📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

Khotbah Pdt. Dr. Abraham Park – Permohonan di dalam Kehidupan Doa #kehidupandoa

Sejarah Penebusan1:01:15

Transcription

Saudara ya. Untuk gereja bisa berkembang 10 kali lipat. Saudara sedikitpun jangan khawatir. Karena saudara sekalian adalah jemaat-jemaat kudus. Orang-orang hidup yang percaya pada Allah yang hidup. Allah yang hidup. Orang yang hidup akan berdoa. Bukan doa yang mati, tapi doa yang hidup. Orang yang meragukan Allah dan tidak percaya tidak menjalani kehidupan doa adalah orang yang membunuh Allah. Dirinya sendiri membunuh Allah.

Saudara-saudara datang ke gereja Pyungkang. Di tempat lain orang-orang mungkin hanya sebut-sebut amin haleluya, tepuk tangan mengusir setan dengan ritual-ritual dan lain sebagainya. Dan ketika melihat itu baru orang-orang merasa badannya enteng, terima kasih karunia. Tetapi Kristen adalah agama firman. Harus tahu prinsip dari firman. Anak-anak harus tahu maksud dan hati orang tua kan. Meski tidak dikatakan. Maka agama Kristen kita disebut agama yang hidup karena Allah itu hidup selama-lamanya. Maka orang yang percaya Tuhan tidak bisa tidak berdoa. Karena tidak percaya dan tidak menyadari keberadaan Allah. Makanya berdoa cuma sekali lalu tidak mau lagi, tidak semangat. Tidak semangat, tidak mau lagi.

Berdoa itu harus seperti misalnya seorang anak sudah merantau 20 tahun tidak ada kabar dari orang tua. Lalu setelah berhasil kumpulkan banyak uang, pulang. Dulu waktu masih muda enggak mengerti apa-apa. Suka tipu orang tua suka ngejawab orang tua, tidak nurut. Tapi setelah 20 tahun di tidak nurut tapi setelah 20 tahun dirinya sendiri sudah ubanan enggak bisa dapat kabar jadi setelah dapat uang besar mau pulang pulang ke kampung betapa deg-degannya kan hatinya oh orang tuaku masih hidup atau sudah berpulang ya dan ketika tahu bahwa oh masih hidup maka akan ada rasa puas akan ada semangat akan ada suatu kekuatan yang baru nah sama seperti itu kehidupan iman kita pun sama jika mengalami bahwa Allah itu hidup maka akan beroleh kekuatan, kepuasan pengharapan akan merasa berguna tapi jika hanya di mulut saja sebut oh Allah itu hidup tapi tidak ada pengalaman pribadi maka tidak akan ada suatu rasa panas tidak tidak panas tidak dingin siang malam hanya suam-suam kuku saja banyak bakteri sehingga untuk perkembangan 10 kali lipat harus menjalani kehidupan doa oh kenapa ya aku makan ya oh untuk menginjil 10 orang di seumur hidup 10 orang lihat itu kabar orang yang 1 tahun menginjil 6 600 orang selama 12 bulan luar biasa kan orang itu bukannya tidak ada kerjaan dan cuma main-main saja asal ada sedikit waktu baik itu di bus, di kereta, di tempat kerja dia menginjil satu orang menginjili 600 orang satu orang menginjili 10 orang kalau tidak maka tidak bisa. Siang malam hanya dijalani secara jasmani saja, secara daging saja. Tuhan lihat, "Oh, kamu tidak melakukan pekerjaanku, maka kamu pikir aku akan bantu kamu?" Tidak dermawan terhadap Tuhan, mau hidup sesuai pikiran sendiri, sesuai kehendak sendiri, berusaha ini itu untuk segala hal, tapi seperti menampung air di bejana yang bocor, seperti menaruh kotoran di kantong yang berlubang. Di Hagai 2 dikatakan apa? Apa ini perkataan saya? Hagai 2, lihat itu. Maka kepada jemaat Gereja Filipi, Paulus berkata, "Hei, kamu hanya rajin untuk urusanmu sendiri, kamu sayang-sayang semuanya untuk dirimu, kamu susun semua urusan untuk pekerjaanmu, tapi tidak melakukan pekerjaan Tuhan?" Kenapa tidak memohon untuk pekerjaan Tuhan? Filipi 2 ayat 21, harus sadar itu dengan jelas.

