Transcription
Ada pertanyaan berkaitan dengan perbuatan zina, Ustaz. Terkait tentang perbuatan zina. Dari beberapa artikel yang dia yang pernahnya baca, bahkan tertulis dalam Al-Qur'an bahwasanya orang yang melakukan zina itu harus dicambuk 100 kali. Sedangkan di ee negara atau wilayah kita tidak ada hukum seperti itu. Apakah dia harus pergi ke Aceh sana dan mengakuinya, Ustaz? Kalau di Indonesia kan di Aceh alhamdulillah ada penegakan tentang hal itu. Ee pertanyaannya, Ustaz, kalau misalnya di sini disebutkan bila terpeleset terlebih-lebih belum menikah, apakah memang dia harus melakukan hukuman cambuk itu atau dengan hanya sungguh-sungguh bertobat, bertekad saja, tidak mengulanginya lagi, Ustaz? Ee mohon pencerahannya, ya.
Barakallah fik. Ee ini sepertinya pertanyaan yang penting ya yang disampaikan dan sepertinya memang sangat dibutuhkan jawabannya. Nah, maka kita katakan seperti ini. Ee dosa itu terbagi dua. Ada dosa sesama kita, sama manusia. Ada dosa antara kita dengan Allah saja. Ya. Maka hukum asal dosa seseorang yang hanya terkait dengan Allah Subhanahu wa taala adalah dengan bertobatnya. Dan insyaallah dengan kesungguhan kita bertobat kepada Allah, Allah akan mengampuni kita. Tapi dosa kepada sesama itu kita harus meminta halal, meminta maaf, dan menunaikan haknya jika ada hak orang itu yang kita ee zalimi.
Bab, Afan. Ee alhamdulillahiabbil alamin. Alhamdulillah ustaz kita sudah bergabung di malam hari ini. Insyaallah kita akan memulai program kita. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahiabbil alamin. Wasalatu wasalamu ala nabina Muhammad wa ala alihi wa ashabihi ajmain. Ee para pemirsa konsultasi syariah di mana pun Anda berada. Alhamdulillah kita kembali berjumpa pada program ee konsultasi syariah ya, program dari Dewan Syariah yang di dalamnya kita bisa ee saling atau kita bisa bertanya kepada para asatizah kita dari Dewan Syariah terkait dengan permasalahan-permasalahan seputar agama ya, khususnya ee pembahasan ee seputar umum dan kontemporer ya. Jadi tidak seperti biasanya ya. Biasanya pembahasan ee komisi atau pembahasan umum dan kontemporer ini kita adakan di Jumat malam. Namun qadarullah kita tukar ee untuk pekan ini ee di hari Kamis malam dan insyaallah besok Jumat malam adalah bagian dari ee Komisi Muamalah ya karena satu dan lain hal. Dan alhamdulillah ee para pemirsa sekalian pada malam hari ini kita telah dibersamai oleh ustaz kita Ustaz Sirajuddin Qasim, Lc, MH. Hafidahullahu taala ee yang akan membawakan tema yang spesial ya berkaitan dengan ee bulan yang kita sedang berada di dalamnya yaitu bulan Muharam dengan tema keutamaan dan fikih ibadah di bulan Muharam. Ya, ini sangat penting. Maka mari kita ajak kerabat dan keluarga kita untuk bergabung di malam hari ini agar bisa mendapatkan faedah yang maksimal dan kita bisa saling berbagi kebaikan. Kita sapa dulu Ustaz kita apakah sudah terhubung di Zoom. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Insyaallah gimana kabarnya, Ustaz, di malam hari ini? Alhamdulillah baik. Antum gimana kabarnya? Alhamdulillah. Alhamdulillahir Ustaz. Semoga Alhamdulillah Ustaz. Semoga Ustaz dan keluarga senantiasa berada dalam limpahan rahmat dan perlindungan dari Allah Subhanahu wa taala. Amin ya rabbal alamin. Dan juga kepada seluruh peserta semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan keistikamahan untuk kita semua. Baiklah, tidak berlama-lama untuk efisiensi waktu kita persilakan Ustaz kita untuk ee membawakan materi pengantar di malam hari ini. Falifadilatihifadol masyur majur.
Ee baik. Apakah yang kami share sudah terlihat? Iya terlihat ustaz. Alhamdulillah. Oh iya. Alhamdulillah. Baik, kita mulai ya. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah wasalatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi wa manwalah. Amma ba'd. Uhhayikum bitahiyatul Islam. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee [Musik] ikhwah dan akhwat sekalian, Bapak, Ibu, dan Saudara-saudariku yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Pada kesempatan ini dengan izin dan taufik dari Allah Subhanahu wa taala, kita bisa bersama-sama bermajelis secara virtual ee di Zoom ini untuk belajar bersama tentang syariat kita. kita terus membenahi diri kita, mencari cahaya demi cahaya untuk menerangi jalan hidup kita dengan ilmu syari yang tentunya hanya dengan itu kita bisa mendapatkan cahaya yang hakiki sebagai pembeda antara yang hak dan yang batil. Sebagai cahaya yang bisa meningkatkan kualitas ibadah, kedekatan kita kepada Allah dan tentunya pahala di sisinya. meraih keridaan dan kasih sayangnya. Ee kami ee pada malam hari ini insyaallah akan membahas ee satu tema yang seperti yang disebutkan tadi sangat penting yang mana kita sedang berada padanya yaitu ee kedudukan keutamaan dan fikih ibadah di bulan Muharam ya. ee ada sebuah buku yang ditulis oleh Syekh Muhammad bin SH Munajjid yang alhamdulillah sudah diterjemahkan oleh ee asatizah di Dewan Syariah ee di mana buku ini sangat bermanfaat ya. Ini sudah ada PDF-nya mungkin kita bisa share di sini ada sekitar 30-an ya faedah-faedah yang terkait dengan bulan Muharam yang sangat penting untuk kita pahami bersama. Maka pertama kita ingin katakan bahwa Allah Subhanahu wa taala memberikan kita karunia yang luar biasa, yaitu dengan kehadiran musim-musim kebaikan. Ya, ada istilahnya nikmatul khiar ya. Ada sebuah nikmat yang Allah Subhanahu wa taala berikan kepada umatnya ini ketika Allah memilih dari umatnya, dari hamba-hambnya orang-orang pilihan dan dari makhluknya selain manusia sebagai makhluk-makhluk pilihan. Kalau dari umat manusia itu jelas ya, sampai hari kiamat Allah akan selalu memilih ya siapa di antara hamba-hambanya menjadi hamba-hamba yang terbaik di antara sekian banyak umat manusia. Ya, jika dahulu Allah Subhanahu wa taala memilih dari hamba-hambnya adanya para nabi dan rasul ya yang diberikan risalah yang mulia yaitu risalah syariatnya untuk kemaslahatan umat manusia. Lalu dari kalangan para nabi dan rasul ada rasul-rasul pilihan yang disebut dengan ulul azmi. Dan dari ul azmi itu ada penghulu para rasul, yaitu Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Begitu juga ciptaan-ciptaan Allah yang lain ya. Misalnya Allah menciptakan 12 bulan ya dalam setahun ya. Sebagaimana ee Allah Subhanahu wa taala katakan di surah at-taubah. inallahi kitabillahqwati minatun sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah itu ada ee di dalam ketetapannya fi kitabillah Allah telah tetapkan pada saat Allah menciptakan langit dan bumi ada 12 bulan di antara 12 bulan itu ada 4 bulan yang dimuliakan ya diistilahkan dalam bahasa Arab asyhurul hurum Ya, bulan-bulan yang dimuliakan yang mana 4 bulan itu Nabi kita jelaskan dalam hadisnya yaitu 3 bulan yang berturut-turut Zulkadah ya, Zulhijah dan Muharam ya. Lalu ada bulan Rajab yang berada di antara bulan Jumadil Akhirah dan Syakban. Jadi empat bulan ini yang dikhususkan dengan kemuliaan. Ee di antara kemuliaan dari bulan-bulan tersebut adalah ketika Allah Subhanahu wa taala menisbatkan namanya kepada zatnya yang mulia ya, khususnya bulan Muharam ya, syahrullahi almuharram bulan Allah dan apapun itu dari makhluknya ketika disandarkan kepada Allah akan menandakan kemuliaan makhluk tersebut. Ya. Jadi setelah Allah memilih dari makhluk-makhluknya itu, misalnya 4 bulan tersebut, Allah memilih lagi dari 4 bulan itu hari-hari tertentu yang lebih mulia dalam sebulan. Misalnya ada 10 hari dalam setiap ee ada 3 bulan di mana ada 10 hari masing-masing di dalamnya yang paling mulia dibandingkan 20 hari lainnya. ini misalnya di 10 hari terakhir Ramadan itu lebih mulia daripada 20 hari sebelumnya. 