Transcription
Hai, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo, berjumpa lagi dengan saya Arisan Nuraini. Terima kasih sudah mengklik video ini. Sekarang kita akan bahas mengenai materi biografi untuk kelas 10. Kalian pernah membaca biografi milik siapa? Apakah mungkin Presiden Soekarno, presiden BJ Habibie, Michael Jackson, RA Kartini, Sultan Agung? Mungkin juga Bekadu penyanyi? Gimana sih di Facebook itu loh? Atau mungkin kalian mengidolakan Chan Woo, bintang cubiti drama Korea lain?
[Musik]
Jadi kita membahas mengenai biografi. Apa itu biografi dan kenapa kalian harus mempelajari geografi ini? Biografi berasal dari kata bio dan graph. Bio artinya adalah hidup, graph adalah tulisan. Berarti tulisannya hidup. Pak, kok ngeri ya? Malahan bukan. Maksudnya adalah biografi merupakan tulisan tentang kehidupan seseorang. Jadi tulisannya itu berisi tentang peristiwa atau kejadian tokoh penting atau seseorang. Di dalam geografi itu biasanya menceritakan tentang orang yang sukses, peneliti, tokoh yang memiliki jabatan yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat banyak, atau juga tentang idola, artis, selebritis. Nah, di dalamnya biasanya berisi tentang karya, pencapaian, dan juga prestasi-prestasi mereka.
Kemudian ternyata biografi itu ada yang ditulis oleh orang lain dan ada juga yang ditulis oleh dirinya sendiri. Ini berbeda dengan narsis ya. Jadi misalnya ada biografi tentang Insinyur Soekarno, oh berarti yang nulis misalnya saya, orang lain begitu ya. Atau biografi saya, kemudian yang nulis ada kalian. Mungkin cuma ngasih yang auto juga sih. Itu adalah biografinya ditulis oleh dirinya sendiri. Jadi misalnya ada biografi tentang saya, kemudian saya sendiri yang menulis.
Kemudian di dalam biografi itu biasanya ada hal-hal yang diceritakan. Yang pertama adalah data pribadi tokoh, dimulai dari nama, nama lengkap, tempat tanggal lahir, kemudian sekolah, dan juga riwayat pekerjaan. Data yang kedua adalah mengenai hubungan dengan kerabat, keluarga, ataupun teman. Jadi nanti biasanya dituliskan tokoh tersebut nama orang tuanya siapa, kalau misalnya sudah menikah maka nama pasangannya siapa, anaknya siapa saja, dan lain-lain. Atau kalau misalnya pernah memiliki guru atau teman yang berpengaruh di dalam kehidupan atau pencapaiannya, maka akan dituliskan.
Hal ketiga yang dituliskan adalah prinsip hidup, cita-cita, dan perjuangan. Nah, ini mulai ke dalam peristiwa yang dialami oleh tokoh. Jadi prinsip hidup dari tokoh itu yaitu apa saja sih? Apakah memang dari kecil tokoh tersebut memiliki prinsip hidup yang disiplin, pantang menyerah, dan lain-lain? Dan hal keempat yang dituliskan adalah hasil perjuangan yang telah dan belum tercapai. Jadi perjuangan apa yang sudah dicapai oleh tokoh dan mungkin perjuangan yang belum dicapai oleh tokoh tapi sedang diusahakan itu juga boleh dituliskan.
Kemudian hal kelima yang dituliskan adalah karya atau prestasi yang dikenang atau dipakai hingga saat ini. Contohnya sampai sekarang kita memakai listrik. Hayo, siapa penemu listrik? PR ya, tulis di kolom komentar.
Selanjutnya kita akan membicarakan tentang bentuk biografi. Jadi tadi kan saya sudah bilang bahwa biografi itu adalah bio hidup dan graph tulisan. Berapi yang akan kita bahas itu adalah yang berbentuk tulisan ya, bukan riwayat hidup seseorang yang mungkin diangkat ke dalam video, drama, ataupun film.
Nah, bentuk dari biografi itu bisa berupa beberapa baris kalimat saja, tapi juga bisa berupa satu buku. Contoh dari yang beberapa baris ya, bisa kalian temukan di buku ataupun di laman internet. Buku Paket kalian, teman, ayo coba dibuka. Di dalam buku paket sudah dituliskan beberapa contoh dari biografi. Contohnya ada biografi dari BJ Habibie, atau ada juga dari George Saa. Nah, George Saa itu siapa ya? Coba dibaca.
Kemudian ada juga biografi tadi ya, yang berupa buku. Jadi satu buku itu berisi tentang riwayat hidup seseorang. Contohnya adalah Chairul Tanjung Si Anak Singkong. Kalian pasti pernah mendengar buku tersebut ya. Jadi di dalam buku tersebut menceritakan tentang tokohnya, yakni si Pak Chairul Tanjung.
