensive income atau laporan laba rugi. Kalau perusahaan Tbk lebih kompleks. Nah, ada penghasilan komprehensif lainnya. Tidak ditegaskan di laporan keuangan.
Nah, ini laporan posisi keuangan. Kemudian ada statement of comprehensive income. Laba bersihnya berapa. Kemudian ini adalah statement of changes in equity.
Statement of cash flow, laporan arus kas. Sama juga nih, dari aktivitas operasi, biasanya operasional perusahaan, kegiatan utama perusahaan. Kemudian aktivitas investasi, yang biasanya ini pembayaran atau pembelian aktiva atau aset tetap. Kemudian arus kas dari aktivitas pendanaan, ini misalnya penerimaan pinjaman bank, pembayaran utang.
Cocoknya kembali lagi ke sini. Slide ini sebaiknya hanya menjelaskan bahwa di dalam akuntansi itu saling ada keterkaitan. Misalnya neraca tahun 2001 itu datanya juga terkait dari neraca tahun 2000. Kasnya masuk di sini. Kemudian aset bagian kas masuk ke laporan arus kas. Kemudian tahun 2001 masuk di neraca, dan lain-lain. Bisa kalian lihat, jadi ada keterkaitannya dari periode waktu 2002, 2001.
Nah, yang dilihat poin pentingnya tahun 2000 dan neraca tahun 2001 yang mempengaruhi ini dari cash flow, aliran kas, laporan arus kas, kemudian income statement, laporan laba rugi, kemudian statement of shareholders equity, berarti laporan ekuitas.
Tadi neraca itu juga investasi sama dengan jumlah pendanaan atau aset sama dengan pasiva. Cuma pendanaan ini bisa dari pendanaan kreditur ataupun pendanaan pemilik. Perbedaan pemilik sendiri itu artinya adalah dari modal. Modal itu bisa modal sendiri ataupun modal saham kalau bentuknya adalah Tbk.
Yang tadi terkait contoh laporan keuangan, kita masuk ke sifat laporan keuangan. Seperti apa laporan keuangan itu? Pertamanya adalah fakta yang telah dicatat. Jadi laporan keuangan itu adalah pencatatan kejadian-kejadian yang sudah selanjutnya historis. Laporan keuangan tahun 2012 misalnya, mulai dari Januari sampai Desember, itu sudah terlaksana, sudah berlalu, sudah terjadi atau sudah disajikan.
Kemudian pencatatannya ini berdasarkan harga perolehan saat itu, bukan harga pengganti atau harga pasar sekarang. Misalnya membeli berang-berang di tahun 2009, berarti pencatatannya tahun 2009 harga saat itu, meskipun di neraca tahun sekarang tetap saja yang dicatat adalah harga perolehannya, bukan harga pasar sekarang. Membeli tanah gitu ya, situ juga misalnya membeli tanah tahun 2009, itu tetap berdasarkan harga perolehannya.
Kemudian prinsip dan kebiasaan dalam akuntansi. Nah, data yang dicatat dalam laporan keuangan ini dilakukan berdasarkan prinsip dan kebiasaan akuntansi yang lazim. Oke, di Indonesia pakai PSAK, yang standar akuntansi keuangan.
Kemudian di tempat yang selanjutnya, pendapat pribadinya. Walaupun pencatatan transaksi sudah diatur wajar jasa yang sudah ditetapkan dan sudah dijadikan standar, faktor pembekuan. Namun, penggunaan tel dan standar tergantung dari akuntan perusahaan. Mereka menyesalkan, misalnya metode penyusutan. Aktiva itu kan ada beberapa metode, yaitu tergantung dari perusahaan memperoleh metode yang apa. Kemudian misalnya pencatatan persediaan itu ada juga berbagai metode, itu juga tergantung metode mana yang terpakai.
Nah, terkait dengan itu, kita ada contoh kasus. Misalnya persediaan penuntutan AP2SD. Nah, teman kita pahami dulu ada biaya persediaan kalau terkait dengan persediaan sebelum kita masuk THP.
Nah, kalau kita membaca dari gambar ini bahwa persediaan awal ditambah pembelian bersih itu adalah barang dagangan siap untuk dijual. Berarti dari yang hijau ditambahin hijau ini, persediaan awal ditambah pembelian bersih, barang siap untuk dijual. Karena barang siap untuk dijual dikurangi persediaan akhir, maka ketemu HPP. Jadi, di hijau tambah hijau ini sama dengan biru tambah biru.
