📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

Presiden Prabowo Menjawab

Najwa Shihab3:26:39

Transcription

Halo, pemirsa di seluruh tanah air. Senang sekali hari ini kami bisa menjumpai Anda dari kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, dalam acara Presiden menjawab wawancara dengan tujuh jurnalis di Indonesia. Saya, Valerina Daniel, mewakili TVRI hari ini, bersama enam jurnalis media lainnya, diberikan kesempatan untuk berdialog langsung bersama Presiden Prabowo Subianto tentang beragam topik terkait 150 masa pemerintahan, kemudian pencapaian asta cita, dan topik menarik lainnya yang hangat diperbincangkan masyarakat.

Nah, sebelum dialog kita akan mulai, saya sapa terlebih dahulu Bapak Presiden Prabowo. Sudah bersama kita hari ini. Apa kabar, Bapak?

Alhamdulillah.

Alhamdulillah sehat ya, Pak ya. Senang sekali kita bisa masuk ke library Bapak ini ya, yang luar biasa sekali. Banyak sekali buku-bukunya, lengkap sekali ya, Pak ya.

Pertama kali ya?

Pertama kali.

Iya. Ini dan pertama kali kita semua berkumpul semua di sini untuk berdialog langsung dengan Bapak.

Iya. Terima kasih sekali lagi, Bapak, kesempatan diberikan kepada kami semua pada hari ini.

Nah, mungkin untuk mengawal dialog kita pada hari ini, Bapak mungkin bisa diceritakan kepada kita semua apa saja pencapaian yang sudah di ee lakukan oleh pemerintah selama ee 150 hari masa pemerintahannya sampai dengan hari ini.

Eh, terima kasih eh Mbak Valerina ya, dan semua eh rekan-rekan jurnalis senior yang saya hormati. Mas Vito, Mbak Uni, Pak Lalu, Mbak Nana ya, Pak Sutta ya, kemudian Mbak Renoh ya. Terima kasih ee kedatangannya di sini, kehadiran dan memang ee saya merasa perlu ee untuk saya berdialog langsung ya ee mengenai 100 50 hari ini, sebentar lagi ini 100, kalau tidak salah sudah sampai 150 hari ya ya ee 150 hari ee pemerintahan yang saya pimpin ee ee sebenarnya boleh saya katakan ya, dengan ee apa adanya bahwa saya mempunyai suatu ee katakanlah keberuntungan bahwa masa antara saya ditetapkan oleh KPU sebagai pemenang pemilihan presiden dan saat saya dilantik cukup lama, kalau enggak salah ya, 6 bulan, kalau enggak salah 6 bulan.

He.

Nah, 6 bulan itu saya manfaatkan benar-benar untuk persiapan. Saya kumpulin beberapa pakar inti, saya diskusi, tentunya kita sudah punya program, kita punya ee strategi yang sudah kita umumkan, ya kan ee tapi ee kuncinya adalah bagaimana strategi yang kita sudah ee canangkan, yang sudah kita godok bisa diimplementasikan, bisa dieksekusi kan, kuncinya itu.

He.

Ee gagasan yang terbaik, cita-cita yang terhebat. Kuncinya adalah bagaimana eksekusi, bagaimana mewujudkan, bagaimana deliver. Karena itu 6 bulan itu saya manfaatkan. Bisa dikatakan saya waktu itu sudah enggak enggak ada waktu istirahat juga. Memang tidak di-cover oleh wartawan, Windia, tapi kita kerja terus ee sehingga dan saya di sini saya selalu saya harus saya harus akui juga saya sangat dibantu oleh pendahulu saya oleh Presiden Joko Widodo itu. Beliau sangat membantu saya ee sehingga sesudah saya dinyatakan ee presiden terpilih, bukan presiden yang belum dilantik, tapi sudah saya diajak hampir semua pertemuan kabinet yang bukan bidang saya. Kan saya waktu itu menteri pertahanan, tapi saya sudah diikutkan masalah ee pertanian, masalah ekonomi, masalah keuangan. Jadi saya merasa saya benar-benar memiliki waktu persiapan yang cukup. Nah, waktu kita mulai ya, sudah kita sudah mengerti apa yang harus dilaksanakan. Execute, execute, execute.

Jadi, sebagaimana sudah diketahui dan sudah bertahun-tahun, saya ee merasa bahwa ee pembangunan Indonesia ya, pembangunan ekonomi Indonesia itu ee kuncinya adalah landasan yang paling kokoh yaitu swasembada pangan dan swasembada energi dan swasembada air. Dan ternyata memang eh PBB ya, United Nations dan hampir semua eh perencana dan pemikir ekonomi seluruh dunia melihat masalah yang dihadapi oleh dunia di abad ke-21 dan di saat-saat sekarang justru adalah itu: food, energy, water, yang mereka sebut Food, Energy, Water.

Ah, jadi saya berkeyakinan itu dan di situlah ee tim saya mewujudkan, berarti apa? Kita harus swasembada pangan. Bagaimana caranya swasembada pangan? Kita harus bikin efisien ee semua ladang, semua kawasan sawah dan lahan-lahan pertanian yang ada, kita harus efisienkan, kita harus memudahkan para petani kita untuk ee berproduksi. Kita harus membuat petani kita makmur. Karena perkembangan 30 40 tahun menunjukkan bahwa anak-anak petani banyak yang tidak mau jadi petani lagi ya, meninggalkan desa-desa karena merasa bahwa kehidupan petani kita itu identik dengan susah, dengan miskin. Jadi saya lama saya saya memperhatikan itu puluhan tahun sejak saya masih muda, mayor, bahkan saya sudah melihat masalah ee Indonesia adalah masalah kuncinya adalah antara lain ya masalah pertanian. Dan saya belajar sejarah, semua negara kuat dan semua negara besar dan semua negara sukses. Pertaniannya kuat, pertaniannya sukses. Dari situlah saya ee sampailah begitu saya dilantik, keyakinan-keyakinan saya itulah saya saya wujudkan ya. Bagaimana pupuk sampai ke petani dengan tanpa ee terlalu banyak perizinan, terlalu banyak tanda tangan dan ee jangan terlalu banyak apa itu ee middleman-middleman, broker-broker, perantara-perantara ya ee bagaimana juga ee petani harga ee penerimaan dia, income dia, pengasilan dia bisa naik.

Ahah.

Jadi ini fenomena. Puluhan tahun di semua negara agraris, sering petani itu korban daripada sistem yang tidak membela mereka. Jadi kalau panen kan produksi banyak. Pengusaha-pengusaha itu mau nekan, mau beli dengan harga semurah-murahnya. H ini kan mematikan motivasi untuk produksi. H padahal petani itu adalah produsen pangan. Nah, inilah ee perjuangan kita lama. Nah, alhamdulillah saya jadi presiden ya. Saya laksanakan keyakinan saya. Saya berterima kasih. Saya punya tim di bidang pertanian yang cukup bagus ya. Menteri Pertaniannya, Wakil Menteri Pertaniannya, beberapa timnya itu. Jadi, alhamdulillah yang diperkirakan awal tahun 2025 ini krisis beras.

Iya.

Ya, alhamdulillah kita berhasil mengatasi dan yang harus kita perhatikan tetangga-tetangga kita krisis beras, kesulitan beras. Itu satu. Jadi ee apa yang kalau k apa yang kita capai dalam 150 hari sebetulnya sangat banyak. Saya sendiri juga kaget, terus terang aja ya, dengan kecepatan dengan hasil-hasil yang kita lakukan dan ini saya saya harus katakan ya bahwa ini adalah hasil kerja keras tim saya, kabinet yang saya bentuk. Jadi saya merasa ada semangat dari dari menteri-menteri yang saya pilih. Ada semangat untuk berprestasi, semangat untuk berkarya, semangat untuk saling mengisi. Jadi ee saya merasakan itu sehingga ee banyak sekali yang kita bisa capai. Pertama ee khususnya menghadapi lebaran ini dan Ramadan ini, bulan Ramadan ini saya merasa sangat terkesan. Pertama bahwa harga-harga sembako terkendali, kan saya selalu sudah saya sering mengatakan saya sudah lama jadi orang Indonesia ya kan. Jadi saya mengalami tahun 60-an ee tahun '80-an kita krisis pangan. Ee kebetulan ayahanda saya waktu itu Menteri Perdagangan, jadi ikut mengurus. Jadi saya besar di kondisi itu dan selalu urusannya adalah ee harga beras, harga gula, minyak goreng, ee daging, telur dan sebagainya. Jadi saya alhamdulillah ee pada saat saya presiden, lebaran saya pertama, Ramadan saya pertama ee harga-harga aman, itu saya sangat merasa apa itu? Saya sangat merasa ee bahagia dan ee menjelang itu mungkin hampir tiap 2 malam saya telepon Menteri Pertanian atau Wakil Menteri Pertanian, mau jam 11.00 malam, jam 12.00 malam saya telepon, "Bagaimana harga daging hari ini? Bagaimana harga ee gabah, gabah kering panen berapa di di kabupaten ini, di kita pantau." Jadi saya sangat senang Menteri Pertanian itu dia punya pos komando ya. Dia dia pantau ee seluruh daerah, laporannya masuk. Ada dashboard ya, ada ya itu. Dan saya pernah datang pagi-pagi saya sidak, mereka lagi monitor e semua ee kabupaten dan sebagainya. Demikian juga ee masalah makan bergizi itu juga saya, selain harga-harga terkendali, saya juga merasa bahagia bahwa program makan bergizi yang saya canangkan yang banyak tidak dipercaya oleh sementara orang ya, bukan banyak orang tapi ada sementara yang awal-awal waktu kita gagas mengatakan tidak perlu, tidak bisa, tidak akan berhasil dan sebagainya. Alhamdulillah ee Januari tanggal 6 kita roll out, kita gelar, berkembang terus dan ee sampai hari ini sudah lebih 3 juta penerima manfaat dan akan terus berjalan ee sampai Desember. Saya perkirakan mungkin Oktober, November kita sudah bisa hampir mencapai 100% sasaran. Jadi ee itu yang kita dan juga saya juga merasa ee bahagia ya. Saya dapat laporan berapa hari yang lalu dari Menteri Keuangan, Menteri Koordinator Perekonomian ya dalam ee sidang kabinet paripurna ee yang terakhir ee bahwa kondisi fundamental ekonomi kita ee cukup baik, cukup baik. Kita punya inflasi salah satu terendah di dunia. Banyak orang bilang hutang kita banyak. Hutang kita memang hutang kita besar, tapi hutang kita salah satu ee rasionya ya, perbandingan utang kita terhadap produksi nasional kita, terhadap produksi bruto kita, PDB kita. Salah satu terendah ee kita di kisaran 39% dari ee PDB kita, yang di bawah kita Vietnam ee Switzerland, Arab Saudi, Turki dan Rusia. Tapi coba lihat ee banyak negara yang Malaysia jauh di atas kita, 68 persen. Ee Singapura, Singapura itu 175%. Iya kan? Jadi ini yang harus kita sadari. Kita our economy is doing well. Iya kan? Eh kita dibandingkan dengan banyak negara lain gitu, kita defisit kita juga salah satu yang rendah. Kalau kita lihat Malaysia defisitnya di atas 5%, Brazil di atas 7%, Filipin di atas 6%. Iya kan? Kita masih di bawah 3%. Masih di bawah 3%. Jadi ee ini indikatornya menunjukkan bahwa ekonomi our eh fundamental landasan kita cukup baik. Tantangan banyak, hambatan banyak. Kita sudah tahu semua, kita sudah tahu tidak efisien i adanya kartel-kartel, birokrasi yang lambat, korupsi, kebocoran. Kita tahu tantangan kita besar, kemiskinan, [Musik] ee tidak meratanya hasil pembangunan. Kita paham itu. Makanya itu yang kita sedang mengoreksi. Saya kira sebagian besar itu kita juga salah satu yang saya sangat ee merasa sangat penting ee kita bulan kalau tidak salah ee Februari ya, kita ee luncurkan Danantara, 24 Februari, 24 Februari kita luncurkan Danantara ya, suatu dana investasi eh bisa dikatakan sovereign wealth fund, bisa dikatakan investment fund yang merupakan suatu konsolidasi dari aset-aset yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Aset-asetnya kita konsolidasi dalam manajemen yang transparan dengan international standards. Ee dan ternyata kekayaan kita cukup luar biasa. Kekayaan kita, aset under management kita itu [Musik] 980 ee 82 miliar dolar. Mengagetkan semua pihak, mengagetkan juga kita sendiri sebetulnya. Kemudian overnight, katakanlah walaupun kita agak terlambat ya eh Norway tahun 1990, Abu Dhabi 1976 dia bikin ee kemudian ee Singapura cukup 81, 1981, Temasek mungkin lebih 1974 mungkin. Kita agak terakhir tapi kita ya oke kita sekarang sudah sudah ada di situ ya kan ee banyak yang meragukan kita, tapi banyak juga dari luar negeri yang memuji kita. Saya dihubungi banyak pimpinan pemerintahan dari luar negeri, nelepon dan sebagainya mengatakan ini nanti salah satu ee tonggak keberhasilan saudara sebagai presiden di Indonesia. Suatu saat sejarah mencatat bahwa saudaralah yang mewujudkan cita-cita ini. Cita-cita ini sudah lama. Saya kira sudah lama karena saya pun ee terinspirasi ini oleh sekali lagi oleh almarhum ayahanda saya, seorang waktu itu dia ekonom, dia profesor ekonomi, dia waktu itu menteri, penasihatnya Presiden Soeharto, bolak-balik ya, kadang-kadang saya di meja makan beliau cerita ya kan, beliau pulang dari ketemu presiden. Berusaha yakinkan Presiden untuk membentuk ee dana terpusat ini, hanya waktu itu tidak disetujui begitu. Jadi beliau ya cerita ke saya, saya oh saya mendengarkan, rupanya sekian puluh tahun jadi saya yang bisa apa ya bisa wujudkan. Padahal ini cita-cita banyak. Saya tahu ee pemerintah Pak Joko Widodo pun punya niat seperti ini. Ee jadi saya sebetulnya tinggal meneruskan bahkan ee rencana Undang-Undang BUMN yang memungkinkan adanya Danantara ini sebenarnya sudah dimulai di pemerintahan Pak Joko Widodo. Jadi sekarang dianggap oh kok cepat sekali. Iya kan? Undang-undang itu sebenarnya prosesnya sudah berjalan, proses sudah lama gitu ya, tinggal tinggal kita ya mungkin namanya baru ada dan sebagainya ya, kira-kira itu sebenarnya kalau banyak sekali saya ini bikin saya bikin suatu ringkasan, ringkasan kerja ini ini satu halaman itu adalah hasil-hasil kita untuk pertama kali dalam sejarah kita, umpamanya ee kita bikin cek kesehatan gratis untuk setiap warga negara. He, satu kali setahun. Ini sangat penting karena apa? Daripada kita nunggu dia sakit. I lebih baik kita tahu ee kita punya ee penderita TBC, tuberculosis salah satu yang tertinggi di dunia dan para ahli mengatakan begitu ketahuan sudah stadium lanjut. Padahal TBC mudah di diobati. Mudah. Di banyak negara sudah enggak ada TBC. Kita kenapa? Karena tidak mau ngecek. Iya kan? Batuk-batuk dianggap oh mungkin masuk angin ya kan? Flu. Habis itu batuk-batuk enggak selesai-selesai. Oh alergi, enggak mau di enggak mau periksa gitu loh. Nah kita bikin cek kesehatan gratis, bukan apa-apa. Kalau lebih dini ketahuan, lebih gampang, lebih murah mau ngobatinya gitu loh. Jadi korban kita bisa sangat turun. Ya ee ya banyak sekalilah biaya haji kita turunkan, ee gaji guru kita naikkan ee dan untuk pertama kali dalam sejarah kita, kita sekarang punya data tunggal, data tunggal sosial ekonomi nasional. Jadi sekarang kita bisa tahu persis ee orang miskin itu di mana, rumahnya di mana, anggota keluarga di mana, by name by address kita sudah punya. Dan ini saya juga berharap nanti ini mungkin ee kita bisa verifikasi, bisa kita cek supaya bantuan-bantuan itu tepat sasaran gitu loh. Ya kan? Jangan-jangan ada orang yang sudah enggak tergolong butuh masih nerima dan itu kita masih menemukan atau orang yang berhak tidak terima. Jadi ee banyak sekali saya sangat apa ya? Saya sangat antusias, ee saya sangat yakin kita berada di ambang ee transformasi yang besar. Ya, kita menghadapi masa yang penuh cobaan, apalagi ee dengan apa dengan program tarif yang dicanangkan oleh Presiden Trump dari Amerika Serikat yang menggoncangkan seluruh dunia.

Iya.

Puluhan negara terasa. Iya, kan? Jadi ee begitu kira-kira banyak tantangan tapi tetap optimis ya, Pak ya.

Banyak tantangan tapi optimis tetap ya, Pak ya.

Kalau saya saya optimis tapi saya juga harus menyampaikan ke seluruh masyarakat bahwa ee kita harus tabah, kita harus kuat, banyak tantangan, ya kan? Negara kita punya resources sangat besar. Sesungguhnya kita sangat kaya. Tapi adalah fenomena alam manusia, fenomena alam dunia. Bahwa yang kaya pasti selalu akan diganggu. Jadi ada filosofi dari Tiongkok kuno ya. Kalau kaya harus kuat. Kalau tidak kuat ya kekayaan akan dirampok. It's as simple as that. Ya, kalau enggak salah bahasa Tiongkoknya Fuen.

Fuen.

Jadi kalau kaya harus kuat.

He.

Baik, terima kasih. Silakan, sudah bicara banyak ya, dialog ini enggak kita jadi tahu karena memang masalahnya banyak. Mudah-mudahan nanti ekstranya juga lumayan. Oh ini dia ya. Rich, strong, kaya, kuat. Oke. Baik. Terima kasih, Bapak, sudah menggambarkan kepada kita semua tentang pencapaian dari e 150 hari masa pemerintahan hingga saat ini. Ee banyak sekali yang diceritakan tadi, tapi kita akan gali tentunya lebih dalam lagi, Pak, dengan dialog kita pada hari ini. Dan seperti disampaikan di awal pemirsa, hari ini akan hadir tujuh jurnalis dari tujuh media. Saya akan perkenalkan satu persatu. Yang pertama adalah eh Alvito Dianova, pemimpin redaksi detikcom, di sebelah kanan saya. Kemudian di sebelahnya ada ee Uni Lubis, memimpin redaksi IDN Times. Selanjutnya di sebelahnya ada ee yang selanjutnya adalah Mas Laluara Satriawangsa, pemimpin redaksi TVOne. Kemudian ada Najwa Shihab, founder Narasi. Dan kemudian eh Sutta Dharma Saputra, pemimpin redaksi harian Kompas dan juga Retno Pinasti, pemimpin redaksi SCTV dan Indosiar. Dan saya, Valerina Daniel, dari TVRI Nasional. Langsung saja saya akan persilakan eh untuk dialog ini. Pertanyaan pertama, siapa akan mengawali?

Saya.

Oke, silakan Pak Presiden.

Terima kasih atas waktu dan kesempatannya sebelumnya, karena masih lebaran. Mohon maaf lahir batin, Pak. Kalau ada salah-salah mohon dimaafkan. Yang kedua, saya pribadi mengapresiasi apa yang Bapak lakukan karena ini rasanya yang pertama kali yang dilakukan oleh ee Presiden ee Indonesia. Banyak presiden yang ee kita minta waktu aja susah gitu ya. Ee sekarang Bapak mengumpulkan ee kami dan apa namanya surprisingly tidak ada daftar pertanyaan yang harus kami ajukan ke Bapak gitu. Jadi kita bisa nanya apa aja nih. Silakan.

