Transcription
Langit yang tujuh dan bumi yang tujuh dalam satu genggaman.
Kemudian Allah berfirman, "Yaqul azza waalla anallah anar rahman, analik, analdam, anal mukmin, analimin."
Kemudian Allah mengatakan pada hari kiamat, "Sayalah Allah, sayalah arrahman, sayalah almalik, sayalah al-qudus, sayalah assalam, sayalah almukmin, sayalah almuhaimin."
Jadi, almuhaimin merupakan salah satu nama Allah Subhanahu wa taala. Almuhaimin seperti yang tadi kita sebutkan pertama bermakna maha menguasi. Inilah yang disebutkan oleh Ibnu Abbas radhiallahu anhu dan para ulama salaf. Mereka mengatakan almuhaimin adalah yang maha mengawasi makhluknya beserta amalan-amalan mereka. Subhanallah.
Juga kata para ulama, almuhaimin bisa bermakna maha meliputi semua informasi tentang makhluknya. Baik informasi yang tampak ataupun yang tidak tampak yang tersembunyi. Jadi maha meliputi sebagaimana yang disebutkan oleh Ass'di rahimahullahu taala. Beliau mengatakan, "Almuhaimin bermakna almut ala khil umur." Almuhimin adalah yang maha meliputi hal-hal yang tersembunyi, mengetahui semua hal yang tersembunyi dari diri kita dan yang tampak dari diri kita.
Lalu bagaimana konsekuensi pengetahuan kita terhadap nama Allah Almuhaimin? Bagaimana konsekuensi pengetahuan kita terhadap nama Allah almuhaim? Pengamalan. Kalau kita sudah mengetahui nama Allah Almuhaimin, apa yang harus kita lakukan? Yang kita harus lakukan adalah bahwa karena Allah Subhanahu wa taala maha mengawasi semua amalan kita, maka yang harus kita lakukan adalah senantiasa merasa bahwa Allah Subhanahu wa taala mengawasi diri kita, mengawasi semua amalan kita yang baik maupun yang buruk.
Dengan perasaan ini maka kita tidak akan berperilaku dan berbuat seenaknya. Sebelum kita berbuat kita akan berpikir bahwa Allah Subhanahu wa taala melihat saya. Sehingga ketika kita beribadah kepada Allah, ketika kita salat, maka kita akan salat dengan penuh ya dengan penuh kefokusan. Kita akan salat dengan salat yang paling indah. Kenapa? Karena Allah Subhanahu wa taala sedang melihat kita. Kalau kita bersedekah, maka kita akan bersedekah dengan cara yang lebih baik. Karena Allah melihat kita. kita ketika kita berzikir, kita akan berzikir dengan cara yang lebih khusyuk karena Allah melihat kita.
Inilah konsekuensi dari pengetahuan kita terhadap nama Allah almuhim. Ketika kita ingin berbuat dosa, kita harus berpikir terlebih dahulu bahwa Allah Subhanahu wa taala melihat diri salat sehingga kita akan menjauhi dosa. I kita akan menjauhi dosa. Dan ini disebutkan dalam masyaallah salah satu nasihat Hatim al-Aswam rahimahullahu taala atau ulama yang lain bahwa beliau mengatakan ketika ditanya, "Wahai Hatim, apakah saya boleh melakukan sebuah dosa?" Apakah saya boleh melakukan sebuah dosa wahai Hatim? Hatim mengatakan, "Ya boleh saja Anda melakukan dosa." Silakan, tapi dengan lima syarat. Kata beliau, "Silakan Anda melakukan dosa, tapi dengan lima syarat. Kalau lima syarat ini Anda bisa penuhi, silakan melakukan dosa. Di antara syaratnya adalah silakan Anda berdosa, silakan Anda melakukan dosa, tapi di tempat yang Allah tidak melihatmu, di tempat yang Allah tidak mengawasimu." Ya, mustahil.
