📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

PONDASI SUMURAN/KAISON : Definisi, Perancangan, Pelaksanaan & Pengawasan -Hinawan T. Santoso, ST, MT

masdosen1:06:39

Transcription

Hai, ih. Hari ini kita akan membahas terkait dengan materi yang baru, yaitu pondasi kaison atau sumuran. Nah, kenapa ini dinamakan pondasi kaison atau sumuran? Nanti coba kita lihat definisinya. Nah, seperti saya sampaikan, pondasi kaison ini sebenarnya adalah transisi dari pondasi telapak ke pondasi dalam.

Namun demikian, karena kemarin kita sudah mengelompokkan jenis-jenis pondasi berdasarkan kriteria kedalaman dibagi lebar pondasi, gimana kalau ini kita bandingkan dia di F dibagi D, kedalaman dibagi lebarnya itu lebih dari empat. Nah, kalau lebih dari empat berarti dia masuknya adalah ke pondasi dalam. Nah, sedangkan telapak kemarin itu biasanya di F dibagi P-nya itu kurang dari empat, sehingga masuknya di pondasi dangkal. Oke, jadi ini sudah kita mulai di pondasi dalam. Mungkin transisinya nanti seperti apa, definisinya, dan lain sebagainya. Perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasannya akan kita pelajari bersama-sama.

Nah, ini tujuan pembelajaran kita. Jadi nanti capaian mata kuliahnya, teman-teman, setelah mengikuti materi ini nanti bisa menjelaskan konsep perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan mutu dari pondasi kaison atau sumuran. Oke, nanti sub-subnya kalau kita bedah lebih dalam lagi, teman-teman bisa menjelaskan definisi, konsep dasar, dan jenis-jenis dari pondasi kaison atau sumuran. Kemudian menjelaskan konsep perencanaan pondasi kaison. Kemudian menjelaskan metode pelaksanaan pondasi kaison. Dan yang terakhir adalah menjelaskan pengawasan kontrol mutu dari pondasi kaison ini. Nah, ini tujuan kita hari ini pembelajaran terkait dengan pondasi kaison.

Sebagai pendahuluan di sini kita tampilkan definisi. Jadi, apa yang dimaksud dengan pondasi kaison atau sumuran, yaitu adalah jenis pondasi dalam yang terbuat dari beton pracetak atau beton bertulang yang dicor di tempat. Gimana komponen utama pondasi berupa beton siklop dan batu belah sebagai pengisinya. Nah, ini harus diperhatikan ya, jadi dia pondasi dalam. Terbuatnya bisa nanti pracetak atau memang beton yang dicor langsung ditempatnya. Dan elemen utamanya, komponennya nanti sebagai pemberi daya dukung itu adalah beton siklop dan batu belah.

Disebut pondasi sumuran karena memang mekanisme pengerjaannya itu seperti kita membuat sumur. Nah, kalau rekan-rekan pernah melihat sumur tapi yang bukan sumur bor, yang sumur digali itu, yang mungkin di sekitar lingkungan teman-teman pernah melihat. Nah, itu kan prosesnya kita buat galian dulu hingga sampai semua orang juga bisa dengan sistem yang kaison ini tadi. Ada yang misalkan beton bertulang dicor di tempat atau pracetak, nanti ditempatkan di atas tanah, kemudian tanah di bawahnya itu dikeruk pelan-pelan sedikit demi sedikit, sehingga nanti dengan berat sendiri pondasi itu dan bisa dengan beban-beban tambahan kalau memang dibutuhkan akan turun dan mencapai pada kedalaman yang direncanakan atau diinginkan pada tanah kerasnya. Oke, jadi kita prinsipnya ada dua nanti, membuat sumur dahulu baru dicor atau memang sudah ada beton bertulang nya nanti kita turunkan pelan-pelan dengan mengeruk bagian bawahnya seperti membuat sumur.

Pondasi sumuran ini digunakan apabila tanah dasar terletak pada kedalaman yang relatif cukup dalam. Jika kita bandingkan dengan pondasi telapak, kita tidak mampu lagi. Nah, ini bisa disiasati dengan menggunakan pondasi sumuran. Kedalaman pondasi ini dapat mencapai hingga 15 meter. Namun, disarankan untuk kedalaman efektif yaitu di kedalaman 7-9 meter. Jadi, kalau 15 meter itu sebenarnya masih bisa pakai pondasi ini, tapi tidak lagi efektif. Nah, kalau dimaksud efektif itu adalah ketika bahan yang kita gunakan atau material yang kita gunakan dengan tujuan kita membuat pondasi itu biayanya yang paling optimal. Nah, ini kedalamannya sekitar 7-9 meter.

Kita lanjutkan. Nah, pondasi ini, pondasi kaison ini, dapat berbentuk kotak maupun bulat atau kombinasi dari bentuk-bentuk tersebut dengan tampang melintangnya yang relatif lebar. Nah, karena tampangnya luas, permukaannya besar, maka nanti di dalam bagian-bagian dari pondasi ini bisa dibuat berupa ruangan atau sekat-sekat yang memisahkan antara satu dan lainnya. Tapi kalau tidak terlalu cukup besar, ia hanya biasanya satu ruang saja. Fungsi sekat ini, kalau ruangannya besar, berfungsi sebagai pengaku supaya nantinya tidak terjadi kerusakan pada struktur dari pondasi sumuran ini.

Oke, dia secara umum ini yang pondasi kaison ini biasanya yang di Indonesia ini sekitar diameternya 70 cm sampai 1,5 meter untuk bekerja gedung. Sedangkan kalau di jembatan ini biasanya lebih lebar diameternya dapat mencapai 3-4 meter. Ini bisa digunakan juga. Di luar negeri, pondasi kaison ini bahkan bisa dipakai untuk pondasi bentang panjang dan ini umum dilaksanakan biasanya malah di tengah laut. Selain menggunakan pondasi bor, biasanya juga bisa menggunakan pondasi jenis kaison ini.

Nah, ini di India itu disebutnya sebagai well foundation. Ini kebanyakan dipol gunakan untuk pondasi jembatan. Nih, contohnya pada jembatan Howrah yang mempunyai ukuran 3R 24,8 kali 553 meter, kedalamannya 31,4 meter. Ini cukup besar, mungkin satu kali lapangan atau dua kali lapangan badminton ini ukurannya, dalamnya juga cukup dalam. Nah, kalau kayak gini biasanya sudah dengan sekat-sekat tadi.

Oke, di Amerika ini pondasi dan juga digunakan untuk konstruksi-konstruksi besar. Misalkan di sini San Francisco Bay Bridge di bisa teman-teman cari studi California, mempunyai ukuran sekitar 30 kali 60 meter. Ini juga besar, bahkan kedalamannya bisa mencapai 73,8 meter. Nah, ini memang kenapa digunakan kaison ini memang kalau di tengah laut dan di bawah laut. Kaison ini bisa untuk mensiasati karena kita ngecor di bawah laut akan susah. Nah, ini bisa dengan kaison yang dicetak di luar dari area di darat mungkin, terus kemudian ditransfer ke tengah laut dan kemudian ditenggelamkan dan kemudian nanti setelah tenggelam mungkin dengan segmen-segmen dalamnya dikuras dan diizinkan atau tidak. Kalaupun tidak untuk menenggelamkannya itu bisa diisi air lautnya itu sendiri, kemudian diisikan di dalamnya nantinya diganti setelah tenggelam dengan batu-batuan dan beton siklop tadi. Nah, ini cukup membantu dalam membuat pondasi di tengah laut.