10 hari pertama bulan Zulhijah lebih mulia dari 20 hari setelahnya dan 10 hari pertama bulan Muharam ya. Ee lalu kemudian dari setiap 10 hari pada bulan-bulan tersebut ada satu hari yang paling mulia ya. Misalnya di bulan Ramadan ada malam lailatul qadar ya. Kemudian di bulan Zulhijah di 10 hari pertama ada ee tanggal 9 hari Arafah. Itu hari yang paling mulia di bulan Zulhijah. Kemudian di 10 Muharam untuk 10 hari pertama bulan Muharam ya. Nah, ini yang kita bahas saat ini ya. Perlu dipahami ee ikhwah dan akhwat sekalian bahwa ee bulan Muharam ini ulama kita katakan sebagai bulan yang termulia dari 4 bulan tersebut. Jadi kita sebutkan tadi Zulkaah, Zulhijah, dan eh Muharam serta Rajab ya. Al-Han Albashri mengatakan bahwa bulan Muharamlah yang paling mulia dari 4 bulan itu. Ya, hanya saja mereka mengatakan ee bahwa khusus pada 10 Muharam dan ee tanggal 9 Zulhijah, mereka mengatakan bahwa ee tanggal 9 Zulhijah itu lebih mulia dari ee 10 Muharam alasannya. Karena kalau misalnya ee di bulan Muharam itu hikmah kita diperintahkan beribadah puasa pada hari itu karena Allah Subhanahu wa taala menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil yang beriman kepada beliau dari ee kejaran pasukan Firaun. Berarti terkait kenikmatan dunia. Jadi, Nabi Musa bersyukur kepada Allah atas nikmat tersebut. diselamatkannya beliau dan Bani Israil dengan cara berpuasa pada hari itu. Ee adapun pada hari Arafah tanggal 9 Zulhijah, maka itu terkait dengan nikmat kesempurnaan agama. Ya, jadi nikmat itu diberikan oleh Allah kepada Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam ketika di hari Arafah turun ayat alyaum akmaltuakum dinakumtu alikum nikmatium islama. Ya, berarti di sini ada dua nikmat ya. Yang pertama nikmat yang terkait duniawi. Nikmat duniawi yaitu diselamatkannya Nabi Musa dan Bani Israil. Jadi ada kehidupan di situ, kehidupan dunia. Ee adapun hari Arafah di situ ada nikmat kesempurnaan agama yang tentunya ee kemaslahatannya adalah terkait kepentingan akhirat kita. Ya, agama itu disempurnakan oleh Allah sebagai pedoman dalam beribadah, dalam melakukan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa taala. Dari situ juga kita mengambil pelajaran bahwa ee di antara nikmat-nikmat yang Allah berikan di dunia ini, nikmat yang paling utama adalah nikmat ketaatan, ya, nikmat keberislaman kita dan nikmat yang terkait kemaslahatan akhirat kita. Itulah nikmat yang terbesar karunia Allah kepada kita. Bukan nikmat yang sifatnya materi ya. Karena kalau nikmat yang sifatnya materi itu ee Allah berikan kepada siapapun ya. Baik orang-orang beriman bahkan juga orang-orang kafir dan banyak orang-orang kafir yang lebih luas dunianya, lebih besar dunianya daripada kita kaum muslimin. Tetapi begitulah kita kaum muslimin, kita tidak menjadikan ee kenikmatan dunia ini sebagai tujuan utama, tetapi kita jadikan sebagai wasilah. Ya, wasilah untuk apa? Untuk lebih dekat kepada Allah Subhanahu wa taala dengan ketaatan-ketaatan. Karenanya ketika ada orang yang diberikan kemudahan oleh Allah dalam ketaatan, itulah nikmat yang paling besar. Karena kita ini bertingkat-tingkat ya ketaatannya kepada Allah bertingkat-tingkat tergantung taufik dan inayahnya dari Allah ya. Sehingga ee Allah Subhanahu wa taala katakan dalam Al-Qur'an, inna akramakumallahi atqakum. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah Subhanahu wa taala adalah yang paling bertakwa. Berarti itu terkait persoalan hati, rasa takut kepada Allah yang ee tercerminkan ya dengan amalan-amalan saleh ya. Semakin kuat ketakwaan seseorang maka dia semakin taat kepada Allah. Adapun nikmat-nikmat dunia maka itu bukan ukuran yang Nabi kita menjelaskan dalam hadisnya. Innallaha lazur suarikum w amwalikum. Sesungguhnya Allah sekali-sekali sekali kali tidak melihat ya kepada harta dan penampilan kalian. Tetapi Allah melihat kepada wakin qulubikum waalikum. Allah melihat kepada hati dan amalan kalian. Ketakwaan dan implementasi ketakwaan itu dalam bentuk pengamalan. Jadi setiap orang bagaimanapun status sosialnya, ekonominya, kondisinya di dunia ini ee berpeluang ya berhak untuk menjadi yang paling mulia insyaallah karena ukuran kemuliaan itu bukan pada hal-hal yang sifatnya duniawi. Dan itulah bukti kemahailan Allah Subhanahu wa taala. Ee tentunya di bulan Muharam ini ibadah yang paling dianjurkan adalah berpuasa ya. perbanyak puasa di bulan Muharam ya. Ee namun ulama kita tidak menganjurkan untuk puasa sebulan penuh di bulan Muharam ini. Ee dianjurkan memperbanyak puasa dalam artian bahwa kita maksimalkan sebisa mungkin untuk berpuasa di bulan Muharam ini ya. Utamanya itu tadi di tanggal 10 Muharam ya. Kenapa? Karena selain adalah bukti kesyukuran kita dengan berpuasa pada hari itu, ee berpuasa di bulan Muharam juga ada keutamaannya ya. Karena ee puasa pada hari itu menggugurkan dosa setahun yang lalu ya, setahun sebelumnya. Nabi kita mengatakan alallahiukati qoblahu. Iya. Ya, dikatakan aku berharap pada Allah subhanahu wa taala agar Allah subhanahu wa taala dengannya mengampuni dosa selama setahun yang lalu. Ya. Ah, mungkin ada yang mengatakan, "Bukankah pada puasa Arafah disebutkan ee keutamaannya itu menggugurkan dosa selama 2 tahun, setahun sebelumnya dan setahun yang akan datang? Apakah ini kontradiksi?" Kita katakan tidak, ya. Karena ee bulan Zulhijah itu terletak pada akhir tahun ya, bulan terakhir. Sementara bulan Muharam adalah awal bulan ya dalam penanggalan Hijriah. Jadi itu tidak kontradiksi ya sehingga ee keduanya memiliki keutamaan. Tetapi puasa Arafah lebih besar keutamaannya daripada puasa Muharam. Ya, Nabi kita sebutkan dalam hadis ini, afdalus siam ba'da Ramadan syahrullahil Muharam. Ya. Ee puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah yaitu Muharam. Jadi di sini Nabi kita menisbatkan penamaan bulan Muharam kepada zat Allah yang mulia. Nama Allah yang mulia itu syahrullah, bulan Allah Muharam. Dan afdalus shati baal farid salatul lail. Salat yang paling afdal setelah salat-salat wajib adalah salat lail. Kemudian ada faedah yang lain ee para ikhwan dan akhwat sekalian, yaitu bahwa ee cara kita berpuasa di bulan Muharam adalah ee bahwa kita di samping berpuasa pada tanggal 10, kita juga dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9 ya, pada tanggal 9 ee Muharam ya. Dan ini sesuai tuntunan Nabi dan perintahnya untuk selalu menyelisihi ritual ibadah ahli kitab. Ya, jadi tatkala Nabi kita sallallahu alaihi wasallam sampai di Madinah, lalu pada saat itu adalah hari Asyura ya. Dan ee Nabi berkata kepada ahli kitab, orang-orang Yahudi, kenapa mereka berpuasa pada hari itu? Lalu orang-orang Yahudi dan Nasra mengatakan bahwa pada hari itu Allah menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil ya dari Firaun. Maka mereka berpuasa. Maka Nabi mengatakan, "Kami lebih berhak terhadap Nabi Musa daripada kalian." Maka Nabi pun berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. Akan tetapi Nabi mengatakan faalul muqbil nanti tahun depan insyaallah sunna alumasi kita akan berpuasa juga pada tanggal 9 ya. Dalam riwayat yang lain nabi kita mengatakan apabila aku masih hidup hingga tahun depan niscaya aku juga akan berpuasa pada tanggal 9 Muharam. Ya. Jadi ini perlu diperhatikan ya. ee kita dianjurkan untuk menyelisihi ahli kitab terutama dalam hal-hal yang menjadi kekhususan mereka dalam ibadah-ibadah mereka. Sampai-sampai ulama kita mengatakan seandainya kita tidak sempat berpuasa pada tanggal 9, maka boleh kita berpuasa pada tanggal 11-nya ya. Agar kita menyelisihi cara puasanya ahli