Ya, ketika mendengar syarat-syarat ini, lima syarat ini, maka orang tersebut mengatakan, "Kalau begitu saya tidak akan pernah melakukan dosa." Karena syaratnya sangatlah berat. Kata Hatim Alasam, di antara syaratnya adalah Anda boleh melakukan dosa, tapi jangan tinggal di bumi Allah Subhanahu wa taala. Anda boleh melakukan dosa, tapi di tempat yang tidak pernah diawasi, tidak akan mungkin diawasi oleh Allah. Kata orang tersebut, "Mustahil, mustahil saya melakukan sebuah dosa dan tidak dilihat dan diawasi oleh Allah. Kalau begitu saya tidak akan pernah berbuat dosa." Ini merupakan konsekuensi dari nama Allah almuhaim.
Dan di antara makna almuhimin yang kita sebutkan juga adalah yang meliputi segala hal yang tersembunyi. Dari sinilah i kita juga harus mengetahui, meyakini bahwa apa yang kita sembunyikan dalam hati kita berupa amalan-amalan yang buruk, hasad, dengki, riya, iri hati, sumah, maka semua itu diketahui oleh Allah subhanahu wa taala walaupun itu sangat tersembunyi karena Allah hua almuh Muhimin. Dialah almuhaimin yang meliputi segala hal yang tersebut. Sehingga ketika kita menyembunyikan sifat ria, ingatlah bahwa Allah mengetahuinya. Oleh sebab itu, kita harus mensucikan diri dari sifat R. Kalau kita menyembunyikan sifat hasad, ketahuilah bahwa Allah mengetahui. Sehingga pengetahuan ini akan mengantarkan kita pada pembersihan hati kita. bahwa walaupun saya menyembunyikan sifat hasad, dengki, makar, iri hati, kesombongan, Allah mengetahuinya. Sehingga saya wajib untuk membersihkan hati saya dari semua itu. Allah almuhaimin bermakna Allah mengetahui hal-hal yang tersebut.
Ketika kita ditimpa musibah, maka kita harus meyakini bahwa Allah almuhaimin. Allah mengetahui hal-hal yang tersebut. Seandainya Allah tidak Allah tidak memberikan musibah ini pada saya, mungkin saya akan menjadi orang yang sombong, mungkin saya akan menjadi orang yang tekab, mungkin saya akan menjadi orang yang sengsara. Tetapi ketika Allah memberikan saya musibah ini, Allah mengetahui bahwa ketika musibah ini menimpa saya, Allah mengetahui bahwa saya akan kembali kepadanya. Saya akan lebih bertakwa, saya akan lebih dekat kepadanya. Karena ada orang-orang yang ketika diberikan kekayaan, diberikan ee kemudahan oleh Allah, dia malah berubah menjadi sombong. Seperti Qarun ketika diberikan kekayaan oleh Allah berubah menjadi sungguh. Tapi ketika ditimpa musibah, kadang ada orang yang ditimpa musibah, dia kemudian kembali kepada Allah Subhanahu wa taala. Kenapa? Karena Allah lebih mengetahui mana yang lebih maslahat bagi diri kita. Allah lebih mengetahui mana yang lebih maslahat, mana yang lebih penting bagi diri kita. Apakah ditimpa musibah atau diberikan kekayaan dan kemudahan. Allah lebih mengetahui maslahat di antara kedua hal ini. Kadang Allah memberikan kita musibah demi menggantikan kita dengan yang lebih baik, demi mengganti musibah itu dengan yang lebih baik. Ya, seandainya Allah memberikan kita kemudahan, mungkin kita akan menjadi orang yang lebih sombong, yang lebih yang lebih bermaksiat kepada Allah. Allah lebih mengetahui mana yang lebih maslahat bagi diri kita. Allah almuhaimin. Itulah makna almuhaimin. Allah mengawasi, mengetahui, meliputi segala hal yang tersebut.
