Transcription
Hai hai temen-temen. Saya akan mulai pembelajaran kita hari ini terkait dengan materi yaitu rekayasa pondasi dengan topik bahasan pondasi bor atau bored pile. Di bagian pertama, nah rekan-rekan kemarin sudah belajar terkait dengan pondasi pancang, iya. Nah, kali ini kita akan belajar pondasi bor. Apa bedanya dengan pondasi pancang? Apa kelebihan kekurangannya pondasi bor dibandingkan pancang, gitu ya. Kita akan pelajari di bagian pertama ini. Jadi nanti definisi, jenis, kemudian perhitungan dari pondasi bornya. Apakah sama dengan pancang kemarin atau beda, seperti apa akan kita pelajari.
Nanti di bagian dua itu terkait sama dengan yang kemarin, yaitu pelaksanaan, kemudian metode pengawasannya ini seperti apa, beda dengan pancang seperti apa, kita akan pelajari nanti di bagian kedua. Nah, untuk kali ini kita akan pelajari terkait dengan teorinya terlebih dahulu.
Nah, target kita hari ini setelah teman-teman nanti mengikuti pembelajaran itu diharapkan nanti teman-teman bisa menjelaskan definisi dan jenis dari pondasi bor. Kemudian yang kedua, menjelaskan konsep perencanaan atau perancangan pondasi bor itu seperti apa. Kemudian yang terakhir adalah melakukan perhitungan daya dukung dari pondasi bor, termasuk daya dukung tiang tunggalnya, daya dukung kelompoknya, termasuk ngitung efisiensi grupnya itu teman-teman harus sudah bisa. Oke, ya, lanjutkan.
Ken dari definisi yang perlu kita jelaskan atau perlu kita pahami, yang dimaksud pondasi bor atau bored pile itu apa? Yaitu suatu pondasi yang dipasang dengan cara mengebor tanah. Kalau kemarin pondasi pancang temen-temen ya, yang dilakukan adalah materialnya sudah ada, kemudian dipukul atau dipancangkan ke dalam tanah sampai si pondasi pancangnya itu masuk sesuai dengan kedalaman yang direncanakan. Berbeda dengan pancang, kalau bor ini caranya adalah dibor dulu tanahnya dengan diameter tertentu sesuai desain, ya, hingga mencapai kedalaman yang telah ditentukan. Nah, baru kemudian nanti tulangan bajanya ini dirakit dan dimasukkan ke dalam lubang bor tersebut. Selanjutnya dilakukan pengisian material beton. Jadi betonnya di cor ditempat, gitu ya, kedalam lubang tersebut, ya temen-temen. Jadi kalau gini, dibor ini alat bornya nanti kita pelajari lebih detail di metode pelaksanaan. Kemudian setelah dibor, dibersihkan lubangnya sampai kedalaman yang direncanakan, dimasukkan tulangan, dia temen-temen, nanti baru dilakukan pengecoran. Nah, pengecoran juga khusus, tidak seperti kita ngecor balok dan kolom yang ada di ketinggian selevel dengan kita. Ini kan ketinggiannya bisa sampai minus 100 meter atau 60 meter tergantung desain. Beton ini kan nggak boleh langsung dituangkan dari atas ke bawah, nanti terjadi yang namanya segregasi atau pemisahan antara agregat kasar (kerikilnya) itu bisa sama si agregat halus dan pastanya. Kalau nanti terjadi pemisahan itu nanti keropos dan caranya gimana nanti kita jelaskan di bagian dua.
Nah, udah sibor ini digunakan apabila lokasi pekerjaan memiliki sifat tanah yang cenderung nya kokoh dan stabil sehingga memungkinkan untuk membentuk lubang yang stabil dengan mesin bor, ya. Jadi harapannya tanahnya ini adalah stabil dulu, kokoh, hingga kalau kita ngebor dinding-dinding bornya itu nanti nggak runtuh, gitu ya. Kalau runtuh ini kan tidak bisa kita lakukan pengecoran ke tahap berikutnya. Kemudian jika tanah mengandung air atau kondisinya tidak stabil atau tidak apalagi, ya, setelah dilakukan pengeboran, maka bisa dilakukan dengan menggunakan pipa besi atau casing untuk menahan dinding lubang dan kemudian nanti pada saat sambil kita ngecor, gitu ya, pipa besi tersebut ditarik ke atas. Ini juga bisa temen-temen, atau setelah kita ngecor sebelum setting betonnya, gitu ya, si casing lebih sambil diangkat ke atas.