kitab ya. Dan ada juga yang mengatakan bahwa boleh kita puasa 3 hari yaitu tanggal 9, 10, 11. Karena inti daripada ee Nabi berpuasa tanggal 9 itu adalah untuk menyelisihi ahli kitab. Sehingga kalau ada yang mau berpuasa pada tanggal 11 itu tidak mengapa. Iya. Dan ee di sisi lain, di sisi lain ada faedahnya bahwa andai kata misalnya ada kekeliruan dalam penetapan awal masuknya bulan Muharam, nah itu kan terkait terlihatnya hilal ya. Terlihatnya hilal sehingga boleh jadi ee tidak jelas bagi seseorang sebenarnya kapan masuk 1 Muharam. Iya. Kapan masuk 1 Muharam? Karenanya kalau berpuasa 3 hari maka akan lebih jelas sebenarnya ee mereka bisa memastikan bahwa insyaallah pasti ya 10 Muharam itu kita berpuasa pada hari itu karena puasanya 3 hari ya. Apalagi saat ini seringki ada polemik ya kita dengarkan dalam hal penetapan awal bulan ya. Karena dalam penetapan awal bulan konsep yang digunakan adalah terlihatnya hilal. Iya. Terlihatnya hilal bukan dengan menggunakan kalender yang sebenarnya itu berdasarkan hitung-hitungan ee ilmu falak atau astronomi yang sampai sekarang pun masih di masih diperdebatkan. Karenanya kita katakan bahwa ee kalau ada yang mau berpuasa 9 10 11 itu adalah baik. faedah yang lainnya bahwa ee ah kalau seandainya ada orang ada orang yang selama ini sudah terbiasa untuk berpuasa di bulan Muharam lalu tiba-tiba terhalangi untuk puasa di bulan Muharam apakah karena dia tiba-tiba sakit ya atau misalnya ee kalau wanita tiba-tiba datang bulannya haid, maka sebenarnya nya tidak perlu kita mengqada puasa kita. Ya, kalau ada yang mengatakan kalau begitu saya mau ganti saja puasa ee Muharam saya di hari lain. Kita katakan ee puasa Muharam itu tidak bisa diqada karena dia terikat dengan waktu ya. Apalagi hukumnya sunah ya. Sekalipun dahulu seya pernah menjadi wajib. Ini pun dipahami e puasa Muharam itu 10 Muharam dahulu sebelum turunnya ayat e ya ayyuhalladina amanuikumaminaumakumumquun puasa 10 Muharam itu wajib hukumnya ya wajib hukumnya bukan sunah nanti setelah turun ayat tentang perintah puasa di bulan Ramadan kemudian Nabi mengatakan barang siapa yang mau berpuasa silakan yang tidak juga tidak masalah ee akan tetapi Tapi ee kalau ada orang yang sakit ya atau misalnya wanita yang datang bulan kita katakan tidak perlu diqada. Karena kalau seandainya itu sudah menjadi kebiasaan selama bertahun-tahun dan kita selalu menjaganya lalu kita terhalangi karena ada uzur yang tidak mampu kita hindari, maka insyaallah pahalanya tetap kita dapatkan. Ya, pahalanya itu seakan-akan kita berpuasa pada hari itu padahal kita tidak puasa. Ah, ini dalilnya ya. Nabi kita sallallahu alaihi wasallam mengatakan, maridal abdu affar. Apabila seorang hamba sedang sakit ya atau dalam keadaan safar, kutiba lahu maana yalui muqiman sahihan. Ya, maka dicatat baginya pahala sebagaimana yang dia kerjakan tatkala dia bermukim atau sehat. Ya. Jadi tatkala dia sehat, dia melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan ketika dia sakit dan tidak mampu lagi melakukannya, pahalanya tetap dicatat. Sehingga ini menjadi pelajaran penting bagi kita tentang pentingnya kita membiasakan diri melakukan ibadah-ibadah yang ringan tetapi berkesinambungan. ya. Dan ini sebenarnya menarik ya, karena ee yang namanya amalan yang ringan itu kan tidak terlalu sulit untuk kita kerjakan ya. Ringan dan amalan yang ringan itu lebih potensial diterima oleh Allah Subhanahu wa taala daripada amalan yang nampak besar. Iya. Ya, karena yang besar-besar itu biasanya mudah terpengaruh ee dengan penyakit ri ya. sumah atau ijab, bangga diri dan itu mempengaruhi ee pahala daripada ee kebaikan tersebut. Tapi kalau kebaikan itu ringan, kecil di mata kita, biasanya kita tidak terlalu pikirkan ya kita lakukan saja karena sudah menjadi rutinitas kita. Ee bersedekah misalnya pada setiap hari Jumat atau hari-hari tertentu 10.000, Rp2.000 kita anggap itu biasa-biasa saja. Sehingga kita pun tidak peduli lagi pandangan orang apa semuanya. Bahkan kita cenderung sembunyikan itu lebih potensial diterima oleh Allah Subhanahu wa taala. Karenanya dalam sebuah hadis Nabi kita sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Ahabbul amaliallahi adwamuha wainqa." Ya, amalan yang paling disukai oleh Allah Subhanahu wa taala adalah yang berkesinambungan sekalipun itu sedikit. Iya. Dan subhanallah ee Bapak, Ibu sekalian, para ikhwan dan akhwat. Persoalan amalan itu tidak boleh dianggap remeh. Iya, tidak boleh sama sekali dianggap remeh. Ee betapa banyak amalan yang besar tapi diperkecil pahalanya oleh niat dalam hati. Betapa banyak amalan yang kecil di mata, tapi besar pahalanya karena niat kita yang ikhlas dan tulus itu. Dan barangkali amalan yang kecil inilah yang menyelewatkan kita. Kita tidak tahu. Sudah terlalu banyak ya nas-nas dalam Al-Qur'an dan hadis yang menjelaskan hal itu. Seperti adanya orang yang ee masuk surga dikatakan bukan karena amalan yang besar. Dia hanya memunggirkan gangguan di jalan. Dan ini hadis sahih riwayat Imam Bukhari. Ada juga wanita ini berulang-ulang disampaikan wanita pezina ya dikatakan dia almumisah. Iya. Jadi wanita ini lebih identik dengan gelar pezina. Iya digelari pezina tetapi dia masuk surga bukan persoalan besar. Dia hanya memberi minum seekor anjing yang kehausan karena dia merasa iba dan kasihan. Dia bukan sepatunya diberi minum. dikatakan bahwa bukan hanya dia masuk surga, bahkan Allah berterima kasih padanya. Iya. Nah, subhanallah. Iya. Berarti amalan itu yang menjadi ukurannya adalah keikhlasan. Allah yang menilainya, bukan pandangan manusia. Ya. Dan itulah bukti kemahairan Allah Subhanahu wa taala. Ya. Sekali lagi Allah maha adil karena ya siapapun ya berhak mendapatkan keutamaan tersebut. Iya. Eh, di sisi lain eh Nabi kita juga sebenarnya sudah pernah mengingatkan dalam sebuah hadisnya ketika mengatakan jangan pernah menganggap remeh suatu kebaikan ya sekecil apapun itu. Walau sekalipun hanya tersenyum ketika bertemu dengan saudara ya barangkali ada orang yang sedang merasakan kesedihan ya lagi gundah gulana. Ya. Lalu ada senyum indah yang tulus karena Allah. Bukti kasih sayang kita kepada saudara kita yang sesaat membuat dia lupa dengan penderitaannya itu, kesedihannya itu. Dan itu akan dicatat sebagai pahala di sisi Allah Subhanahu wa taala. Kita juga mungkin pernah mendengar di surah Ala'raf ya, kisah Ashabul A'raf ya, yang berada di atas seakan-akan seperti di atas sebuah tembok yang tinggi di mana mereka ini seimbang antara berat pahala kebaikannya dengan berat dosanya. Seimbang. Oleh karenanya dia tidak termasuk dalam golongan ee penghuni surga, tidak juga masuk ke dalam golongan penghuni neraka. Tetapi Allah takdirkan dia bisa melihat dua golongan itu. Ya, ketika dipalingkan wajahnya menghadap ke golongan penghuni surga yaduha wahum yatmaun. Mereka sangat berharap agar bisa dimasukkan dalam golongan ahli surga itu. Iya. Betapa bahagianya ketika sudah berada di tempat itu. Tapi ketikaar ketika dipalingkan wajahnya menghadap ke golongan penghuni neraka, mereka mengatakan, "Ya Rabb, jangan Engkau jadikan kami termasuk dalam golongan golongan orang-orang tersebut." Ya, kira-kira menurut kita ee para ikhwan dan akhwat sekalian, apa yang paling mereka harapkan? Ashabul itu apa yang paling mereka harapkan saat itu? Tentu jawabannya adalah yang paling mereka harapkan adalah berat pahala kebaikan meskipun hanya sebesar biji zarrah. Andaikan ada kebaikan ya yang pernah dia lakukan walaupun beratnya hanya seberat biji sawi misalnya itu sangat berharga karena itulah yang akan menjadi penentu ya apakah dia dia akan berada pada dimasukkan ke dalam