Oleh sebab itu, pengetahuan kita terhadap nama Allah Almuhaimin ini hendaknya memberikan kita tambahan keimanan sekaligus tambahan aman. bahwa apapun yang saya lakukan, baik yang tampak atau yang tersembunyi, apapun yang saya munculkan dari diri saya, baik yang saya ungkapkan atau yang sembunyikan yang saya sembunyikan dalam hati, semuanya diketahui oleh Allah Subhanahu wa taala. Sehingga kita tidak akan mengamalkan kecuali yang baik-baik. Kita tidak akan menyembunyikan yang dalam hati kita kecuali yang baik-baik. Kita tidak akan mengucapkan kecuali yang baik-baik. Karena Allah Subhanahu wa taala menguasi dengan ilmunya, menguasi kita semua.
Al-Ghazali rahimahullahu taala mengatakan bahwa nama Allah Almuhaimin mencakup tiga hal. Yang pertama, alilmu biahwali. Almuhaimin ini pertama unsur pertama dari nama Allah almuhaimin adalah mengetahui kondisi segala sesuatu. Allah mengetahui segala kondisi segala hal. Kondisi para malaikat satu-satu, kondisi manusia satu-satu, kondisi bahkan semut satu kondisi tanah. Walaupun satu butir tanah satu-satu satu butir tanah Allah mengetahui. Itulah makna dari almuhid. Unsur pertama Allah mengetahui segala sesuatu kondisinya. Ya Allah mengetahui segala sesuatu baik jenisnya, bentuknya, beratnya, warnanya, bahkan kondisinya. ya dari awal penciptaannya kemudian setelah penciptaannya kemudian apa yang akan terjadi Allah mengetahui semua itu yang pertama.
Unsur kedua adalah Allah subhanahu wa taala. Kuasa Allah Subhanahu wa taala kuasa untuk mengubah segala hal. Tadi unsur pertama Allah mengetahui segala hal. Yang kedua, Allah kuasa untuk mengubah segala hal. atau yang tidak kadang kita mengetahui sesuatu tapi tidak mungkin kuasa untuk mengubahi. Itulah kelemahan ee manusia, kelemahan makhluk.
Unsur ketiga, Allah Subhanahu wa taala senantiasa dan akan terus-menerus mampu untuk mengubah segala sesuatu. Ya, jadi unsur almuhaimin ini memiliki tiga unsur. Yang pertama adalah mengetahui kondisi segala sesuatu. Yang kedua, kuasa untuk mengubah segala sesuatu. Yang ketiga, senantiasa ya dan terus menerus tanpa batas untuk bisa mengubah sesuatu. Itulah Allah. Kadang kita mengetahui sesuatu, mengubah HP kita mengetahui HP masyaallah. Tapi kadang kita tidak mungkin mengubah HP. Mustahil. Kadang kita mengetahui sesuatu dan bisa mengubah sesuatu, tapi kita tidak mungkin selamanya bisa mengubah sesuatu tersebut. Karena kita ini adalah makhluk yang fana. Ya, kita mengetahui tentang rumah kita, kita bisa mengubah rumah kita tapi mustahil kita bisa mengubah rumah kita selamanya. Mustahil. Karena yang bisa melakukannya hanyalah Allah Subhanahu wa taala.
Baik. Kemudian nama Allah yang kedua adalah almuhit. Nama Allah yang kedua adalah almuhid. Almuhaimin dan almuhyid hampir sama memiliki makna yang hampir sama. Almuhyid dari kata ahat yuhitu. Ahah yuhitu bisa bermakna meliputi bisa bermakna meliputi seperti halnya almuhaimin. Tapi almuhit ini memiliki makna yang lebih khusus. memiliki makna yang lebih khusus. Karena almuhid ini lebih pada kekuasaan Allah Subhanahu wa taala. Meliputi segala sesuatu dengan kekuasaannya. Itulah makna almuhid. Ya, kalau almuhaimin tadi meliputi segala sesuatu dengan ilmu dan juga kekuasaannya. Tapi almuhit ini meliputi segala sesuatu lebih pada kekuasaan Allah Subhanahu wa taala. Itulah almuhid.