Oke, kita lanjutkan. Nah, ini contoh gambarnya. Nih, kalau yang dicor gedung ini posisi gedung tadi sekitar 70 cm sampai 1,5 meter. Nah, di atasnya ini sama dengan pondasi dangkal atau pondasi telapak kemarin, dia tetap harus ada capping-nya atau footing-nya di sini. Hasilnya ini adalah perpanjangan dari pondasi telapak ini untuk mencapai tanah kerasnya dan daya dukung yang memenuhi. Baru di atasnya ini bisa dengan pile cap, baru di atasnya kolom ini kalau di konstruksi gedung. Kalau di jembatan seperti apa? Ini biasanya di jembatan seperti ini. Jadi, ini di pondasi sumuran nya atau kaisonnya ini lebarnya atau diameternya bisa 3-4 meter. Konstruksinya dia punya di sini dinding topingnya untuk pelindung. Via harusnya di gedung ini pun ya biasanya ada dengan pile cap. Mungkin disidak tergambarkan ini bisa dicetak di luar dengan pile cap tadi atau dicetak di tempatnya. Nokia nanti isinya di sini ada beton. Ini beton biasanya kalau di sini masih tertulis 1 banding 2 banding 3, ini sekitar fc20 lah kalau sekarang. Nah, di atasnya ini baru beton siklop. Beton siklop ini adalah beton mutunya k-175 atau sekitar fc10 lah. Nah, fc10 yang ditambahkan nantinya dengan batu kerakal ataupun batu belah sebagai pemberatnya. Di atasnya ini ditutup lagi dengan beton fc20 tadi. Setelah itu ini biasanya ada tulangan-tulangan tulangan di sini disatukan dengan capping atau engkau kalau di jembatan dengan chalked istilahnya penutupnya. Baru di atasnya ini bisa ditempatkan struktur jembatannya. Oke, nah ini kalau konstruksinya di jembatan.

Lanjutkan. Apa kelebihan dan kekurangan dari pondasi kaison ini? Dicoba kita sajikan. Kalau kelebihannya adalah dia alternatif penggunaan pondasi dalam. Jadi, karena masuk pondasi dalam, dia sebagai alternatif. Maksudnya apa? Maksudnya jika tidak memungkinkan suatu daerah, mungkin karena aksesnya susah, aksesnya jalan nya kecil, kemudian material tiang pancang misalkan di daerah yang kedalaman itu kan tidak ada yang produksi dan sebagainya, dan di sana ada material batu belah yang banyak. Nah, ini bisa dimungkinkan dengan penggunaan pondasi kaison ini sebagai pengganti dari alternatif pondasi dalam yang lainnya.

Kemudian, tidak diperlukan adanya alat-alat berat dalam rangka untuk mengkonstruksi pondasi kaison yang di jembatan. Lebih mungkin ada beberapa yang membutuhkan kalau memang sistemnya bridge, tapi kalau dicor di tempat itu bisa meminimalkan tidak diperlukannya alat berat atau alat angkat dan angkutnya. Kemudian, biayanya nanti bisa lebih murah untuk kondisi dan tempat tertentu. Hasilnya ini kalau memang materialnya tadi banyak dan bisa digunakan, ini tentunya biayanya jauh lebih murah.

Kekurangannya apa dari pondasi kaison atau pondasi sumuran ini? Nah, bagian dalam dari hasil pasangan pondasi tadi yang kita namakan beton siklop dan beton yang dicor tutup atas bawah tadi itu sulit untuk dikontrol. Karena, karena biasanya ini adukannya kalau diameternya sempit gitu ya, dilempar dari atas atau dituang dari atas. Nah, ini misalkan yang diameter lebih besar tadi biasanya bisa dituangnya ke bawah atau kalau mau kontrolnya lebih bagus lagi bisa menggunakan pipa tremi. Patrem itu pipa yang dibuat atau disambungkan dari atas kita mengecor gitu, misalkan dituangkan dari atas sehingga tinggi jatuh dari betonnya tadi tidak melebihi satu setengah meter kan persyaratan kalau kita mengecor maksimal adalah satu setengah meter. Di luar itu dicabut, ada segregasi, sehingga yang agregat-agregat kasar misalkan kerikilnya sebaiknya itu turun duluan dibandingkan pastanya saja. Nanti terjadi porositas. Dengan pipa tremi tadi harapannya kalau pengecoran dengan sistem tremi saja segregasi itu oke.

Kemudian, pemakaian bahan beton siklop dan batu belah ini lumayan boros karena memang komponen utamanya adalah ini. Kemudian, tahanan terhadap gaya horizontal itu cukup rendah. Ini karena tulangan itu mungkin hanya dipakai di cover sumurannya saja. Di tengah-tengahnya itu hanya beton siklop dan batu belah tadi. Ini sehingga horizontal harus diperhitungkan. Dian, untuk kondisi tanah lumpur, pelaksanaan pondasi ini cukup sulit. Lebih tepatnya sih biasanya di tanah campuran atau tanah berpasir gitu. Jika kita menggali itu lebih mudah. Kalau tanah lumpur ini biasanya agak kesulitan.

Kita lanjutkan. Persyaratannya apa untuk mendesain pondasi kaison ini? Nah, ini biasanya daya dukung pondasi harus lebih besar dari beban yang bekerja. Ini tentu saja harus diperhatikan berapa beban dari struktur atas kita yang harus dipikul oleh pondasi ini, sehingga daya dukungnya nanti jauh lebih besar. Daya dukung di pondasi kaison yang harus diperhatikan nanti ada vertikal, ada geser, ada guling, dan juga nanti penurunan. Itu yang harus kita cek. Kemudian, ini penurunan ini harus sesuai dengan batas yang diijinkan atau toleransinya. Biasanya diambilnya adalah satu inci atau 2,54 cm. Emailnya. Hingga kalau lebih dari ini dikhawatirkan antara pondasi satu dengan yang lainnya kalau ada diferensial settlement atau penurunan tidak seragam, itu akan menyebabkan tambahan momen yang menyebabkan struktur kita nanti menjadi rusak. Seperti pada pondasi telapak kemarin, antara telapak satu dan telapak yang lainnya itu tidak boleh terjadi perbedaan penurunan yang ekstrim.

Mendasi kaison bila dilihat dari cara pembuatannya itu ada yang pertama, kaison terbuka. Kemudian ada kaison pneumatik atau tekanan. Dan yang ketiga adalah kaison apung. Ini seperti apa perbedaan dari masing-masing pondasi ini? Coba kita lihat.

Untuk kaison terbuka ini merupakan jenis pondasi sumuran yang bagian atas dan bawahnya ini terbuka. Alias, ketika kita melaksanakan yang bagian atas dan bawahnya tidak ada semacam tutupnya. Ini cocok digunakan pada area yang tergenang air. Pelaksanaannya yaitu memberikan cara membenamkan pondasi dengan memanfaatkan beratnya sendiri, sehingga nanti bersama-sama dengan penggalian tanah pada bagian dasarnya, mereka akan pondasi ini akan turun. Nanti setelah kondisi tanah keras atau tanah kedalaman rencana, maka kaison ini ditutup dengan beton. Hanya bisa satu setengah sampai lima meter, memang tergantung dari kondisi dan diameter pondasinya. Nah, penutupan nanti dapat dilakukan di bawah muka air yaitu dengan sistem tremi tadi jika memang terendam air. Nah, bila tanahnya sangat keras, maka dapat dilakukan dengan cara upload dagang toples dengan tapi peledakan. Ini juga harus dikontrol supaya tidak merusak dari pondasi kita ini. Mungkin yang untuk kaison yang besar biasanya sampai dengan peledakan. Oke, pada penggalian tanah untuk kaison terbuka umumnya dilakukan dengan cara pengukuran volume tanah yang tergali itu akan lebih besar dari kaison yang terpasang. Nah, ini karena biasanya dinding lubang dari galian tanah yang cenderung akan bergerak ke dalam galian. Bisa kita sudah ukur nih volume yang akan digali, misalkan 5 m3. Ternyata setelah pondasi itu terpasang, galiannya bisa lebih dari lima M3 karena ada desakan dari tanah sekelilingnya yang mendesak ke arah pondasi, sehingga volume galian bisa lebih besar dari perkiraan.

