Transcription
[Musik] Tak selalu Tuhan menjawab doa, namun Dia beri yang terbaik di waktu yang tepat. Izinkanlah Tuhan untuk bekerja. Yang mustahil menjadi mungkin oleh karena percaya. Yesus mendengar lebih dari yang kudoakan. Yesus menjawab, "Lebih dari yang kuharapkan, dengan caranya di waktu yang tepat." Ku kan melihat Dia jadikan semua.
[Musik] Selalu Tuhan menjawab doa. Namun Dia beri yang terbaik di waktu yang tepat. Izinkanlah Tuhan untuk bekerja. Yang mustahil menjadi mungkin oleh karena percaya. Yesus mendengar lebih dari yang kudoakan. Yesus menjawab, "Lebih dari yang kuharapkan, dengan caranya di waktu yang tepat." Ku kan melihat Dia jadikan semua.
Yesus mendengar lebih dari yang kudoakan. Yesus menjawab, "Lebih dari yang kuharapkan, dengan caranya di waktu yang tepat."
[Musik] Ku kan melihat Dia jadikan semua.
[Musik] Dia jadikan tempat pada waktunya.
[Musik] Yesus mendengar lebih dari yang kudoakan. Yesus menjawab lebih dari yang kuharapkan dengan caranya di waktu yang tepat. [Tepuk tangan] Melihat Dia jadikan semua. Yesus mendengar lebih dari yang kudoakan. Yesus menjawab lebih dari yang kuharapkan dengan caranya di waktu yang tepat.
[Musik] Ku kan melihat Dia jadikan semua. Ku kan melihat Dia jadikan semua. Ku kan melihat Dia jadikan [Musik] semua untuk Tuhan. Hai.
[Musik] Tak selalu Tuhan menjawab doa. Namun Dia beri yang terbaik di waktu yang tepat. Izinkanlah Tuhan untuk bekerja. Yang mustahil menjadi mungkin oleh karena percaya. Yesus mendengar lebih dari yang kudoakan. Yesus menjawab, "Lebih dari yang kuharapkan, dengan caranya di waktu yang tepat." Ku kan melihat Dia jadikan semua.
Atas selalu Tuhan menjawab doa. Namun Dia beri yang tebaik di waktu yang tepat.
[Musik] Izinkanlah Tuhan untuk bekerja. Yang mustahil menjadi mungkin oleh karena percaya. Yesus mendengar lebih dari yang kudoakan. Yesus menjawab, "Lebih dari yang kuharapkan, dengan caranya di waktu yang tepat." Ku kan melihat Dia jadikan semua.
Yesus mendengar lebih dari yang kudoakan. Yesus menjawab, "Lebih dari yang kuharapkan, dengan caranya di waktu yang tepat."
[Musik] Ku kan melihat Dia jadikan semua.
[Musik] Dia jadikan tempat pada waktunya.
[Musik] Oh, Yesus mendengar lebih dari yang kudoakan. Yesus menjawab lebih dari yang kuharapkan dengan caranya di waktu yang tepat. [Tepuk tangan] Melihat Dia jadikan semua. Yesus mendengar lebih dari yang kudoakan. Yesus menjawab lebih dari yang kuharapkan dengan caranya di waktu yang tepat.
Ku kan melihat Dia jadikan semua. Ku kan melihat Dia jadikan semua. Ku kan melihat Dia jadikan [Musik] semua Tuhan. H.
[Musik] Tak selalu Tuhan menjawab doa. Namun Dia beri yang terbaik di waktu yang tepat. Izinkanlah Tuhan untuk bekerja. Yang mustahil menjadi mungkin oleh karena percaya. Yesus mendengar lebih dari yang kudoakan. Yesus menjawab, "Lebih dari yang kuharapkan, dengan caranya di waktu yang tepat." Ku kan melihat Dia jadikan semua.
Tak selalu Tuhan menjawab doa. Namun Dia beri yang terbaik di waktu yang tepat. Izinkanlah Tuhan untuk bekerja. Yang mustahil menjadi mungkin oleh karena percaya. Yesus mendengar lebih dari yang kudoakan. Yesus menjawab, "Lebih dari yang kuharapkan, dengan caranya di waktu yang tepat." Ku kan melihat Dia jadikan semua.
Yesus mendengar lebih dari yang kudoakan. Yesus menjawab lebih dari yang kuharapkan dengan caranya di waktu yang tepat.