Dan Allah menyebutkan nama namanya sebagai almuhid dalam Al-Qur'an ya dalam beberapa ayat ya seperti dalam surah Albaqarah. Wallahu muhitun bil kafirin. Allah maha meliputi dengan ilmunya terhadap orang-orang kafir. Juga dalam surah Alburuj. Wallahu warai muhit. Allah meliputi dengan ilmunya tentang mereka. Kemudian juga dalam firman Allah dalam surah atalaqamuah alqirah qim wallahitun bil kafirin. Allah meliputi orang-orang kafir dengan kekuasaan juga dengan ilmunya tapi kekuasaan lebih khusus di situ. Qiwamus Sunah Alasbahani rahimahullah salah satu ulama salaf mengatakan almuhit ah kata dia almuhid adalah yang meliputi yang kekuasaannya meliputi seluruh makhluk. Ini juga ditekankan oleh Albaihaqi rahimahullahu taala atau ditegaskan oleh Albaihaqi rahimahullahu taala. Tib.
Apa dampak positif atau konsekuensi dari pengetahuan kita terhadap nama Allah almuhid? Bahwa Allah meliputi seluruh makhluknya dengan kekuasaan dan ilmu. Walaupun keku dengan kekuasaannya lebih khusus. Yang pertama adalah membina hati kita, membina hati kita agar senantiasa merasa segan dan takut kepada Allah Subhanahu wa taala. Karena Allah meliputi diri kita, diri semua makhluk dengan kekuasaan. Kalau kita berbuat dosa, maka kalau kita berbuat dosa, maka Allah sanggup dengan sifatnya almuhid untuk langsung mengazab diri kita. Karena Allah kuasa ini juga memupuk diri kesabaran dalam diri kita. Memupuk kesabaran dalam diri kita. Kalau kita berbuat ketaatan kepada Allah, Allah sanggup untuk memberikan kita pahala secara langsung. Kita salatlah Allah langsung menjatuhkan kita hujan emas karena kita salat dan rajin berikut. Allah sanggup dengan kekuasaan. Tapi tidak demikian. Kebanyakannya tidak demikian. Kenapa? Karena walaupun kita mengetahui bahwa Allah almuhit sanggup untuk memberikan kita pahala di dunia ini, tapi kita harus yakin bahwa Allah tidak melakukan itu demi menguji kesabaran kita dan demi menyiapkan pahala yang lebih besar di hari kiamat kelak. Bahwa Allah kuasa untuk memberikan saya pahala yang lebih besar di hari kiamat kelak. Jadi memupuk kesabaran dalam diri kita bahwa ujian semua ujian dan cobaan yang menimpa kita, Allah kuasa untuk menghilangkannya dalam satu detik bahkan dalam setengah detik. Karena Allah itu adalah almuhid meliputi seluruh makhluk dengan kekuasaannya. Tapi Allah tidak melakukan itu. Allah akan melakukan itu di hari kiamat kelak insyaallah. Allah tidak melakukan itu di dunia ini karena Allah ingin menguji dan menguji diri kita. Apakah kita adalah orang yang bersabar atau bukan orang yang siap bersabar? Alladzi khq maut walblakumukum ahsanu dialah yang menciptakan kehidupan dan menciptakan kematian untuk menguji diri kita semua. Mana di antara kita yang lebih bagus Allah? Apakah kita bersabar? terus-terusan taat kepada Allah atau kita kemudian durhaka kepada Allah Subhanahu wa taala.
Nama Allah almuhid juga mesti merasukkan keyakinan dalam diri kita bahwa diri kita ini berada dalam genggaman Allah Subhanahu wa taala. Diri kita berada dalam linggaman Allah Subhanahu wa taala. Kalau dia berkehendak, dia akan menjadikan kita sebagai orang yang bergeliman kemaksiatan. Kalau dia berkehendak, dia akan menjadikan kita sebagai orang yang taat kepada Allah Subhanahu wa taala. Oleh sebab itu, marilah kita banyak-banyak memohon kepada Allah agar diistikamahkan di atas ketaatan kepadanya. Sebagaimana dalam doa-doa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Yaqalubana. Wahai yang maha membolak-balikkan hati. Membolak-balikkan hati merupakan salah satu unsur dari nama Allah almuh. Maha meliputi seluruh makhluk dengan kekuasaan. Ya musifl sf qbi alati. Wahai yang mengubah kondisi hati, ubah hatiku untuk lebih taat kepadamu.