Kita lanjutkan. Bentuknya seperti ini untuk pondasi kaison terbuka. Bisa bentuknya adalah lingkaran ataupun kotak. Ini kalau kotak dengan dimensi yang besar, tapi bisa diberikan sekat sebagai pengaku supaya nanti kalau ada desakan tanah dari kiri-kanan dan sebagainya, dia tidak penyok ya karena ada pengaku-pengaku penguatnya ini. Oke, nah ini kondisinya bisa dia dilaksanakan di bawah muka air tadi. Lebih cocoknya yang di muka air tadi. Dia nanti setelah selesai ini baru bisa dicor dengan sistem tremi dan diisi beton siklop dan sebagainya.

Kelebihannya apa di kaison terbuka ini? Ini dapat mencapai kedalaman yang besar. Kemudian, biaya pembuatan ini jauh relatif lebih rendah jika dibandingkan nanti dengan jenis pondasi kaison yang lain. Kerugiannya apa dari penggunaan kaison terbuka ini? Dasar kaison tidak dapat diperiksa dan dibersihkan. Kadang kita memasukkan ini di bawahnya ada lumpur-lumpur. Ini kan cenderungnya akan merugikan kalau kita nantinya kita cor dan bercampur dengan tanah. Ini harus kita kontrol atau kelemahan ini harus kita tanggulangi. Kemudian, kualitas dari beton penutup dasar tadi karena pengecorannya di dalam air itu kemungkinan kalau kita pelaksanaannya kurang bagus atau metode yang tidak tepat, nanti hasilnya juga kurang bagus. Ini harus kita kontrol. Dian, penggalian pada tanah yang berbatu akan sangat sulit. Nah, ini juga harus kita perhatikan kalau memang tanah ini bercampur nah batu-batuan atau brongkalan batu.

Oke, kita lanjutkan. Kemudian, langkah-langkah dari pembuatan kaison seperti apa? Ini langkah pertama, bagian yang tajam dibuat di permukaan tanah di ujung yang paling bawah tadi. Kalau memang presisi bisa dibuat yang paling tajam. Kemudian, penggalian di dalam kaison dimulai dari dan kaison akan mulai terbenam. Ini dimulai digali di dalamnya. Nanti kaison ini akan turun dengan berat sendirinya. Ketika bagian yang pertama tadi yang atas mulai terbenam atau mendekati dasar, maka unit kaison yang kedua lebih disambungkan yang bagian atasnya, sehingga dia akan membebani kembali dan akan kita lanjutkan dengan penggalian lagi pada dasar kaison hingga kedalaman direncanakan. Ya, langkah kelima, penutupan dengan beton pada dasar pondasi tadi. Yang keenam, pengisian berupa material pengisi, yaitu bisa tanah, pasir, atau beton siklop dengan batu-batuan tadi. Kemudian, kerja dalam pembuatan lantai beton penutup yang di sebelah atasnya. Kenapa ini harus di bawah ditutup dengan beton dan atasnya juga? Ini karena kaitannya kalau di posisi air tadi, kalau tidak kedap air, nanti air akan masuk. Misalkan isinya tanah atau pasir atau beton siklop ini kan rawan terhadap aliran air, sehingga nanti bisa hilang tanah dan isi yang pasir ini. Padahal pondasi ini sangat menggantungkan pada kekuatan dari berat gravitasi dari pengisinya, sehingga harus ditutup atau disegel di atas dan di bawahnya dengan beton kedap air tadi.

Oke, yang kedua adalah kaison tekanan ataupun matic kaison. Ini kalau tadi terbuka, ini kaison sistemnya tertutup. Ini penggalian tanah dilakukan dengan dengan udara bertekanan ke dalam ruang kerja pada saat penggaliannya. Nah, dengan cara ini nanti penggalian dan pengecoran itu bisa dilakukan dalam kondisi kering. Kalau misalkan itu terendam air, sebenarnya dari konstruksinya kaison ini hampir sama dengan kaison terbuka. Bedanya hanya ada nanti bagian ruang kerja di bawah yang tadi disampaikan bisa untuk dialiri udara tekanan. Nah, ini penggalian dilakukan pada ruang kerja yang di tekanan udara yang sama dengan tekanan air tanah untuk mencegah aliran tadi masuk ke ruang kerja dari pondasi ini. Nah, juga nanti pintu udara itu disiapkan. Biasanya kecuali selain untuk jalan keluar-masuk pekerja juga untuk mengeluarkan tanah galian yang dimaksud tadi. Nah, ini untuk yang kaison ukurannya dimensinya besar dapat dipakai dua pintu udara. Yang pertama untuk galian, sedangkan yang kedua untuk masuk pekerja. Nah, setelah itu ruang kerja nanti diisi dengan beton pada waktu dasar kaison telah mencapai kedalamannya dikehendaki. Seperti apa bentuknya? Jadi, kaison bertekanan lagi seperti ini. Jadi, kita membuat semacam ruang di bawahnya ini. Ini hampir sama, tapi ini adalah ada tutupnya. Nanti kalau terbuka akan ini tidak ada. Nah, ini nanti seiring kita berikan tekanan, nanti air ini kan tidak akan masuk ke dalam rongga kita. Nah, ini kita juga akan turunkan pelan-pelan sembari ini digali dan diberikan tekanan udara, sehingga nanti air ini harapannya tidak akan masuk ke dalam ruangan yang kita berikan tekanan lagi. Ini dilakukan sampai nanti posisinya sampai tanah yang kita harapkan sampai tanah kerasnya. Asalkan. Nah, setelah itu nanti misalkan ini sudah selesai, bagian dan ruang kerja tadi kita tutup dengan beton. Ini selain untuk menghindari air masuk nantinya ketika ini diisikan dengan material pengisi, juga untuk perkuatan di tanah dasarnya. Nah, ini kalau pondasi kaison bertekanan.

Kelebihannya apa dari pondasi ini? Yaitu pelaksanaan dalam kondisi kering karena tadi bisa di air di dialirkan dengan tekanan udaranya. Karena pengecoran beton dalam kondisi kering, maka kualitasnya bisa kita kontrol dan hasilnya seperti yang kita harapkan. Nah, batuan-batuan besar dapat dibongkar pada waktu penggalian untuk membenamkan kaison ini karena kita mempunyai ruang kerja seperti ini, kita bisa menyingkirkan batu-batu yang mungkin mengganggu kerugian kaison tekanan ini. Nah, ini penggalian dengan tekanan udara karena kita manfaatkan teknologi dari tekanan udara untuk dan aliran air tadi. Ini biayanya akan menjadi lebih tinggi. Nah, kedalaman penetrasi di bawah air itu terbatas sampai kedalaman hanya 40 meter. Ini biasanya untuk pondasi jembatan bentang panjang atau yang besar atau sekitar 400 KPA. Ini juga karena terkait manusia itu hanya mempunyai ketahanan terhadap tekanan udara yang terbatas ini. Meskipun pakai alat perlindungan diri itu juga punya keterbatasan karena memang bertekanan di ruang kerjanya tadi.