Secara mudahnya, persediaan awal ditambah pembelian bersih itu sama dengan HPP ditambah persediaan akhir. Nah, di dalam persediaan kita dan Tuhan HPP ada beberapa metode. Untuk yang pertama, FIFO, first in, first out. Yang pertama masuk itu berarti pertama keluarnya. Pertama dipakai. Berarti biaya paling lama ini digunakan untuk menentukan HPP, sedangkan biaya paling baru itu untuk menentukan persediaan akhirnya.
Berlanjutnya ada LIFO, last in, first out. Yang terakhir masuk itu malah yang pertama keluar. Berarti ini kebalikannya. Kalau tadi itu biaya paling lama adalah HPP di metode FIFO, sekarang biaya paling baru itulah yang digunakan untuk menentukan HPP, sedangkan biaya paling lama itu digunakan untuk menyimpan persediaan akhir.
Metode yang terakhir, average. Rata-rata. Bila dijual satu unit, rata-rata biaya per unit dalam persediaan digunakan untuk menghitung HPP. Bonusnya, kalau pakai average itu berarti harga barang dagangan siap untuk dijual dibagi jumlah unit barang yang siap dijual pada tanggal penjualan.
Nah, ini penting. Nanti akan kita pakai untuk menghitungnya. Tadi ada metode FIFO, LIFO, dan average.
Nah, sebagai contoh di sini, saya ambil untuk penetrasi beberapa penggunaan metode. Ada data persediaan awal Januari, 20 unit, harganya 500 dolar, sehingga totalnya Rp20.000. Pembelian selama setahun, 60 unit kali harganya 600 dolar atau Rp36.000. Barang siap untuk dijual adalah 100 unit. Persediaan awal ditambah pembelian selama setahun, totalnya Rp56.000. Ada catatan 30 unit dijual pada tahun itu dengan harga per unitnya 800 dolar. Sehingga jumlah pendapatannya Rp24.000.
Nah, materi metode ini, pencari data ini diminta untuk cara menghitung HPP dengan metode FIFO, LIFO, dan average.
Nah, ini data persediaan awal ditambah pembelian DVD yang sudah ada ya. Persediaan awal ditambah pembelian bersih = HPP + persediaan akhir. Datanya di sini. Persediaan awal Rp20.000, pembeliannya Rp36.000. Prosesnya sama semua, FIFO, LIFO, maupun average. Datanya sama, harusnya totalnya Rp56.000. Yang berbeda ini di bagian HPP-nya.
Nah, untuk FIFO, first in, first out. Yang dipakai itu perhatikan yang masuk pertama, yang keluar pertama. HPP yang dipakai itu adalah yang paling lama. Ini dan biaya paling lama di sini, sebelum beli yang barunya, pembelian Rp36.000. Jadi yang dipakai adalah 500. Yang dijual 30 kali 500 berarti 15.000 lah HPP di sini. Kalau persediaan akhir tinggal menyesuaikannya. Ini kan totalnya 56.000 dikurangi 15.000 ketemu.
Kalau metode LIFO, jadi katanya tadi yang paling lama itu kalau FIFO, berarti kalau LIFO yang paling baru. Berarti yang dipakai adalah 600 di sini. 30 unit kalikan 600, berarti 18.000. HPP-nya menyesuaikan.
Nah, bagaimana dengan average? Kalau average, harga barang dagangan siap untuk dijual dibagi jumlah unit barang yang siap dijual pada tanggal penjualan. Siap dijual itu 100 unit, harganya Rp56.000. Rp56.000 dibagi 100 unit, jadi harga yang dipakai di sini ada 560. HPP-nya 30 unit dikali 560, berarti 16.800.
Nah, sekarang mencari laba kotornya. Laba kotor itu dari penjualan dikurangi HPP. Penjualannya itu kan 30 unit kali 800, ketemu Rp24.000. Sama semua. Tinggal dikurangi HPP. HPP kalau FIFO 15.000, kalau LIFO 18.000, kalau average 16.800. Jadi laba kotornya untuk FIFO Rp9.000, untuk LIFO Rp6.000, dan untuk average Rp7.200.
Coba kalian bandingkan, kira-kira mana yang paling menguntungkan kalau pada kasus ini, maka yang menghasilkan laba kotor paling tinggi adalah metode FIFO.
Ini contoh untuk kasus lain. Hasilnya sama, tercantum penjualan dan harga jualnya, kemudian persediaan awal dan pembelian.
Baik, nanti coba kalian cari lagi dari materi yang saya upload. Sambil menunggu kalau dirinya digosipkan, boleh kita diskusi lebih lanjut di grup atau di chat.
Terima kasih, mungkin itu yang bisa saya sampaikan untuk pertanyaan ketiga ini. Semoga ilmunya bermanfaat. Ya, makasih. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.