Nah, ini contohnya di sebelah kanan ini teman-teman. Nah, ini kan casing-nya. Jadi kasih kalau yang tipe tadi tidak tanahnya stabil, tinggal dibor aja tidak masalah. Tapi kalau tidak stabil ini dimasukkan dulu dengan vibrator, ya, vibrator itu yang alat untuk mancang simpel kemarin kita jelaskan di sebelumnya, dia digetarkan masuk. Telah masuk baru ditabur dengan harapan kalau sudah ada casing berarti tanah kiri kanannya tidak akan runtuh. Kita bor, kemudian kita masukkan tulangan, kita cor sambil nanti setelah pengecoran ini ditarik ke atas dengan di vibrasi atau digetarkan lagi, ya. Oke, pada tanah yang keras dan batuan lunak, dasar tiang ini dapat dibuat menjadi yang dimensinya lebih besar sehingga mampu menahan tahanan dukung ujung yang juga jauh lebih besar. Kalau kita temukan tanah di ujungnya ini yang stabil atau bagus, gitu ya, keras atau batuan lunak, kita bisa perbesar dimensi di bawah ini, ya, ujung tiangnya dibesarkan, sehingga nanti harapan kita kalau kita menghitung daya dukung ujung, kan luasan permukaan ujung kalikan tahanan ujung dari tanahnya, gitu ya, tahanan dukungan ujung dari tanah. Nah, ini kalau kita lebarkan, lalu kita besarkan, otomatis nanti daya dukungnya juga akan meningkat. Ini tidak bisa kita dapatkan di tiang pancang, ya. Oke, yang pandangan lurus. Nah, kalau dengan tiang bor kita bisa dapatkan seperti ini. Juga pondasi bor ini sangat cocok dipakai apabila keadaan sekitar lokasinya sangat terbatas dan banyak berdiri bangunan-bangunan liar. Kalau disekelilingnya ini sudah banyak bangunan, kemudian banyak aktivitas penduduk, rumah-rumah masyarakat, ini lebih cocok karena tidak menimbulkan efek getaran dan tidak seekstrim getaran maupun kebisingan kalau kita lakukan dengan metode pancang, dia teman-teman. Jadi ini nyaman. Oke, kita lanjutkan.
Nah, ini metodenya saya singgung sekilas, nanti kita akan pelajari lebih lanjut di bagian kedua. Jadi kita punya alat bor, gitu ya, teman-teman. Kita setting alat bornya di lokasi titik yang akan kita rencanakan, itu ya. Nah, ini nanti kalau memang dibutuhkan casing, berarti tadi harus dimasukkan dulu, ya, teman-teman, dengan harapan itu yang menjadi tapi kalau nggak, ya ini langsung kita lakukan drilling, ngeboran, gitu ya.
Nah, selanjutnya ini kasusnya dengan casing, ya, teman-teman. Mungkin tanah di atas ini tidak stabil sehingga runtuh. Mungkin tanah yang coklat ini cukup stabil sehingga tidak diperlukan casing yang di sisi bawahnya. Nah, ini setelah pengeboran dan pembersihan lubang, itu ya, selanjutnya dimasukkan tulangan yang sudah kita rakit ke dalam lubang ini. Nah, sistemnya untuk pengecoran karena tidak diizinkan kita ngecor menuang langsung dari atas sampai bawah, gitu ya, dan juga kadang terpengaruh oleh muka air, gitu ya. Kalau kita tuang dari atas, kemudian kena muka air, kan nanti sih betonnya ini cenderungnya nanti jadi buyar, tidak bisa menyatu, gitu ya. Nah, makanya sistemnya adalah dengan sistem tremie. Tremie ini adalah suatu pipa yang kita masukkan sampai ujungnya sih bor, kemudian kita tuang beton di atasnya. Nah, dengan beratnya beton ini nanti akan mengisi rongga-rongga yang ada, bahkan air pun nanti akan terangkat ke atas. Si tremie ini nanti kita naikkan seiring dengan kenaikan muka betonnya, sehingga airnya juga keluar, lumpur-lumpur juga keluar, sehingga yang terisi adalah harapannya beton. Nanti setelah pengecoran berakhir, tidak lama setelah pengecoran dilakukan, ini casing-nya diangkat kembali dengan vibrator, gitu ya, temen-temen. Nah, ini sekilas terkait dengan metode pengeboran atau metode pondasi tiang bor.