Orang itu ketika masih sehat harus bekerja. Dunia yang lain itu jelas ada, harus memikirkan untuk pergi ke sana, kan? Ngapaian saja ketika hidup di dunia ini? Cari kesenangan apa? Ada kesenangan apa di dunia ini? Ketika sudah mau melakukan sesuatu, eh tahunya hujan, angin kencang. Sepanjang hanya sepanjang hayat manusia seperti itu. Siang malam, apakah ada hari yang baik? Ketika mau melakukan sesuatu, oh, harinya jadi tidak baik, ber berkabut, berangin kencang, pohon-pohon di musim gugur menjadi tinggal rantingnya saja, kan? Betapa kesepiannya dunia ini seperti itu. Hari ini seharian saya di meja saya berdoa. Saya pikir ah seandainya orang yang seperti itu masuk ke gereja kita. Satu orang menginjili 600 orang. Orang-orang itu datang ke gereja. Gereja berikan hadiah kepada orang itu. Bahkan ketika dicek semuanya sampai 630 orang. Dalam satu tahun. Ini satu orang pun tidak bisa diinjili. Karena dirinya sendiri belum percaya. Maka bisa mendapat berkat apa? Apakah suami, istri, anak-anak sehat? Dengar baik-baik. Karena sudah kelewatan makanya begitu. Ada koran Kristen kan yang kita dapat setiap minggu. Saya tidak bisa tidak baca itu. Kita orang Kristen. Firman-firman-firman saja cuma mau makan firman saja. Lalu tidak bekerja. Kepala saja yang menjadi besar saudara. Dengar baik-baik. 1 Timotius pasal 1. Kesadaran dan peringatan bagi Timotius. Bahwa ada orang yang setelah firman disampaikan kepada mereka lalu tersadar. Tapi malah bersekongkol menipu, mencuri. Membuat orang lain tidak percaya. Mau waktu itu mau zaman sekarang sama saja. Sama saja. Himeneus dan Aleksander. Paulus berdoa kepada Tuhan. Mereka diserahkan kepada iblis, Mereka diserahkan kepada iblis, kepada setan. Diserahkan kepada mereka yang akan ke neraka. Maka dia bilang, "Hai Timotius, berhati-hatilah terhadap yang seperti demikian." Dan agar yang seperti itu tidak menyelinap ke keluarga atau ke gereja, hanya bisa lewat doa. Maka 1 Timotius 2 ayat 1 dikatakan, "Pertama-tama aku menasihatkan, naikkanlah permohonan, doa syafaat, dan ucapan syukur untuk semua orang." Saudara, berdoa untuk semua orang? Perkembangan 10 kali lipat harus doakan untuk orang-orang itu, kan? Saudara telah doakan untuk orang-orang itu dan datangi? Belum, kan? Lihat di ayat tersebut, dikatakan, "Naikkanlah permohonan, doa untuk semua orang." Permohonan. Untuk diri sendiri juga, untuk orang lain juga. Permohonan dan doa. Dan doa syafaat. Itu artinya bukan untuk diri sendiri, tapi sepenuhnya untuk orang lain. Itulah syafaat. Doa. Itu adalah permohonan. Jemaat kudus haruslah menginjil dengan menjalin hubungan dengan Roh Kudus. Di dalam Kristus dan berdoa bagi sesama. Apakah untuk menginjil itu tinggal pergi saja? Tidak akan bisa, kan? Itu seperti pasukan yang maju perang enggak bawa senjata. Harus bawa peluru, kan? Senapan, rompi anti peluru, helm. Harus benar-benar siap-siap sebelum maju perang, kan? Penginjilan itu perang. Pendahulu gereja mengatakan bahwa penginjilan itu perang. Dan senjata untuk perang itu adalah doa. Jika berdoa, dengar baik-baik. Pertama, roh jiwa dirinya akan menjadi sehat. Roh jiwanya. Tapi jika tidak berdoa, roh jiwa tidak akan sehat. Maka pada segala hal akan sia-sia. Hanya akan berjalan ke sana ke sini tanpa hasil apa-apa. Di Yohanes, di di 3 Yohanes 1 ayat 2, dikatakan bahwa jika roh jiwa baik-baik saja, maka segala hal akan baik-baik. Untuk roh jiwa baik-baik, caranya hanyalah doa. Doa. Lewat doa, roh jiwa akan menjadi baik. Roh jiwa akan sehat. Ketika berdoa kepada Allah, maka pertama-tama roh jiwa kita akan dijadikan sehat. Dan ketika roh jiwa itu sehat, harapan-harapan pun akan dibuat terwujud. Catat itu. Mazmur 138 ayat 3. Coba lihat orang-orang yang doanya mati, yang tidak berdoa. Untuk suami sendiri, istri, tempat kerja, tidak berdoa. Ketika semuanya sudah sekarat, baru mau berdoa? Permohonan. Dengar baik-baik. Dalam aksara Cinanya, itu gabungan dari aksara sungguh-sungguh dan keharuan. Sungguh-sungguh dan keharuan. Keharuan. Ketika anak sekarat, hati akan seperti terbakar, kan? Seperti orang tua yang zaman dulu gigit jari, keluarkan darah dari jari untuk masukin ke mulut anaknya. Karena hatinya seperti terbakar. Saudara sedang menaikkan permohonan seperti itu untuk sesama. Itu perintah Allah. Permohonan. Dengan sungguh-sungguh, dengan keharuan. Orang yang menjauhi Allah tidak menyambut Allah. Benar-benar tidak ada doanya. Sejarah katakan itu. Alkitab katakan itu. Tidak tahu bahwa Allah itu hidup. Tidak menyambut Allah. Meski sudah gereja puluhan tahun. Tapi kehidupan gereja itu seperti gelas sekali pakai buang. Apakah bisa seperti itu? Sangat disayangkan, sangat disayangkan. Ketika memohon ketika kita memohon kepada Tuhan, maka kita di posisi yang seperti apapun Tuhan pasti akan bisa mengubahnya. Percayalah itu, Saudara. Betapa berharganya firman itu. Kenallah Allah yang hidup. Orang yang merindukan Allah tidak bisa tidak menaikkan permohonan kepadanya. Dikatakan di Mazmur 42 ayat 2. Juga di Ayub 22 ayat 26 sampai 27. Ayub 33 ayat 26. Juga Mazmur 50 ayat 14 sampai 15. Di Yesaya 58 ayat 9 juga dicatat dengan jelas. Itu tidak bisa ditambahi atau dikurangi lagi. Jika menjauhi Tuhan hanya berkata bahwa oh ya Tuhan itu ada. Oh ya saya bergereja. Saya percaya tuh Yesus. Tapi dalam segala aspek kehidupannya, tidak ada Tuhannya. Untuk diri sendiri pun tidak berdoa. 1 Timotius 2 ayat 1. Dikatakan, berdoalah untuk semua orang. Penginjilan itu pertama-tama kepada semua orang. Berdoa, lalu pergi. Berdoa. Penginjilan itu harus dengan senjata yang penuh. Jangan merasa tidak terlibat dengan target penginjilan 10 kali lipat. Hanya bengong saja seperti orang gila. Harus sungguh-sungguh berusaha. Maka, keluarga akan jadi baik. Roh jiwa akan jadi baik. Suami, istri, anak-anak akan jadi sehat. Jika Allah buka tingkap-tingkap langit dan berikan berkat, tidak akan bisa tidak terima itu. Maleakhi pasal 3 katakan itu, kan? Tapi, menjauhi Tuhan. Kasih karunia Tuhan itu apa? Tidak tahu. Seperti orang gila. Pergi ke sana, ke sini, begitu saja. Oh, ingin khotbahnya cepat selesai. Ingin firman-Nya cepat selesai. Tidak berdoa dengan untuk orang lain. Untuk diri sendiri tidak berdoa. Ayub 27, Ayub 27 ayat 10 katakan itu.