Selanjutnya biografi itu ternyata ada yang berupa fiksi dan ada yang nonfiksi juga, lho. Bu, bukannya biografi itu biasanya menceritakan tentang kehidupan seseorang yang harusnya itu berdasarkan fakta? Jadi gini, kadang biografi itu memang menyesuaikan dengan penulisnya. Jadi kalau misalnya penulisnya itu ingin mengungkapkan perjalanan hidupnya, tetapi sambil disisipi oleh nama samaran mungkin, atau kejadian-kejadian fiktif lainnya itu boleh. Tapi intinya tentang perjalanan hidupnya. Contoh ya, yang berupa fiksi adalah novel Laskar Pelangi yang isinya tentang kehidupan masa kecilnya Andrea Hirata. Jadi di sini Andrea Hirata itu menuliskan biografinya ke dalam sebuah novel yang tentu saja novel itu berupa fiksi.
Ada juga buku Negeri 5 Menara. Negeri 5 Menara ini ternyata adalah biografi dari Anwar Fuadi. Atau ada juga buku Nice Summer Time Out Toms. Itu biografi tentang Iwan Setiawan. Jangan lupa ya, bagi yang belum subscribe, silahkan tekan tombol merah di bawah ini dan juga saya mohon untuk bisa mengklik like dan memberikan komentar. Terima kasih.
Jadi kenapa sih kalian harus membahas atau mempelajari tentang biografi? Yang pertama, tentu saja karena kita harus mencari motivasi. Kalian yang sekarang sedang duduk di bangku kelas 10 SMA tentu saja membutuhkan motivasi agar kalian kedepannya menjadi lebih baik lagi. Dengan membaca biografi akan muncul kesadaran diri bahwa kalian itu harus belajar dengan rajin dan menjadi orang yang sukses. Amin. Saya doakan yang menonton video ini nanti akan menjadi orang-orang yang sukses dengan prestasi, jangan sensasi ya.
Kemudian tentu saja yang kedua adalah memberikan inspirasi. Ketika pengalaman hidup kita masih kurang karena mungkin kalian masih muda, maka kita akan membaca pengalaman hidup orang lain. Dari pengalaman hidup orang lain tersebut kita bisa mengambil hikmahnya, kita bisa mengambil pembelajaran, dan juga menjadi inspirasi kita bahwa ternyata kesuksesan itu tidak didapatkan secara instan, tapi butuh perjuangan.
Sekarang kita akan bahas mengenai strukturnya. Struktur dari biografi itu ada tiga. Yang pertama adalah orientasi. Orientasi itu berisi tentang latar belakang kejadian atau peristiwa penting yang akan menggiring pembaca kepada peristiwa-peristiwa selanjutnya. Jadi dalam orientasi ini berisi tentang informasi siapa, kapan, di mana, dan bagaimana peristiwa yang akan diceritakan.
Kemudian bagian yang kedua adalah peristiwa penting atau important event atau record of event. Di dalam kejadian-kejadian penting ini berisi tentang peristiwa-peristiwa yang diceritakan secara kronologis. Kronologis itu adalah penceritaannya sesuai urutan waktu, jadi urut ya dari awal sampai ke akhir.
Kemudian struktur yang ketiga adalah reorientasi. Di struktur yang ketiga ini sebenarnya boleh ada, boleh tidak. Jadi sifatnya itu opsional. Ada yang menuliskan bagian reorientasinya, tapi ada juga yang tidak menuliskan. Reorientasi itu apa sih? Jadi reorientasi itu adalah pernyataan simpulan atau komentar evaluatif tentang peristiwa-peristiwa yang sudah dibahas tadi. Misalnya dari tokoh tersebut kita menceritakan atau kita menuliskan apa sih yang bisa kita dapat dari tokoh tersebut, menyimpulkan kejadian penting yang telah dialami oleh tokoh itu kita Tuliskan ulang di bagian bawahnya.
Selanjutnya kita akan bahas mengenai pola penyajian dari karakter unggul tokoh. Jadi ketika kita membahas mengenai biografi itu kan tokoh yang diceritakan itu bukan tokoh biasa atau manusia pada umumnya. Maksudnya di sini adalah biografi itu pasti bisa kita ambil hikmahnya dari toko tersebut. Nah, pola penyajiannya karakter yang bisa kita ambil hikmahnya itu ada dua ya pola penyajiannya.