Baik, silakan, silakan.

Terima kasih, Pak. Kalau misalnya kita mau eh kembali ke visi dan misi Bapak itu semuanya kembali ke fundamental, Pak. Semuanya kembali ke basic. Kita apa namanya? Tumbuh sebagai anak yang kemudian diajari bahwa negara kita adalah negara agraris dan seterusnya dan seterusnya. Itulah cukup lama hilang di era reformasi. Kita mungkin terlalu sibuk mengurusi demokrasi, setelah itu juga mengurusi infrastruktur gitu ya. Lupa e mengingat bahwa ada perut yang harus diisi, jumlahnya bertambah terus. Bapak melakukan itu selain ee apa namanya swasembada, Bapak juga ee melakukan intersep buat mereka-mereka yang ee gizinya tidak baik dengan makan bergizi gratis. Walaupun tentu saja ada banyak pro dan kontra ee ee di publik begitu ya, tapi ee ini merupakan salah satu pembeda dibandingkan ee pendahulu-pendahulu Bapak. Bapak juga kemudian ee meneguhkan kembali em efisiensi merupakan bagian dari integritas begitu ya. Karena ee apa namanya? Pemotongan itu ee waktu kita bertemu pertama kali Bapak mengatakan bahwa ada kebocoran yang sudah pasti setiap tahun dan karena itu paling tidak karena kita butuh uangnya, kita melakukan efisiensi dan seterusnya. Itu semua menurut saya ee kembali ke basic, fundamental gitu. Pertanyaan saya, kenapa enggak lebih memilih yang sifatnya ee apa namanya? Ee monumen begitu, Pak, yang kemudian bisa diklaim sebagai ini hasil kerja Bapak, ada fisiknya. Karena ini kan bicaranya soal soal yang ada di belakang semua gitu. Kalau bicara bikin jalan se Papua gitu sehingga semua Papua misalnya tersambung. Itu kan monumennya ee Prabowo di sana. Kenapa itu yang tidak Bapak lakukan?

ee Boleh saya jawab ya. Jadi ee begini ee suatu pembangunan suatu bangsa tentunya ee bertahap dan memiliki dimensi yang banyak. Kalau Anda benar, saya ee merasa bahwa harus fundamental. Jadi harus dasar dulu. Back to basic ya. Dasar basic kan artinya dasar.

Iya.

Ya. Sama dengan kita bangun suatu gedung, fundamen, landasannya, fondasinya harus kuat. Jadi ee saya merasakan dari dari kecil bahwa masalah pangan itu sangat fundamental. Kalau kita lihat pemerintah-pemerintah itu jatuh dan bangun, kuncinya itu adalah masalah pangan. Bisa enggak memberi menjamin pangan untuk rakyatnya?

Iya.

Saya kira demikian sebetulnya dan saya setelah saya berkembang ya, saya jadi dewasa, saya mengalami, saya baca, baca dan saya alami ee ternyata bahwa ideologi apapun yang kita anut, agama apapun yang kita anut, saya kira setiap warga, setiap anggota suatu masyarakat yang diberi peran sebagai pemimpin ya. Apapun agamanya, apapun sukunya, apapun ideologinya. Yang pertama adalah kebaikan, keselamatan daripada rakyatnya. Itu harus fokus utama menurut saya, itu keyakinan saya. Percuma kita pintar, kita pandai berpidato, pandai bikin buku, masalah ideologi, masalah macam-macam, tapi kita hilang fokus. Jadi itu keyakinan saya. Karena itu ya saya berpikir monumen yang terhebat dalam suatu suatu pemerintahan adalah kalau dia bisa meninggalkan suatu sistem fundamental yang menjamin pangan, menjamin energi, menjamin air, dan di ujungnya lapangan kerja, pendidikan, kesehatan. Dan suatu masyarakat, suatu negara yang berfungsi dengan berhasil itu monumen yang terbaik menurut saya.

Iya, menurut saya.

Tapi jangan salah, infrastruktur penting. Jadi saya terus saja saya merasa beruntung. I'm lucky. Dalam arti saya jadi presiden. Berapa hal-hal yang berat telah dilakukan oleh pendahulu-pendahulu saya gitu loh ya. Saya saya bukan di sini sok minta bahwa saya menyenangi orang. Tidak. Saya merasa Bung Karno punya jasa mempersatukan ratusan suku. Bagaimana? Jangan kita lihat sekarang. Kita lihat tahun 50-an, 60-an ya kan. Apakah Bung Karno punya kesalahan? Ya pasti ada kelemahan. Pak Harto dia punya jasa. Bagaimanapun kita swasembada pangan pertama, dia membangun ee Bimas, Inmas, membangun BULOG, membangun macam-macamlah kredit ee usaha rakyat, yang mikrofinancing yang pertama Pak Harto itu, BRI. Yunus dari Bangladesh dapat Nobel Prize. Yunus belajar ke Indonesia. Iya kan? Kalau tidak salah dulu ee kreditnya namanya Candak Kulak.

Candak Kulak.

He, benar. Sudah lama banget.

Lama banget enggak dengar.

Sudah lama banget enggak dengar. Iya kan? Canda kunang itu Pak Harto, celangkan koperasi dan sebagainya. Ee Habibi meletakkan dasar demokrasi, IPTEK. Iya kan? Gus Dur, bagaimanapun bisa mengkumandangkan toleransi, pemimpin agama Islam. Tapi yang berani membela kaum minoritas sampai dengan dia taruh anggotanya menjaga gereja, wihara, pura. Ini kan memberi contoh yang luar biasa menurut saya sih. Iya kan? Dulu saling curiga kan begitu kan. Dan ingat beliau dimaki-maki dulu karena beliau dekat sama Israel, ke Israel, dimaki-maki. Ternyata sebetulnya beliau jauh di depan kita semua. Beliau tuh mau membuka dialog dengan siapapun ya. Ibu Megawati harus kita akui penyelesaian kasus-kasus apa itu ee BPPN. Ribuan perusahaan yang ee apa collapse kan beliau yang apapun ya mungkin beliau punya penasihat-penasihat yang hebat tapi itu kan keputusan beliau ee ini harus diakui. Pak SBY juga memimpin negara dalam krisis, krisis, krisis 2008, krisis ekonomi luar biasa ya kan. Kemudian ee tsunami, kemudian menyelesaikan ee [Musik] gamoki saya katakan ya ya saya sekarang ya tinggal landasan yang sudah bagus ya saya tinggal pakai interkonektivitas dengan infrastruktur yang sudah dibangun sekarang mudah, sekarang coba jujur aja dari Jogja ke Jakarta lewat darat.

Iya.

Iya kan? Bandingkan sama sekian puluh tahun yang lalu. Ee sekarang kita lihat mudik, mudik kenapa lancar? Jalan tol banyak. Iya kan? Iya kan? Ee alhamdulillah mudik tahun ini pun saya juga merasa bahagia. Saya dapat laporan kecelakaan mudik tahun ini ee berkurang 30% daripada tahun lalu. Nah, ini juga karena kerja keras banyak orang ya. Jadi, Saudara-saudara apa ya banyak orang ee libur THR, menteri-menteri saya enggak libur itu ya kan. Mereka sampai malam monitor, W ada kemacetan di mana? Ada jembatan yang ya ya itulah. Tapi itulah namanya ee apa ya ee kebanggaan ya kalau kita bisa bermanfaat ee bekerja untuk rakyat kita itu kehormatan. Jadi ada kebahagiaan.

Saya izin follow up Pak ya. Apa yang Bapak sampaikan itu cukup clear rasanya. Sama seperti beberapa waktu lalu ketika Bapak mengumpulkan pemimpin redaksi, beberapa pemimpin redaksi dan bercerita masalah-masalah ee isu-isu ee sensitif ee ee di e yang ada di perbincangan publik begitu. Nah, ee ini rasanya kurang tersampaikan ke publik gitu ya. Padahal Bapak cukup banyak punya organ yang berurusan dengan komunikasi. Kita ini tumbuh ee mengikuti jejaknya Pak Prabowo dalam politik. Rasanya kita semua ini mulai dari Bapak ikut konvensi Golkar, kemudian mendirikan Gerindra, kemudian maju eh Mega Pro, maju e apa namanya dan seterusnya dan seterusnya sampai akhirnya Bapak terpilih. Perubahan komunikasi seorang Prabowo Subianto sangat jelas gitu. Sayangnya ketika Bapak menjabat tim Bapak itu ee tidak cakap melaksanakan kerja komunikasi sehingga muncullah walaupun sebenarnya ada sedikit apresiasi ee yang harus dicatat juga Bapak tidak menggunakan terlalu banyak buzzer gitu ya sehingga apa namanya kata buzzer pun saya juga apa sih itu buzzer? Pendengung Pak, pendengung, pendengung orang ya di sosial media Pak. Jadi biasanya kalau misalnya mau menghentikan media arus utama untuk mengkritisi menggunakan buzzer dulu. Tapi kan ada juga robot ya.

Iya, bisa, justru bisa robot, buzzer tuh ada robot, ada ada manusia.

Intinya intinya sih itu salah satu apresiasi. Mungkin saya harus pakai buzzer mulai sekarang. Ah, jangan. Tapi harus harus ya ini jadi catatan kita bagaimana komunikasi itu buruk ee apa namanya ee dihadirkan terutama di akhir-akhir ketika ee apa namanya ee media dikirimi bentuk teror ya ee dan dijawab oleh ee salah satu yang orang yang seharusnya merepresentasi langsung Bapak gitu ya, ketua ee apa namanya? Kantor komunikasi ee presiden itu kan representasi langsung Pak Prabowo. Apa yang disampaikannya itu harusnya menjadi supposed to be persepsi dari seorang presiden. Ya, saya enggak yakin Pak Presiden bilang, "Ya udah kalau misalnya dapat ee kepala babi dimasak aja gitu." Ini sesuatu yang serius buat kita. Kita sudah berjalan cukup panjang kebebasan demokrasi ee kebebasan pers kita. Dan saya sempat men-challenge Bapak di suatu waktu apakah kemudian Bapak akan menggunakan ee gaya-gaya lama gitu ya?

Ya, enggak mungkin lagi, Bapak bilang karena sekarang ada sosial media dan media sudah berkembang. Semua orang punya hak dan ee menjadi produsen ee pesan begitu. Nah, ini apa yang akan Bapak lakukan terhadap ini? Perbaikan komunikasi. Bapak juga sebelumnya juga sudah mengatakan komunikasi kita jelek dalam satu apa namanya? Acara terbuka.

Saya saya ee ingin ee jawab ya. Ee benar sekali. Saya ee akui bahwa 150 hari ee saya sendiri menurut menurut menurut pendapat saya ee saya yang bertanggung jawab, saya yang salah sebetulnya. Kenapa? Karena begitu kita dapat mandat, fokus saya, antusiasme saya, semangat saya adalah bagaimana bisa dengan waktu yang sesingkat-singkatnya deliver. Orang lapar enggak bisa nunggu. Anak-anak yang lapar enggak bisa nunggu. Jadi fokus kita kerja mungkin ada yang ngejek ya, tapi saya paham ee etos. Saya bukan selalu membela Pak Jokowi. Banyak orang yang jelek-jelekin. Saya enggak tahu ya, pasti ada orang baik, ada orang yang tidak baik, ada kekurangan. Tapi etos waktu itu ya kita ingin kerja, kita ingin buktikan, kita ingin selesaikan. Oh eh ada El Nino, ada La Nina, kekeringan. Waspada nanti gimana air, cari air, bikin tim, cari ahli, that was our focus on the first days. Gimana menghemat APBN, menteri Keuangan bagaimana pelajari lagi, pelajari lagi, pelajari lagi. Ee itu akhirnya tim saya semua juga kurang. Karena kita waktu itu yakin kalau kita bisa deliver dengan baik, dengan cepat, kendalikan harga, turun ini, rakyat merasakan mereka akan percaya sama kita. Ah, ternyata itu makanya saya anggap ini mungkin salah saya. Saya tidak terlalu ya kalau Anda perhatikan ke mana-mana saya pergi, saya enggak ada wartawan yang embet sama saya dan sebagainya. Karena pendekatan saya waktu itu adalah kerja ee kerja dan evidence. Kalau saya bisa bikin ini pasti orang menilai dengan objektif. Ternyata tidak seperti itu. Ya, politik ee adalah persepsi dan ya kadang-kadang kekuatan-kekuatan tertentu apapun yang kita buat pasti di-narasikan tidak baik. Karena itu ee saya mau perbaiki itu masalah ee apa itu komunikasi, ee salah ucap ya, tim saya kan orang-orang baru he dalam pemerintahan, banyak orang baru pemerintahan, sebagian menteri-menteri yang senior ada yang dari ee kabinet lama ya, tapi banyak yang baru ya ee jadi mungkin ee kurang kurang waspada, kurang hati-hati dalam dalam mengucap ya. Ee saya kira itu yang bisa saya jelaskan ya. Saya nanti saya saya belum ketemu sih sebetulnya ee setelah saya juga kaget ya masalah kepala babi dan apa ya itu tikus kirim itu juga saya kira ee gaya-gaya apa ya ee taktik-teknik gitu-gitu ya. Bagi saya, saya juga ee saya enggak saya enggak terlalu percaya bahwa yang lakukan itu punya sifat-sifat ee enggak saya saya ulangi saya kata saya kira yang lakukan itu ingin mengadu domba. H ingin menciptakan suasana yang tidak baik. He menurut saya itu ya. Oke. Tapi ee benar itu ucapan yang menurut saya teledor itu ee ya keliru itu ya. Saya kira beliau menyesal ya. Ee tapi ini alasan yang saya bisa kasih adalah mungkin ya karena baru dalam posisi pemerintahan yang selalu disorot. Jadi kadang-kadang ee orang yang dari dari dunia perencana atau dunia ee survei atau dunia akademis muncul di panggung publik ee kurang cepat menyesuaikan menurut saya. Oke, makasih. Saya saya jadi saya itu jawaban saya kepada itu, tapi bahwa komunikasi kurang baik itu sebetulnya saya anggap itu saya yang saya yang bersalah karena fokus kita deliver. Deliver, kerja, rakyat nunggu, rakyat nunggu. Apa keputusan Pak ini ee hutang para petani nelayan, hutang lama dia enggak bisa dia enggak bisa pinjam lagi. Selesaikan, hapus utang itu, Pak. Begini. Jadi banyak masalah yang akhirnya harus saya selesaikan. Iya kan? Tapi ya kita kita keluarkan keputusan-keputusan cepat, kita keluarkan ee sehingga on the whole saya lihat ee saya cukup bangga dengan apa yang kita capai dalam 150 hari. Dan saya saya lihat dan saya yakini dalam 5-6, 8 bulan ke depan kita akan akan membuat langkah-langkah fundamental, terobosan yang akan memperkokoh ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian ya, perang, persaingan hegemoni yang sangat berbahaya yang bisa memicu perang dunia ketiga ini, tidak main-main, benar-benar saya pelajari tiap malam, saya lihat wah this

Is very dangerous time. Very dangerous time. Siap mau nyerang Iran. Rusia mengatakan, "Jangan nyerang Iran. Kalau nyerang Iran, berhadapan dengan saya, Rusia." What does it mean? Masalah Iran nanti perang dunia ketiga dan kita sudah nonblok, kita sudah benar. Tapi kalau terjadi perang nuklir, kita nonblok saja kita akan kena. Mungkin yang negara-negara punya nuklir ya, dia matinya lebih cepat. Kita mungkin mati juga, tapi lama kita matinya. Iya kan? Benar enggak? Betul. Jadi it's dangerous time. We are living. Kita hidup dalam. Nah, kita harus hati-hati. Dan untuk itulah saya selalu mengajak mari kita rukun, mari kita mengatasi persoalan bersama, gitu ya. Baik. Makasih, Pak.

Baik, terima kasih Bapak. Selanjutnya ada Ibuis.

Terima kasih Presiden. Ini awal yang baik untuk transparansi komunikasi publik dari pemerintah. Mudah-mudahan bisa dilakukan secara reguler. Terima kasih juga Kopi Hambalangnya. Nah, ya ini karena tadi kesadaran bahwa saya ini alpa, saya ini ya kan, 5 bulan ini saya ini kurang komunikatif. Iya. Baru saya sekarang.

A Oh iya ya. Tolong saya mau bicara, dialog langsung silakan. I biarlah mereka tanya apa saja kan. Nah, jadi seperti tadi Pak Presiden katakan dalam waktu 150 hari banyak sekali grande program besar, grande yang di-roll out hampir bersamaan dan ini juga menimbulkan kekagetan mungkin karena wah dalam waktu 130 hari seperti di buku ada danantara, ada MBG, ada segala macam ee sudah ada apa namanya harga pupuk, kemudian pertanyaan pertanian. Oke. Tapi 130 hari Presiden Prabowo juga diwarnai oleh demonstrasi. 22 Agustus peringatan darurat mahasiswa dan civil society mendemo karena parlemen pada saat itu melakukan upaya-upaya untuk menggagalkan merevisi putusan MK yang berkaitan dengan undang-undang Pilkada. Sikap dari aparat masih abusif, termasuk juga demo berkaitan dengan pembahasan rancangan undang-undang TNI. Jadi pertanyaan saya, Pak, satu, bagaimana Presiden melihat demo mahasiswa dan civil society dan penanganan oleh aparat yang masih abusif, jelas-jelas bahkan petugas medis saja kena kasus kekerasan, ambulans dibelokkan ke Polres ya, terutama yang belum lama ini ya, yang ee apa ee yang RUU TNI. Kedua, apa sih urgensinya RUU TNI harus dibahas begitu cepat? Ini kan masuk prolegnas 2025, 18 Februari. 20 Maret itu sudah sidang paripurna. Jadi apa sebetulnya urgensi bahwa Undang-Undang TNI harus segera direvisi eh dan sampai hari ini, Pak, in the spirit of accountability dan transparency, sampai hari ini tidak ada yang bisa mengakses draf RUU TNI yang sudah disahkan di paripurna. Kan nanti 30 hari Presiden mesti tanda tangan ya. Apakah akan ditanda tangani? Karena kekhawatirannya adalah yang disahkan di, yang disetujui di paripurna, yang selama ini digembar-gemborkan pasal 7, pasal ee ee ee 47 ya sama 53 kalau saya enggak salah ya. Jangan rakyat juga khawatir, jangan-jangan nanti yang ditandatangani sama Presiden berbeda seperti kasus Undang-Undang Cipta Kerja. Apa yang disahkan di paripurna ketika jadi undang-undang itu ada pasal yang berbeda. Nah, jadi gimana Presiden melihat bahwa 150 hari ini juga diwarnai demo yang cukup besar. Bahkan demo yang terakhir ada di 58 kota, Pak. Kota-kota kecil yang biasanya enggak ada demo itu ada demo. Kedua, apa urgensi mempercepat? Kenapa tidak rancangan Undang-Undang Perampasan Aset misalnya? Karena Presiden sangat konstan terhadap korupsi. Di buku Bapak, Gagasan Prabowo halaman 195-16, Bapak mengatakan bahwa setiap negara yang tidak mampu mengatasi korupsi di pemerintahnya, negara itu akan bubar. Nah, ini kan ada yang urgen sebetulnya dan Bapak selalu di pidato mengatakan itu. Mungkin itu yang ingin saya tanyakan, Pak.