Saudara, pertama, arti doa. Di dalam doa, arti doa atau di dalam doa, itu ada Pertama-tama ada unsur penyembahannya atau pemberian korban. Doa adalah pemberian korban atau penyembahan atau ibadah. Ibrani 13 ayat 15. Lalu yang kedua di dalam doa ada unsur pengakuan iman. Pengakuan iman atas dosa, pengakuan atas dosa yang dilakukan sadar atau tidak sadar. Lalu ada permohonan diri. Permohonan. Roma 10 ayat 8 sampai 11 dan 1 Yohanes 1 ayat 8 dan ayat 10. Tadi yang ketiga unsur permohonan atau permintaan. Bahwa Allah harus memberikannya. Oh, anakku benar-benar tidak bisa belajar, tidak pandai belajar. Maka mohon diberikan kasih karunia, kepintaran, roh pengetahuan, roh hikmat agar tidak tertinggal dari yang lain. Mohon kasih karunia itu. Saudara saudara tidak bicarakan soal anak pun tidak apa-apa. Jika berdoa kepada Allah, Allah akan menggerakkan hatinya untuk bisa belajar. Allah akan menggerakkannya. Coba lihat. Ishak anak Abraham, dengar baik-baik. Ishak menikah di usia 40 tahun kan? Tapi sampai umur 60 tahun tidak ada anak. Menikahnya sudah cukup telat, 40 tahun. Lalu sekarang sudah 60 tahun, tapi tidak kunjung punya anak. Tidak ada anak. Lalu apakah Ribka istri Ishak berdoa? Dia tidak tahu berdoa. Sangat disayangkan. Ishak, anak tunggal Abraham, suaminya. Ribka tidak melakukan apa-apa. Ishak keluar ke hadapan Tuhan, sungguh-sungguh memohon. Perempuan yang melahirkan anak seharusnya memohon, kan? Itu pun belum tentu. Ishak, sang suami yang sudah berumur 60 tahun, dia keluar dan berdoa. Memohon. Kita dengar-dengarnya sih mudah, ya, memohon. Tapi itu dengan penuh keharuan, dengan penuh perasaan, memukul tanah. "Tuhan, aku sudah umur 60 tahun. Aku tidak ada muka untuk ketemu dengan Abraham, bapakku. Garis keturunan ini bisa terputus. Tuhan, tolong berikan aku anak." Tuhan dengar permohonan tersebut. Dan malah anak kembar diberikan, kan? Esau dan Yakub, ya, kan? Bukan si istri yang meminta, tapi si suami, Ishak. Ketika tidak bisa punya anak selama 20 tahun menikah, akhirnya anak yang dia peroleh dengan doa adalah Yakub dan Esau, kan? Kejadian 25, buka itu.

Perkembangan 10 kali lipat itu bukan apa-apa. Jangan berat di hati Saudara. Asal ada hati yang mau, cukup. Dengan begitu, betapa nyamannya hati kita, kan? Sekarang, harapan saya adalah tempat ibadah. Sekarang ini 1.300 m persegi, kan? Tapi harapan saya itu bangun yang 6.000 m persegi. Ini bukannya yang keruk kantong saudara. Tapi yang dua yang 6.000 m² itulah harapan saya. Itu rencana saya, topik doa topik doa. Luas lantainya 6.000 m². Kalau tidak punya angan-angan seperti itu maka siang malam akan diam-diam saja di rumah lalu mati. Karena tidak ada iman makanya begitu. Sudah berdoa? Apa itu tanpa berdoa berharap hidup jadi baik, mana bisa? Buka Kejadian pasal 25. Kalau saya yang katakan apa saudara bisa percaya? Harus buka Alkitabnya kan? Baca Kejadian 25 ayat 19 sampai 21. Kejadian 25 ayat 19 sampai 21. Terimalah berkat saudara, 1 2 3. Inilah riwayat keturunan Ishak anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak dan Ishak berumur 40 tahun ketika Ribka anak Betuel orang Aram dari Padan Aram saudara perempuan Laban orang Aram itu diambilnya menjadi istrinya. Berdoalah Ishak kepada Tuhan untuk istrinya. Ayat 21 sekali lagi 1 2 3. Berdoalah Ishak kepada Tuhan untuk istrinya, sebab istrinya itu mandul. Tuhan mengabulkan doanya, sehingga Ribka istrinya itu mengandung. Tetapi anak-anaknya bertolak-tolakan di dalam rahimnya, dan dia berkata, "Jika demikian halnya, mengapa aku hidup?" Dan dia pergi meminta petunjuk kepada Tuhan. Kalau kita lihat ayat 21 di sini, berdoalah Ishak kepada Tuhan untuk istrinya. Sebab istrinya itu mandul. Tuhan mengabulkan doanya. Sehingga Ribka istrinya itu mengandung. Iya, kan? Si suami yang berdoa, suaminya. Suaminya. Maka setelah 20 tahun tidak punya anak, di umur 60 punya anak. Di usia 60 punya anak. Ayat 26 kita baca, 1, 2, 3. Sesudah itu, keluarlah adiknya, tangannya memegang tumit Esau, sebab itu ia dinamai Yakub. Ishak berumur 60 tahun pada waktu mereka lahir. Nah, sekarang kalau ah umur 60 tahun itu, sekarang kalau sudah 60 tahun lewat, sudah menopause, kan? Beberapa waktu yang lalu saya dengar kabar, bahwa ada yang umurnya 32, 33, sudah tidak bisa menstruasi. Saya bilang, "Berdoalah. Kalau berdoa, akan keluar, kan?" Memangnya tidak? "Sudah berdoa?" Saya bilang begitu. "Berdoa pun tidak?" "Tuhan itu hidup. Jika kamu berdoa, akan bisa menstruasi lagi." Dan kemarin katanya sudah datang bulan lagi. Lihat itu, betapa bersyukurnya, kan? Kalau pintar-pintar main piano saja buat apa? Di gereja kita ada bidan kan? Saya suruh ke sana ketika diambil foto katanya saluran tuba falopinya tertutup lihat fotonya bisa tahu kan? Oh katanya tertutup. Saya bilang ini