[Musik] Ku kan melihat Dia jadikan semua.
[Musik] Dia jadikan tempat pada waktunya.
[Musik] Yesus mendengar lebih dari yang kudoakan. Yesus menjawab lebih dari yang kuharapkan dengan caranya di waktu yang tepat. Ku kan melihat Dia jadikan semua. Yesus mendengar lebih dari yang kudoakan. Yesus menjawab lebih dari yang kuharapkan dengan caranya di waktu yang tepat.
[Musik] Ku kan melihat Dia jadikan semua. Ku kan melihat Dia jadikan semua. Ku kan melihat Dia jadikan semua. Tuhan. H.
[Musik] Tuhan, puji Tuhan. Selamat pagi. Shalom, Bapak, Ibu, Saudara. Selamat datang di doa pagi bersama dengan saya, Pastor Michael Gunawan. Sebuah sukacita bisa melayani saudara semua dalam ibadah yang luar biasa. Dalam ibadah yang saya yakin akan menolong saudara, memberikan kekuatan bagi saudara semuanya. Di mana pun saudara berada, dari kota mana pun, saya menyapa saudara dan saya percaya kita semua diberkati pagi hari ini. Puji Tuhan.
Bapak Ibu, mari kita mau satukan hati kita dalam doa. Kita mau menyembah Tuhan. Kami bersyukur kepada Tuhan untuk kasih setia-Mu, untuk pertolongan-Mu, untuk kasih setia-Mu dalam hidup kami. Terima kasih Tuhan untuk kasih karunia-Mu. Terima kasih untuk pengorbanan-Mu. Terima kasih untuk keselamatan yang Kau berikan bagi kami. Sebab itu pagi hari ini kami mau menyembah, kami mau memuliakan nama Tuhan. Sebab hanya Tuhan yang kami dapat andalkan di dalam kehidupan ini. Terima kasih Tuhan. Kami ingin mengenal-Mu lebih dalam. Sebab itu hari ini biar lewat setiap apa yang kami pelajari, lewat apa yang semua kami akan dengar, semua menjadi bekal yang baik untuk kami bisa menjadi pribadi yang lebih baik untuk menyenangkan hati-Mu. Terima kasih untuk kasih setia-Mu Tuhan. Terima kasih untuk berkat-berkat-Mu di dalam nama Tuhan Yesus. Mari setiap jemaat Tuhan yang siap menyembah Tuhan, katakan amin. Boleh sama-sama tulis di live chat. Tuhan Yesus baik. Tuhan Yesus baik.
Mari kita bersama-sama datang kepada Tuhan dengan segenap hati kita. Kami bersyukur kepada-Mu Tuhan untuk kasih setia-Mu, untuk setiap berkat-berkat-Mu yang indah. Terima kasih Tuhan. Kami sembah Engkau. Kami muliakan nama-Mu. Haleluya. Terima kasih buat kasih setia-Mu dalam hidupku. Kami bersyukur.
[Musik] Kami bersyukur Tuhan. Oh, haleluya. Jesus, kami bersyukur. Kami berterima kasih Tuhan buat kasih setia-Mu, buat pertolongan-Mu.
[Musik] Tuhan.
[Musik] Terima kasih Yesus telah kudapati kasih yang sejati yang mampu mengubahkan hatiku. Kasih yang Kau beri jauh melebihi segalanya di dalam hidupku. Sekali lagi, telah kudapati, telah kudapati kasih yang sejati yang mampu mengubahkan hatiku. Kasih yang Kau beri jauh melebihi segalanya di dalam hidupku. Kuberikan semua yang berharga, semua yang mulia, semua yang terbaik dari hidupku hanyalah bagi-Mu. Hanyalah untuk-Mu, hanyalah bagi kemuliaan-Mu.
[Musik] Kuberikan semua yang berharga, semua yang mulia, semua yang terbaik dari hidupku hanyalah bagi-Mu, hanyalah untuk-Mu, hanyalah bagi kemuliaan-Mu.
Kita berikan sorak-sorai tepuk tangan yang paling meriah buat Tuhan. Sama-sama katakan, "Telah kudapati kasih yang sejati yang mampu mengubahkan hatiku. Kasih yang Kau beri jauh melebihi segalanya di dalam hidupku. Kuberikan semua yang berharga, semua yang mulia, semua yang terbaik dari hidupku hanyalah bagi-Mu, hanyalah untuk-Mu, hanyalah bagi kemuliaan-Mu." Sekali lagi kuberikan semua yang berharga,
[Musik] semua yang mulia, semua yang terbaik dari hidupku hanyalah bagi-Mu. Hanyalah untuk-Mu, hanyalah bagi kemuliaan-Mu.