golongan penghuni surga atau tidak. Ya. Dan itu semua kita tidak tahu. Makanya Nabi kita mengatakan, "Liral jangan pernah menganggap remeh suatu kebaikan sekecil apapun itu." Ya, ini hadis yang kita sebutkan tadi ya. Bahwa setelah turun perintah puasa Ramadan, Nabi kita mengatakan, "Mansya asama yaum asura." "Barang siapa yang mau berpuasa pada hari Asyura silakan. Yang tidak maka dia boleh berbuka." ya. Ee kemudian ada faedah yang lain yang mungkin kita bisa ee jelaskan di sini yaitu tentang ee iya Allah Subhanahu wa taala mengatakan dalam ayat di surah at-Taubah yang kita sebutkan tadi ketika menyebutkan bahwa ada 4 bulan yang mulia ya Allah Subhanahu wa taala mengatakan fala tlimu fihinna anfusakum janganlah kalian menzalimi diri-diri kalian Iya. Apa yang dimaksud dengan kezaliman di situ? Ya, yang dimaksud adalah menzalimi diri dengan dosa dan maksiat. Menzalimi diri dengan dosa dan maksiat yang kita lakukan pada bulan-bulan yang dimuliakan tersebut. Karena kalau saja ee keutamaannya bahwa kebaikan-kebaikan itu pahalanya besar yang kita kerjakan di bulan-bulan ee Asyurul hurum itu dibandingkan yang kita lakukan di bulan-bulan yang lain, maka ternyata dosa juga seperti itu. Ya, maksiat ee kezaliman yang kita lakukan pada bulan-bulan itu dosanya juga besar ya. Karenanya Allah Subhanahu wa taala katakan, "Janganlah kalian menzalimi diri-diri kalian pada hari-hari itu, pada bulan-bulan itu." Nah, kita saksikan saat ini ada hal yang aneh ya terjadi di tengah masyarakat kita di mana ketika sudah begitu jelas ya syariat ini sebelum kita lahir bahkan ratusan tahun sebelum kita lahir sudah Allah jelaskan kemuliaan bulan ini. Begitu pula Nabi kita sallallahu alaihi wasallam. Kenapa bisa muncul di tengah masyarakat kebalikannya? Iya. Mereka berkeyakinan ya sebagai masyarakat kita berkeyakinan bahwa bulan Muharam itu secara khusus adalah bulan sial ya, bulan panas. Iya. Mereka tidak mau melakukan ee kegiatan-kegiatan di bulan Muharam seperti tidak mau bangun rumah, tidak mau melakukan acara pernikahan. Ya, kemarin waktu kami dari Maros ya sampai ke Takalar ee sebelum masuk tanggal 1 Muharam tidak salah hari Kamis atau Rabu pada saat itu. Subhanallah betapa banyak di pinggir jalan orang-orang yang melaksanakan pernikahan. Iya, banyak sekali. Tapi pas hari Jumat, Sabtu ya kami balik lagi itu sudah sepi ya. sudah jarang sekali ada orang yang melaksanakan acara pernikahan ya di pinggir jalan itu sudah hilang ee apa namanya ee apa namanya itu istilahnya kita orang Makassarnya Ibu Makassar i sudah hilang itu semua. Jadi seakan-akan mereka hindari melakukan kegiatan di bulan Muharam padahal seharusnya kebalikannya ya kegiatan-kegiatan yang bermanfaat apalagi pernikahan itu kan kita dalam pernikahan itu kita memohon keberkahan ya. Iya makanya kita biasa orang Bugis Makassar kalau ada yang menikah itu ya kedua mempelai datang ke orang tua masing-masing minta didoakan keberkahan. Nah, kenapa justru menghindari hari-hari yang berberkah seperti ini? Bulan Muharam ya, kenapa dia justru dikerjakan di bulan-bulan yang lain? Apalagi orang-orang Syiah. Orang-orang Syiah ini Syiah Rafidah ketika masuk di bulan Muharam khususnya di 10 Muharam ya bukannya mensyukuri nikmat diselamatkannya Nabi Musa dan juga Bani Israil dari ee Firaun dan tenteranya dengan cara berpuasa. Dan begitulah cara kita diajar oleh syariat bahwa mensyukuri nikmat Allah adalah dengan ketaatan ya. Bukan dengan berhura-hura apalagi dengan menyiksa diri. Tidak boleh begitu ya. Setiap ada nikmat yang Allah berikan kita dianjurkan sujud syukur meningkatkan ibadah kita. Ya. Dan itu sangat jelas dalam syariat. Ketika Allah telah memberikan kita nikmat kemudahan berpuasa selama sebulan, maka di akhir bulan itu kita bersyukur kepada Allah, bertakbir, berzikir, dan salat Idul Fitri. Ya, begitu caranya kita bersyukur, ya. Kemudian ee di hari Asyura juga ini kita mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa taala dengan cara berpuasa. Iya. Ketika ada nikmat yang Allah berikan yang jarang kita dapatkan, kita sujud syukur. Iya. Seharusnya kan begitu cara kita bersyukur. Tapi orang-orang Syiah berbeda ya. Justru di tanggal 10 Muharam itu mereka menyiksa diri karena meratapi kematian cucu Nabi Husain ya bin Ali bin Abi Thalib radhiallahu taala anhum. Ya, mereka menyiksa diri, memukul diri diri mereka di Karbala secara khusus. Dan di mana pun ada kelompok Syiah, pasti mereka menjadikan ee 10 Muharam itu ee ritual-ritual tersendiri untuk melakukan pelanggaran syariat. Kita katakan pelanggaran syariat ya. Mereka meratapi ee Husain ya dan juga mereka menyiksa diri. Padahal Nabi melarang. Ini hadisnya ya. Nabi kita mengatakan, "Laisa minal hudud ya, bukan dari golongan kami orang yang menampar-nampar pipinya yaqalub, mengoyak-ngoyak bajunya ya." Aa bidwal jahiliyah atau berdoa dengan doa orang-orang jahiliah itu biasanya kalau orang meratap mereka mengucapkan kalimat-kalimat begitu apa namanya? Kesedihan dan kalimat-kalimat yang sebenarnya berbahaya karena bisa menyebab menyebabkan kekufuran. kalimat-kalimat yang mengindikasikan seakan-akan tidak menerima takdir. Ya. Ah, ini yang justru dilakukan oleh orang-orang Syiah ya. Waliyadubillah ya. Ee dan perlu kita pahami sebenarnya kalau kita ee mempelajari sejarah apa yang menyebabkan mereka melakukan itu? Itu karena penyesalan sebenarnya ya. Bukan meratapi kematian Husin, tapi penyesalan mereka. Karena ketika Husain dan beberapa sahabat, anak-anaknya, sahabat yang ikut bersama beliau datang dari ee Makkah ya menuju ke Irak ya ee yang tujuannya adalah datang untuk ee apa namanya menuntut ya ee karena dijanjikan oleh orang-orang Irak ya bahwa mereka akan membela Husain. Mereka akan memihak kepada Husain, bukan kepada Muawiyah. Justru orang-orang Syiah yang membunuh Husain. Ya, merekalah sebenarnya yang membunuh Husin. Tetapi sebagian yang lain itu ee tidak bisa menolong Husain. Ingin menolong Husain sebenarnya dan sahabat ingin sekali menolongnya. Tapi mereka tidak mau berbuat apa-apa. Ya, dibiarkan saja Husain dan keluarganya dibantai. Iya, pembantaian yang sangat sadis pada saat itu ya. Macam-macam riwayat. Ada mengatakan sampai kepalanya dibawa ke atas jembatan dan sebagainya. Macam-macam. Ada mengatakan tubuhnya di tempat lain, kepalanya di tempat lain dikuburkan. Waliyadubillah. Sehingga dalam ee literatur literatur Syiah itu ditemukan bahwa mereka itu ketika berada di suatu tempat pembesar-pembesar Syiah berbicara bahwa kita ini tidak akan diampuni oleh Allah karena kita telah melakukan ee kemungkaran yang luar biasa membiarkan cucu Nabi dibantai. Jadi sebenarnya mereka bukan meratap pada pada 10 Muharam itu, tapi ada yang mengatakan itu adalah doa Husain yang diistijabah sebelum wafat. Ya, bahwa mereka yang berkhianat seperti itu, Allah tidak akan memberikan ketenangan dalam hidup mereka. Makanya mereka hidupnya orang-orang Syiah itu sangat suram, penuh misteri. Ya, kehidupan orang Syiah itu penuh dengan misteri. Waliadzubillah. Ya, mereka tidak akan pernah merasa bahagia hidup di dunia penuh dengan dendam ya kepada ahlusunah wal jamaah. Waliyadubillah. Jadi, seharusnya bulan-bulan ini dimuliakan ya dengan ibadah e bukan dengan hal-hal yang menyimpang. Saya kira cukup ya apa yang kita jelaskan tadi. Beberapa hal yang terkait keutamaan bulan Muharam dan secara khusus pada 10 Asyura ya. Ee dan bagaimana tata cara berpuasa pada hari itu. Mudahan Allah Subhanahu wa taala memberikan kita taufik untuk memaksimalkan bulan ini dengan berbagai bentuk kebaikan. Wallahu taala alam. Saya serahkan kepada ee Kram tafadol. [Musik] Tafadul ustaz.