apa? Ya. Hei. Orang yang mati dibangkitkan yang hidup dimatikan dan yang dari tidak ada dijadikan ada. 1 Samuel 2 ayat 6 sampai 9. Kamu percaya itu? Ibu Samuel bisa punya anak emangnya? Tidak bisa punya anak. Dia datang ke gereja menangis tersedu-sedu tidak makan gosok gigi pun tidak sampai bau disaat itu Imam Eli kira dia gila kan? Maka Ibu Samuel bilang hei aku bukan perempuan gila. Kenapa aku begini karena aku tidak bisa punya anak. Aku sedang berpuasa sungguh-sungguh memohon. Oh ya begitu. Dan akhirnya dia bisa punya tiga anak kan? Tiga anak laki-laki dua anak perempuan lewat doa. Anak pertamanya Samuel kan? Permohonan adalah berkat yang demikian besar. Kejadian 25 ayat 21. Ribka sang istri berdoa Ishak sang suami yang berdoa memohon di hadapan Tuhan dan Tuhan mendengar maka diberikanlah dua anak laki-laki. Umur Ishak saat itu 60 tahun. Pada doa harus ada unsur pengakuan imannya. Roma 10 ayat 8 ayat 11 1 Yohanes 8 ayat 10. Dan yang ketiga harus ada unsur permohonan. Matius 7 ayat 7 dikatakan mintalah maka akan diberikan. Mintalah. Tapi tidak. Dikabari tidak datang bulan. Doakanlah, tolong buat aku bisa datang bulan. Yang kemarin saya dapat dapat jawabannya setelah setengah bulan, sudah bisa datang bulan lagi. Luar biasa kan? Sebagai seorang gembala, saya tidak ragu. Sungguh diberkati. Dalam doa ada unsur penyembahan. Lalu unsur pengakuan iman. Juga unsur permohonan. Dari antara tiga unsur itu, jika satu saja terlewatkan, maka tidak ada gunanya. Tidak jadi permohonan. Di jam, ada roda giginya begitu banyak kan? Ratusan kan? Kalau kurang satu saja, tidak bisa jalan kan? Doa pun seperti itu. Doa itu penyembahan atau pemberian korban. Saya sudah katakan kan Mazmur 141. Doa itu penyembahan, pemberian korban. Yang bertanggung jawab berdoa bagi sesama adalah kita, jemaat kudus. Dikatakan berdoalah bagi sesama. Berdoalah. Jika berdoa bagi sesama, maka seperti dikatakan di Matius 22 ayat 39, akan digenapi kan? Kenapa? Karena mengasihi sesama seperti tubuh sendiri. Kalau hanya tahu saja, oh harus mengasihi sesama, hanya tahu saja buat apa? Tuhan perintahkan. Hanya tahu saja buat apa? Tuhan perintahkan, kasihilah sesamamu seperti tubuhmu sendiri. Ketika berdoa bagi sesama, barulah mengasihi seperti tubuh sendiri, menjadi saudara. Jika tidak berdoa bagi sesama, maka ada kasih apa? Akan pilih-pilih orang, akan mengesampingkan orang, ya kan? Hei, kamu nanti bilang saja mau pulang sama yang lain. Terus nanti kamu sendiri saja yang balik ke sini lagi, ya. Kita makan sama-sama. Yang seperti itu apa orang percaya? Dalam doa, membantu sesama. Dan yang dibantu pun harus tahu, yang didoakan pun harus tahu. Walau tidak ada sepeser pun yang diberikan, tidak ada sesuatu pun yang diberikan, tidak pergi ke rumahnya bantu apa-apa, tapi ketika doakan, kelancaran akan jadi terbuka bagi keluarga itu. Maka saudara-saudara, orang yang berdoa itu membantu. Dan jemaat kudus yang menerima bantuan harus tahu, oh ini bukan karena kemampuanku, bukan karena keuanganku, tapi karena jemaat-jemaat kudus mendoakan saya, makanya saya jadi lancar seperti ini. Jadi, bersyukur kan di hadapan Tuhan. Betapa berharganya firman ini. Dalam doa, bantulah orang lain. Dalam doa ada unsur penyembahan, unsur menyanyikan pujian, unsur pengakuan iman. Dan permohonan. Permohonan adalah unsur di atas unsur dari doa. Unsur yang nyata dari doa adalah permohonan. Seorang ahli teologi berkata, permohonan itu adalah tingkatan pertama doa. Permohonan, memohon adalah tingkatan pertama dari doa. Karena ini tentang ini sangat berharga dan dalam, maka dia ajari begitu kepada murid-murid teologi. Pada doa pada doa ada suatu janji bahwa itu akan dijawab pasti akan dijawab Tuhan berjanji dengan darah bahwa itu pasti akan dijawab karena takut kalau dengan kata-kata saja orang tidak dengarin maka Tuhan berjanji sambil menumpahkan darah sebegitu pentingnyalah permohonan sungguh-sungguh dengan keharuan kalau takut roknya atau jasnya kusut maka hati-hati berdoanya apakah itu permohonan? memakai rok misalnya yang diri sendiri pun risih yang melihat pun jadi risih ketika duduk bisa terangkan akan kelihatan nah kalau begitu mau memohon bagaimana? dikatakan bahwa pada doa yang memohon ada janji bahwa itu pasti akan dijawab pasti itu akan terwujud maka Roh Kudus ketika memohon dalam doa pertama-tama akan timbul kekuatan kuasa di Gunung Karmel ada 850 orang nabi palsu dan dan nabi Elia satu orang Elia menggali parit-parit lalu siram air taruh kayu-kayu dan korban persembahan dan ketika ia berdoa Tuhan yang benar membuat api turun kan membakar korban itu itu sedang diuji kan di hadapan banyak rakyat tapi nabi palsu imam-imamnya Ahab 850 orang Dengan pisau mereka melukai diri mereka sendiri. Dari pagi sampai petang