📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

Prabowo bikin TRUMP KALANG KABUT!? Rakyat Amerika MENJERIT, indonesia MENANG BESAR !!

Bennix27:21

Transcription

Indonesia dikadali, Indonesia dibohongi, Indonesia dibodohi, Indonesia kalah perang dagang dengan Amerika Serikat. Wah, ini ngeri banget, Guys. Apa tahu ini cuma narasi? Ya, bentukan asing, bentukan agen-agen George Soro supaya mengadu domba bangsa kita. Kalau lu punya otak, lu akan bertanya-tanya. Kalau Indonesia dirugikan, kalau Amerika Serikat yang diuntungkan, realitanya harusnya bangsa mereka senang. Iya dong. Tapi faktanya, teman-teman tahu kalau orang punya otak pasti tahu Amerika Serikat itu yang dirugikan dan Indonesia yang diuntungkan oleh perang dagang ini. Dengan tarif 19% itu pun kita yang diuntungkan. Kok bisa? Kalau lu penasaran, kita langsung lihat saja apa sih pernyataan sikap rakyat Amerika Serikat yang punya otak tentunya terkait perang dagang ini. Sebetulnya yang menang Indonesia apa Amerika? Dibanding lu bego dan lu asik saja kebawa narasi-narasi bentukan pengadu domba bangsa. Coba kita lihat realitanya seperti apa. Makanya lu jangan skip video ini, langsung kita lihat orang bule itu punya pandangan apa sih. Mari kita simak ini.

Jadi, di sini ada orang bule ya. Orang bule ini orang Amerika Serikat ya. Dia bikin ulasan tentang kesepakatan tarif perang dagang Indonesia-Amerika Serikat. Nah, ini menarik nih. Karena kita dapat kiriman video ini. Gua kaget juga ketika lihat ini. Oh, gua kira rakyat Amerika Serikat itu bodoh semua ya? Ternyata ada juga yang punya otak, Guys. Dan mereka tahu sebetulnya Donald Trump itu kena tipu sama Indonesia. Menarik nih. Yuk, kita lihat.

"Jadi, ini kesepakatan yang sangat buruk. Donald Trump mengatakan hari ini bahwa dia telah menandatangani perjanjian baru dengan Indonesia dan saya akan mengungkapkan beberapa poinnya. Saya tidak akan membahas semuanya karena saya tidak punya waktu, tapi izinkan saya membahas sesuatu. Jadi, pertama-tama, mari kita bicarakan ini. Donald Trump mengatakan bahwa dia telah setuju dengan Indonesia untuk mengimpor energi AS ke Indonesia senilai 15 miliar dolar. Ini akan menjadi fantastis. Ini luar biasa. Sampai Anda mengetahui bahwa pada tahun 2024 sebenarnya 15,5 miliar. Jadi, Donald Trump baru saja membuat Amerika Serikat kehilangan 500 juta dolar."

Menarik itu, Guys. Menarik. Jadi, menurut dia, Donald Trump itu kena tipu sama Prabowo. Presiden kita lebih unggul, lebih pintar. Di situ kan Donald Trump, gua berulang kali bilang di banyak podcast, bahwa sebetulnya Donald Trump itu ketika menyebutkan atau berbicara sama rakyatnya di media, itu dia sedang berbicara dengan konstituennya. Mayoritas konstituennya adalah orang bodoh, idiot, petani di sana. Enggak ngerti apa-apa soal ini. Tapi mereka butuh narasi-narasi yang membangkitkan gairah nasionalisme patriotisme di Amerika Serikat. Bahwa Amerika Serikat negara adidaya. Negara Amerika Serikat berhasil menginjak-injak negara lain, negara Indonesia. Negara Amerika Serikat berhasil menang perang dagang lawan Indonesia. Faktanya tidak.