Oke, yang kedua, langkah-langkahnya seperti apa? Langkah-langkahnya hampir sama dengan kaison terbuka tadi, namun di sini ada ruang kerja. Tinggi langit-langitnya bisa 1,8 sampai 2 meter, tergantung dengan kebutuhan dan ukuran dari pondasinya. Tapi nih orang sudah bisa berdiri di dalam ruang tersebut. Kemudian, ke dalam ruang kerja dimasukkan udara bertekanan sama dengan tekanan air tanah untuk mencegah banjir. Ini juga harus diperhatikan tekanannya berapa. Mungkin di tekanan 5 meter, 10 meter akan berbeda-beda, sehingga nanti tekanannya perlu dikontrol. Penggalian dilakukan dengan tenaga manusia ataupun juga bisa dengan bantuan mesin. Seorang dan pintu udara dipakai untuk jalan keluar dan masuk pekerja serta tempat mengeluarkan tanah galian tadi. Kemudian, apabila penurunan telah mencapai kedalaman yang dikehendaki, maka ruang kerja tadi dapat ditutup dengan itu.

Terkait yang kedua, kaison bertekanan. Sekarang ke ketiga, yaitu kaison apung. Nah, kaison apung ini seperti apa? Ini kaison yang tertutup pada dasarnya. Jadi, kayak tadi yang bertekanan itu dibalik ya, yang tertutup atasnya, kalau yang tertutup bawahnya. Kaison ini terbuat dari beton bertulang yang dicetak di daratan, kemudian meletakkannya dilakukan dengan mengapungkan kaison tersebut setelah beton mengeras. Jadi, nanti dia dibuat di daratan. Ketika misalkan yang dalam air atau di laut, nanti dia diapungkan. Pembenaman kaison ke dalam air atau tanah yang berair dapat dilakukan dengan cara mengisikan material pemberat, pasir, kerikil, atau beton siklop dengan batu kerakal tadi ke dalamnya. Dan permukaan air harus diperhitungkan selalu berada pada beberapa meter di bawah puncak dari kaison yang kita buat ini untuk mencegah air masuk ke dalam. Biabilitas pengapungan ini harus dirancang menurut prinsip-prinsip hidrolika. Jadi, tekanan airnya berapa yang membuat dia mengapung dan berapa beban dari kaison ini supaya bisa menenggelamkan pondasi ini secara beban-beban ya, tambahkan lebih high mengacu pada prinsip hidrolika.

Nah, bentuknya seperti ini. Jadi, ini tadi kalau tekanan tadi tutup atasnya, kalau ini yang ditutup bawahnya, sehingga ini dapat dikontrol. Misalkan dengan kabel pengatur supaya posisinya presisi di tempat rencana. Nanti ketika penjaga laman dia bisa diisi tanah. Setelah turun ataupun kalau memang ini bisa diisi pasir dan beton siklop sekaligus, nanti dia tidak perlu dikeluarkan. Langsung nanti kita buat penutup atasnya dan kemudian konstruksi atasnya bisa dilaksanakan.

Kelebihannya apa dari kaison apung ini? Biaya pelaksanaan ini jauh lebih rendah daripada yang pakai tekanan. Lebih, dia dapat digunakan bila pembuatan kaison yang lain tadi tidak memungkinkan, sehingga ini bisa jadi alternatif. Kerugiannya apa? Ini tanah dasar yang halus harus digali atau ditimbun dengan tanah yang baik sampai elevasi yang diinginkan karena ini nanti sistemnya hanya terletak pada posisi tanah ini. Baiknya yang lunak atau yang berupa lumpur. Di ruang sehingga nanti dasar ini diharapkan cukup kuat. Tipe ini hanya cocok bila tanah pondasi berada di dekat permukaan tanah. Maksudnya ini tidak terlalu dalam. Nanti kalau penggalian tanah terlalu dalam nanti akan mahal dan tanah juga akan cenderung longsor ke dalam galian. Bisa dibawa air hujan, kan air. Nah, ini takutnya kalau kita terlalu dalam kita gali di posisi ini nanti tanahnya akan langsung ke dalam, sehingga biayanya malah jauh akan lebih mahal. Kemudian, tanah pendukung sering tidak padat karena pemadatan di dalam air sangatlah sulit. Ini beberapa kerugian dari kaison apung.

Oke, ini dari tiga jenis kaison tadi sudah kita bahas. Selanjutnya kita akan membahas terkait perencanaannya. Eh, ini beberapa konsep perencanaan. Mungkin di depan tadi kita sudah singgung, tapi akan saya ulangi. Jadi, harus diperhatikan apa di Berikut ini adalah beberapa kriteria harus dipenuhi. Pondasi sumuran harus mempunyai keawetan yang memadai sesuai dengan umur rencana bangunan. Maksudnya seperti apa? Jadi, kalau di jembatan ini biasanya sekarang ya, kalau untuk bangunan-bangunan jembatan standar itu kan umur rencana ini sekitar 50 tahun. Jadi, dia mempunyai umur rencana 50 tahun. Baru jembatan itu setelah melewati itu bisa diganti atau mau dipertahankan, silakan. Tapi umur bangunan rencananya adalah 50 tahun untuk jembatan khusus biasanya bisa 75-100 tahun. Nah, makanya pondasi ini harus direncanakan juga awet sampai misalkan 50 tahun tadi dan sampai jembatan di atasnya umurnya 50 tahun, tapi pondasi kita hanya awet 30 tahun. Nanti untuk ganti pondasi kan tidak semudah dan semurah ganti bangunan atas jembatan.

Tanah pendukung harus memberi daya dukung dan ketahanan geser yang memadai. Ini syarat yang kedua. Tiga, penurunan dan perbedaan horizontal tidak boleh menimbulkan pengurangan kekuatan pada komponen-komponen struktur dari pondasinya. Jadi, kalau ada penurunan atau pergeseran itu tidak boleh menyebabkan keretakan di pondasi karena nanti kalau retak terjadi pondasi, tentu saja daya dukungnya turun, akan berefek ke bangunan di atasnya. Nah, di sini dalam perencanaan pondasi sumuran ini ada beberapa analisis yang harus diperhatikan. Apa saja? Yang pertama, yaitu analisis terhadap daya dukung tanahnya. Ini teman-teman mari sudah belajar daya dukung tanah dengan teori-teori yang ada, kerja timehop dan sebagainya. Ini masih relevan bisa dipakai di pondasi sumuran. Nanti coba akan kita lihat. Yang kedua adalah analisis kestabilan terhadap guling. Juga yang ketiga adalah analisis ketahanan terhadap geser. Nah, ini guling dan geser ini tidak ada di pondasi telapak kemarin. Ini khusus di pondasi sumuran karena memang posisinya yang lebih dalam. Kemudian, dari posisi tadi ketika ada beban yang nantinya menggulingkan dia atau menggeserkan dari pondasi itu harus kita cek seberapa keamanannya. Ini wajib di pondasi sumuran. Guling dan geser juga nanti analisis penurunan. Penurunan ini nanti juga bisa kita cek dengan rumus-rumus kemarin. Celah diberikan ada belum segera penurunan dan juga nanti penurunan jangka panjang dan sebagainya. Dia analisis stabilitas secara umum. Jadi, secara totalan ini kita harus penuhi semua.