berseru, "Oh, Tuhan, Tuhan yang benar." Minta jawaban. Mana apakah ada? Di hadapan banyak orang, Nabi Elia berkata, "Hei, sepertinya Allah kalian capek tuh dan sedang tidur." Mereka teriak lebih kencang lagi. Lalu mereka pukul-pukul alat musik, gong, ada jawabannya? Matahari hampir terbenam. Maka stop, tolong berhenti. Lalu Elia mengumpulkan 12 batu. Simbol dari 12 suku Israel. Menggali parit. Lalu menyuruh rakyat untuk siram air. Ke kayunya juga disiram air. Iya kan? Lalu taruh korban yang besar. Dan dia berdoa dengan sederhana. "Allah yang hidup, tunjukkanlah kepada rakyat tentang kebenaranmu." Ketika berdoa dengan sungguh-sungguh, maka tiba-tiba dari langit api turun. Sampai air yang di parit-parit pun semuanya habis. Dan korbannya habis terbakar dengan api. Maka maka nabi-nabi palsu semuanya kaget kan? Di hadapan rakyat, Nabi Elia berkata, "Tangkaplah 850 orang yang merusak bangsa dengan perkataan bohong itu dan membuat hati rakyat kacau itu. Ikatlah mereka." Dengan telanjang kaki mereka diseret, dibawa ke tepi sungai Kison. 850 orang nabi palsu itu. Mereka dipenggal kan? Satu raja-raja 18 katakan ini kan? Lalu berikutnya hujan tidak turun kan? Selama 3 tahun 6 bulan. Oleh karena nabi palsu. Maka Elia naik ke puncak Gunung Karmel dengan berlutut sampai kepalanya dengan berlutut sampai kepalanya di antara kedua lututnya. Dia berdoa sungguh-sungguh meringkuk. Matahari masih terang. Dia berkata kepada murid yang terkasih, "Hei, apakah kamu melihat sesuatu?" "Oh, tidak kelihatan apa-apa." Dan ketika berdoa kelihatan, kelihatanlah awan sebesar sekepalan tangan. Ketika itu, telinga Nabi Elia yang tadi berdoa sungguh-sungguh di telinganya terdengar suara hujan. Dan dia suruh laporkan itu kepada Raja Ahab. Langitnya masih biru terang. Tapi di telinga Nabi Elia, orang Tuhan terdengar suara hujan. Tanpa disangka-sangka, awan segumpalan tangan itu semakin besar, semakin besar, dan hujan yang sangat deras yang diberkati tercurahkan. Itu permohonan Elia. Permohonan. Itu bukan doa yang biasa. Maka di keluarga-keluarga, jika ada cobaan, bahaya kematian yang diperlukan adalah permohonan, memohon. Ketika berdoa dengan penuh kesungguhan, penuh keharuan maka pasti akan timbul pekerjaan mukjizat. Percayalah itu, Saudara. Kita sebagai jemaat kudus harus mengalami itu. Jemaat-jemaat Piungan mungkin sedikit Allah itu hidup. Dia pasti mendengar doa Saudara-saudara sekalian. Dan harap sesuai dengan yang diharapkan Saudara sekalian, pada setiap keluarga, masyarakat Tuhan menjadi Tuhan yang luar biasa yang menjawab dan menggenapi doa-doa Saudara. Betapa baiknya itu. Orang yang tidak berdoa bagi semua orang adalah orang yang paling bodoh. Yang membuang berkat besar yang diberikan Allah. Paling bodoh. Harus memohon. Harus memohon. Mengenai konsep doa permohonan adalah doa permohonan untuk kasih khusus Tuhan. Untuk kasih khusus Tuhan, permohonan dengan meminta sungguh-sungguh. Saya cari artinya di kamus dalam bahasa Yunani memohon memiliki rahmat yang khusus dari Tuhan. Memiliki rahmat khusus dari Tuhan. Yaitu permohonan yang dimulai dari latar belakang yang sadar benar-benar batasan manusia dan ingin agar mendapat kasih khusus Allah untuk diselesaikan masalahnya. Itulah permohonan. Mesti dilihat dengan pikiran manusia sudah terkepung dari segala penjuru terkepung dengan rapat dari segala penjuru teman-teman telah meninggalkan kerabat rekan kerja sudah pergi istri yang dikasihi pun pergi anak-anak pun tidak percaya waktu ada dalam situasi tersebut senjata daruratnya adalah permohonan. Permohonan. Ini adalah gagasan firman Allah yang konsisten di Alkitab. Betapa baiknya itu. Batasan kekuatan manusia itu benar-benar terasa. Semua semuanya seolah-olah runtuh. Tiada kekuatannya. Dan ketika memohon, maka sekali lagi kekuatan yang dari surga akan turun. Turun rahmat, turun membuat kuat dan membuat menjadi baru. Itulah permohonan. Berikutnya, permohonan. Itu berarti memohon dengan sangat, meminta dengan sangat, meminta dengan sangat. Lukas 18 ayat 1 sampai 8. Dikatakan harus berdoa dengan tidak jemu-jemu. Biarlah katanya. Di kota itu ada hakim yang lalim. Dan seorang janda yang menderita karena orang-orang jahat. Hakim itu suka uang. Hakim itu suka uang. Uang suap. Dan para janda itu ada uang apa? Dan janda itu pergi ke hakim itu dan memohon dengan menangis. Pak hakim, aku dalam situasi yang begini begini begini begini. Tapi si hakim tutup pintu, masuk ke dalam. Tiap hari, tiap pagi datang menangis. Hakim, tolong bantu. Tidak dipedulikan. 