Dia bilang gini, Donald Trump kan bilang, "Eh, kita berhasil loh menginjak-injak Indonesia. Indonesia wajib impor energi dari Amerika Serikat nilainya 15 miliar dolar." Nah, menurut hasil riset dia di sini, Donald Trump itu bilang Amerika Serikat diuntungkan. Tidak betul. Karena sebetulnya negara kita memang gemar mengimpor. Dan tahun lalu saja, menurut orang ini, Indonesia itu impor energi dari Amerika Serikat senilai 15,5 miliar dolar. Yang artinya, ada tidak ada perang dagang dengan Donald Trump, berulang kali gua sudah bilang Indonesia memang impor dari sana. Malah sekarang Amerika Serikat jadi rugi. Karena tahun lalu sebetulnya Indonesia impornya 15,5 miliar dolar. Tahun ini impornya cuma 15 miliar dolar. Di sini Amerika Serikat rugi 500 juta. Lucu juga nih. Tapi nanti kita bahaslah ini benar atau enggak. Tapi memang realitanya, memang ada tidak ada perang dagang ini, Indonesia hobinya impor minyak. Impor minyak dari Timur Tengah, impor minyak dari Amerika, impor minyak dari Amerika Serikat. Gas, LPG itu juga kita impor. Jadi, ini benar, woi. Padahal ketika di Indonesia orang sudah kepanasan, "Wah, Indonesia jadi budak Amerika Serikat." Enggak. Ini orang Amerika Serikat sendiri loh yang sudah bikin pernyataan. Amerika Serikat kena tipu.

Selanjutnya.

"Kerja bagus, Sparky. Yang kedua, 777, Boeing 777 yang Donald Trump bicarakan mengenai 50 unit di antaranya. Mereka akan mengambil 50 unit itu telah disepakati sebelumnya di bawah Joe Biden dan hal-hal tertunda karena ada beberapa perjanjian bilateral dan perjanjian perdagangan yang perlu diselesaikan. Jadi, 50 Boeing 777 itu adalah kesepakatan Biden yang telah kedaluwarsa. Ini bukan kesepakatan Donald Trump. Ini Biden. Jadi, sementara dia menyalahkan Biden untuk segalanya, pada saat yang sama, dia mengklaim keberhasilan Biden sebagai miliknya sendiri."

Oke, ini gua kasih tahu dan ini gua sudah pernah cerita nih di podcastnya Ari Untung bahwa sebetulnya kesepakatan Boeing 777, banyak orang bilang, "Wah, Indonesia dirugikan." Begini begini begini, ada tidak ada Donald Trump, orang Indonesia bisa bikin pesawat? Enggak. Enggak. Ada tidak ada Donald Trump, dunia ini beli pesawat itu kemungkinan besar cuma kedua perusahaan. Baik Airbus punya Eropa atau Boeing punya Amerika. Sudah itu saja, ada tidak ada Donald Trump. Nah, sebetulnya Indonesia memang ingin beli. Sudah dari 5 tahun lalu kita pun sudah mau beli di era Joe Biden. Tetapi waktu itu ada COVID sehingga rencana ini buyar. Jadi, kalau dibilang ini adalah keberhasilan Donald Trump berhasil meningkatkan pesanan ke pabrik Boeing, enggak. Kesepakatan ini sudah terjadi sebelum Donald Trump naik jadi presiden. Jadi, rakyat Amerika lagi-lagi kena tipu nih sama Donald Trump. Seolah-olah Donald Trump bawa mereka menang perang dagang sama kita. Sebenarnya enggak.

Dan satu yang gua mau kasih tahu nih buat teman-teman ya, lu jangan bodoh. Lu harus pikir gini, yang impor itu semua sebetulnya siapa sih? Perusahaan atau negara? Sebetulnya yang impor adalah perusahaan. Nah, lu kalau punya pola pikir, Indonesia ini banyak enggak perusahaan kendaraan? Ada rental mobil, ada taksi, ada truk, kapal segala macam, ya. Jadi, yang akan mengimpor itu bisa jadi swasta loh, seperti Lion Air atau bisa jadi perusahaan juga Garuda Indonesia. Itu semuanya perusahaan, bukan negara yang akan belanja itu. Tapi, ada tidak ada Donald Trump, kalau lu pengusaha bus, kalau lu pengusaha truk, kalau lu pengusaha kapal, logikanya lu setiap tahun itu ada peremajaan. Lu harus ganti unit baru. Karena unit lama lu sudah tua, lu harus membuang, lu harus ganti karena faktor keselamatan itu penting. Jadi, ada tidak ada Donald Trump, memang perusahaan penerbangan Indonesia perlu beli pesawat terus setiap tahunnya. Baik dari Airbus atau dari Boeing. Ada tidak ada Donald Trump. Tapi lu ketipu narasi seolah-olah di Indonesia dipaksa belanja Boeing. Enggak. Memang dari dulu kita belanja pesawat cuma dua itu, Guys.