Mari bersama-sama kita mau angkat tangan kita di hadapan Tuhan. Kuberikan semua yang berharga, semua yang mulia, semua yang terbaik dari hidupku hanyalah bagi-Mu, hanyalah untuk-Mu, hanyalah bagi kemuliaan-Mu. Mari bersama-sama kita angkat kedua tangan kita di hadapan Tuhan. Katakan, "Kuberikan semua yang berharga, semua yang mulia, semua yang terbaik dari hidupku hanyalah bagimu, hanyalah untuk-Mu, hanyalah bagi kemuliaan-Mu." Sekali lagi katakan, kuberikan semua yang berharga, semua yang mulia, semua yang terbaik. Baik dari hidupku hanyalah bagi-Mu. Hanyalah untuk-Mu, hanyalah bagi kemuliaan-Mu. Hanyalah bagi, hanyalah bagi kemuliaan-Mu. Hanyalah bagi kemuliaan-Mu.
Mari kita berikan tepuk tangan sorak-sorak yang paling meriah buat Tuhan. Haleluya. Oh, kami beri yang berharga. Kami beri yang terbaik bagi-Mu Tuhan Yesus. Oh, haleluya. Kami sembah Engkau Tuhan.
[Musik] Haleluya. Haleluya. Oh Yesus, kami menyembah-Mu Tuhan. Kami sembah Engkau Tuhan. Kami sembah, kami tinggikan Engkau. Kami muliakan nama-Mu Tuhan. Yaama yaalama yaalam. Kami semangat Engkau. Kami muliakan nama Yesus. Haleluya. Kami menyembah-Mu. Kami tinggikan nama-Mu, Yesus. Haleluya. Haleluya.
Sanggup Tuhan melakukan perkara yang ajaib, melakukan perkara yang besar. Engkau sanggup buka jalan. Kau sanggup menyediakan pertolongan bagi kami.
[Musik] Yesus Tuhan, mulialah namanya. Yesus Allahku, besar kasih-Nya.
[Musik] Dahulu, sekarang dan sampai selamanya.
[Musik] Kasih-Nya tak pernah berubah. Yesus Tuhan, mulialah namanya. Yesus Allahku, besar kuasanya. Dahulu, sekarang, dan sampai selamanya. Kuasanya tak pernah berubah. Dia sanggup, Yesus sanggup melakukan perkara yang besar. Dia sanggup, Yesus sanggup memulihkan yang terluka. Menyembuhkan, yang menderita. Dia sanggup memulihkan hidupku.
[Musik] Oh Tuhan, semuanya sama-sama katakan Yesus Tuhan, mulialah namanya. Yesus Allahku, besar kasih-Nya.
[Musik] Dahulu, sekarang dan sampai selamanya. Kasih-Nya tak pernah berubah. Yesus Tuhan, mulialah namanya. Yesus Allahku, besar kuasanya. Dahulu, sekarang, dan sampai selamanya. Kuasanya tak pernah berubah. Dia sanggup, Yesus sanggup melakukan perkara yang besar. Dia sanggup, Yesus sanggup memulihkan yang terluka, menyembuhkan yang menderita. Dia sanggup memulihkan hidupku. Sekali lagi katakan, dia sanggup, Yesus sanggup melakukan perkara yang besar. Dia sanggup, Yesus sanggup memulihkannya, terluka, menyembuhkan ia menderita. Dia sanggup memulihkan hidupku. Yang percaya angkat kedua tangan saudara di hadapan Tuhan. Katakan, dia sanggup, Yesus sanggup melakukan perkara yang besar. Dia sanggup, Yesus sanggup memulihkannya, terluka, menyembuhkan ia menderita. Dia sanggup memulihkan hidupku. Dia sanggup memulihkan hidupku. Oh, dia sanggup memulihkan hidupku.
