📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

Konsultasi Syariah Akidah Tanya Jawab Bersama Ust. Dr. Maulana La Eda, MA

Dewan Syariah Wahdah Islamiyah1:03:04

Transcription

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kedengaran Ustaz Fadli?

Jelas, Ustaz. Alhamdulillah. Bagaimana kabarnya, Ustaz?

Masyaallah. Alhamdulillah. Tiib. Baik. Alhamdulillah. Iya. Alhamdulillah.

Baik, para pemirsa, ikhwan dan akhwat, Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang ingin berkonsultasi nanti bisa setelah kita menyampaikan materi pengantarnya atau melalui ee room Zoom.

Adapun tema yang akan dibahas pada malam hari ini yaitu fikih asmaul husna mengenal makna Al-Ghalib dan Annasir. Ya, tidak berlama-lama langsung kami berikan kesempatan kepada ustaz kita menyampaikan materi pengantarnya. Fatafadol masur. Silakan Ustaz.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Waalaikumsalam. Alhamdulillahi rabbil alamin. Alhamdulillahilladzi nahmaduhu wastainuhu wastagfiruh w naudihi min syururi anfusinaati a'alina yahdillahu fala mudillalah w yudlil fala hadiyaalah. Wa ashadu alla ilaha illallahu wahdahu la syarikalah wa ashadu anna nabiana muhammadan abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli wasallim alaih wa ala alihi wa ashabihi wa atbaihi ila yaumiddini. Amma ba'.

Para hadirin dan hadirat sekalian yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa taala. Alhamdulillah pada kesempatan yang berbahagia ini kita kembali berjumpa lagi dalam kajian Asmaullahil Husna, nama-nama Allah Subhanahu wa taala yang terindah. Pada kesempatan ini insyaallahu taala kita akan mengkaji dua nama Allah. Yang pertama Al-Ghalib dan yang kedua Annasir. Yang pertama Al-Ghalib dan yang kedua adalah Annasir.

Dalam kehidupan kita, kita mesti mendapatkan dua hal. Kadang kita mendapatkan kemudahan, kadang kesulitan. Kadang kita mendapatkan kebahagiaan dan kadang mendapatkan kesedihan. Hal ini semua merupakan takdir yang Allah Subhanahu wa taala tetapkan kepada para hamba-hambanya. Dan takdir ini, takdir ini mesti Allah Subhanahu wa taala turunkan kepada para hamba-hamba. Baik para hamba tersebut suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, takdir tersebut pasti Allah Subhanahu wa taala akan berikan kepada para hamba-hamba.

Kalau ada orang yang tidak suka dengan kebahagiaan kita, baik iya atau tidak mau dia ingin kita bahagia atau tidak bahagia, kalau Allah berkehendak agar kita bahagia, maka Allah pasti akan memberikan kita kebahagiaan. Sebaliknya kalau kita tidak suka diberikan kesulitan, tetapi Allah Subhanahu wa taala menginginkan kesulitan untuk kita sebagai ujian cobaan untuk kita, apakah kita bisa bersabar atau tidak, maka Allah pasti akan menurunkan. Jadi semua hal yang ada di dunia ini kalau Allah sudah takdirkan, Allah pasti akan menimpakannya kepada kita. Baik kita mau atau tidak mau, baik kita baik kita tidak, baik kita suka atau tidak suka. Inilah yang merupakan konsekuensi sifat Allah Subhanahu wa taala Al-Ghalib.

Dan ini Allah Subhanahu wa taala sebutkan dalam surah Yusuf Alaih Salam. Bahkan satu-satunya nama Allah Al-Ghalib itu disebutkan oleh Allah dalam surah Yusuf. Kenapa? Karena dalam surah Yusuf ini, para hadirin dan hadirat sekalian, dalam surah Yusuf ini terdapat tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu wa taala yang semuanya kalau kita simpulkan tanda-tanda kebesaran Allah dalam surah Nabi Yusuf Alaih Salam ini kalau kita simpulkan maka semuanya bermuara pada sifat Allah atau bermuara pada nama pada nama Allah Al-Ghalib. dan bermurah pada sifat Allah. Al-Ghalabah.

Apa itu Al-Ghalib? Al-Ghalib adalah dia yang menetapkan, yang menurunkan penetapan takdir, yang menurunkan seluruh hal yang dia takdirkan. Baik kita mau atau tidak mau, baik kita suka atau tidak suka. Kalau Allah sudah menetapkan meskipun seluruh manusia berkomplot untuk ya menghalangi dan menghalangi dan tidak menghendakinya, Allah ya pasti akan merealisasikan hal tersebut. Inilah yang terjadi dalam surah Yusuf alaih salam. Wallahuak. Ketika saudara Nabi Yusuf Alaih Salam membuang Nabi Yusuf ke semua dengan tujuan agar kehidupan Nabi Yusuf terlutal-luta. Tetapi Allahu galimun ala tapi Allah maha menetapkan takdir. Saudara-saudara Nabi Yusuf alaihi salam menginginkan Yusuf hidup terhina bahkan menginginkan dia tewas tapi Allah menakdirkannya. Allah Subhanahu wa taala kemudian menakdirkan agar Yusuf hidup di sebuah istana. Di sebuah istana.

Saudara-saudara Nabi Yusuf Alaih Salam ketika membuang Nabi Yusuf, tujuan mereka apa? Tujuan agar ayah mereka mencintai mereka. Tetapi Allah berkehendak lagi. Allah berkehendak lagi. Ternyata pembuangan Nabi Yusuf Alaih Salam tidak membuat ayah mereka ya mencintai mereka. Bahkan Yakub semakin benci dengan mereka. Ini menunjukkan sifat Allah Subhanahu wa taala Al-Ghalabah. Bahwa kita ini walaupun berkehendak dengan kehendak yang yang besar, walaupun berusaha dengan usaha yang besar. Kalau Allah menetapkan bahwa usaha kita itu gagal, itu pasti akan gagal. Karena apa? Karena Allah g algarana Allah maha kuasa dalam menetapkan takdirnya secara paksa kepada manusia.

Oleh sebab itu dalam usaha kita, dalam upaya kita hendaknya tidak melupakan doa. Dalam upaya kita hendaknya tidak melupakan tidak melupakan doa. Karena doa ini merupakan hal yang bisa mengubah takdir Allah Subhanahu wa taala. Karena doa ini bisa mengubah takdir Allah Subhanahu wa taala. Oleh sebab itu dalam seluruh upaya kita maka jangan melupakan mel merupakan doa ya. Kenapa? Karena dengan doa ya kita mengakui bahwa Allah Subhanahu wa taala memang benar-benar maha menetapkan takdir. Allahu ala amrih wakin aksar y tib.