Ya. Ee baik ya. Masalah demo adalah biasa. He. Dalam negara sebesar kita kan kita sudah sepakat berdemokrasi. Orang berdemo itu dijamin oleh Undang-Undang Dasar. Hak berkumpul, hak berserikat dan sebagainya. Jadi ee itu menurut saya biasa. Kalau ada abusif ya kita harus investigasi dan kita harus proses secara hukum kalau abusif. Tapi Mbak Uni, Mbak Uni harus tahu. Coba perhatikan. Coba perhatikan secara objektif ya. Jujur ya. Apakah demo-demo itu murni atau ada yang bayar? Harus objektif dong. Iya kan? Pertama ada demo melawan efisiensi, demo katanya dana pendidikan akan dikurangi, demo. Jadi harus objektif kita juga, kita bukan anak kecil, Mbak Mbak Uni. Iya kan? Ee kita hormati hak untuk berdemo asal demonya damai. Tidak mau menyulut kerusuhan. Nah, kalau bakar-bakar ban itu bukan damai. Dan kenapa abusif? Kita punya pengalaman. Saya mantan petugas keamanan juga. Kadang-kadang petugas dilempar plastik kencing, kadang-kadang petugas dilempar ee plastik isinya kotoran manusia. Ya. Jadi selalu dalam pengelolaan suatu negara kita waspada apakah ada kelompok-kelompok atau kekuatan-kekuatan asing yang ingin adu domba. Ini ini berlaku lazim. Data-data keluar. Sekarang pemerintah Trump membubarkan USAID dan di situ ketemu bukti-bukti bahwa USAID membiayai banyak LSM-LSM di mana-mana bahkan ya ini kan keluar semua. It's public knowledge, Mbak Uni. I jadi eh saya mengajak kita berpikir dengan jernih ya kan, ee demo itu hak. Tapi juga kalau demo dibuat untuk menimbulkan kekacauan dan kerusuhan ini menurut saya adalah melawan kepentingan nasional dan melawan kepentingan rakyat. Demo kenapa bisa di London, di Amerika, di mana demo? Enggak usah merusak, enggak usah merusak pagar, enggak usah merusak apa itu stasiun bis, terminal bus. Ini kan uang rakyat. Boleh demo di kampus, tapi jangan merusak fakultas. Ini uang rakyat. Ya. Jadi ee dan Mbak Uni perhatikan enggak petugas-petugas polisi kita sekarang tidak bersenjata ya. Jadi masalah abusif oke, catat. Tapi dalam Mbak Uni sendiri mengatakan berapa berapa ratus demonstrasi, berapa kasus abusif ya. Jadi saya paham dan saya tahu setiap institusi ada ee yang tidak beres ya, ee organisasi yang besar ya kan, ee pasti ada yang namanya manusia, namanya kadang-kadang anak muda, emosi panas dan sebagainya, tapi gak ada niat dari pemerintah untuk menekan, untuk enggak ada untuk apa kita mau kerja untuk rakyat begitu ya Mbak Uni. Tentang soal kenapa kok RUU TNI ini ee begitu dipercepat, RUU TNI dipercepat karena kita mengalami suatu fenomena dalam berapa tahun itu ya, ee Panglima TNI 1 tahun ganti, Kasat 1 tahun ganti karena usianya habis, waktu dia untuk kariernya begitu mau dipakai, usia habis di mana kita bisa punya suatu organisasi yang pemimpinnya ganti tiap tahun. Nah, di situ saya sebetulnya mengatas, saya bilang ini kalau tidak ini berapa jenderal kita harus kita ganti sekarang. Jadi saya mohon kalau bisa inti daripada RUU TNI ini sebetulnya hanya memperpanjang usia pensiun beberapa per tinggi. Enggak ada niat TNI mau difungsikan lagi. Come on. Ya kan, nonsens itu saya katakan tidak ada niat TNI yang keluar dari politik. Coba buka sejarah di mana TNI keluar dari politik dalam sekian puluh tahun berapa ya waktu kejadian ee dukungan Siri itu ya memang Bung Karno yang ajak ABRI masuk karena kondisi Indonesia diserang, diganggu PR di Permesta, DII, RMS. Akhirnya Presiden waktu itu Bung Karno mengatakan darurat perang. Kita jangan lihat kondisi sekarang, kita lihat kondisi tahun 50-an gitu. Iya kan? Saya masih ingat, saya masih anak kecil dari dari Jakarta mau ke Puncak lewat Bogor dihentikan di tengah jalan, di jalan ke Puncak itu di Rambut Gonong di pinggir jalan digantikan ya mereka minta makan minta ini jadi ee kondisi zaman berbeda-beda ya. Jadi menurut saya undang-undang TNI itu is isu, gak ada niat semua pejabat tentara yang akan masuk jabatan-jabatan sipil pensiun dini, hanya ada beberapa lembaga yang memang diizinkan, 14 itu intelligence, ee bencana alam, ee basarnas ini dari dulu ini hanya mengformalkan kemudian apa ya katanya kejaksaan kenapa ya kejaksaan ada ada jaksa, jaksa apa? Pidana militer. Kemudian hakim agung, ada hakim agung militer ee i kan ee kamar militer dan kalau dilihat semua itu ada reasoning-nya. Jadi menurut saya is non issue. Itu rakyat juga tahu kok bahwa tapi transparansi proses pembahasannya juga akan dipersoalkan. Itu yang memicu demo sebetulnya, Pak. Eh, selain konten ya, selain konten yang dikhawatirkan bahwa ini kita mengarah ke militarisme negara, militarisme ada kotor-kotor lagi kayak zaman baru ya sudahlah enggak ada itu. Oke. Enggak ada militarisme apa. Iya kan? Militarisme apa? Kenapa orang enggak ribut kalau Thailand itu kudeta berkali-kali? Kok kenapa enggak Anda ngerti? Enggak ada itu militarisme apa? Jadi, Saudara ee kalau Anda tanya secara objektif ya. Heeh. Bikin survei. Tanya rakyat lembaga mana yang paling dipercaya oleh rakyat. Jangan elit intelektual di Jakarta yang punya akses yang yang ya kan yang banyak ee punya pandangan-pandangan tertentu gitu ya. Menurut saya eh bias gitu loh. Selalu memandang dengan prasangka, dengan curiga gitu. Memang TNI sih, Pak. Selama ini survei-survei mengatakan TNI. Cuman ada alasannya kenapa TNI itu nomor satu. Karena sejak reformasi TNI itu kembali ke barak itu dan kemudian lahir dari rahim rakyat. Jadi image-image itu yang membuat TNI itu selalu nomor satu di survei. Nah, dikhawatirkan kalau misalnya makin Mbak Uni yang bawa kembali ke barak siapa? Saya mau tanya. Reformasi yang bawa kembali TNI ke barak itu siapa? Pemimpin-pemimpin TNI sendiri. Iya ya. Oke. Kita sadar waktu itu Pak Wiranto, Pak Yudhoyono, iya kan Agus Wiradi Kusuma termasuk saya. Saya yang dorong. Saya pertama di dalam TNI yang mengatakan civilian supremacy, saya tunduk dan saya buktikan bahwa saya tunduk kepada pemimpin sipil. Saya diberhentikan oleh Pak Habibie. Siap. Padahal saya pegang pasukan terbanyak. Jadi jangan salah. Jangan jangan selalu pakai narasi yang selalu ya kan menurut saya kita objektif rakyat itu masih percaya sama TNI. Iya. Baik. Karena apa? Tidak hanya itu. Kalau ada bencana alam siapa yang pertama kali? TNI. Kalau ada ribuan orang mayat waktu di Aceh, siapa yang angkat? Jadi kita harus objektif yang benar. Siapa yang jaga republik ini? Malam Natal, tahun baru i kan lebaran mudik, TNI, Polri. Ban ada kekurangan, ada unsur-unsur yang ya semua lembaga kita iya ada hal-hal yang tidak baik. Ini tanggung jawab kita bersama. Mari kita perbaiki. Saya tegas terus di TNI, di Polri. Beresin, bersihkan diri kalian. Baik sebelum nanti saya ambil tindakan atas nama sebagai mandataris rakyat. Ya. Baik, terima kasih Bapak.

Terima kasih Pak Uni. Selanjutnya terima kasih Pak Presiden Prabowo. Yang pertama sebagai anak petani saya menyampaikan terima kasih pupuk sekarang langsung ke Gabungan Pak dan Bulog di daerah saya di Lombok juga melakukan pembelian dengan harga sesuai Rp 6.500, Rp gabah kering panen. Tapi bukan itu yang saya ingin tanyakan Pak Presiden. Pertama, seperti kita tahu di akhir-akhir ini seperti Mbak Uni juga bilang tadi bahwa kita dapat hadiah lebaran dari Presiden Trump dan tentu pada saat tanggal 8 nanti pada saat kita masuk pasar dibuka akan terjadi guncangan dan seperti kita ketahui bahwa instrumen pasar modal itu salah satu pasar modal itu sebagai salah satu instrumen untuk mencapai tujuan target Bapak 8%. Langkah-langkah pasar saham, pasar modal dan pasar uang dan ini itu kan merupakan instrumen juga, Pak, untuk ee bisa mendorong punya pendapat itu. Langkah-langkah apa yang akan Bapak lakukan dan buat pasar pada saat terbuka nanti relatif tenang? Saya kira itu, Pak. Terima kasih.

Oke. Saya mau bicara, mau jawab pertanyaan Anda, saya pisahkan. Iya. Antara ee program ee Presiden Trump ya yang pasang tarif iya hampir ke seluruh dunia i kan dan masalah pasar modal ya kalau saya punya pandangan tertentu. Pertama saya bicara pasar modal dulu. Pasar modal itu adalah pasar ya, pasar saham. Pasar saham itu itu dipengaruhi oleh ee mekanisme pasar. Kadang-kadang naik, kadang-kadang turun. I kan ada siklus ada dan itu itu berjalan. Orang yang masuk pasar saham dia tuh cari untung secepat-cepatnya. Ya, ini kalau kita bedakan dengan direct investment. Bedanya adalah ini cari untung cepat. Kalau ini dia punya rencana. Saya bikin pabrik. Bahan bakunya ini bahan baku boksit lah, nikel lah, bahan baku batu bara lah, ini bahan baku ini pabrik ini ee distribusi marketing ini untung saya 5 tahun, 10 tahun, 30 tahun ya. Jadi kita bedakan. Nah, kalau saya lihat fundamental kita kuat ya. Apa yang terjadi di pasar saham? Kita punya kekuatan dan kita akan investasi. Ya, orang selalu bicara kalau pasar saham jatuh. Kalau pasar saham naik orang diam. Iya kan? Waktu sempat berapa hari yang lalu kan turun, Wow. W w ya kan ekonomi Indonesia kacau, gelap. Prabowo gagal, bla bla bla. Begitu berapa hari naik lagi diam, enggak ada yang komentar. Sekarang pasar saham di Amerika merah, turun turun jauh sekali. Tapi e pandangannya Trump, oh enggak ini iya tapi pada saatnya akan naik lagi gitu karena dia melakukan hal-hal yang dianggap ee memperkuat ekonomi Amerika. Ya, ini jawaban saya soal pasar modal. Jadi, makanya saya tuh saya tuh enggak terlalu saya enggak terlalu takut sama pasar modal ya. Karena Indonesia punya kekuatan. Itu yang kita sadar ya. Kita jangan kita jangan punya rasa rendah diri. Kita kayaknya diprogram bangsa kita, elit kita juga bahwa kita ini lemah, kita kalah, kita ini dijajah, kita ini, ini hebat, hebat, hebat gitu loh kita hutang besar, hutang kita dibandingkan dengan banyak negara, hutang kita salah satu yang secara perbandingan tuh ter terkecil di dunia, hanya 4 L negara lebih kecil dari kita. Iya kan? Inflasi kita terendah di dunia. Orang-orang ingin belajar bagaimana Indonesia mengendalikan inflasi. Anda lihat inflasi Turki 44%, dari dia sudah hebat ini dia turun dari 85%. Argentina 117%, dia sudah turun enggak tahu 300% dia. Ee jadi kita ini harus jangan terlalu jangan terlalu takut bahwa dunia ini tidak baik-baik saja. Kita penuh dengan dengan kesulitan. Kita penuh dengan terus terang saja kita koreksi diri ya sebagai bangsa selama 30 tahun ini kita banyak melakukan blunder. Kita kita akui saja. Jangan jangan salah siapa presiden, masa satu presiden bertanggung jawab atas semua ini, banyak blunder dan ini juga salah. Saya saya juga hei hei para teknokrat. Hai para profesor, hei para guru besar. Kenapa kau tidak, kenapa kau tidak koreksi? Kenapa kau tidak ee ingatkan pada saat dilakukan penyimpangan-penyimpangan, pada saat dilakukan blunder-blunder, ya kan yang macam-macamlah kita bisa uraikan ya. Jadi itu satu. Nah, kedua masalah Trump. Trump ya. Ya, masalah Trump ini akan kita harus lihat nanti mungkin kita akan mengalami ee dampak yang yang berat mungkin terutama yang bisa kena adalah industri sepatu, tekstil, sepatu, garment, dan ee furniture. Ya, ini ini berat karena ini padat karya. Tapi kita akan cari jalan keluar. Kita harus berani mencari pasar baru. Kita ini terlalu terlalu manja juga sih ya. Kita tuh selama ini ee tertarik oleh ekonomi Amerika. Benar. Karena ini kan sistem ekonomi yang Amerika ajarkan kepada kita kan. Iya kan? Free market, benar enggak? Globalization. Iya kan? Eh there are no borders. Mereka ajarkan kepada kita. Kita murid yang setia. Ya kan? We follow. We follow what they teach us all the time. The 60s, the 70s, the 80s, the 90s, 98, 99 kita ikut. IMF paling setia, paling loyal. Sekarang kita harus bangun, harus dewasa. Hei. Dan tidak hanya kita, Eropa, negara ASEAN semua, Australia semua. Oh, kalau begitu sekarang situasi berubah dan memang benar situasi berubah. Dan itu yang saya sudah ingatkan bertahun-tahun. Saya ingatkan tolong tolong buka rekam digital saya. Rekam jejak saya. Saya sudah ingatkan saudara-saudara sekalian. Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri. Tapi orang bilang, "Oh, retorika." Tidak. Saya dari dulu, saya dari saya dari dulu memperjuang, saya sudah sadar, saya sudah mengerti bahwa suatu saat nobody is going to help us. Tidak ada yang akan bantu kita kecuali diri kita sendiri. Dan ini realita. Tidak ada yang bantu India, tidak akan ada yang bantu Vietnam, tidak akan setiap negara harus mengurus dirinya sendiri. Tapi nah banyak orang mengatakan juga bahwa ee Amerika memaksa semua negara untuk cari pilihan lain. Nanti Kanada sudah mengatakan, iya, Anda baca, Anda dengar pidatonya Perdana Menteri Kanada. Iya, betul. Kalau Amerika tidak mau memimpin, Kanada akan memimpin. Bayangkan Kanada nanti sama Eropa Barat, ya kan? Ee saya akan berangkat juga ke ee ke Eropa awal Mei. Saya akan ketemu ee Perdana Menteri Anwar nanti sore kita koordinasi. Ee kemarin Menteri Menko Perekonomian Pak Airlangga dari Kuala Lumpur koordinasi. Nanti menteri-menteri ASEAN juga akan koordinasi dan kita terus hubungan negosiasi. Saya akan kirim Pak Airlangga ke Washington. Ee kita sudah punya kontak dengan eh tokoh-tokoh di Washington. Kita akan diskusi. Negosiasi untuk negosiasi. Iya. Kita akan negosiasi. Kita bilang ee tapi satu hal yang saya ingin sampaikan, Amerika sebenarnya punya hak ya karena dia ingin membela kepentingan nasional, kepentingan nasional dia. Iya kan, bayangkan negara-negara lain punya surplus 300 miliar dolar, 200 miliar dolar, 100 miliar dolar. Iya kan? Benar enggak? Ya dibenarkan oleh WTO juga. Iya kan? Kita nih termasuk surplus yang kecil. Tidak terlalu besar, 18 miliar dolar, 17, tapi maksud saya juga ya ee pengusaha-pengusaha kita juga harus ee istilahnya punya long-term planning ya dan tidak tergantung kepada suatu pasar yang enak. Iya kan? Iya kan? Iya iya kita harus berani. Kenapa kita tidak ke Afrika? Diversifikasi, Afrika itu the new emerging market, market of the world, Afrika loh, jumlah penduduknya besar, resources-nya banyak i kan kebutuhannya banyak, ada pengusaha-pengusaha kita yang berani ke Afrika ya kan boleh, benar enggak? Salim Grup dia di mana-mana di Afrika itu mereka sekarang hobinya makan Indomie, Indomie dan mereka kira Indomie itu makanan mereka itu kayak spaghetti, jatuhnya menggantikan spaghetti, ada di Nigeria, di Turki, di Mesir. Jadi kita we have to look for new market. Benar enggak? Eh yang kita concern hanya memang apa itu eh garment, sepatu ya kan? Itu yang dua konser. Tapi nah ini bagian ya. Makanya masalahnya adalah kita harus berani dan saya bertekad untuk ee mengurangi kemiskinan. Jadi kalau orang miskin kita keluarkan dari kemiskinan, dia punya resources, dia punya uang, domestik market kita hidup. Kita 300 juta loh sebentar lagi. Iya. Iya kan? Kita sebesar sebesar Amerika. Jadi ya nanti sepatunya kita jual saja di antara kita. Pakaian kita punya anak sekolah berapa anak sekolah kita ya 60 juta kalau enggak salah, 70 juta penerima manfaat nanti Rp 82 juta. Heeh. Jadi mungkin anak-anak kita ya mungkin ya mungkin Rp 5 juta mungkin mereka butuh sepatu, mereka butuh pakaian, pakaian olahraga, pakaian pramuka. Iya kan? So, ini nanti saya harus kumpul dengan tokoh-tokoh ee industri, tokoh-tokoh kita bicara, kita cari ee jalan keluar dan kita berusaha mitigasi ee kesulitan yang akan ditimbulkan dan kesulitan ini akan ee kena seluruh dunia. Nah, tapi ini ya sekarang tinggal terjadi apa ee shifting, orang lagi cari teman ini. Heeh. I kan cari kawan, kita juga bingung sebetulnya. Benar enggak? Iya kan? Tapi dalam arti kita mengerti bahwa mereka concerned bahwa ekonomi mereka [Musik] ee tidak produktif. Dia masih kuasai teknologi, tapi di bidang lain ee bidang mobil mereka sudah bisa kalah jauh mungkin dengan Cina. Iya kan? Elektronik, ee telepon ya kan kita sekarang siapa yang pakai telepon buatan Amerika mungkin ya Apple masih ya. Teknologi dia masih unggul. He. Eeah. Jadi ini nanti ada equilibrium baru ya. Saya saya sendiri juga sangat prihatin. Tapi ee ya ini fakta yang dihadapi seluruh dunia ya. Hanya saya percaya tadi apa yang saya Alvito sampaikan eh basic kita kuat ya. Whatever happened eh saya kira we will kita survive apa yang sudah pernah kita survive, krisis berkali-kali ya. Ee 68, 98, 2008, COVID ya kita hadapi dan kita bisa atasi. Tapi kuncinya kalau ada kerukunan ya. Jadi saya juga ee prihatin ya mungkin saya juga mau dialog, saya mau ketemulah sama siapa, mari kita bahas ya kan mungkin tidak usah dipublik ya, tokoh-tokoh yang Indonesia gelap, Indonesia Indonesia gelap, Mas maksudnya oke kalau memang Indonesia gelap, mari kita kerja supaya Indonesia tidak gelap, iya kan? Kok Indonesia gelap? Kabur saja deh. Kabur saja dulu. Kabur a kabur. Kabur saja dulu deh. Iya kan? Habis habis itu Jokowi salah, Prabowo goblok. Apa ini tidak mengatasi. Iya kan? Apa? Mana ini? Saya saya bikin hitam tas putih ya. Saya mau kirimlah nanti kalau saya mau kasih makan ke anak yang lapar. What is wrong with that? Saya kampanye ke desa-desa. Saya lihat anak ini umur 5 tahun. Saya tanya enggak, dia 10 tahun. Badannya 5 tahun, kecil. Stunting. Stunting kita ini sekian puluh persen. Mbak Uni, what do we do? Saya enggak, saya enggak teoritis. Iya kan? Saya mau intervensi yang sudah kaya, yang sudah lumayan tidak mau makan enggak apa-apa. Jatah makanmu kasih ke yang ini. Ini sesuatu yang tidak bisa saya terima di hati saya. Ada anak dikasih makan, telurnya dipotong, dibungkus. Uh. Guru, kenapa untuk adik saya di rumah ada anak dikasih bingkis, dikasih tidak makan? Kenapa? Ibu saya di rumah, di rumah enggak ada nasi. Dia bicara dengan tidak sedih. Dia bicara ini tidak bisa terjadi. Saya enggak, saya enggak terima. Saya sebagai pemimpin, saya sebagai patriot. Bukan ini republik yang saya bela dari sejak muda. Jadi saya akan berjuang keras supaya tidak ada orang lapar di Republik Indonesia. Saya akan kerja sekeras-kerasnya.