[Musik] Kami percaya Engkau lebih dari sanggup untuk memulihkan kehidupan kami. Terima kasih untuk pagi hari ini. Terima kasih untuk hari yang luar biasa penuh dengan berkat dan pertolongan Tuhan. Sebab itu kami selalu bersyukur. Sebab itu kami selalu mengandalkan Tuhan di dalam kehidupan kami. Dan kami percaya hari ini kuasa Tuhan, berkat Tuhan yang besar selalu kami alami di dalam kehidupan kami. Terima kasih untuk kasih setia-Mu. Terima kasih untuk berkat-berkat pertolongan Tuhan yang begitu dahsyat di dalam kehidupan kami. Sebab itu pagi hari ini kami mau bersyukur, pagi hari ini kami mau mengangkat suara kami meninggikan nama Tuhan karena kami percaya hanya Kau yang layak menerima semua pujian di dalam nama Tuhan Yesus. Urapi hamba-Mu, urapi setiap jemaat Tuhan di dalam nama Tuhan Yesus yang siap untuk bersama dengan saya, menyembah nama Tuhan. Sama-sama dengan saya kita mau katakan amin.
Puji Tuhan, Bapak, Ibu, Saudara. Selamat pagi. Shalom. Bagi setiap Bapak, Ibu, Saudara yang sudah bergabung, saya ucapkan selamat datang di ibadah doa pagi yang saya berdoa bisa menjadi berkat buat saudara semua. Saya Pastor Michael Gunawan. Dan kalau tidak keberatan, boleh saya minta tolong kepada saudara tulis di live chat. Tuhan Yesus dahsyat. Tuhan Yesus dahsyat. Karena saya percaya apapun yang terjadi, Tuhan Yesus kita tetap dahsyat. Puji Tuhan.
Bapak Ibu, Saudara, mari hari ini kita mau belajar kembali dari firman Tuhan, merenungkan kembali firman Tuhan dan saya percaya kita diberikan kekuatan yang baru. Nah, Bapak, Ibu, Saudara, jangan lupa besok malam kita ada doa malam dan jangan lupa Sabtu besok ada ibadah youth dan Minggu besok kita akan bersama-sama merayakan ibadah raya. Dan saya akan mulai satu seri khotbah yang saya percaya akan memberkati saudara. Satu khotbah yang saya sudah pergumulkan selama bulan Juli dan akan saya sampaikan di bulan Agustus. Dan saya berdoa Bapak, Ibu, Saudara, lewat kebenaran firman Tuhan yang akan saya bawakan minggu besok, setiap saudara pasti diberkati dan setiap saudara pasti mengalami Tuhan lewat setiap ibadah, lewat setiap pujian penyembahan. Dan saya percaya minggu besok menjadi minggu kemenangan buat saudara dan saya semua. Dan minggu besok kita juga ada perjamuan suci. Menurut saya itu satu hal yang sangat luar biasa dan saya mengajak setiap Bapak, Ibu, Saudara, ayo di ibadah perjamuan suci kita mempersiapkan hati kita, kita mengingat kembali apa yang Tuhan Yesus lakukan. Dan saya percaya hidup kita tidak akan pernah sama lagi.
Mari kita buka Alkitab kita bersama-sama. Kita akan buka dari Lukas 19. Hari ini kita melanjutkan. Kemarin kita bahas tentang uang Mina. Hari ini kita mau belajar dari Yesus dielu-elukan di Yerusalem. Kita baca ayat 28 sampai ayatnya yang ke-44. Baca dengan suara yang keras. 1, 2, 3.
Nah, setelah mengatakan semua itu, Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanannya ke Yerusalem. Dan ketika Ia telah dekat Betfage dan Betania yang terletak di gunung yang bernama Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang muridnya dengan pesan, "Pergilah ke kampung di depanmu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan mendapati seekor keledai muda tertambat yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah kemari. Dan jika orang bertanya kepadamu, mengapa kamu melepaskannya? Jawablah begini, Tuhan memerlukannya." Lalu pergilah mereka yang disuruh itu dan mereka mendapati segala sesuatu seperti yang dikatakan Yesus. Nah, ketika mereka melepaskan keledai itu, berkatalah orang yang punya keledai itu, "Mengapa kamu melepaskan keledai itu?" Kata mereka, "Tuhan memerlukannya." Dikatakan, mereka membawa keledai itu kepada Yesus, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan menolong Yesus naik ke atasnya. Dan sementara Yesus mengendarai keledai itu, mereka menghamparkan pakaiannya di jalan. Ketika Ia dekat Yerusalem, di tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun, mulailah semua murid yang mengiringi Dia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring oleh karena segala mukjizat yang telah mereka lihat. Kata mereka, "Diberkatilah Dia yang datang sebagai raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di surga dan kemuliaan di tempat yang maha tinggi." Beberapa orang Farisi yang turut dengan orang banyak itu berkata kepada Yesus, "Guru, tegurlah murid-muridmu itu." Jawab-Nya, "Aku berkata kepadamu, jika mereka diam, maka batu ini akan berteriak." Dikatakan, ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya. Katanya, "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga kau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu, tapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya bahumu semua akan mengeliling engkau dengan kubuh, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan. Dan mereka akan membinasakan engkau beserta pendudukmu. Dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain. Karena engkau tidak mengetahui saat bilamana Allah melawat engkau." Ya, percaya.