Oke, kita lihat satu persatu. Nah, ini ada beberapa rumusan dari daya dukung pondasi sumuran atau kaison untuk berbagai tipe tanah. Dalam hal ini, yang pertama adalah tanah lempung yang dia adalah kohesif. Nah, cenderungnya tanah kohesif di sini yang digunakan adalah atau kondisi di sini adalah untuk tanah yang lunak sekali sehingga asumsi kita di mana ini pondasi sumuran kita dengan diameter atau lebar B, kedalaman Z, ketika ini ada lapisan tanah kohesif yang lunak sekali, pondasi ini tidak terjepit. Jadi, pondasi ini tidak mendapatkan perlawanan dari tanah yang ada di sekelilingnya. Sehingga nanti daya dukung hanya didukung di bagian bawah sini saja. Ingat yang kemarin dari rumus Terzaghi kita punya tiga suku persamaan ya, 1, 2, 3, yaitu yang cukup satu, kemudian D kali gamma NQ, itu yang kedua, terus nanti yang N gamma yang ketiga. Berarti dalam kondisi ini nanti ada beberapa yang tidak dihitung atau dihilangkan, yaitu kondisi yang panas di sini karena tidak memberikan tambahan kekuatan. Sehingga rumusannya di sini untuk menghitung daya dukung tanah di bagian bawah dari pondasi ini adalah 1,3. Ini karena bentuknya lingkaran. Marine, kalikan C kalikan NC. Ini untuk kondisi di gini, suku pertama ini kondisi di bawah dari pondasi dasar benda sinilah. Ditambah tegangan overburden sama kali Z. Karena tanah ini awalnya sedia sudah mendapatkan pembebanan sebesar gamma kali Z. Oke, sehingga ini menambah kekuatan pondasi juga. Sehingga rumusannya adalah seperti ini. Nah, ini nantinya ketika kita ingin menghitung daya dukung ultimit-nya, maka Q tadi, daya dukung tanah tadi, kalikan dengan luasan dasar pondasinya. Luasan ini karena biasanya ditutup adalah luas lingkaran. Ini kalau bentuknya lingkaran. Oke, luasannya kalau misalkan lingkaran, B-nya seperempat pi b kuadrat. Nah, ini bisa digunakan untuk mendapatkan daya dukung ultimate ya. Nah, di sini kita biasanya ditanyakan adalah daya dukung allowable. Aalwebmail itu yang diijinkan. Nah, daya dukung diijinkan bisa dibagi dengan suatu faktor keamanan atau safety factor. Nah, untuk pondasi ini bisa antara satu setengah sampai tiga. Mana yang menurut Jansen engineering kita misalkan tanahnya kurang bagus, ya kita bisa pakai tiga. Tapi kalau tanahnya cukup bagus, bisa 2, 2,5 dan sebagainya. Nah, bila kita dari uji sondir atau uji SPT di lapangan, data-data yang diperoleh, maka di sini disajikan hubungan antara data tersebut dengan nilai C yang nanti kita gunakan di rumusan ini. Sini untuk sondir itu biasanya diketahui adalah nilai QC atau tahanan ujung konusnya dirata-rata di kedalaman tersebut. Dan nanti untuk mendapatkan nilai C berarti dia adalah QC per 20. Nah, kalau SPT ini biasanya bisa dipakai korelasi empirisnya adalah nilai SPT di kedalaman tersebut dibagi 10. Dan ini ada tabel parameter hubungan nantinya jika menggunakan sudut gesek dalamnya. Ini juga bisa kita gunakan hubungan-hubungan dalam tabel ini. Atau kalian juga bisa mengacu pada pendekatan atau rumus empiris dari penyelidikan tanah yang pernah kita bahas di pertemuan kedua, kalau tidak salah. Oke, lanjutkan.

Ini daya dukung jika tanahnya adalah tanah campuran. Maksudnya apa? Dia mempunyai nilai kohesi dan nilai sudut gesek dalamnya. Ini biasanya adalah tanah pasir atau tanah campuran lempung dan pasir. Nah, dalam kondisi seperti ini, tentu saja yang akan bekerja selain di daya dukung ujung ini, juga ada daya dukung akibat gesekan antara kulit dari pondasi kaison tadi atau sumurannya dengan tanah yang mengelilinginya ya. Pondasi ini beratnya di sini adalah terjepit karena ada tekanan tanah tadi yang bekerja. Nah, tekanan tanah ini kalau di secara statika biasanya dia adalah bentuknya segitiga seperti ini dan gaya yang bekerja sepertiga dari tingginya. Nah, ini sarannya berapa untuk PH ini adalah setengah kali gamma kali Z kuadrat, kedalaman kalikan K. K adalah nilainya tangan kuadrat dalam kurung 45 derajat dikurangi sudut gesek dalamnya dibagi dua. Tinggal masukkan, ketemu PH ini tadi. PH ini bisa digunakan nanti teman-teman silakan pakai rumus yang di samping kanan ini. Tinggal dimasukkan saja ke dalam rumus ini. Cukup panjang, tapi ini sebenarnya parameter cukup mudah dan nilai C ini tadi bisa didapatkan di tabel yang depan tadi. Kemudian nilai tangen teta ini, ini kita tinggal ambil di bawah ini. Ini sudah diberikan jenis tanahnya. Pak, nanti kita tinggal gunakan. Nah, kalau yang atas ini itu dikalikan nya dengan luasan. Nah, kalau yang di bawah ini dengan keliling dari sumurannya, tergantung teman-teman mau pakai atas atau bawah adalah sama saja.

Lanjutkan. Nah, ini gimana kalau daya dukungnya tanah yang berlapis? Jadi, antara yang tanah atas dan bawah ini terjadi perbedaan. Ini adalah tanah misalkan kohesif yang lunak sekali, seperti kondisi pertama tadi, namanya gamma 1. Udah, ini tanah campuran yang punya C dan V tadi, ini masuk ke gamma 2, misalkan seperti ini. Nah, kondisi ini sama di atas ini tadi. Pondasi adalah tidak terjepit karena tanahnya lunak sekali. Jadi, bawahnya berarti nanti ada daya dukung yang bekerja. Rumusnya seperti apa? Nah, ini bisa kita gunakan rumusan yang tersaji di sebelah kanan ini. Oke. Nah, nanti di sini ada 1,3 CMC kali gamma Z NQ ditambah 0,3 G Ade N gamma-nya. Ini teman-teman nanti bisa gunakan rumusan ini. Nanti SF-nya sama, satu setengah sampai tiga. Nanti tinggal digunakan saja. Nanti kalau ada kondisi air seperti apa? Kondisi air ini nanti akan mengurangi dari kekuatan. Misalkan jika air tanah pada dasarnya, dia dikalikan nilainya adalah sekitar setengah. Seperti ini bisa dipakai. Atau kalau bicara kedua ini yang dibedakan adalah di sini adalah kedalaman merendamnya berapa, hingga nanti nilainya tentu saja akan berkurang.

