📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

Short video documentary, the making of badek machete - Serian.

Endangered Material Knowledge Programme4:53

Transcription

[Musik] [Musik] [Musik] tahun 2007 dari umur saya 12. Saya lebih buruk karena saya ambil. Nama saya Like. Saya dilahirkan 91. Kalau saya kerja di Thailand 3 tahun umur 17. Di Kuala Lumpur sama juga 3 tahun. Pasti saya balik di Sarawak sini bikin parang. Saya selalu tengok dan cara bikin parang macam mana. Sepatu saya ikut ya.

[Musik] bikin parang saya pengganti dari arwah Bapak saya. Lepas itu saya dengan dengan abang saya. Bapak saya ninggal dulu. Bekas itu saya dengan abang saya sambung kerja Bapak saya. Sekarang budak tapi anak tuh dia cakap tidak mau susah. Budak baru sekarang biar tidak paling tidak suka ada diambil alih daripada Bapak dia. Kalau anak saya tidak mau ini gede tutup buka di kampung aja di kampung bikin parang. Nama saya.

[Musik] dan berasal dari Kampung Surabaya. Seharian saya dilahirkan pada tahun 10 hari bulan 6 1960. Sebelum pekerjaan ini Semenanjung Jawa baru saya tahu membuat barang saja. 19 tahun saya mempelajari kemayoran pertukangan parang karena berminat. Saya telah bekerja di bengkel ini selama 7 tahun. Saya baru berharap seni pertukangan sampai bela-bela.

Saya Muhammad Jadi Abdullah dilahirkan pada 19 Mei 1975. Berbangsa Melanau berasal dari darat Sarawak. Saya telah menetap di Serian selama 25 tahun. Saya pernah bekerja di Taman Negara Lambe selama 6 tahun dalam bagian penyelidikan. Dan selepas itu saya telah memohon bekerja di Majlis Perbankan selama 6 tahun. Dan yang terakhir saya pernah bekerja sebagai pengawal keselamatan di SMP Serian selama 3 tahun. Saya telah membuat sarung parang sejak 20 tahun yang lalu didorongkan minat dan pengalaman.