Jadi nama Al-Ghalib Allah Al-Ghalib ini cuma disebutkan satu kali dalam Al-Qur'an dan disebutkan dengan bentuk nakirah tanpa ada alif lam mim. Wallahu golbun ala amri. Hal ini menyebabkan para ulama rahimahullah berbeda pendapat. Apakah Al-Ghalib ini salah satu nama Allah atau bukan nama Allah hanya sekedar sifat? Tapi Albaihaqi dan beberapa ulama yang lain menyatakan bahwa Al-Ghalib ini merupakan nama Allah Subhanahu wa taala. Jadi Al-Ghalib adalah ya yang menetapkan atau yang mengirimkan penetapan takdir kepada kita. Baik kita mau atau tidak mau. Baik kita suka atau tidak suka. Itulah makna dari sifat Allah Al-Ghalib.

Adapun sifat yang kedua adalah sifat Allah Annasir. Sifat Allah Annasir. Apa itu Annasir? Annasir dari wazan fa'il bermakna fail. Yakni Annasir bermakna fail atau nasir, yaitu maha penolong. yang menolong hamba-hambanya. Itulah makna Annasir. Hal ini Allah Subhanahu wa taala sebutkan dalam beberapa ayat dalam Al-Qur'an. Nama Annasir ini bahwa Allah maha penolong Allah sebutkan dalam beberapa ayat. Di antaranya adalah firman Allah Subhanahu wa taala. Berpegang teguhlah dengan agama Allah Subhanahu wa taala atau berpegang teguhlah kembalilah kepada Allah karena Allah itu adalah pelindung kalian dan dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik memberi pertolongan. Juga firman Allah Subhanahu wa taala dalam surah Alfurqan. Cukuplah Tuhanmu itu sebagai pemberi petunjuk dan sebagai pemberi pertolongan.

Jadi Allah Subhanahu wa taala adalah mah pendiri. Allah Subhanahu wa taala menolong kaum mukminin dari musuh-musuh mereka. Allah Subhanahu wa taala menolong kita dari berbagai macam ee kesengsaraan, kesulitan. Allah Subhanahu wa taala ee menolong kita dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita. Itulah yang Allah Subhanahu wa taala ya istimewakan kepada orang-orang yang berim dan itu merupakan janji Allah Subhanahu wa taala. inna lanu ya kata Allah sesungguhnya kami ya menolong orang-orang yang beriman bahkan dalam banyak ayatnya ee Allah mengisyaratkan kalau kita membantu agamanya maka Allah akan membantu kita kalau kita konsisten dengan agamanya maka kita maka dia akan membantu kita ya aina amanuahukumit kalau kalian menolong agama Allah maka Allah pasti akan menolong kalian Ini merupakan janji Allah Subhanahu wa taala.

Oleh sebab itu, pertolongan dari Allah Subhanahu wa taala merupakan karunia terbesar bagi seorang pertolongan. Pertolongan dari Allah Subhanahu wa taala kepada seorang hamba merupakan karunia terbesar. Hanya saja dalam persoalan pertolongan Allah ini kadang kita harus bersabar terlebih dahulu. Kenapa harus bersabar terlebih dahulu? Karena Allah ingin melihat kesabaran kita. Allah ingin melihat kesabaran kita. Ya, karena kita hidup di dunia ini untuk menempuh ujian dari Allah Subhanahu wa taala. Allah itu menciptakan kematian, menciptakan kehidupan ini. Tujuannya adalah agar dia menguji kita siapa di antara kita yang paling baik. Bahkan dalam Alquran Allah Subhanahu wa taala berfirman, ya. Kata Allah, "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja dengan ya bahkan bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja sementara mereka mengklaim saya beriman kepada Allah." tidak mungkin dibiarkan. Pasti mereka diberikan akan diberikan ujian oleh Allah Subhanahu wa taala. Siapa yang bersabar dengan ujian Allah maka Allah pasti akan memberikan pertolongan kepadanya. Tapi siapa yang tidak bersabar maka Allah Subhanahu wa taala akan ya tentunya tidak akan menolongnya dan akan dijerumuskan ke dalam ke dalam neraka.

Jadi kadang pertolongan dari Allah Subhanahu wa taala datangnya terlambat, kemudahan dari Allah datangnya terlambat. Tetapi di balik keterlambatan itu Allah Subhanahu wa taala menginginkan ya Allah Subhanahu wa taala ingin melihat kita bersabar atau tidak. Allah ingin menguji kesabaran kita. Makanya dalam hadis dalam ayat Al-Qur'an in maus faus. Sesungguhnya kemudahan itu datangnya bersama dengan kesulitan. Ya. Kemudian itu datangnya bersama dengan kesulitan. Dan juga dalam banyak hadis Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menyebutkan bahwa datangnya kemudahan dari Allah, datangnya pertolongan dari Allah itu kadang kita terlebih dahulu harus melewati rintangan dan tantangan. Dan ini sudah menjadi sunatullah. Sudah menjadi sunatullah dalam kehidupan kita se bahwa yang namanya kemudahan itu didapatkan setelah melewati kesulitan-kesulitan. Ya, itu semua merupakan ujian dari Allah Subhanahu wa taala. Kalau kita melewati ujian ini dengan kesabaran, maka Allah Subhanahu wa taala akan menolong kita. Allah Subhanahu wa taala akan memberikan pertolongan kepada kita semua.