Oke, lanjutkan. Setelah daya dukung tadi, kriteria berikutnya adalah kontrol analisis stabilitas guling dan juga nanti stabilitas geser. Stabilitas guling ini apa? Jadi, kalau pondasi sumuran tadi itu kan rawan sebenarnya terhadap salah satunya nanti guling dan geser karena adanya tekanan. Kalau guling ini salah satunya mungkin akibat beban struktur atasnya yang diam, dia adalah tidak simetris di tengahnya. Misalkan jembatan itu ya, dia akan tidak simetris antara kiri kanan, dia akan menyebabkan momen itu akan menjadi potensi guling. Juga ada akibat tanah-tanah di sampingnya yang misalkan ini posisinya abutment atau kepala jembatan yang sebelahnya adalah sungai, maka dia akan menyebabkan bisa juga potensi guling. Jadi, ini adalah faktor keamanan disyaratkan lebih dari dua. Faktor keamanannya adalah Sigma Mr dibagi Sigma M0. M0 adalah jumlah dari momen-momen yang nantinya menyebabkan struktur tersebut terguling dengan titik pusat putaran di titik nol. Titik nol ini bisa kita anggap kalau misalkan pondasi tadi, yaitu di daerah titik bawahnya itu bisa. Nah, ini misalkan ada pondasi eh tadi sumuran itu ya, dan kemudian ini ada pilar di atasnya. Sangat. Titik nol ini bisa kita lihat di sini sebagai titik O. Nah, ini kan sebenarnya dari pondasinya kanan dan vertikal, kemudian ada momen juga. Kalau ini kondisinya di lereng seperti ini ya, misalkan dan ini jembatannya berada di tepi lereng ini, ini kan ada tekanan tanah dari sini. Nah, ini potensi akan menggulingkan di titik nol, sehingga tekanan tanah tadi kan adalah tingginya sepertiga dari tinggi tanah tadi, bentuknya misalkan ini ya. Nah, ini adalah sepertiga kali H tanahnya tadi. Nah, ini adalah potensi akan menggulingkan pondasi sumuran ini. Jadi, ini harus diperhatikan. Nah, yang menahan apa adalah Sigma Mr. Sigma Mr ini adalah momen-momen yang dicobakan oleh perputaran yang berlawanan dengan potensi yang menggulingkan tadi, yang arahnya berarti ke kiri kalau dalam hal ini contohnya. Apa gaya vertikal ini dari bebannya pondasi atau bebannya dari pilar ini, ataupun dari pilarnya ini, dan juga misalkan beban dari isiannya pondasi kita ini adalah yang menahan dia. Nah, seperti itu.

Sama dengan geser. Geser ini juga kalau kita punya pondasi sumuran ya. Nah, ini dia rawan nanti tergeser. Kasusnya sama, ini misalkan di tepi dari lereng itu ya, misalnya ini rawan untuk tergeser. Kalau tadi kan momennya tergeser, sehingga kita harus perhatikan gaya-gaya horizontal apanya. FD adalah gaya-gaya horizontal yang menyebabkan struktur itu bergeser. Ini biasanya oleh tekanan tanah aktif tadi yang nilainya adalah sepertiga ketinggian H tadi ya, tapi nilainya adalah K tadi yang dengan rumus tadi. Ini kondisi kalau memang dia di lereng, tapi kalau kondisinya dia datar gitu ya, dan tersebut tanah cenderungnya dia adalah aman, tidak perlu kita cek gesernya. Atau kalau mau kita cek, pasti nilainya adalah keamanan besar. Dan FR adalah gaya-gaya horizontal yang mencegah struktur tadi bergeser. Nah, ini salah satunya apa ya? Lihat dari sendirinya tadi, berat dari pondasinya ini kan mencegah dia geser juga. Beban-beban luar dari struktur atasnya ini yang melawan pergeseran dia, selain tadi kohesi dengan tanahnya. Nah, ini juga harus diperhatikan oleh teman-teman semua.

Oke, analisa berikutnya adalah penurunan. Penurunan ini kemarin sudah saya sajikan atau penurunan segera yang sini dan warung jangka panjang atau konsolidasi. Konsolidasi ada primer atau sekunder. Nah, ini silakan teman-teman bisa pelajari lagi di pertemuan kita yang kemarin sebelumnya untuk menambah pemahaman.

Perkiraan penurunan ini bisa didapatkan dari uji beban pelat SPT atau sondir yang untuk penurunan segera. Maaf, ini untuk penurunan jangka panjang ini konsolidasi. Nanti bisa dilewatkan dari hasil uji lab, yaitu uji konsolidasi. Oke, itu terkait penurunan.

Nah, ini sebagai contoh untuk perhitungannya. Ini di sini kita punya suatu pondasi sumuran. Oke, jadi di sini kita punya pondasi sumuran. Diameternya adalah di sini satu setengah meter. Nih, diameter di sini adalah satu setengah meter. Kemudian dalamnya adalah 6 meter. Dengan SS3. Jadi, yang diminta minta S23 cm. Apakah perencanaan pondasi nyaman jika nanti ada beban P 75 ton? Diketahui di sini parameter tanahnya, tekanan ujung konus rata-rata adalah 11,57 kilogram per sentimeter persegi. Nya 20 derajat dan gamma dari tanahnya 18 KN per meter kubik. Dalam hal ini kondisi air diabaikan karena tidak ada keterangan.

Caranya gimana? Nah, ini karena tadi kondisinya ini adalah tanah homogen yang cenderungnya ini kalau sondir nilainya 11,57. Judulnya adalah tanah lunak. Banjir seperti kita ketahui biasanya kalau tanah keras itu nilainya 150-200 an kg per sentimeter persegi. Sehingga kita bisa gunakan rumus yang awalnya di gedung sini. Nah, ini tinggal kita cari nilai C-nya itu QC per 20. Kita masukkan, kita dapatkan nilainya ini. Satuannya karena kita demi nyata di bebannya adalah ton, sehingga ada baiknya kita pakainya di sini juga satuannya kita samakan ton per meter persegi. Sama ini dengan rumus terjadi atau grafik tabel terjadi kemarin untuk V 20 derajat. Nanti kita dapatkan NC 17,7. Bisa dipakai tabel atau grafik-nya. Sehingga tinggal kita masukkan ke rumus di atas tadi. Sehingga di sini akan kita dapatkan nilainya adalah 142,83 ton per meter persegi. Ini untuk daya dukung tanahnya. Nah, kita lihat kalau luasan pondasi sumuran tadi dengan luas lingkaran kita dapatkan 1,76 m2. Maka daya dukung ultimate dari pondasi adalah Q tadi dikalikan dengan luasannya, sehingga 250,24 ton. Kita cek, tapi yang kita harus hitung adalah Q allowable atau Q izinnya, yaitu Q ultimate dibagi SF. 250,24 dibagi tiga ini 84,08 ton. Lebih besar dari persyaratan tadi beban 75 ton. Sehingga bisa kita nyatakan bahwa perencanaan pondasi tadi aman.

