Transcription
[musik] Halo semuanya. Ada quote yang bilang kalau kita mau tahu hidup kita 5 tahun ke depan, mau jadi apa kita 5 tahun ke depan, lihat buku apa yang kita baca [musik] dan dengan siapa kita bergaul. Kalau zaman sekarang ini ditambahin dengan [musik] siapa aja yang kamu follow di media sosial. Quote itu sangat terkenal banget, tapi jarang yang sadar gitu. [musik]
Nanti setelah dewasa, setelah pertemanannya itu makin mengecil, akhirnya sadar bahwa quote itu makin ke sini makin terasa benarnya gitu. Jadi gini, [musik] kita punya mimpi yang tinggi, kerja keras, ikut seminar, nonton video motivasi tiap hari. [musik] Tapi kalau lingkungan kita standarnya di bawah gitu ya, hobinya mengeluh, hobinya nyindir, hobinya ngejatuhin orang, ya lama-lama kita akan ketarik ke bawah. Lingkungan itu bukan cuman bisa mempengaruhi kita, [musik] tapi lingkungan tempat kita bergaul itu bisa merubah kita pelan-pelan tanpa kita sadari.
Makanya kalau kita mau serius untuk sukses, kalau kita mau serius untuk hidup bahagia, entah [musik] itu di karir, entah itu di bisnis atau hidup yang lebih tenang, ya benar-benar lingkungan itu kita harus seleksi benar-benar kita harus seleksi dengan siapa kita bergaul, dengan siapa kita dekat, dan dengan siapa kita bisa berinteraksi. Ini bukan soal sombong-sombongan. Ini bukan soal siapa yang merasa lebih baik, tapi ini soal untuk menjaga energi kita dan masa depan kita biar waktu kita itu tidak terbuang sia-sia. [musik]
Karena orang hebat selalu menjaga waktunya. Orang biasa akan menghabiskan waktunya secara sia-sia. Dan salah satu cara untuk menjaga waktu yaitu menjauhi orang-orang yang bikin kita jadi mundur pelan-pelan. Jadi hari ini kita akan bahas orang-orang seperti apa yang harus kita jauhi [musik] supaya insyaallah hidup kita ke depannya lebih hidup, lebih sukses, dan lebih [musik] bahagia.
Satu, orang-orang yang sering mengeluh. Kamu pasti pernah ketemu dengan tipe seperti ini. Bangun pagi ngeluh, kerja ngeluh, macet ngeluh, cuaca panas ngeluh, cuaca hujan ngeluh, makan enak pun [musik] dia masih ngeluh. Ah, sambalnya pedas banget. Lidah gua ini sensitif banget. Diajak makan gratis sekalipun masih tetap ngeluh. Duh, kenapa ya makan di sini? Duh, tempatnya enggak banget deh. Dapat tempat yang bagus. Duh, buang-buang duit banget kamu makan di sini. Pokoknya semuanya dikeluhin. Padahal ya tinggal makan aja. Gitu aja kok repot. Jadi kalau kamu sering kumpul dengan orang-orang seperti ini, lama-lama kamu akan ikut ke bawah. Setiap hal, semua hal akan terasa salah bagi dia. Hidup [musik] kita itu bukannya ketemu teman itu jadi happy, justru jadi tertekan. Dan kita akan kehilangan semangat tanpa kita sadari. Ya, orang-orang sukses juga ngeluh ya, tapi bedanya dia ngeluh tapi cari solusi. Orang biasa cari alasan, orang sukses cari jalan. Kalau cuman satu dua orang dari temanmu yang tukang ngeluh ya enggak apa-apa. Tapi kalau semua temanmu ngeluh ya mending kamu jauhi. Lama-lama nanti kamu akan mewajarkan kalau staknan mengeluh itu jadi hal yang biasa dan itu sangat berbahaya.