Terus orang pada bilang gini, "Eh, tapi kan itu pesawat bermasalah." Tidak. Itulah makanya penting lu pakai otak, Guys. Sebelum komen lu terbawa narasi pembenci pemerintah, agen-agen asing ini. Apa yang mau diadu domba sama mereka? Oke, Boeing itu perusahaan jelek. Yang jelek memang perusahaannya jelek ya. Itu gua akuin sahamnya juga anjlok toh. Tapi produknya, ah produk kan ada banyak. Ternyata yang jelek itu bukan Boeing 777. Yang jelek itu adalah Boeing seri 737. Beda. Kelihatannya sama ya Boeing 7 ya, tapi beda. Boeing 777 itu bahkan punya salah satu standar keamanan paling tinggi dan paling bagus di industri penerbangan. Kalau Boeing 737, nah ini ngeri. Seperti yang kemarin kasusnya Lion Air, hampir 180 orang mati. Ethiopia, ratusan orang mati. Total itu hampir 350 orang lah. Bermasalah memang pesawat 737 MAX ya yang punya si Boeing. Tapi kalau pesawat triple 7, kalau lu bilang itu pesawat bermasalah, enggak. Karena berdasarkan data, itu ternyata salah satu pesawat yang paling aman di dunia. Jadi ya gua bongkar saja nih hoaks yang disebarluaskan oleh kubu-kubu media peliharaan asing ini, Guys. Lu harus hati-hati. Makanya dalam melihat gimana ceritanya Indonesia dirugikan. Orang bule saja sudah bilang kita itu yang diuntungkan. Donald Trump itu sibuk ngomong sama konstituennya, orang-orang bodoh yang memilih dia itu harus dikasih makanan. Seolah-olah dia presiden yang paling kuat di kolong langit ini. Faktanya, ternyata kalau lu punya otak, ya lu akan bikin analisis seperti dia. Eh, ada tidak ada perang dagang? Memang Indonesia itu harus upgrade pesawat, harus belanja pesawat. Ada tidak ada Donald Trump? Indonesia memang impor minyak dari Amerika Serikat. Dan ada lagi enggak nih? Coba kita lanjutkan.

Masih ada lanjutannya ternyata. Juga, mari kita bicarakan tentang tarif. Jadi, akan ada tarif 19% untuk Indonesia. Dan ini yang sebenarnya dikatakan Donald Trump: "Mereka membayar 19% dan kami tidak membayar apa-apa." Itu tidak benar. Itu adalah tarif 19% untuk semua yang dari Indonesia yang diimpor ke Amerika Serikat. Diimpor ke Amerika Serikat, yang berarti bahwa semua yang diimpor ke Amerika Serikat, konsumen Amerika dari produk-produk dari Indonesia membayar ekstra 19%. Dia bilang "kami tidak membayar apa-apa". Sebenarnya, orang Indonesialah yang tidak membayar apa-apa.

Nah, ini gua sudah pernah bilang. Jadi, gua pernah ngobrol sama salah satu direktur perusahaan Tbk di Indonesia, perbankan. Eh, direktur tapi bodoh gitu ya. Dia bilang Indonesia dirugikan karena akibatnya Indonesia harus bayar tarif 19%. Tidak bodoh. Lu kalau impor barang, katakan hari ini lu impor barang dari Tanzania gitu loh. Bea masuk 10% lu impor Rp1 juta. Berarti di pelabuhan lu bayar cukai, bea impor, bea masuk, apa pun itu, lu akan bayar ekstra Rp100.000. Jadi bayar Rp1.100.000. Nah, yang bayar Rp100.000 itu siapa? Yang ekspor atau yang impor? Coba lu pikir, ternyata yang bayar itu yang impor. Nah, dalam kasus perang dagang dengan Indonesia 19% ini, kalau harga barang Rp1 juta, berarti ketika kita kirim dari sini nilainya Rp1 juta, sampai di pelabuhan di Amerika Serikat, yang bayar 19% yang berarti Rp190.000 ekstra itu adalah importir di sana. Dan yang akan terbebani dengan 19% itu artinya rakyat Amerika Serikatlah yang harus bayar lebih mahal Rp1.190.000. Sebelumnya cuma bayar Rp1 juta kalau enggak ada 19%.

Nah, ini narasi yang suka dipakai untuk membohongi kalian sama media-media peliharaan asing. Bahwa seolah-olah Indonesia yang beli belanja barang jadi lebih mahal. Tidak bodoh. Yang bayar lebih mahal ya orang Amerika karena dia yang impor barang kita. Kita jual tetap harga Rp1 juta. Sekarang jadi 19% jadi Rp1.190.000. Yang bayar Rp190.000 siapa? Orang Amerika. Makanya lu jangan kaget di Indonesia orang pada panik. Seolah-olah Indonesia kalah nih perang dagang. Enggak. Di Amerika Serikat mereka kan punya otak ya. Mereka lihat juga, "Eh, yang dirugikan Amerika Serikat." Kenapa? Karena akibatnya mereka harus bayar barang yang sama dengan harga lebih mahal. Hmm. Kalau begitu, kenapa tidak sekalian saja jadi 30% atau 50%? Enggak bisa juga begitu. Karena kalau terlalu tinggi, barangnya jadi tidak kompetitif. Tetapi sangat bersyukur Indonesia karena di wilayah Asia Tenggara kita kan fokus di mana pakaian, garmen, alas kaki. Kita termasuk negara yang produksinya paling tinggi dan tarifnya paling rendah. Karena kompetitor kita di bisnis sejenis itu Vietnam 20%, Malaysia 25%. Jadi, kita diuntungkan atau dirugikan?

Kabar baik nih, Guys. Buat kamu para investor saham yang mau bergabung di Benix Investor Group, sekarang kita ada diskon khusus 17% hanya untuk 17 orang pertama yang mendaftar sebelum 17 Agustus 2025. Jadi, kamu dapat diskon besar. Tadinya bayar Rp50 juta untuk setahun, sekarang tinggal Rp1 jutaan saja. Jadi, tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu sekarang juga loh! Karena cuma di Benix Investor Group kamu bisa datang investigasi langsung bareng Benix. Namanya Big Investigation. Seperti investigasi BENXIX di perusahaan kelapa sawit yang ada di Bangka Belitung, perusahaan yang ada di Sumatera, perusahaan yang ada di Kalimantan, di Sulawesi, lu bisa dapat akses langsung ketemu dengan direktur perusahaannya, ngobrol bareng sama manajemen perusahaannya, bahkan lihat langsung operasional perusahaannya seperti apa sih. Ingat ya, investasi itu kan riil, jangan sampai lu investasi bodong. Itu namanya beli kucing dalam karung. Makanya penting buat kalian bisa ikut di Big Investigation.

Bukan cuma itu, Guys. Kita juga ada namanya Big Gathering. Jadi, ini ngopi-ngopi bareng santai lah. Kita selalu bikin nih ngopi santai bareng Benix. Ada di Singapura, ada di Jakarta, ada di Semarang, di Jogja, di Bali, di mana-mana lah. Teman-teman bisa ikut buat ngobrol langsung tentang investasi kamu. Nah, buat Teman-teman yang enggak bisa hadir secara fisik, kita juga ada pertemuan online. Jadi, sebulan ada tiga kali setiap akhir pekan langsung bersama Benix, bisa tanya jawab langsung soal perjalanan investasi kamu. Kita juga ada berbagi, kamu bisa dapat rekamannya, video-video edukasi khusus untuk Benix Investor Group. Nah, yang seru kita ada gala dinner. Selanjutnya, gala dinner itu di tanggal 29 Agustus bulan depan. Kamu harus segera daftar karena kita akan mengundang direktur dari perusahaan yang omzetnya ribuan triliun, Guys, buat berbagi, ngobrol bareng gimana sih strategi investasinya di tengah perang tarif Donald Trump. Wow, emiten-emiten apa saja yang siap atau bahkan enggak siap? Tentunya sih dari setiap peristiwa ada peluang yang kita bisa dapat. Makanya penting banget buat kamu bisa bergabung ke gala dinner Benix. Setahun sekali kita adakan gala dinner selanjutnya di tanggal 29 Agustus 2025. Oke, Guys. Segera daftarkan dirimu sekarang juga. Ingat ya, diskon 17% cuma untuk 17 orang pertama yang daftar sebelum 17 Agustus 2025. Segera kunjungi www.benix.id atau hubungi nomor yang ada di bawah ini: 08113220886. Yuk, segera gabung dan daftarkan dirimu menjadi bagian dari komunitas saham paling seru di Indonesia bersama Benix Investor Group.

Jadi, kita diuntungkan atau dirugikan? Kita tetap diuntungkan. Mereka enggak ada pilihan lain. Apa jadinya mereka tiba-tiba harus pesan sepatu ke Singapura? Kan enggak mungkin gaji orang Singapura sudah naik tinggi. Atau mereka pesannya ke Cina, enggak mungkin. Cina tarifnya di atas 50%. Jadi, produk kita tetap kompetitif sepanjang masih di tarif itu di bawah oleh kompetitor-kompetitor kita yang lain. Ada Bangladesh, ada Pakistan, ada India. Jadi, ini sebetulnya kalau orang yang punya otak, dia akan lihat bahwa tarif 19% itu tidak merugikan Indonesia tapi merugikan rakyat Amerika sendiri. Selanjutnya.

"Akses pasar lebih dari 218 juta orang. Selain itu, Indonesia akan membayar Amerika Serikat tarif 19% atas dana yang mereka ekspor kepada kami, yang berarti kami akan membayar ekstra 19% itu. Sementara ekspor AS ke Indonesia akan bebas tarif dan hambatan non-tarif. Bukan kesepakatan yang bagus. Jika ada transshipment dari negara dengan tarif lebih tinggi, maka tarif itu akan ditambahkan ke tarif yang dibayar Indonesia. Yaitu, kami yang membayar. Terima kasih kepada rakyat Indonesia atas persahabatan dan komitmen Anda untuk menyeimbangkan defisit perdagangan kami. Kami akan terus memberikan yang terbaik untuk rakyat Amerika dan rakyat Indonesia. Terima kasih, Ronald."

Oh, ini sama saja ya. Ini intinya si bule ini, cuma bedanya yang tadi laki-laki, ini bule perempuan, dia bilang apa? Sama juga, orang Amerika Serikat, lu jangan tolol-tolol banget lah, lu dibodohi sama Donald Trump seolah-olah Amerika Serikat diuntungkan. Tidak. Dia sendiri sudah bilang banyak di sini orang-orang di Indonesia yang kira kita dirugikan. Padahal di Amerika Serikat sendiri rakyatnya mengakui Donald Trump kalah perang dagang sama Prabowo. Di Amerika Serikat sendiri bule-bule itu ya merekalah yang merasa sedih. Kenapa ya? Mereka sudah bilang di sini, menurut mereka, menurut bule-bule ini, tarif 19% buat barang-barang dari Indonesia yang masuk Amerika Serikat pada akhirnya tidak merugikan orang Indonesia, tetapi merugikan masyarakat Amerika Serikat itu sendiri. Jadi, ini yang gua bilang tadi ya, lu kalau punya otak pasti nyambung bahwa yang rugi orang Amerika Serikat, orang Indonesia untung.

Nah, di sini dia juga bilang kesepakatan ini bukan kesepakatan yang baik sebetulnya buat Amerika Serikat. Kenapa? Karena orang Indonesia pun kalau tarifnya jadi 0% ya bukan serta-merta lu beli kulkas buatan Amerika, lu beli motor buatan Amerika. Enggak, Bro. Walaupun bea impor 0%, lu beli Harley Davidson tetap mahal. Lu beli mobil Ford dia ya tetap mahal. Memang daya beli kita sudah kalah. Memang harga mobil dari segi mata uang juga sudah kalah. Mata uang mereka terlalu mahal, terlalu kuat. Jadi, apakah ini mengganggu Indonesia? Tidak. Malah ini bisa meningkatkan produktivitas kita buat impor alat-alat yang produktif, alat-alat kesehatan, alat-alat pertanian, meningkatkan produktivitas industri kita. Kita bisa beli mesin dengan harga lebih murah. Ini akan meningkatkan kapasitas dan ekonomi nasional kita juga. Malah ini bisa menguntungkan kalian loh, para produsen. Hmm, menarik nih. Sudut pandangnya ternyata beda ya. Ternyata orang Amerika Serikat itu merasa dirugikan. Ada lagi enggak? Coba kita lihat.

Selanjutnya.

"Trump baru saja mengumumkan kesepakatan perdagangan baru antara AS dan Indonesia dan ini mungkin kesepakatan terbaik sejauh ini. Pertama, ada pada ekspor AS ke Indonesia. Kedua, 19% tarif pada Indonesia yang mengekspor ke AS. Indonesia membuka semua pasar untuk AS untuk pertama kalinya dan ini adalah paket besar dengan 218 juta orang. Pertama, Indonesia akan membeli 15 juta (dolar) yang terburuk dari AS, 4,5 miliar (dolar) di bidang pertanian, ditambah 50 tempat. Jujur ini yang terbaik yang bisa dilakukan, bahkan lebih baik dari BMA yang 20% tapi tidak seperti 50% ekspor dari Cina, 90% cukup untuk transshipment Cina melalui Indonesia."

Ini video dari orang Vietnam, Guys. Jadi, lagi-lagi bukan gua yang ngomong, tapi rakyat mereka sendiri sangat ketakutan. Karena menurut mereka, kesepakatan tarif sebesar 19% ya buat Indonesia itu ini kesepakatan yang sangat bagus. Ini adalah kesepakatan terbaik, bahkan lebih baik daripada tarifnya Vietnam yang 20%. Jadi, mereka sendiri panik. Mereka sendiri mengakui Indonesia itu dapat kesepakatan yang jauh lebih bagus dibandingkan rakyat Vietnam. Dan rakyat Vietnam juga semakin menangis. Kenapa? Karena buat orang Vietnam, kalau mereka terima barang-barang dari Cina namanya transshipment, orang Vietnam itu bakal kena tarif ekstra 40% dari Donald Trump.

Nah, kenapa menurut orang Vietnam ya Indonesia itu dapat kesepakatan terbaik, kesepakatan bagus dibanding Vietnam? Karena buat Indonesia ternyata kalau Indonesia transshipment barang-barang Cina, jadi barang dari Cina masuk ke pelabuhan Indonesia, pengemasan ulang atau ada nilai tambah di situ, masuk ke Amerika Serikat, itu tidak disebutkan tarifnya berapa sama Donald Trump. Tapi kalau kesepakatannya Vietnam dengan Donald Trump, kalau kedeteksi ada barang buatan Cina yang dikirim dari pelabuhan Vietnam, akan kena ekstra lagi tarif 40%. Jadi, menurut orang Vietnam sendiri sebetulnya Indonesia itu jauh lebih bagus dibandingkan kesepakatannya Vietnam. Wah, menarik nih. Jadi, makin banyak ya orang bule, orang luar negeri yang memang mengakui tarif kita itu jauh lebih unggul dibanding kompetitor. Makanya lu harus bertanya-tanya ya, kenapa media-media nasional masih banyak tuh yang berbicara tarif dagang ini seolah-olah Indonesia dirugikan atau apa pun. Itu narasi-narasinya gua pikir kok pembodohan publik jadinya nih. Ini enggak benar sih menurut gua. Harus dilawan sih karena ya objektiflah. Kalau kita dalam posisi yang diuntungkan ya kita harus dukung. Kalau kita dalam posisi dirugikan ya kita harus tolak dalam kasus ini. Perang dagang ini gua sih yakin kita diuntungkan dan lu sudah bisa lihat itu kelihatan. Pasar itu nyata. Pasar langsung merespons. Jadi, teman-teman lihat IHSG di Indonesia tambah naik atau tambah turun? Gua yakin akan tambah naik karena Indonesia diuntungkan di perang dagang ini.

Jadi, satu ketakutan terakhir yang disebutkan nih sama orang ini. Dia juga bertanya-tanya nih, apakah dengan tarif 19% cukup untuk menghentikan Cina melakukan transshipment di Indonesia seperti yang dilakukan di Vietnam? Kalau menurut gua enggak. Makanya gua sangat yakin ini akan makin banyak pabrik-pabrik dari Cina yang pindah ke Indonesia. Bahkan pabrik dari Vietnam sekalipun bisa jadi ikut pindah ke Indonesia. Kalau enggak, pabrik-pabrik Cina di situ bakal kena tarif 20% tarif Vietnam plus tarif 40% ke arah transshipment. Mereka bisa kena tarif 60% dibandingkan risiko itu bisa menyerang mereka, ya lebih baik pindah saja sekalian dari Vietnam ke Indonesia. Jadi, lu harus cermat ya kalau lihat ya Indonesia diuntungkan atau dirugikan. Karena faktanya Indonesia ya diuntungkan, Guys. Ya, dan seluruh dunia mengakuinya bahkan orang dari luar negeri sekalipun. Makanya lu kenapa bisa-bisanya ya masih kemakan omongan buzzer-buzzer, hater-hater itu. Bingung gua. Selanjutnya.