Saya lanjutkan. Ini contoh yang kedua. Saya punya pondasi sumuran sama. Di sini ada beban rencana adalah P. Kemudian diameter dan kedalaman belum diketahui karena kita disuruh merencanakan. Yang diketahui adalah ini tanahnya ternyata berlapis karena satu dan tanah dua yang dibawa ini. Nah, di sini kita punya parameter tanah. Gamma 1, C1 nilainya adalah seperti ini dan gamma 2 dan V2 nilainya adalah seperti ini. Hasil sondir QC1 12,01 ini masih termasuk tanah lunak. Dan QC2 24,5 ini juga sebenarnya masih termasuk dalam kondisi tanah lunak. Diminta angka-angkanya adalah tiga. Oke. Caranya gimana? Kita tinggal pakai dengan sesuai kondisi kita tadi yang kedua. Rumusnya kita tinggal pakai yaitu dengan kondisi seperti ini. Nah, tanah satu ini yang kita butuhkan dari tanah satu. Jadi, kemarin rumus terjadi itu kan ada tiga suku ya, yang CNC, kemudian NQ, dan N gamma. Masing-masing ini kan punya peran masing-masing. Misalkan CNC ini itu kan akibat kondisi dia di permukaan dasarnya ini. Ini yang CNC. Kemudian yang gamma kali B N gamma-nya itu juga efek dari kondisi yang di bawahnya pondasi. Sedangkan kalau yang NQ itu akibat tekanan tanah yang di sini. Yang NQ-nya di sini. Nasinya tinggal kita gunakan saja kondisi ini. Kalau tanahnya berlapis, kita masukkan ke rumus tadi. Tanah satu dari grafik terjadi kita dapatkan untuk V 20 derajat itu nilai NC-nya 7,4. Nah, nilai tanah dua ini kan yang di dasarnya. Yang kita butuhkan adalah C. Nah, di sini C bisa kita hitung dengan cara tadi, seperti tadi, C per 20. Kita dapatkan 1,02 ton per meter persegi. Nah, dari Terzaghi sama untuk V 25 derajat nanti kita dapatkan NC dan N gamma. Maaf, ini harusnya adalah N gamma. Eh, sehingga nanti tinggal kita masukkan rumusnya ke dalam rumus ini. Kita masukkan 1,3 dan sebagainya. Ini dengan yang akan kita dapatkan. Nah, ini yang belum diketahui adalah kedalaman dan diameternya ya. Ini kalau perencanaan itu bisa kita namanya dicoba-coba. Oke, misalkan dicoba dengan panjangnya 6 meter dan nanti diameternya 2 meter. Nah, ini harus kita hitung adalah luasannya dari pondasi tadi sumuran ketemu 3,14 m2. Kita masukkan saja ke dalam Q = daya dukung tanah kalikan luasan dari pondasi. Kita masukkan ke rumus tadi dengan angka kedalaman tadi 6 meter, diameter 2 meter. Ini kita masukkan saja tadi sudah kita hitung ketemu 389,36 ton. Kita cek Q allowable-nya adalah Q dibagi SF. Angka tadi dibagi tiga ketemunya adalah sekitar 137. Lebih besar dari 120 ton. Sehingga kita nyatakan oke, apa aman. Ini adalah contoh perhitungan daya dukung. Setelah ini teman-teman seharusnya kalau data tersedia dan lengkap, misalkan momennya ada, kemudian nanti tanah ini juga punya properties untuk kita bisa menghitung tekanan aktifnya berapa tadi ya, tekanan aktif di sini berapa jenis paginya ini, teman-teman wis lanjut ke pengecekan geser dan guling. Selanjutnya cek ke penurunan. Jadi, ada lima tahapan ini yang harus dicek semua oleh teman-teman. Ini hanya saya memberikan contoh daya dukungnya saja. Nanti untuk geser, guling bisa dieksplor sendiri.

Oke, saya lanjutkan untuk pelaksanaannya. Ini tadi sebenarnya pelaksanaan, tapi sudah sedikit banyak disinggung di jenis pondasi kaison tadi. Nah, di sini saya coba ulang, mungkin ini secara umum ya, tidak merujuk pada salah satu pondasi. Jadi, buatlah galian dengan ukuran sesuai diameter pipa beton di lokasi akan dibangun. Jadi, sebenarnya ada dua. Bisa dengan yang pracetak tadi, betonnya dibangun duluan, dicetak di luar, dia dibawa ke lokasi, atau dicor di tempat. Nah, ini ada dua langkah memang sebenarnya. Nah, dalam hal ini kalau memang betonnya istilahnya dicetak di luar, hanya pekerjaannya adalah seperti ini. Jadi, makan tadi, buatlah galian sesuai ukuran diameter beton yang akan kita bangun. Untuk mempermudah nanti penggalian pada lokasi terbatas, itu bisa digunakan alat cangkul yang mempunyai pegangan panjang. Ini kalau diameter dari pondasi kita misalkan hanya 1,5 meter, itu kan terbatas ya untuk ruang gerak. Kemudian, setelah galian tanah mencapai 80-1 meter atau 100 cm, masukkan pipa beton yang pertama ke dalamnya. Ini hati-hati saat memindahkan itu, bisa risiko beton tadi pecah ataupun ketinggiannya atau elevasinya tidak sama. Kalau tidak sama nanti akan miring, akan menyulitkan kita. Lainnya harus dipastikan tepat masuk, elevasinya juga data. Dan nanti lanjutkan kembali penggalian tanah di tempat rencana tadi. Kemudian nanti setelah tadi tertanam yang segmen pertama di beton tadi, kalau kita gali kan turun. Nah, kalau sudah mau mencapai tenggelam, dia kita tambahkan beton disegmen berikutnya. Nah, oke, nanti penggalian itu kita hentikan setelah mencapai lapisan tanah keras atau tanah rencana kita. Oke, ini cara ini nanti diulang seperti saya jelaskan tadi sampai pada nanti setara dengan permukaan level tanahnya. Oke. Nah, antara satu segmen dengan segmen lain itu pipa-pipa tadi itu biar terangkai dengan kuat itu bisa digunakan campuran adukan semen dan pasir di dalamnya untuk menyambungkan antara segmen satu atau lain segmen kedua. Nah, ini ditunggu sambungan itu sampai nanti mengering dan benar-benar setelah merekat, nanti bisa diturunkan supaya tidak tergeser antara satu dengan yang lain. Juga bisa dengan sistem kalau memang bebaskan bisa dengan sistem knockdown dibuat supaya antara atas dan bawah bisa menyambung seperti kita main Lego. Kemudian nanti kita langkah berikutnya kalau sudah tersusun sampai dalam. Nah, di bawahnya tadi kan ditutup dengan beton apa namanya penutup yang kedap air. Nanti di atasnya baru pakai beton siklop atau pasir atau semen. Nantinya di atasnya ditutup kembali dengan beton kedap air. Nah, itu ini mungkin hampir sama lah tadi ketinggiannya tadi. Ini tuangkan adukan untuk beton siklopnya hingga tertutup semua pengisiannya tadi. Nanti di tinggi atasnya tuh disisakan misalkan 50 cm. Itu untuk capping atau 1 meter ini untuk capping atau penutup bagian atasnya. Nanti dicor dengan beton yang lebih tinggi mutunya bisa k250 atau fc20. Nanti baru bagian dari atasnya setelah dikepung itu bisa digunakan untuk meletakkan footing atau pilar yang direncanakan untuk jembatannya itu. Kira-kira pelaksanaannya.

Nah, ini untuk lebih jelasnya saya demonstrasi. Ini kalau yang tipe tadi apa, terbuka dan trekes. Ini galian itu di depannya diletakkan dulu, kemudian kita gali pelan-pelan. Ingat, posisinya harus datar. Kalau miring nanti dia tidak akan bisa turun sampai bawah. Oke, ini perlu pengontrolan dengan pengukuran waterpas dan lain sebagainya. Ketika digali dia akan turun karena berat sendirinya. Udah mencapai hampir rata tanah tadi, kita masukkan segmen keduanya. Nah, ini bisa tadi direkatkan dengan semen atau memang kalau dibikin knockdown juga bisa supaya tidak bergeser. Nah, ini begitu seterusnya digali lagi sampai bawah. Makanya kan turun nanti sampai bersih datar. Ditambah lagi sampai kedalaman yang direncanakan. Nah, setelah sampai rencana tadi, ini dibuat bawahnya adalah beton alasnya tadi atau siulnya dengan FC 20 atau k250. Nah, selanjutnya bisa diisi pasir ataupun beton siklop sebagainya, baru nanti ditutup dengan beton sel yang di atasnya. Baru di atasnya ini biasanya masih ada tulangan nanti untuk merangkaikan ke pilar dan ke pilarnya. Nah, seperti ini. Ini cara pertama kalau pracetak.