Yang ini adalah secara langsung atau deskriptif. Jadi dengan membaca kalimat kita langsung tahu, oh ini toh karakter unggul dari tokoh tersebut. Contohnya adalah BJ Habibie adalah seorang tokoh yang menjadi panutan bangsa Indonesia. Ketika kita membaca kalimat tersebut, otomatis kita tahu, oh Pak BJ Habibie itu panutan bagi bangsa Indonesia tanpa menyimpulkan apapun, tanpa membaca pernyataan atau kalimat-kalimat yang lain, kita bisa langsung tahu bahwa karakter unggul tokoh adalah sebagai panutan.
Kemudian pola penyajian yang kedua adalah secara tidak langsung. Nah, secara tidak langsung ini kita membutuhkan analisis yang lebih mendalam. Jadi kita harus menyimpulkan sendiri karakter dari tokoh tersebut. Contohnya adalah kalian bisa buka di buku paket kalian halaman 231. Saya sambil baca ya, karena kalimatnya banyak.
Ketika musim liburan tiba, ia menggunakan waktunya untuk mengikuti ujian dan bekerja. Sehabis masa libur, ia kembali fokus belajar. Gaya hidupnya ini sangat berbeda jika dibandingkan teman-temannya yang memilih menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja mencari pengalaman tanpa mengikuti ujian. Ketika membaca kalimat tersebut, kita itu harus menyimpulkan sendiri karakter unggul dari tokoh. Oh, ternyata sikap dari toko itu seperti ini toh. Nah, begitu. Jadi menyimpulkannya dari beberapa kalimat.
Sekarang yang terakhir adalah kita bahas mengenai ciri kebahasaan dari teks biografi. Apa saja ciri kebahasaannya? Yang pertama adalah menggunakan pronomina atau kata ganti orang. Jadi di dalam biografi tentu saja akan membahas satu tokoh itu, kita tidak mungkin akan menyebut namanya berulang-ulang kali. Contohnya kalau misalnya kita membaca biografi bacaan wow, ah idolanya siapa nih? Chan Woo adalah salah satu aktor Korea yang sedang naik daun. Dia. Nah, ada kata dia. Dia, dia, dia, dia adalah kata pronomina atau kata ganti orang. Tidak mungkin kita akan menuliskannya di dalam satu teks biografi itu Chan Woo, Chan Woo, Chan Woo, terus eh mencak-mencak nanti. Jadi agar lebih efektif juga kita menggunakan pronomina atau kata ganti dia, iya, dan lain-lain.
Ciri kebahasaan yang kedua adalah menggunakan kata kerja tindakan. Jadi melakukan sesuatu begitu. Contohnya adalah belajar, membaca, melempar, berjalan. Nah, itu adalah kegiatan-kegiatan fisik yang bisa langsung dilihat.
Ciri kebahasaan yang ketiga adalah menggunakan kata adjektiva. Jadi kata adjektiva itu adalah kata sifat yang gunanya untuk apa? Gunanya untuk mendeskripsikan atau menuliskan karakter toko itu secara lebih detail. Jadi kita bisa menuliskan dia itu jenius atau pandai atau juga rajin, ulet, dan lain-lain.
Jadi kebiasaan yang keempat adalah menggunakan kata kerja pasif untuk menjelaskan peristiwa yang dialami tokoh sebagai subjek. Jadi kata kerja pasif itu kan biasanya pakai UN dia. Contohnya adalah diberi, ditugaskan, dibelikan, atau dipilih.
Ciri kebahasaan yang kelima adalah menggunakan kata kerja yang bersifat mental. Contohnya adalah memahami, menyetujui, menginspirasi, atau mencintai. Dan ciri kebahasaan yang terakhir adalah menggunakan konjungsi urutan waktu. Contohnya adalah sesudah itu, setelah, lalu, kemudian, selanjutnya, dan lain-lain.
Nah, jadi itu tadi adalah pembahasan saya mengenai biografi. Harapan saya adalah video ini bisa bermanfaat. Dan saya doakan bagi kalian yang sekarang masih belajar, suatu saat nanti akan menjadi orang yang sukses dan biografinya akan saya baca. Jadi kira-kira kalian akan menjadi tokoh sukses apa? Apakah pendiri pebisnis, tokoh yang berpengaruh kepada negara, atau artis? Yang jelas kalau misalnya ingin menjadi orang yang sukses itu dimulai dari sekarang, disiplin, dan tidak mengeluh. Jadi kalau misalnya kalian menonton video ini karena disuruh oleh guru kalian untuk nanti akhirnya mencatat video pembelajaran geografi, kalian tidak boleh menyerah dan mengeluh.
Sekian pembelajaran geografi kali ini. Tetap sehat, tetap semangat, dan jangan mengeluh. Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]