2 hari, 3 hari, 4 hari, 5 hari. Hakim yang mulai gelisah. Wah. [mendengus] Kalau besok pagi janda itu teriak-teriak lagi, menangis lagi, minta tolong lagi, maka meski aku ini suka uang, wah lalim, kalau kali ini dia datang, aku harus bantu dia ya. Akan tetapi janda tersebut karena sudah lelah tiap hari datang, tidak bisa melihat muka si hakim, maka meskipun hakimnya sudah berubah hatinya dan mau bantu dia kalau dia datang. Tapi di hari itu si janda tidak datang. Firman itu firman Tuhan adalah seperti demikian. Jika anak manusia datang, adakah yang mendapati iman di bumi? Itu di Lukas 18 ayat 1 sampai 8. Maka doa itu harus sampai akhir. Sampai akhir. Jika tidak ada jawaban. Oh, Tuhan. Tuhan mau lihat aku mati ya? Terus dengan sungguh-sungguh. Lihat anak kecil. Ketika waktunya menyusu. Walaupun ada tamu datang ke rumah, ibunya bagaimana? Peluk dan susuin tetap kan? Permohonan itu harus sampai begitu. Walau kita memohon. Tuhan memang tidak berikan yang langsung. Tapi Tuhan yang melihat segalanya dari kita, melihat kesabaran kita, ketekunan kita. Ketika kita memohon dengan sungguh-sungguh. Maka akan wah, kalau aku tidak bantu kamu. Aku akan sampai gelisah ya, sampai menderita ya. Dan percayalah Tuhan akan menyelesaikannya. Betapa baiknya itu. Berikutnya tentang sikap doa. Difirmankan di Lukas 18. Makanya jangan menyerah di tengah jalan. Saya berdoa dan memberkati dalam nama Tuhan Yesus. Saudara berdoa sampai menerima jawaban. Lihat di. Artinya. Memohon. Artinya suatu permintaan yang sangat sungguh-sungguh. Permintaan yang maksimal, permohonan yang maksimal. Sangat-sangat meminta. Artinya demikian. Sangat-sangat meminta. Doa memohon doa permohonan di situasi yang genting ada dokter mengoperasi dia terkenal orang-orang banyak datang kepada dia maka begitu harus bersyukur di hadapan Tuhan dan berserah kepada Tuhan dengan segala usaha yang terbaik mengoperasi seorang pasien tapi malah jadi parah kondisinya ya memangnya dokter itu Tuhan dan dia takut keluarga pasiennya mau tuntut mau peras dia untuk dapat uang kalau orang Kristen ya tidak akan begitu kan situasinya sekarang serba sulit kan, maka orang-orang mau merampok, mau menipu, mau mencuri orang mereka pikir ini kesempatan untuk memeras untuk dapat untung maka semua dilakukan di saat begitu harus melakukan apa tadi sebelum saya ke sini saya dengar kabar soal itu saya bilang harus memohon memohon setelah selesai khotbah tadi malam saya harus doa untuk dia permintaan yang kuat, permohonan yang sangat meminta dengan sangat saya sudah berusaha maksimal tapi hasilnya seperti ini harus punya sikap hati yang demikian maka Tuhan akan bisa menampakkan mukjizatnya sehingga semuanya bisa memuliakan nama Tuhan dan iman pun bisa diperbaiki bisa menjadi rendah hati dan rendah hati lagi dan dari sekarang jadi tidak malas untuk hidup bersyukur akan bekerja untuk kemuliaan Tuhan yang adalah tubuh Tuhan. Saya berdoa agar saudara-saudara punya ketetapan hati yang demikian. Ikuti perkataan saya. Dalam situasi genting dalam situasi yang sangat diperlukan naikkanlah doa yang memohon. Waktu kita menghadapi keadaan yang sangat mendesak kita harus naikkan permohonan yang sungguh-sungguh atas persoalan tersebut. Harus sangat mendesak. Masalah yang membangkitkan yang mati apakah tidak akan memberkati rumah sakit itu? Bukan cuma rumah sakit itu saja, tapi keluarga, tempat usaha, tempat kerja saudara sekalian pun sama. Apakah Tuhan tidak akan memberkati? Saya harap saudara berdoa dengan pasti. Berdoa dengan pasti. Berdoa yang ketiga. Permohonan doa yang sambil menangis dan berseru. Ketika Yesus berdoa di Taman Getsemani Yesus banyak menangis. Dikatakan hatinya sangat sedih seperti mau mati rasanya. Dia datang dengan taat pada firman Allah. Yesus berdiri di hadapan salib. Dia akan mati di salib. Situasi salib sudah di depan mata seperti demikian. Cawan apakah aku harus mati digantung di salib? Ada jalan untuk tidak mati kan? Biarlah cawan ini berlalu daripadaku. Tuhan tidak jawab. Sungguh-sungguh berdoa pun tidak ada jawaban. Dan akhirnya [berdehem] janganlah terjadi sesuai kehendakku tapi terjadilah sesuai kehendak Bapa. Waktu itu malaikat yang datang Yesus yang sudah lemas dipegang dan diberikan kekuatan. Waktu Yesus berdoa, jadilah sesuai kehendak, sesuai kehendakku. Tuhan tidak mengirim malaikat. Penulis Ibrani mengatakan, apa yang didoakan sebelum disalib? Getsemani, waktu ketika berdoa di Getsemani. Berikutnya saya akan sampaikan mengenai hal ini. Kalian ikuti saya. Dalam hidupnya sebagai manusia. Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan. Dengan ratap tangis dan keluhan kepada Tuhan. Yang sanggup menyelamatkannya dari maut. Dan karena kesalehannya, ia telah didengar. Lihat. Ia memohon dengan ratap tangis dan keluhan. Ibrani 5 ayat 7, dicatat dengan jelas. Seperti demikian. Doa permohonan tidak hanya teoritis saja, tidak sistematika saja, tidak seperti ritual, tapi itu di roh hati jemaat kudus. Dari roh hati jemaat kudus. Seperti semua daging, semua sel-sel, sampai [berteriak] isi dalam tulang pun diperas. Sampai ke roh jiwa, seperti bergelantungan kepada Tuhan, bergelantungan sampai punya gelepar-gelepar. Sampai demikian. Tuhan, ini masalah besar. Untuk ini Tuhan benar-benar harus bantu saya. Yesus pun meratap dengan serius, dengan air mata, permohonan dan permintaan. Berdoa dengan air mata permohonan. Ibrani 5 ayat 7. Saudara-saudara doa yang keluar dari lubuk jiwa kita. Doa yang paling tepat. Doa yang tidak bisa ditambah atau dikurangi lagi. Doa yang tidak bercelah sedikitpun. Kalau saya ketika anak kecil minta menyusu maka ibunya akan lepaskan baju dekatkan mulut bayinya. Lalu si bayi akan memegang ibunya. Kalau ada yang mau pegang bayi itu, maka mamanya akan tepakkan tangannya. Cegah gitu. Betapa damainya si hati anak. Tidak ada kematian, tidak ada ketakutan. Saudara-saudara jemaat kudus doa permohonan adalah doa yang keluar sesuai pimpinan Roh Kudus. Permohonan Bukan keringat yang keluar, tapi seperti minyak, getah. Kalau dipegang, tangannya itu licin. Saya mengalami itu bukan cuma satu dua kali. Ketika itu, apa ada ketakutan, ada kekhawatiran? Kalau kita memohon di hadapan Tuhan saya harap saudara semua percaya bahwa doa permohonan adalah doa yang banyak mengalami jawaban. Percayalah itu, Saudara. Lewat permohonan jemaat kudus. Tuhan membuat jemaat kudus mengalami hikmat Tuhan, kuasa Tuhan, kemurahan hati Tuhan. Akan mengalami, bukannya oh kalau berdoa ada jawabannya enggak ya? Melainkan pasti ada jawabannya. Tanpa ragu, bersujudlah dan berdoa. Kalau begitu percayalah bahwa seperti menghitung 1 2 3 4 sesuai urutan. Akan terwujud semuanya pada pribadi, keluarga, tempat kerja, dan tempat usaha Saudara. Maka diri sendiri akan tahu. Itulah pemeliharaan penebusan yang Tuhan bentangkan di dalam Yesus Kristus. Contoh yang paling jelas dari doa tersebut adalah pertama doa Yakub. Nabi Hosea berkata kepada orang-orang yang hatinya keras. Kenapa kalian tidak berdoa? Tidak memohon seperti Yakub. Dalam segala aspek kehidupannya muka kusut dan menjadi keriput, menghitam. Nabi Hosea katakan itu. Bukan saya. Oke, Saudara sekalian. Ia bergumul dengan malaikat dan menang. Ia menangis dan memohon belas kasihan kepadanya. Di Betel, ia bertemu dengan Dia. Di sanalah Dia berfirman kepadanya. Hosea 12 ayat 4. Apa itu bohong? Dalam permohonan, ia bertemu dengan Tuhan. Saul itu dalam berbisnis pun. Tidak mau bayar pajak, buat pembukuan palsu. Kenapa Tuhan? Tidak buat pembukuan palsu pun bisa hidup dengan baik. Firman saya berkata, "Hei, semua rakyat Israel, kenapa kalian tidak berdoa memohon seperti Yakub nenek moyang kalian? Makanya segala aspek kehidupan kalian begini. Dia menangis dan memohon belas kasihan kepadanya. Di Betel, ia bertemu dengan dia. Dan di sanalah dia berfirman kepadanya. Karena kakaknya Esau mau balas dendam. Betapa gemetarannya Yakub. Dia berdoa, Kejadian 28 ayat 15, Kejadian 32. Diantara kur kur kita. Ada kurma Hanaim kan? Yang isinya penuh tua-tua penatua. Itu adalah Tuhan yang menjaga Yakub, malaikat. Kalau lihat Kejadian 34. Terlebih dahulu. Karena Yakub sombong dan hidup duniawi, yang mengedepankan akal bulusnya. Maka Tuhan berkata, "Hei, kamu ya Yakub." Lalu pukul tulang pangkal pahanya, sampai tulang pangkal pahanya patah. Alkitab katakan patah, sehingga dia pincang jadinya. Setelah itu. Tuhan dengar permohonan Yakub kan? Tidak boleh berdoa dengan hati yang sombong. Harus berdoa dengan hati yang bertobat. Berikutnya Hizkia. Ada 185.000 pasukan yang menyerang. Maka Nabi Yesaya dan Hizkia ke bait suci dua orang. Semalaman berdoa. Di hadapan Tuhan, sambil menangis. Setelah Tuhan mendengar permohonan itu, Tuhan berkata, "Jangan khawatir." Orang itu tidak akan bisa pulang kembali lewat jalan di mana mereka datang. Dan di dalam satu malam 185.000 pasukan itu yang menyerang. Kalau di dalam tentara Korea, satu divisi tentara itu 10.000 orang. 185.000 berarti 18 divisi. Plus setengah divisi. Satu brigade itu 3.000 orang kan. Dua orang, Hizkia dan Yesaya, memohon kepada Tuhan. Kekuatan dari tangan Tuhan. Kita tidak punya senjata. Kita hanya punya kepercayaan kepada Tuhan. Dan coba lihat, 185.000 pasukan itu. Mengundang Yesaya, Sanherib. Berkeliling dan mencaci maki. Tulis surat. Dibentangkan oleh Hizkia di mimbar di gereja. Di bait suci. Mereka bilang, mereka akan membuat kita makan, kami makan kotoran dan kencing. Asyur buat surat seperti itu, Sanherib. Dia Ya, ke hadapan Tuhan. Mereka Kirim surat seperti ini, ancam seperti ini. Orang Israel akan jangan percaya pada Hizkia. Dia itu sudah berdaya, dia itu pintar berbohong. Maka rakyat jadi bingung, tidak tahu harus ke mana. Setelah itu Nabi Yesaya berkata, "Jangan khawatir. Aku telah menerima jawaban. Dan dalam semalam, 