Nah, kalau cor ditempat seperti apa? Ini juga bisa dengan cara ini. Nah, kita harus membuat lubang dulu. Lubang ini dibuatnya adalah harus presisi sesuai dengan ukuran diameter atau lebar pondasi kita. Hingga nanti ini diisi bawahnya dibikin sama beton alasnya, baru nanti dibikin beton selimutnya ke atas. Nah, ini bisa saja kosong atau kalau memang ada butuh pemberian untuk guling-geser tadi diisi pasir atau beton siklop. Atasnya ditutup, baru nanti dirangkaikan bisa dengan pilar jembatannya. Nah, itu cara-cara yang harus diperhatikan apa teman-teman jangan sampai salah ketika pelaksanaan, yaitu bahwasanya ini harus membutuhkan tekanan atau gesekan dari tanah-tanah di sampingnya ini, terutama kalau itu adalah tanahnya berupa tanah campuran tadi yang punya kohesi dan geser. Eh, kalau tanah lunak dia tidak memberikan tambahan batang. Tapi kalau tanahnya adalah pasiran ataupun campuran lempung dan pasir, ini akan membantu daya dukung selain dari bawah. Jadi, ada daya dukung lekatan dan tekanan horizontal tadi dari tanah sekelilingnya. Jadi, metode-metode ini ini adalah yang sesuai dengan kaidah teknisnya. Ada beberapa kaidah yang lazim, tapi itu salah dilakukan di lapangan. Biasanya digalinya adalah open cut, galian terbuka, yang terbuka, baru dibikin sumurannya, kemudian nanti ditimbun lagi. Main nanti tidak lagi kita berpegang pada konsep dasar dari pondasi kaison tadi, tapi sudah menyimpang jauh karena tidak memberikan lekatan dan tekanan tanah samping.

Ini banyak kita temui di lapangan, dan itu yang harus diperhatikan oleh rekan-rekan semua. Jangan sampai itu yang nanti merugikan dari konstruksi kita.

Oke, selanjutnya, pengawasan atau kontrol mutu pondasi Kaise. Saya kembali merujuk pada instruksi Binamarga nomor 030 BM 2011 tentang pengawasan pembangunan jembatan. Di sana ada bagan alir dan instruksi kerja beserta ceklisnya untuk pengawasan mutu pondasi sumuran atau Kaizen.

Nah, di sini bisa dilihat oleh teman-teman bagan alirnya. Mulai dari nanti ada gambar kerja, pengajuan gambar, mulai kerja, biasanya kontraktor ya, berarti ke ownernya atau konsultan. Dicek kalau memang sudah siap lapangannya maupun alat dan bahannya, bisa lanjut. Nah, ini pengecekan atau peralatan perlengkapannya. Selanjutnya, nanti penggalian dan penurunan dinding sumuran tadi. Nah, ini kalau yang sistem dengan trik estadi. Kalau dicari tempat, berarti penggalian dan pengecorannya. Kemudian dicek, kalau sudah oke, berarti orang dasar seumuran atau plat bawain tadi. Kemudian pengisian komponen sumuran beton siklop atau pasir tadi, batubelah. Kemudian pengecoran bagian atas sumuran. Kalau sudah dicek, nanti bisa dibayar. Kalau oke, kalau tidak, ya harus diperbaiki. Itu gambaran umumnya.

Nah, ini penjelasan-penjelasan yang harus diperhatikan di dalam kontrol mutu atau pengawasan. Termasuk di dalamnya, misalkan ini betonnya pracetak. Dia harus diperhatikan di sini apa? Berarti tidak boleh dibuka tiga hari setelah pengecoran. Yang tidak boleh digeser ya tujuh hari setelah pengecoran, paling sedikit berarti, atau kekuatannya sudah 70% dari kuat beton rencana 28 hari. Dia diangkat atau diangkut. Nah, itu sedikitnya 14 hari atau sudah 85% dari what tekan rencana fotonya untuk dinding. Dan dari pracetak ini juga nantinya ketika ditempatkan, yang dicetak pertama nanti berarti harus unit yang paling bawah dan lain sebagainya. Urutannya seperti itu. Nanti juga disampingnya bisa pakai adukan semen tadi.

Kalau untuk di cor ditempat, maka harus diperhatikan adalah elevasi dari betis timnya harus lurus. Dan juga nanti baru boleh dibuka tiga hari setelah pengecoran beton bicara istirahat sesuai spek. Dan kemudian dia setelah tujuh hari itu baru dilakukan pengecoran berikutnya, yaitu pengisian pengisian tadi komponen-komponen di dalamnya.

Oke, untuk penggalian ini harus diperhatikan adalah apa? Ini penggalian nanti harus memperhatikan kondisi tanahnya. Tidak boleh ada geseran, goncangan, dan sebagainya, karena akan mengakibatkan dinding seumurannya retak ataupun di arusha. Kemudian dinding sumuran ini juga diturunkan dengan beratnya sendiri ataupun kalau memang tidak bisa, yaitu bisa dengan ditambahkan beban di atasnya dan baginya.

Oke, kemudian juga tidak sempurna. Tidak boleh langsung meletakkan ke lobang galian. Jadi yang tadi saya bilang open kata dia itu sebenarnya tidak boleh didekati masukkan kelubang kalian. Sumbatnya ini yang tadi sumbatnya bisa pakai FC 20 atau k250. Tegalnya minimumnya bisa lima belas senti ataupun mengikuti desain bisa daya 50 cm dan sebagainya.

Oke, kemudian pengecoran ini baiknya dengan cara training, karena nanti kalau ada pengaruh air nih, bisa kendalikan dengan sistem premi tadi sehingga tidak keropos. Kemudian air juga sebenarnya 09.00 tidak boleh dikeluarkan setelah pengecoran. Air untuk dasar sumuran ini lebih baik dengan cara training tadi daripada kita menguras, karena nanti air di sebelah sampingnya kalau kita keras justru dia akan menimbulkan aliran sehingga kelebihan Cor beton kita belum setelah atau belum keras ada aliran air ke pondasi kita malah akan menyebabkan adegan atau beton kita nantinya buyar menjadi keropos nantinya.

Eh, pengisian ini bisa menggunakan beton siklop mutunya fc15 atau k-175 dikombinasikan batu belah atau Krakal atau bisa juga tadi tanah pasir sesuaikan dengan kebutuhan nya. Nanti sisakan di atasnya 1 meter atau 50 cm beton penutupnya atau disesuaikan dengan gambar.

Eh, untuk dinding penahan remesan ini juga bisa dipakai kalau memang dibutuhkan. Ini di atasnya hatinya di temperatur besarnya adalah dinding kurang Nadia Nadia Tasnya nanti kalau memang kebutuhannya sudah selesai bisa difoto deh. Nanti disambungkan dengan Kevin kita.

Nah, ini nanti hubungkan bagian atas seumuran ini nanti bisa diungkap ataupun nanti di breaker dan sebagainya untuk disambungkan lagi dengan caving atau footing kita. Miniplay sedikit panjang penyalurannya adalah 40 kali diameter ulangan ini umum ya overlapping lengan.

Mungkin sampai disitu penjelasan saya terkait dengan pondasi sumuran.