Sama-sama kita katakan amin. Nah, Bapak, Ibu, Saudara, satu perikop yang menurut saya sangat kaya akan pengajaran. Baru kita baca dan hari ini saya mau menjelaskan, saya mau mengajarkannya buat setiap Bapak, Ibu, Saudara. Hari ini kita mau belajar dari satu seri, dari satu khotbah saya beri judul yaitu belajar dari Yesus yang dielukan. Sama-sama tulis di live chat. Belajar dari Yesus yang dielukan.
Nah, Bapak, Ibu, Saudara, karena di dalam perikop ini ada beberapa kisah yang terjadi di saat yang sama. Setiap poin hari ini tiga poin akan mengajarkan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi. Nah, hari ini kita akan mulai dengan yang pertama dulu. Hari ini ada tiga pelajaran yang bisa kita dapatkan dari Tuhan Yesus yang dielu-elukan.
Nah, Bapak, Ibu, Saudara, dikatakan di ayatnya yang ke-31, "Dan jika ada orang bertanya kepadamu, mengapa kamu melepaskannya?" Maksudnya keledai, jawablah begini, "Tuhan memerlukannya." Lalu pergilah mereka yang disuruh itu dan mereka mendapati segala sesuatu seperti yang dikatakan Yesus. Ketika mereka melepaskan keledai itu, berkatalah orang yang empunya keledai itu, "Mengapa kamu melepaskan keledai itu?" Kata mereka, "Tuhan memerlukannya."
Nah, Bapak, Ibu, Saudara, ini yang mau kita pelajari. Yang pertama tentang keledainya. Nah, Bapak, Ibu, Saudara, yang bisa kita pelajari apa? Catat yang pertama poin yang bisa kita dapatkan dari Yesus dielukkan yaitu yang pertama kita harus mau dipakai Tuhan. Sama-sama tulisi live chat. Kita harus mau dipakai Tuhan.
Bapak, Ibu, Saudara, kalau di sini bicara tentang keledai, kitalah keledai itu. Kalau kita mau bicara tentang keledai yang akhirnya dilepas dari ikatannya, yaitu saudara dan saya. Dan kita harus mau hidup kita dipakai oleh Tuhan. Dikatakan karena Tuhan memerlukannya. Nah, Bapak, Ibu, Saudara, bukan berarti Tuhan itu perlu banget sama kita, tetapi artinya adalah Tuhan mau pakai hidup kita untuk dipakainya. Tuhan mau pakai hidup kita untuk kita menjadi berkat, untuk kita menyatakan kemuliaan Tuhan, untuk kita menjadi alat Tuhan untuk kemuliaannya. Nah, pertanyaan saya sederhana, apakah kita mau dipakai oleh Tuhan?
Nah, Bapak, Ibu, Saudara, seringkali kita ini sudah ditaruh Tuhan di tempat yang tepat, di waktu yang tepat. Bahkan Tuhan memberikan kita hal-hal talenta yang tepat untuk hidup kita dipakai oleh Tuhan. Kita bisa lihat di sini bahwa semua yang terjadi itu seperti yang Tuhan katakan. Artinya Tuhan sudah tahu karena memang Dia Maha Tahu. Dikatakan di ayatnya yang ke-32, "Lalu pergilah mereka yang disuruh itu. Mereka mendapati segala sesuatu seperti yang dikatakan." Artinya apa? Artinya Tuhan sudah menentukan dalam kuasanya, dalam kemahatahuan-Nya, Tuhan sudah menempatkan kita di tempat yang tepat. Ya, seperti keledai itu di pohon tarbantin itu, Bapak, Ibu, Saudara ya. Kita melihat bahwa waktunya juga tepat. Kenapa keledai itu tidak dipakai? Kenapa keledai itu tidak dibawa ke mana-mana dan dia sudah memberikannya tepat yaitu keledai yang tidak pernah ditunggangi. Artinya apa? Keledai ini tidak lelah dari perjalanan sebelumnya. Dia memberikan kita waktu yang tepat. Dia memberikan kita posisi yang tepat. Dia memberikan kita di dalam keadaan-keadaan yang tepat untuk kita bisa lihat kemuliaan Tuhan dinyatakan lewat hidup kita.
