📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

[Full] Pesan Quraish Shihab untuk Prabowo: Berantas Korupsi dengan Prinsip Keadilan

KOMPASTV24:40

Transcription

Bapak, Ibu yang berbahagia.

Selanjutnya uraian hikmah Nusul Quran dengan tema mewujudkan Al-Qur'an sebagai rahmat alam semesta diakhiri dengan doa bersama oleh Prof. Dr. H. Muhammad Quraisyi Syihab.

Assalamualaikum. Bismillahirahmanirahmanirrahim.

Bapak Presiden yang kami muliakan, Bapak Wakil Presiden, Bapak-bapak, Ibu-ibu, hadirin sekalian.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Malam ini kita berkumpul untuk saling mengingatkan tentang turunnya Al-Qur'an atau lebih cepat dikatakan hadirnya Al-Qur'an adalah bagi dalam bahasa K Ya, sangat seimbang. Kata yaum hari terulang 365 kali sama dengan setahun. Bulan hanya terulang 12 kali. Hari-hari dalam bentuk jamak hanya terulang 30 kali. Padahal Al-Qur'an seringkali turun mendadak tanpa Nabi menantinya. Seimbang kata-katanya. Panas sama jumlahnya dengan dingin. Iman sama jumlahnya dengan kufur. Hari-hari dalam bentuk jamak hanya terulang 30 kali. Padahal Al-Qur'an seringkali turun mendadak tanpa Nabi menantinya. Seimbang kata-katanya. Panas sama jumlahnya dengan dingin. Iman sama jumlahnya dengan kufur. Asalihat kebajikan sama jumlahnya dengan keburukan. Dampak dari suatu kata seimbang pula. Banyak sekali bukti-bukti bahwa ini tidak mungkin ciptaan manusia. Apalagi Al-Qur'an menantang dan tantangannya sampai saat ini. Siapa yang meragukan bahwa Al-Qur'an bersumber dari Tuhan, maka silakan buat semacamnya. Walau hanya satu surah, yakni walau hanya tiga ayat Al-Qur'an.

Keseimbangan kata-kata yang digunakan Al-Qur'an itu mengajarkan kita agar kita pun hidup seimbang. Memang Tuhan menciptakan alam raya ini seimbang. Matahari dan bulan berjalan dengan peredaran yang sangat jitu dan teliti. Menarik bahwa posisi bulan terhadap matahari berhadapan oposisi tapi bulan menyerap dari matahari sinar. Kemudian dia pantulkan sinar itu ke bumi. Bisakah kita meniru bulan? Sebanyak yang dia terima, sebanyak itu pula yang dia beri? Kita diciptakan Allah berkeadilan. Seimbang jasmani kita. Seimbang jasmani kita dan rohani kita sama dengan keseimbangan perjalanan matahari dan bulan. Itu semua dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa hidup hendaknya hidup yang seimbang. Seimbang jasmani dan rohani, seimbang dunia dan akhirat dan seimbang segala sesuatu.

Menarik bahwa Al-Qur'an dalam memilih kata-katanya sangat teliti. Ketelitian yang dapat melahirkan aneka makna. Saya ingin memberi contoh. Ketika Allah berbicara tentang kewajiban puasa dinyatakannya, faman syahida minkumus syahra falyasu. Penggalan ayat ini mengandung paling tidak dua makna. Yang pertama, siapa di antara kamu yang hadir di tempat domisilinya? dan dia melihat bulan, maka hendaklah dia berpuasa. Makna kedua, siapa yang kamu di antara kamu yang menyaksikan bulan dengan pengetahuannya, maka hendaklah dia berpuasa. Yang satu dipahami dalam arti melihat bulan dengan mata kepala, yang satu lagi melihat bulan dengan pengetahuan. Dua-duanya benar walau berbeda. Allah ingin mengajarkan kita bahwa perbedaan itu adalah suatu keniscayaan. Tetapi perbedaan tidak perlu menimbulkan pertentangan. Kalau kemarin kita berbeda dalam berpuasa, terbuka kemungkinan yang tidak kecil, kita pun akan berbeda dalam berlebaran. Tapi perbedaan sama sekali tidak menimbulkan pertentangan. Perbedaan yang dikehendaki Al-Qur'an itu adalah sama dengan falsafat bangsa kita, Bhineka Tunggal Ika.