Jadi makna almuhaimin dan makna almuhid memiliki makna yang sama pada hakikatnya. Tapi almuhaimin lebih pada meliputi seluruh makhluk dengan ilmunya. mengawasi seluruh makhluk dengan ilmunya. Sedangkan almuhit lebih pada makna meliputi seluruh makhluk dengan kekuasaan. Bahkan sebagian ulama juga mengatakan almuhid bisa bermakna meliputi orang-orang kafir dengan azabnya. Makanya sebagian ulama menafsirkan firman Allah Subhanahu wa taala. Allah maha meliputi orang-orang kafir. Artinya meliputi mereka dengan azab, dengan azab, dengan siksaan. Baik di dunia ataupun di hari kiamat. K.
Saya kira demikian ya tentang dua nama Allah ini. Semoga Allah subhanahu wa taala memberikan kita manfaat faedah dari kajian singkat kita pada malam hari ini ya. Kalau ada pertanyaan dipersilakan. Allah sudah lewat dari 40 menit. Afan Ustaz Fadli. Barakallahu fik. Barakallah. Masyaallah. Ee jazakullah khair ustaz atas materinya luar biasa. Ee baiklah, tidak berlama-lama bagi para peserta yang ingin bertanya kepada ustaz kita memanfaatkan waktu sebaik-baiknya mengambil ilmu beliau terutama dua materi yang ee ee dua dua nama Allah Subhanahu wa taala yang disebutkan dalam ee materi beliau. bisa bertanya langsung kita persilakan atau melalui kolom Zoom. Iya. Ee izin bertanya, Ustaz. Iya, silakan, Ustaz. Iya. Bismillah. Iya, silakan. tadi Ustaz Syahrul yang ee mungkin sudah berniat ee melakukan perbuatan ee dosa ya. Namun ada-ada saja ee tentunya ya ee dari Allah Subhanahu wa taala ee seorang hamba tersebut ee tidak jadi melakukan ya perbuatan dosa tersebut. Dan ya setelah ee mungkin ee tidak jadi ya baru berpikir oh ee mungkin ee Allah menginginkan ee kebaikan untuk saya. Iya. Ee ya maksud kami, Ustaz ee kira-kira ee dalam kondisi seperti itu ya ee maksudnya apa hikmahnya, Ustaz ketika seorang ee gagal mungkin melakukan perbuatan ee dosa dan setelah itu ya ia ee beristigfar? I syukr ustaz. Barakallah fik. Tib langsung dijawab Ustaz Fadli ya. Iya silakan Ustaz langsung. Baik. Seseorang yang berniat berbuat dosa lalu tidak jadi melakukan dosa tersebut. Orang sudah bertekad berazam melakukan sebuah dosa lalu tidak jadi melakukan dosa tersebut. Maka kondisinya dibagi pada dua kondisi. Yang pertama, dia tidak jadi melakukan dosa tersebut karena halangan, karena ada halangan. Bukan karena kesadaran, tapi karena ada halangan. Misalnya dia ingin pergi ke konser konser musik, dia akan pergi ke konser tapi tiba-tiba hujan ya. Dia sudah berazam ingin ingin pergi konser. Tiba-tiba hujan dan akhirnya tidak jadi orang yang seperti ini walaupun tidak jadi perie konser tapi karena tidak jadinya ia bermaksiat disebabkan halangan bukan karena kesadaran dirinya maka orang ini tetap diberikan tetap diberikan satu dosa. Tetap diberikan satu dosa karena niatnya. Innamal amalu binniat. Amalan itu tergantung pada niat. Walaupun tidak jadi bermaksiat, tapi ketika dia telah berazam tapi dihalangi oleh sebuah halangan, maka dia tetap diberikan satu dosa. Kecuali setelah ia diberikan halangan tersebut dia kemudian bertobat kepada Allah. Ya, dia kemudian menyadari, "Oh, mungkin hujan ini sebagai teguran dari Allah." Kemudian dia bertobat. Maka insyaallah dosa-osa dosanya tersebut akan dihapus oleh Allah subhanahu