Nah, masalahnya adalah cuma satu. Apakah kita mau seandainya yang memiliki keledai itu marah dan pemilik keledai itu bilang, "Kamu jangan ambil, itu punyaku." Ya, apa yang terjadi? Maka Tuhan Yesus akan mencari keledai yang lain. Nah, bukan berarti wah Pak kalau kita nolak berarti Tuhan tidak dimuliakan. No. Kalau kita tidak mau dipakai Tuhan, seandainya keledai itu tidak boleh dipakai, percayalah Tuhan Yesus juga bisa memakai keledai yang lain. Ada banyak sekali keledai yang mau dipakai oleh Tuhan.
Nah, sebab itu Bapak, Ibu, Saudara, kalau hari ini Tuhan sudah memilih kita, kalau Tuhan sudah memanggil kita, kalau Tuhan sudah memberikan kita kesempatan untuk kita dipakai Tuhan, kita diposisikan di tempat yang tepat, kita sudah dipanggil untuk melayani Tuhan, jangan menolak. Sama-sama tulisi live chat. Jangan menolak. Meskipun itu sulit, meskipun itu membutuhkan waktu lebih banyak, meskipun kita harus lebih banyak berkorban, meskipun kadang-kadang kita capek, meskipun kadang-kadang kita lelah, tetaplah berkorban, tetaplah melakukan yang terbaik. Seperti keledai ini, kita pun semuanya harus menjadi orang-orang yang mau dipakai oleh Tuhan.
Dan Saudara, akhirnya apa yang terjadi? Keledai ini dipakai oleh Tuhan. Bahkan murid-murid menaruh pakaiannya di situ untuk menjadi alas supaya Tuhan Yesus bisa duduk di atasnya. Bapak, Ibu, Saudara, di situ kita belajar bahwa di ayat 36, keledai ini akhirnya masuk dan keledai ini ya, ya, dipakai Yesus, dikendarai Yesus masuk ke dalam gerbang Yerusalem. Dan apa yang terjadi? Dikatakan di ayat 38, "Diberkatilah mereka yang datang sebagai raja dalam nama Tuhan." Wow, Bapak, Ibu, Saudara, Tuhan Yesus dimuliakan, Tuhan Yesus ditinggikan lewat salah satunya adalah keledai itu.
Bapak, Ibu, Saudara yang terkasih di dalam Tuhan, saya rindu setiap jemaat doa pagi, saudara bukan cuma jadi jemaat, saudara bukan cuma jadi pendengar, tapi saudara menjadi seperti keledai itu. Bukan berarti kita merendahkan saudara, bukan berarti saya berkata saudara adalah binatang. Jangan salah mengerti, Bapak, Ibu. Bukan seperti itu. Tetapi Bapak, Ibu, Saudara yang terkasih di dalam Tuhan, artinya kita harus mau rendah hati. Kita harus sadar kita ini bukan siapa-siapa. Kita ini cuma hanya seekor keledai. Kita mungkin tidak mengerti apa-apa. Tapi asal kita mau dipakai Tuhan, maka percayalah kemuliaan Tuhan dinyatakan lewat kehidupan kita. Wow.
Bapak, Ibu, Saudara, sekarang pelajaran yang kedua. Dikatakan ketika Ia dekat Yerusalem di tempat menuju Bukit Zaitun, mulailah semua murid mengiringi Dia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring. Oleh karena segala mukjizat yang mereka lihat. Kata mereka, "Diberkatilah Dia yang datang sebagai raja dalam nama Tuhan. Damai sejahtera di surga dan kemuliaan di tempat yang maha tinggi."