Baik, Pak Presiden. Terima kasih Bapak memulai ee pemerintahan dengan kebijakan efisiensi dengan merealokasi belanja modal dan belanja barang. Kita ketahui bahwa belanja modal dalam jalan barang itu signifikan pengaruhnya untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi. Lantas dengan pengalihan belanja modal dan belanja barang yang cukup signifikan 300 triliun, Pak. Bagaimana langkah pemerintah untuk meminimalkan ee agar tidak terlalu melambat pertumbuhan ekonomi? Saya kira itu. Terima kasih, Pak Presiden atas waktunya.

I baik. Jadi ee dengan pengalihan akan ada pelambatan tapi nanti akan dikejar gitu. Karena yang kita ee hemat kita tetap kita kucurkan kepada sasaran yang kita inginkan. I kan yang kita hemat itu adalah hal-hal yang kita sudah yakin akan hangus. Hangus oleh korupsi. Korupsi ya ee korupsi kecil, menengah, dan besar. Dalam arti begini ee perjalanan dinas ke luar negeri kalau yang perlu harus. Saya kirim Menteri Menko Airlangga kamu ke Washington. Kemudian ee Menteri Keuangan kamu wakili kita G20. Kemudian itu perlu. Tapi kalau rombongan pergi untuk studi banding ini, studi banding itu, iya kan? Come on. Kita bisa hemat berapa puluh triliun loh dari perjalanan dinas saja. I kan 20 triliun kalau enggak salah. 22 triliun kita hemat. Iya kan? Bapak 22 triliun perjalanan dinas. Bapak tahu untuk perbaikan sekolah ya ee berapa ya? 17.000 sekolah kalau tidak salah itu 19 triliun. H. Jadi dengan 22 triliun yang enggak ke sana, kita bisa perbaiki 19 19 triliun lagi eh 19.000 sekolah lagi dan sebagainya dan sebagainya. Contoh saya canangkan bahwa tahun ini kita akan buka 200 sekolah rakyat berasrama, boarding school ya dari SD sampai SMA untuk khusus untuk golongan ekonomi yang paling bawah kalau tidak salah ee desil berapa itu ya yang paling bawah itu. Desil 10, 11 kalau enggak salah atau 9 10. Desil 9 10 ini untuk mematahkan mata rantai kemiskinan. Anak orang miskin eh iya bapaknya miskin, ibunya miskin, anaknya tidak boleh miskin apalagi cucunya. Anaknya kita sekolahkan, keluar dan dia nanti akan angkat orang tuanya keluar dari kemiskinan. That is our strategy. We are ambitious. Kita berpikir besar. Grand karena Indonesia besar. Kalau kita berpikir kecil, kalau kita berhati kecil, hasilnya tidak. Jadi itu contoh. Satu sekolah kita hitung membutuhkan mungkin 150 miliar. Dan kita minta pemda siapkan tanah. Kita akan bangun dari pusat tapi kabupaten cari tanah. Saya minta 20 hektar kalau bisa. Minimal lima kalau bisa 20 hektar. Wah, bupati-bupati mau. Iya kan? Karena dia tahu ini akan membantu rakyat dia yang paling bawah. Iya kan? Ini kita di situ kalau anak yang lain yang masuk sekolah pagi dan pulang itu dia kan makan sekali sehari yang kita biayai negara. Anak yang paling bawah ini dia berasrama dia akan makan tiga kali. Dia akan hidup di alam yang tertib. Kita didik supaya dia confident. Jangan kamu merasa inferior. Inferior, masa depanmu kamu enggak boleh apa eh apa enggak boleh patah oleh keadaan. So we have to do that. We have to intervene. Kita harus berani. Bahkan menurut saya kita harus ya kadang-kadang kita harus agak-agak nekad kalau gitu ya kan. Use our resources dengan arif, dengan pandai daripada hal-hal yang seremonial. Umpamanya sekarang ulang tahun, ulang tahun, ulang tahun. Tiap kementerian ada ulang tahun, tiap kesatuan TNI ulang tahun. Saya saya senang dapat laporan, eh nanti 16 April ulang tahun Kasad, tapi enggak ada apa-apa, Pak. Kita hanya intern, bagus, potong tumpeng, ya kan? Kalau ada aset atau ada apa ya, ada bantuan bagikan prajuritlah daripada ya seremoni undang tamu-tamu ini, mindset yang berubah yang harus agak sedikit berubah tapi saya senang saya sudah dengar banyak acara-acara dihemat-hemat dihemat ee saya kira itu. Terima kasih, Pak Presiden.

Terima kasih e Bapak Presiden. Ee Bapak lanjut ke yang berikutnya kepada Najwa. Siap. Silakan.

Terima kasih. Terima kasih Bapak Presiden. Bapak, ada kekhawatiran dari masyarakat sipil, Pak. Proses pembentukan undang-undang kita, proses legislasi makin jauh dari rakyat, Pak. Tidak ada partisipasi publik yang bermakna dan menjadi semakin krusial hari-hari ini, Pak. Terutama karena kalau kita lihat daftar RUU yang akan segera dibahas di DPR. RUU kepolisian, RUU Kejaksaan, hingga RUU penyiaran. Pak Presiden. Dan dalam berbagai RUU ini tampak ada pola yang mirip, Pak. Wewenang aparat negara diperbesar, warga negara diperkecil perannya. Emm, saya spesifik mau bertanya soal RUU Polri, Pak. Karena di situ tampak bahwa kewenangan kepolisian akan ditambah. Padahal justru isu krusialnya adalah pengawasan yang minim. Dilihat dari berbagai abuse of power yang dilakukan oleh aparat, dari mulai kasus pelecehan seksual perwira, dari mulai korupsi, dari bagaimana aksi kekerasan yang dilakukan aparat. Saya ingin tahu pendapat Bapak sebagai Presiden pribadi. Bapak setuju polisi perlu diperluas kewenangannya atau justru malah harus ditambah pengawasan dan wewenangnya diperkecil, Pak Presiden?

Ee baik, saya jawab ya. Jadi em terima kasih ya. Ini akan saya perhatikan. Saya memang ee percaya dengan sistem ya tadinya Menkopolhukam, habis itu Kapolri ee kan ada juga kalau tidak salah ee ee apa itu ee oversight yang di atas Polri itu Komisi Komisi Kompolnas, Kompolnas ya kan itu itu juga terdiri dari tokoh-tokoh gitu kan. Iya. Ee kemudian kita juga punya ya kita kan punya sistem politik bahwa semua undang-undang itu kan dibahas oleh semua ee partai politik yang dipilih oleh rakyat kan begitu kan ya. Jadi itu ya, tapi terima kasih masukan itu. Saya akan kasih perhatian khusus sekarang ee mungkin alinea alinea akan saya akan saya pelajari ya kan. Ee sebetulnya tadinya saya anggap Undang-Undang TNI adalah hanya masalah yang krusial itu kan hanya masalah penundaan apa penambahan usia pensiun. Tiga tiga pasal, Pak, sama. Iya. Tapi yang intinya kan itu yang ada perubahan. Heeh. Yang lain kan tidak ada. Tapi kita enggak tahu ada apa enggak, Pak. Soalnya enggak pernah dibuka. Loh, tapi kan dipelajari oleh semua partai termasuk partai oposisi di luar pemerintah kita. He. Dan kembali kembali kembali ke itu Pak karena prosesnya yang tidak transparan, draf yang terkadang tidak kerap kali tidak terbuka, kemudian juga pertemuan-pertemuan bahkan sudah diketok belum dikasih tahu, pertemuan-pertemuan bukan di lembaga DPR tetapi di ee luar ruangan parlemen begitu. Em ya maaf ya, tapi ini kan sudah berjalan belasan tahun. Anda, Anda paham kan? Kadang-kadang orang itu istilahnya menyelesaikan suatu masalah itu kadang-kadang ada istilah konsinyir. Mereka kerja berapa berapa hari tanpa tanpa tanpa berhenti loh itu. Tapi kuncinya rakyat tidak mendapatkan akses untuk takut, Pak. Di peran rakyat tidak ada. Itu oke, mekanisme itu bisa kita perbaiki tapi kan ada beredar naskah-naskah ngarang-karangan kan begitu kan. Karena naskah resminya tidak diberikan, Pak. I. Kan kita Anda kan punya wakil rakyat kan ada sekian ratus wakil rakyat tidak semua di pemerintahan. H benar enggak? 80% koalisi Bapak. Iya 80%, oke. Tapi kan kalau mereka tidak setuju bagaimana? Jadi dalam arti mari kita koreksi itu. Kalau

Tidak puas dengan dan transparansi kita bikin transparan. Tapi jangan ngarang gitu loh ya kan? Ee ngaku bahwa ini draft ya. Iya kan? Orang kita aja belum saya, saya sendiri sebagai presiden belum bikin surat ke DPR kokes. Iya kah, Pak? Pak boleh tadi Pak, apakah Bapak sependapat bahwa perlu e enggak ini pertanyaan yang tadi belum dijawab. Apakah Bapak sependapat bahwa polisi perlu diperluas? Apakah polisi perlu diperluas kewenangannya, Pak?

Sesuai dengan minimal draf yang saat ini kita lihat beredar, sudah lihat drafnya beredar, i saya, saya akan pelajari draf itu. Tapi pada prinsipnya Bapak setuju polisi perlu ditambah kewenangan atau tidak, Pak? Ee pada prinsipnya polisi harus diberi wewenang yang cukup untuk melaksanakan tugasnya. Ya, kalau kalau dia sudah diberi yang cukup ya, kenapa harus ditambah? Jadi ini tinggal kita menilai secara arif gradasi itu. Iya kan? Kalau polisi sudah diberi wewenang yang cukup untuk laksana tugasnya, ya kan ee untuk memberantas kriminalitas, memberantas penyelundupan, narkoba dan sebagainya, melindungi masyarakat, keamanan tertib. Saya kira saya kira cukup, kenapa kita harus ya kan ee mencari-cari menurut saya Pak ketika tadi Bapak ketika kita sudah habis kita harus berikan dulu kesempatan kepada yang lainnya Pak, enggak apa-apa saya bisa saya bisa terima kasih, Bapak tadi saya saya mau follow up ketika Bapak bilang sudah memperingatkan dan nanti akan sebelum nanti akan ambil tindakan kepada kepolisian tadi Bapak mengatakan itu tidak hanya kepolisian, semua institusi.

Nah, ukurannya apa Pak? Mana momen indikator yang Bapak rasa ini memang sudah waktunya ambil tindakan? Apakah beragam kasus yang terjadi belakangan? Apakah ee itu belum cukup untuk Bapak mengambil tindakan? Seperti tadi kata Bapak ee saya kira kita bisa melihat ya. Saya umpamanya nanti akan menilai apakah ee penyelundupan narkoba berkurang. Kedua, apakah penyeludupan ee barang-barang terlarang berkurang? Ya, ee intinya itu yang saya sampaikan ke semua aparat penegak hukum. Narkoba harus kita ee perangi. Sangat berbahaya untuk untuk anak-anak kita, cucu-cucu kita. Very dangerous is narkoba. Ya. Ee kemudian penyelupan penyelupan bahan barang-barang itu membunuh pabrik-pabrik, itu berarti membahayakan kehidupan ratusan ribu rakyat kita. Itu saya sampaikan kepada Kapolri, saya sampaikan kepada Jaksa Agung, kepada penegak-penegak hukum lain. Saya minta saya minta diperhatikan masalah ini. Menkopolkam juga sudah jelas.

Jadi penyelupan narkoba, penyelupan barang, kemudian ee manipulasi fraud ya, penipuan terutama ee di bank-bank dan di ee kongkalingkong antara bankir pengusaha untuk menjebol atau mengemplang hutang. Ee ini kriteria yang saya sudah berikan dan ya sekarang saya lihat sebagai contoh ee Jaksa Agung, polisi dibantu TNI bertindak, kita sudah menyita 1 juta hektar ee kebun-kebun melanggar, kebun bermasalah dan kemungkinan dalam waktu dekat akan sampai 2 juta. Saya dapat laporan ya, ini laporan dari BPKP Jaksa Agung ya. Ini ee sebelum saya jadi presiden di kabinet sebelum saya sudah dilaporkan ada kurang lebih 3,7 juta kebun kelapa sawit yang bermasalah, yang melanggar aturan dan melanggar hukum. Jadi saya bilang kalau itu temuan [Musik] ee lembaga judisial aparat penegak hukum proses sesuai hukum ya. Jadi ee menurut saya sudah ada kemajuan, ada hal-hal ee yang tadinya kasus-kasus yang ee tidak berani disentuh bisa kita mulai bertindak. Ini bukan pekerjaan ringan. The road is still long. Perjalanan masih jauh. Ya, saya terusang. Tapi saya sudah kasih peringatan dan saya sudah menghimbau.

Saya pernah kumpulin hampir berapa ratus perwira kepolisian di akademi kepolisian. Kapolri yang undang saya. Saya saya bicara, saya bilang, saya bilang, "Saudara-saudara, ini masalah bangsa dan negara." Jadi ee saudara sekarang ujung tombak yang saya katakan kalau narkoba tidak kita berantas yang hancur anak-anak kita, masa depan kita hancur, anak-anak usia produktif rusak dan cukup mengkhawatirkan jumlah yang sudah kena apa nyandu yang di dalam penjara pun anak-anak muda banyak sekali. Ini saya perintahkan ditinjau kembali kalau perlu masuk rehab. Saya sudah sampaikan itu, saya sampaikan ke mereka iya kan? Jadilah Anda pahlawan bangsa, menyelamatkan masa depan bangsa, berantas narkoba, berantas penyidupan. Iya kan? Itu itu himbauan saya kepada mereka dan saya orang yang berpikir positif ya. Sometimes we have to give positive reinforcement. Jadi tak kita himbau, kita kasih kesempatan eh yang berprestasi ada seorang ee petugas kepolisian berhasil menangkap, membongkar penyupan ya kita naikin pangkat luar biasa dan sebagainya. Ya, saya kira itu jawaban. Tapi saya saya nangkap concern masyarakat dan ee saya akan ya bicara dari hati ke hati. Keberhasilan negara yang kuat antara lain keberhasilan daripada tentara dan polisinya menjadi baik, menjadi unggul. Ini pelajaran sejarah. Negara itu kuat.

Saya saya sampaikan masalah korupsi ini masalah yang sangat penting. Kita harus kita harus berani untuk apa ya mengurangi kalau bisa sampai sekecil-kecilnya. Kalau enggak ya hancur masa depan kita karena ee kekayaan kita hilang. I kan yang bisa dipakai untuk membantu orang miskin dipakai hanya segelintir orang. Tapi ya alhamdulillah ya kita kita saya merasa ya dalam berapa tadi 5 bulan yang laporannya kita bisa [Musik] ee kita bisa selamatkan cukup besar ya hampir ee potensi kerugian yang yang kita selamatkan itu 1440 triliun itu dari 1 juta ee hektar kelapa sawit aja yang bisa kita selamatkan segitu 480 triliun setahun kalau dibagi kalau di kali 10 tahun ya demikian ee Pertamina juga kita bisa ee selamatkan kerugian yang sekian banyak. Ini baru 150 hari itu sekian. Iya kan? Nah, kalau kita lihat ee pengungkapan yang lain ya saya kira prestasi kita total pengungkapan sebelum 20 Oktober itu 645 triliun. Jadi eh I think we are moving, we are moving fast. Tapi saya saya terima ee nanti akan saya bicarakan dengan tokoh-tokoh koalisi supaya ada transparansi tiap undang-undang ya ada dengar pendapat undang semua stakeholder dibahas iya kan tapi juga kita harus juga nanti mungkin mensahkan dan tokoh-tokoh kita bahwa naskah yang sah itu diungkapkan kepada iya kepada kepada masyarakat ini yang sah. Hm. Naskahnya supaya enggak beredar macam-macam fik. Tapi ini kan biasa orang Indonesia kan. Benar enggak? Sebelum saya umum ke kabinet sudah banyak daftar kabinet yang beredar dan yakin gitu loh. I kan saya bicara orang dekatnya Pak Prabowo. Iya kan? Daftar harapan itu Pak. Daftar orang-orang yang ngarep mau. Terima kasih Bapak Presiden. Jadi titip RUU PORI ya, Pak. Terima kasih untuk di kawalan titip R. Saya saya berkepentingan karena kita butuh polisi yang terhebat. Terhebat yang bisa diawasi. That is kunci. Karena kalau enggak kita lihat negara-negara lain ya, aduh akhirnya. Tapi tidak hanya polisi, tentara pun banyak yang sudah jadi satu sama kartel. Kalau lihat di Mexico, iya kan di Meksiko ada kasus, maaf jangankan kepala polisi atau panglima tentara, Presiden ada yang terlibat ya di Meksiko. Iya kan? Akhirnya dia lari dari Meksiko. Bayangkan kalau presiden sudah bisa dibeli oleh kartel narkoba. I kan ini terjadi di banyak negara. Jangan mengira bahwa kita ini imun terhadap bahaya-bahaya itu gitu loh. Ya kan? Makanya check and balance, transparansi itu penting. Sangat penting. Iya kan? Karena ya itu power tends to corrupt. Absolute power corrupts absolutely. Jadi ini memang memang benar itu. Iya kan? Ee jadi memang apa itu istilahnya apa tuh istilahnya apa? Ngeri-ngeri apa? Ngeri-ngeri sedap. Ngeri-ngeri sedap. Iya. Terima kasih. Terima kasih, Pak. Baik. Terima kasih ee atas ee jawabannya, Pak Prabowo. Kita lanjutkan ke sesi berikutnya. Silakan, Pak.

Ee baik. Eh, terima kasih Pak Presiden Prabowo. Eh, saya diundang dalam kesempatan ini dan bisa hadir di perpustakaan yang luar biasa. Saya pernah baca buku Bapak. Bapak mengatakan bahwa the leader is a reader. Jadi Bapak membuktikan itu bahwa memang Bapak pemimpin yang banyak sekali baca dan terbukti dari buku-buku ini. Ee dalam kesempatan ini saya ingin bertanya ini Pak Presiden. [Musik] Ee Bapak sudah e saya mengikuti Bapak sejak konvensi 2004. Kalau dalam konteks cita-cita dan tekad sama persis seperti yang dulu pernah Bapak sampaikan. Yang berbeda saat ini adalah Bapak eksekutif. Artinya eksekusinya yang justru yang berbeda gitu. Ee kalau saya hitung ee Pak Presiden sejak terpilih ini sebagai presiden elektif itu sudah 1 tahun. Sedangkan sebagai presiden pemerintah memerintah ee boleh dikatakan dalam waktu dekat nanti ee 6 bulan, akhir April 6 bulan, 6 baru 5 bulan. Jadi ee cepat sekali. Waktu cepat. Betul. Nah, Indonesia ini enggak ada hari Sabtu, enggak ada hari libur. Tidak ada hari libur. Tadi saya dengar Pak Presiden juga tidak ada libur. Hari Minggu saudara datang ke sini. Betul. Termasuk hari ini libur. Nah, tadi Pak Presiden sudah menyampaikan capaian-capaian ya dalam 13 eh 130 hari. Ee pertanyaan saya, Pak Presiden kan selalu melihat Indonesia dalam konteks realism survival. Seperti yang waktu itu pernah Bapak sampaikan, tantangan kita pasti ada geopolitik, ada geoekonomi. Sekarang terbukti dengan Trump, tarif, kemudian persoalan ekonomi domestik. Ya, Bapak selalu mengatakan ada ICORE yang juga masih rendah yang harus kita kejar. I tapi itu semua terpulang pada birokrasi karena Bapak sebagai eksekutif pasti harus mampu menggerakkan cita-cita Bapak ini dengan birokrasi yang sangat luar biasa, sangat masif tapi juga sangat efektif gitu. Dan birokrasi ini pasti dibutuhkan juga rule of law. Bapak sering mengatakan ee negara gagal kalau terjadi korupsi dan itu adalah hukum.

Nah, pertanyaan saya Pak Presiden ee sejauh ini Bapak melihat dalam 6 bulan ee Bapak bekerja sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara. Kalau dari skala 1 sampai 10, Pak Presiden, ini sudah berapa Bapak menilainya pencapaian Bapak ini? Karena banyak yang berharap Bapak ini justru melakukan lompatan karena kita cuma punya waktu 13 tahun untuk mencapai Indonesia emas dan Bapak punya waktu 5 tahun dan sekarang sudah hampir 1 tahun. Artinya Bapak melihat skala 1 sampai 10 dalam 6 bulan ini sudah berapa? Apakah nanti 6 bulan ke depan akan ada strategi yang berubah untuk mempercepat lagi? Pertanyaannya tadi, Pak, birokrasi dan penegakan hukum. Karena ee kita melihat justru jangan-jangan itu sebagai kuncinya. Penegakan hukum dimulai dari tentunya aparat penegak hukum. Karena penegakan hukum yang baik adalah bukan tajam ke depan, tapi tajam ke dalam. Bukan tajam ke bawah tapi juga tajam ke atas. Nah, mungkin itu, Pak, pertanyaan dari saya, Pak. Makasih.

Baik. Saya kira pertanyaan sangat bagus. Ee Anda minta saya kasih nilai untuk diri saya en sejauh ini, Pak. 5 bulan, ya. 6 bulan. Saya terusang aja, saya bangga bahwa sekarang ini saya kasih nilai diri saya enam. Oh, masih jauh, Pak. Ya, dari berarti artinya nanti akan ngegas, ya, Pak, ya. Tapi passing grade nilainya C itu tidak H iya kan member iya saya tidak hair dalam arti saya ingin lebih cepat tapi sekarang aja saya sudah dibilang koboy kok iya kan sekarang saya dibilang politik komando. Komando. Iya kan benar enggak kasihan menteri-menteri saya jam 12.00 Semalam saya telepon ya kan ini. Jadi saya ingin kita memang harus bergerak cepat tapi bagaimana kalau kalian bisa yakinkan DPR, MPR, DPR memberi saya mandat apa itu? Hah? Super Semar mandat yang apa gituah bisa tek atau siapa bisa kasih saya tongkat Nabi Musa atau ya jadi memang Anda benar jadi ee birokrasi kita menjadi masalah dan sikap mental saudara-saudara demokrasi ini membuat semua politisi yang dipilih, bupati, walikota, gubernur harus membalas tim sukses, harus membalas mereka yang mendukung. Artinya apa? Semua ingin jadi ASN, semua ingin jadi pejabat. Akhirnya bagi-bagi bloated demokrasi. Tapi ini menjadi undang-undang saya harus laksanakan. Iya kan? Nah sekarang saya bilang oke kita harus terima sekian ratus ribu ASN. Oke. Tapi ASN-nya itu harus benar, seleksinya harus benar akademis, intelektual, fisik dan sebagainya. Dan dia harus bersedia ditempatkan di mana saja. Jangan-jangan ya kan dari kabupaten kabupaten X umpamanya ya dia diajukan oleh bupati dan sebagainya. Saya mau jadi ASN di Kabupaten X kalau bisa di Kecamatan C. Syukur-syukur enggak jauh dari rumah saya kira-kira gitu. Ini ada kecenderungan ya. Jadi saya sekarang saya minta ASN tanda tangan bersedia ditempatkan di mana saja. Ya, jadi benar. Tapi saya lihat ya yang saya merasakan dengan suatu sikap yang tegas, penjelasan ee dari semua pemimpin politik mereka bereaksi. Saya dulu diberitahu kalau Inpres, Kepres, PP ya produk-produk dari istana itu katanya minimal 6 bulan rata-rata 10 bulan sampai 18 bulan. Ya, mungkin Anda dengar juga ya. Anda bisa cek sekarang ya perpres in mungkin kalau 3 minggu sudah paling lama itu mungkin pupuk itu cepat Pak soal pupuk itu cepat cepat cepat itu 150 aturan cepat enggak enggak dan saya kadang-kadang percaya sama menteri-menteri yang saya delegasikan tak dia lihat ini menteri pertanian enggak tahu ada berapa belas pejabat dia sudah pecat dari lingkungan dia sendiri. Ada yang ketahuan, terima sogokan, ada yang begini, ada yang begitu. Suatu saat direksi Bulog diganti semua RUPS-nya hari Sabtu. Kenapa? Karena kurang cepat. Iya kan? Ini kan panen enggak bisa nunggu. Hah? Petani sudah panen ini ee gabahnya. Tapi si Bulog nunggu di gudang. Iya. Petani harus ke kabupaten. Bagaimana si pejabat kamu harus ke ujung sawah? Kamu digaji untuk melayani hal-hal seperti itu. Dia copot pimpinan wilayah dengan tiga, empat kali lima kali kasus contoh. Akhirnya birokrasi tahu eh adanya birokrasi eksekusi untuk mencapai hal-hal yang berguna, bermanfaat segera untuk rakyat. Are you with me or not with me? Kalau enggak, ya sudah kau pinggir. Iya kan? Kalau perlu kau di rumah aja deh daripada bikin bikin rusak di kantor. Iya kan? Nah enggak tahu kalau kalian bisa yakinkan MPR gini kasih saya wewenang ya kan boleh mecat ASN boleh mecat birokrat otoriter lagi Pak. Kenapa birokrat otoriter? Ah, otoriter. Ya sudah. Jadi saya ya, jadi di satu pihak, "Pak, bagaimana, Pak?" Ee saya enggak mau otoriter, jadi saya ikut. Menurut saya tempo ini sudah sudah agak lumayan menurut saya ya. Jadi, saya tuh berterima kasih dengan menteri-menteri saya. Terusang aja. Iya kan? Banyak yang di ya tapi itu risiko. Saya bilang kalau pemimpin politik di puncak itu pasti akan diterpa. Ya, itu risiko enggak apa-apa ya kan. Yang penting niat kita baik. Niat kita baik berbuat untuk rakyat dan kita juga harus ke Satria. Saya sudah kasih tahu saya kalau dalam tahun keempat kelima saya menilai saya tidak mencapai apa yang saya inginkan ya saya akan berhenti dari politik. Iya kan? Saya hanya mengabdi untuk rakyat. Enggak ada apa-apa lagi. Iya kan? Saya kira saya berhak untuk istirahat. Iya kan sebetulnya. Tapi kalau saya masih dipercaya dan saya punya tim yang bagus, why not? Saya bullish, saya apa ya? Semangat. Saya merasa mungkin yang saya sangat senang kemarin saya bangga sekali harga daging Ramadan sama Idul Fitri tidak naik gila-gilaan. Harga telur juga oke, harga ayam juga oke. Iya kan? Saya yang dikomentari harga harga cabai, Pak. Fair dong petani cabai sekali-sekali setahun menikmati keuntungan. Iya kan? Jangan manja lah kalau menurut saya lah. Iya kan? Iya kan? Tapi Pak Presiden, untuk aparat penegak hukumnya sendiri apa yang Bapak lakukan untuk menertibkan pajak TNI, Polri, Kejaksaan, Bea Cukai? Kira-kira ada program apa untuk penegakan rule of law? Karena untuk ya itu ini bagus sekali ya tentunya ya Inspektorat juga Pak. Iya tentunya you know eh asas azas ee organisasi asas organisasi sebetulnya sangat sederhana yaitu the right man on the right place. Kalau enggak beres, ganti pemimpinnya. Sama dengan kean sepak bola. Tak tak tak tak. Wah, kok enggak ada kemajuan. Copot itu manajer, ganti manajer baru. Ya, ini kita harus tega. Jadi saya kira Anda sudah monitor ada berapa dirjen yang saya copot, ada menteri juga yang terpaksa saya reshuffle. Iya kan? Ee enggak bisa kerja dalam tim etc etcetera. Ee tapi benar, jadi ee kita sekarang akan lebih lebih kuat untuk akuntabilitas, ya kan? We already have the target, we already have the resources. Uang ada, ini yang ada mana produk yang dibutuhkan? Iya kan? Menurut saya kita perizinan-perizinan kita sudah kita banyak pangkas, masih kurang ya. Karena itu juga kita kena akibatnya ya. Si Amerika mengeluh ee kamu lakukan ini, kamu lakukan ini terhadap barang saya. Ya, jadi kita koreksi diri kita. Tapi saya saya merasakan apa yang Saudara katakan ee birokrasi kita harus kita ee perbaiki dengan baik dan saya kira ada semangat sekarang saya katakan banyak orang baik yang belum diberi kesempatan. Jadi saya sampaikan, "Hai saudara-saudara Dirjen-dirjen, saudara direktur, saudara-saudara birokrat, kalau sudah dapat kesempatan tampilkan yang terbaik. Kalau tidak kau pinggir, saya akan ambil anak-anak muda yang lebih baik." Banyak saya lihat di universitas-universitas anak-anak pintar ya kan mungkin umurnya masih muda 41, 42, 44, 45 lulusan ini bagus-bagus sudah saatnya kita kasih kesempatan dan saudara-saudara ini sekarang ini contoh ya makan bergizi, akan bergizi massal ya. Kita mendidik 32.000 sarjana yang terbaik yang IQ-nya itu di atas 120 dan pendaftarannya online. Enggak ada anaknya siapa, penanya siapa. Masuk 32.000. Yang menarik dari 2000 angkatan pertama kita menemukan ya ee oh saya saya ulangi ee persyaratannya tidak 120 persyaratannya adalah kalau tidak salah 110 tapi dari 2000 angkatan yang pertama ya dua angkatan pertama 1000 1000 kita menemukan 25% IQ-nya di atas 120. Nah, Mas Uta kenapa angka 120 ini menarik? Karena ini saya belajar juga dari sejarah saya belajar dari Harvard. Jadi mereka mengatakan kalau IQ seseorang itu 120 ke atas, orang ini akan sangat produktif dan akan mencapai prestasi tertinggi di bidangnya. Itu hasil Harvard. Contoh seorang yang milih dia mau masuk sebagai dokter eh rata-rata jadi profesor entah dekan fakultas kedokteran entah pemimpin laboratorium entah orang yang ingin jadi lawyer eh tiba-tiba dia jadi hakim bukan tiba-tiba ya setelah 30 tahun dia jadi hakim jadi hakim agung jadi jaksa agung. Ada yang mau masuk politik jadi senator. Jadi, ada yang mau masuk tentara jadi jenderal, ada yang mau masuk agama jadi uskup, jadi pimpinan pesantren. Jadi, jadi what I'm saying is dari 32.000 ini secara teoritis kalau kita cek lagi ini mungkin ada minimal 7.000. Ibu anak hebat dan sengaja kalian ya teken kamu akan ditaruh di desa-desa. Kamu akan bekerja dari bawah. Kau berurusan dengan orang miskin, anak-anak lapar. Kamu tidak hanya urus dapur, kau jadi penggerak, kau jadi guru, kau jadi motivator, kau jadi pembimbing. Anda bayangkan dalam 10 tahun orang-orang ini mungkin akan jadi pemimpin-pemimpin yang baik. Jadi, I'm optimistic. Nah, sekarang saya juga mencanangkan ee tadi ya ee sekolah rakyat berasrama tiap tahun rencana saya 200. Saya tidak tahu mampu atau tidak, tapi kita canangkan dulu. I kan biasanya kan itu Bung Karno apa tuh? Gantungkan cita-cita cita citamu setinggi langit. Kalau kau tidak sampai, minimal kau jatuh di antara bintang-bintang. Iya kan? Aku cadangkan 8% pertumbuhan ya. Ya nanti kalau enggak sampai 7% atau 6,5. Kalau saya bilang lima, wah empat dong. Iya kan? Oh, kita cukup bisnis as usual. Business as usual usual itu. Tapi ya saya kok optimis bisa tembus 8%. Amin. Ya, aku on record loh. Nanti kalau 1 tahun lagi kalau enggak sampai Anda boleh kita dialog lagi seperti ya, Pak ya. Tagih lagi ya. Ngih saya. Iya kan? Aku ini aku senang saya berhadapan dengan risiko, tapi risiko saya ada dasar matematiknya gitu loh ya. Saya saya ditantang ada seorang menteri dari negara tertentu yang dia bilang, "In five years if you can achieve 8%, I will treat you for dinner." gitu. Kenapa dia enggak ya kan aku mau harusnya taruhan aja ya kan apa kek e hah mobil listrik atau apa ya berarti ketahuan dong dari Cina ini Pak. Hah kenapa? Kenapa ketahuan menteri dari negara Cina ini yang ada mobil listrik? Bukan bukan kalau tarif berarti ketahuan Pak dari Amerika ya. Jadi demikian. Jadi enggak ini saya lagi mau bikin juga ee Anda sudah monitor koperasi I rencana kita ee 70 sampai 80.000 koperasi seluruh Indonesia. Untuk koperasi ini kita harus didik 80.000 managers. Saya akan bikin lagi. Jadi anak-anak terpintar dari semua kampus ya silakan syaratnya tanda tangan bersedia ditempatkan di mana saja jembatan di mana saja dan mimpin koperasi enggak ada koperasi desa di ibu kota kabupaten kan enggak ada ya. He has to be there. She or he. I jadi eh ah ini hitungan kenapakah saya yakin bisa sampai 8% anak muda ya, Pak, bukan TNI, Pak ya. Hah? Bukan TNI ya. Karena kan nanti yang dikhawatirkan seperti itu sebenarnya apa ya? Artinya banyak sekali organisasi kayak misalnya Agrinas itu yang masuk TNI terus kemudian bangun ini masuk masuk TNI yang masuk pensiunan. Pensiunan. Pensiunan. Karena begini ini ya, ini saudara-saudara ya, kita nih anak bangsa kan sama-sama ya. Iya. Enggak boleh ada dikotomi TNI, he sipil, ulama, teknokrat, insinyur, enggak boleh. Kita ini kita semua sama. Iya kan? Semua patriot, semua harus menyumbang yang terbaik. Begitu loh. Jadi saya sebagai bangsa saya mimpin. Saya kasih mimpin projek ini Profesor Dr. Ir. Orang pintar tapi dia pintar di ruang kelas. Ini implementasi di lapangan. Oh, kok ini ada dari tentara. Oh, bagus. Oh, ini ada dari polisi. Oh, bagus. Wih, ini latar belakangnya dia aktivis tapi aktivis mau kerja di bawa ya kan. Silakan Anda perhatikan di kabinet saya banyak aktivis-aktivis. Iya kan? Iya. Benar, ak dulu yang demo terus lawan saya. Iya. Benar enggak? Eh, iya enggak apa-apa karena saya tahu dia berpikir untuk rakyat. Saya bilang, "Eh, oke kita sama-sama untuk rakyat ya. Why you fight me? Let's work together." Benar enggak? Ayo, saya kasih kesempatan kamu. Siapa namanya? Budiman. Budiman. Sujak Miko. Sujak Miko. E sekarang kamu mau urus rakyat, ya sudah kamu saya kasih jabatan percepatan pengentasan kemiskinan. Ayo kamu bekerja. Iya kan? Berat. Hah? Berat juga. Siapa lagi kamu? Oh, kamu sekarang kau urus. Iya kan? Gus Ipul. Aku kenal dia dulu Ansor. Iya kan? Sekarang kau urus orang miskin, kau jadi menteri sosial. Pusing ya kamu sekarang berpikir. Iya kan? Kau berkarya untuk ada lagi dari mana to everybody. Apa sekarang harus? Oh iya, saya diberi kesempatan saya harus jadi ee maksud saya tadi leadership ya ini saya kira ya nanti akan ada semangat baru, ada suatu paradigma baru, gerakan baru. Ini abad ke-21. Anak-anak muda sekarang pintar, dia pintar gadget, dia YouTube, dia ini. Benar enggak? Ya, jadi kalau yang birokrat-birokrat kamu masuk jam apa tuh istilah kita dulu? Tenggo ee 9 tenggo 80 802 apa ya gimana? Masuk jam 08.00 pulang jam 925 adanya Pak ya enggak 9 905 masuk jam 09.00 pulang jam 5. Di tengah-tengah kosong biasanya 95 aja enggak ada kosongnya 905 905 dia masuk jam 09.00 dia pulang jam 5. Di tengah-tengah dia kosong dia enggak kerja apa-apa iya kan? Hah? Kita sudah tahu ini lama jadi orang Indonesia. Iya kan? Ya. Benar enggak? Iya. Kadang-kadang kalau saya sidak ada aja ya kedengaran itu tapi semangat baru sekarang. Now is everybody want to do something gitu. Terima kasih. Makasih. Baik silakan. Silakan. Sudah takut enggak kebagian. Pertanyaan pertanyaan cukup susah-susah ya. Tenang, Pak. Yang dari habis ini gampang, Pak. Habis ini.

Baik. Pak Presiden, terima kasih banyak atas kesempatan diskusinya danah karena antusias ini ingin kami share kepada publik. Kemarin kami sengaja membuka kesempatan Pak kepada publik melalui akun sosial media kami mau titip pertanyaan apa untuk Pak Prabowo Subianto dan ee selama 5 jam ini, Pak. 5 jam lebih dari 800 pertanyaan dan komentar masuk. Artinya ee publik juga begitu antusias dan yang terbanyak ini sekitar 26% ini berisi kegeraman masyarakat pada koruptor. Jadi masyarakat sangat geram dan ee ini mengingatkan saya pada janji ngapanya Bapak untuk akan mengejar koruptor sampai ke Antartika waktu itu kan. Dan baru-baru ini itu kan analogi ya. Iya betul. Saya yakin koruptor enggak mau ke Antartika. I kan benar enggak? Enggak bisa ngapa-ngapain. Iya. I tapi harus diakui, Pak ee bahwa pemberantasan korupsi di era Bapak cukup galak. Ini bisa dilihat dari jumlah ee kasus yang berhasil atau berani diungkap ya. Dan baru-baru ini Bapak juga bertekad lagi, saya enggak tahu ini metafor atau beneran, akan menempatkan para koruptor ini di pulau terpencil yang dikelilingi hiu gitu kan. Nah ee nanti human rights lagi aku salah itu. Iya. Tapi ini seperti Alcatraz kan, Pak, di Amerika ya. Meskipun ada pandangan juga Pak bahwa sanksi kurungan ini tidak akan bikin jera koruptor kalau ee tidak dimiskinkan. Jadi kalau aset-asetnya tidak dirampas. Ini kaitannya dengan RUU perampasan aset. Iya. Bahkan sebagai efek jera, Pak. Ee netizen ini juga ada yang mengusulkan hukuman mati untuk koruptor. Ya, ini bagaimana tanggapan Bapak dan mungkin ee kalau tadi korupsi ini menjadi konsen yang utama, konsen yang kedua dari yang masuk yang kami tampung itu adalah mengenai lapangan pekerjaan, Pak. Banyak keluhan sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan. Mungkin dalam waktu dekat apa upaya-upaya penciptaan lapangan pekerjaan dan mungkin di sektor apa, Pak Prabowo Subianto?

Baik, ini pertanyaan bagus ya. Jadi jangankan rakyat yang geram, saya juga geram ya. Saya juga geram masalah korupsi ini karena saya mengerti bahwa ee sumber daya kita sangat besar, resources sangat besar dan terjadi kasarnya adalah ee perampokan lah. Saya bisa harus dikatakan apa nih? Perampokan kan dan perampokan itu kadang-kadang pakai cara-cara yang sok legal. He iya kan? Jadi kalau dicek tidak ada pelanggaran. Iya kan? He tender tender sudah diatur siapa pemenangnya. Kadang-kadang tender itu diam-diam tidak diumumkan atau diumumkan ee hari Selasa jam 10.00 tak tutup sudah jam 11.00 sudah tutup ya kan? Tek yang masuk tiga penawaran semua related orang yang sama. Sudahlah seperti akal-akalan. Benar kan? He ini praktik sudah terjadi ya. Ini kan dari segi hukum tidak salah. Satu geram jaksa Agung juga kadang-kadang geram. Pak, kita sudah tangkap, kita sudah ungkap, sudah berhasil menang di pengadilan negeri. Hm. Dia naik banding kita menang Mahkamah Agung PK selesai kita dikalahkan. Jadi ee ini masalah ya. Jadi saya langkah saya dalam waktu dekat saya sudah suruh hitung ee Menteri Keuangan ya dengan Mensetneg. Saya ingin naikin gaji semua hakim. Saya ingin naikin gaji segala signifikan semua hakim. Saya hitung-hitung mampu kita ya. Jadi memang memang apa ya ee hasil efisiensi begitu. Ee kalau tidak salah ya untuk meningkatkan signifikan semua hakim mungkin butuh 12 triliun ya, enggak sampai 20 triliun. Penghematan perjalanan dinas ke luar negeri bisa naikin gaji seluruh seluruh Indonesia semua gaji dan signifikan nanti nanti saya dimarahin juga kok hakimnya dinaikin signifikan kami gimana ya tapi hakim dulu mungkin ya karena hakim kita harus dibikin begitu terhormat dan begitu yakin sehingga dia tidak bisa disuap. Saya juga kasih petunjuk hakim harus punya ee rumah dinas yang layak. Ini sedang dikerjakan oleh Menteri Perumahan. Kalau tidak salah kita punya hakim seluruh Indonesia enggak sampai 10.000 kalau tidak salah 9.000 sekian. Jadi ee ini harus di-address hakim dulu diperbaiki kemudian aparat-aparat yang lain. Jadi saya sangat sangat sependapat. Jadi ee pertama yudikatif kita harus kita bersihkan, perkuat dan em ya maksud saya ya kadang kita tahu penjara kadang-kadang ee dengan kekuatan uang dia tiap malam bisa keluar jalan-jalan. Meskipun di pulau terpencil kalau ada orang bisa disuap, Pak. Kalau kalau di pulau kecil kan susah dia mau keluar. Tapi bisa sewa helikopter. Oh, enggak bisa. Pulau mana kan ini sedang kita cari gitu loh tempatnya pulaunya gitu. Saya diusulkan ada pulau lepas lepas pantai Banten. Wah, ini terlalu dekat. Iya kan? Iya kan pakai perahu bisa ada yang datang ngantar Mbak Mi Gajah Mada mungkin. Nah. Jadi saya itu salah satu ya. Nah, masalah ee dimiskinkan. Saya berpendapat begini ee makanya saya mau negosiasi selalu kembalikan yang kau curi. Tapi memang susah gitu. Iya kan? Karena secara sifat manusia mungkin dia enggak mau ngaku ya kan? He ee jadi pertama harus dikasih kesempatan. Jadi apa yang ee dia kerugian negara yang dia timbulkan yang harus dikembalikan. Makanya aset-aset pantas kalau negara itu menyita. Tapi eah kita

Juga harus adil kepada anak istrinya, kalau ada aset yang sudah milik dia sebelum dia menjabat, umpamanya, atau sudah ya. Nanti para ahli hukum suruh-suruh bahas apakah adil anaknya menderita juga, gitu. Iya kan? Karena dosa seorang tua sebetulnya kan tidak boleh diturunkan ke anaknya. Kira-kira kan begitu. Tapi ini saya minta masukan dari ahli-ahli hukum. Hanya memang, ee memang benar harus ada suatu sikap jera. Karena kadang-kadang dengan kekuatan uang, okelah aku ditangkap, okelah aku masuk pengadilan. Paling saya dikasih 6 tahun, nanti 6 tahun saya jalankan 3 tahun, habis itu saya keluar. Iya. Dan selama 3 tahun saya juga nanti bisa ee saya sogok pejabat ini, pejabat itu, sehingga saya mungkin tiap-tiap 5 hari saya keluar. Iya kan? Jadi ee ini masalah gitu loh. Jadi saya, saya memang ee mengatakan ke aparat hukum kalau hakim kasifonis yang tidak masuk akal, yang menyakiti perasaan rasa adil rakyat, kita naik banding dan kita berhasil berapa kali. Iya kan? Boleh enggak ada kasus berapa-berapa triliun dia hilangkan hanya dapat berapa tahun? Itu ya, Harve Muiz, Pak? Iya, dan ada-ada yang lebih parah, ada yang lolos sama sekali. Ini saya suruh, saya suruh kejar ini ee delik-delik hukumnya. Jadi ini masalah serius ini.

Benar. Rakyat geram. Jangan-jangan rakyat geram. Saya yakin kalian semua geram, semua kalian mengerti ya kan. We are not stupid. Benar enggak? Kalau kasus dia hilangkan 100 triliun dapat 6 tahun, ini kan enggak masuk akal. Iya kan? Jadi saya sangat ee sependapat ya, hukuman mati pada prinsipnya ya ee sebenarnya kalau bisa kita tidak hukuman mati. Karena hukuman mati itu final. Padahal mungkin saja kita yakin 99,9% dia bersalah, satu mungkin ada satu 0,1 suatu masalah yang ternyata dia korban atau dia difame atau dia itu loh. I kalau hukum mati final, kita enggak bisa hidupkan dia kembali ya kan? Sehingga pada prinsipnya ya ee banyak pelaksana hukum mati kan diulur-ulur-ulur-ulur-ulur ya kan? Bahkan ujungnya juga tidak dilaksanakan sebenarnya kan ee itu kita, kita, kita lakukan ee jurisprudensi pemimpin-pemimpin kita sebelumnya. I kan Bung Karno tidak melaksanakan berapa orang yang dihukum mati, Pak Harto tidak laksanakan berapa orang, dan seterusnya dan seterusnya. Dan ee saya pada prinsipnya juga ee kalau bisa kita cari efek jurnal yang tegas, tapi mungkin tidak sampai hukuman mati. Tapi ini tentunya nanti konsensus ee para pimpinan politik dan para pakar-pakar hukum. Tapi saya, saya tangkap bahwa memang rakyat tadi ya ee itu ee lapangan kerja.

Lapangan kerja, Pak. Lapangan kerja ini masalah bagi seluruh dunia. Ee masalahnya ini sekarang adalah lapangan kerja, saya yakin sebentar lagi cukup banyak. Tapi ah itu, tapi maukah dia kerja di mana ada lapangan kerja? I kan menurut saya dia mau, karena apa? Sekarang ada yang kerja di Malaysia, ada yang kerja ke Timur Tengah. Jadi maksud saya begini, kita nanti dengan proyek-proyek ini yang kita akan lakukan, banyak lapangan kerja ya. Ee sebagai contoh nanti yang kita mau bikin hilirisasi itu ya kan, di bidang perkebunan, kelautan, perikanan dan sebagainya, itu kurang lebih kita bisa ciptakan 8 juta lapangan kerja. Ee koperasi desa 1,6 juta, tapi belasan juta petani hasil ee penerimaan dia ya ee penghasilan dia akan naik. Kita yakini akan naik. Ee nah masalahnya kalau mau kerja di kota besar, ruangan AC terbatas mungkin ya. Sedangkan sarjana aja yang terpintar mau saya kirim ke desa kok. Iya kan? You jadi manajer. Manajer ee makan bergizi, manajer koperasi. Tapi lebih dari itu Anda jadi penggerak, Anda guru, Anda motivator, Anda pembina koperasi. Nah, ini yang saya harapkan nanti ee pertumbuhan ekonomi dari bawah, sehingga tadinya golongan ini rendah penghasilan, dia penghasilan naik, daya beli dia naik, konsumsi naik, pasar kita kuat, industri kita kuat. Actually, this is the whole eh rencana kita. Oke. Jadi, eh lapar kerja saya optimis. Hanya masalahnya adalah ee ee bersedia tidak. Saya yakin dia bersedia. Ee saya percaya dengan pertumbuhan ekonomi ee kita bisa. Tapi tentunya harus ada keberpihakan, dalam arti contoh ya ini terjadi sekarang yang harus kita siap mental, makanya IPTEK harus kita kuasai.

Kenapa? Sekarang terjadi robotics. Iya. Iya. AI, Pak. AI robotics pabrik yang tadinya 5.000 orang dijalankan oleh 15 orang. Mercedes-Benz itu sekarang dia bisa jalankan pabrik mobil dengan 20 orang, yang tadinya 3.000 orang. Nah, bagaimana kita? Ini keputusan politik, tapi kita harus kebriviakan. Jadi ee contoh ya saya lihat hal-hal kecil apa itu efisiensi. Tapi efisiensi harus ada kemanusiaan. Sebagai contoh umpamanya jalan tol. Jalan tol kan ada ya kan petugas kan. Iya yang Iya. Tapi nanti dengan robotik hilang-hilang pekerjaan itu. Sekarang sudah tidak ada. Hah? Sekarang sudah tidak ada produksi lantu, Pak. Sudah pakai tab aja. Pakai tab pakai. Iya. Maksud saya ini kan perkembangan kan. Iya. Iya. Nah, nanti gimana kalau nanti di banyak di sekarang saya dengar ya di Emirates Arab, kementerian-kementerian itu banyak yang paperless. Iya. Jadi dia berani, dia mungkin satu kementerian tuh mungkin hanya 300 orang, kita mungkin 3.000 orang. Kementerian Pertahanan yang saya pimpin 5.000 orang. Tapi waktu COVID yang masuk hanya 1000 orang. Jadi berarti 1000 orang cukup. I kan 1000 orang cukup berarti. 1000 orang cukup. Iya kan? Tapi jumlah penduduk kita besar. Jadi gini, antara efisiensi teknologi, kebripihakan, tapi ya sudah, contoh kita masih bisa kembangkan ee industri perikanan, aqua farming eh aquafarming, rencana kita segera kita mulai tahun ini eh 20.000, 1000 hektar di pantai utara ee itu nanti minimal menimbulkan direct employment minimal 40.000 orang, dua per hektar mungkin bisa lebih gitu. Kemudian tapi off-nya jadi itu on the project, tapi kan ada distribusi. Iya, ada marketing dan sebagainya. Itu nanti ada matter effect juga, kapal tangkap ikan. Rencana saya dalam 3 tahun kita minimal rencana kita mau bangun 1000 kapal ikan. Tonasenya kurang lebih 300 grostan, 300 GT. Jadi ee dengan 1000 mungkin tiap 10 kapal harus ada mothership atau tiap 20 kapal ada. Jadi mungkin ada 100 mothership atau minimal 50 mothership. Satu kapal mungkin awak kapalnya 20, berarti 1000, 20.000 orang kerja. Nah, kapal itu kan harus ada ee shift dia 1 bulan di laut, mungkin dia harus diganti krunya. Jadi itu bisa 40.000 orang dari situ. Belum dermaga, belum cold storage, belum processing, belum pengalengan dan sebagainya dan sebagainya dan sebagainya. Ini lapangan kerja lagi, devisa lagi, protein untuk anak-anak kita. Jadi eh lot has to be done. Tapi memang kita harus waspadai disruption teknologi. Teknologi.

Oke, Bapak Presiden, satu lagi ada hal yang masih apa yang juga menjadi perhatian netizen ini soal silaturahmi, Pak. Mungkin karena situasinya masih situasi lebaran ya, khususnya situasi e apa silaturahmi kebangsaan, Pak, yang dilakukan oleh Mas Didit putra Bapak kemarin kepada sejumlah presiden, ee Bu Mega ke Pak SBY dan juga Pak Jokowi selama Idul Fitri kemarin dan beberapa waktu sebelumnya. Ee beredar juga foto-foto di ulang tahun Mas Didit itu berkumpul putra-putri Presiden RI yang sebelumnya, dan karena itu Mas Didi disebut-sebut sebagai duta sila ketiga, Pak, Persatuan Indonesia. Nah, apakah benar Mas Didit ini menjadi jembatan komunikasi Bapak dengan sejumlah tokoh? Jadi begini ya, saya anak saya Didit itu sudah lama. Jadi dia itu memang bersahabat dengan banyak orang dan dia ee bersahabat sama mereka-mereka itu. Jadi selalu kalau ada masalah politik beliau tanya ee Bapak-bapak saya ee diundang makan oleh si A anaknya tokoh politik. Gimana Pak? Boleh. Kamu harus bersahabat. Saya ajarin nilai saya. Didit jangan coba-jangan-jangan punya musuh, cari kawan siapapun kawan, enggak ada lurusan mau partai mana enggak ada. Kalau dulu bapaknya enggak suka sama saya enggak apa-apa, kamu bersahabat sama aja. Jadi dia kemarin dia baik sama anaknya Anis Baswedan. He dia baik semua. Iya kan? Dia kalau enggak salah yang merancang gaun pengantennya anaknya Anis Baswedan, Didit ya. Iya. Enggak dibayar lagi. Tapi berarti ini inisiatifnya Mas Didit sendiri. Inisiatif dia. Tapi dia selalu nanya saya, "Pak, saya, saya mau ke ee rumahnya Bu Mega." Bagus. Silakan. Saya mau telepon ee Pingka, jadi teman dia kan gitu. Putrinya Puan. Mbak Puan. Monggo, silakan. Mas Didi cerita enggak, Pak, apa yang diobrolin dengan Bu Mega pada Bapak? Ee di, di ngobrolin ya yang baik-baik aja ya, yang mereka, dia hubungannya baik sama Ibu Mega dari dulu dan ee sama Mas HY dia baik, sama semua saya heran juga. Jadi oke dia bisa kumpulin yang aku enggak bisa kumpulin, dia bisa kumpulin dan dia ada nakalnya kadang-kadang dia kumpulin dia enggak kasih tahu si, dia enggak kasih tahu saya jadi saya datang eh surprise untuk Bapak ya, surprise. H. Jadi saya kira itu bagus, saya mengatakan ya lawan politik Bapak itu bukan musuh Bapak. He. Apalagi dari masalah kamu, kamu harus baik sama semua orang berbeda itu bagi saya biasa. Iya kan? He. Benar enggak orang kita bertanding kan saya ini dulu ya waktu muda ya suka bela diri kan, kalau masuk matres itu kan pak tu pingsan juga kita ya kan? Habis itu kita berdiri kasih tangan. Iya kan? Itu dididik begitu. Iya kan? Padahal babak belur kita kalau kalau kalah. Iya kan? Enggak apa-apa ya kadang-kadang. Tapi saya senang dia nangkap itu. Oh saya enggak apa-apa. Saya bilang Bapak suka kalau kamu bersahabat sama siapapun. Dia begitu. Jadi boleh enggak saya, saya diundang sini? Boleh enggak? Boleh. Saya bilang, "Enggak ada masalah." Itu i dan itu ditanggapi baik ya oleh semua orang menurut saya. Iya kan kadang-kadang ya ee aliran-aliran kita keluarga saya termasuk keluarga saya loh yang dulu-dulu itu begini, jadi ada pelajaran ya mungkin kan ya, klen dulu ee bapaknya dia enggak sopan sama bapak kita gitu. He ada kan sering begitu kan. Iya. Dulu dia tidak sopan sama dulu dia dulu gitu. Iya kan? Kalau saya tuh saya bilang sudah enggak apa-apa ya kan dulu-dulu sekarang beda, mungkin juga umpamanya kita berbeda pendapat ya. Dia enggak suka sama saya, saya enggak suka sama dia. Tapi dia enggak suka sama saya. Mungkin saya juga ada kesalahan mungkin. Iya kan? H. namanya anak muda. Benar enggak? Kadang-kadang saya sembrono juga gitu loh. Kata saya ini banyak pendidikan di Barat waktu itu. Ini contoh saya cerita ya. Jadi suatu saat saya Letman ada komandan saya di depan kasih briefing. Saya di belakang saya duduk begini kan di barat biasa kan. I iya. Saya di sekolah waktu itu duduk begini enggak dimarahin guru saya waktu di Inggris. Tapi untuk komandan saya yang orang Jawa Prabowo gitu, kamu yang benar. Siap. Nah, itu loh. Jadi bukan niat saya, tapi dia sudah tersinggung gitu loh. Hal-hal kecil seperti itu. Ya kan? Kadang-kadang umpamanya anak muda tolak pinggang kan di budaya barat itu tolak pinggang enggak apa-apa ya kan, dengan orang Indonesia senior maah tolak pinggang ya. Kira-kira begitu. Jadi 1000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Kunci yang saya belajar sekarang adalah kunci keberhasilan kita menghadapi krisis adalah kebersamaan. Kerukunan. Apakah kerukunan itu berarti tidak boleh kritik, tidak boleh koreksi? Gak. Silakan. Kritik boleh. Iya kan? Saya, saya mau, saya umpamanya ada orang yang mengatakan makan bergizi tidak benar ya, monggo diskusi kenapa tidak benar. Negara India laksanakan, Brazil laksanakan dan terbukti Brazil sudah melaksanakan 11 tahun. Kelihatan begitu makan bergizi angka kemiskinan menurun. Karena uang beredar di tempat miskin, di desa ya. Di desa tiap hari tiap anak harus makan satu telur. Berarti petani, ayam ini iya kan ada pasar dan sebagainya dan sebagainya dan sebagainya. Jadi kita bukan hal melaksanakan hal yang baru. India melaksanakan, Brazil melaksanakan. Iya kan? Kalau Amerika sudah lama melaksanakan yang saya, yang saya tangkap adalah yang saya tangkap dari pengalaman mereka adalah memberi makan kepada anak-anak. Itu adalah instrumen demokratisasi. Karena melakukan itu berarti pemerataan dan dapat mengurangi [Musik] kemiskinan.

