Transcription
Untuk membuat supermarket bangkrut, sang manajer punya ide pintar. Ia menganggap pintu otomatis supermarket membuat pelanggan terlalu mudah masuk.
Jadi, ia mengganti pintu otomatis dengan pintu putar yang ramah lingkungan dan hemat energi. Begitu pelanggan masuk, pintu itu akan terkunci secara otomatis. Pelanggan harus mendorong pintu untuk menghasilkan listrik dan hanya jika listrik yang dihasilkan cukup, pintu bisa terbuka.
Manajer berpikir cara ini akan mengurangi jumlah pelanggan. Tetapi ternyata pintu ini menjadi sangat populer di internet. Ada lebih banyak pelanggan daripada sebelumnya karena mereka tidak hanya bisa berbelanja tetapi juga menurunkan berat badan.
Sang manajer lalu berpikir meskipun ia tidak bisa mencegah pelanggan masuk, ia masih bisa menghentikan mereka berbelanja. Maka ia sengaja memilih produk yang ditolak banyak orang dan menaikkan harga barang hingga 10 kali lipat.
Namun di luar dugaan, penjual itu ternyata keturunan koki kerajaan kuno. Makanan yang ia buat sangat lezat hingga membuat pembeli terkejut setelah mencicipinya. Susi buatannya langsung laris di serbu pelanggan.
Sebagai tanda terima kasih kepada manajer, sang koki hanya menjual sushi buatannya di supermarket ini. Bahkan orang asing pun datang berbelanja satu persatu. Rencana manajer itu pun gagal lagi.
Kali ini ia berpikir untuk memulai dari karyawan. Jadi dia membuat kamar tidur di kasir agar karyawan bisa berbaring sambil melayani pembeli. Sang manajer yakin para karyawan akan bermalas-malasan, tetapi ternyata para karyawan justru merasa dihargai sehingga mereka bekerja lebih giat.
Hanya dalam 1 bulan, Omzet Supermarket meningkat 10 kali lipat hingga meraup keuntungan Rp miliar. Sang manajer memutuskan untuk menghabiskan semua uang itu. Ia membeli sebidang tanah kosong dan mempekerjakan 100 siswa dengan upah R juta per hari untuk menanam sayuran khusus bagi supermarketnya.
Suatu hari, sekelompok pelanggan datang ke ladang sayuran itu. Mereka merekam para siswa yang sedang bekerja lalu mengunggahnya ke internet. Tak disangka video itu menjadi viral. Semua orang berpikir makanan di supermarket ini sangat sehat dan alami.
Bahkan seorang pangeran dari Arab datang ke supermarket dan memutuskan untuk berinvestasi sebesar Rp140 triliun. Saat upacara penandatangan sang manajer toko begitu bersemangat hingga tidak sanggup berkata-kata.