📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

Bos MI Bongkar Racikan Investasi Saat Trump Bikin Rusuh & Dana Asing Kabur

CNBC Indonesia8:08

Transcription

Kami mengamati pergerakan indeks harga saham gabungan dan juga beserta transaksinya di dalam, atau transaksi asingnya. Dan kami melihat bahwa untuk aksi jual asing, Pak Ernawan, ini cukup deras, namun indeks harga saham gabungan kita justru bergerak menguat. Apa, atau anomali apa yang terjadi pada pergerakan indeks harga saham gabungan kita beberapa waktu terakhir ini?

Ee, iya, Bram. Jadi ini yang sebetulnya ee menggembirakan ya, gitu. Karena ee tampaknya banyak investor institusi yang ee belajar dari kejadian 2008, gitu ya. Ee, mereka tidak ikut-ikutan cemas. Mereka ee sudah lebih bisa melihat, gitu ya, secara makronya Indonesia bagaimana, lalu ee valuasi dari saham kita juga bagaimana, gitu ya. Sehingga ee ya mereka melakukan selective buying ya. Ee, dan akibatnya ee market kita setelah turun dalam ee terjadi rebond. Nah, action ini juga mungkin ee karena retail kita sudah semakin luas, semakin ee banyak, gitu ya. Eh, number of investor retail kita eh diikuti oleh aksi retail juga, gitu, ee membeli saham-saham yang ee mereka minati. Dan yang terakhir, jangan lupa, Bram, ee tadi itu ya, faktor dividen ini yang membuat ee orang juga eh melihat bahwa wah sekarang nih beli di harga murah, tapi dividen yield-nya juga menarik, gitu ya. Bisa 9, 10%, gitu ya. Beberapa bank ee besar BUMN misalnya menawarkan dividen seperti itu. Nah, jadi eh attraction things yang seperti ini saya pikir membuat eh domestic partisipan ee mengambil posisi menggantikan derasnya foreign yang keluar. Demikian, Bram.

Oke. Anda katakan investor melakukan selective buying. Select buying yang seperti apa yang Anda maksud dari hal ini, Pak Ernawan? Ya, tentunya blue chips dengan fundamental baik dan ada growth ke depan. Lalu tema yang relevan dengan ee kebijakan pemerintah ya, dalam hal ini ee yang terkait dengan ee konsumsi domestik ya, pakan siang gratis misalnya. Dan tentunya aspek deviden, Bram. Karena ee mungkin awalnya Danareksa memberikan sentimen negatif pada market, khususnya foreign, sehingga foreign keluar. Tapi setelah ee mendengar penjelasan ee dari ee board Danareksa, lalu apa action yang akan mereka ambil, dan itu memang terefleksi dari tingginya eh dividen yield yang eh dibayarkan oleh eh beberapa bank BUMN ini, m-trigger eh aksi beli, gitu ya. Kalau kita lihat ee misalnya Bank Rakyat, Bank Mandiri, Bank BNI ee itu mengalami rebound signifikan. Nah eh BAP seperti ini yang ee merupakan anchor market ya, sehingga kita ee dari koreksi yang dalam ee lumayan ee berbalik di beberapa hari ini.

Oke, oke. Baik. Untuk menghindari dividen trap juga, apa yang Anda juga bisa berikan informasi ke para pemirsa CNBC Indonesia, Pak Hernawan? Karena kalau kita lihat begitu ya, untuk beberapa blue chip di pagi hari ini saja bergerak di zona pelemahan. Devident trap itu kan mindset ya. Nah, makanya mindset ini yang harus dirubah. Jika Anda investor saham, tidak hanya mengharapkan dividen, tapi juga melihat pertumbuhan ya. Jadi kalau misalnya Anda miss dividennya, gitu ya, karena ee memang sudah xdate, tidak sempat membeli lebih banyak ketika ada penurunan karena adjustment atas dividen yang tidak entitle untuk yang xdate, Anda berpikir bahwa tahun depan giliran Anda yang terima dividen ya, itu justru kesempatan untuk beli, gitu. Nah, kalau Anda beli di 5.200 misalnya untuk ee salah satu bank ee BUMN, gitu ya, dengan harapan mendapatkan deviden, gitu ya, dan ee besoknya turun ke 4.500, 4.600, Anda beli dengan ekspektasi tahun depan akan Anda dapatkan deviden lagi, gitu, dan mungkin lebih besar karena bisnisnya bagus, karena Indonesia ekonominya bertumbuh. Jadi eh mohon maaf, istilah dividen trap ini menurut saya mislead ya, karena justru Anda bisa membeli lebih murah, tapi untuk dividen masa depan. Ekspektasi. Ingat bahwa investasi di saham adalah eh disun mechanism atas event masa depan. Jadi di sini saya mengambil sikap bahwa ee jika Anda masuk ke saham, ekspektasinya mungkin lebih panjang, gitu ya. Tetapi kalau hanya 2 bulan, 3 bulan, mungkin saham tidak relevan untuk Anda, gitu ya, karena volatilitasnya tinggi dalam kondisi biasa, apalagi sekarang ketika banyak negatif sentimen yang berasal dari luar. Mungkin lebih baik beli reksa dana balance ya, atau ke fix income atau money market. Demikian, Bram.

Oke, oke. Baik. Anda sudah menyinggung sedikit terkait strategi alokasi aset di tengah volatilitas yang terjadi. Sebetulnya untuk meracik strategi alokasi aset kita begitu ya, di kondisi yang ada saat ini seperti apa untuk formulanya, Pak Ernawan? Bram, itu semua bergantung pada jenis fund yang kami kelola ya. Untuk equity, posisi kami adalah sekarang setelah raise cash ya, sekarang adalah selective buying ya. Mungkin antara 90 sampai 95% berada di stok yang kita sukai ya. Kita gradually buy, buy on weakness itu di equity, karena memang objektifnya adalah mengoptimalkan imbal hasil dari equity, baik dari capital gain maupun dari dividen ya. Untuk di fix income terutama ya, setelah eh mengalami eh koreksi karena dikhawatirkan tarif ini akan mengindu inflasi tinggi di US, gitu ya. Eh, kita melihat bahwa next cycle-nya adalah akan terjadi paling enggak resesi ringan ya, gitu. Itu kalau misalnya Trump tidak bersi keras dan eh counterparty negaranya tidak retaliate terus, gitu ya. Tapi kalau terjadi eh tarif war eh terus-menerus ini akan mengakibatkan Amerika terjebak pada resesi. Nah, kalau terjadi resesi akan terjadi cut oleh Federal Reserve, akan diikuti juga pelemahan dolar, tentunya akan terjadi cut juga oleh BI. Nah, untuk fix income pada saat ini kita berada pada eh medium duration, tapi kita eh bersiap-siap untuk memperpanjang duration kita ya, supaya sensitivity dari penurunan suku bunga ini akan benefit untuk eh fund kita. Di money market pada saat ini kita eh memanjangkan durasi 6 bulan sampai 9 bulan, gitu ya. Karena kita pikir ee koreksi saat-saat ini nih cukup menarik ee untuk ee kita beli ee surat utang yang di bawah 1 tahun atau kita tempatkan ke ee bank-bank dengan time deposit yang menarik. Jadi racikan kita tergantung dari mandat, gitu ya, tergantung fund-nya, apakah equity, apakah eh fix income maupun money market. Nah, mungkin pertanyaan yang relevan adalah bagaimana untuk ee strategi campuran kita ya, Bram ya. Campuran kita mulai memaksimalkan untuk ke equity ya. Kita mulai reduce fix income-nya, karena fix income lebih kita gunakan sebagai balancer. Kita melihat bahwa eh shock absorben dari fixed income ini bisa kita kurangi karena eh equity valuasinya sudah mulai menarik. Kita mulai shifting ke equity. Kita berharap hasil quarter 1 nanti tidak seburuk yang diperkirakan market dan trajektory pertumbuhan ini terus berjalan hingga akhir tahun. Demikian, Bram.