So, what is wrong? Pengawasannya penting, Pak, supaya enggak terjadi korupsi. Pengawasan sangat penting. Karena itu kita didik manajer. H dan karena itu ee saya minta semua lembaga yang ada di sekitar itu mengawasi. Satu, saya minta Komandan Kode mengawasi, kepala polisi mengawasi, camat mengawasi, kabupaten mengawasi, kepala-kepala sekolah mengawasi. Jadi kepala sekolah kalau dilihat makannya enggak benar, cek cepat laporan. Iya kan? Kadang-kadang kan ada force majur, pernah ada peristiwa mati listrik. Jadi ee apa nasinya? Nasinya basi. Kamar pendingin ee apa itu ee freezer ee mati. He. Berapa jam daging sudah enggak bagus ya kan? Iya. Tak ya ada satu dua peristiwa. Heeh. Tapi karena ada manajer begitu dikasih tahu cak dia datang langsung diganti makanan lain. Ya. Alhamdulillah enggak banyak. Oh dia sakit perut. Mencret-mencret tapi tidak sampai parah gitu loh. Jadi iya kita harus waspada pengawasan ee dan kita sudah tangkap beberapa peristiwa ya, wajarlah ya kan yang bekerja di dapur boleh enggak ketahuan tuh pulang bawa pulang bungkus-bawa bungkus banget eh dan juga gini kita sudah bisa tahu ya kan ayam itu dipotong berapa tuh? Ketahuan. Heeh. Satu ayam dipotong. Iya. 10, 12, 10, 12 ada kalau dipotong 16 ya kelewatan. Itu kadang-kadang loh. Habis itu I begini masalah telur ini pengalaman saya. Kalau telur dadar diberi, ah ini enggak bagus ini. Karena dadar itu belum tentu kita yakin ni satu telur satu orang ya kan, dibelah dadar itu bisa tiga orang satu telur. Bisa dicampur tepung, bisa dicampur tepung dia kasih tepung dia kasih iya kan? Jadi waktu saya periksa, dilalah yang saya periksa hari itu ada telur dadar, telur dadar saya bilang jangan lagi ya. Hm. Harus telur rebus atau telur ceplok. Hm. Jadi utuh ya? Utuh ya? Utuh satu. Iya kan? Ini kalau kecenderungan dapur-dapur semuanya dadar ya. Hm. Di tentara dadar kan. Iya kan? Dadar. Dan satu juga kecenderungan yang saya tangkap itu kalau makanannya itu terlalu hitam. Hm. Itu minyak gorengnya itu Iya sudah dipakai berkali-kali, enggak sehat, enggak sehat jadi ini kita sidak i kan. Bapak detail sekali ya Pak, soal Bapak detail sekali soal makan gratis ini, jelantak bisa dibohong, saya prihatin, tapi saya yang saya sedih ya, yang saya sedih begini, saya datang ke suatu desa atau satu daerah, bisa nanti ada ibu-ibu datang, Pak, desa sebelah sudah dapat makan bergizi, desa kami belum. Aduh. Ya, sabar, Bu. Ya kan ini ini uang negara kalau kita sampaikan belum siap ini. Aduh. Tapi itu bagi saya. Saya habis itu saya ya untung saya punya kepala badan ini Pak Dadan ini ya, Profesor Dadan orangnya tuh ditekan di ini dimarahin terus senyum terus, dia cool tenang tapi dia dia enggak bisa Pak kita begini Pak, enggak bisa lebih cepat Pak, Dadan kasihan anak-anak yang dia sudah dengar iya kan temannya di desa itu dapat dia belum dapat. We ya. Saya baru kemarin ya saya semangat lagi. Kenapa? Saya ketemu mantan Presiden Brazil. Hm. Ee Ibu Dilma. Dilma. Terus terus dia mantan presiden. Dia cerita si Brazil untuk kasih makan anak-anak mereka itu yang dikasih makan kalau tidak salah hanya R30 juta ya. Butuh 11 tahun untuk mencapai R juta. Dia cerita sama saya. He, we need 11 years. Palu. Ini bangsa Indonesia ini ada boneknya itu kita 82 juta dalam 1 tahun. Iya kan? Jadi memang grande itu program grande. Tapi, tapi bisa Bu karena kita pakai azas organisasi. Heeh. Organisasi itu kalau sudah bagus tinggal replikasi-replikasi kan begitu. Iya. Ketepatan waktu delivernya Pak, itu delivernya. Dan kita ada satu lagi yang dianggap diperhatikan orang. Kita antar makan kepada ibu hamil. Hm. We deliver food. Ibu hamil untuk stunting ya ini, Pak ya? Iya. Mungkin di seluruh dunia, mungkin kita, saya enggak tahu di negara lain. Tapi ini hebatnya tuh ee tim ya, inisiatif Pak Dadan ada. Karena apa? Ternyata BKKBN KBN ya BKKBN Badan Koordinasi Keluarga Badan Nasional. Dia punya petugas di desa. Iya. Iya. Penyuluh KB ya. Penyuluh KB. Penyuluh KB. Jadi sekarang tugas tambahan penyuluh kami deliver dia mengantar ambil makan dari apa? Dapur dari dapur dia ngantar ke ibu hamil. Jadi, we deliver ibu hamil. Sesuatu yang ah daerah terpencil di gunung, di pulau terluar ini biayanya lebih mahal. Tapi ya kita risiko kita karena negara kita sangat besar. Tapi bagaimana, Pak? Pak Presiden memastikan laporan yang masuk ke Bapak ini bukan laporan yang asal Prabowo senang gitu, Pak. Yang real, yang betul-betul itu. Iya. Nah, ini kan kita punya manajer-manajer ini adalah sarjana yang kita sudah didik ee dan ee BGN tuh punya ee sistem tiap jam .00 sore semua manajer laporan online, ada koordinator laporan tiap ee tiap ee sore jam .00 dan ee oh ini kita punya SPPI, kita punya SPPI SPP-nya itu dan ee ternyata banyak perempuannya hampir angkatan-angkatan pertama itu ini membuka lapangan kerja buat sarjana ahli gizi loh Pak, ahli gizi dari berbagai fakultas pertanian apa segala macam benar dan dia dia masih jadi mereka ee reaktif mereka ya kalau dan kita kita tanamkan jangan satu laporan ABS karena ini membahayakan karena ini nasib anak-anak. H. Jadi kalau ada dan Anda bayangkan ya, di antara mereka itu sempat bekerja 3 bulan belum dapat gaji. Iya. Kemarin dapat ini di media sosial ada yang happy banget dapat juta yang dirapel 3 bulan itu kan akhirnya sebelum lebaran cair kan. Iya cair tapi 3 bulan juta aduh saya terharu gitu ya. Mana ini anak? Tapi idealisme dia. Dia bagi dia ini suatu mulia untuk mengabdi ke anak-anak. Jadi dia tuh ya ada yang tidurnya di dapur. He iya kan? Ada ruang di dapur. Ya kalau makan kan dia aman kan. Ada yang sampai saya dengar jual motor dia. Hm. Untuk bertahan. Iya. Iya kan karena memang 3 bulan belum belum turun dan bertahan 3 bulan itu. Iya Pak, ini kembali lagi Pak ini masalahnya masalah basic kok dari sekian banyak hanya Bapak yang memikirkan gitu loh. Ini kan artinya kan kita mulai dari bawah banget ini negara yang katanya mau tinggal landas 15 tahun lagi. Eh 13 tahun lagi ya. Whatever. Begini mungkin itu hikmahnya saya kalah pilpres empat kali. Kenapa, Pak? 2004, 2009, 2014, 2018, 2019, 19 kan saya kampanye H aku ya kanya ke desa-desa ya kan ke habis itu tiap kali tokoh datang disambutlah barisan anak-anak SD anak-anak ya aku lihat eh kamu kelas berapa? Kamu kelas 5, kelas 5. Umurmu berapa? 10 tahun. 10 tahun. Badannya kecil. Jadi saya lihat aduh ee trud habis itu laporan macam-macamlah. Kemudian kita lihat desa juga enggak ada air, enggak ada ini. Jadi itu mungkin hikmahnya. Akhirnya saya lihat what is urgent dan pakar-pakar, dokter-dokter ee dari fakultas-fakultas dari UI, dari mana-mana laporan ini stunting gini. Wah, saya lihat wah gila stunting ada yang 30%, ada yang 40%. NTT 40%. NTT 40%. Di KI aja ada yang stunting, NTB juga. Habis itu gini yang saya, yang saya merasa ya Pak Jokowi juga sempat marah-marah sudah ada anggaran untuk stunting diturunkan ke kabupaten. Iya kan? Pakai buat seminar 10 M. Iya kan? 2 M perjalanan, 6 M untuk rapat seminar dan 2 M yang untuk makan. Aduh. Dan saya pernah hadir di salah satu acara anti stunting di suatu provinsi, saya enggak sebut namanya, enggak enak. Saya datang, ada seorang pejabat dari pusat ya, setingkat dijenang, dikumpulin rakyat di desa 500 orang kali ya, dikasih ceramah makan bergizi harus ini ya kan harus ada ininya apa tuh ee empat sehat sehat lima sempurna empat sehat lima sempurna di rakyat di desa itu Pak apa ee duit gak ono Pak, uangnya enggak ada mau mau beli empat sehat lima sempurna, saya itu habis itu di desa itu karena sopan rakyatnya dan agak agamis. [Musik] Ee jadi tiap kali dia tiap saat tiap kalimat dia ngomong masa itu semua ee teriak waktu itu apa teriaknya dia? Oh iya ya. Tiap kalimat si pejabat itu, saudara-saudara harus ini. Amin. Kayak kayak sarkas satir ya. Sarkas sarkas ya. Sarkas tiap dua kalimat amin maksudnya udahlah. Iya kan? Tapi enggak tahu agak agak tebel muka juga nih. Ngomong terus dia. Amin. Amin. Aduh ini enggak nangkap ini. Iya kan? Maksud rakyat itu dia kan sopan. Heeh. Dia enggak mau bilang, "Udahlah cukup lu." Ya, Bak. Iya. Kalau orang Jakarta mungkin gitu ya kan? Ini jadi saya itu aduh saya pikir ah ini keliru ini. Iya kan? Rakyat itu masa dikasih ceramah dia masalahnya tuh makannya enggak ada gitu loh ya. Oke sekarang kita intervensi. Ini bukan soal mau tinggalan sekali. Udahlah apa yang bisa kita buat kita buat dulu. Tapi ternyata para ahli cerita sama saya, dengan kita gelontorkan itu semua di desa yang kita balikkan adalah arus. Tadinya uang disedot ke pusat, kita balikin. Lokal ekonomi ya, Pak. Lokal ekonomi tambah kalau koperasi jalan itu bisa. Uh, akhirnya wah ini jual sayur ini jual ee lalu ayam, telur, telur, ikan asin, ini jual ini juga. Jadi dia a new market dan ternyata kita gelontorkan itu uang di bawah itu ekonomi tumbuh, demand tumbuh, daya beli tumbuh, ekonomi berputar. Jadi tidak hanya mengatasi stunting, tapi menimbulkan kegiatan pemerataan wealth yang alamiah gitu. Tidak semata-mata handout. Tidak kita kasih duit, maaf kalau kita kasih uang ya kan. Ini saya dapat pelajaran dari banyak ahli ya. Kalau mau kasih uang harus kasih ke ibu. Iya Pak. Iya. Kalauak Bapak dipakai buat beli rokok. Kalau laki kalau Iya. Kenapa ya beli rokok kan? Iya. Kenapa laki-laki ini banyak enggak benarnya enggak hanya rokok, judul juga. Judul juga rokok ada yang ini ya. Iya kan? Jadi itu itu presiden, mantan Presiden Brazil cipta sama saya. Kita kasih kita kirim uang tapi uangnya harus ke ibu, harus ke ke ini. Karena ternyata ibu itu selalu mikirin anaknya. Oh ibu itu manusia terkuat di dunia sekarang, Pak. Iya kan di bumi istilah di netizen ya wanita itu wanita terkuat di bumi.

Sekarang Pak, saya, saya ini kan rekaman ya ee kayaknya harus ada yang nanya soal Danantara deh Pak, itu penting sih menurut. Silakan, silakan siapa aja sih saya cuman ngusulin aja. Silakan. Danantara itu ya. Oke kalau gitu saya nanya. Silakan. Bu sebagai status Danantara. Danantara itu apakah ee Presiden memberikan target untuk 2025 sesudah sekarang strukturnya sudah full ya, lumayan full ya yang esensial. Apakah Presiden memberikan target untuk 2025 ini ee berapa misalnya ee proyek yang ee akan di, dikerjakan dan apakah sudah ada tanda-tanda pihak yang tertarik untuk ikut serta dalam financing syndication dari leverage-nya eh dari eh Danantara, Pak? Oke. Kita tidak beri target kita karena saya pendekatannya adalah ee visibility daripada proyek itu. He. Yang paling penting harus visible ya. Harus ee yang saya kasih kriteria satu harus bisa memberi nilai tambah yang signifikan. Ya, kita tidak mau jual boksit gelondongan. Proses jadi alumina naik berapa kali nilainya? Alumina proses jadi aluminium naik berapa kali i nilainya, ujungnya jadi macam-macam. Hm. Kalau tidak salah kalau sudah-sudah menjadi ee panel surya ya, panel surya di situ itu nilai tambahnya 115 kali. That is where kita nanti akan jadi welling. Ah, jadi saya kasih pengarahan proyeknya harus visibel, harus beri nilai tambah kepada bangsa Indonesia. Itu satu dengan visib visible kita punya ee sumber alam, kita punyaake market yang jelas. Nah, ini proyek ini visible. Dengan visible, sumber alam jelas, offake jelas, market jelas, proyek ini on its own project menarik untuk investasi. Begitu, Pak, dengan eh policy trump tarif recipral tarif ini kan menandai the worst protectionism policy in the world after great depression 1930 ya. Iya. Nah, ketika semua negara itu berpikir untuk dirinya sendiri ya, investasi justru ditarik ke dalam negeri. I gimana ini pengaruhnya terhadap ee prospek nasib ee Danantara dalam waktu dekat terutama saya tambahin, Pak satu lagi, Pak. Kenapa tokoh-tokoh asing banyak banget sih? Ada yang juga di sosial media tuh kenapa koruptor dijadiin e orang yang apa namanya juga mikirin Danantara gitu maksudnya taksin gitu. Satu lagi Pak, satu lagi terkait Danantara karena salah satu tugas Danantara kan juga menarik investasi asing ke sini. Nah, kalau kepastian berusaha di Indonesia tidak diperbaiki, lalu bagaimana Pak membuat ini lebih menarik untuk investor asing? Iya, kepastian saya jawab satu persatu. Saya informasikan kita sudah lebih dari 3 jam. Ee apakah setelah pertanyaan ini kita sudahi atau kita lanjutkan? Ini penting soal sekarang sekarang jam berapa sudah jam jam 12 jam berapa? 12 lewat 10, kalau mau di saya kira masih bisa 20 menit lah. Masih bisa 20 menit. Oke, silup saya izin satu lagi Pak Presiden. Oke, satu lagi mungkin bisa dijawab langsung sa mungkin saya berangkat jam lah dari sini. Kalau saya menangkap Pak Presiden tuh ee Bapak kan menyejahterakan negara ini dengan capitalism estate. Peran negara sangat besar untuk dalam hal ee apa yang menguasai hajat hidup orang banyak, Pak, seluruh ee sumber daya produksi dan yang lain-lain termasuk di dalamnya ada Danantara dan yang lain-lain. Tetapi ee banyak yang berkata juga, "Pak, private sektor ini menjadi sesuatu yang sangat penting karena tidak mungkin negara bergerak sendiri." Benar. Nah, dari yang tadi Bapak sampaikan belum tergambar, Pak. Sejauh mana Bapak melihat private sektor ini berperan dan apa yang bisa dikontribusikan oleh negara untuk private sektor ini justru menggerakkan ekonomi sehingga kekuatannya menjadi dua. Selain negara tetapi juga private sektor eh di negeri ini mungkin ya. Oh enggak. Kalau saya jawab gimana yang Danantara dulu, Danantara, Danantara yang soal karena Trump ini dampaknya yang proteksion nasibnya. Jadi begini jadi begini ya. Jadi memang kalau masing-masing proteksionis ee akan menjadi ee kemungkinan kontraksi, resesi, dan sebagian-sebagian. Hanya ada satu keadaan unik di di masalah Indonesia. Satu, kita populasi kita sangat besar. H dan sebagian besar populisasi kita masih hidup di level yang cukup rendah katakanlah ya. Jadi we have a big market. Kita punya yang kedua kita punya sumber alam yang luar biasa. Iya kan? Satu pasar besar yang perlu untuk naik ya, yang butuh segala macam ee barang ya, produk dan jasa dan kita punya sumber alamnya. Jadi dari segi alam, dari segi kondisi yang kita terima sebenarnya bukan niat kita. Kita mau berinteraksi sama bangsa lain, tapi kondisinya kadang-kadang dia yang enggak mau kan. H kita tidak mau proteksi kita ini terlalu membuka sebenarnya. We are too nice, Mbak Uni. Kita terima ini Eropa ini agak ya, tapi saya baik ter sama mereka gitu loh. Kita izinkan mereka jual Mercedes-Benz, izinkan mereka jual BMW, izinkan mereka jual apa produk mereka. Begitu kita mau jual kelapa sawit, mereka selalu Uni. Ya, satu Jepang. Berapa puluh tahun Jepang di Indonesia jual Toyota, Pajero, Lexus e Toshiba, Hitachi. Ya, kita mau jual pisang bisa dipersulit katanya kurang panjanglah inilah itu kan. Iya. Come on. Kita punya pisang kan macam-macam. Ada yang pendek, ada yang itu jadi saya bicara sama tokoh-tokoh Jepang, saya bicara tuh kita tuh punya hak dong. Kita ingin sejahtera, rakyat saya ingin sejahtera seperti rakyat kamu. Iya kan? Jadi kita tidak, kita tidak proteksionis loh. I kan kadang-kadang sekarang kita mau melindungi tapi ya okelah. Tapi, nah saya punya pandangan raw material kita proses, kita punya market. And this market is growing. We are growing. Karena rakyat kita mulai dari dasar yang tidak terlalu tinggi. I kan begitu dia ada kemampuan uang sedikit pasti dia mau mikir anaknya sekolah. Habis itu anaknya sekolah dia. Yang tadinya punya sepeda dia mau naik ke motor. Yang punya motor dia bisa mau naik ke mobil kecil umpamanya dan sebagainya. Kita diperkirakan di diramalkan 2030 i kan enggak ini enggak 2030 which is berapa tahun lagi pasar mobil kita.

2 juta tiap tahun saya bicara, kita punya nikel, kita punya aluminium, kita punya karet, iya, tembaga, kita punya tembag, kita punya semua untuk bikin mobil. Iya. Kenapa kita harus kasih 2 juta kepada orang lain? Bukan kita proteksionis. Target saya dari 2 juta, minimal 25% lah buatan Indonesia. Jadi saya kasih target dalam waktu 2 tahun, kita harus punya industri mobil yang bisa memproduksi 500.000 mobil. Mungkin 200.000, 50.000 menengah ke bawah, mungkin 100.000 menengah ke atas, mungkin 50.000 atau 20.000 yang spesialis lah ya, kan, offroad juga. Saya kira, saya kira itu wajar ya, kan. Jadi ee jadi itu daya tarik untuk minat, leverage eh ikut serta dalam financing, investment. Dia ada growing market. Enggak bisa di enggak bisa dipungkiri. Iya kan, tidak bisa dipungkiri hitung-hitungan tadi kan saya bisa hitungi tadi. Iya. Kalau saya itu yakin 8%, saya yakin. Jadi ini masalah masalah tarif Trump ini menggoncangkan, menggoyahkan. Kita harus waspada, kita harus tegar, tapi kita tidak panik, kita tidak boleh ya, kan, eh takakutan, grogi. We have so much strength. So much strength. Hanya ada will atau tidak? Ada keberanian enggak pakai strength itu. Iya kan?