Nah, Bapak, Ibu, Saudara di sini kita lihat ya, bahwa orang-orang semuanya memuliakan Tuhan. Bahkan di beberapa Injil yang lain dipakai kata hosana. Hosana ya. Diberkatilah Tuhan, pujilah Tuhan. Wah, mereka memuliakan Yesus. Nah, tetapi dari sini saya justru mendapat pelajaran yang kedua yaitu gini. Jangan memuji Tuhan karena alasan yang salah, karena motivasi yang salah. Nah, itu yang saya dapat. Tulis itu di live chat. Jangan motivasinya salah, Saudara. Orang-orang ini hanya memuji Tuhan bukan karena pribadi Yesus, bukan karena mereka mengasihi Yesus, tapi mereka memuji Tuhan karena mukjizat. Karena Yesus mereka kira akan menjadi raja yang mengalahkan Roma. Karena mereka berpikir Yesus adalah Mesias yang akan membunuh semua orang-orang Roma yang selama ini menekan mereka dan akhirnya naik di tahta Yerusalem. Karena itu mereka memuji Tuhan. Hasilnya apa? Kalau motivasi kita salah, satu saat kita akan kecewa dan satu saat kita akan murtad.
Bapak, Ibu, Saudara, apa yang terjadi? Orang yang sama yang memuji Tuhan. Mereka meninggalkan Yesus. Bahkan mereka beberapa mungkin yang berteriak, "Salibkan dia, salibkan dia." Bapak, Ibu, Saudara yang terkasih. Sedih ya bagaimana di satu saat mereka bisa memuliakan Tuhan, di saat yang lain mereka dipakai oleh iblis untuk berkata, "Salibkan dia, salibkan ia." Bapak, Ibu, Saudara, itulah yang terjadi kalau kita motivasinya salah ke gereja. Itulah yang terjadi saat motivasi kita salah dalam melayani. Itulah yang terjadi saat motivasi kita salah saat memberi. Saat sesuatu tidak sesuai dengan yang kita harapkan, ekspektasi kita. Kita jadi marah, kita jadi kecewa, kita jadi murtad, bahkan kita jadi lebih jahat daripada orang lain.
Saudara, saya melihat begitu banyak orang yang dulunya semangat pelayanan, tetapi akhirnya setelah mereka kecewa, mereka masuk sosial media, mereka menjelekkan gerejanya sebelumnya. Mereka menjelekkan hamba Tuhan gembala sebelumnya. Mereka yang mungkin dulu pernah memberi untuk pelayanan, lalu mereka kecewa. Mereka meminta semuanya kembali. Saya pernah dengar tentang satu kasus ada orang yang pernah membelikan kursi di gereja. Nah, Saudara, ketika semua kursi itu sudah diberikan, wah dia lagi senang. Wah, dia lagi senang sama gembalanya. Dia lagi senang sama gerejanya. Dan apa yang terjadi? Beberapa tahun kemudian kecewa. Semua kursinya diminta balik, Saudara. Kenapa? Karena dia memberi motivasinya salah. Dia memberi karena dia senang. Dia memberi karena dia disenangkan. Dia memuji karena dia lagi happy, lagi euforia pada saat itu. Itulah yang terjadi. Dan apa yang terjadi? Akhirnya kecewa.
Tapi orang kalau motivasinya benar, dia boleh kecewa. Dia tidak akan pernah murtad. Orang kalau motivasinya benar memuji Tuhan, meskipun dia hidupnya tidak sesuai yang diharapkan, dia akan tetap memuji Tuhan. Bapak, Ibu, Saudara, itulah yang terjadi kalau kita memuji Tuhan karena kita mengasihi Tuhan. Aku mengasihi Engkau Tuhan. Apapun yang terjadi aku tetap mengasihi Tuhan. Sebab itu hari ini saat Engkau memberi, saat Engkau melayani, saat Engkau memuji, saat Engkau ibadah, motivasi kita harus benar. Motivasi kita karena kita cinta Tuhan, bukan karena kita sudah dapat atau mau dapat atau berharap dapat sesuatu dari Tuhan. Tuhan bukan ATM yang bisa kita dapatkan semua yang kita mau hanya karena kita doa. Tuhan adalah pribadi. Kita harus punya hubungan dengan Tuhan. Kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati kita.
