📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

Sifat Periodik Unsur | Sistem Periodik Unsur | Kimia Kelas 10

Kimatika11:19

Transcription

Halo, Assalamualaikum. Halo adik-adik, ketemu lagi dengan Kakak di channel kinematika. Di video kali ini kita akan belajar tentang sistem periodik unsur. Sistem periodik unsur-unsur merupakan suatu sistem yang sangat baik untuk mempelajari kecenderungan sifat unsur dan beberapa sifat yang lainnya.

Yang pertama, kita bahas dulu tentang tabel periodik. Di dalam tabel periodik ada yang disebut periode dan ada yang disebut golongan. Periode adalah kelompok unsur yang berada pada baris mendatar. Nah, di dalam tabel periodik ada tujuh periode, yaitu periode satu yang disebut sebagai periode sangat pendek karena hanya berisi dua unsur. Kemudian periode 2 dan periode 3 disebut periode pendek dan masing-masing berisi delapan unsur. Lalu periode 4 dan periode 5 disebut periode panjang dan masing-masing berisi 18 unsur. Kemudian ada periode 6 disebut periode sangat panjang yang berisi 32 unsur. Nah, yang terakhir periode 7. Pada periode ini terdapat pula deretan unsur yang disebut dengan deret aktinida.

Oke, sekarang kita lanjut ke golongan. Golongan adalah kelompok unsur yang berada pada kolom tegak dalam tabel periodik. Ada tiga jenis golongan, ya. Yang pertama adalah golongan utama atau disebut juga dengan golongan A, kemudian golongan transisi atau golongan B, lalu yang ketiga adalah golongan transisi dalam. Yang termasuk golongan utama atau golongan A itu ada delapan golongan, yaitu golongan 1A disebut juga dengan golongan alkali, kemudian golongan 2A disebut juga dengan golongan alkali tanah. Lalu ada golongan 3A disebut juga dengan golongan boron aluminium, golongan 4A disebut juga dengan golongan karbon, golongan 5A disebut juga dengan golongan nitrogen, kemudian golongan 6A yang disebut juga dengan golongan oksigen, 7A disebut juga dengan golongan halogen, dan golongan 8A yang disebut juga dengan golongan gas mulia.

Kemudian yang termasuk golongan transisi atau golongan B juga ada delapan golongan, ya, yaitu golongan 1B, 2B, 3B, 4B, 5B, 6B, 7B, 8B. Termasuk golongan transisi dalam ada dua, yaitu disebut dengan golongan lantanida atau deret lantanida, kemudian yang kedua golongan aktinida atau deret aktinida.

Oke, jadi cukup jelas ya. Sekarang kita lanjut membahas tentang sifat-sifat periodik unsur. Ternyata unsur yang segolongan itu mempunyai sifat yang mirip dan dalam satu periode dari kiri ke kanan mempunyai sifat yang berubah secara teratur. Apa saja sifat-sifatnya? Simak terus sampai selesai, ya.

Sifat periodik unsur yang pertama adalah bionusa. Sifat yonosa ini dalam satu periode dari kiri ke kanan akan semakin bertambah, kemudian dalam satu golongan dari atas ke bawah akan semakin berkurang. Apa saja sih sifat-sifat masa ini? Yang pertama adalah ESA. ESA berarti sifat asam, looksi dator, and negatif atau sifat keelektronegatifan, afinitas elektron, by potensial atau energi ionisasi. Nah, ini cara cepat untuk mengingatnya saja, ya. Ingat untuk sifat asam sampai afinitas elektron dalam satu periode hanya bertambah sampai golongan 7A saja, ya, sedangkan potensial atau energi ionisasi itu bisa sampai golongan 8A.

Oke, cukup jelas ya. Sekarang kita lanjut ke sifat yang kedua yaitu loriba. Sifat loriba ini kebalikan dari pianosa, yaitu dalam satu periode dari kiri ke kanan akan semakin berkurang sifatnya, kemudian dalam satu golongan dari atas ke bawah akan semakin bertambah. Nah, apa saja sifat-sifat loriba itu? Yang pertama adalah Bea. Bea berarti basah, kemudian I itu adalah singkatan dari jari-jari, lalu R itu adalah reduktor, kemudian Lo berarti logam.

Oke, untuk selanjutnya kita akan membahas mengapa sifat-sifat periode ini dalam satu periode atau golongan itu semakin bertambah atau semakin berkurang. Nah, tapi yang akan kita bahas di sini hanya beberapa sifat saja, ya, yaitu jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron, dan keelektronegatifan.

Jari-jari atom. Jari-jari atom merupakan jarak dari pusat atom atau inti atom sampai kulit elektron terluar yang ditempati elektron. Misal atom Na dengan nomor atom 11. Dalam atom Na ada tiga kulit yang terisi elektron, yaitu kulit pertama terisi dua elektron, kulit kedua terisi delapan elektron, dan kulit terakhir berisi satu elektron. Jadi yang dimaksud dengan jari-jari adalah jarak dari inti atom Na ke kulit terluar yang terisi elektron, berarti ke kulit ketiga. Jadi bisa kita simpulkan makin banyak jumlah kulit yang dimiliki oleh suatu atom, maka jari-jari atomnya akan semakin panjang. Makanya dalam satu golongan sifat jari-jari dari atas ke bawah akan semakin bertambah, mengingat sifat loriba.