Keuntungan dan kerugian penggunaan tiang bor ini kira-kira apa jika kita bandingkan dengan tiang pancang? Kita coba bahas dulu keuntungannya. Yang pertama adalah pemasangan tidak menimbulkan gangguan suara kebisingan, ya, dan juga getaran yang membahayakan bangunan sekitarnya dan juga mengganggu dari masyarakat. Ini bisa kita atasi atau kita minimalisir dengan tiang bor. Yang kedua, mengurangi kebutuhan beton dan tulangan dowel pada plat penutup tiang atau poor atau pile cap. Nah, itu ya, teman-teman, kemarin sudah belajar. Kalau tiang pancang ketika sudah selesai, kan kita potong. Kita potong, setelah kita potong untuk menyambungkan ke kolom, kita harus memasukkan tulangan ke bawah, kemudian kita cor, teman-teman, sejauh 1-2 D. Nah, ini kan cukup menyita juga beton dan tulangan dowelnya. Sehingga ini dengan bor, karena tulangnya juga atas, dia tidak perlu tulangan lagi juga kolom nanti dapat secara langsung diletakkan di atas puncak tiang bornya. Misalkan alat tiang bornya cuma satu, gitu ya, di atas langsung kolom, itu juga bisa. Kemudian tiga, kedalaman tiang dapat divariasikan. Dalam ini keuntungannya dibandingkan pancang. Kalau pancang ketika kita sudah mencapai tanah keras, gitu ya, kita paksakan yang nanti takutnya dikhawatirkan si materialnya akan rusak. Nah, kalau bor ini misalkan kita ingin memperdalam sampai memang benar-benar tanah keras, sampai batuannya ini memungkinkan, gitu, hingga kedalaman bisa divariasikan tergantung kebutuhan kita, sampai mau sampai tanah kerasnya, sampai batuannya, atau hanya sampai tanah yang mencukupi daya dukung, itu sangat bisa divariasikan. Kemudian yang keempat, kondisi tanah dapat diperiksa dan dicocokkan dengan data laboratorium. Jadi sebelum kita melakukan yang dan biasanya kita melakukan uji penyelidikan tanah, kemudian kita lakukan desain atau rancangan, kita ketemu dimensi dan kedalaman. Kemudian waktu kita aplikasikan di lapangan, kita bisa proses nih, ketika ngebor nanti kita cocokkan data di lab ini dengan kondisi di lapangan, sama atau tidak. Memungkinkan lokasinya bergeser, ya, antara kita menguji tanahnya dengan aplikasi titik tiang pancangnya atau tiang bornya di lapangan, ini bisa kita koreksi.
Kemudian yang kelima, tiang bor dapat dipasang menembus batuan. Sedang tiang pancang akan kesulitan bila pemancangan menembus lapisan batuan. Ini yang saya sampaikan tadi di poin ketiga, kedalaman yang dapat divariasikan, ini bisa sampai menembus batuan tergantung kekuatan dari si mata bornya. Lain halnya kalau pancang, pasti tidak bisa menembus lapisan batuan. Yang keenam, diameter tiang memungkinkan dibuat besar bila perlu. Ujung bawahnya itu juga bisa diperbesar untuk mempertinggi kapasitas daya dukung ini. Nah, diameter bor ini bahkan sekarang sudah sampai ada yang buat 3 meter, gitu ya, tergantung dari si mesin bornya. Nah, kalau si tiang pancang kan paling sekarang 1,2 meter, udah yang paling besar karena terkait dengan untuk mobilisasi alat, angkut ke lapangan, dan juga untuk ngangkat ketika dia memancangkan, dan juga hampirnya harus yang besar. Nah, itu terbatas untuk tiang pancang. Kalau campur bisa sangat dibuat sangat besar. 7, tidak ada risiko kenaikan muka tanah. Nah, ini kalau dipancang kemarin, ya, teman-teman, kalau tanah dengan tiang yang ujungnya dikasih patung atau pejal, gitu ya, itu kan kita panjangkan, khawatirnya tanah disekitarnya nanti akan naik karena terdesak oleh material tiang pancangnya. Kalau beton ini dengan keyboard, gitu ya, yang bor, dia tidak ada risiko kenaikan muka tanah, sehingga bangunan disampingnya juga aman. Kalau dengan tiang pancang dikhawatirkan ada kenaikan bangunan sebelahnya bisa retak. Oke, 8, penulangan tidak dipengaruhi oleh tegangan pada waktu pengangkutan dan pemancangan. Nah, ini penulangan kalau dipancangkan harus diperhatikan pada saat kritisnya adalah ketika dia diangkat dan ketika dia dipancangkan, dia teman-teman. Kalau bor ini karena dia tidak diangkat dan tidak dipancang, sehingga tulangan ini dia jauh lebih efektif disesuaikan dengan kebutuhan kita, hanya untuk menahan beban akibat keluar atau gaya struktur di atasnya. Oke, lanjutkan.