Dan saudara yang ketiga yang terakhir dikatakan ayat 42, eh 41 dulu. Ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya. Katanya, "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu, tetapi hal itu tersembunyi bagimu." Saudara, yang ketiga yang saya pelajari, Tuhan Yesus masuk ke Yerusalem. Seandainya orang-orang Israel itu, mereka semuanya memuji, mereka semuanya percaya Yesus sebagai Mesias, mereka semuanya percaya akan berita kerajaan surga. Yang terjadi adalah mereka akan selamat. Tetapi karena keras kepala mereka, keras hati mereka, mereka akhirnya mendapat satu ending yang sangat, sangat mengerikan, sangat-sangat menurut saya tragis. Dari situ saya belajar yang ketiga, jangan keraskan hati. Jangan seperti orang Israel yang keras kepala, yang tidak bisa diomongin, yang tidak bisa dinasehatin, yang tidak bisa diberitahu. Jadilah orang-orang yang mau diberitahu, yang mau dinasehati, yang mau ditegur, yang tidak keras kepala, yang mau menerima masukan, yang mau menerima ya mungkin nasihat dari orang-orang terdekat. Saya selalu belajar untuk melakukan itu saat saya salah, saya juga bisa salah, saya juga bisa lelah, saya juga bisa membuat kesalahan dan saya masih melakukan kesalahan. Ya, saya bukan sempurna. Jangan berharap saya sebagai pastor, saya sempurna karena pasti saudara akan kecewa. Tetapi saya belajar, saya tidak boleh keras kepala, saya tidak boleh merasa paling benar sendiri seperti orang Israel. Maka Saudara, kalau kita melakukan ini, maka kita akan dipakai Tuhan. Kita akan memuliakan Tuhan dan kita akan menyatakan keajaiban Tuhan dalam hidup kita. Yang percaya katakan amin.
Turunkan kepala saudara. Mari kita berdoa. Terima kasih Tuhan untuk berkat-Mu, untuk hadirat-Mu, untuk segala berkat yang kami terima. Terima kasih untuk kasih setia-Mu, terima kasih untuk berkat-Mu. Terima kasih untuk pertolongan Tuhan yang begitu indah dalam hidup kami. Kami hari ini memberkati jemaat Tuhan, berkat dari Allah Bapa, Allah Putra, Allah Roh Kudus. Hamba-Mu berdoa Kau memberkati mereka dalam pekerjaan, dalam usaha, dalam kesehatan, dalam semua yang mereka lakukan. Mulai hari ini sampai selama-lamanya dalam nama Tuhan Yesus yang sudah diberkati Tuhan. Sama-sama katakan amin.
Puji Tuhan, Bapak, Ibu, Saudara. Sampai ketemu besok pagi di ibadah doa pagi jam 06.00. Jangan lupa ajak teman-teman, ajak keluarga kita memuji Tuhan bareng-bareng. Kita memuliakan nama Tuhan, meninggikan nama Tuhan. Saya percaya kita semuanya diberkati Tuhan. And God bless you. Haleluya. Amen.
[Musik] Selalu Tuhan menjawab doa. Namun Dia beri yang terbaik di waktu yang tepat. Izinkanlah Tuhan untuk bekerja. Yang mustahil menjadi mungkin oleh karena percaya. Yesus mendengar lebih dari yang kudoakan. Yesus menjawab, "Lebih dari yang kuharapkan, dengan caranya di waktu yang tepat." Ku kan melihat Dia jadikan semua.
Tak selalu Tuhan menjawab doa. Namun Dia beri yang terbaik di waktu yang tepat.
[Musik] Izinkanlah Tuhan untuk bekerja. Yang mustahil menjadi mungkin oleh karena percaya. Yesus mendengar lebih dari yang kudoakan. Yesus menjawab, "Lebih dari yang kuharapkan, dengan caranya di waktu yang tepat." Ku kan melihat Dia jadikan semua.
Yesus mendengar lebih dari yang kudoakan. Yesus menjawab lebih dari yang kuharapkan dengan caranya di waktu yang tepat.
[Musik] Ku kan melihat Dia jadikan semua. Ho.
[Musik] Dia jadikan tempat pada waktunya.
[Musik] Oh, Yesus mendengar lebih dari yang kudoakan. Yesus menjawab lebih dari yang kuharapkan dengan caranya di waktu yang tepat. [Tepuk tangan] Melihat Dia jadikan semua. Yesus mendengar lebih dari yang kudoakan. Yesus menjawab lebih dari yang kuharapkan dengan caranya di waktu yang tepat.
[Musik] Ku kan melihat Dia jadikan semua. Ku kan melihat Dia jadikan semua. Ku kan melihat Dia jadikan semua. Tuhan. H.
[Musik]