Yang kedua, orang yang pesimis mulu. [musik] Bedakan ya orang realistis dan orang yang pesimis. Realistis itu bagus. Pesimis itu racun. [musik] Kamu bilang kamu akan mulai bisnis, dia akan jawab, "Nanti juga bangkrut." [musik] Kamu bilang, "Nanti akan saya belajar skill baru." Dia bilang, "Ngapain?" "Masih muda kok. Mending rebahan." [musik] "Kamu mau pindah kerja?" Apa kata dia? Nanti juga enggak keterima. Dan mereka adalah orang-orang yang gak pernah nyoba tapi [musik] paling cerewet sama hasil dari orang lain. Orang yang tidak pernah mencoba adalah orang yang paling banyak teori dan [musik] yakin aja orang-orang itu paling banyak ngomong. Pesimisme itu menular, Bro. Kamu bisa aja semangat, tapi karena kamu sering dengar enggak mungkin, enggak mungkin, enggak mungkin, [musik] enggak mungkin, lama-lama kamu percaya dengan ketidakmungkinan itu. Makanya kalau ketemu dengan orang-orang seperti ini, belajar bilang, "Gua butuh semangat, bukan butuh ketakutan." [musik] Atau kalau perlu ya mute aja chatnya, enggak usah ngobrol gitu.
Yang ketiga, [musik] teman yang suka membandingkan. Kamu cerita dapat project baru. Dia bilang, "Ah, teman gue juga baru dapat project baru. [musik] Gajinya lebih gede." Kamu upgrade handphone baru. Dia bilang, "Sepupu mantan gua itu baru aja beli iPhone Pro Max 17." Loh, [musik] kamu mau liburan ke Bandung? Dia bilang, "Teman gua kemarin dari Korea." Jadi apa ya, [musik] yang capek itu bukan membandingkannya, tapi timingnya yang enggak tepat. [musik] Hidup itu bukan untuk lomba lari. Beda orang, beda jalur, beda waktunya. [musik] Nah, orang-orang kayak gini itu bikin kita lupa untuk bersyukur. Padahal kebahagiaan itu bukan soal siapa yang paling cepat dapat, tapi siapa [musik] yang terus jalan di track yang benar sampai akhirnya dia bisa mewujudkan impiannya. Jadi, kalau kamu punya teman seperti ini, kamu boleh tegas kok. Saya cerita ini bukan untuk mau dibandingin dengan orang lain. Saya cuman ingin berbagi kesenangan. Kalau kamu yang enggak setuju, ya sudah. Dan kalau mereka masih banding-bandingin, ya tinggalkan. Hidup kamu itu bukan jadi arena kompetisi dengan orang lain kok.
Yang keempat, [musik] orang yang suka meremehkan. Saya paling enggak senang dengan orang-orang seperti ini. Kita cerita apa target kita, goals kita karena kita percaya sama mereka. [musik] Diketawain mimpi di siang bolong. Ya, emang kamu pikir gampang? Mana mungkin kamu bisa wong kamu seperti itu. Sakit itu ngeri banget loh. Apalagi kita ngomong sama orang yang kita sudah percaya gitu. Karena kalimat meremehkan itu kayak [musik] virus. Dia masuk pelan-pelan lalu dia akan mematikan percaya diri kita dari dalam. Ada dua jenis orang. Ada yang bisa lihat potensi, ada yang hanya lihat kekurangan aja. Kalau kamu sering dengar yang kedua, lama-lama kamu akan percaya bahwa kamu tidak bisa dan kamu kecil. [musik] Padahal kamu bukan kecil. Mereka aja yang membuatmu kecil dan mereka aja yang mentalnya sempit.