Lalu kalau dalam satu periode kenapa ya jari-jari atom dari kiri ke kanan semakin mengecil? Padahal dalam satu periode atom-atom memiliki jumlah kulit yang sama. Misal atom Na dan atom Mg, mereka berada dalam satu periode, ya, artinya jumlah kulit atom mereka pun sama. Tetapi kenapa jari-jari atom Mg lebih kecil dibandingkan dengan jari-jari atom Na? Nah, kita lihat Ena memiliki nomor atom 11, sedangkan MG memiliki nomor atom 12. Artinya muatan inti atom MG itu lebih besar dibandingkan dengan muatan inti atom Na. Ingat ya, nomor atom ini menunjukkan jumlah proton atau muatan dari inti dan juga menunjukkan jumlah elektron. Kemudian karena muatan inti atom MG itu lebih besar, maka gaya tarik inti atom terhadap elektron lebih kuat, lebih ketarik dia. Nah, inilah yang menyebabkan jari-jari atom MG itu lebih kecil dibandingkan dengan atom Na. Jadi kesimpulan yang kedua adalah bila jumlah kulit sama, semakin besar muatan intinya, maka gaya tarik inti atom terhadap elektron akan lebih kuat sehingga elektron lebih mendekat ke inti atom, artinya jari-jari atom akan semakin pendek.

Kita lanjut ke sifat berikutnya yaitu tentang energi ionisasi. Energi ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron yang terikat paling lemah oleh suatu atom atau ion dalam wujud gas. Contoh Ena dalam wujud gas menghasilkan Na+ dan elektron. Energi ionisasinya adalah 495,9 kilo joule per mol. Nah, ini artinya untuk melepaskan elektron dalam wujud gas Ena membutuhkan energi sebesar 495,9 kilo joule per mol. Kemudian contoh yang kedua, MG dalam wujud gas menghasilkan MG+ dan elektron. Energi ionisasinya adalah 737,7 kilo joule per mol. Artinya sama, ya, jadi gas MG jika ingin melepaskan elektron itu membutuhkan energi sebesar 737,7 kilo joule per mol.

Nah, sekarang kenapa dalam satu golongan dari atas ke bawah energi ionisasi atom semakin kecil? Kita perhatikan tadi disebutkan bahwa energi ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron yang terikat paling lemah. Elektron yang terikat paling lemah kan berarti elektron yang berada pada kulit terluar. Jika semakin jauh elektron terluarnya, maka daya ikat elektron ke inti atom semakin lemah, bukan? Sehingga hanya butuh sedikit energi untuk melepaskan elektron tersebut. Makanya dari atas ke bawah energi ionisasi semakin kecil karena jari-jarinya semakin besar.

Kemudian dalam satu periode juga seperti itu, ya, dari kiri ke kanan energi ionisasi semakin besar. Nah, ini contohnya atom Na dan atom Mg, energi ionisasi MG lebih besar daripada Ena. Artinya untuk melepaskan elektron MG lebih membutuhkan banyak energi dibandingkan dengan Ena. Kenapa? Karena elektron terluar MG itu lebih dekat atau lebih mendekat ke inti atom dibandingkan dengan Ena, meskipun jumlah kulit mereka sama, ya, tadi sudah dijelaskan sebelumnya. Akan jadi bisa dibilang yang mempengaruhi energi ionisasi itu adalah jari-jari atomnya, ya. Semakin besar jari-jari atom, maka elektron terluarnya akan semakin jauh sehingga energi ionisasinya akan semakin rendah atau kecil. Sebaliknya, semakin kecil jari-jari atom, maka elektron terluarnya itu semakin dekat ke inti atom sehingga energi ionisasinya akan semakin besar.

Oke, kita lanjut ke sifat afinitas elektron. Afinitas elektron adalah besarnya energi yang dihasilkan atau dilepaskan apabila suatu atom menarik sebuah elektron. Jadi semakin besar energi yang dilepas atau afinitas elektronnya menunjukkan bahwa atom tersebut cenderung menarik elektron dan menjadi ion negatif. Karena dalam satu periode dari kiri ke kanan atom-atom cenderung semakin mudah menarik elektron, makanya afinitas elektronnya pun cenderung semakin meningkat. Begitu pun dalam satu golongan, ya, karena dari atas ke bawah itu atom-atom semakin sulit menangkap elektron, makanya afinitas elektronnya dari atas ke bawah semakin rendah. Nah, untuk lebih gampang mengingatnya juga, afinitas itu kan energi yang dilepas, kalau dilepas berarti tandanya negatif, jadi semakin negatif harga afinitas elektron, maka semakin mudah menangkap elektron.

Oke, selanjutnya sifat yang terakhir yaitu tentang keelektronegatifan. Keelektronegatifan adalah kecenderungan suatu atom dalam menarik pasangan elektron yang digunakan bersama dalam membentuk ikatan. Oke, berarti dari pengertian ini sudah jelas ya kenapa dalam satu periode dari kiri ke kanan nilai keelektronegatifan cenderung semakin besar karena dari kiri ke kanan atom-atom cenderung mudah menangkap elektron.

Oke, Kadek, cukup jelas ya. Sekian dulu untuk video kali ini. Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.