Baik, Ustazana. Masyaallah. Jazakumullah khairan. Ee kita ucapkan kepada ustaz kita atas ee materi pengantarnya di malam hari ini. Ee Afan, Ustaz I ee bisa di ee tutup dulu share screen-nya, Ustaz. Oh iya. atau kami saja yang tutup. Bisa, bisa. Iya. Oh, iya. Iya. Tibaan, Ustaz. Syukran wajakumullah khairan atas materinya di malam hari ini, Ustaz. Masyaallah kita mendapatkan banyak faedah terkait dengan ee hal-hal yang terkait dengan bulan Muharam. Ee kita masuk di sesi kedua, sesi tanya jawab. Insyaallah masih ada sekitar 18 menit sampai pukul 22. Ee sudah ada pertanyaan yang masuk di malam hari ini. Pertama dari peserta Zoom kita ya, dari saudara ya Faiz sepertinya ini. Izin bertanya, "Ustaz, bolehkah mengajak orang untuk melakukan puasa Asyura saja?" Puasa Asyuranya saja tanpa melakukan puasa tasuah? Berhubung orang yang diajak itu belum terbiasa melakukan puasa sunah. Mohon pencerahannya, Ustaz. Ee Tib. Bismillah. wasalatu wasalamu ala rasulillah wala haula wala quwwata illa billah. Ee ulama kita sebenarnya ada mengatakan ee ada mengatakan makruh ya. Ada mengatakan makruh kalau hanya berpuasa pada tanggal 10 itu. Tapi insyaallah pendapat yang kuat tidak makruh ya. Boleh kita puasa pada tanggal 10 saja ya. Ya. Pertama kita katakan bahwa memang hukumnya sunah ya. Ingat berpuasa pada 10 Muharam itu hukumnya sunah. Tapi tentu tidak pantas untuk diabaikan bagi orang-orang beriman yang menyadari betapa besar keutamaan berpuasa pada hari itu. Jadi kalau ada orang yang baru kita ajak ya kita ingin dia terlatih untuk melakukan kebaikan, tidak mengapa ya. Kalau dia hanya sanggup berpuasa pada 10 Muharam kita katakan silakan boleh ya tidak makruh insyaallah. Nah namun tentu lebih sempurna kalau kita berpuasa sehari sebelumnya juga ya pada tanggal 9 dan tanggal 10. Karena itu yang langsung Nabi ucapkan lain baqitu qilinum. Kalau saya masih hidup sampai tahun depan, maka saya akan juga berpuasa pada tanggal 9. Tapi Allah takdirkan beliau wafat dan tidak sempat berpuasa pada tahun berikutnya. Ya, ulama kita mengatakan begini. Ee sebenarnya didapatkan bahwa Nabi tidak banyak berpuasa di bulan Muharam itu karena tidak sempat. Iya. Ada mengatakan bahwa ee beliau tidak sempat memaksimalkan puasa di bulan Muharam, justru banyak berpuasa di bulan Syakban. Itu karena perintah ini baru turun di akhir-akhir hayat beliau. Ya, jadi ada beberapa penjelasan dalam kita tentang hal itu. Tapi cukuplah ketika Nabi menyebutkan keutamaannya dan juga janjinya bahwa kalau dia masih hidup, beliau masih hidup sampai tahun depan, maka beliau akan berpuasa juga pada tanggal 9 menjadi sunah bagi kita untuk berpuasa 2 hari. Tapi lagi-lagi kita ingatkan kalau hanya bisa sehari pun tidak apa-apa insyaallah. Wallahuam.
Baik, Ustaz. Insyaallah jazakallah khairan, Ustaz atas jawabannya kita ee semoga dipahami oleh saudara penanya. Ee selanjutnya ada dari Saudara Aisyah. Ee izin bertanya, "Ustaz, bolehkah menggabungkan niat qada puasa wajib dan niat puasa sunah Asyura?" Ya, ini bagi wanita biasanya, Ustaz, yang masih punya utang-utang puasa. Mohon pencerahannya, Ustaz. Iya. Ee sebagian ulama ada yang membolehkannya seperti kalau tidak salah fatwa Syekh Muhammad bin Shh Al Utsaimin. Beliau mengatakan bahwa tentu pertama yang kita niatkan adalah puasa qada. Ya, mengqada puasa. Ee beliau mengatakan, "Semoga saja kalau misalnya kita mengqada puasa selama ini sudah mulai rutin misalnya ya. Lalu pas saat kita niatkan untuk berpuasa ternyata bertepatan dengan tanggal 10 Asyura atau tanggal 9 dan 10. Ya, kita niatkan pertama puasa qada. Tapi karena pelaksanaannya yang tepat pada 2 hari itu, maka semoga saja kita juga dapatkan pahalanya. I semoga kita dapatkan pahalanya. Ee namun tentunya beliau mengatakan lebih utama kalau dipisahkan ya dipisahkan. Jadi puasa qada pada hari tersendiri, puasa Asyura pada hari Asyura itu ya. Karena mengqada puasa itu kan waktunya luas ya. 11 bulan sampai bulan Syakban kita masih bisa mengqada puasa kita. Nah, boleh ya. Ee ada juga sebenarnya ulama kita mengatakan begini kaidahnya ya. Bahwa ee kebolehan kita menggabungkan dua niat adalah ketika salah satunya adalah ibadah yang diistilahkan dengan ibadah yang geriru maksudin lidzatiha ya. ibadah yang ee kalau kita sudah laksanakan pada waktunya maka kita otomatis mendapatkan pahalanya. I kita telah menunaikan perintah itu meskipun kita tidak niatkan seperti misalnya tahiyatul masjid ya. Tahiyatul masjid itu kan artinya kita salat, salat apapun itu ee ketika masuk masjid yang penting kita tidak langsung duduk ya salat apapun itu. Jadi kalau kita berniat misalnya ketika masuk masjid setelah azan di waktu zuhur lalu kita berniat salat qabliah zuhur pada saat yang sama kita niatkan dalam hati bahwa ini kan saya belum duduk ya. Ya, sekalian saja saya niatkan bahwa ini tahiyatul masjid. Iya. Nah, jadi bisa didapatkan dua-duanya insyaallah. Ah, puasa juga ya. Kalau misalnya ee apa namanya? Puasa ee apa itu Syawal ya atau puasa Asyura seperti ini. Kalau kita puasa sunah Senin Kamis ee misalnya selama ini kita jaga dan itu kita lakukan di di bulan Syawal ya. Ee iya setelah bulan Ramadan ya. Semoga saja kita mendapatkan juga pahala puasa 6 hari di bulan Syawal. Iya. Dan puasa Muharam juga seperti ini. Andaikan bertepatan pada hari Kamis misalnya dan kita sudah terbiasa puasa Senin Kamis, maka kita bisa dapatkan dua-duanya. Puasa Asyura atau Tasua yang bertepatan pada hari yang sudah menjadi kebisaan kita berpuasa sunah pada hari itu. Dua-duanya insyaallah bisa kita dapatkan pahalanya. Wallahuam.