wa taala. Itu kondisi yang pertama. Kondisi yang kedua, ada orang yang sudah bertekad untuk bermaksiat, tapi tiba-tiba ia sadar dan kemudian tidak jadi melakukan maksiat tersebut, maka orang tersebut diberikan satu pahala. Orang tersebut diberikan satu. Dan inilah yang disebutkan dalam hadis Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Siapa yang bertekat untuk melakukan suatu maksiat lalu tidak jadi melaksanakannya. maka Allah akan menuliskan baginya satu pahala. Tidak jadi melaksanakan maksiat yang menyebabkan dia mendapatkan satu pahala adalah dengan sebab kesadaran dari dirinya. Ketika dia ingin bermaksiat lalu tiba-tiba teringat bahwasanya ini adalah sebuah maksiat. Sadar dan langsung kembali kepada Allah maka orang tersebut akan diberikan satu akan diberikan satu pahala oleh Allah subhanahu wa taala. Barakallahu fik. Baik, masyaallah ustaz jawabannya ya. Silakan yang mau bertanya langsung kepada ustaz kita ya. Baik itu terkait tentang tema akidah dan pemikiran ataupun berkaitan dengan judul yaitu almuhaimin dan al-muhit dari nama-nama Allah Subhanahu wa taala. Mungkin tidak ada lagi, Ustaz. Barakallah fik. Barakallah fikih Syahrul. Barakallah fik. Iya. T kalau tidak ada lagi bagaimana Ustaz? Kalau masih ada beberapa menit kesempatan untuk kita bertanya langsung kepada ustaz kita ya masih sekitar 12 menit lagi. Masyaallah. ada yang di ini di kolom chat mungkin. Oh iya, Ustaz, ada yang bertanya. Tips mudah melakukan ketaatan? I secara simpelnya mungkin Ustaz, tips mudah melakukan kesalahan eh ketaatan. Tips mudah melakukan sebuah ketaatan. Yang pertama adalah berdoa banyak. Berdoa kepada Allah agar senantiasa di jadikan sebagai orang istikamah di jalan Allah Subhanahu wa taala. Yang kedua adalah senantiasa bersahabat dengan orang-orang yang saleh. Senantiasa bersahabat dengan orang-orang yang saleh. Bersahabat dengan orang-orang yang saleh artinya senantiasa berkawan dengan orang-orang saleh, bercerita duduk bersama dengan orang-orang yang saleh, tidak pergi ke suatu tempat kecuali tempat tersebut adalah tempat orang-orang yang saleh. itu makna bersahabat dengan orang-orang yang saleh. Karena salah satu faktor terbesar bagi seorang hamba untuk terus taat kepada Allah adalah keberadaannya bersama dengan orang-orang yang saleh. Dan faktor terbesar yang menyebabkan seorang hamba futur dan suka bermaksiat tergelinji kepada kemaksiatan adalah karena ia bersahabat dengan orang-orang yang yang tidak saleh. Kemudian yang ke berapa? Ketiga adalah selalu menjaga salat. Selalu menjaga menjaga salat. Orang yang menjaga salat insyaallah akan dijauhkan oleh Allah dari berbagai macam kemaksiatan dan akan diberikan hidayah oleh Allah untuk terus melakukan ketaatan. Selalu menjaga salat. Innata tanha alil fahsya wal munkar. Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan kemungkaran. Sebaliknya salat tersebut akan memberikan kemudahan bagi kita untuk melakukan amalan-amalan ketaatan. Kemudian yang keempat adalah rajin menghadiri majelis ilmu. Rajin menghadiri majelis ilmu. Majelis ilmu itu subhanallah bukan online seperti ini ya. online silakan, tapi yang lebih urgen adalah offline. Majelis ilmu itu para hadirin dan hadirat sekalian jangan ditinggalkan. Mungkin terlihat sederhana kadang materi yang disampaikan berulang-ulang. Materi yang disampaikan berulang-ulang. Tidak tidak ada problem. Kenapa? Karena majelis ilmu itu subhanallah majelis yang diliputi oleh rahmat Allah Subhanahu wa taala. Orang yang konsisten dengan majelis ilmu kebanyak kebanyakannya adalah orang yang paling jauh dari kemaksiatan dan orang yang paling banyak melakukan amalan ketah. Kalau kita bandingkan antara orang yang rajin rajin bermajelis ilmu dan orang yang tidak rajin bermajelis ilmu, maka kita akan menemui bahwa orang yang paling banyak ketaatannya adalah orang yang rajin bermajelis ilmu. Karena dalam majelis ilmu ada banyak rahmat Allah Subhanahu wa taala, ada banyak hidayah Allah, ada banyak kesadaran yang Allah merasukkan dalam hati kita. Jadi banyak-banyak bermajelis ilmu. Majelis ilmu apa saja yang penting? Ilmu yang bermanfaat. Ya, ilmu agama maksudnya bukan ilmu yang lain. Bukan. Bukan ilmu fisika, bukan ilmu kimia, bukan ilmu agama yang bermanfaat. Itulah majelis yang dirahmati, diberikan hidayah, ya diberikan ketenangan oleh Allah Subhanahu wa taala. Barakallah. Masyaallah. Barakallah fikas. jawabannya. Baik, masih ada pertanyaan lagi? Barakallah fik ustaz Fadli. Baik. Asalamualaikum warak. Mungkin sampai di sini insyaallah pertanyaan terkait persoalan akidah kayaknya sedikit. Allah kami sebenarnya ada pertanyaan Ustaz ee tadi tentang mukadimah yang antum sampaikan bahwa ilmu tentang Allah adalah ilmu yang paling utama. bahkan lebih utama dari ilmu ee fikih ya dan seterusnya. Eh, bagaimana Ustaz mengkorelasikannya dengan ayat lausal ini ehal kan juga berkaitan tentang Allah Subhanahu wa taala. Ini yang kami ee belum dalam memahaminya, Ustaz. Ya, itu terkait dengan persoalan khusus, tidak berkaitan dengan perbuatan Allah, dengan sifat-sifat Allah ya. Berkaitan dengan persoalan khusus. Persoalan khusus apa? Terutama pada persoalan takdir. Pada persoalan apa? Takdir. Ya. Kenapa Allah menakdirkan saya begini? Tidak perlu Allah ditanya. Kenapa saya kenapa Allah menakdirkan saya jadi miskin? Kenapa tidak kaya? Kenapa Allah melahirkan saya dari dua orang tua yang misalnya yang tidak salat ya? Kenapa orang tua saya tidak langsung menjadi ulama? Kenapa saya begini? Itu Allah tidak perlu ditanya. Kenapa Allah k tidak perlu? Jelas ya? Iya iya iya. Itu pada hal-hal yang seperti itu. Adapun terkait dengan sifat Allah ya maka kita harus mengetahuinya. Kita harus menanyakannya, kita harus mengetahuinya dan sebagainya. Adapun terkait dengan tadi ya apa namanya misalnya pertanyaan dalam bentuk seperti menyalahkan dalam tanda piti. Kenapa Allah? Kenapa Allah maksudnya kenapa Allah menak dirikan saya begini? Kenapa begini dan itu pertanya pertanyaan dalam bentuk ee menyerahkan ya terkhusus pada persoalan takdir. Terkhusus pada persoalan persoalan takdir. Itulah yang dilarang bagi kita untuk ee yang yang dilarang bagi kita untuk menanyakan ya'alu amal wah. Dan kitalah yang akan ditanya terkait dengan semua amalan kita. Ya, kitalah yang akan ditanya terkait dengan semua amalan kita. Kalau kita tidak sanggup untuk menjawab terkait dengan amalan kita, kenapa kita bermaksiat? Kalau kita mulut kita tidak sanggup, maka Allah akan menjadikan