Kerugiannya apa? Tadi keuntungannya sudah kita jelaskan cukup banyak. Many kerugian juga harus kita perhatikan supaya kita bisa antisipasi. Yang pertama adalah pengecoran bor pile ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Dan kalau teman-teman mau cover-cover seperti ini akan berpengaruh. Kita tidak bisa maksimal dengan dibandingkan apabila kondisinya terang, dia. Kemudian yang kedua, pengecoran beton agak sulit bila dipengaruhi oleh air tanah karena nanti mutu beton ini akan lebih sulit dikontrol. Jadi kalau bored pile ini karena dibor sampai kedalaman tertentu, nanti kadang ada muka air tanah. Ketika ngecor, ya, diperhatikan metodenya supaya mutu beton kita juga tidak drop karena mungkin keropos atau tercampur dengan lumpur yang lain sebagainya. Mutu beton hasil pengecoran bila tidak terjamin keseragaman nya disepanjang badantiang ini mengurangi kapasitas daya dukungnya, terutama bila tiang punya cukup dalam. Jadi ini tadi mutunya apabila jelek, ada campuran lumpurnya, dia keropos, nanti akan mempengaruhi ini teman-teman dari kapasitas daya dukung. Nah, kalau pancangan sudah terkontrol dia kualitasnya pasti bagus dari ujung atas sampai ke bawah. Nah, kalau kita cor di lapangan ada air, ada lumpur, takutnya ada yang keropos di bagian tengah atau di ujung ini akan mempengaruhi daya dukung, ya. Tapi gimana caranya untuk mengantisipasi itu nanti saya jelaskan di bagian dua, termasuk untuk kontrol mutunya itu bisa kita kendalikan atau kita kontrol. Oke, yang keempat, pengeboran dapat mengakibatkan gangguan kepadatan bila tanah berupa pasir atau tanah berkerikil. Nah, ini kadang kondisinya kalau kita ngebor tanahnya itu pasir atau kerikil atau yang kadang ada boulder gitu ya, kita hanya ingin ngebor posisi itu, tapi kadang terkena batu atau boulder gitu ya, itu nanti dia akan merusak malah di sekeliling dari lokasi akan kita bor karena batunya tadi mungkin meruntuhkan tanah atau dia ikut berputar, gitu ya, sehingga nanti akan mengganggu kepadatan tanah disekitarnya yang seharusnya diameternya lurus bagus, tapi karena terbentur oleh boulder dan lain sebagainya, nanti diameternya menjadi besar, gitu ya. Oke, 5, air yang mengalir ke dalam lubang bor dapat mengakibatkan gangguan tanah sehingga mengurangi kapasitas daya dukung. Ini juga harus diperhatikan adanya aliran air, gitu ya. Di mekanika tanah kita juga belajar aliran air dalam tanah itu, ya. Ketika nanti ada aliran air yang masuk ke dalam tanah dan kemudian kita lakukan pengecoran pada tiang atau lubang bor, gitu ya, nanti akan mengganggu dari setting si beton ini harus diperhatikan oleh teman-teman bagaimana caranya kita untuk mengantisipasi ini. 6, akan terjadi tanah runtuh jika tindakan pencegahan tidak dilakukan. Maka dipasang biasanya temporary casing untuk mencegah terjadinya kelongsoran. Ini juga harus diperhatikan, ya, pada saat kita memasukkan si baja tulangan, kemudian ngecor, kalau kita tidak hati-hati atau kita tidak treatment, nanti takutnya longsor. Nah, kalau longsor nanti malah mengisi dari lubang bor, sehingga nantinya tidak lagi efektif atau tidak lagi tiang bor kita itu sesuai dengan yang direncanakan. Itu kira-kira kerugian dan keuntungan dari tiang bor dibandingkan dengan tiang pancang.