Di antara pertolongan Allah atau konsekuensi dan turunan dari nama Allah Annasir. Bahwa Allah Subhanahu wa taala membinasakan musuh-musuh orang-orang yang saleh. Allah Subhanahu wa taala membinasakan musuh kaum muslimin. Hanya saja ya kaum muslimin harus bersabar. Harus banyak bersabar. Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Faklan akna bidak akna bidan." Setiap orang yang durhaka kepada Allah, Allah pasti akan azab dia dengan dosa-dosa. Ya Allah pasti akan azab dia dengan sebab dosa dosa-dosa. Tetapi azab Allah Subhanahu wa taala yang dia berikan kepada orang-orang kafir tidak mesti diberikan di dunia ini. Bahkan pertolongan Allah yang diberikan kepada kita semua. Tidak mesti pertolongan itu Allah Subhanahu wa taala berikan di dunia ini. Ini yang disalahpahami oleh banyak orang. Karena mereka mengira bahwa pertolongan Allah itu hanya ada di dunia. Tidak. Pertolongan Allah subhanahu wa taala bisa saja Allah tunda di akhirat kelak. Bahkan kebanyakan pertolongan Allah itu Allah tunda di akhirat kelak. Ya. Kenapa? Karena memang dunia ini adalah tempat kita menempuh ujian. Dunia adalah tempat kita menempuh ujian. Adapun balasan amalan kita, pertolongan Allah yang menjadi balasan amalan kita itu. Allah tidak janji, tidak berikan janji. Dia akan memberikannya di dunia, tapi dia berjanji pasti ia akan berikan di akhirat. Karena dunia ini merupakan tempat kita menempuh ujian dan bukan tempat kita untuk mendapatkan balasan dan pahala. Satu-satunya tempat untuk kita mendapatkan balasan dan pahala dari Allah adalah akhirat.

Oleh sebab itu ya kadang kita salah pahami bahwa ya pertolongan ini hanya di dunia atau azab dan ya siksaan kepada orang-orang kafir itu di dunia. Tidak. Ya bisa saja Allah Subhanahu wa taala tunda di hari kiamat dan penundaan Allah di hari kiamat itulah penundaan yang terbaik. Penundaan Allah di hari kiamat itulah penundaan yang terbaik. Kenapa? Karena kalau Allah menunda sesuatu pada hari kiamat itu artinya dos ya pahalanya akan semakin besar ya. Pahalanya akan semakin besar dan kalau itu dosa maka dosanya juga akan dilipat semakin banyak dilipat gandakan. Makanya sebagian salaf rahimahumullahu taala ketika berdoa sebagian mereka lebih mengharapkan doa mereka tidak doa mereka tidak langsung dikabulkan oleh Allah. Mereka mengharapkan agar doa mereka disimpan oleh Allah pada hari kiamat kelak. Karena dalam Musnad dalam Mustadrak alhakim dari riwayat Abi Said alkudri radhiallahu anhu ya bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengatakan bahwa doa itu pengabulan doa itu ada tiga jenis. Yang pertama Allah kabulkan sesuai dengan permintaan kita. Yang kedua, doa itu dijadikan oleh Allah sebagai tameng dari berbagai macam musibah. Yang ketiga, doa itu Allah Subhanahu wa taala akan jadikan sebagai tabungan pahala kita di hari kiamat. Makanya sebagian para salaf lebih menginginkan agar doa itu tidak usah dikabulkan oleh Allah. Ya, lebih baik doa itu dijadikan sebagai tabungan untuk dirinya di hari kiamat. Kenapa? karena penundaan doa ini yang kemudian berkonsekuensi menjadi pahala di akhirat itu lebih baik, lebih utama ya bagi kita semua.

Oleh sebab itu pertolongan Allah Subhanahu wa taala ia tunda di hari kiamat. Ya seperti yang terjadi misalnya pada saudara-saudara, kenapa Israil sampai sekarang belum diadap oleh Allah? Kenapa pilih ya ee masyarakat Gaza sampai sekarang diazab oleh Allah Subhanahu wa taala? Ya, kita ketahui bersama bahwa mereka yang meninggal maka pertolongan Allah Subhanahu wa taala akan menanti mereka di alam barzakh. Ya, mereka meninggal dalam keadaan syahid ya. Dan itu merupakan semuliaulia semulia-mulianya kematian pertolongan Allah Subhanahu wa taala akan mereka dapatkan di sana. Dan itu merupakan sebaik-baik pertemuan. Oleh sebab itu ya ee pertolongan Allah Subhanahu wa taala merupakan hal yang pasti bagi orang-orang yang beriman. Kalau tidak di dunia maka Allah Subhanahu wa taala akan menolong mereka di hari kiamat kelak.

Dan golongan yang seringkiali ditolong oleh Allah Subhanahu wa taala adalah atifah almansurah. Iya. At thaifah almansurah. Karena sirkel kaum muslimin ada tiga. Jadi kaum muslimin, umat Islam ini sirkilnya ada tiga. Sirkil pertama adalah sirkil umat Islam secara umum. Di sana ada ahli sunah, kemudian ada ahli bidah, ada Khawarij, ada Syiah, ya, ada Muktazilah dan sekte-sekte kaum muslimin semua mereka berkumpul dalam satu sirkel yaitu umat Islam. Lalu kemudian sirkel yang lebih kecil adalah sirkil ahlusunah wal jamaah. Cirkel yang yang lebih kecil adalah sirkil ahlusunah wal jamaah. Dan serikat ahlusunah wal jamaah ini telah dijadikan oleh Allah bahwa merekalah yang akan selamat. Sebagaimana dalam hadis yang populer ya Rasulullah bersabda umati bahwa umatku akan berpecah belah ke dalam 73 golongan semuanya dalam neraka. Semuanya diancam masuk neraka kecuali satu yaitu ahlusunah wal jamaah. Tapi dalam ya tubuh ahlusunah ada sirkil yang bernama Athaifah Almansurah. Jadi ada sirkel umat Islam, kemudian ada sirkel ahli sunah dan sirkel ketiga yang lebih kecil adalah atifah almansur. Serk yang lebih kecil adalah thaifah almansurah. Golongan yang di tolong oleh Allah subhanahu wa taala. Golongan yang dimenangkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Golongan yang ketiga ini adalah mereka yang berjihad dan berdakwah di jalan Allah. Mereka ini berjihad dan berdakwah di jalan Allah. Merekalah almansur. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah dalam Sahih Muslim. Ya, bahwa akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang tegak di atas kebenaran, yang tegak di atas dakwah kebenaran, di atas perjuangan kebenaran. Orang yang tidak mendukung mereka serta orang yang menentang mereka sama sekali tidak akan memberikan bayak kepada mereka. Kenapa? Karena Allah senantiasa menolong mereka. Allah senantiasa menolong mereka dan pertolongan Allah kepada mereka adalah merupakan pertolongan ya yang terbaik. Dan pertolongan Allah kepada mereka ada dengan ada dalam tiga jenis. Yang pertama Allah menyuksesan menyukseskan perjuangan mereka. Itu yang pertama. Yang kedua, Allah mewafatkan mereka di atas jalan perjuangan. Itu juga merupakan pertolongan Allah. Jadi ketika Allah mewafatkan kita di atas husnul khatimah, di atas dakwah, di atas ibadah, di atas jihad, maka itu merupakan pertolongan Allah Subhanahu wa taala. Dan pertolongan Allah yang ketiga adalah pertolongan yang terbaik itu Allah memasukkan mereka ke dalam surganya. Jadi ini ada tiga pertolongan. Ada tiga pertolongan sekaligus tiga kemenangan yang Allah Subhanahu yang Allah Subhanahu wa taala istimewakan kepada orang-orang yang berjihad dan berjuang di jalan Allah Subhanahu wa taala. Yaitu yang pertama kesuksesan dakwah dan perjuangan. Yang kedua adalah wafat di atas jalan Allah. Dan yang ketiga adalah masuk ke dalam masuk ke dalam surga.

Di antara konsekuensi makna anasir atau nama Allah an-nasir maha penolong dan sifat Allah yang suka menolong hamba-hambnya adalah bahwa kita sebagai hamba Allah Subhanahu wa taala mesti menolong sesama kita. Kita sebagai hamba Allah Subhanahu wa taala mesti menolong sesama kaum karena itu merupakan sifat Allah Subhanahu wa taala. Dan kita sebagai hamba Allah ya sebagai orang yang beriman dianjurkan untuk sedikit memiliki sifat Allah Subhanahu wa taala sedikit memiliki atau mengambil dari sifat Allah Subhanahu wa taala untuk kita jadikan sebagai karakter kita ya. Di antaranya adalah karakter an-nasir ya. menolong sesama muslim ya dan saya kira terkait dengan ya menolong sesama muslim ini merupakan kewajiban bagi kita semua ya al muslimu akhul muslim ya seorang muslim merupakan saudara muslim yang lainu ibadallahi ikhwan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara jadi marilah kita semua ya dengan konsekuensi nama Allah ini saling ya tolong-menolong dalam kebaikan watawan Ya, kalau ada pertanyaan dipersilakan.

Baik. Ee syukran jazakumullah khair kepada kami ucapkan kepada ustaz kita yang telah menyampaikan materi pengantarnya. Baik. Ee ini sepertinya ada pertanyaan yang masuk, Ustaz. Abi. Iya. Baik asal yakunu biliah. Masyaallah. Baik. Mau dijawab? Iya. Tak, Ustaz.

Bismillahirrahmanirrahim. Terkait dengan pengamalan sifat dari sifat-sifat Allah Subhanahu wa taala. Kita sudah sebutkan pada kajian-kajian sebelumnya terkait dengan urgensi. urgensi mempelajari nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu wa taala. Dan salah satu urgensinya adalah ya bahwa bagaimana kita me menurunkan sifat ini dalam kehidupan kita semua. Di antaranya adalah sifat misalnya sifat an-nasir Allah Maha Penuh. Di antara had yang kita bisa praktikkan dari nama Allah ini adalah bahwa kita harus banyak bersabar. Kita hanya kita harus banyak bersabar. Kenapa? Karena Allah pasti akan menolong kita. Ya, Allah akan menolong kita kalau dia melihat kita bersabar. Yang kedua, kita harus memiliki keyakinan kepada Allah bahwa Allah pasti akan menolong kita. Allah tidak akan pernah membiarkan kita walaupun kita sengsara. Tapi ketika kita berada di atas ketaatan, di atas perjuangan dakwah, di atas ibadah, di atas istiqamah, maka Allah pasti akan menolong kita. Sebagaimana pertanyaan Hajar kepada suaminya Ibrahim ketika Ibrahim meninggalkan Hajar dan anaknya Ismail di di Makkah yang tidak ada kehidupan. Hajar kemudian bertanya kepada Ibrahim, "Ya Ibrahim, man Allahu am Ibrahim, apakah Allah yang memerintahkanmu untuk menempatkan kami di tempat yang tidak ada kehidupan ini? Tidak ada air, tidak ada tanaman, tidak ada tumbuhan, tidak ada." Maka Ibrahim mengatakan, "Naam, Allahlah yang memerintahkan saya." Maka Hajar mengatakan, "Izan lan yudan." Kalau seandainya Allah yang memerintahkan maka saya yakin Allah tidak akan pernah menyenyiakan menyengsarkan kami. Allah pasti akan menolongkan. Maka terjadilah ya ya maka terjadilah karunia Allah Subhanahu wa taala berupa zamzam dan makmurnya kota Makkah almukar. Jadi keyakinan ya keyakinan selama kita berada di atas jalan istiqamah kita yakin bahwa Allah pasti akan membantu kita. Ya, misalnya kita berada di atas jalan istiqamah, siapa yang menyuruh kita istiqamah? Allah. Karena kita sedang melaksanakan perintah Allah, maka yakinlah bahwa Allah pasti akan menolong kita. Siapa yang menyuruh kita untuk menuntut ilmu? Allah. Karena kita berada di jalan yang Allah perintahkan, maka kita harus yakin bahwa Allah pasti akan menolong kita. Walaupun mungkin kita harus bersabar, kita harus melewati rintangan, ujian, kesengsaraan, dan sebagainya. Tapi Allah pasti akan menolong kita. Di antara praktik lainnya adalah bahwa ya kita harus tolong-menolong antara sesama muslim. Tadi kita sudah sebutkan bahwa kita harus tolongmenolong antara sesama sesama kaum muslimin. Wud ya. Dan ini merupakan turunan dari ya ee praktik sifat Allah Subhanahu wa taala an-nasir. Barakallahu.

Baik. Barakallahu fikum ustaz. Asalamualaikum. Ini pertanyaan dari Abdullahir ada lanjutannya, Ustaz terkait mungkin secara umum [Musik] apa mau ditambahkan, Ustaz?

Barakallah fik lanjut, Ustaz. Pertanyaan berikutnya. I silakan.

Iya. Ee pertanyaan berikutnya, Ustaz. terkait masalah ketaatan terhadap keputusan lembaga, apakah wajib atau berdosakah kalau tidak diikuti?

N baik. Hal ini kita sudah banyak dikaji ya dalam buku saya sudah dikaji juga dalam banyak kajian juga sudah dikaji ya. Intinya keputusan sebuah misalnya lembaga, sekolah, organisasi, yayasan, bahkan negara ya itu bisa berupa keputusan wajib. dan bisa berupa keputusan yang tidak wajib. Tayib. Apakah keputusan yang wajib ini berdosa kalau tidak ditaati? ini sudah saya jelaskan dalam buku saya di MRAB Tarbiyah ya dan juga di buku-buku yang lain tulisan-tulisan yang lain bahkan dalam beberapa kajian juga sudah dibahas. Tapi secara singkat bahwa kewajiban itu ada tiga jenis. Kewajiban itu ada tiga jenis. Yang pertama adalah kewajiban syariat atau alwajibu asyari. Apa itu alwajibus syari atau kewajiban syariat? Alwajibus syari adalah kewajiban yang diwajibkan oleh Allah dan Rasulnya. Kalau kita lakukan kita berpahala. Kalau kita tidak lakukan, maka kita berdosa. Ini alwajibuyu yang kedua adalah alwajibul urfi. Alwajibu alurfi. Alwajibul urfi adalah kewajiban. Kewajiban karena tuntutan budaya. Kewajiban karena tuntutan budaya. kewajiban tuntutan karena tuntutan budaya ini ya tentunya harus dilakukan tapi kalau kita tidak lakukan maka kita bisa berdosa dan bisa tidak berdosa. Ya, kalau kita menyelisihinya tidak artinya maka kita termasuk orang yang tercela. Hanya saja ketercelaan kita ini tidak mesti kita mendapatkan dosa. Tidak mesti ya. Misalnya seorang ustaz kalau berkhotbah itu di Indonesia kewajiban budaya kita kalau ada ustaz yang berkhotbah di Indonesia itu ya harus memakai songko. Harus memakai songkok itu kewajiban yang merupa menjadi tuntutan kebiasaan atau budaya. Apakah kalau saya naik berkhotbah lalu tidak memakai songkok menyelisihi itu? Apakah saya berdosa? Saya tidak berdosa. Tapi saya dianggap sebagai orang yang tercerah. Kenapa? Karena tidak ya mengikuti budaya masyarakat. Saya dianggap sebagai orang yang tercela. Bahkan akan di di ya diturunkan dari mimbar. Kenapa kamu berkhotbah tanpa memakai songkok? Itu namanya kewajiban ya alwajibul urfi atau kewajiban karena tuntutan budaya. Baik. Kewajiban jenis ketiga adalah alwajibu alistilahi. Alwajibu alistilah. Alwajib alistilah ini adalah kewajiban. I mungkin dalam bahasa Indonesianya kita bisa artikan kewajiban yang relatif ya. Kewajiban yang relatif. Apa itu kewajiban yang relatif? Ya, kewajiban ini adalah kewajiban yang disepakati bersama. Kewajiban ini adalah kewajiban yang disepakati bersama. Ada seorang guru mendaftar di sekolah untuk menjadi guru atau ya untuk menjadi guru atau mahasiswa pergi ke fakultas atau ke kampus mendaftar jadi mahasiswa. Ketika dia menjadi seorang dosen, menjadi seorang guru atau menjadi seorang mahasiswa, kampus akan mengeluarkan ketentuan dan keputusan. Anda telah diterima menjadi dosen. Tapi ingat, Anda wajib iya Anda wajib mengikuti ketentuan dan keputusan-keputusan kampus atau keputusan sekolah yang ditentukan. Anda harus tanda tangan. Iya. Tib. Apakah keputusan dan ketentuan ini wajib dilaksanakan atau tidak? Jawabannya wajib dilaksanakan. Selama Anda selama Anda berafiliasi atau bekerja atau berada di bawah naungan sekolah atau kampus atau yayasan tersebut, selama keputusan itu adalah keputusan yang wajib, maka Anda tetap wajib untuk mengikutinya. Kenapa? Karena Anda telah menunaikan janji kepada kepada ya kepada sekolah tersebut, kepada kampus tersebut. Anda telah menunaikan janji bahwa selama saya berada di bawah naungan yayasan ini, ormas ini, sekolah ini, maahad ini, kampus ini, maka saya berjanji untuk mengikuti keputusan yang wajib. Keputusan yang diwajibkan ini. Apa dalilnya? Dalilnya adalah sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, "Al muslimun aluruti dalam sunan Abi Daud, orang-orang muslim itu wajib melaksanakan syarat dan ketentuan yang telah mereka sepakati bersama." Karena itu merupakan bagian dari perjanjian. Bagian dari perjanjian. Jadi kalau keputusannya wajib, kalau keputusannya wajib kalau dilanggar maka akan berusa. Keputusan kita telah berakad dengan kampus. bahwa harus hadir jam 08.00 pagi. Harus hadir jam 8.00 pagi sudah di kampus. Nah, kalau kita bermalas-malasan ya tidak ya bermasan, terlambat tanpa uzur, maka itu termasuk dosa. Maka itu termasuk dosa. Walaupun dia secara syari ya tidak ada perintah Allah dan rasulnya secara langsung ya bahwa Anda harus sudah hadir jam .00. Tidak. Tapi dari mana dosanya? Karena keputusan dan ketentuan ini telah disepakati bersama. Ketika Anda melanggar ini, maka Anda telah melanggar janji dan syarat yang telah ditentukan bersama. Ya, ini kalau keputusannya bersifat wajib, maka harus diikuti ini selama Anda berada di bawah naungan kampus, sekolah, yayasan, ormas atau lembaga tersebut ya. Kalau Anda tidak mau ya berdosa ya lepaskan diri dari ikatan. Anda datang ke kampus mengatakan, "Saya tidak mau hadir jam 08.00." Ya. Ya. Mereka akan mengatakan, "Ya, ini sudah menjadi ketentuan ya, kewajiban ya supaya Anda tidak berdosa." Caranya apa? Kalau begitu karena saya tidak mau hadir jam 08.00, kalau begitu saya resa saya mengundurkan diri dari kampus ya supaya saya tidak berdosa ya. Ya, Kalau Anda berada di luar kesepakatan itu ya, maka Anda tidak berdosa. Tapi kalau Anda sudah masuk dan kemudian ee ada keputusan wajib yang harus dilaksanakan, maka itu harus diikuti, harus harus dilaksanakan. Kalau keputusan itu adalah keputusan yang wajib. Tapi kalau keputusan yang hanya berupa arahan, hanya berupa anjuran ya yang tidak ada ya apa namanya? pengharusan atau pengwajiban di situ, maka ya tidak berdosa kalau tidak diikuti. Barakallahu fikum. Dan kalau terkait dengan tentunya sekolah, keputusan wajib sekolah atau lembaga tertentu tentunya ini biasanya lebih ee lebih fleksibel ya, lebih fleksibel dan biasanya kalau ee kita ingin ya ee misalnya tidak melaksanakan beberapa keputusan ya tinggal melapor di bagian kampus, di bagian sekolah karena yang namanya keputusan itu ya biasanya fleksibel pada beberapa kondisi. fleksibel pada beberapa pers, tidak semuanya disikapi dengan penyikapan yang sama. Barakallahu fikum khair.

