Transcription
Seorang pembunuh bayaran terbaik sedang menikmati makanan dan tanpa sengaja melihat pantulan cahaya aneh di sendoknya, ternyata dia sedang dibidik oleh seorang penembak jitu dari atas gunung.
Dia terdiam sejenak karena terkejut. Tapi sebelum sempat bereaksi, peluru sudah meluncur ke arahnya. Beruntung dia sempat memiringkan tubuh sedikit sehingga peluru hanya nyaris mengenainya.
Dalam keadaan genting, dia langsung melompat mencari perlindungan. Tapi sang penembak jitu belum selesai. Ia segera menembakkan peluru penembus armor.
Sang pembunuh mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya. Dia menepukkan tangan satu kali, lalu tujuh cincin emas melayang keluar dan mengelilinginya. Dalam hitungan detik, ia merakit tiga drone yang langsung melesat dari atap dan terbang cepat menuju arah gunung.
Ia terus memantau posisi penembak lewat kamera dari drone yang mengambang di depannya. Saat sang penembak hendak menarik pelatuk lagi, dia justru sudah terkunci dalam bidikan. Sang pembunuh segera melancarkan serangan.
Sang penembak cepat-cepat mengambil tali, melilitkannya ke pinggang, lalu menembakkan tali itu hingga menancap ke salah satu drone. Hujan peluru mengarah padanya tanpa ampun. Tapi dia berhasil menghindari semuanya dan melompat turun dari tebing.