185.000 orang yang tadinya ada di luar Israel itu yang sudah semakin maju mau menyerbu suku Tuhan, pukul mati mereka semua. Dan waktu pagi dilihat 185.000 orang, semuanya sudah mati. Misalnya ada 180 orang saja yang mati di pintu gerbang di istana di Seoul maka itu akan jadi berita besar kan di koran pagi. Sangat tidak biasa kan? Itulah permohonan. Orang yang kena penyakit misalnya kena kanker kata orang kanker tidak ada obatnya. Mau berusaha damai pun di hati kalau sudah divonis kanker maka di satu sisi hati sudah mulai mati. Waktu itu apa senjatanya? Permohonan. Ikuti saya. Ikuti saya. Doa orang yang benar sangat besar kuasanya. Sangat besar kuasanya. Permohonan orang benar, doa orang benar. Meski terkena penyakit apapun akan ada kekuatan yang bekerja. Saya harap firman ini Saudara simpan di hati. Yakobus Yakobus mengatakan Yakobus Masalah yang genting. Oh, kalau kena kanker maka mati. Tidak ada solusinya. Tidak ada obatnya kan? Ada seorang yang kaya di Korea. Dengar baik-baik. Dia punya harta bukannya miliaran lagi tapi ratusan miliar. Lebih tua dari saya 1 tahun. Tapi banyak uangnya buat apa? Kalau kena penyakit. Lupa semuanya. Lupa anak, cucu, istri, harta, perusahaan. Lupa semuanya. Kalau bilang begini, "Oh, aku cari uang dan aku kaya." Maka bodoh. Pajaknya itu negara akan ambil 75%. Dan yang tersisa tersisa bagi istrinya tinggal 3M. Kepada anak-anaknya berapa ratus juta. Di masa hidup harus lakukan pekerjaan yang baik kan? Di masa hidup. Kalau pikir, "Oh, saya cari uang dan uang ini untuk anak saya nanti." Itu cerita zaman dulu. Di depan Universitas Yonsei ada seorang wanita-wanita kita punya toko restoran iga yang besar kan? Suaminya tiba-tiba meninggal. Dia punya ada 4 gedung. Tapi semuanya diambil pemerintah sebagai pajak. Sisa satu saja. Dia datang ke saya dan dia bilang, "Kalau tahu begini, harusnya saya dulu-dulu persembahkan semuanya. Kalau saya tahu begini saya dulu persembahkan ke gereja." Seperti itu. Maka waktu tubuhnya sehat, harta itu dibagikan kepada anak-anak. Kanker itu penyakit yang paling menakutkan. Atau penyakit lain apapun. Berdoalah, memohon kepada Tuhan. Ketika memohon, doa orang benar itu ada kekuatannya. [berdehem] Saya harap Saudara percayalah, dibandingkan obat apapun, doa itu lebih kuat. Percayalah itu, Saudara. Saya berdoa dan memberkati agar lewat doa permohonan kepada seluruh jemaat kudus Gereja Sion, dicurahkanlah kemuliaan, kuasa, kekuatan Allah. Semuanya bisa mengalami pekerjaan Tuhan, jawaban doa, dan semuanya bisa menaikkan syukur ke hadapan Allah. Permohonan perkembangan 10 kali lipat. Jika seluruh jemaat berdoa memohon di hadapan Tuhan, itu akan menjadi hal yang sepele, itu bukan apa-apa. Percayalah itu. Jangan pikir itu sulit. Asal percaya, maka bisa. Berdoalah, Saudara. Ketika berseru, Tuhan akan bekerja membuat hati menjadi membara. Mohonkanlah kasih karunia untuk bisa tahan untuk tidak bisa tahan jika tidak datang ke gereja dan tidak percaya Tuhan. Percayalah bahwa sesuai yang diharapkan dan yang didoakan akan terjadi. Amin. Mari kita berdoa. Firman Allah itu hidup. Firman perjanjian pun adalah firman yang hidup. Doa adalah doa yang hidup. Bapak, tolong agar seluruh jemaat kudus Gereja Sion Gereja Sion bisa menaikkan doa permohonan yang hidup. bisa menaikkan doa permohonan yang hidup dengan iman meminta dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan sehingga akhirnya kami semua bisa menerima jawaban tolong agar pada setiap keluarga yang mana ada masalah yang sulit mulai hari ini di dalam permohonan di hadapan Tuhan kiranya Tuhan menimbulkan pekerjaanmu untuk menyelesaikan semuanya dengan bersih ada penyakit yang menakutkan seperti apapun ada penyakit kanker sekalipun biarlah kami tidak menjadi putus asa atau kecewa sadarkanlah kami oh senjata kami hanyalah permohonan doa di hadapan Tuhan sehingga kami berdoa memohon di hadapan Tuhan dengan sungguh-sungguh kalau kita katakan bahwa doa permohonan orang kudus ada kekuatan yang besar kiranya masalah dan segala kanker dari diri kami dan keluarga kami pun dapat diselesaikan tolong agar kiranya itu bisa berkenan pada kami dan memusnahkan segala penyakit kanker izinkanlah berkat kesehatan kepada kami menginjil dan menginjil tolong kiranya api kebangkitan 10 kali lipat bisa berkobar-kobar di dalam hati kami tolong bantu agar kami tidak menjadi ragu dan setiap orang di gereja engkau tidak merasa terbeban tetapi mempercayakan semuanya kepada Tuhan dan ketika menaikkan doa permohonan kiranya bisa mengalami pekerjaan Tuhan yang besar agar orang-orang bisa menyaksikan banyak orang datang ke gereja tubuh Tuhan dengan keyakinan penuh bahwa semua doa kami akan kau jawab dengan meninggikan nama Yesus Kristus kami mengucap syukur dan berdoa amin.