Bapak-bapak dan Saudara-saudara sekalian, banyak sekali yang dapat kita kemukakan yang berkaitan dengan Nuzulul Qur'an. Salah satu di antaranya yang saya ingin garis bawahi bahwa Al-Qur'an turun pada malam lailatul qadar. Lailatul qadar dilukiskan dengan salamun hiya hatta matlail fajr. Salam damai sampai fajar. Yang dimaksud dengan fajar adalah fajar kehidupan kita di hari kemudian. Apa artinya kalau damai itu hanya sampai fajar? Hari ini fajar adalah sampai kehidupan kita nanti. Kita ingin mewujudkan Al-Qur'an, memahaminya yang mengantar kita kepada kedamaian itu. Al-Qur'an yang diturunkan itu menjadi pedoman hidup bagi setiap kita. Dan dia hendaknya menjadi pangkalan tempat bertolak serta pelabuhan tempat bersau. Al-Qur'an alkarim yang diturunkan ini bertujuan memberi petunjuk untuk umat manusia. Bisa saja Al-Qur'an itu kita pahami hari ini dengan pemahaman sesuai dengan perkembangan masa kita, dipahami oleh masyarakat masa lalu sesuai dengan perkembangan mereka dan bisa saja dipahami oleh masyarakat akan datang dengan pemahaman dan sesuai dengan perkembangan mereka. Di situ salah satu keistimewaan Al-Qur'an.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan Saudara-saudara sekalian. Kemudian izinkan saya menggaris bawahi tentang makna salam damai itu. Allah Subhanahu wa taala mewajibkan kita mewujudkan kedamaian. Kedamaian bermula dari jiwa kita. Kedamaian yang dari jiwa ini keluar ke tengah masyarakat kita, ke tengah masyarakat dunia. Kedamaian adalah dambaan semua manusia, dambaan semua agama. Sedemikian penting kedamaian ini sampai-sampai Al-Qur'an menyatakan apabila musuh mengajar mengajak kamu untuk berdamai maka terimalah perdamaian itu. Kalau kamu khawatir mereka menipu kamu, maka jangan hiraukan Allah akan bersama kamu. Itu tanda bahwa kedamaian, perdamaian adalah dambaan dambaan Al-Qur'an. Dan itu sebabnya dia diturunkan pada malam lailatul qadr yang penuh dengan kedamaian itu. Kedamaian adalah perantara antara cinta dan benci. Dia bukan cinta, tapi bukan benci. Karena itu ucapan salam hendaknya diberikan sabda Nabi kepada yang Anda kenal maupun tidak kenal. Karena semua membutuhkan kedamaian, semua membutuhkan kasih sayang. Bahkan menurut Al-Qur'an yang berbuat jahil terhadap Anda, ucapkan padanya salama. Khatabahumul jahiluna qalu salama. Damai adalah bandaan. Menarik bahwa Al-Qur'an oleh Al-Qur'an dinyatakan yahdi bihillahuidwanahuamahdihimat mustaqim. Melalui Al-Qur'an Allah memberi petunjuk ke jalan-jalan kedamaian. Jalan kedamaian banyak. Lalu dari jalan-jalan kedamaian itu semua diantar menuju Asiratal mustaqim. jalan lebar yang luas. Kita bisa berkelompok-kelompok. Allah tidak melarang kita berkelompok. Yang dilarangnya berkelompok dan berpecah belah. Wala takunu kalladzina tafarraqu waktalafu. Kelompok-kelompok bisa melahirkan perlombaan. Allah menjanjikan yang mengikuti jalan-jalan kedamaian akan diantar oleh Allah menuju asiratal mustaqim. Siratal mustaqim itu adalah jalan lebar yang lurus, jalan tol. Kalau Anda mengikuti jalan damai, Anda diantar Tuhan ke jalan tol, jalan bebas hambatan, jalan yang lebar, semua dapat berjalan di sana tanpa senggol-menyenggol dan karena semua bertujuan yang sama. Itu Al-Qur'an yang diajarkan dan diperintahkan kepada kita untuk melaksanakan tuntunan-tuntunannya.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan Saudara-saudara sekalian. Kita dalam hidup ini pasti mengalami pasang su, pasti ada ujian-ujian yang kita hadapi. Ujian itu berat, Bapak Presiden. Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin berat ujiannya. Nabi dan Rasul adalah yang paling berat ujiannya. Sampai-sampai Al-Qur'an menyatakan jannahumina minqlikumzilta amanu mau matasullah. Apakah kamu mengira kamu akan masuk surga tanpa diuji? Pasti ada ujian. Rasul-rasul dan umat-umat beriman sebelum ini telah digoncang, diuji dengan berbagai ujian. Sampai-sampai Rasul berdoa pada Tuhan, "Ya Allah, kapan datangnya kemenangan ini?" Yakinlah bahwa kemenangan pasti datang. Kita di hidup dengan ujian. Demikian tuntunan Al-Qur'an.