Baik. Eh, syukran, Ustaz. Barakallah fikum. Pertanyaan selanjutnya, Ustaz, dari Abu Aisyah. Alhamdulillah, Ustaz. Semoga Allah menjaga antun, menjaga antum dan kita semua. Bagaimana kiat kita menjaga ketakwaan kepada Allah di saat kita jauh dari orang-orang saleh.

Baik. Nah, yang pertama banyak. Iya. Ya, secara singkat yang pertama ya kalau bisa selalu dekat dengan orang-orang yang saleh. Selalu dekat dengan orang-orang yang saleh, bertetangga dengan orang-orang yang saleh. Ya, itu yang pertama. Yang kedua, memperbanyak mengamalkan amalan-amalan sunah. Memperbanyak mengamalkan amalan-amalan amalan-amalan sunah. Iya. Barakallahu fik. Ya, saya kira cukup ya dua saja. Iya.

Asalamualaikum, Ustaz. Pertanyaan selanjutnya dari saudari Nusaibah. Bismillah. Afwan, Ustaz. Apakah semua takdir bisa dirubah dengan doa?

Baik. Dalam sebuah hadis Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengisyaratkan bahwa kalau seandainya takdir itu bisa diubah, maka yang bisa mengubahnya hanyalah doa. Apa makna sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ini? Ibnu Qayyim rahimahullah dalam beberapa kitabnya menyebutkan dan juga para ulama yang lain bahwa takdir Allah itu ada dua. Yang pertama attqdir almubr yang kedua attqdir almuallaq. At-takqdir almubram itu adalah takdir yang tertulis di Lauh Mahfuz. Takdir ini tidak bisa berubah. Takdir ini tidak bisa berubah dan tidak ada yang tahu kecuali Allah Subhanahu wa taala. Takdir ini tidak berubah dan tidak ada yang tahu kecuali Allah Subhanahu wa taala. Takdir inilah yang tidak bisa diubah sama sekali. Tidak bisa diubah dengan doa, tidak bisa diubah dengan silaturahim, tidak bisa diubah dengan amalan-amalan yang lain. Baik. Lalu yang kedua adalah takdir alpa Apa itu takdir alm? Takdiran adalah takdir yang Allah Subhanahu wa taala sampaikan kepada para malaikat. Dan atakir almuallaq ini adalah takdir yang Allah Subhanahu wa taala sampaikan kepada para iya. Misalnya Allah Subhanahu wa taala mengatakan kepada para malaikat, "Orang ini akan dihilangkan dari musibah kalau dia berdoa. Orang ini pada hari ini dia akan ditimpa musibah. Tapi kalau ia berdoa, maka dia akan dihilangkan atau dihindarkan dari musibah." Ya, ini namanya takdir almallaq. Kenapa takdir muallaq? Takdir yang belum 100% ya terjadi. Karena yang namanya takdir itu tidak ada yang tahu kecuali Allah subhanahu wa taala. Sehingga Allah Subhanahu wa taala ketika mengambarkan takdir kepada malaikat, maka Allah menyebutkan takdir tersebut ya dengan apa? dengan versi yang malaikat sendiri tidak tahu. Yang malaikat sendiri tidak tidak tahu apakah yang terjadi ini atau ini. Malaikat sendiri tidak tahu. Karena Allah Subhanahu wa taala berikan takdir, sampaikan takdir kepada para malaikat dengan beberapa versi ya. Kalau dia akan sakit pada hari Jumat, tapi kalau dia berdoa kepada Allah maka dia tidak akan sakit. Jadi takdir yang bisa diubah dengan doa adalah takdir yang ada dalam catatan para malaikat. Yang ada dalam catatan para malaikat yang merupakan informasi dari Allah. Tapi informasi takdir dari Allah kepada malaikat ini adalah informasi takdir yang memiliki beberapa versi. Ya. Kenapa Allah memberikan mereka catatan beberapa versi? Karena yang namanya takdir itu takdir yang hakiki itu tidak ada yang tahu kecuali Allah Subhanahu wa taala. Dan Allah ingin agar ilmu tentang takdir ini hanya Dia yang tahu ya. Hanya Dia yang yang tahu ya. Jadi doa silaturahim dan amalan-amalan yang lain itu bisa mengubah takdir yang ada dalam catatan para malaikat. Adapun yang ada dalam ilmu Allah di Lauh almahfud, maka itu tidak bisa diubah. Hanya saja ya karena kita tidak tahu apa-apa, maka kita harus berusaha untuk menjadi orang yang saleh. Harus selalu berusaha taat kepada Allah. Jangan kemudian tiba di hari kiamat dan mengatakan, "Ya Allah, Anda telah menakdirkan saya untuk menjadi orang yang suka bermaksiat. Maka kenapa engkau menyiksa saya?" Ya, Allah akan menjawab Anda dan mengatakan, "Di dunia saya telah memberikan dua pilihan. Mau berusaha atau tidak. Mau berusaha atau tidak. Mau menjadi saleh atau tidak." Allah Subhanahu wa taala memberikan kita dua pilihan. Mau menjadi orang saleh atau tidak. Mau bertaat atau bermaksiat. Ya, ketika kita memilih jalan maksiat maka itu artinya ya kita sendiri yang berkehendak untuk menjalani kehidupan dengan kemaksiatan. ya pada atau ya saya kira juga pada pertemuan lalu saya sudah contohkan seperti seorang guru. seorang guru ketika di awal ya ketika dia mengajar murid-muridnya di awal ee semester misalnya, ketika dia mengetes murid-muridnya ya, dia tahu ya, bahwa muridku yang si A ini, dia sudah tahu bahwa murid si A ini gagak akan gagal ya nilainya pasti akan gagal. Kenapa? Karena guru sebelumnya sudah sudah paham ya dengan psikologi para murid, dengan karakter para murid, dengan kecerdasan para murid. Dia akan pastikan. Lalu kemudian guru tersebut memberikan pilihan kepada murid tersebut. "Wahai sang murid, saya berikan pilihan kepada Anda. Mau rajin belajar atau tidak? Mau rajin belajar atau atau tidak?" Ketika si murid tersebut tidak rajin belajar dan setelah nilai semester muncul dia kemudian gagal, si murid tersebut tidak boleh berdalil berdalih kepada gurunya. "Wahai guru, guruku kamu telah mengetahui bahwa saya akan bersih. Kamu telah sejak awal sudah mengancang-ancang untuk merosikkan saya." Gurunya akan mengatakan saya telah memberikan Anda pilihan. mau rajin belajar atau tidak, tapi Anda malah memilih memilih untuk tidak rajin. Itu salah satu analogi untuk terkait dengan takdir ee Allah Subhanahu wa taala. Baik. Barakallah fikum.