"Masih ada enggak susulan pengumuman Amerika Serikat tentang tarif 25% ke atas Malaysia? Banyak yang bertanya, apakah tarif ini sudah dimulai? Oke, tarif 25% ini hanya dimulai pada 1 Agustus 2025. Pada masa ini kita masih dikenakan tarif pada kadar 10%. Jadi, kita masih ada waktu untuk meneruskan perundingan dan mencapai persetujuan."

Oke, gua potong. Gua potong saja, Guys. Maaf banget nih, Guys. Ini gua potong saja karena gua enggak ngerti dia ngomong apa sih. Kayaknya dia enggak bisa bahasa Indonesia. Sedih banget gua lihat dia. Tapi gua persingkat saja lah. Dia mau bilang bahwa ya menurutnya Malaysia dalam bahaya karena Malaysia kena tarif 25%. Nah, Indonesia itu tarifnya jauh lebih rendah dari Malaysia. Kalau ini berlangsung terus dan Malaysia gagal berunding dengan Amerika Serikat, maka Malaysia ya bisa dirugikan. Yang dia bilang sekali lagi, bisa jadi pabrik-pabrik manufaktur makin banyak yang tutup dan pindah ke Indonesia.

Nah, yang menarik ya sebetulnya banyak pengamat, ahli ekonomi, profesor-profesor di Malaysia itu yang setuju juga bahwa Indonesia itu sangat diuntungkan, bahwa Malaysia itu posisinya sangat dirugikan. Dan mereka penasaran kayak si Tengku ini, dia juga bilang bahwa ya kalau Malaysia mau menang ya dia harus berikan apa yang Amerika inginkan. Kalau Amerika Serikat ingin A maka Malaysia harus beri A. Kalau Amerika ingin B maka Malaysia harus beri B. Nah, di sini kita bisa lihat memang Malaysia ini kemampuan negosiasinya sangat lemah lah. Makanya kalah sama Indonesia. Ya, kita harus akui nih Malaysia kalah bernegosiasi.

Makanya kalau seandainya ini terus berlarut-larut, lu jangan kaget. Kemarin gua bikin video tentang demonstrasi massal di Malaysia. Banyak orang enggak terima. Menurut mereka itu demonstrasi palsu lah. Demonstrasi pakai AI lah, AI gigi lo. Enggak. Itu beneran orang di sana demonstrasi ya karena kondisi ekonominya enggak tambah baik tapi tambah buruk. Bukti yang paling nyata apa? Simpel, gua ini investor. Lu lihat bursa efek Malaysia hari ini sejak awal tahun itu sudah minus 6% lebih. Bandingkan dengan bursa efek Indonesia sejak awal tahun detik ini malah positif, sudah naik 6% lebih. Ini kan bak bumi dan langit nih. Indonesia naik 6%, Malaysia anjlok 6%. Lu mau ngomong apa lagi? Ini bukti konkret bahwa memang ekonomi Malaysia makin anjlok dan dirugikan dengan perang tarif ini. Dan kalau mereka makin memperlambat, makin bodoh, dan tolol, tidak bisa negosiasi dengan Donald Trump, terserah lu mau berkomentar apa di kolom YouTube-nya Benix. Fakta berbicara. Bursa tidak bohong, pasar tidak bohong, Malaysia tambah anjlok. Kurang jika mereka tidak pintar bernegosiasi.

Makanya gua tidak heran ketika gua melihat Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim hari ini terbang ke Indonesia mau bertemu dengan Prabowo. Mau ngapain, main catur? Gua rasa tidak. Gua rasa dia minta bocoran. Dia mau berguru sama Prabowo. Gimana sih caranya ngomong sama Donald Trump? Gimana cara negosiasi dengan Donald Trump? Karena realitanya Malaysia, bahkan guru besar ekonomi, profesor-profesor di Malaysia memang sudah bilang pemerintahan Malaysia bakal jatuh kalau mereka tidak bisa belajar dan mendapatkan tarif yang lebih rendah dari Indonesia. Wah, ngeri banget nih, Guys.