Selanjutkan jenis dari pondasi bor itu kira-kira apa? Kalau kemarin kan pondasi pancang kita bisa bagi dari materialnya, kemudian dari bentuknya, gitu ya. Nah, kalau yang bor ini secara material pasti dia dari beton bertulang, kebanyakan bentuknya pun rata-rata adalah lingkaran. Yang membedakan apa kira-kira? Jadi yang pertama, jenis pondasi bor berdasarkan mekanisme transfer beban ke dalam tanahnya dapat dibagi menjadi berikut ini. Yang pertama, pondasi bor lurus untuk tanah keras. Ini gambarnya nih, ya. Jadi ini hanya pondasinya lurus, lubangnya juga lurus, gitu ya, sehingga ketika dicor jadi lurus. Ini di bawahnya adalah tanah keras, dia teman-teman. Ini tanah yang lunak, yang bawah ini adalah tanah atau batuan yang lebih keras, sehingga diharapkan nanti daya dukungnya tercukupi. Yang kedua, pondasi bor dengan ujungnya diperbesar berbentuk bell. Seperti ini, ya, sama tadi lurus, tapi di bawah ini bisa diperbesar bentuknya menyerupai lonceng atau bel. Perbesaran ini adalah menggunakan si mata bornya atau drilling auger-nya bisa diperbesar, sehingga di bagian bawahnya ini bisa diperlebar. Harapannya nanti di sini memberikan daya dukung yang lebih tinggi atau lebih besar karena luasannya jauh lebih besar. Yang ketiga, pondasi bor dengan ujungnya diperbesar berbentuk trapesium. Seperti ini, selain tadi berbentuk lonceng atau bel, ini juga ada yang sistemnya adalah trapesium. Ini tergantung juga dengan kemampuan si mata bornya seperti apa. Harapannya juga sama dengan diperlebar ini dia akan meningkatkan daya dukung tahanan ujungnya. Yang terakhir, pondasi bor lurus untuk tanah berbatu, gitu ya. Nah, ini hampir sama yang tipe A, hanya ini diteruskan lurus, gitu ya, menerus masuk ke dalam batuan. Jadi dengan sistem ini harapannya daya dukung ujungnya ini tidak lagi hanya seluas ini, tapi didukung oleh batuan sedesa yang ada di situ. Batuannya berapa, gitu. Jadi ini menyatukan antara batuan dengan struktur kita. Ini jauh lebih efektif. Kembali. Oke, lanjutkan.
Nah, jenis pondasi bor kalau kita lihat dari metode pelaksanaannya kira-kira dibagi apa saja? Yang pertama adalah drilling method. Drilling itu adalah metode yang digunakan apabila pondasi bor itu muka air tanahnya jauh berada di bawah dari rencana kedalaman pondasi kita atau dia tidak dipengaruhi oleh muka air tanah ini, sehingga kita dalam waktu melakukan pengeboran itu benar-benar kering, tidak bercampur dengan air tanah dan lumpur, gitu ya. Yang kedua adalah casing method. Metode ini digunakan apabila lubang bor itu tadi saya jelaskan mudah longsor, tidak stabil. Misalnya tanah pasir yang bersih, gitu ya, di bawah permukaan air tanah. Kalau tanah pasirnya bercampur dengan kerikil, malah dia saling mengikat dengan satu lain. Tapi kalau tanah pasirnya sebelumnya bersih di bawah permukaan air, ketika kita bor dia akan longsor, sehingga perlu digunakan pipa selubung atau casing. Oke, yang ketiga, wet or slurry method. Nah, slurry method ini digunakan bila pengeboran melalui muka air tanah, sehingga lubang bor selalu longsor apabila bibirnya tidak ditahan. Tadi selain dengan casing, itu juga ada metode yang jauh lebih murah yaitu dengan slurry. Slurry adalah ini, jadi akan lubang tidak longsor di dalam lubang bor tadi, nanti ketika kita sembari mengebor dan nanti memasukkan tulangan dan mengecor, diisi dengan larutan khusus yang namanya adalah bentonite atau lebih bisa juga dengan larutan polimer. Dia kekentalannya itu lebih kental daripada air, sehingga dia nanti yang mengisi lubang tersebut, sehingga menahan tanah-tanah yang ada di sekelilingnya supaya tidak longsor ke lubang bornya. Nanti metode pengecoran nya hampir sama dengan yang di depan saya jelaskan dengan tremie, gitu ya, hingga polimernya nanti akan naik, gitu ya, dia.