Baik, masyaallah. Syukran Ustaz atas jawabannya. Semoga dipahami oleh saudari penanya tadi. Ee alhamdulillah ee kita lanjutkan ada pertanyaan berikutnya dari saudari Nur Khairun Nisa. Ee Afan Ustaz, apakah bisa ee puasa di tanggal 10 dan 11 e dan bukan 9 dan 10? Ini beberapa pertanyaan kami dapatkan juga, Ustaz. serupa. Ada yang tidak bisa puasa di tanggal 9 dan mau ee ee menggantinya di 11nya itu karena ada uzur, syari dan lain-lain. Ee mohon pencerahannya, Ustaz. Iya. Ee asalnya kalau kita perhatikan nas yang ada adalah Nabi berpuasa tanggal 9 dan 10. Ya, karena itu yang beliau katakan kalau saya e hidup sampai tahun depan, saya juga berpuasa pada tanggal 9. Maka ini yang kita prioritaskan. Namun ulama kita katakan kalau misalnya kita tidak sanggup berpuasa pada tanggal 9 karena ada uzur, katakanlah misalnya kita sebagai seorang wanita nanti bersih pada tanggal 9 ya dari haid dan kita hanya bisa berpuasa di tanggal 10 Muharam. Iya. Maka boleh kata ulama kita seperti Syekh Muhammad bin Shh Almunajid mengatakan boleh kita puasa tanggal 10 dan tanggal 11 ya karena kita mau bagaimana lagi ya ada uzur yang tidak bisa kita hindari ya sakit ya atau kita pada saat itu kesulitan ya karena persoalan-persoalan yang lain atau seperti yang kita katakan tadi wanita yang baru bersih ee di tanggal 9 ya sehingga tidak bisa puasa pada hari itu katakan nanti bersih di siang harinya nya ya. Sehingga dia hanya bisa puasa pada tanggal 10 Muharam maka boleh dia berpuasa juga pada tanggal 11. Wallahuam.
Baik, insyaallah syukran Ustaz atas pencerahannya. Ee semoga dipahami ya oleh saudari penanya kita tadi. Baik, Ustaz. Ee ini pertanyaan berikutnya dari Abu Yahya ya. Ee mohon pencerahnya, Ustaz, terkait dengan ee tradisi yang dikenal di masyarakat Bugis ee Mapasagena ya, khususnya di Sulawesi Selatan di mana pada tanggal 10 Muharam atau hari Asyura ee mereka membeli perabotan rumah tangga ee dan lain-lain yang dipercaya bisa mendatangkan keberkahan dan rezeki dan menolak bala. Ustaz, ini mohon pencerahannya, Ustaz. Iya. Ya. Jadi ee ini seringkiali ditanyakan ya ee kita katakan begini ya, keberkahan yang kita maksudkan di bulan Muharam itu adalah ketika kita melakukan ibadah. Ya, itu yang harus kita pahami dulu. Ee dan cukuplah dia menjadi sebuah keberkahan dan taufik dari Allah ketika kita diberikan kemudahan dalam memaksimalkan hari-hari itu dengan ibadah. kita bisa variasikan ya ibadah apapun itu. Salatsalat sunah, puasa-puasa sunah, silaturahim dan sebagainya. Menuntut ilmu, memperbanyak mendengarkan ceramah-ceramah. Ya, silakan diparasikan. Adapun hal-hal yang sifatnya tabarruk misalnya, tabarruk untuk hal-hal sifatnya duniawi itu kami tidak tahu ya apakah boleh atau tidak kita niatkan seperti itu ya. Untuk hal-hal duniawi kita lakukan di bulan Muharam ini untuk mencari keberkahannya. Makanya yang kami pahami keberkahannya itu dalam bentuk ibadah yang kita kerjakan. Ya, ini berulang-ulang ditanyakan kita katakan keberkahan hal-hal sifatnya duniawi itu yang kita lakukan adalah ketika dia termatkan dalam kebaikan. Ya, jadi kalau kita ingin Allah memberkahi usaha-usaha kita, pertama ikhlaskan ibadah. Iya. Jangan diniatkan ibadah yang kita lakukan untuk kepentingan duniawi. Itu keliru ya. Ketika Syekh Muhammad bin Shh Al Utsaimin ee menjelaskan tentang ee sebuah ayat yang menjelaskan bahwa barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka diberikan rezeki dari ar yang dia sangka-sangka. Ya wam yattaqillah yajalahu makhrajz min yahtasib. Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan berikan solusi dari persoalannya dan diberi rezeki dari area yang tidak disangka-sangka. Beliau mengatakan, "Adalah kesalahan banyak orang ketika dia melakukan ibadah dengan niat agar Allah memberikan kelapangan rezeki untuknya." Itu keliru. Tetapi kita harus ikhlas beribadah semata-mata karena Allah. Bukan untuk niat kepentingan duniawi. Biarlah Allah yang membalasnya. Karena bagaimana cara Allah membalas kita ya kebaikan kita, pasti Allah akan membalas sesuai dengan apa yang menjadi maslahat bagi kita. Dan yang menjadi maslahat bagi kita tidak selamanya persoalan-persoalan duniawi. Ada orang yang beribadah, berdoa. Allah tahu bahwa yang maslahat saat ini bagi hambaku ini adalah ketika saya jaga dia dari musibah yang boleh jadi akan menimpanya, tetapi karena doanya, ibadahnya, aku palingkan musibah itu darinya. Ya, boleh jadi ada sesuatu e mudarat yang akan menimpanya. Ya, dengan cara itu Allah selamatkan atau bahkan boleh jadi Allah simpan pahala ibadahnya itu nanti di akhirat diberikan dan itu pasti yang lebih baik. Iya. Dan di dunia ini Allah juga akan memberikan kita kemudahan-kemudahan yang lain ya. sehingga sebuah kesalahan ya, sebuah kesalahan. Kalau ada orang yang sering bertanya begini, "Ee ustaz, apa yang saya harus lakukan? Ibadah apa yang saya harus lakukan supaya Allah lapangkan ee apa namanya? Apa rezeki saya ketika saya buka misalnya tokoh saya, amalan apa yang saya lakukan supaya banyak pelanggan?" Kita katakan, "Ini pertanyaan seakan-akan kita ini beribadah hanya untuk itu saja. Iya, kita ini rugi kalau itu saja yang kita inginkan." Ya, mintalah yang lebih dari itu. Surga Allah sekalian ya. Minta surga Allah Subhanahu wa taala dengan ibadah kita. Kalau itu saja itu konsekuensi daripada kebaikan kita itu sudah menjadi konsekuensi. Makanya orang-orang seperti ini dikhawatirkan ya dikhawatirkan pada akhirnya ketika dilapangkan rezekinya dia susah untuk bersedekah dan mengatakan cukup saya perbaiki saja ibadah saya. Ya, perbaiki ibadah maka akan bertambah terus. Iya. Rezeki itu tidak boleh begitu. ya. Orang yang ikhlas tulus beribadah ya dengan ee apa namanya? Niatnya betul-betul karena Allah. Andaikan dia lapangkan rezekinya oleh Allah Subhanahu wa taala maka rezekinya itu akan dia manfaatkan untuk kepentingan akhiratnya. Ya, karena sejak awal niatnya bukan untuk itu. Tapi kalau niat kita untuk dunia kita beribadah, dikhawatirkan kita akan merasa berat ya untuk menyedekahkan ya harta yang Allah berikan kepada kita ya. Ini ini wallahualam mungkin perlu kita pahami bersama ya agar jangan kita jadikan setiap aktivitas kebaikan kita untuk hal-hal sifatnya duniawi itu niat yang sangat rendah sebenarnya ya niat yang sangat rendah. Niatkanlah setiap ibadah kita karena Allah insyaallah Allah yang akan mengatur apa yang lebih bermashat untuk kita. Apakah dalam bentuk rezeki atau dalam bentuk kemudahan dalam menuntut ilmu. Iya itu karunia Allahnya luar biasa. Tadinya kita agak berat salat berjamaah, tetapi dengan kebaikan-kebaikan yang kita lakukan, Allah ringankan kita ee salat berjamaah. Tadinya kita berat salat sunah, akhirnya jadi ringan. Itulah balasan dari kebaikan kita lakukan yang terbaik. Ya, jadi ya ini perlu diluruskan di masyarakat kita kalau seperti itu ya menyikapi bulan Muharam dengan cara membeli perabat rumah tangga karena katanya ada keberkahan di bulan ini ya. Wallahuam. Iya. Karena kalau dilihat sebenarnya bulan Ramadan lebih berberkah ya. Bulan Ramadan itu lebih berberkah dari bulan Muharam. Iya. Mestinya di bulan Ramadan mereka beli. Iya. Ee kalau keberkahannya yang ini mau di dilihat. Wallahuam.