Satu yang menarik ya dari orang Malaysia ya, para ahli-ahli ekonomi Malaysia, gua sempat ngobrol di telepon juga. Ini beda dengan netizen Indonesia. Netizen Indonesia banyak yang bodoh yang enggak pakai otak, main asal menyerang saja. Seolah-olah Indonesia dikadali sama Donald Trump. Tapi kalau kita lihat ya pandangan netizen Malaysia, gua juga enggak masukin di sini karena terlalu banyak ya. Mereka banyak bilang tercapainya kesepakatan tarif 19% Amerika Serikat dengan Indonesia. Kan Indonesia dibilang itu menggadaikan negara sama netizen Indonesia. Tapi menurut netizen Malaysia enggak. Orang Indonesia itu salah memahami pernyataan akses penuhnya Donald Trump. Sebetulnya yang Donald Trump inginkan, Paman Sam inginkan, itu bebas eksplorasi sumber daya alam. Akses penuh yang dimaksud Donald Trump itu adalah akses penuh yang paling hebat sepanjang sejarah Amerika Serikat. Karena sekarang sektor pertanian dari Amerika Serikat bebas masuk ke pasar Indonesia tanpa bea masuk. Ya, sekali lagi gua bilang, ada tidak ada perang dengan Donald Trump, Indonesia memang impor kacang kedelai. Indonesia memang impor gandum dari Amerika Serikat dalam jumlah yang sangat besar. Ada tidak ada Donald Trump. Dan sekarang kalau bea masuknya jadi 0%, ngomong-ngomong dari dulu juga memang sudah 0% ya, bisa jadi lebih murah lagi loh harga makanan di Indonesia. Jadi sebetulnya kita diuntungkan.

Tapi dasar ya banyak netizen di Indonesia itu buta. Mereka sudah tercuci otak dengan media-media propaganda asing ini. Sehingga mereka sibuk menghina hasil lobi perang tarif kita. Padahal ya realitanya negara lain cemburu dengan Indonesia. Filipina cemburu, Vietnam cemburu, Malaysia cemburu, bahkan profesor, guru besar ekonomi di universitas terbaik di Malaysia sampai membuat pernyataan di TV nasional. Dan lu enggak bakal pernah tahu informasi ini kalau lu enggak nonton saluran Benix bahwa ya Indonesia menang besar di sini. Indonesia menang besar, Amerika Serikat tergocek sama Prabowo. Donald Trump tergocek sama Prabowo. Amerika Serikat kalah sama Indonesia. Amerika Serikat mengalah duluan. Realitanya Donald Trump tergocek sama Prabowo.

Nah, menurut kamu gimana, Guys? Lu penasaran enggak sih video rahasia tentang bagaimana reaksi guru-guru besar ekonomi di Malaysia terkait perang tarif ini? Apa betul mereka cemburu? Apa betul mereka ingin banget belajar gimana sih cara negosiasi Indonesia sehingga bisa menang, mengadali, mengangkangi Donald Trump? Kalau lu penasaran, segera suka video ini. Begitu mencapai 24.000 suka, dalam 24 jam kita bakal rilis video khusus pernyataan guru besar ekonomi Malaysia bertekuk lutut mengakui kemenangan negosiasi dagang Prabowo. Kalau lu setuju kita bikin videonya segera. Pencet tombol suka di bawah ini.

Oke, Guys. Ngomong-ngomong, menurut lu sendiri gimana ya? Sebetulnya Indonesia diuntungkan apa dirugikan sih dengan perang tarif ini? Kalau narasi-narasi di media nasional pada bilang Indonesia dirugikan, kok faktanya banyak orang bule, orang Amerika sendiri bahkan yang bilang Amerika Serikat yang dirugikan. Yang benar mana? Menurut lu gimana? Yang benar mana? Sebetulnya siapa yang dirugikan, siapa yang diuntungkan? Yuk, segera tulis pandangan kalian di bawah ini. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat. Salam cuan. Sampai jumpa.

[Musik]

Ya.