Bapak, kalau ada kesempatan bicara langsung dengan Presiden Trump, ada yang Bapak spesifik ingin sampaikan? Saya ingin sampaikan, saya bilang, "We United States. We have been good friends for many, many years." I kan eh and we are willing, we always invite you to participate in our economy. Ya, kita mohonlah ada perlakuan yang baik. Begitu. Modal kita untuk nego apa, Pak? Karena kan Presiden mengirim ee apa? negosiator tingkat tinggi kan ke Amerika. Yang paling dipersoalkan oleh pemerintahan Trump ada tiga kan, e import license, TKDN ee tingkat apa namanya dalam negeri itu tingkat komponen dalam negeri sama ee devisa ekspor. Nah, apakah berarti di situ kita bisa menurunkan atau mengubah posisi devisa ekspor? K hasil devisa ee hasil dhe sda hasil ee devisa ekspor. Tiga hal itu yang paling dipersoalkan dari Indonesia. Ee tapi itu saya kira salah pengertian dari mereka. Pertama soal TKDN ee saya akui kadang-kadang ada KL kita yang terlalu kaku. Sudah saya perintahkan untuk kita longgarkan. Oke. Masalah DHE saya kira DHE itu adalah semua perusahaan peraturan kita soal DH ya. Heeh. Semua perusahaan yang menikmati fasilitas aset dari republik, dari negara kita. Ya, berarti kalau HGU, HTI, HPH itu adalah menikmati aset negara satu. Kemudian menerima kredit dari bank pemerintah. Hm. Wajib untuk menaruh hasil ekspornya di Indonesia. Kan wajar dong. Iya, itu yang mau dijelaskan ya, Pak ya. Iya. Enggak ada kalau kalau dia bawa uang sendiri, enggak ada perusahaan tambang kita bebasin kok. Nah, itu satu. Ee dia dia mau recei prokral dia. Jadi kamu punya ee apa itu? Kamu punya ekspor sekian, surplus-nya eh sama dia mau agak dikurangi dan sebag kita we are willing to negotiate, Pak. ya willing to negotiate, why not ya, kan, mereka tanya saya sudah is Indonesia willing to buy eh eh oil and gas from United States, saya bilang yes, why not, siapa ini yang bertanya, Pak? Apakah setelah Tram mengumukum, enggak sebelum sebelum Iya, sebelum ya, tapi mungkin perjalanannya aja ini enggak ada masalah, kita negosiasi ya, kan, jadi kita dan kita memang impor cukup banyak ee BBM dari luar dan gas. He. Dan saya periksa, saya cek banyak yang enggak jelas impornya dari mana gitu loh. H lewat broker, broker, broker gitu loh. Kenapa lewat broker? Langsung aja ya. G2J, G2J Pertamina langsung kamu ya, kan. Dan tentunya harus impor dari negara yang saling menguntungkan dong. He. Entah Amerika, entah ke mana. Iya kan? I gitu.

Saya private sektor, Pak Presiden, seberapa strategis gimana dan antara sudah entar dulu, entar dulu, belum dijawab. Kenapa ada tokoh yang apa ada yang Tony Blir enggak ada, enggak jadi adalah seorang tokoh politik yang di Kudeta. Dia menang mandat berkali-kali di kudeta. He. Ya. Jadi berarti ada faktor saya tidak mau terlibat dalam domestik politik itu. I. Anda paham? Iya. Nah, sama Anwar Ibrahim masuk penjara berapa kali atas tuduhan korupsi, atas tuduhan macam-macam ya. Apa kita mau kita mau ikut mau kita korbankan, kita mau ikut jelek-jelekin Anwar Ibrahim? Anda ngerti banyak banyakbanyak kasus seperti itu. Ee termasuk diri saya, saya dituduh mau kudeta, saya dituduh mau bunuh macam-macamlah. Iya kan? Mau bunuh Pak Harto, mau bunuh Habibi, mau bunuh ee Gus Duran. Iya. Dan faktanya dia mampu Pak ya di dan antara memberikan leverage, dia punya jaringan besar, dia punya pengalaman besar dan dia bersedia tanpa dibayar, dibayar Ralio tidak mau dibayar, Jeffrex tidak mau dibayar, paling dia bilang paling mereka bilang ya sudah kalau aku datang ee hotel sama ee angkutanlah lah di Indonesia ee dan kita bilang kita diimbur tiket kamu dengan berkali-kali banyak toko-toko itu mau bantu kita, enggak mau dibayar. Jadi tidak sulit meyakinkan mereka ketika Bapak meminta, tak sulit. Ridal sangat antusias tapi dia sudah ingatkan kamu akan dilawan. H kamu kapan tuh? Kenapa Pak? Hah? Kapan itu? Sebelum ketika Bapak sebelum danara I dia selalu ingatkan saya dan Bapak merasa dilawan sekarang Pak soal dan enggak di itu wajar, iya iya, every new initiative will be opposed i kan itu sifat daripada suatu organisasi di manapun ya, kan, ee mayoritas condong tidak mau ada perubahan, iya enggak tahu saya itu ternyata ya itu fenomena ya human nature Pak, human nature ya jadi Tapi if I'm convinced this is right. Kita sudah lama jadi orang Indonesia ya. Kita buka-bukaan ya, kan. Sudah tujuh kali Bapak ngomong ini selama acara kita ini dihitung ba. Jadi sudah jadi kita Bu BUMNBN tanpa danantara. Ya, Anda tahu maksud saya? Iya. Ya. Banyak direksi yang kaya raya. BW-nya rugi hancur, saya harus selamatkan Garuda. Kalau enggak ada dantara mungkin sulit. Dengan ada danara tak kita bisa selesaikan. Tantangan banyak, benar. Bukan tantangan danger and risk banyak. Tapi kita masukin mekanisme mungkin nanti Anda perhatikan ya. Mungkin dan antara is will be the most oversight dari banyak organisasi karena itu yang saya mau hindari dan orang macam-macam waktu saya disodorkan oleh Pak Rozan ya saya dari mana kita ini rekrut ini internasional etc saya lihat saya lihat biodatanya di cukup lumayan orang-orang orang ini mampu di bidangnya ya, kan, enggak saya rubah satu pun Pak Rozan nunggu-nunggu enggak enggak saya rubah satuun dan enggak saya titip saya hanya minta harus ada komite teknologi jadi semua proyek karena ini proyeknya banyak processing saya minta ada tim teknologi yang kuat kita minta dari fakultas-fakultas teknik jadi lulusan macam-macam yang menguasai teknologi supaya menilai teknologi kita. Jangan dibohongi-bohongi terus, ya kan? So, em ee di ujungnya saya ingatkan ya bahwa makanya kita beri nama dan antara daya anagata nusantara, anagata masa depan ini adalah kekuatan masa depan. Ini milik anak dan cucu kita. Jadi harus dijaga. Makanya kenapa saya antusias dengan penghematan efisiensi saya bisa dapat 300T kira-kira ya. 300T ini akan jadi dana investasi. Jadi tidak akan dihabisi di APB Hajrin tahun depan tetap ada. He malah ada hasilnya dan seterusnya dan seterusnya. Jadi saya merasa ini tabungan untuk anak cucu ini dasarnya. Dan saya ingatkan kepada manajemennya Danantara, awas saudara paling diawasi di situ. Anda lihat kalau tidak salah ada overside committee, ketua BPK, ketua KPK, Kapolri, ketua OJK, ketua BPKP, Ketua Kapolri, PPATK, Jaksa Agung, PPATK, PPATK ada semua di situ. Silakan aja kau tipu itu semua. Iya kan? Hah? Dan nanti dengan IT, dengan digital dengan AI sulit apa sekarang ya apa istilahnya digital rekam digital ya. Jejak digital. Jejak digital. Waduh susah ini. Anda mau fraud sekarang. Cek cepat cepat apa tuh? Aduh. Terbacanya red alert itu cepat tapi memang ini tantangan challenging tapi we have to kita harus berani kita harus coba berani dan insyaallah banyak yang saya ditelepon banyak kepala negara wah selamat nanti akan anda akan dikenang karena ini adalah ya insyaallah tolong apa ee ee bantu advice apa karena kalian lebih pengalaman. Tapi saya sudah dapat umpan balik ya dari Pak Rozan CS sekarang kalau mereka ketemu tokoh-tokoh atau mereka berkunjung ke negara lain sekarang mereka dipanggil oleh presiden, oleh perdana menteri, oleh negara lain. Kenapa dia datang? Nah, dengan 9 dolar i kan sovereign wealth fund 982 miliar dolar dia di yang dipanggil. Jadi kita mulai di dan kita enggak sadar bahwa we are we are strong, we are wealthy. Yes. Kita harus lebih ketat, harus lebih waspada. Kadang-kadang ya ini namanya the curse of resource, the curse of the wealthy. Kadang-kadang karena saking banyaknya kekayaan, kita ini apa itu? Terlena. Terlena kita compleent dan kita boros.

Kalau mendengar penjelasan Bapak itu bagus ya, Pak. Saya saya termasuk saya nih ini tahun ini kalau enggak salah abad 70 tahun Afrika. Asia Asia Afrika ada yang sodorkan Pak saya bilang 70 tahun kita sederhana aja enggak usah undang 100 kepala negara benar enggak? H bayangkan kalau kita undang 100 kepala negara. Iya kan? Mingan buat makan bergizi gratis. Heeh. 100 100 Mercedes 100 kamar sweet room su masing-masing kepala negara bawa 18. Tapi kan nanti ceritanya gini Pak kalau mereka datang perputaran ekonomi di Indonesia sudahlah sudahlah kita hemat dulu aja ya kalau ee ulang tahun ke-80 enggak apa-apa saya enggak tahu Pak Presiden ya. Oke, soal private presidor strategis begini. Private sektor sangat penting. Enggak bisa everything done by the government. Benar enggak? Makanya saya mungkin saya bilang enggak. Sekarang Pak Jokowi sudah bekerja mulai sekarang infrastruktur kereta api, pelabuhan, bandara saya serahkan swasta. H saya yakin akan lebih efisien karena dia enggak mungkin curi dari dirinya sendiri. Iya kan? Benar enggak? Dia enggak mungkin market tendernya dia tender benar gitu loh. Benar enggak? Iya kan? Untuk apa dia menangin orang? Iya kan? Dia harus dia harus ee sangat efisien, sangat lean. Jadi enggak private sector itu sangat penting. Ujungnya private sector yang akan ciptakan lapangan kerja paling banyak. Tapi maksud saya pemerintah ini di saat yang kritis untuk hal yang tidak menarik, masa sekarang private sector kita harapkan kasih makan gratis ke anak-anak. Mana ada private sector yang mau investasi 1000 kapal ikan. Iya kan kita harus rintis dulu gitu. Contoh mana ada private sector mau buka dermaga ikan di pulau Tobelo atau mungkin dia i tapi kita harus karena itu bagian negara kita. Rakyat di situ di pulau-pulau di Indonesia Timur dia harus nikmati kemerdekaan di ujung perbatasan di Kalimantan. Bagian utara rakyat sana. Kapan kita merasakan kemerdekaan? Kenapa enggak ada jalan aspal ke desa kami? Kenapa enggak ada listrik? Kenapa enggak? Kan gitu di situ pemerintah. Tapi kalau kalau swasta mau monggo. Saya yang izinkan. Rumah sakit orang swasta asing boleh buka rumah sakit di Indonesia. Saya saya juga meneruskan saya buka nanti kawasan universitas mana pun yang mau buka kampus di Indonesia di dunia boleh. Boleh kalau bisa Harvard atau MIT atau Sorbon mau buka kampus di Indonesia. Iya kan? Kualitas tertinggi enggak usah jauh-jauh. Iya kan? He. Dan anak-anak kita pintar. Saya bilang dari 32.000 saya yakin saya bisa dapat 6.000 anak-anak yang bisa masuk Harvard. Jadi IQ 120 itu syarat masuk Harvard Bu. Bu berarti ya dari tadi sarjana itu 25% bisa masuk Harvard dan mereka itu kita kadang-kadang kaget belum tentu anak orang kaya pintar. Pintar. Iya. Saya terharu loh pengalaman saya di Unhan di anaknya tukang cendol belajar teknik listrik. Iya kan? Teknik mesin. Belajar kedokteran anak ojol. Lulus kedokteran. So I don't know. I'm saya itu optimis. Saya bullish. Saya tidak mau tutup-tutupi. Banyak kekurangan, banyak tantangan dan tidak gampang memenuhi semua harapan rakyat dalam waktu singkat. Itu yang jadi tantangan bagi saya ya. Everybody wants immediate results.

Pak swasta nyambung. Kemarin Bapak sampai empat kali ee mengundang taipan-tapan nine dragon orang-orang terkaya di e empat kali Indonesia kayaknya minimal tiga kali tapi saya dengar empat kali yang diumumkan dua kali Pak yang saya ingat dua kali ya nah itu apakah memang apa yang Bapak harapkan dari mereka ini saya mengatakan Anda berhasil oh sayaak malah saya katakan eh Saudara kan sudah kenal saya 40 tahun kan. Saya sudah, saya kenal orang tuamu. Saya bilang ada Mas Anton saya kenal bapaknya, saya kenal Pak Mukhtar Yadi, saya kenal semua itu saya kenal bapaknya. Saya bilang, "You have been successful. Bapakmu berhasil. Anda berhasil. Anda kuat silakan lari." Saya bilang, "Saya tidak akan ganggu Anda." Tapi saya bilang, "Saya harus urus orang yang lemah. Saya wajib urus orang yang miskin." [Musik] Jadi tolong saudara mengerti ya bahwa I have to concentrate untuk ini. Tapi kalau mereka naik tingkat, kalau mereka punya kekuatan ekonomi, mereka tambah tambah makmur, daya beli mereka naik, siapa yang untung? Kalian-kalian kalian kan? Iya kan? Mereka akan beli barang-barangmu dari pabrikmu, propertimu. Mereka akan beli apartmenmu, rumahmu. Mereka akui. Oke, ya. Monggo, silakan. Itu yang saya bilang. Sampai mereka mengatakan, "Pak, apa yang kami bisa ikut? Silakan Anda pilih di mana yang Anda mau." Iya kan? Saya ada yang Pak kami buka rumah sakit di sini Pak kami ee mau buka sekolah-sekolah. Oke, good. Konsultasi sama saya, tanya saya ya kan kita mau saya akan kasih tahu kita bangun sekolah-sekolah di kantong-kantong kemiskinan. That is my argument to them. Makanya saya saya menggugah bahwa Anda sudah jadi anak bangsa Indonesia. Kau keturunan mana pun terserah dan kamu boleh. Kamu harus bangga dengan heritagemu. Enggak ada masalah. Tapi Anda besar di sini, Anda jadi kaya di sini. Anda sudah paham budaya kita selukbuk kehidupan di sini. Benar enggak? Saya yakin pun kalau dia tinggal di Amerika dia pasti rindu rawon, rindu tempe dan sebagainya. Jadi, that's my approach. Ayo, Indonesia Incorporated. Mereka paham itu. We can only succeed pemerintah, swasta. UMKM koperasi. H H enggak bisa pemerintah sendiri enggak mampu, enggak kuat. Swasta main sendiri susah. Enggak apa-apa kita saling membantu. Benar enggak? Ada, Pak. kami mau bikin kek ini ini kemudian kemungkinan kita akan buka 300 pabrik atau 400 kami mohon Pak boleh enggak kami bangun bandara silakan tapi bisa enggak dapat izin ini kita beri izin bagaimana air traffic control kita atur kenapa orang mau bangun bandara kita persulit boleh benar enggak Hah? Iya kan? So everything is terbuka. Exciting. Kalau saya go everybody go. Competition is good. Tapi jangan competition yang saling menjegal. Cooperation, collaboration. This is the new paradigm. Kenapa Tiongkok begitu sukses? Ya, dia kolaborasi iya kan dia bersaing juga di antara mereka kan. I otomotif dia ada BYD ada apa? Woling wuling ada apa? Gili ya ada cerry bersaing.

Baik lagi Pak Presiden. Maaf sebentar Pak Presiden. Satu hal Bapak Timnas kita berpeluang besar masuk Piala Dunia dan Bapak terakhir nonton lawan Bahrin kan. Dan bila timnas kita masuk Piala dunia, I bonus dan atau penghargaan apa yang Bapak akan berikan baik selaku pribadi maupun sebagai kelepala negara ini akan sebagai memotivasi, Pak. Makasih, Pak. Bapak maaf sebelum dijawab karena ini sudah lewat dari 20 menit yang Bapak alokasikan. Apakah kita boleh terima satu pertanyaan terakhir dari semuanya setelah kita tutup? Oke. Baik, silakan. Tadi soal timnas, soal timnas saya kira sudah cukup. Pasti kalau masuk pasti dapat suatu penghargaan yang sangat besar. Bapak yakin Mas masuk piala dunia? Saya berdoa Piala tantangan yang tidak ringan ya. Putaran tempat pasti masuk Pak. Kalau lawan Cina menang kita akan masuk pertemuan. Habis itu kita akan mungkin lawan antara Irak lawan Jordan di putaran ke Mudaf. Tapi ada mengatakan kan menang lawan Cina lawan Cina kan kita main di kandang Pak ya. Oke kita berdoa. Benar itu jawabannya closing. Baik ee jadi sudah closing sekarang sudah semua tersalurkan semua pertanyaannya ya. Belum pasti kalau tersalun tapi mungkin kali ini cukup dulu. Oke mungkin untuk saat ini cukup dulu ya. Baik, terima kasih ee sekali lagi kepada Bapak Prabowo yang sudah bersedia berdialog bersama kami. Senang sekali hari ini kita sudah bisa mengutarakan pertanyaan dengan bebas ini tidak diatur. Sekali lagi pemirsa ee semua bisa mengutarakan pertanyaan dan kemudian bahkan melanjutkan pertanyaan di sesi-sesi selanjutnya. ee ini mudah-mudahan bisa menggambarkan ee hubungan ataupun kondisi dan peran media dalam demokrasi pemerintahan Presiden Prabu Subianto ya, Pak ya, yang terbuka, yang kita saling bisa memberikan masukan. ee bahkan mungkin tadi ada sedikit kritisi, tapi Bapak bisa menjawabnya dengan tenang dan menjelaskan kepada kita semua apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah sehingga akhirnya bisa menjadi penjelasan kepada masyarakat agar apa yang baik yang sudah dilakukan oleh pemerintah saat ini bisa terinformasikan dan kita semua bisa sama-sama mendukung. ini bisa menjadi juga ee kesempatan buat kita semua untuk ee mendukung komitmen dari pemerintahan Bapak ee tentunya ke depan semoga bisa mencapai hal-hal yang baik termasuk dari Asta Cita yang sudah Bapak ee canangkan sebelumnya. Baik, sebelum kita tutup apakah ada Bapak ingin menyampaikan pesan-pesan terakhir buat ee masyarakat? Eh saya kira saya ingin ucap terima kasih ya kehadiran ee tokoh-tokoh jurnalis kita cukup senior, cukup jadi ini penghargaan untuk saya ya dalam arti Anda berkorban hari Minggu ya kan. ee saya senang pertanyaan ee istilahnya ee spontan ya dan hal-hal yang Anda ingin ee tanyakan saya berusaha jawab semampu saya. Jadi saya kira ini suatu apa ya suatu upaya yang baik ya. Mudah-mudahan kita bisa teruskan lagi. Iya kan? ee mungkin ya terserah nanti timingnya gimana ya kan. Ee saya kira itu. Baik ya. Terima kasih sekali lagi. Terima kasih Bapak Prabowo Subianto atas waktunya hari ini pemirsa. Demikianlah dialog kita bersama Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto dalam acara Presiden menjawab wawancara dengan tujuh jurnalis di Indonesia. Saya Valrina Daniel mewakili TV RI. Terima kasih. Kami undur diri. Sampai jumpa. Makasih, Pak. Thank you. Tapi kok B