Baik. Ee pertanyaan selanjutnya, Ustaz, dari Saudara Dandi. Afwan, Ustaz, izin bertanya. Bolehkah memajang kaligrafi dalam rumah sebagai hiasan dinding seperti lafaz Allahu Akbar, Subhanallah, ayat kursi dan lain-lain.

Bismillahirrahmanirrahim. memanjang kaligrafi sebagai hiasan. Ya, kalau hanya sebagai hiasan, maka hukumnya makruh. Kalau hanya sebagai hiasan, maka hukumnya makruh. Kalau majang lafaz Allahu Akbar sebagai hiasan saja atau ayat kursi sebagai hiasan, maka itu hukumnya makruh. Tapi kalau dipajang untuk selalu mengingatkan kita dengan tujuan agar kalau kita melihatnya kita langsung bisa berk atau ketika melihatnya kita langsung bisa membacanya ya agar atau dipajang agar anak-anak kita bisa membacanya dan menghafalnya maka itu ya dibolehkan tent maka itu dibolehkan. Yang ketiga, kalau dipajang sebagai jimat, maka ini diharamkan ya. Kalau dipajang sebagai jimat dan dengan keyakinan bahwa tulisan itu akan ya menjadi pelindung kita dari musibah, akan menjadi pelindung kita dari kemaksiatan, akan menjadi pelindung kita dari kebakaran. Nah, maka itu merupakan hal yang yang halal. Jadi yang pertama ya hukumnya makruh kalau sebagai hiasan. Yang kedua, hukumnya boleh kalau dengan tujuan sebagai pengingat agar kita berzikir dan agar kita bisa membacanya dan menghafalnya dengan sekedar melihat. Ya, artanya sebagai ee bahan pengajaran bagi kita. Adapun yang ketiga, kalau dijadikan sebagai jimat maka itu hukumnya hak ya. Karena ada sebagian orang yang yang memajangnya sebagai jimat ya dengan tujuan agar tidak kebakaran, dengan tujuan agar tidak terkena musibah, dengan tujuan yang lain-lain agar dapat mendatangkan rezeki. Padahal ya tidak ada kaitannya antara menimpelkan hal-hal ini dengan rezeki, tidak ada kaitannya dengan musibah. Tidak ada. Barakallahallah.

Ustaz, pertanyaan selanjutnya dari saudari Rahma. Afwan, Ustaz, ee bagaimana hukumnya memberikan selamat atas pernikahan agama lain, Ustaz? Kebetulan kami punya teman SMA akan menikah, Ustaz. Syukron atas jawabannya.

Mengucapkan selamat kepada nonmuslim pada hal-hal yang bersifat keduniaan itu telah dibolehkan oleh para ulama. misalnya dia menjadi seorang profesor, silakan diberikan selamat. Itu merupakan hal yang hal yang dibolehkan. Misalnya dia dalam pernikahan, dalam kasusnya ini adalah pernikahan, silakan diberikan selamat ya dan didoakan ya diberikan selamat dan didoakan semoga misalnya bisa ya masuk Islam dan sebagainya itu dibolehkan ya misalnya dia mendapatkan kesuksesan silakan diberikan islam. Adapun terkait dengan larangan selamat kepada nonmuslim adalah terkait dengan ya perayaan keagamaan mereka ya. Karena karena ini sudah sudah menyasar persoalan agama, sudah menyasar persoalan al-Haq dan al-Batil, menyasar persoalan keimanan dan kekufuran. tentunya tentunya kita tidak dibolehkan untuk memberikan selamat mere memberikan ucapan selamat kepada mereka terkait dengan persoalan keimanan dan kekufuran. Tapi kalau hanya terkait dengan pernikahan, terkait dengan kesuksesannya, akademiknya, terkait dengan ee bisnisnya, maka itu dibolehkan dalam Islam. Baik.

Barakallah. Baik, Ustaz. Eh, pertanyaan selanjutnya, Minadik, Ustaz. Bagaimana sikap yang seharusnya dilakukan seorang muslim jika mencintai seseorang?

