📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

Anak ini memiliki Buku Kematian #alurceritafilm #shorts

Ahmad Film1:46

Transcription

Sejak bertemu dengan dewa kematian, Yagami selalu bersikap aneh. Setiap kali anak itu pergi ke sekolah, ia selalu meletakkan kawat di pintu sebagai tanda rahasia. Namun, suatu hari ia pulang dan menemukan kawat itu telah terjatuh dan segera menyadari bahwa seseorang telah masuk ke rumahnya.

Agar tidak menimbulkan kecurigaan, dia tetap tenang. Yagami duduk di meja dan bertingkah seolah-olah semuanya normal. Bahkan ketika dewa kematian yang hanya bisa dia lihat mencoba berbicara dengannya, dia tidak berani menjawab. Karena di apartemen sebelah sekelompok detektif mengawasinya dengan cermat dan tidak melewatkan gerakan sekecil apapun.

Jika mereka menemukan perilaku yang tidak normal, Yagami akan langsung menjadi tersangka utama dalam serangkaian pembunuhan berantai. Semua itu karena dia memiliki sebuah buku kematian. Siapapun yang menuliskan nama seseorang di dalam buku itu, maka orang tersebut akan tewas seketika.

Meski begitu, selama berminggu-minggu diawasi, Yagami tidak pernah menunjukkan tingkah mencurigakan. Selama itu juga tidak ada satuun orang mati secara misterius. Ketika polisi hampir memutuskan untuk menghentikan operasi, kepala penyidik tetap bersi keras bahwa Yagamilah pelakunya. Alasannya bukan karena tidak ada lagi kasus pembunuhan, melainkan karena tersangka tidak punya kesempatan bertindak. Begitu pengawasan dicabut, pembunuhan pasti akan terjadi lagi.

Saat tim bersiap untuk menangkapnya lebih cepat, tiba-tiba terjadi kematian aneh lainnya. Korban tersebut meninggal karena serangan jantung mendadak. Dan sama persis seperti kasus-kasus sebelumnya, semua orang bergegas memeriksa rekaman pengawasan secara langsung dan melihat pria itu dengan tenang menikmati kentang goreng. Dia terlihat tampak sangat tenang, yang merupakan alibi yang sempurna.

Para penyelidik mulai ragu. Mungkin mereka telah menangkap orang yang salah. Mereka tidak tahu. Di dalam bungkus keripik itu tersembunyi pemutar media mini dan selembar kertas kecil yang sudah disobek dari buku kematian. Rencananya begitu rapi dan cermat sampai-sampai dewa kematian di sampingnya ikut terkejut.

Karena tidak ada bukti kuat dan perilakunya pun tak mencurigakan, polisi akhirnya tidak punya pilihan selain menghentikan pengawasan dan pergi.