Yang kelima, si penguras energi. [musik] Drama Queen. Ini tipe yang tiap hari kita kayak nonton sinetron aja. Masalah kecil heboh, [musik] sakit hati dikit update story. Bosan dikit nyindir di status. Kamu niatnya cuman pengen nongkrong. Eh, malah dengar curhatannya sampai 3 jam. Dan curhatannya itu tiap minggu ya sama aja. Minggu ini dia cerita, "Gua bosan sama pacar gua, gua pengen putusin." [musik] Kita bilang, "Putusin aja." Minggu depannya nyambung lagi, ceria lagi sama pacarnya. Minggu depannya curhatin lagi pacarnya pengin putusin. Hah, bosan banget sih dengarnya. Jadi makin dewasa kita, kita bukan akan kekurangan teman loh. Semakin dewasa kita, kita bukan tidak mau meladeni drama itu gitu [musik] loh. Tapi energi kita ini kita pakai untuk hal-hal yang lain gitu. Dan hidup kita ini udah capek, malaslah ngeladenin hal-hal yang berbau drama yang enggak penting seperti itu. Sukses itu butuh ketenangan. Jangan [musik] habiskan energimu dan jangan habiskan mentalmu untuk drama orang lain. Cari teman yang stabil, [musik] cari teman yang tenang. Yang teman itu selalu bikin kita untuk berpikir jernih. [musik]
Yang keenam, orang yang enggak bisa senang pada saat kita senang. Waktu kita sama-sama susah, [musik] dia ada, dia bisa diajak bercanda. Tapi waktu kita mulai berhasil, tuh dia mulai dingin. Dikit-dikit nyindir, dikit-dikit ngeremehin pencapaian. [musik] dikit-dikit enggak percaya diri dan sebagai macamnya. Teman sejati itu adalah [musik] teman yang bertepuk tangan dengan sangat keras pada saat kita bisa naik panggung. Kalau dia cuman bahagia waktu kita jatuh, itu bukan teman namanya, itu penonton. Tapi dia salah kursi. Belajar bedain mana yang [musik] tulus dan mana yang menunggu kita untuk gagal biar dia bisa lega gitu.
Yang ketujuh, [musik] orang yang selalu mengalihkan fokus. Enggak salah kok main game, enggak salah kok kita nonton Netflix dan semuanya. Scroll TikTok ya sah-sah saja. Tapi kalau ada teman yang setiap kita ajak untuk produktif, jawabnya, "Santai aja, Bro. Hidup itu cuman satu kali. Nikmatin hidupmu." Nah, ini yang bahaya dan ini harus kamu warning, gitu ya. Benar, hidup itu cuman sekali, tapi tagihan kita itu tiap bulan datang. Jadi jangan sampai kita menghabiskan waktu seolah-olah kita punya dua kehidupan gitu. Kalau kamu mau masa depan yang cerah, [musik] kamu harus mulai dari sekarang. Bukan tunggu mood dan bukan tunggu kalau [musik] sempat.
Yang kedelapan, orang yang tidak bertanggung jawab. Janji enggak ditepatin, utang enggak dibayar, datang selalu telat, kerjaan numpuk dilempar ke orang lain. Pinjam motor bensinnya [musik] enggak diisi, pinjam jaket jadi hak milik. Pokoknya dia yang [musik] minjam, kita yang susah. Dia yang bicara, kita yang jadi beban. Sukses itu bukan cuman soal pintar, tapi soal percaya. Soal bisa dipercaya atau enggak. Skill bisa dilatih, [musik] integritas itu harus dipilih, Bro. Kalau kamu terus bareng dengan orang-orang yang enggak bisa diandalin dan enggak bisa bertanggung jawab, lama-lama kamu akan terbiasa untuk hidup sembarangan gitu. Enggak tanggung jawab, enggak nepatin janji dan semuanya. [musik] Padahal di dunia profesional yang bisa dipercaya ya dia naik, yang enggak bisa dipercaya ya dia hilang.