Hadirin sekalian, dalam konteks perbedaan itu pasti dalam perbedaan dituntut pengorbanan. Rasul sallallahu alaihi wasallam dalam perjanjian Hudaibiyah demi mencapai perdamaian, beliau bersedia menghapus tujuh kata dari rencana naskah perjanjian. Tujuh kata yang sangat penting. Bismillahirrahmanirrahim. Oleh kaum musyrik hapus ini. Kami tidak kenal arrahman dan rahim. Muhammad Rasulullah, kami tidak akui engkau Rasulullah. Rasul bersedia menghapul tujuh kata itu. Tujuh kata yang serupa itulah yang pernah dihapus oleh pendiri bangsa ini dari naskah piagam Jakarta. Melaksanakan syariat Islam bagi pembeluk-pembeluknya. Kita hapus demi perdamaian. kita hapus demi persatuan. Itulah tuntunan Al-Qur'an yang diajarkan kepada kita.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan Saudara-saudara sekalian. Kalau kita berkata perdamaian, perlu diingat bahwa kita ingin damai, tapi kita tidak ingin mengorbankan keadilan. Kita ingin damai, tetapi keadilan pun hendaknya kita tegakkan. Dan ketika menegakkan keadilan, Al-Qur'an berpesan, "Jangan sampai kebencianmu kepada satu kaum menjadikan engkau tidak berlaku adil."

Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara sekalian, banyak definisi keadilan. menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, memberikan pemilik hak-haknya dengan cara yang terbaik dan tercepat. Dan ada lagi satu ketika Plato berdiskusi dengan filosof-filosuf pada masanya, ada yang memberi definisi keadilan. Katanya keadilan adalah keberpihakan kepada yang kuat. Platoh tidak setuju. Tapi sebagian ulama Islam setuju hanya Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian. Persetujuannya dikaitkan dengan sambutan Sayidina Abu Bakar waktu pelantikan beliau sebagai pemimpin umat Islam. Sambutannya berkata demikian. Singkatnya saya bukan orang yang terbaik di antara kamu. Kalau saya benar, bantu saya. Kalau saya keliru, luruskan saya. Baru dia katakan, "Yang kuat di antara kamu lemah di sisiku sampai aku mencabut hak orang lain yang diambilnya. Yang lemah kuat di sisiku sampai aku mengembalikan haknya kepadanya yang diambil oleh yang kamu namai kuat." Bapak Presiden, kalau ini kita terapkan, keadilan dan kedamaian akan tercapai. Niat Bapak untuk memberantas korupsi dapat dilakukan dengan adil melalui pemahaman Sayidina Abu Bakar.

Hadirin sekalian, saya tidak ingin berpanjang-panjang. Saya berterima kasih diberi kepercayaan untuk berbicara dan menyampaikan apa yang saya rasa perlu kita sadari bersama. Saya ingin berdoa yang pertama buat Bapak Presiden. Pak, saya punya guru, Pak. namanya Syekh Mutawalli Sya'rawi. Beliau pernah berdoa pada Presiden Mesir. Doanya dimulai dengan kalimat kekuasaan bersumber dari Tuhan. Tidak ada yang diberi kekuasaan kecuali atas kehendak Tuhan. Baik penguasa itu jujur mengikuti tuntunan Tuhan maupun penguasa itu durhaka. Semua kekuasaan bersumber dari Tuhan. Baru beliau berkata, "Dan ini saya yang dan ini yang saya ingin doakan buat Bapak." katanya, "Saya tidak tahu. Boleh jadi kita tidak akan bertemu lagi. Saya hanya bisa berdoa kalau yang mulia adalah takdir kami rakyat." Dalam arti Tuhan mentakdirkan yang mulia untuk melakukan kegiatan yang mensejahterakan rakyat. Maka kami berdoa semoga kami dapat membantu Bapak. Tapi kalau Bapak, kalau yang mulia katanya adalah menjabat jabatan ini karena takdir yang mulia untuk membantu menegakkan keadilan dan perdamaian, maka kami akan berdoa semoga yang mulia dibantu Tuhan dan kami akan ikut membantu. Itu doa kami kepada Bapak dan Bapak-bapak sekalian.

Mari kita berdoa bersama. Doa yang singkat yang diajarkan oleh Nabi, yang dibaca oleh Nabi setiap habis salat. Allahumma antasam waminkasam wailaika yaudusam ahyinaana balam wailnal jann daram. Ya Allah, Engkaulah yang maha damai. DariMu bersumber kedamaian. Kepada-Mu kembali kedamaian. Ya Allah, hidupkanlah kami dalam kedamaian dan masukkanlah kami kelak di surga-Mu, surga yang penuh dengan kedamaian. Wahai Tuhan penyandang kemuliaan dan keagungan. Amin. Amin. Amin ya rabbal alamin.

Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Waalaikumsalam warahmatullah.

[tepuk tangan] [tepuk tangan]

Bapak, Ibu yang kami muliakan. Selanjutnya marilah kita simak bersama sambutan Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto.