Transcription
Seorang wanita sengaja memeluk suaminya erat. Tapi tak disangka ia langsung mengeluarkan pistol dan menembak suaminya terjatuh ke tanah dengan wajah yang tidak percaya. Wanita itu sendiri tampak sangat tenang.
Ternyata ia sudah menyadari bahwa ada seorang penembak jitu yang mengincarnya dari jarak jauh. Untuk menyelamatkan diri, ia harus membuat suaminya berpura-pura mati. Tak lama kemudian, seorang pembunuh wanita datang dengan mobil dan membuka tas untuk membersihkan mayat suami.
Wanita itu melihat kesempatan dan bergerak diam-diam ke arah titik buta penembak jitu. Ia kemudian merebut pistol pembunuh wanita dan menembaknya hingga tewas. Suara tembakan mendadak menarik perhatian penembak jitu. Ketika ia mencoba mencari wanita itu melalui teropong, ia tidak bisa menemukannya.
Sebelum penembak jitu bisa bereaksi, wanita itu sudah berdiri di depannya dan menembaknya hingga tewas. Saat itu juga suami wanita itu terbangun dan hampir terkejut melihat wanita tewas di depannya. Namun, rasa sakit di perutnya membuatnya melupakan ketakutannya.
Setelah mengingat kembali kejadian sebelumnya, suami itu ingat bahwa istrinya telah memberitahunya untuk berpura-pura mati karena istrinya akan menembaknya namun tidak di bagian vital. Ia juga ingat bahwa istrinya telah memintanya untuk beristirahat sejenak. Ketika istrinya kembali, mereka berdua langsung melarikan diri dari daerah yang berbahaya itu.