Baik, ini pertanyaan yang umum ya. Mencintai seseorang Tib. Kalau seandainya ini pertanyaan Subhanallah. ambigu. Apakah mencintai misalnya sahabat atau mencintai lawan jenis? Kalau seandainya mencintai sesama muslim misalnya mencintai sahabat kita i mencintai sahabat kita, maka Rasulullah sudah memberikan ee memberikan ee apa? petunjuk. Bagaimana kalau Anda mencintai seorang muslim ya, mencintai sahabat Anda, sahabat seperjuangan ya tentunya yang apa namanya ya sesama ya yang sejenis ya. Artinya kita punya teman perempuan, kita mencintainya sebagai seorang muslimah atau saya punya teman laki-laki saya mencintainya sebagai seorang muslim. Rasulullah sudah memberikan petunjuk kepada kita. Yang pertama adalah memberikan mengabarkan kepada dirinya bahwa kita mencintai. Iya. Sebagaimana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ketika didatangi oleh salah seorang sahabat yang mengatakan bahwa dia mencintai sahabatnya. Maka Rasul mengatakan, "Akbirhu ya." Informasikan kepada dirinya bahwa engkau mencintai ya. Informasikan kepada dirinya bahwa engkau mau mencintai. Itu yang pertama. Nah, yang kedua mendoakannya. Jadi, pertama kita informasikan bahwa kita mencintainya karena Allah. Yang kedua kita mendoakan. Kita mendoakan. I itu salah satu petunjuk atau sikap yang harus kita lakukan kepada ee sahabat yang kita cintai atau orang yang kita cintai. Adapun kalau yang ya kita cintai itu adalah lawan jenis. I. Maka ini juga tentunya memiliki ee penyikapan yang berbeda. Tentunya para ulama mengatakan atau para pakar mengatakan ee cinta dari awal, cinta dari awal mengenal seseorang maka itu bukan cinta. Tapi itu kekeguman. Iya. Itu kekuman. Misalnya, misalnya Anda misalnya mencintai ya, melihat seseorang, iya langsung suka, itu namanya kagum bukan cinta. Karena cinta itu merupakan hasil akhir dari sebuah interaksi. Baik. Nah, bagaimana kalau seandainya misalnya Anda mencintai atau kagum kepada lawan jenis, apa yang harus dilakukan? tentunya ini merupakan hal yang ya pertama ini hal yang lumrah ini hal yang yang lumrah ini hal yang lumrah artinya kita sebagai manusia manusia memang Allah berikan sifat i kadang menyukai lawan jenis apalagi lawan jenis itu misalnya sering bertemu dengan kita dan sebagainya ya apa yang harus kita lakukan yang pertama adalah ya yang pertama adalah berusaha tetap ya untuk menjaga hati, tetap berusaha untuk menjaga hati agar ya cinta tersebut tidak berubah menjadi bencana dan dan dosa. Itu yang pertama ya artinya cinta tersebut dipendam ya dipendam kuat-kuat ya dipendam kuat-kuat dan menjaga hati agar tidak berubah menjadi bencana dan dosa, tidak berubah menjadi ya ee hubungan yang terlarang. Itu yang pertama. Yang kedua, banyak berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala. Banyak berdoa kepada Allah subhanahu wa taala untuk menghilangkan perasaan tersebut. Terutama dalam salat. Terutama dalam salat. Bersujud kepada Allah. Berdoa agar Allah menghilangkan agar Allah menghilangkan perasaan tersebut. Itu yang kedua. Kalau seandainya ya, kalau seandainya sudah misalnya siap menikah, Anda tahu bahwa Anda siap menikah dan juga siap menikah, tidak ada problem. Ya, sampaikan kepadanya bahwa ya atau sampaikan kepada walinya misalnya iya atau kepada temannya atau kepada yang bisa mewakili bahwa saya si fulan ibn fulan. Iya. Misalnya ee terlanjur begini dan begini dan ingin menikah. Sebagaimana Khadijah radhiallahu taala anha ketika meminta Rasulullah untuk menikah dengan kalau seorang perempuan kepada laki-laki. Demikian pula sebaiknya kalau laki-laki kepada perempuan. Nah, ini lebih mudah. Itu lebih kalau laki-laki kepada perempuan itu lebih lebih mudah. Ya. Jadi yang pertama adalah berusaha untuk memendam hal ini dan kemudian ee ya memendamnya dan berusaha menjaga hati agar tidak berubah menjadi hubungan atau interaksi yang terlarang, pacaran dan sebagainya. Yang kedua, banyak berdoa kepada Allah agar dihilangkan perasaan ini agar agar dihilangkan. Yang ketiga, menjauhkan diri dari orang tersebut. Usahakan jauhkan diri dari orang tersebut. Iya, jauhkan diri dari orang tersebut. Ya, kalau misalnya ee foto di Facebook-nya banyak ya blokir saja ya. Ya, blokir saja atau Instagramnya blokir saja. Tidak usah lihat orang ya. Artinya menjauhkan diri ya. Kalau mampu ya misalnya sudah mengatakan saya siap untuk menikah dan dia saya tahu saya menikah ya silakan. Dia menempuh langkah-langkah syari yang sesuai. agama ya untuk ya ee menyampaikan niat pernikahan. Barakallahu fikum. Jazakumullah.

Ustazallahuikum. Eh pertanyaan terakhir mungkin Ustaz dari Saudari Naibah tadi meminta kejelasan. Apa bisa dikasih contoh takdir-takdir yang tidak bisa diubah, Ustaz?

Baik. Takdir yang tidak bisa diubah. Tadi kita sudah sebutkan ya. Takdir yang Allah Subhanahu wa taala simpan untuk dirinya sendiri di la almahfud itu tidak ada yang tahu kecuali Allah Subhanahu wa taala. Takdir apa yang tidak bisa diubah? Ya itu kita juga kita ya tidak ada yang tahu kecuali Allah. Iya. Contoh takdir apa yang tidak bisa diubah itu tidak ada yang tahu kecuali kecuali Allah. Yang tidak bisa diubah itu ya ya kalau bersoal berkaitan dengan yang masa mendatang tidak ada yang tahu. Ya. Adapun yang telah terjadi ya maka tentu tidak bisa diubah. Kita lahir dari orang tua kita mustahil bisa diubah ya. Iya. Kita mau saya mau mengubah ayah saya tidak mungkin ya. itu sudah terjadi. Jadi kalau sudah terjadi ya artinya sudah terjadi dari sunatullah maka itu tidak bisa diubah. Ya, saya lahir dari orang tua yang begini ya tidak mungkin saya mau ganti orang tua itu tidak bisa. Tapi untuk masa depan itu tidak ada yang tahu kecuali Allah. Tidak ada takdir yang yang bisa ya kita katakan bisa diubah atau tetap dan tidak bisa diubah. Itu semua berada dalam ilmu Allah Subhanahu wa taala. Baik. Barakallahu fikum.

Baik, Ustaz. Ahsanallah ilaikum. Ee kita ucapkan syukron wajakumullahu khairan atas ilmu yang bermanfaat ee diajarkan kepada kita semua. Semoga Allah subhanahu wa taala menjadikannya amal jariah, Ustaz dan menjadi pemurangan pemberat timbangan amal kebajikan ustaz kita di akhirat kelak. Dan juga secara umum kami ucapkan kepada seluruh peserta konsultasi syariah yang ikut berpartisipasi ya, ikut bermajelis. Semoga Allah subhanahu wa taala ee mengistikamahkan kita dan mempertemukan kita di lain waktu. Kita tutup dengan doa kafaratul majelis. Subhanakallahumik asadua ilahailla anta astagfirukahamdulillahabbil alamin. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Barakallah fikum. Masyaallah. Iya. Syukuran ustaz. Jazakumullah khair. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. So