Baik. Baik, Ustaz. Syukran wabarakallahu fikum. Ya, semoga dipahami oleh saudara penanya tadi dan juga kepada kita semua ee kita mendapatkan tambahan faedah ya terkait dengan permasalahan ee mendapatkan keberkahan ini. Baik, Ustaz. Ee ada pertanyaan dari Ummu Zakiyah, namun ini permasalahan muamalah ya, agak ee butuh penjelasan tafsil ya terkait KPR. ee insyaallah besok Jumat malam bisa ditanyakan ya Komisi Muamalah ee khusus ya agar bisa mendapatkan jawaban yang ee maksimal. Ee kita sedang tukaran ini. Jadi hari Kamis ini ee komisi umum, besok Jumat malam insyaallah komisi ee muamalah Dewan Syariah. Ee ada pertanyaan ini, Ustaz ee dari ee WhatsApp. kami mendengar ada amalan-amalan di bulan Muharam ini seperti memperbanyak surah Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali, Ustaz. Apakah ini benar dan ada dalilnya, Ustaz? Iya. Ee itu tidak kita dapatkan landasannya, ya. Iya. Ee justru kita dianjurkan memperbanyak banyak puasa. Itu yang jelas landasannya banyak puasa. Adapun ee biasanya keutamaan-keutamaan seperti ini bagi orang yang terbiasa membaca hadis itu dari redaksinya kita sudah mulai mencium apa namanya ee ada ada perasaan bahwa ini hadisnya pasti dipermasalahkan. Iya, pasti dipermasalahkan. Apakah lemah dan seterusnya bahkan kadang-kadang lemah sekali ya atau bahkan sampai kepada derajat mungkar karena tidak sampai kepada Nabi dan itu berseleweran di media sosial banyak sekali. Kita harus hati-hati karena biasanya kalau ada yang seperti ini mudah sekali itu karakternya kita lihat bahwa ini hadis bermasalah karena jarang dicantumkan sumbernya. Ya, coba Bapak, Ibu sekalian perhatikan di media sosial kalau ada di-share keutamaan-keutamaan amalan yang nampaknya berlebihan, biasanya tidak dicantumkan referensi ee hadisnya itu dari mana ya tidak ada. Karena kapan dicantumkan ketahuan itu hadis lemah atau bukan bahkan bukan perkataan Nabi tapi dinisbatkan kepada Nabi. Jadi, kami sampai sekarang belum mendapatkan keutamaan membaca surah Al-Ikhlas sampai sekian ribu kali di bulan Muharam. Tapi yang disepakati ulama kita adalah keutamaan berpuasa di bulan Muharam. Ya, ini harus kita prioritaskan karena itu yang nasnya jelas. I itu yang nasnya jelas. Wallahuam.
Baik, Ustaz. Masyaallah. Syukran, Ustaz, atas jawabannya ya. Jadi ee kalau ada ee amalan-amalan seperti ini baiknya langsung dicross check sumbernya, Ustaz yang seperti yang Ustaz sebutkan tadi. Apakah ini sahih anjuran dari Nabi ataukah ee banyak yang suka share-share tanpa sumber yang jelas. Baik. Barakallahu fikum. Baik, Ustaz. Oh, iya. Ada pertanyaan ini. Ee ternyata ee terlambat terkirim Ustaz butuh jawaban kayaknya dari Saudara Joris Ustaz. Bismillah. Afwan, izin bertanya, Ustaz. Apakah cakupan dari dosa yang diampuni di puasa tersebut, apakah semua dosa selain syirik itu termasuk ee dalam fadilah keutamaan puasa Asyura itu? Ya, tiib ulama kita mengatakan ulama kita mengatakan bahwa dosa-dosa diampuni adalah dosa-dosa diampuni adalah dosa-dosa kecil. Dosa-dosa kecil. Dosa-dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar, maka harus diingi dengan tobat, maka harus dii dengan tobat. Iya, harus dibaringi dengan tobat. Ee karena dosa-dosa besar itu ada
Syaratnya agar bisa diterima, ya. Pertama adalah kita menyesali, ya. Bahwa ini adalah pelanggaran yang kita, ee, betul-betul menyesal. Ini kelalaian kita, ya.
Yang kedua, dari penyesalan itu muncul tekad bahwa kita tidak akan ulangi lagi. Iya. Dan yang ketiga, segera bertobat, ya, dan jangan ditunda, ya, sebelum datang masa di mana tobat kita tidak diterima lagi. Di saat nyawa kita sudah sampai di tenggorokan, di kerongkongan, kita mau bertobat pada saat nyawa kita sudah mau dicabut tidak diterima lagi. Ya.
Dan, ee, kita menunaikan hak orang lain. Seandainya misalnya dosa yang kita lakukan adalah dosa besar yang terkait hak orang lain, maka tobatnya itu tidak cukup dengan beristigfar, menyesal dan seterusnya. Tapi hak orang lain harus dipenuhi. Misalnya ada harta orang lain yang pernah kita ambil tanpa hak, maka tobatnya adalah beristigfar kepada Allah dan kembalikan hak orang lain tersebut. Jadi yang dimaksud doa dosa-dosa yang gugur selama setahun itu adalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar, maka harus ada ketulusan kejujuran dalam hati bahwa kita tidak akan ulangi lagi. Kita tidak akan mengulanginya lagi. Termasuk dosa syirik.
Nah, perlu kita pahami Bapak Ibu sekalian, bahwa kalau kita betul-betul jujur, ya, ikhlas meninggalkan dosa kita, kesyirikan pun bisa diampuni oleh Allah kalau kita jujur dan ikhlas meninggalkannya karena Allah. Ya, ingat dosa syirik yang nanti dibalas oleh Allah dengan balasan yang berat, ya. Kemudian kebaikan kita terhapus sebagaimana Allah katakan kepada nabinya, "Wahai Muhammad, kalau engkau berbuat syirik maka seluruh amalan-amalanmu akan terhapus dan kamu akan termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi." Ya, ini apabila kesyirikan itu dibawa mati, ya. Tapi kalau kita bertobat dari kesyirikan itu, ya, kita kembali kepada kemurnian, ya, ajaran Islam, akidah yang, yang lurus, yang bersih, maka insyaallah semuanya akan diampuni. Allah Subhanahu wa Ta'ala katakan, "Qul ya ibadi alladzina asrafu 'ala anfusihim la taqnatū min rahmatillah." Wahai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri-diri mereka, jangan pernah putus harapan dari rahmat, ya, kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa tanpa kecuali. Kesyirikan pun diampuni. Yang penting kita bertobat. Ya. Wallahu a'lam.
Baik, Ustaz. Jazakumullah khairan, Ustaz, atas jawabannya. Semoga kita mendapatkan faedah, ee, dari jawaban Ustaz kita tadi. Ee, ada tersisa dua pertanyaan, Ustaz. Bisa diselesaikan ini insyaallah, Ustaz. Mudah-mudahan sudah, ya. Baik, Ustaz. Singkat-singkat mungkin, ee, dari, ee, saudari Khairatun Hisan, ee, dalam puasa Ayyamul Bidh, ee, kadang kita terlupa, Ustaz, pertengahannya. Nah, pertanyaannya, apakah boleh kita puasa hanya di tanggal 14 dan 15? Ya, biasa di tanggal 13-nya lupa kalau sudah tanggal 13. Jadi, apakah boleh 14 dan 15 saja? Begitu, ee, bunyi pertanyaannya, Ustaz. Silakan.