Yang kesembilan, orang yang enggak punya mimpi. [musik] Ini yang paling bahaya. Kamu punya ambisi tapi nongkrong sama orang-orang yang enggak mau bertumbuh. Lama-lama kamu akan merasa bersalah kalau kamu pengin maju. Kadang kamu tidak tumbuh bukan karena tidak mampu, tapi karena kamu berada di tanah yang [musik] salah. Kamu mau tumbuh, mereka ngajak rebahan. Kamu mau tumbuh, mereka ngajak main game. Kamu belajar mereka bilang lebay. [musik] Kamu salat tepat waktu mereka bilang sok alim lu. Kamu kerja keras mereka bilang nikmati hidup kek dikit aja. [tertawa] Nikmati boleh, tapi jangan sampai santaimu itu jadi alasanmu buat gagal.
Sekarang [musik] gini, mungkin sekarang ada dari antara teman-teman semua yang temannya itu seperti ciri-ciri sembilan di atas gitu. [musik] Dan mungkin tanpa kita sadari mungkin kita sendiri yang jadi ciri-ciri di atas. Makanya gini ya, sebelum kamu sibuk untuk memilih mana yang harus dijauhi dan mana yang harus didekatin, pastikan dulu kamu bukan termasuk sembilan orang yang di atas. [musik] Jangan sampai kamu juga ternyata orangnya pesimis. Kamu itu suka drama, ternyata kamu itu suka ngeremehin orang lain atau malah kamu tidak punya tanggung jawab. Karena kalau kamu pengin punya circle yang baik, kamu juga harus jadi orang yang baik buat circle nanti. Kita tidak bisa memilih keluarga, tapi [musik] kita bisa memilih masa depan lewat teman dan lingkungan. Kalau kamu serius mau sukses nih, pilih teman yang selalu mendorongmu untuk tumbuh. Bisa diajak diskusi mengenai visi ke depannya seperti apa. Orangnya jujur tapi tetap mendukung. Dia akan ngomong apa adanya tapi dia bilang, "Saya selalu di belakangmu, apapun keputusanmu." Mau belajar bareng, mau bertumbuh bareng, bisa ketawa bareng, tapi bisa serius bareng kalau perlu. Cari orang yang selalu bikin kamu semangat [musik] menjadi apa adanya kamu. Bukan orang yang bikin kamu merasa salah kalau kamu maju. [musik] Teman yang baik akan bikin kamu jadi lupa waktu. Tapi teman yang benar itu bikin kamu [musik] lupa kalau kamu juga bisa gagal. Ya, [musik] hidup itu singkat. Jangan habiskan energimu untuk berada di circle yang bikin kamu merasa kecil. Sementara dunia sedang menunggu versi terbaik dari dirimu. Kalau kamu setuju dengan pendapat saya di atas, kamu bisa tulis di kolom komentar. [musik] Mulai sekarang saya pilih circle yang bikin saya naik level. Nanti insyaallah di video berikutnya kita akan bahas bagaimana caranya membangun circle positif yang bisa saling dorong dan bisa saling tumbuh bersama ke depannya. Sampai jumpa di video berikutnya dan jaga energimu baik-baik. [musik]
Terima kasih juga untuk teman-teman yang sudah bergabung di Sahabat Abdi minggu ini ya. Ada Chen Galon, ada Herly Kandari, ada Daeng Kle, ada Marzia Babu, ada Robin Madira, ada Jenderal 050, Sukaimi, Afi, ada Hamka Muh, Aryadi Gunawan, ada Abing Marlin, ada Erol Kaban, ada Inisial Kras, [musik] ada Nur Hidayati, ada Hamriadi, ada Caper Channel, [musik] ada Umah Dawam, ada Angga Nurahman, ada Eling Trishna Homestay, [musik] ada Tante Sudianto, ada Lian Meliani, ada Reglo Natural Skinc Hasrul Hamzah, ada Siti Aisyah, [musik] ada Saini AMKG, ada Dionel Channel, ada Hanif Dafa dan ada Denis Setiawan. [musik] Terima kasih ya, banyak sekali yang bergabung di minggu ini. Semoga channel ini bisa membawa manfaat untuk [musik] kita semuanya. Terima kasih sudah bergabung. Thank you. Sukses buat Anda semua. [musik] [musik] [musik]