kulit kita bisa berbicara. Bagaimana disebutkan dalam surah dalam beberapa dalam surah Al-Qur'an ya dalam Alquran disebutkan i kalau kita mungkin Subhanallah semoga tidak demikian orang-orang yang suka bermaksiat orang-orang kafir. Kemudian pada hari kiamat yang bersaksi pada mereka adalah kulit-kulit mereka sendiri. Kemudian mereka berkata kepada kulit mereka, "Wahai kulitku, kenapa kalian ya kenapa kalian bersaksi kepada Allah tentang perbuatan dosa saya?" Ya, limitum al maka kulit akan berbicara. Allahlah yang membuat kami bisa berbicara. Ya. Jadi yang akan ditanya pada hari kiamat yang akan ditanya adalah kita bukan Allah terkait dengan perbuatan, terkait dengan takdir, terkait dengan amalan-amalan dan sebagainya. Barakallahu fik baik. Masyaallah. Jazakumullah khair ustaz atas jawabannya. Eeya juga waktu sudah cukup ya. Barakallahu fikum atas kesediaannya. Semoga ilmu yang ustaz sampaikan menjadi kemberat amal tembakan kebajikan beliau. Sepertinya ada lagi pertanyaan, Ustaz? Eh, mungkin terakhir, Ustaz. J Tiib. Tib. Iya. Afwan, Ustaz. Apakah bertanda Allah rida dengan kematian seseorang yang tiba-tiba tanpa ada sakit sebelumnya? Allahum ini tidak bisa menjadi sebuah patokan ukuran bahwa orang yang mati tiba-tiba sebagai tanda husnul khatimah. Tidak mesti. Ya, bahkan kadang orang yang sebelum meninggal sakit terlebih dahulu itu bisa saja lebih bagus karena sakitnya itu akan menjadi penghapus dosa-dosanya. Ya, jadi orang meninggal dengan sakit keras terlebih dahulu atau meninggal tiba-tiba terlebih dahulu itu tidak ada kaitannya dengan husnul khatimah atau suul khatimah. Tidak ada kaitan dengan apa? rida Allah atau murka Allah. Tidak ada kaitannya. Iya. Yang paling penting adalah Allah mencabut nyawa kita dalam keadaan kita berbuat ketaatan. Itu namanya, itu namanya husnul khatim. Husnul khatim adalah Allah mencabut nyawa kita. Dalam keadaan kita berbuat ketaat, kita pergi ke majelis ilmu tiba-tiba kecelakaan. Itulah namanya husnul khatim. Ada orang pergi ke konser ke majelis kemaksiatan, tiba-tiba kecelakaan. Itu namanya suul khatim. Saya disebut konser karena lagi viral di sidra. Wallahu mustaan. Ya. Jadi yang namanya suul khatimah dan husnul khatimah keridaan Allah itu bukan persoalan meninggal tanpa sakit atau meninggal dengan sakit terlebih dahulu. Itu tidak ada hubungannya dengan ya. Tapi persoalannya apakah kita meninggal dalam kondisi ketaatan atau dalam kondisi kemaksiatan cuma itu ya patokannya. Patukan rida Allah atau kemurkaan Allah itu cuma itu. Meninggal dalam keadaan taat atau meninggal dalam keadaan bermaksiat. Barakallahu fikum. Jazakumullah khair. Baik, masyaallah. Jazakullah khair, Ustaz, ee ilmunya. Ya, sekali lagi kami ucapkan semoga ee bermanfaat untuk kita semua dan Allah subhanahu wa taala memberikan taufik untuk mengamalkan apa yang kita pelajari. Dan kepada para jemaah sekalian semoga ee kita bisa bertemu di lain kesempatan dalam keadaan sehat walafiat juga ee senantiasa dalam keistikamahan. Barakallah fikum. Ee kami tutup dengan mengucapkan doa kafaratul majelis. Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla ilahailla anta nastagfiruka waubu ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Barakallah fikum, Ustaz.