Ee, insyaallah boleh meskipun bukan pada pertengahan bulan, ya. Ya. Jadi salah satu nasihat yang pernah dikatakan oleh Nabi kepada Abu Hurairah radhiyallahu Ta'ala anhu adalah agar berpuasa tiga hari dalam setiap bulan. Ya. Dan ini hukumnya mutlak, ee, tidak harus pada tanggal 13, 14, 15. Namun, tentunya karena disebutkan dalam hadis Ayyamul Bidh itu pada tanggal-tanggal itu, ee, maka pada tanggal itu dikerjakan. Namun kita katakan, ulama kita juga mengatakan bahwa puasa tiga hari itu tidak mesti, ya, tidak mesti pada hari-hari itu. Yang penting kita puasa tiga hari. Apakah di awalnya satu hari, pertengahannya satu hari, dan pada akhirnya satu hari. Ya, tidak harus juga, ya, berturut-turut. Wallahu a'lam. Ya, itu yang kita pahami dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu Ta'ala anhu. Apalagi di sini dikatakan karena terlupa, ya, kalau kita lupa misalnya hanya puasa 14, 15, silakan puasa di hari lainnya lagi di tanggal 16, 17 tidak masalah insyaallah. Wallahu a'lam.
Masyaallah. Tib ya. Jadi bisa ditambahkan satu lagi, ya, Ummu. Ditambah satu lagi, ee, jika terlupa. Dan kata Ustaz tadi, ya, walaupun nggak di pertengahan tetap boleh puasa tiga hari. Terakhir, Ustaz, ya, pertanyaan penutup, ee, di dari saudari Nurjaya Nikmah, ya. Tadi sudah disinggung terkait dengan tobat dan pengampunan dosa. Pertanyaannya, Ustaz, izin bertanya, bagaimana cara kita bertobat jika kita pernah menzalimi seseorang lantas orang tersebut telah meninggal dunia, Ustaz? Silakan.
Ini yang, ini yang berat, ya. Ini yang berat. Karena Nabi kita mengatakan, "Man 'adza li akhihi min 'irḍin aw syai'in, fal yataḥallal minhu al-yawm qabla an lā yakūna dīnārun wa lā dirhamun." Barang siapa yang pernah menzalimi atau punya kezaliman terhadap saudaranya, ee, dalam riwayat dikatakan "min mālin aw 'irḍin," ya, baik itu terkait harta ataupun kehormatan saudaranya, hendaklah dia meminta maaf, minta halal pada hari ini juga, ya, ketika masih hidup sebelum datang suatu masa kita tidak bisa lagi menebus, ya, kezaliman kita itu dengan dinar, dengan harta-harta kita, tapi kita akan membalasnya dengan pahala amalan-amalan kita, ya. Disebutkan dalam hadis tentang orang yang di akhirat akan membalas semua kezalimannya dengan pahalanya sampai habis pahalanya. Ya. Jadi salah satu gambaran kemahailan Allah Subhanahu wa Ta'ala, ini tiga kali kita sebutkan, ya, tanda-tanda kemahailan Allah, ya. Termasuk dalam hal ini bahwa tidak ada kezaliman yang abadi. Kalau kezaliman itu tidak langsung ditebus oleh Allah, ya, di dunia terhadap pelaku kezaliman, maka di akhirat nanti pasti, ya, kezaliman itu akan ditegakkan. Ee, apa? Keadilan itu akan ditegakkan. Wallahu musta'an. Ketika Nabi mengatakan, "Atadrunal muflis?" Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu? Para sahabat mengatakan, "Ya Rasulullah, orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak ada lagi hartanya, dinarnya, dirhamnya." Nabi mengatakan, "Bukan, bukan seperti itu. Yang bangkrut dari umatku adalah yang nanti datang di hari kiamat membawa pahala kebaikannya, salatnya, puasanya, sedekahnya dan lain sebagainya." Tapi dia juga datang membawa dosa-dosanya. Dia sudah pernah menghina orang ini, ya, sudah pernah, apa, memukul orang ini, sudah pernah mengambil hartanya tanpa hak, sudah pernah bahkan mengalirkan darah si fulan dan si fulan. Iya. Maka bagaimana caranya akan ditebus, ya, kezaliman itu? Nabi mengatakan, "Fayu'khadhu min ḥasanātihi wa ḥasanātih." Maka akan diambil pahala kebaikannya. Ya, seakan-akan orang-orang yang dizalimnya itu berdiri di hadapan satu persatu, dia, dia tebus ini pahala salatnya diberikan untuk orang ini, pahala hajinya untuk orang ini, pahala puasanya untuk orang ini. Ya, dan tentu pahala itu hanya dari ibadahnya yang diterima. Kebaikannya yang diterima. Nah, bagaimana kalau selama ini misalnya hanya satu dua ibadah kita yang diterima oleh Allah, musta'an. Karena itu rahasia Allah. Iya. Kita mungkin 60 tahun beribadah belum tentu semuanya diterima. Mungkin hanya 10%, 5% karena selainnya ada riya-nya, ada sum'ah-nya, ada ujub-nya, ada takabbur-nya. Nah, ini tidak diterima. Nah, ketika ada yang diterima yang sedikit itu pun orang lain yang nikmati. Makanya Nabi kita katakan, seakan-akan ada, ada gambaran, boleh jadi di akhirat ada orang yang bangkrut habis semua kebaikannya, dibagi-bagi karena terlalu banyak kezalimannya. Ya, akhirnya bagaimana caranya ditebus, ya, kezaliman itu, ya, dosa-dosa mereka yang pernah dizalimi itu dipikulkan kepadanya dan dipertanggungjawabkan. Akhirnya Nabi katakan, "Faturḥa finnār." Ini tinggal dicampakkan ke dalam neraka karena sudah tidak ada lagi yang bisa ditimbang-timbang, ya, kan. Kalau masih ada kebaikan, tersisa dan ada dosa, mungkin akan ditimbang yang mana berat itu yang jadi penentu. Ini, ini kebaikan sudah habis semua dipakai untuk menebus kezalimannya. Tinggal dosanya orang yang pernah dizalimi yang dipikulkan kepadanya, akhirnya tinggal dimasukkan ke dalam neraka. A'udzu billah.
Jadi, kalau kita pernah menzalimi orang lain, ya, di dunia dan mungkin tidak sempat lagi kita menebus kezaliman itu, meminta maaf kepadanya, coba-cobalah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar diberi taufik melakukan amalan-amalan yang dengannya Allah memberikan kasih sayangnya untuk kita bisa menebus, ya, kezaliman itu, ee, dengan amalan-amalan yang Allah mudahkan untuk kita. Mungkin saja ada amalan yang kita lakukan lalu Allah takdirkan karena Allah maha tahu bahwa itulah yang akan kita jadikan untuk menebus kezaliman kita itu. Atau dengan cara lainnya, Allah maha tahu. Kalau kita ikhlas memohon kepada Allah, akan kita menangis, ya, menangis sejadi-jadinya ketika kita bersendirian mengingat kezaliman kita kepada orang lain. Ya Allah, berikan saya taufik bagaimana caranya agar saya bisa menebus, ya, kezaliman saya kepada saudara saya sebelum saya wafat. Iya. Berikan saya hidayah taufik untuk menemukan pintu tersebut. Allah Subhanahu wa Ta'ala, tidak ada yang mustahil baginya. Kalau Allah melihat ketulusan dalam hati kita, kalau Allah melihat ada yang baik dalam hati kita, ada ketulusan, keikhlasan, pasti Allah berikan yang terbaik untuk kita. Insyaallah. Wallahu Ta'ala a'lam.
Jazakumullah khairan, Ustaz, atas, ee, jawabannya dan kebersamaannya di malam hari ini. Nasihat yang, ee, mudah-mudahan kita semua, ee, renungi baik-baik agar menjauhi kezaliman di dunia ini. Dan adapun jika pernah melakukan kezaliman, maka selesaikanlah di dunia sebelum, ee, perkara akhirat yang sangat berat nantinya terkait dengan permasalahan kezaliman. Kita ucapkan jazakumullah khairan kepada Ustaz kita atas, ee, kebersamaannya di malam hari ini. Ee, semoga apa yang telah Ustaz sampaikan, materi yang telah diberikan tadi dan kebersamaannya di malam hari ini menjawab pertanyaan pemirsa menjadi pemberat timbangan amal kebaikan Ustaz di akhirat kelak. Amin ya rabbal alamin. Dan semoga Ustaz senantiasa diberikan penjagaan dan perlindungan oleh Allah beserta keluarga. Dan kepada para pemirsa juga semoga kita semua senantiasa diberikan keistikamahan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mari kita cukupkan, ee, konsultasi syariah kita di malam hari ini. Kita tutup dengan doa kafaratul majelis. Subhanakallahumma wa bihamdik, asyhadu alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumussalam warahmatullah. Barakallahufiik.