Transcription
Seorang pemuda terpaksa melawan seekor harimau yang sangat buas hanya demi untuk mendapatkan uang.
Saat nyawanya hampir melayang, tiba-tiba ia mendapat sebuah ide. Ia mencoba menyuap harimau itu. Ia berkata, "Kalau harimau mau melepaskannya, ia akan memberinya 5 kg daging sapi." Namun, harimau itu tidak peduli dan tetap akan menyerangnya.
Pemuda itu pun cepat-cepat menaikkan tawaran menjadi 50 kg daging sapi. Mendengar itu, harimau tersebut tampak setuju. Perlahan ia menarik cakarnya lalu mundur. Kemudian pemuda itu berkata, "Ia akan memukul harimau dengan pelan dan harimau harus pura-pura kalah."
Setelah itu, pemuda tersebut berdiri dan memukulnya. Dengan bantuan harimau, akhirnya pemuda itu pun berhasil memenangkan pertandingan. Namun akibat kejadian ini, para pemain di tribun kehilangan seluruh uang taruhan mereka. Karena itu, harimau tersebut dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah.
Untungnya pemuda itu menepati janjinya. Ia datang ke sel dan memberikan daging yang sudah disiapkannya kepada harimau itu. Melihat tubuh harimau yang penuh luka, pemuda tersebut memutuskan membuka kandang dan membebaskannya. Tindakan itu membuat pemilik arena murka. Pemuda tersebut dikejar-kejar dan nyawanya terancam.
Di saat genting, harimau itu tiba-tiba muncul dan menyelamatkannya. Pemuda itu menyuruh harimau kembali ke hutan dan tidak lagi menjadi budak siapapun. Walau sangat berat hati, harimau itu akhirnya kembali ke dalam rimba.